Agro Estate. Vol 9 . Juni 2025 ISSN : 2580-0957 (Ceta. ISSN : 2656-4815 (Onlin. AGRO ESTATE Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet Available online https://w. id/index. php/JAE INTERAKSI JAMUR METARHIZIUM ANISOPLIAE DAN TANAH: PENGARUH TERHADAP KARAKTER KIMIA TANAH INTERACTION OF METARHIZIUM ANISOPLIAE FUNGI AND SOIL: INFLUENCE ON SOIL CHEMICAL CHARACTERISTICS Anna Kusumawati . Hartini . Rahma Lutfi Hanifah . Wispramono Budiman . & Arif Rokhman . 1,2,. Program Studi Pengelolaan Perkebunan. Politeknik LPP Yogyakarta. Indonesia PT. Perkebunan Nusantara Vi (Perser. Indonesia *Coresponding Email: kusumawatianna@gmail. Abstrak Oryctes rhinoceros yang merupakan hama utama dalam perkebunan kelapa sawit. Salah satu agens hayati yang menjanjikan dan merupakan jamur entomopatogen yang mampu menginfeksi dan menjadi upaya pengendalian hama Oryctes rhinoceros adalah Metarhizium anisopliae. Aplikasi jamur Metarhizium anisopliae ini kemungkinan besar dapat mempengaruhi karakteristik tanah. Tujuan dari penelitian ini menganalisa dampak pemberian jamur Metarhizium anisopliae pada tanah, khsusunya karakter kimia tanah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2023. Metode Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 5 perlakuan dan 2 ulangan. Parameter yang diambil antara lain : Kontrol (A. , 30 mL/ aplikasi (A. , 50 mL/aplikasi (A. , 70 mL/ aplikasi (A. , dan 90 mL/ aplikasi (A. Parameter penelitian yang digunakan adalah pH tanah. C-Organik. N-total. P-Tersedia. K-Tersedia. Kapasitas pertukaran kation (KPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan yang digunakan dapat sebagai penambah nitrogen, pelarut fosfat dan fitohormon, serta tidak mengandung patogen Escherichia coli dan Salmonella sp. Pemberian jamur Metarhizium anisopliae pada semua perlakuan tidak menunjukkan beda nyata pada parameter pH tanah. C-Organik. N-Total. K- Tersedia dan Kapasitas Pertukaran Kation, tetapi menunjukkan beda nyata pada perlakuan P-Tersedia dengan hasil tertinggi pada A1 . Diperlukan penelitian lanjutan mengenai dampaknya terhadap kondisi tanah dalam jangka panjang, sehingga diharapkan bahan tersebut bisa bermanfaat tidak hanya untuk pengendalian hama, tetapi memperbaiki kesuburan tanah. Kata kunci : hayati, hama, potensi, tanah. Abstract Oryctes rhinoceros is a major pest in oil palm plantations. One of the promising biological agents and entomopathogenic fungi capable of infecting and controlling Oryctes rhinoceros pests is Metarhizium The application of this Metarhizium anisopliae fungus is likely to affect soil characteristics. The purpose of this study was to analyze the impact of administering the Metarhizium anisopliae fungus on the soil, especially the chemical characteristics of the soil. This study was conducted from January to May 2023. The research method used was a Non-Factorial Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 2 replications. The parameters taken included: Control (A. , 30 mL/application (A. , 50 mL/application (A. , 70 mL/application (A. , and 90 mL/application (A. The research parameters used were soil pH. C-Organic. N-total. P-Available. K-Available. Cation Exchange Capacity (CEC). The results of the study showed that the materials used can be used as nitrogen additives, phosphate solvents and phytohormones, and do not contain Escherichia coli and Salmonella sp pathogens. The application of Metarhizium anisopliae fungus to all treatments did not show significant differences in soil pH. C-Organic. N-Total. K-Available and Cation Exchange Capacity parameters, but showed significant differences in the P-Available treatment with the highest results in A1 . Further research is needed regarding its impact on long-term soil conditions, so it is hoped that this material can be useful not only for pest control, but also to improve soil fertility. Keywords: biological, pests, potential, soil. PENDAHULUAN Kelapa sawit Oryctes rhinoceros dan Rhynchophorus ferrugineus, yang merusak bagian tajuk dan (Elaeis guineensis batang tanaman (Irawan et al. , 2. Dalam Jacq. ) merupakan