UNES Journal of Education Scienties Volume 7. Issue1. May 2023 P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PAIKEM BERBASIS POSTER COMMENT DAN JIGSAW LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD INPRES 1 GORAS DISTRIK MBAHAMDANDARA INCREASING STUDENTS' LEARNING MOTIVATION THROUGH PAIKEM BASED ON POSTER COMMENTS AND JIGSAW LEARNING ON SCIENCE LEARNING OUTCOMES OF CLASS IV STUDENTS AT SD INPRES 1 GORAS. MBAHAMDANDARA DISTRICT Umar1 . Surmila 2 . Ramin Ode3 123 Program Studi Pendidikan Guru sekolah Dasar. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nuuwar Fakfak (STKIP Nuuwar Fakfa. email : umarlaali08@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Koresponden Pendidikan adalah suatu proses yang memiliki sebuah tujuan untuk mengembangkan suatu kemampuan di dalam pembentukan sikap dan tingkah laku manusia yang bernilai positif bagi diri seseorang. Tujuan Penelitian Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SD Inpres Goras distrik Mbahamdandara melalui metode pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan jigsaw Metode Penelitian Metode penelitian ini merupakan metode penelitian tindakan kelas yang akan digunakan secara garis besar, terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu: . refleks i. Hasil. dapat terlihat meningkatnya hasil belajar siswa melalui proses pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM berbasis Poster Commen dan Jigsaw Learning hal ini dapat dilihat dari hasil tes belajar siswa. Adapun kegiatan yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan prestasi belajar, agar hasil yang diperoleh mencapai target peningkatan, peneliti melakukan tindakan-tindakan sebagai diskusi kelompok hingga dibuat menjadi tim ekspert, hal ini dilakukan dengan tujuan terciptanya keakraban dan Kerjasama antara siswa dan guru. Umar umarlaali08@gmail. Kata kunci Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Goras Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES Hal: 121 - 148 Copyright A 2023 UJAS. All rights reserved. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 ARTICLE INFO ABSTRACT Corresponden Education is a process that has a goal to develop an ability in the formation of human attitudes and behavior that is of positive value to a person. Research Objectives To increase the learning motivation of fourth grade students at SD Inpres Goras Mbahamdandara district through the PAIKEM approach based on poster comments and jigsaw learning. Research Methods This research method is a class action research method that will be used in outline, there are four stages that are commonly passed, namely: . Results. it can be seen that the increase in student learning outcomes through the learning process with the PAIKEM approach based on Poster Comments and Jigsaw Learning can be seen from the results of student learning tests. As for the activities carried out by researchers to improve learning achievement, so that the results obtained reach the target of improvement, researchers carry out actions as group discussions until they are made into expert teams, this is done with the aim of creating familiarity and cooperation between students and teachers. Umar umarlaali08@gmail. Keyword Learning Science for Class IV SD Inpres 1 Goras Open Access at: https://ojs. org/ind php/UJES page: 121 - 148 Copyright A 2023 UJAS. All rights reserved. PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu proses yang memiliki sebuah tujuan untuk mengembangkan suatu kemampuan di dalam pembentukan sikap dan tingkah laku manusia yang bernilai positif bagi diri seseorang, dimana proses pendidikan ini dapat berlangsung kapan saja dan dimana saja. Kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari kualitas pendidikan bangsa itu sendiri, pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan kontribusi serta sarana dalam membangun watak bangsa. Semua guru atau siswa pasti selalu mengharapkan agar setiap proses belajar mengajar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa dapat memahami setiap materi yang diajarkan, siswapun mengharapkan agar guru dapat menyampaikan atau menjelaskan materi pelajaran dengan baik, sehingga memperoleh hasil belajar yang Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, peranan guru dalam menyampaikan materi pelajaran tidaklah mudah. Karena itu, guru harus dapat memikirkan dan memilih berbagai metode sesuai dangan tujuan pembelajaran yang hendak di capai. Guru harus dapat membuat perencanaan pembelajaran secara seksama agar siswa terlibat secara aktif baik fisik, mental, intelektual, maupun emosionalnya dalam kegiatan belajar Guru harus dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara mengubah subjek pembelajaran yang semula berpusat pada guru . eacher cente. ke pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent cente. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 Sebuah pendidikan dikatakan berkualitas apabila proses belajar mengajar (PBM) dapat berlangsung secara efektif dan peserta didik mengalami proses pembelajaran yang bermakna. Berhasil tidaknya proses kegiatan belajar mengajar salah satunya terlihat dari hasil belajar yang diperoleh siswa setelah proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan dikelas IV SD Inpres Goras, proses belajar mengajar masih tergolong lemah. Dalam proses belajar mengajar siswa kurang didorong untuk mengembangkan keterampilan berfikir. Proses pembelajaran didalam kelas diarahkan kepada kemampuan siswa melalui pola berfikir kritis, logis, sistematis, dengan memiliki sifa objektif, jujur, disiplin dalam memecahkan permasalahan baik dalam bidang IPA, bidang lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya hasil belajar tersebut disebabkan karena kurang optimalnya proses pembelajaran baik dari guru, siswa, media maupun metode pembelajarannya. Guru masih cenderung menggunakan metode ceramah didalam menyampaikan materi pelajaran tanpa adanya metode pembelajaran yang bervariasi serta kurangnya media yang memadai. Siswa juga cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran dan belum ada peran aktif siswa dalam interaksi edukatif di kelas. Saat ini berbagai upaya untuk mengembangkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) selain, bertujuan menciptakan pembelajaran IPA yang lebih menyenangkan upaya ini juga ditujukan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan menghasilkan perilaku belajar. Perilaku belajar dapat diperhatikan dari cara siswa berinteraksi dengan materi pelajaran, interaksi ini diharapkan kemudian akan meningkatkan hasil belajar siswa. Hal itulah yang menjadi satu penyebab kemampuan sains siswa, khususnya Ilmu Pengetahuan Alam rendah. Selain itu siswa tidak terbiasa memecahkan masalah dalam proses pembelajaran dengan cara berdiskusi. Siswa yang berkemampuan tinggi lebih mendominasi dalam belajar kelompok, sehingga siswa yang berkemampuan rendah tidak mengerti materi yang dikerjakan Diskusi yang dilakukan masih bersifat konvensional, akibatnya siswa yang berkemampuan rendah tidak merasakan kegembiraan dalam proses Sehubungan dengan hal tersebut, dalam mengatasi permasalahan diatas adalah guru perlu meningkatkan motivasi belajar siswa menggunakan metode pendekatan Pembelajaran Aktif. Kreatif. Inovatif. