JPFT - volume 12, nomor 2, pp. Agustus 2024 Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Open Access http://jurnalfkipuntad. com/index. php/jpft PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI RUMAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH SMP NEGERI 6 SIGI The influence of Independent Studying at home on Students Academic Acviement at SMP Negeri 6 Sigi Meilin krisnawati. Darsikin Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Palu. Indonesia meilinkrisnawati02@gmail. Kata Kunci Kemandirian belajar, hasil belajar Abstrak Tujuan di lakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kemandirian belajar siswa dirumah terhadap hasil belajar siswa di sekolah SMP Negeri 6 Sigi. Jenis penelitian ini di gunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah kelas Vi A dan kelas Vi B. Pengumpulan data menggunakan angket dan tes dalam bentuk pilihan ganda. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 21 terdiri dari data analisis awal yaitu uji Normalitas dan uji linearitas regresi dan data analisis akhir menggunakan uji koefisien korelasi. Di lihat dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa di SMP Negeri 6 sigi dari 48 orang siswa hanya 12 orang atau 25% siswa mendapat nilai tuntas dan 36 orang atau 75% lainnya tidak tuntas dengan nilai rata-rata pada pada angket 58,79 sedangkan pada tes 27,85. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap kemandirian belajar siswa di Sekolah SMP Negeri 6 Sigi namun relative sangat rendah. Keywords student learning academic achievment Abstract This study aims to determine whether there is an effect of students' independent learning at home on their academic performance at SMP Negeri 6 Sigi. This research used a quantitative descriptive approach, with the sample comprising Class Vi A and Class Vi B. Data was collected through questionnaires and multiple-choice tests. Data analysis was conducted using SPSS 21, including initial data analysis with normality and regression linearity tests, and final data analysis using correlation coefficient tests. Results indicate that of the 48 students at SMP Negeri 6 Sigi, only 12 . %) achieved passing scores, while 36 . %) did not, with an average questionnaire score of 58. 79 and an average test score of 27. It can be concluded that there is an effect of independent learning on students' performance at SMP Negeri 6 Sigi. this influence is relatively very low. A2024 The Author p-ISSN 2338-3240 e-ISSN 2580-5924 Received 02/05/2024. Revised 23/05/2024. Accepted 06/06/2024. Available Online 31/08/2024 *Corresponding Author: fisika@yahoo. PENDAHULUAN Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Di dalam proses pembelajaran ini manusia melakukan aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang perubahan-perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan Interaksi belajar-mengajar, membelajarkan siswa dengan harapan bahwa siswa dapat menerima ilmu-ilmu yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Pendidikan pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti Aumenuntun, mengarahkan, atau memimpinAy dan awalan e, berarti AukeluarAy. Jadi, pendidikan berarti kegiatan Aumenuntun ke luarAy. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan Pembelajaran merupakan proses dimana Menurut Bungsu. Vilardi. Akbar, & Bernard . , mandiri merupakan kata dasar dari kemandirian yang artinya berdiri sendiri, yaitu keadaan dimana memungkinkan seseorang untuk mengatur dan mengarahkan diri sesuai pada tingkat perkembangannya. Siswa yang Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online memiliki kemandirian belajar akan percaya diri dalam memecahkan masalahnya. Misalnya mencontek pekerjaan orang lain walaupun tugas yang sedang dihadapinya tersebut sulit dan mencari sumber belajar yang lain seperti buku untuk memahami pelajaran yang belum dimengerti sebelum bertanya kepada guru saat proses belajar mengajar berlangsung Vol. No. 2, pp. Agustus tentang persepsi atau pandangan terhaadap masalah yang diteliti. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas Vi di SMP Negeri 6 sigi. Yang berjumlah 102 orang. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah dari kelas Vi A dan kelas Vi B, untuk penarikan sampel purposive sampling. Sugiyono purposive sampling adalah teknik penetuan sampel dengan pertimbangan tertentu dari Pengujian analisis data yang diguankan terdiri dari: uji normalitas ,uji regresi linier, dan uji koefisien Hasil belajar merupakan tingkat puncak dari proses pembelajaran, dimana hasil belajar adalah bukti yang didapatkan dari proses Guru bertujuan agar bisa mengajarkan pengetahuannya kepada murid dengan proses belajar mengajar. Dengan harapan murid mendapatkan hasil pemahaman dari proses ini. Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan proses Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas. Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Adapun berdasarkan kesimpulan penjelasan diatas bahwa kemandirian belajar sangat mempegaruhi hasil belajarsiswa. Dimana, kemandirian adalah sebuah proses belajar setiap individu untuk mencapai tujuan dengan tidak bergantung kepada guru atau atau orang Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Aupengaruh kemandirian belajar di rumah terhadap hasil belajar di sekolah Smp negeri 6 sigi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengolahan dilakukan dengan bantuan progran SPSS 21. Hasil pengolahan data dan analisis ststistik dan deskriptif data seperti pada tabel berikut: Tabel 1 Hasil pengolahan data dan analisis ststistik Statistic Mean Standar Dari data tabel 1, hasil angket kemandirian belajar yang dilakukan terhadap 48 orang responden diperoleh mean atau nilai rata-rata jawaban responden adalah sebesar Hal ini mengindikasi bahwa kemandirian siswa dalam belajar berkecenderungan positif dan menunjukan angka yang cukup tinggi. Selain itu, hasil tes yang dilakukan terhadap 48 orang responden diperoleh nilai mean atau rata-rata jawaban responden siswa adalah sebesar 27,85. Hal ini mengindikasi bahwa hasil belajar siswa di sekolah SMP Negeri 6 Sigi sangat rendah. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang di gunakan Berdasarkan jenis data dan analisis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena menggambarkan karakteristik subjek yang Penelitian kuantitatif menilai sifat dari Instrument penelitian deskriptif kuantitatif yang dipakai adalah kuesioner . Kuesioner atau angket berisi beberapa pertanyaan Berdasarkan hasil perhitungan mencari signifikansi dapat menggunakan program SPSS, tampak hasil nilai signifikansi lebih besar dari pada tingkat yang di gunakan yaitu 0,05 dan di peroleh 0,399 sehingga dapat di katakana bahwa variabel tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan persamaan regresi linier diketahui konstanta nya sebesar 36. 091 dan nilai regresi nya 0,140. Hal ini juga menunjukkan bahwa thitung > ttabel dimana nilai nya yaitu 0. 569 < 2. 011 hal ini menunjukkan bahwa variabel X memiliki pengaruh terhadap variabel Y. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online Hasil perhitungan koefisien korelasi antara kemandirian belajar di rumah dengan hasil belajar diperoleh koefisien korelasi sederhana dengan menggunakan SPSS 21. Rhitung 84 dan Rtabel sebesar Nilai koefisien korelasi menujukan hubungan atau korelasi yang tinggi atau sangat kuat antara kemandirian belajar di rumah terhadap hasil. Maka pada uji koefisien korelasi ini ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha Pengujian koefisien korelasi bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat hubungan antara variable X dan Y dengan menggunakan rumus koefisien product moment dan person. Hasil perhitungan koefisien korelasi antara kemandirian belajar di rumah dengan hasil belajar diperoleh koefisien korelasi sederhana dengan menggunakan SPSS 22. Rhitung sebesar 084 dan Rtabel sebesar 0. Nilai koefisien korelasi menujukan hubungan atau korelasi kemandirian belajar di rumah terhadap hasil. Maka pada uji koefisien korelasi ini ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Vol. No. 2, pp. Agustus Berdasarkan penelitian (Nasution, 2. Pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa pengaruhnya tidak terlalu signifikan . Hal ini dapat dilihat dari index korelasi Dari jumlah variabel X dan variabel Y diperoleh hasil rxy yaitu 0,3. Jika dilihat dari tabel interpretasi, maka angka indeks korelasi diperoleh 0,3 yang terletak antara 0,2-0,3. Menurut Tugiyanto 2014:14 Pengaruh antara kemandirian belajar terhadap hasil belajar sendiri bisa di pengaruhi oleh berbagai hal, baik faktor dari dalam diri maupun faktor dari luar diri siswa. Adapun faktor yang berasal dari dalam diri antara lain, memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya, mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi masalah yang di hadapi, dan bertanggung jawab terhadap apa yang di Sedangkan faktor dari luar menurut Soetjiningsih dalam Nur Istiqomah Hidayati terdapat pengaruh lingkungan, karakteristik sosial, pola asuh, status pekerjaan ibu, serta kualitas informasi anak dan orang tua. KESIMPULAN DAN SARAN PEMBAHASAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis deskriptif, di peroleh kemandrian belajar siswa untuk kategori sangat mandiri 2%, mandiri 68%, cukup mandiri 29%, kurang mandiri 0%. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa sangat baik. Sedangkan dalam hasil belajar siswa diperoleh data bahwa dari 48 siswa, terdapat 34 memiliki kemandirian belajar yang tinggi dan terdapat 12 orang siswa yang memiliki hasil belajar yang tuntas. Dan dari 12 orang siswa yang memiliki nilai tuntas terdapat pula 3 orang siswa yang kurang mandiri. Berdasarkan data tersebut, diketahui terdapat pengaruh kemandirian belajar siswa di rumah terhadap hasil belajar siswa di sekolah SMP Negeri 6 sigi. Namun pengaruh tersebut dapat di kategorikan sangat rendah Berdasarkan hasil penelitian ini diperkuat dengan pendapat dalam kajian teori Rijal & Bachtiar, . yang menyebutkan bahwa kemandirian merupakan salah satu faktor yang Ada beberapa indikator kemandirian antara lain memiliki rasa tanggung jawab dan tidak tergantung pada orang lain, memiliki rasa tanggung jawab, dan memiliki sikap percaya Meskipun kemandirian belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, peran orang tua dan guru juga sangat diperlukan dalam hal ini Berdasarkan pengolahan dan statistik data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, di peroleh Persentase kategori skor kemandirian belajar di sekolah meliputi sangat mandiri 2%, mandiri 69%. Cukup mandiri 29%, kurang mandiri 0%. Dapat di kategorikan dari 48 orang siswa memiliki kemandirian yang tinggi. Sedangkan pada hasil belajar siswa di dapatkan berjumlah 12 orang siswa memiliki nilai tuntas . %) , sedangkan kategori tidak tuntas berjumlah 36 orang . %). Hal ini dapat di simpulkan bahwa pengaruh kemandirian belajar siswa di rumah terhadap hasil belajar siswa di sekolah SMP Negeri 6 Sigi sangat rendah. SARAN Guru dan orang tua hendaknya dapat meningkatkan kemandirian belajar di rumah melalui proses pembelajaran yang menuntut kemandirian belajar yang tinggi. DAFTAR PUSTAKA