salah satu komoditas mengendalikan hama tersebut, penggunaan strategis di sektor perkebunan Indonesia agens hayati mulai banyak dikembangkan sebagai alternatif yang ramah lingkungan perekonomian nasional. Industri ini tidak dibandingkan insektisida sintetis. hanya menyumbang sekitar 3,5 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Salah tetapi juga menjadi penyumbang terbesar 15 % dari total ekspor non-migas, dan (Muflihani Namun, menginfeksi berbagai jenis serangga. Selain menyerap sekitar 16Ae17 juta tenaga kerja menjanjikan adalah Metarhizium anisopliae, ekspor non-migas dengan andil antara 11Ae efektivitasnya dalam pengendalian hama, aplikasi M. anisopliae di lingkungan tanah berpotensi memberikan dampak terhadap sifat-sifat tanah, baik secara fisik, kimia, terkendala oleh serangan hama, seperti Studi menunjukkan bahwa beberapa jenis jamur jamur Metarhizium anisopliae yang terdiri entomopatogen dapat berinteraksi dengan dari 5 taraf perlakuan, yaitu : Kontrol (A. , 30 mL/ aplikasi (A. , 50 mL/aplikasi (A. , memengaruhi dinamika bahan organik dan 70 mL/ aplikasi (A. , dan 90 mL/ aplikasi ketersediaan unsur hara (Siqueira et al. (A. Luasan lahan yang digunakan setiap ulangan arau blok adalah 50m2. Pengambilan sampel tanah dilakukan Dampak dengan metode survei . edalaman tanah 15- terhadap karakteristik tanah, khususnya pada 20 c. , dengan mengambil sampel tanah ekosistem perkebunan kelapa sawit, masih pada masing-masing titik sampel. Setiap Padahal, pemahaman mengenai percobaan terdapat 5 titik pengambilan efek jangka panjang dari aplikasi agens sampel tanah dengan 5 blok sampel sehingga hayati terhadap kualitas tanah sangat penting terdapat total sampel tanah sebanyak 25 titik 25 titik sampel tersebut dikomposit Oleh karena itu, penelitian ini menjadi 5 sampel dangan 2 kali ulangan. Variabel pengamatan yang diamati antara aplikasi Metarhizium anisopliae terhadap lain pH tanah, bahan organik (BO), total karakter tanah khususnya kimia tanah, guna nitrogen, fosfor tersedia (P), kalium tersedia (K), dan Kapasitas Penukaran Kation (KPK) Dilakukan juga analisa karakterisasi keberlanjutan sistem budidaya. Agensi Pengendalian Hayati (APH) Jamur Metarhizium anisopliae dalam bentuk pupuk METODE PENELITIAN cair hayati. Pupuk cair hayati ini berupa Penelitian Wedomartani. Yogyakarta, bahan cair yang merupakan proses pelarutan dari bahan alami. Asal isolate Metarhizium geografis terlatak pada garis lintang selatan anisopliae dari Medan Sumatera Utara dari 7o 44Ao16. 06AyS dan garis bujur utara BBPPTP (Balai Besar Perbenihan dan 110o26Ao29. 48AyE. Kondisi lahan memiliki Proteksi Tanaman Perkebuna. Medan. jenis tanah regosol dengan 86,4% bertekstur Analisa data yang digunakan dengan pasir, 10,9% debu dan 2,7% lempung. Rancangan data yang sudah diperoleh kemudian disusun menggunakan ANOVA dan dilanjutkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non dengan uji lanjut DMRT. Faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor yang akan digunakan pada penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Agensi Hayati (APH) Jamur Berdasarkan karbon yang berasal dari sisa-sisa jaringan organisme yang telah mati. Terdapat pula Pengendalian Metarhizium sebagaimana disajikan pada Tabel 1, salah merombak senyawa lignin (Mesquita et al. satu komponen utama yang ditemukan adalah mikroorganisme penambat nitrogen. Tabel 1. Analisis uji Metarhizium anisopliae Mikroorganisme ini berperan penting dalam proses biokimia di tanah, yaitu mengubah nitrogen bebas (NCC) menjadi bentuk yang dapat diserap tanaman, seperti amonium dan Selain itu. anisopliae juga Fe. melalui gugus hidroksil dan karboksilnya, sehingga fosfat yang terikat Uji Fungsi Penambat Nitrogen Hasil Positif Pelarut Fosfat Penghasil Fitohormon Positif Positif . Selulolitik . Lignolitik Positif Positif Tabel 2. Karakterisasi Metarhizium anisopliae dalam pupuk hayati cair dapat diubah menjadi bentuk yang larut dan tersedia bagi tanaman (Siqueira et al. , 2. Jamur Variabel Bahan Organik N Total P Tersedia K Tersedia Uji Patogenitas menghasilkan fitohormon (Tabel . , yaitu pengaturan pertumbuhan dan perkembangan Fitohormon tersebut seperti auksin dan sitokinin, yang jika diserap tanaman Escherichia coli dapat meningkatkan pertumbuhan akar, sehingga memperluas volume perakaran dan Salmonella sp. meningkatkan aktivitas mikroba tanah serta memiliki kemampuan melarutkan fosfat, yaitu dengan mengkelat ion-ion logam (Al. Hasil 1,68% 0,02% 0,01% 0,05% 3,12 Positif Pada Sampel Asli dan Negatif Pada Pengenceran 10-1 Negatif Pada Sampel Asli dan Negatif Pada Pengenceran 10-1 Negatif Pada Sampel Asli dan Negatif Pada Pengenceran 10-1 mempercepat eksudasi akar yang menjadi Pengujian sumber karbon bagi mikroba tanah (Hasan et anisopliae mengandung Metarhizium anisopliae dilakukan untuk mikroorganisme pengurai bahan organik mengidentifikasi kandungan kimia dan (Tabel . , termasuk pengurai nitrogen dan biologis yang dimilikinya. Hasil analisis , 2. menunjukkan bahwa jamur ini mengandung et al. , 2. Kalium berfungsi dalam hal bahan organik sebesar 1,683 %, yang penyerapan air oleh tanaman, pembukaan berperan sebagai sumber energi dan nutrien stomata, menjaga tekanan turgor sel dan bagi mikroorganisme tanah. Keberadaan yang paling penting untuk tanaman karena bahan organik tersebut dapat merangsang kalium berperan dalam translokasi gula aktivitas mikroba tanah dalam proses (Gopalasundaram et al. , 2. dekomposisi dan ketersediaan hara bagi Pengukuran tanaman (Khatoon et al. , 2. bahwa jamur ini memiliki tingkat keasaman Kandungan nitrogen total (N-tota. H 3,. , sehingga termasuk dalam dalam M. anisopliae juga tercatat sebesar kategori masam. Berdasarkan parameter- 1,683 %. Selain kemampuannya sebagai parameter tersebut, kandungan yang terdapat pada jamur M. anisopliae belum sepenuhnya nitrogen ini menunjukkan potensi tambahan memenuhi kriteria pupuk hayati maupun untuk dapat mendukung pembelahan sel, pupuk cair organik sebagaimana tercantum pembentukan anakan dan pemanjangan dalam Permentan No. 216 Tahun 2019 batang (Saleem et al. , 2. Nitrogen tentang persyaratan teknis minimal pupuk merupakan faktor kunci dalam menentukan organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah. hasil tanaman yang berkelanjutan (Yang et Hasil , 2. terutama nitrat karena merupakan menunjukkan bahwa Positif Pada Sampel sumber utama N untuk tanaman (Robinson Asli dan Negatif Pada Pengenceran 10-1. et al. , 2. Hasil uji kontaminasi sampel menunjukkan Kadar fosfor tersedia dalam jamur bahwa sampel tidak mengandung jenis ini hanya sebesar 0,010 %, yang tergolong rendah untuk mendukung kebutuhan fosfat tanaman secara signifikan. Demikian pula. Salmonella sp. Hal ini menunjukkan bahwa kadar kalium tersedia sebesar 0,050 % juga bahan tersebut, aman untuk digunakan dan masih di bawah ambang batas untuk pupuk hayati atau pupuk organik cair yang sesuai standar teknis. Fosfor (P) adalah elemen mengindikasikan kualitas tanah yang buruk penting untuk kesehatan dan pertumbuhan atau tercemar (Maruf & Rahman, 2. P merupakan konstituen penting Tabel 3. Karakter pH. C organik dan N total tanah setelah aplikasi perlakuan dalam DNA. RNA. ATP, dan sistem fotosintesis dan mengkatalisis sejumlah proses biokimia pada tumbuhan (Ukwattage (Escherichia Perlakuan pH 6,75a 6,75a 6,65a 6,75a 6,7a pemberian jamur Metarhizium anisopliae CNOrganik Total (%) (%) 1,98a 0,25a 2,57a 0,39a 2,27a 0,36a 2,18a 0,34a 2,08a 0,28a pengaruh tidakbeda nyata (Tabel . Hasil presentase data tertinggi sebesar 4,43% pada perlakuan A1dan terendah pada perlakuan A0 sebesar 3,41%. Namun rata- rata bahan organiksetiap perlakuan memiliki nilai yang Keterangan : Angka-angka pada kolom yang sama yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata dengan uji lanjut Duncan pada taraf nyata = 5%. A0 (Metarhizium anisopliae 0 m. A1 (Metarhizium anisopliae 30 m. A2 (Metarhizium anisopliae 50 m. A3 (Metarhizium anisopliae 70 m. A4 (Metarhizium anisopliae 90 m. baik sehingga peranan bahan organikdalam tanah dapat berperan dengan baik. Kondisi ini dipengaruhi oleh hasil analisa c-organik pada jamur Metarhizium anisopliae di Laboratorium memiliki