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Model PAIKEM merupakan pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses Pertama, proses interaksi . iswa berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan siswa, multi-media, referensi, lingkungan ds. Kedua, proses Komunikasi . iswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-play ). Ketiga, proses Refleksi, . iswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah lakuka. Keempat, proses Eksplorasi . iswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atau Pendekatan PAIKEM merupakan fondasi yang baik untuk meningkatkan dorongan berprestasi siswa. Dengan memiliki dorongan atau motivasi yang positif seorang siswa akan menunjukan minatnya. Sesuai dengan P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 latar belakang masalah diatas, dalam penelitian ini akan diterapkan pendekatan Paikem dengan tipe pembalajaran poster comment dan jigsaw learning. Starategi pembelajaran tipe poster comment, ini bertujuan untuk menstumulasi dan meningkatkan kreatifitas dan mendorong penghayatan siswa terhadap suatu Dalam metode ini siswa dimotivasi untuk bisa mengungkapkan pendapatnya secara lisan tentang gambar atau poster. Gambar yang dipilih hendaknya juga memiliki prinsip kesederhanaan, keterpaduan, dan yang paling penting terkait dengan materi yang dipelajari. Sikap keterampilan proses tersebut semestinya difasilitasi dengan model pembelajaran yang mengembangkan sifat ketrampilan proses untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan, yang salah satunya dengan menerapkan pembelajaran model comment poster. Selain strategi poster comment ada juga strategi lain yang digunakan oleh peneliti dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu strategi yang menarik tersebut adalah Jigsaw Learning dirancang untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan tapi mereka juga harus siap untuk memberikan dan mengajarkan materi tersebut untuk anggota kelompok lainnya. Dengan demikian siswa saling tergantung satu sama lainnya dan harus bekerj a secara kooperatif untuk mempelajari materi yang diajarkan. Dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa diberi kebebasan dan kesempatan untuk mengumpulkan informasi apa saja yang berkaitan dengan materi pembelajaran dari berbagai sumber belajar. IPA (Ilmu Pengetahuan Ala. adalah mata pelajaran yang mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang mempengaruhi antara IPA lingkungan, teknologi dan masyarakat. Sikap ingin tahu tersebut semestinya difasilitasi dengan model pembelajaran yang mengembangkan sifat rasa ingin tahu, yang salah satunya berupa pembelajaran dengan model Jigsaw. METODE PENILITIAN Rancangan Penilitian Subyek/ obyek penilitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Inpres Goras pada mata pelajaran IPA. Pemilihan subjek ini berdasarkan wawancara dengan guru dan pengamatan bahwa pada saat proses pembelajaran berlangsung kelas IV yang berjumlah 13 siswa ini memiliki motivasi dan aktivitas rendah. Hal tersebut dapat ditunjukkan dalam bentuk keramaian siswa, sering tidak memperhatikan guru, sibuk sendiri dengan bermain pena, dan adanya beberapa siswa yang meletakkan kepalanya di atas meja. Waktu Penilitian Penelitian dilakukan pada semester satu selama tiga bulan yaitu pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2019 tahun ajaran 2019/2020. Lokasi Penilitian Lokasi penelitian yang dijadikan obyek kajian dalam penyusunan skripsi ini adalah di SD Inpres Goras, di Kampung Goras Distrik Mbhamdandara. Kabupaten Fakfak. Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran dan informasi yang lebih jelas, lengkap, serta memungkinkan dan mudah bagi peneliti untuk melakukan penelitian observasi. Oleh karena itu. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 maka penulis menetapkan SD Inpres Goras yang berlokasi di kampung Goras Distrik Mbhamdandara. Kabupaten Fakfak. Papua Barat sebagai objek dalam penelitian ini. Prosedur penilitian Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Wardani, dkk. , 2008: 1. Penelitian mengenai pembelajaran IPA melalui pendekatan PAIKEM berbasis poster comment poster dan jigsaw learning merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research. Sehubungan dengan metode penelitian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik di dalam kelas. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan efisien serta dapat berorientasi pada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Metode penelitian tindakan kelas yang akan digunakan secara garis besar, terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu: . refleksi (Wardani, dkk. , 2008: 2. Instrumen Penilitian Kegiatan penilitian ini diawali dengan persiapan dan diakhiri dengan pembuatan laporan. Kegiatan penilitian ini di rencanakan melalui beberapa Setiap siklus yang dilaksanakan peniliti dapat di uraikan sebagai berikut: Prosedur Model PTK Kurt Lewin Prosedur Model PTK Kurt Lewin PELAKSANAAN PERENCANAAN SIKLUS 1 PENGAMATAN REFLEKSI PELAKSANAAN PERENCANAAN SIKLUS 2 PENGAMATAN REFLEKSI Gambar 1. Prosedur Model PTK Kurt Lewin Tahap Perencenaan Tahap perencanaan, dilakukan pengamatan pemblejaran IPA di kelas IV SD Inpres Goras. Dari hasil pengalaman selama mengajar di peroleh suatu permasalahan yaitu dalam kegiatan proses belajar mengajar siswa kurang terampil dalam menyelesaikan soal-soal dan selanjutnya akan berpengaruh P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Dari masalah tersebut, maka peniliti dalam tahap perencaan ini dapat membuat sebuah perencanaan yaitu sebagai . Menentukan materi pelajaran IPA, yaitu materi Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumah. Menentukan tujuan pembelajaran . Merancang langkah-langkah pembelajaran IPA yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menyiapakan media, alat peraga dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Merancang instrument sebagai pedoman observasii dalam pelaksanaan pembelajaran. Tindakan Tindakan sebagai sebuah pelaksanaan dari apa yang telah di rencanakan. Tindakan dipandu oleh perncanaan yang telah dibuat dalam arti, perencanaan tersebut dilihat sebagai rasional dari tindakan menggunakan melalui itu. Namun, perencanaan yang dibuat tadi harus bersifat fleksibel, dan terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam pelaksanaan tindakan tersebut. Jadi tindakan bersifat tidak tetap daan dinamis yang memerlukan keputusan cepat tentang apa yang perlu di lakukan. Tindakan direncanakan dengan membahas materi Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumah melalui pembelajaran guru menerapkan langkah-langkah pembeljaran yang mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP . yang di buat. Observasi atau pengamatan Observasi atau pengamatan merupakan upaya mengamati pelaksanaan tindakan yaitu dalam pembelajaran. Observasi terhadap proses tindakan yang sedang dilaksanakan untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan yang dilaksanakan berorientasi ke masa yang akan datang dan memberikan dasar bagi kegiatan refleksi yang lebih kritis. Proses tindakan, pengaruh tindakan yang disengaja dan tidak disengaja, situasi tempat tindakan di lakukan, dan kendala tindakan semuanya dalam kegiatan observasi yang terencana secara fleksibel dan terbuka. Pada tahap ini, dilakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran dengan menggunakan format pengamatan, membuat catatan hasil pengamatan terhadap kegiatan dan hasil pembelajaran, mendokumentasikan hasil-hasil latihan penugasan siswa. Refleksi Hasil pengamatan yang telah dilakukan, peniliti mengadaakan refleksi terhada p proses dan hasil pembeljaran yang dicapai pada tindaakan ini. Refleksi tersebut dapat dilakukan dengan: Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi hasil belajar, jumlah dan waktu dari setiap tindakan. Membahas hasil evaluasi. Lembar Kerja Siswa, dan lain-lain. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnnya. Hal ini dilakukan demi tercapainya hasil pembelajaran yang diinginkan dan meningkatkan hasil belajar Keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan siklus disesuaikan dengan hasil pembelajaran yang diperoleh. Siklus dihentikan jika hasil pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana dan telah mampu meningkatkan yaitu hasil belajar yang diperoleh 70% siswa sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu 65. Silkus akan UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 dilanjutkan jika 75% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minamal Teknik Pengumpulan Data Data diperoleh langsung dari lokasi penelitian, khususnya pada proses pelaksanaan tindakan kelas, sedang untuk mendapatkan data peneliti menggunakan beberapa metode untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Metode yang dipakai oleh peneliti untuk mendapatkan informasi tersebut menggunakan alat ukur pengamatan . Pengamatan . ini digunakan untuk mendapatkan data tentang motivasi belajar peserta didik di kelas dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam materi hewan dan tumbuhan di lingkungan rumah dengan metode PAIKEM berbasis poster comment dan jigsaw learning di kelas IV SD inpres Goras tahun pelajaran 2019/2020. Beberapa motivasi belajar peserta didik yang diamati dalam penelitian ini antara lain : Ketekunan. Kerjasama. Tanggung jawab. Keuletan. Minat. Percaya diri. Mandiri. Rasa ingin tahu. Teknik Analisa Data Tujuan anilisis data dalam penilitian tindakan kelas ini adalah untuk memperoleh bukti kepastiaan apakah terjadi perbaikan, peningkatan atau perubahan dalam pembelajaran IPA sebagaimana yang diharapkan. Dalam penilitian ini digunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganilis skor penilaian evaluasi. Untuk mencari perhitungan rerata secara klasikal dari sekumpulan nilai yang telah di peroleh siswa tersebut, dapat menggunakan rumus mean. Menurut Suharsimi Arikunto . untuk menghitung rerata (Mea. daari sekumpulan nilai yang diperoleh siswa tersebut dapat digunakan sebagai Keterangan: M = Mean Fx = Jumlah Skor Para Siswa Z = Jumlah Siswa Nilai yang di siswa dari tes dimasukan dalam kriteria pencapain hasil belajar siswa dengan kategori sebagai berikut : peroleh Tabel 1. Kriteria Pencapain Hasil Belajar Siswa Skor Nilai O 40 Sumber: (Masyhud, 2013:. Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Gagal P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 HASIL PENILITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penilitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SD Inpres Goras Distrik Mbahamdandaara. Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus untuk menentukan bagaimana cara meningkatkan Keaktifan melalui Pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan jigsaw learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Inpres Goras. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, mulai dari pemeriksaan tahap studi awal sampai pada siklus kedua diperoleh data sebagai berikut: Deskripsi Tahap Studi Awal Data yang diperoleh dari observasi dengan guru kelas diperoleh penjelasan bahwa masih ada beberapa siswa yang mendapatkan nilai IPA yang belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di SD Inpres Goras yaitu 60 untuk pembelajaran IPA. Selain itu siswa juga memiliki keaktifan yang rendah dalam mengikuti pembelajaran IPA. Untuk menentukan seberapa rendah keaktifan siswa tersebut, peneliti melakukan observasi terhadap proses pembelajaran IPA di kelas IV SD Inpres Goras yang menjadi obyek Peneliti menggunakan lembar observasi. Observasi dilakukan pada hari Sabtu, 09 September 2019 pada jam ke-1 dan 2 yaitu Pukul. 10 WIT, dengan pokok pembahasan Au Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan RumahAy. Adapun kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: Kegiatan Awal Kegiatan awal dimulai dengan berdoa bersama, apersepsi guru memberikan pertayaan tentang materi, sebelumnya guru menjelasakn kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Kegiatan Inti . Guru menyuruh membuka buku TEMA 3, buku yang digunakan saat itu adalah Buku TEMATIK untuk SD dan MI Kelas IV kemudian siswa mendengarkan penjelasan dari guru. Guru mencatatkan rangkuman dari apa yang dijelaskan di papan tulis, kemudian siswa mencatatnya di buku tulis. Kegiatan Akhir . Pada akhir pembelajaran siswa diberi tugas mengerjakan tugas . Guru membahas tugas yang dikerjakan siswa. Guru menutup pelajaran dengan memberikan pekerjaan rumah (PR) Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti dengan menggunakan lembar observasi keaktifan dapat diperoleh data nilai tertinggi adalah 85 dan skor Pengkategoriannya terdapat pada tabel berikut: Tabel. Skor Nilai yang diperolah Skor Nilai Kategori O 40 Sangat baik Baik Cukup Kurang Gagal UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 Dari hasil observasi tahap awal yang dilakukan pada tanggal 09 September 2019 diperoleh gambaran keaktifan siswa sebagai berikut: Pembelajaran masih berpusat pada guru. Guru kurang melibatkan sisw a dalam pembelajaran. Pendekatan dalam pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang Pendekatan yang digunakan lebih kepada pemberian informasi atau metode ceramah. Siswa masih sering berbicara sendiri saat guru sedang menerangkan maupun saat pelajaran berlangsung . Siswa masih tampak malu-malu dan takut untuk menyampaikan pendapat atau bertanya kepada guru jika belum memahami materi. Saat mengerjakan tugas individu, siswa masih tampak kurang bersungguh-sungguh dan seringkali menanyakan jawaban kepada sisw a Tabel 3. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Pra Siklus Nama Hasil Observasi Pra Siklus Kriteria Keaktifan Cukup Cukup Gagal Gagal Gagal Kurang Kurang Gagal Gagal Kurang Cukup Gagal Kurang Abdul Latif Bumbro DebyJuliayanti Kintoyoli Faina Bumbro Indri Wati Bumbro Marwa Meram Muh. Dani Suraali Muh. Fachri Fiawe Nurbaya Garamatan Rani Meram Saiful Meram Siti Alfia Taruma Siti Hasna Bumbro Sri Rahmadani T Jumlah Skor Rata-rata Skor 41,53 Kurang Dari data tersebut, dapat diperoleh bahwa skor rata-rata keaktifan siswa adalah 41,53 (Kategori Kurang Akti. Ada 6 siswa yang termasuk dalam kategori gagal keaktifan nya dalam menerima materi IPA yang di sampaikan guru, 4 siswa kategori kurang aktif pada materi IPA yang di sampaikan guru, dan 3 siswa yang berkategori cukup dalam keaktifannya dalam pembelajaran IPA yang di sampaikan guru. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa rata-rata keaktifan siswa kelas IV SD Inpres Goras termasuk dalam kategori AuKurang AktifAy. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang monoton dan membosankan. Dari kriteria keaktifan siswa pada kategori AuCukup AktifAy. AuKurang AktifAy, dan AuGagalAy pada pra siklus dapat dilihat melalui tabel rekapitulasi keaktifan belajar di bawah ini: P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Tabel. Rekapitulasi Keaktifan Siswa Data Keaktifan Pra Siklus Presentase Pra Siklus Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal Gambar 2. Grafik Hasil Keaktifan Belajar Sswa Sangat Baik Baik . - Cukup . -- Kurang . - Gagal (O . Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran IPA adalah kurangnya keaktifan sisw a dalam pembelajaran karena penggunaan pendekatan pembelajaran yang kura ng variatif sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti berusaha memecahkannya dengan mencoba menerapkan pendekatan pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, yaitu dengan menerapkan pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan PAIKEM berbasis poster commen an jigsaw learning yang mengutamakan ketrampilan dan proses siswa dalam menerima materi Pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan jigsaw learning ini dipilih karena guru dapat melihat secara langsung keaktifan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Deskripsi Hasil Peniltian Siklus I Data yang diperoleh pada tahap pra tindakan dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan tindakan pada siklus pertama, dengan tujuan agar diperoleh suatu peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV pada materi pembelajaran IPA. Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus I adalah sebagai berikut: UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 Perencanaan Perencanaan pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I mengacu pada hasil observasi pra siklus yang dilaksanakan pada pembelajaran IPA dengan Tema Peduli Terhadap Mahluk Hidup, sub tema Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumah mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan, dan persebaran dan mengindentifikasi peran penting hewan untuk keseimbangan alam serta persebaran hewan. Dari hasil observasi awal, permasalahan yang ditemui adalah sebagai berikut: Siswa kurang menguasai materi yang diajarkan guru. Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA rendah. Penggunaan pendekatan pembelajaran masih terpusat pada guru. Dari permasalahan yang ada, maka diputuskan untuk melakukan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan mata pelajaran IPA dengan Tema Peduli Terhadap Mahluk Hidup, sub tema Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumah mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan, dan persebaran dan mengindentifikasi peran penting hewan untuk keseimbangan alam serta persebaran hewan. Melalui pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan jigsaw leraning pada siswa kelas IV SD Inpres Goras Distrik Mbahamdandara Kabupaten Fakfak. Provinsi Papua Barat Tahun Pelajaran 2019/2020. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan perbaikan pembelajaraan, maka disusun perencanaan sebagai berikut: Menentukan waktu penilitian Menyusun RPP dengan memperhatikan kelebihan dan kelemahan siswa. Menyiapkan media pembelajaran Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok 4 kelompok tiap kelompok beranggotakan 3 orang siswa dan 1 kelompok beranggotakan 4 orang siswa dengan kemampuan yang berbeda. Menyusun LKS ( Lembar Kerja Sisw. dan soal-soal evaluasi Menyusun pedoman penilaian berdasarkan buku refrensi Menyusun lembar observasi yang didalamnya berisi lembar pengamatan tentang kegiatan guru dan siswa saat proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan jigasaw Pelaksanaan Pertemuan Awal Kegiatan Awal Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, 09 Oktober 2019 dan pada hari Kamis 10 Oktober 2019. Materi yang di ajarkan adalah peduli terhadap mahluk hidup dengan sub tema Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumah. Pada kegiatan awal pembelajaran, guru mengecek kelompok-kelompok yang sudah duduk di kelas apakah sesuai dengan anggota yang ditentukan atau Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa dan mengabsen siswa dilanjutkan dengan menyiapkan alat peraga yang akan digunakan yaitu media gambar bagian-bagian Tumbuhan dan Hewan. Guru kemudian memotivasi belajar siswa, lalu ketika proses pembelajaran berlangsung siswa diberi penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang dicapai P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 dan manfaat yang akan diperoleh setelah mempelajari materi yang akan dan sedang di pelajari, dalam pertemuan ini yaitu peduli terhadap lingkungan. Pada tahap ini kelas sudah di desain penataan ruangan yang sesuai dangan pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan jigsaw learning. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari hari itu, yaitu peduli terhadap mahluk hidup dan menjelaskan tujuan kegiatan hari itu . Siswa mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru tentang materi pelajaran yang akan dibahas yaitu bagian-bagian tumbuhan dan hewan serta persebaran tumbuhan. Siswa juga menyimak penjelasan guru tentang tujuan dari kegiatan pelajaran hari itu. engamati/indra pendengara. Kegiatan Inti Eksplorasi Guru memasang media gambar berupa gambar bagian-bagian Tumbuhan. Penggunaan media pembelajaran dimaksudkan untuk memunculkan ide/gagasan dalam diri siswa sehingga dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses. Siswa tampak mengamati gambar yang dipasang guru di papan tulis . engamati/indra Guru mengajukan pertanyaan berdasarkan materi yang akan diajarkan . engkomunikasikan/ingata. Siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan hasil pengamatannya sehingga muncul beberapa jawaban namun sudah menunjukkan munculnya keaktifan siswa . engkomunikasikan hasil pengamata. Guru kemudian menunjuk salah satu siswa untuk memberikan jawaban dan siswa yang lainnya menyimak. Elaborasi Guru menjelaskan materi Peduli Terhadap Mahluk Hidup Aytentang manfaat setiap bagian tumbuhan dan persebaran tumbuhan serta memberikan penjelasan mengenai tujuan memahami indicator tersebut dengan media gambar . Siswa tampak mendengarkan penjelasan yang diberikan guru mengenai bagianbagian tumbuhan dan manfaat dari setiap bagian tumbuhan serta persebaran tumbuhan sambil mengamati media gambar yang digunakan guru . engamati/indra pendengara. Guru mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan pengamatan . Masing-masing ketua kelompok mengambil biji-bijian yang telah di sediakan, kemudian anggota yang lain nya menyiapkan tanah di dalam pot untuk menanam biji-bijian tersebut kemudian siswa diminta mengamati tumbuhan tomat,rica dan bunga yang dibawah masing-masing kelompok . engamati/indra penglihata. Siswa tampak mendengarkan penjelasan yang disampaikan guru berkaitan dengan tugas diskusi yang harus diselesaikan yaitu memberikan catatan tentang bagian-bagian tumbuhan dari tu mbuhan yang mereka amati . engamati/indra pendengara. Guru menyiapkan LKS yang sudah disusun berupa gambar bagian-bagian tumbuhan yang belum diberi keterangan, dan menyuruh perwakilan kelompok untuk mengambil media tersebut. Masing-masing kelompok maju untuk mengambil gambar bagian-bagian tumbuhan masing-masing belum diperjelas UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 dengan keterangan. Selanjutnya guru menjelaskan tugas diskusi yang harus diselesaikan yaitu memberikan catatan tentang fungsi bagian-bagian tumbuhan media gambar . engkomunikasikan/merencanakan penelitia. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tugas diskusi yang harus diselesaikan . engamati/indra pendengara. Diskusi dilakukan dengan waktu 10 menit. Siswa dengan semangat melakukan diskusi yang tampak pada saat menerapkan perencanaan dalam kegiatan penelitian, mengklasifikasikan terhadap fungsi dari bagian-bagian tumbuhan kemudian melakukan diskusi dan mencatat hasil kerja kelompok di lembar LKS . engamati/indra penglihatan, memecahkan masalah/akal, dan mengkomunikasikan /menyusun pendapat/aka. , sementara guru memberikan pengawasan untuk memantau jalannya diskusi dan mengamati aktifitas siswa dalam kegiatan diskusi Setelah selesai masing-masing kelompok mengumpulkan hasil diskusinya di meja guru kemudian menunggu giliran mewakilkan anggota kelompoknya untuk mengemukakan hasil diskusi dengan cara membacakan hasil diskusi di . engkomunikasikan/mengambil keputusan/akal mengkomunikasikan/mengutarakan kembali/ingata. Siswa yang tidak mendapat giliran menyaksikan hasil diskusi temannya yang maju. Konfirmasi Pada tahap konfirmasi, guru dan siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan kemudian guru memberikan motivasi agar siswa selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, guru meminta siswa mencatat tugas yang harus dilakukan yaitu secara berkelompok siswa diberikan tugas untuk membaca materi peduli terhadap lingkungan sub tema tumbuhan dan hewan di . engamati/akal menerima mater. Siswa mencatat tugas yang diberikan guru . engkomunikasikan/ingatan mengutarakan kembal. Pada akhir siklus I dilakukan evaluasi untuk melihat tingkat pencapain prestasi belaajar siswa. Pengukuran prestasi belajar siswa dilakukan dengan memberikan soal-soal kepada siswa . oal terdapat di lampira. sementara siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru sesuai pengetahuannya. erkomunikasi/ingata. Guru memberikan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi dilanjutkan dengan menjelaskan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya yaitu peran penting hewan untuk keseimbangan alam, dan persebaran hewan. Siswa mendengarkan penjelasan guru . engamati/indr. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. Pertemuan Kedua Kegiatan Awal Pada kegiatan awal pembelajaran, guru mengecek kelompok-kelompok yang sudah duduk di kelas apakah sesuai dengan anggota yang ditentukan atau tidak. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa dan mengabsen siswa dilanjutkan dengan menyiapkan alat peraga yang akan digunakan yaitu media gambar daur hidup kupu-kupu dan gambar hewan lain nya . ambar ada pada lampira. Guru melakukan pemanasan dengan melakukan apersepsi melalui pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa berkaitan dengan materi : Aubagaimana peran kupu-kupu terhadap keseimbagan alamA P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 hari ini materi yang akan kita pelajari adalah peran penting hewan untuk keseimbangan alam. Seperti kita ketahui, hewan juga berperan penting untuk mempertahankan keseimbaangan alamAAy Guru menjelaskan materi yang akan dielajari hari itu, yaitu peran penting hewan untuk keseimbangan alam dan persebaran hewan . dan menjelaskan tujuan kegiatan hari itu. Siswa mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru tentang materi pelajaran yang akan dibahas. Sisw a juga menyimak penjelasan guru tentang tujuan dari kegiatan pelajaran hari itu. enggolongkan/memecahkan masala. Kegiatan Inti Eksplorasi Guru memasang media gambar berupa gambar daur hidup kupu-kupu dan beberapa hewan lain nya . ambar terdapat pada lampira. Penggunaan media pembelajaran dimaksudkan untuk memunculkan ide/gagasan dalam diri sisw a sehingga dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses. Siswa tampak mengamati gambar yang dipasang guru di papan tulis. engamati/ indra penglihata. Guru mengajukan pertanyaan berdasarkan gambar . engkomunikasikan/ meyusun pendapat/aka. Beberapa siswa menjawab pertanyaan guru berdasarkan hasil pengamatannya sehingga muncul beberapa jawaban namun sudah menunjukkan munculnya keaktifan siswa. engamati/ menggingat materi/ingata. Namun ada beberapa siswa yang masih tampak kebingungan menyebutkan daur hidup kupu-kupu seacara berurut karena tidak membaca materi di rumah. Guru kemudian menunjuk salah satu siswa untuk memberikan jawaban dan siswa yang lainnya menyimak. Guru kembali mengulang pertanyaan yang sama, dan siswa dengan antusias menjawab pertanyaan guru. Elaborasi Guru menjelaskan materi peran penting hewan untuk keseimbangan alam dan persebaran hewan serta memberikan penjelasan mengenai tujuan memahami indikator tersebut dengan bantuan media gambar . engkomunikasikan/ indra pendegaran dan penglihata. daur hidup kupu-kupu dan berbagai hewan tertentu yang ada disetiap daerah sesaui dengan persebaran nya. Sambil mengamati media yang digunakan guru . engamati/ indra pendengaran dan Kemudian dengan spontan guru memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi. Perwakilan kelompok maju untuk mengambil gambar hewan. Setelah semua kelompok menerimanya, guru memberi tugas dimana habitat . empat tinggal hewa. yang ada di gambar tersebut, dana apa peran hewan-hewan tersebut untuk keseimbangann alam. Selanjutnya guru mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan pengamatan. Masing-masing kelompok mengamati gambar yang ada pada masing-masing kelompok . engamati/ingatan memerima mater. sambil mendengarkan penjelasan yang disampaikan guru berkaitan dengan tugas diskusi yang harus diselesaikan yaitu memberikan catatan tentang habitat hewan dan peran penting hewan untuk keseimbagan alam sesuai dengan media yang belum diperjelas dengan keterangan . engamati/akal menyusun Selanjutnya guru menjelaskan tugas diskusi yang harus diselesaikan yaitu memberikan catatan tentang berbagai hewan dan habitat nya serta peran setiap UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 hewan tersebut untuk kesimbangan alamdengan media gambar . engkomunikasikan/ akal memecahkan masala. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tugas diskusi yang harus diselesaikan . engamati/ ingatan menerima mater. Diskusi dilakukan dengan waktu 10 menit. Siswa dengan semangat melakukan diskusi yang tampak pada saat menerapkan perencanaan dalam kegiatan penelitian, mengklasifikasikan habitat hewan dan peran penting hewan untuk keseimbangan alam kemudian melakukan diskusi dan mencatat hasil kerja kelopok di lembar LKS . engkomunikasikan/akal menyusun pendapa. Dan guru memberikan pengawasan untuk memantau jalannya diskusi dan mengamati aktifitas siswa dalam kegiatan diskusi. Setelah selesai masing-masing kelompok mengumpulkan hasil diskusinya di meja guru kemudian menunggu giliran mewakilkan anggota kelompoknya untuk mengemukakan hasil diskusi dengan cara membacakan hasil diskusi di depan kelas . engkomunikasikan/ mengutarakan kembal. Siswa yang tidak mendapat giliran menyimak hasil diskusi temannya yang maju. Konfirmasi Pada tahap konfirmasi, guru dan siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Kemudian guru memberikan motivasi agar siswa selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan Akhir Siswa mencatat tugas yang diberikan guru . erencanaan penelitia. Guru melakukan evaluasi dengan cara tertulis yang dikerjakan secara individu Pada kegiatan akhir, guru meminta siswa mencatat tugas yang harus dilakukan yaitu secara berkelompok siswa diberikan tugas untuk mengamati hewan dan habitat dan peran penting hewan tersebut untuk keseimbangan alam sesuai gambar yang pada kelompok masing-masing . erencanakan penelitia. Kemudian Siswa dan Guru bersama sama merangkum materi pembelajaranuntuk mengukur kemampuan siswa dalam menerima materi. Guru memberikan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa dan salam. Observasi (Pengamata. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer dan peneliti selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses, diperoleh catatan bahwa pada siklus I terdapat beberapa kelompok yang kurang mampu membagi tugas dengan sesama anggota. Hal tersebut dikarenakan belum terbiasa membagikan kegiatan kepada temannya. Dengan mendapati hal tersebut, peneliti berusaha memberikan pengertian kepada semua siswa untuk dapat membagi tugasnya dengan teman kelompoknya dan saling membantu serta tidak tergantung anggota yang lain. Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap siswa mengacu pada indikator keaktifan siswa yang meliputi indra, akal, ingatan, dan emosi. Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa siswa sudah banyak melakukan pengamatan melalui indra . engamati / indra penglihatan, pendengaran dan perab. , yaitu ketika guru menggunakan media gambar bagian-bagian tumbuhan dan daur hidup kupu-kupu dan hewan-hewan lain nya berserta habitat nya sesaui dengan pesebaran masing-masing hewan. Siswa tampak mengamati media yang digunakan guru. Kegiatan tersebut juga tampak pada P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 saat mengerjakan LKS yang dibagikan guru untuk menyelesaikan tugas menjelaskan bagian-bagian tumbuhan berserta fungsi nya dan peran penting hewan untuk pelestarrian lingkungan dan persebaran Hewan. Namun ada beberapa siswa yang tampak pasif dan tergantung pada teman kelompoknya. Guru memberikan bimbingan dan pengarahan agar lebih aktif dengan Keaktifan berkomunikasi (Menkomunikasikan/ akal memecahkan masalah, menyusun pendapat, dan menggambil keputusa. , tampak pada saat guru mengajukan pertanyaan secara spontan, mendelegasikan tugas bersama teman kelompok, bertanya saat diberikan kesempatan oleh guru, melakukan presentasi di depan kelas, dan memberikan tanggapan hasil diskusi kelompok Namun demikian masih terdapat siswa yang masih kurang komunikatif. Keaktifan siswa pada indikator indra (Mengamati/indra pendengaran, penglihatan, dan perab. melalui cara mendengarkan penjelasan, terlihat pada saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Siswa tampak sungguh-sungguh memperhatikan apa yang disampaikan guru. Hal tersebut juga tampak pada saat siswa mendengarkan penjelasan tentang kegiatan yang harus diselesaikan sisw a secara berkelompok sehingga siswa bisa menerapkannya dengan runtut. (Mengkomunikasikan/akal menerapkan masala. juga ditunjukkan pada saat . engkomunikasikan/ingatan mengutarakan kembal. Siswa tampak memperhatikan dengan baik bahkan terdapat beberapa siswa yang sudah memberikan sanggahan . engkomunikasikan/ emosi mencintai pelajara. Namun demikian kondisi tersebut tidak dilakukan oleh sluruh siswa karena masih terdapat beberapa siswa yang masih asyik berbicara sendiri dengan teman satu kelompoknnya. Pada siswa yang kurang aktif, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang masih belum dipahami tetapi siswa tersebut masih diam. Keaktifan menulis pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus I tampak pada saat siswa meyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan dan mengerjakan tugas kelompok pada waktunya . enggolongkan/ akal menyusun pendapa. Keaktifan tersebut juga tampak pada saat siswa menyimpulkan kegiatan masing-masing . engkomunikasikan/ingatan mengutarakan kembal. Berkaitan dengan keaktifan indra . engamati/indra perab. , ditunjukkan oleh siswa pada saat mendeskripsikan hasil penelitian dengan sesuai, dan bagian-bagian . enggolongkan/menyusun pendapa. Dan kemampuan siswa dalam menjalin komunikasi dengan baik dalam diskusi sudah tampak pada beberapa siswa namun masih banyak siswa yang belum bisa melakukan keaktifan tersebut dengan optimal . emecahkan masala. Dari hasil observasi siklus I meliputi pertemuan ke 1 dan pertemuan ke 2, diperoleh skor keaktifan siswa sebagai berikut: Tabel 