ISSN152615-8507 Halaman dari 20 . ISSN 2622-1713 . Chusnul R & Nuri P Penguatan Manajemen Usaha Kampung Batik Jatipelem Guna Menghadapi Persaingan Global Chusnul Rofiah. Nuri Purwanto STIE PGRI Dewantara Jombang Korespondensi: chusnulrofiah@yahoo. Diserahkan: 20 Pebruari 2020. Direvisi: 15 Maret 2020. Diterima: 15 April 2020 Abstrak Program Inovasi Desa (PID) merupakan salah satu upaya pemerintah melaui kementrian desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa agar lebih berkualitas. Dalam pelaksanaannya, program ini bekerja sama dengan lembaga Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dalam hal ini diwakili oleh STIE PGRI Dewantara Jombang Ae bertugas untuk memberikan konsultasi teknis terkait dengan Program Inovasi Desa di tiap desa. Kegiatan ini dilakukan oleh tim penulis pada akhir tahun 2019. Mitra yang terlibat adalah para pengrajin batik di wilayah Kampung Batik di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Jenis pelatihan dan pendampingan ini meliputi village branding, online marketing, business plan kampung batik, dan marketing melalui media sosial Instagram. Dari hasil kegiatan tersebut, mitra telah mampu melakukan pemasasran secara online hingga manajemen usaha secara Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi awal bagi usaha untuk meningkatkan nilai jual Kampung Batik Jatipelem. Kata kunci : Program Inovasi Desa. P2KTD. Village Branding. Kampung Batik. Business Plan. Online Marketing. Jatipelem Abstract The Village Innovation Program (PID) is one of the government efforts through the village ministry to improve the welfare of village communities. This activity aims to increase the capacity of the village to make it more qualified. In its implementation, this program collaborates with the Village Technical Capacity Building Provider (P2KTD) - in this case represented by STIE PGRI Dewantara Jombang - in charge of providing technical consultations related to the Village Innovation Program in each village. This activity was carried out by the writing team at the end of 2019. The partners involved were batik craftsmen in the Kampung Batik area in Jatipelem Village. Diwek District. Jombang Regency. This type of training and mentoring includes village branding, online marketing, batik village business plans, and marketing through Instagram social media. From the results of these activities, partners have been able to do online marketing to modern business management. This activity is expected to be a starting point for efforts to increase the selling value of Jatipelem Batik Village. Keywords: Village Innovation Program. P2KTD. Village Branding. Batik Village. Business Plan. Online Marketing. Jatipelem PENDAHULUAN Latar Belakang Konsep Nawacita yang digagas Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengharapkan agar pembangunan merata dan berkeadilan social yang dimulai dari pembangunan di wiliayah paling pinggir yaitu desa Astuti. Hal ini bukan yang mudah, mengingat kultur masyarakat desa yang cenderung pasif dan menerima keadaan (Laturrakhmi. Swastikawara. , & Wardasari. Untuk itulah, dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa salah satunya melalui perguruan tinggi sebagai salah satu kewajiban moral untuk ikut membantu pemberdayaan Comvice. Vol 4 No 1. April 2020 id/inde. php/COMVICE/issue/view Halaman 15 - 20 Chusnul R & Nuri P Halaman 16 dari 20 masyarakat desa agar terwujud kemajuan dan kemandirian desa (Purwanto. , & Rofiah. ,2017. Mutiarni. Zuhroh. , & Utomo. Program Inovasi Desa (PID) merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas. PID mendukung capaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 20152019 dengan mendukung pembangunan desa secara lebih kreatif dan sehingga dapat mendorong pengembangan ekonomi local dan pengembangan sumber daya manusia. PID diselenggarakan oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia melalui restrukturisasi program yang sebelumnya difokuskan pada pendampingan desa dalam pelaksanaan Undang-Undang Desa. PID adalah inovasi/kebaruan dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan. Inovasi ini dipetik dari realitas/hasil kerja desa-desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan yang didayagunakan sebagai pengetahuan untuk ditularkan secara meluas. PID dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian target RPJM, dan program prioritas Kementerian Desa PDTT, melalui peningkatkan produktivitas perdesaan dengan bertumpu pada: . Pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan. Pemenuhan dan peningkatan infrastruktur . Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengurangan tingkat stunting di desa. STIE PGRI Dewantara Jombang sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kota Jombang, turut serta dalam upaya pengembangan desa yang digagas pemerintah, melalui perannya sebagai konsultan P2KTD turut mengambil peran dalam rangka program pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan. Berbagai upaya tersebut antara lain melalui pendampingan usaha yang diprakarsai desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesa Bersam. Produk Unggulan Desa (Prude. dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukade. Profil Mitra Kampung Batik Jatipelem adalah salah satu wilayah di Desa Jatipelem yang terkenal sebagai sentra usaha batik di Kabupaten Jombang. Dari hasil amatan awal yang dilakukan tim penulis, ditemukan beberapa kendala yang dihadapi pengrajin batik antara lain: . Belum adanya wadah/komunitas pengerajin batik. Branding kampung batik yang sudah sangat umum. Belum adanya konsep pengembangan manajemen yang jelas dan visioner. Media promosi dan penjualan yang masih tradisional. Maka berangkat dari fenomena tersebut diatas, tim penulis menitik beratkan kegiatan pendampingan ini dalam bentuk penguatan manajamen usaha dan pemanfaatan media internet guna meningkatkan penjualan. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi bersemangat dan berkomitmen untuk mengembangkan Kampung Batik Jatipelem sehingga menambah ketahanan ekonomi keluarga dan meningkatan Pendapatan Asli Desa. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Agar kegiatan berjalan dengan lancar, maka dilakukan beberapa tahapan yang dirinci sebagai berikut: Survey lapang : Dilakukan selama 2 pekan Sosialisasi program : Dilakukan selama 1 pekan Comvice. Vol 4 No 1. April 2020 id/inde. php/COMVICE/issue/view Chusnul R & Nuri P Halaman 17 dari 20 Kegiatan teknis program: Dilakukan selama 6 pekan Evaluasi kegiatan: Dilakukan selama 2 pekan Dari hasil survey awal, tim telah memetakan kampung batik Jatipelem dalam bentuk matrik SWOT yang tampak pada table berikut: Tabel 1: Matrik SWOT Kampung Batik Jatipelem KEKUATAN KELEMAHAN - Lokasi terletak dekat dengan wisata - Batik jatipelem belum memiliki ciri Gusdur - Mempunyai gallery batik yang menarik - Kualitas batik juga masih grade 2 - Banyak Industri Kerajinan Masyarakat batik yang berkembang dan bisa dijadikan ciri khas desa PELUANG ANCAMAN - Batik menajdi muatan local anak - Pesaing batik dengan kualitas premium sekolah (SD. SMP. SMA) sehingga sangat banyak bisa menjadi wisata edukasi batik - Harga operasional yang tinggi - Lokasi dekat wisata Gusdur - Bupati Jombang menetapkan Desa Jatipelem sebagai sentra batik - Batik menjadi identitas bangsa sehingga ada harj batik nasional HASIL KEGIATAN Dari rencana kegiatan yang telah disusun serta hasil survey lapangan, selanjutnya tim penulis melakukan kegiatan teknis program. Pembentukan struktus usaha kampung batik Jatipelem. Guna melancarkan kegiatan serta koordinasi antara pendamping dengan mitra serta antar mitra, maka dibentuklah organisasi kampung batik sebagai berikut: Gambar 1: Struktur organisasi Kampung Batik AuCakoedAy Jatipelem Comvice. Vol 4 No 1. April 2020 id/inde. php/COMVICE/issue/view Chusnul R & Nuri P Halaman 18 dari 20 Setelah organisasi terbentuk, maka tim penulis melakukan kegiatan teknis di Tim melakukan kegiatan pendampingan meliputi: . Village Branding. Strategi Promosi Desa Wisata. Business Plan Desa Wisata Kampung Batik Jatipelem dan . Strategi Pemasaran Produk Daerah Wisata secara daring . Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta . sehingga memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Mitra juga sepakat untuk mengembangkan lini bisnis terkait batik di Desa Jatipelem yaitu: . Sentra pembuatan kain batik. Produsen dan penjual fashion batik. Sentra edukasi membatik. sentra kerajinan batik. Pusat oleh-oleh khas kampung batik AuCakoedAy Jatipelem. Selain itu, mitra juga diajarkan bagaimana melakukan promosi dan pemsaran secara online dengan media instagram. Langkah taktis tersebut mengingat berbagi kelebihan yang dimiliki kampung batik Jatipelem ditinjau dari segri promosi sebgaimana yang tampak pada tabel 2 berikut: Tabel 2: Strategi Marketing menggunakan pendekatan 4P No. Strategi Keterangan PRODUK Eo Terdapat IKM Batik yang dapat dikembangakan usahanya sehingga dapat menjadi ciri khas desa. Meskipun batik masih berada pada kualitas grade 2, maka bisa terus dilakukan perbaikan usaha sehingga menjadi lebih baik Eo Adanya gallery batik yang menarik, agar memudahkan konsumen ketika melihat dan membeli koleksi batik yang ada. PRICE Eo harga lebih murah daripada batik yang lain, karena masih berada pada kualitas grade 2 PLACE Eo Tempat berada di dekat wisata Gusdur, sehingga bisa dijadikan peluang sebagai tempat oleh Ae oleh untuk Eo Dengan adanya galeri batik yang menarik, dapat dijadikan wisata edukasi untuk anak sekolah di Kabupaten Jombang PROMOTION Eo Secara offline, yaitu dengan adanya galeri batik yang disediakan untuk memudahkan pembeli dalam melihat dan membeli langsung batik yang diinginkan Eo Secara online, yaitu pemasaran dilakukan melalui social media dengan penyebaran foto produk agar konsumen bisa tertarik dan memsan langsung produk yang Comvice. Vol 4 No 1. April 2020 id/inde. php/COMVICE/issue/view Chusnul R & Nuri P Halaman 19 dari 20 diinginkan tanpa datang ke tepat penjualan batik Dengan demikian dapt menghemat waktu dan PENUTUP Rangkaian kegiatan pendampingan manajemen usaha di kampung batik Jatipelem telah selesai. Mitra telah menerima seluruh materi yang disampaikan tim penulis dengan Diakhir kegiatan, dilakukan evaluasi atas program yang telah dijalankan berupa musyawarah antara tim pendamping, mitra dan pemerintah desa yang dilakukan pada tanggal 14 Desember 2019 bertempat di balai desa Jatipelem. Sesi ini sekaligus digunakan sebagai ajang diskusi mengenai permasalahan yang masih dirasa belum dipaparkan khususnya dari elemen warga yang tidak terlibat dengan kegiatan pendampingan. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, telah membuka pemikiran para warga serta para perangkat desa Jatipelem bahwa Kampung Batik Jatipelem tersebut digunakan sebagai upaya bersama dalam menciptakan kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan warga yang wadahnya merupakan unit bisnis di bawah BUMDes Jatipelem. DAFTAR PUSTAKA