nilai sebesar 1,63%. Nilai kandungan bahan organik yang sedang. Bahan organik yang terkandung dalam jamur Metarhizium anisopliae dapat menyebabkan dampak pada sistem berkelanjutan jangka kenaikan jumlah bahan organik. Hal ini panjang (Cheong et al. , 2. Dari data dapat dilihat bahawa perlakuan A0 . analisa diatas nilai pH tanah semua memiliki nilai rata-rata terendah sedangkan Metarhizium pada perlakuan A1 dengan dosis 30 ml dapat anisopliae memiliki nilai rata-rata sebesar meningkatkan jumlah bahan organik dengan 6,7 hanya perlakuan A2. yang rata-rata sebesar 4,43%. memiliki rata-rata sebesar 6,6 (Tabel . Pemberian Metarhizium Nilai pH tanah dari semua percobaan di anisopliae dapat menaikkan nilai N- Total kategorikan baik. Data analisa diatas dapat dibandingkan dengan yang tidak diberikan jamur Metarhizium anisopliae, tapi tidak pengalikasian jamur Metarhizium anisopliae signifikan (Tabel . Hal ini dikarenakan tidak berbeda nyata. Metarhizium Bahan organik berperan dalam agregasi tanah, meningkatkan penambat nitrogen yang positif. Penambat kemampuan tanah dalam menyimpan air dan nitrogren merupakan proses biokimia yang menyediakan habitat untuk organisme dalam terjadi di dalam tanah denagn mengubah tanah (Minasny & McBratney, 2. Hasil nitrogen bebas menjadi nitrogen tertambat analisa bahan organik dengan aplikasi sehingga dapat meningkatkan nilai nitrogen dalam tanah. Nitrogen dibutuhkan tanaman pelarut fosfat dalam jamur Metarhizium karena memiliki peran dalam pembentukan anisopliae menunjukkan hasil yang positif klorofil, pertumbuhan batang, cabang dan daun, sehingga memiliki peran besar dalam memiliki kemampuan untuk melarutkan proses fotosintesis (Saleem et al. , 2. fosfat yangada didalam tanah sehingga dapat Metarhizium menyalurkan ke dalam tanaman. Tabel 4. Karakter P tersedia. K tersedia dan KPK tanah setelah aplikasi perlakuan Kalium tersedia pada lahan yang diaplikasikan jamur Metarhizium anisopliae KPK Perlakuan Tersedia Tersedia . mol/k. 22,22ab 28,84a 19,00ab 15,04b 0,16a 0,22a 0,26a 0,28a 0,16a tertinggi sebesar 0,28 pada perlakuan 70 ml (A. dan terendah 0,16 pada perlakuan 10,81a 12,51a 12,01a 12,22a 11,90a kontrol dan 90 ml (A. (Tabel . Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa pada Jamur Pada Metarhizium Hasil uji pada cairan jamur Metarhizium anisopliae memiliki nilai K total sebesar 0,050 %. Nilai ini termasuk dalam kategori yang rendah sehingga berpengaruh beda nyata terhadap perlakuan mengakibatkan tidak beda nyata terhadap setiap percobaan, namun dapat memberikan Rata- rata kadar P dalam tanah di hasil positif atau pengingkatan dalam setiap percobaan tergolong dalam kategori perlakuan A3 . Faktor pH dalam sedang dimana kadar P yang baik untuk jamur Metarhizium anisopliae yang asam sebesar 25-50. Hasil analisa uji jamur beda nyata terhadap 90 ml (A. dan tidak Metarhizium anisopliae menunjukkan hasil yang positif Metarhizium Jamur Metarhizium perlakuan dosis 70 ml jamur Metarhizium anisopliae 30 ml (A. memiliki pengaruh Metarhizium anisopliae tidak berbeda nyata Keterangan : Angka-angka pada kolom yang sama yang diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata dengan uji lanjut Duncan pada taraf nyata = 5%. A0 (Metarhizium anisopliae 0 m. A1 (Metarhizium anisopliae 30 m. A2 (Metarhizium anisopliae 50 m. A3 (Metarhizium anisopliae 70 m. A4 (Metarhizium anisopliae 90 m. Tabel sebesar 3,1 juga dapat mempengaruhi kandungan kalium dalam tanah. kandungan P sebesar 0,010%. Dimana Tabel 4 menunjukkan bahwa setiap kandungan posfor dalam jamur Metarhizium anisopliae mampu memberikan dampak bagi perbedaan nyata terhadap perlakuan aplikasi perlakuan 30 ml (A. Hasil uji fungsi jamur Metarhizium anisopliae lainya. Faktor yang mempengaruhi nilai KPK tanah salah UCAPAN TERIMAKASIH satunya tekstur tanah, tektur tanah pada Wedomartani Ucapan kepada PT. Perkebunan Nusantara Vi (Perser. atas bantuan dana penelitian komposisi pasir yang tinggi sebesar 86,39% dan publikasi yang diberikan. yang dimana daya serap pertukaran kation menjadi rendah karena partikel pasir yang DAFTAR PUSTAKA