5. Skor Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus Skor Keaktifan Rata-rata Siklus I Kriteria Nama Siswa Skor Keaktifan Observasi Keaktifan UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 Nama Siswa Skor Keaktifan Siklus I Observasi ALB DJK FNB IWT MWM MDS MFF NBG RNM SFM SAT SHB SRT Jumlah Skor Rata-rata Skor Skor Keaktifan Siklus I Rata-rata Skor Keaktifan 58,26 58,26 Kriteria Keaktifan Baik Cukup Kurang Kurang Cukup Kurang Cukup Kurang Kurang Cukup Baik Cukup Cukup Cukup Dari tabel hasil observasi terhadap keaktifan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA siklus I tampak pada indikator keaktifan indra, keaktifan akal, keaktifan ingatan, dan keaktifan emosi. Pengaruh siklus I yang diawali dengan perencanaan, tindakan, dan observasi terhadap kondisi siswa dapat dilihat dari peningkatan keaktifan Keaktifan dapat diketahui peningkatannya sebelum dilakukan tindakan (Pra Siklu. pada kategori AurendahAy yaitu 41,53 setelah dilakukanperlakuan menggunakan pendekatan keterampilan proses skor rata-ratanya meningkat menjadi 58,26dengan kategori AucukupAy. Data kriteria keaktifan siswa disini pada kategori AuBaikAy. AucukupAy, dan AugagalAy dapat dilihat melalui tabel rekapitulasi keaktifan di bawah ini Tabel 6. Rekapitulasi Data Keaktifan Siswa Pra Siklus dan Siklus I Pra Presentase Presentase No Data Keaktifan Siklus I Siklus Pra Siklus Siklus I Sangat Baik Cukup Cukup Kurang Gagal P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Gambar 3. Siklus I Grafik Hasil Keaktifan Belajar Siswa Sangat Baik Baik . Cukup . -- Kurang . - Gagal (O . Refleksi Hasil yang diperoleh sebagian besar siswa menunjukkan keaktifan yang lebih baik dibandingkan dengan keaktifan siswa pada saat observasi awal sebelum Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan IPA siswa kelas IV meningkat. Berdasarkan hasil observasi terhadap keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA melalui pendekatan keterampilan proses pada siklus I, adalah sebagai berikut: Proses pembelajaran IPA materi Peduli Terhadap Mahluk Hidup mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan dan fungsi nya, mendeskripsikan persebaran tumbuhan, serta mendekskripsikan peran penting hewan terhadap keseimbangan alam sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dirancang. Namun, pada pertemuan I masih banyak siswa yang masih tampak berbicara sendiri dengan teman, tidak menyimak penjelasan guru, dan masih tergantung pada teman yang pandai dalam kelompoknya. Pembelajaran IPA melalui pendekatan keterampilan proses sudah dilaksanakan dengan baik dan sistematis. Hasil observasi keaktifan siswa meningkat dibandingkan dengan keaktifan sebelum menggunakan pendekatan keterampilan proses. Sebagian besar anggota kelompok sudah tampak aktif, namun masih terdapat 2 kelompok yang terlihat pasif . urang menunjukkan partisipas. dalam kegiatan pembelajaran. Terdapat kelompok yang tergesa-gesa dalam mengerjakan LKS yang dibagikan guru sehingga ketika hasilnya dipresentasikan ditemukan beberapa kesalahan. Proses pembelajaran lebih interaktif antara guru dengan siswa. Terlihat dari data aspek aktifitas siswa meningkat dibanding sebelum menggunakan pendekatan keterampilan proses. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 Hasil yang diperoleh sebagian besar siswa menunjukkan keaktifan yang lebih baik dibandingkan dengan keaktifan sebelum pemberian tindakan melalui pendekatan keterampilan proses. Penemuan masalah dalam tindakan yaitu permasalahan yang berasal dari guru dan siswa. Permasalahan yang dihadapi siswa yaitu masih rendahnya kemampuan siswa untuk bekerjasama dengan kelompoknya secara adil dan tidak tergantung dengan teman yang pintar dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru juga siswa yang cenderung mendominasi diskusi karena merasa paling tahu. Sebagian besar siswa juga masih bertanya tentang langkah yang terdapat dalam LKS. Adapun permasalahan yang muncul dari guru adalah kesulitan mengkondisikan siswa pada pembelajaran yang lebih efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut akan direncanakan siklus II yaitu dengan merevisi RPP. Dengan memperjelas lembar kegiatan dan membagi kelompok kecil diharapkan siswa akan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siklus II Tahap pelaksanaan siklus II meliputi sebagai berikut: Perencanaan Perencanaan pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II mengacu pada hasil observasi pra siklus yang dilaksanakan pada pelaksanaan pembelajaran IPA siklus I. Beberapa kegiatan yang termuat dalam tahap perencanaan meliputi: Menentukan jadwal penilitian yang disesuaikan jadwal pelajaran di SD Inpres Goras. Menentukan materi IPA yang akan diajarkaan sesuai dengan materi pokok yaitu peduli terhadap lingkungan dengan sub tema hewan dan tumbuhan di lingkungan rumah Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Membuat lembar penilaian yang terdiri dari penilaian unjuk kerja, serta lembar pedoman observasi kegiatan siswa. Menyusun LKS (Lembar Kerja Sisw. dan soal-soal evaluasi, soal evaluasi diberikan kepada siswa pada akhir siklus II Menyiapkan sumber belajar yang digunakan dalam proses belajar Pelaksanaan Tindakan pembelajaran siklus II dilaksanakan pada hari tanggal 12 November 2019 dan pada hari Rabu tanggal 13 November 2019. Pelaksanaan tindakan siklus II sesuai dengan perencanaan yaitu 2 kali pertemuan yang masing-masing mempunyai waktu 70 menit . jam pelajara. Pelaksanaan tindakan pembelajaran dari setiap pertemuan adalah sebagai berikut: Pertemuan Pertama Kegiatan Awal Pada saat kegiatan pembelajaran dimulai, siswa sudah duduk dengan kelompoknya masing-masing. Kegiatan diawali dengan berdoa bersama dan pemberian salam kemudian guru melakukan absensi dan apersepsi. Guru kemudian menjelaskan tujuan pelaksaan pendekatan keterampilan proses yang akan dilakukan, kemudian membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan Inti Eksplorasi P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Guru menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Guru menjelaskan beberapa alat peraga yang menarik dan menunjang dalam pembelajaran dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses sehingga dapat memunculkan ide/gagasan dalam diri siswa . engamati/indra pendengaran dan ingatan menerima mater. Alat peraga yang digunakan pada pertemuan pertama siklus II adalah gambar bagian-bagian tumbuhan dan benda konkrit berupa tumbuhan bunga, tumbuhan tomat dan rica. Kegiatan dilakukan dengan memasang gambar tumbuhan serta bagian-bagian tumbuhan Siswa tampak mengamati media yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Guru mengajukan pertanyaan berdasarkan gambar . engamati/ ingatan mengingat mater. Elaborasi Guru menjelaskan materi tentang bagian-bagian daari tumbuhan berserta fungsi nya dengan media gambar . engulang siklus I) dan media tumbuhan dan tanaman yang telah dibawa oleh masing-masing kelompok. Siswa tampak menunjukkan minat mendengarkan penjelasan guru dan mengamati bentuk tanaman yang mereka bawa . engamati/indra pendengara. Dari kegiatan ini, tampak beberapa siswa tertegun melihat bagian-bagain tanaman tyang mereka bawakan . engamati/ ingatan mengingat mater. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan ketika guru memberikan kesempatan bertanya, dan dari kegiatan tersebut banyak pertanyaan yang berkaitan dengan bagian-bagian tanaman dan fungsi dari masing-masing bagian tanaman tersebut, mengapa demikian . engkomunikasikan/ingatan mengutarakan kembal. Guru memberikan jawaban atas pertanyan siswa dan menunjukkan bagaimana fungsi setiap bagian-bagian tumbuhan. Siswa tampak mengamati dengan seksama . engamati/indra penglihatan dan pendengara. Setelah siswa memahami sistem bagian-bagian tumbuhan dan persebaran tumbuhan, guru membagikan LKS berupa tugas diskusi kepada siswa untuk menjelaskan bagian-bagian . engkomunikasikan/akal memecahkan masalah, menimbang, menyusun pendapat, dan menggambil keputusa. Setelah seluruh kelompok menyelesaikan diskusi, salah satu perwakilan kelompok membacakan hasil diskusinya sementara kelompok lain menyiapkan sambil menunggu giliran membacakan hasil diskusi kelompoknya masingmasing . engkomunikasikan /ingatan mengutarakan kembal. Masing-masing kelompok merangkum hasil diskusinya dalam buku tulis masing-masing dengan bimbingan guru. Dengan mengukur hasil kegiatan, guru tampak meningkatkan pemahaman siswa dengan cara menjelaskan kembali bagian-bagian tumbuhan dan perseberan tumbuhan untuk menyimpulkan materi yang sudah dipelajari hari itu sehingga dapat dipelajari di rumah masing-masing . engamati/emosi mencintai pelajara. Konfirmasi Pada tahap konfirmasi, guru dan siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan kemudian guru memberikan motivasi agar siswa selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan Akhir Pada kegiatan akhir, guru melakukan kegiatan sebagai berikut: UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 . Siswa dengan bimbingan guru menulis kesimpulan atau meringkas materi yang sudah dipelajari di buku tulis. Guru memberikan penguatan dengan memberikan tugas agar siswa kembali mempelajari bagian-bagian tumbuhan dan persebaaran . Siswa diberikan penjelasan tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan yang akan datang, yaitu mempelajari peran penting hewan untuk keseimbangan alam, serta persebaran hewan dan menugaskan masing-masing kelompok untuk membaca materi nya di rumah . Guru menutup proses pembelajaran dengan doa dan salam Pertemuan Kedua Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II pertemuan kedua dilaksanakan Rabu, 13 November 2019. Kegiatan perbaikan pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan Awal Pada kegiatan awal, siswa duduk bersama kelompoknya masing-masing yang sudah ditentukan sebelum pembelajaran. Guru membuka pelajaran: berdoa kemudian mengabsen kehadran siswa. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan materi sebelumnya sebagai pemanasan untuk mengukur sejauhmana kemampuan siswa menguasai konsep pelajaran. Selanjutnya guru menjelaskan materi yang akan dibahas pada pertemuan hari itu yaitu peran penting hewan untuk keseimbangan alam dan persebaran hewan. Siswa tampak antusias mendengarkan penjelasan tujuan dari kegiatan pembelajaran dan pentingnya menguasai materi tersebut . engamati/ indra pendengara. Kegiatan Inti Kegiatan inti dari pembelajaran terdiri dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Eksplorasi Siswa sudah duduk bergabung dengan kelompoknya kemudian mengamati gambar daur hidup kupu-kupu dan beberpa gambar hewan lain nya berdasarkan persebaran nya yang dipasang guru di papan tulis . engamati/ indra penglihata. Guru memberikan pertanyaan dan dengan spontan siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru berkaitan dengan peran penting hewan untuk keseimbangan alam. enggolongkan/ingatan mengingat materi dan mengutarakan kembal. Elaborasi Masing-masing kelompok mengambil media gambar dan berupa gambar beberapa hewan kemudian meletakannya di tengah meja diskusi masing-masing . enggolongkan/akal memecahkan masala. Guru kemudian menjelaskan tentang beberapa hewan dan peran penting nya bagi keseimbangan alam serta persebaran hewan dengan menunjuk pada media. Siswa tampak mengamati dengan seksama ketika guru menjelaskan persebaran hewan . engamati/indra penglihatan dan pendengara. Tiap kelompok mengidentifikasi hewan yang ada pada media gambar sesuai penjelasan yang disampaikan oleh guru dan gambar yang belum diberikan tulisan . enggolongkan/ingatan mengingat mater. Masing-masing kelompok melakukan pembagian tugasnya dengan pantauan guru, untuk mencatat hal-hal yang penting yang diperoleh dari penelitian dengan melakukan identifikasi setiap hewan dan peran pentingnya untuk keseimbagan alam serta persebaran hewan-hewan tersebut dengan dukungan media gambar . engamati/akal memecahkan maslah, menimbang-nimbang. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 menyusun pendapat, dan mengambil keputusa. Pada akhir kegiatan, tiap kelompok diberikan tugas untuk menyusun laporan berdasarkan hasil temuannya dan mewakilkan anggotanya untuk membacakan hasil laporan di depan kelas sementara kelompok lain memberikan tanggapan atau ide . engkomunikasikan/ ingatan mengutarakan kembal. Siswa membuat kesimpulan dari pelajaran yang telah dibahas dengan bimbingan guru . engkomunikasikan/ emosi mencintai pelajara. Konfirmasi Pada tahap konfirmasi, guru dan siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan kemudian guru memberikan motivasi agar siswa selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan Akhir . Guru membimbing siswa dalam memberikan kesimpulan, secara kelompok siswa mengambil kesimpulan. Siswa mengejakan evaluasi secara individu. Guru memberikan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi. Guru memberikan gambaran tentang materi yang akan diahas pada pertemuan yang akan datang. Menutup proses pembelajaran dengan doa dan salam. Observasi (Pengamata. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer dan peneliti selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses, diperoleh catatan bahwa pada siklus II beberapa kelompok yang pada siklus I terlihat masih kurang mampu dalam membagi tugas dengan sesama anggota dalam kelompoknya, pada siklus II sudah tidak tampak lagi hal tersebut dikarenakan siswa mulai terbiasa untuk membagi tugas dengan teman dalam satu kelompoknya. Selain itu siswa juga sudah tumbuh perasaan bertanggung jawab terhadap kesuksesan kelompoknya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap siswa mengacu pada indikator keaktifan siswa yang meliputi keaktifan indera, keaktifan akal, keaktifan ingatan, dan keaktifan emosi. Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti dan wali kelas munjukkan bahwa siswa sudah menggunakan media gambar dan media konkrit tanaman untuk mengamati bagian-bagian tumbuhan secara langsung. Kegiatan tersebut juga tampak pada saat mengerjakan LKS yang dibagikan untuk menyelesaikan tugas menjelaskan bagia-bagian dari tumbuhan dan fungsi nya serta peran penting hewan untuk keseimbangan alam. Beberapa siswa yang pada siklus I tampak pasif dan masih tergantung dengan kelompoknya pada siklus II hanya beberapa siswa saja. guru juga tampak selalu memberikan bimbingan dan pengarahan agar lebih aktif dengan kelompoknya sehingga siswa terus termotivasi untuk aktif dalam kegiatan kelompok. Keaktifan ingatan . engkomunikasikan/ ingatan mengingat materi dan mengutarakan kembal. tampak pada saat guru mengajukan pertanyaan secara spontan, mendelegasikan tugas bersama teman kelompok, bertanya saat diberikan kesempatan oleh guru, melakukan persentasi di depan kelas, dan memberikan tanggapan hasil diskusi kelompok temannya. Jumlah siswa yang masih kurang komunikatif hanya 1 Ae 2 siswa saja. keaktifan siswa pada indikator indra . engamati/ indra pendengara. , terlihat pada saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 Siswa tampak sungguh-sungguh memperhatikan apa yang disampaikan guru. Hal tersebut juga tampak ada saat siswa mendengarkan penjelasan tentang kegiatan yang harus diselesaikan siswa secara berkelompok sehingga sisw a bisa menerapkannya dengan runtut. engamati/akal menyusun pendapa. juga ditunjukkan pada saat perwakilan kelompok melakukan presentasi di depan Siswa tampak menyimak dengan baik. Keaktifan akal dan ingatan . engkomunikasikan/ akal menyusun pendapat dan ingatan mengingat mater. pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus II tampak pada saat siswa menyusun hasil diskusi dalam bentuk laporan dan mengerjakan tugas kelompok pada waktunya serta merangkum hasil penjelasan dari guru dan kegiatan diskusi serta pengamatan yang sudah dilakukan. Keaktifan tersebut juga tampak pada saat siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dengan mencocokkan penjelasan di buku pelajaran yang dipegang masing-masing siswa. Berkaitan . engkomunikasikan/ingatan mengutarakan kembal. ditunjukkan oleh siswa pada saat mendeskripsikan hasil penelitian dengan runtut. Dan kemampuan siswa dalam menjalin komunikasi dengan baik dalam diskusi . engkomunikasikan/ akal memecahkan masala. pada siklus II pertemuan ke 2 siswa mengalami peningkatan keaktifan dengan optimal sehingga tidak tampak kesulitan dalam menyelenggarakan kegiatan Dari hasil observasi siklus II meliputi pertemuan ke 1 dan pertemuan ke 2, diperoleh skor keaktifan siswa pada tabel. Tabel 7. Skor Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus II Skor Keaktifan Rata Ae rata Kriteria Siklus No Nama Siswa Skor Keaktifan Observasi Keaktifan ALB Baik DJK Baik FNB Baik IWT Baik MWM Baik MDS Cukup MFF Baik NBG Baik RNM Cukup SFM Baik SAT Baik SHB Baik SRT Baik Jumlah Skor Rata-rata Skor 76,34 Skor Keaktifan Siklus II 76,34 Baik Dari tabel hasil observasi terhadap keaktifan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA siklus II tampak pada indikator keaktifan indra, keaktifan akal, keaktifan, ingatan, dan keaktifan emosi. Pengaruh siklus II yang diawali dengan meninjau ulang hasil refleksi siklus dan optimalisasi dengan perencanaan yang lebih matang, tindakan, dan observasi terhadap kondisi sisw a dapat dilihat dari peningkatan keaktifan siswa. Keaktifan dapat diketahui peningkatanya setelah dilakukan tindakan pada siklus I keaktifan sisw a berada P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 ketagori AuCukupAy yaitu 58,26 setelah dilakukan tindakan pada Siklus II skor rataratanya meningkat menjadi 76,34 masuk dalam kategori AuBaikAy. Data kriteria keaktifan siswa pada kategori AutinggiAy. AusedangAy, dan AurendahAy dapat dilihat melalui tabel rekapitulasi keaktifan di bawah ini: Tabel 8. Rekapitulasi Keaktifan Siswa Skor Pra Persent Siklus Persentase Siklus Persentase No Keaktifa Siklu ase Pra Siklus I Siklus II Siklus Sangat Baik Baik Cukup Kurang Gagal Gambar 4. Siklus II Grafik Hasil Keaktifan Belajar Siswa Sangat Baik Baik . Cukup . -- Kurang . - Gagal (O . Refleksi Hasil yang diperoleh sebagian besar siswa menunjukkan keaktifan yang lebih baik dibandingkan dengan keaktifan siswa pada saat pelaksan kegiatan pembelajaran IPA pada siklus I. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa kelas IV meningkat dan mampu memperoleh nilai persentase keaktifan yang ditargetkan dalam mengikuti pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil observasi terhadap keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA melalui pendekatan keterampilan proses pada siklus II, adalah sebagai berikut: Proses pembelajaran IPA materi Peduli Terhadap Lingkungan dengan sub tema Hewan dan Tumbuhan di lingkungan Rumah mengidentifikasi Bagian-bagian tumbuhan dan fungsi nya serta mendeksripsikan peran penting hewan untuk keseimbangan alamsudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dirancang. Siswa tampak sudah mampu melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik, menunjukkan keaktifan dan berusaha untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh guru. Pembelajaran IPA melalui pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan Jigsaw Learning sudah dilaksanakan dengan baik dan sistematis. Hasil UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 observasi keaktifan siswa meningkat dibandingkan dengan keaktifan sebelum menggunakan pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan Jigsaw Learning. Sebagian besar anggota kelompok sudah tampak aktif, anggota kelompok yang semula . ada siklus I) belum mampu berpartisipasi secara aktif sudah terbiasa dengan pendekatan keterampilan proses sehingga tampak menunjukkan keaktifannya. Proses pembelajaran lebih interaktif antara guru dengan siswa. Terlihat dari data aspek aktifitas siswa meningkat dibanding sebelum menggunakan pendekatan keterampilan proses. Siswa juga sudah tidak tampak canggung untuk bertanya ataupun menggukakan pendapatnya. Hasil yang diperoleh sebagian besar siswa menunjukkan keaktifan yang lebih baik dibandingkan dengan keaktifan pada siklus I. Penemuan masalah dalam tindakan yaitu permasalahan yang berasal dari guru dan siswa, sudah dapat diantisipasi. Adapun permasalahan yang muncul dari siswa berasal dari siswa yang partisipasinya rendah dikarenakan memang anak tersebut pendiam dan lamban. Hasil yang diperoleh sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan akhir yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan awal sebelum tindakan dengan ditunjukkan hasil observasi terhadap keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses. Dari hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran dan refleksi siklus II maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA dapat diakhiri pada siklus II. Pembahasan Hasil Penilitian Penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui dua siklus ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan PAIKEM berbasis poster commen dan jigsaw learning dapat meningkatkan keaktifan IPA pada siswa kelas IV di SD Inpres Goras Distrik Mbhamdandara Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Adapun peningkatan skor keaktifan siswa berdasarkan hasil observasi awal, siklus I dan siklus II sebagai berikut: Tabel 9. Peningkatan Hasil Skor Keaktifan Siswa Berdasarkan Hasil Observasi pada Skor Awal. Siklus I, dan Siklus II Nama Siswa Skor Awal Siklus I Siklus II ALB DJK FNB IWT MWM MDS MFF NBG RNM SFM SAT SHB P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Nama Siswa Skor Awal Siklus I Siklus II SRT Jumlah Rata-rata 41,53 58,26 76,34 Kategori Kurang Cukup Baik Gambar 5. Grafik Hasil Keaktifan Belajar Siswa per Siklus PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II Dari data pada grafik diatas, maka dapat dilihat peningkatan Skor Keaktifan siswa dalam perbaikan pembelajaran dari awal sebelum dilakukan tindakan yaitu 41,53 kategori kurang, meningkat siklus I menjadi 58,26 kategori Cukup baik, dan terjadi peningkatan kembali pada siklus II menjadi 76,34 kategori Baik. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa berdasarkan siklus dan metode yang telah dilalui dapat terlihat meningkatnya hasil belajar siswa melalui proses pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM berbasis Poster Commen dan Jigsaw Learning hal ini dapat dilihat dari hasil tes belajar siswa. Adapun kegiatan yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan prestasi bela jar, agar hasil yang diperoleh mencapai target peningkatan, peneliti melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: Melakukan diskusi kelompok hingga dibuat menjadi tim ekspert, hal ini dilakukan dengan tujuan terciptanya keakraban dan kerjasama yang baik antara siswa dengan siswa dan siswa dengan peneliti. Mendatangi tiap kelompok untuk memberikan bimbingan dan pengarahan dalam kegiatan diskusi. Hal ini ditujukan kepada siswa yang malu jadi berani untuk bertanya. Mengajar pun semakin membaik hal ini dikarenakan pendekatan PAIKEM berbasis Poster Commen dan Jigsaw Learning ini dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam pemeblajaran IPA. Rata-rata nilai pada Pra siklus menunjukan nilai 41,53. Siklus I menunjukkan nilai 58,26, dan pada siklus II yaitu 76,34. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 121-148 Berdasarkan hasil tersebut, penerapan pendekatan PAIKEM berbasis Poster Commen dan Jigsaw Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV di SD Inpres Goras Distrik Mbhamdandara Kabupaten Fakfak. Provinsi Papua Barat semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Saran Berdasarkan hasil penelitian, maka diajukan beberapa saran yang dapat dijadikan petimbangan sebagai berikut: Bagi siswa, hasil baik yang sudah capai harus dipertahankan dan hendaknya siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran IPA. Bagi guru, harus lebih bisa mengkondisikan kelas dengan menggunakan pendekatan PAIKEM berbasis Poster Commen dan Jigsaw Learning, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memvariasikan metode pembelajaran, membimbing siswa untuk lebih aktif dalam meberikan umpan balik serta mengarahkan siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dan berdiskusi Bagi sekolah, menyarankan kepada setiap guru dapat menggunakan pendekatan PAIKEM agar dapat meningkatkan hasil belajar atau prestasi Bagi peniliti lain, yang tertarik untuk melakukan peniltian dengan pendekatan PAIKEM berbasis Poster Commen dan Jigsaw Learning, diharapkan dapat melakukan peniltian lebih lanjut tentang aspek -aspek lain dalam pembelajaran IPA dan dapat mengaplikasikan pada pokok bahasan yang berbeda. Agar dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, kreatif dan menyenangkan dalam pembelajaran di dalam kelas. DAFTAR PUSTAKA