Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 158 - 166 e-ISSN: 2656 - 677X Kaderisasi Duta Stunting Bagi Majelis Jemaat dalam Mencegah Anak Stunting di Gereja Protestan Persektuan Tapian Nauli Erman S. Saragih, 2Tiffany Tamba, 3Junjungan Simorangkir, 4Megawati Manullang. Warseto Sihombing, 6Ofertiaman Zai, 7Rut Hutabarat, 8Helma Siregar 1,2,3,4,5,6 Dosen Program Studi Teologi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung. Sumatera Utara. Indonesia Mahasiswa Program Studi Teologi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Sumatera Utara. Indonesia Email: ermansaragih9@gmail. tiffanytamba26@gmail. simorangkirjungjungan@yahoo. megamanullang2@gmail. asafremel@gmail. ofertiamanzai@gmail. ruthutabarat@gmail. siregarhelma@gmail. Abstrak Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Tapanuli Utara. Provinsi Sumatra Utara. Akar penyebab stunting adalah ketidakpahaman tentang akar penyembab stunting itu sendiri. Masalah ini tentu bukan sebatas tugas Kementerian Kesahatan saja, tetapi keberadaan gereja sangat strategis dan penting untuk integrasi pelayanan dan berkolaborasi. Tujuan kegiatan PkM ini adalah melakukan kaderisasi duta stanting dalam lingkup pengerja gereja. Para duta diboboti dengan pemahaman akar penyebab stunting, edukasi bentuk-bentuk pelayanan gereja yang berkaitan dengan edukasi stunting, dan kaderisasi duta stunting kepada Majelis Jemaat GPP Tapian Nauli. Gereja memiliki peran penting dalam membantu pengentasan stunting di Tapanuli Utara. Gereja dapat menjadi wadah untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada warga jemaat tentang pentingnya gizi seimbang-kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Kesadaran Gizi. Duta Stunting. Majelis Gereja Abstract Stunting is a serious health problem in Indonesia, including in the North Tapanuli region. North Sumatra Province. The root cause of stunting is a lack of understanding of the root causes of stunting itself. This problem is certainly not limited to the task of the Ministry of Health alone, but the existence of the church is very strategic and important for service integration and collaboration. The purpose of this PkM activity is to conduct stunting ambassador cadre formation within the scope of church workers. The ambassadors are given the burden of understanding the root causes of stunting, education on forms of church service related to stunting education, and stunting ambassador cadre formation to the GPP Tapian Nauli Congregation Assembly. The church has an important role in helping to eradicate stunting in North Tapanuli. The church can be a forum for providing education and coaching to congregation members about the importance of balanced nutrition-maternal and child health. Keywords: Nutrition Awareness. Stunting Ambassador. Church Council 6,4% dari 37,2% tetapi angka tersebut PENDAHULUAN Stunting masih prevalensi serius di masih menggelisahkan. Sebab, kasus Negara Indonesia. Meskipun hasil AoRiset Kesehatan Dasar pada tahun 2018Ao risiko jangka panjang seperti penyakit tidak menular saat beranjak dewasa. penyakit stunting mengalami penurunan Indah Budiastutik . Sri Achadi Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 158 - 166 e-ISSN: 2656 - 677X Nugraheni mengemukakan bahwa akar kesehatan yang tidak memadai, dan penyebab paling rentan mengalami stunting pada anak adalah pemberian (Ritchie. ASI Yanuarius dkk mengemukakan bahwa keluarga, pendidikan gizi, faktor sosial, sektor sosial masyarakat yang peduli sanitasi buruk, dan faktor budaya. (Budiastutik Nugraheni. Tingginya angka kematian Demikian WHO ibu dan bayi mendorong gereja di Nusa Tenggara Timur mencanangkan peduli irreversibel akibat asupan nutrisi yang ibu hamil (Azi dkk. , 2. Gereja dapat tidak adekuat atau infeksi berulang melakukan upaya pencegahan stunting kronis yang terjadi pada anak (Susanti, dengan memberikan edukasi tentang Ironisnya, warga jemaat Gereja stunting melalui berbagai pelayanan Protestan Persekutuan (GPP) Resort karitatif gereja (Lette & Jumetan, 2. Tapian Nauli. Kecamatan Sipoholon. Hal ini penting untuk menolong warga Kabupaten Tapanuli Utara tidak pernah jemaat supaya memiliki kesadaran dan sama sekali mendapat sosialisai dan pemahaman tentang stunting. edukasi pencegahan stunting. Dengan Paulus Dalam demikian, kegiatan Pengabdian kepada pertemuan dengan majelis jemaat GPP Masyarakat (PkM) oleh Program Studi Tapian Sarjana Teologi keluarga-keluarga di jemaat masih buta Sebab, dalam hal stunting. Mereka mengaku masalah ini dapat dicegah dengan bahwa belum pernah mendapat edukasi edukasi gizi bagi warga jemaat. tentang stunting oleh gereja. Hal ini Persoalan stunting tidak terbatas Kementerian Kesehatan. Nauli. Stunting sosialisai dan edukasi tentang stunting. Dengan Teologi menggagasi sebuah kegiatan terkait dengan pengayaan mata kuliah Studi Teopreneurship dan Pembinaan Warga panjang terhadap kebiasaan asupan Gereja (PWG) dalam bentuk kegiatan Kaderisasi Duta Stunting bagi Majelis Program Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 158 - 166 Jemaat GPP e-ISSN: 2656 - 677X kesejahteraan keluarga dan kaitannya dengan stunting (Munte, 2. Desi tindakan berkelanjutan. Sianipar Rendahnya pemahaman tentang pendidikan kristen di gereja memiliki stunting dikalangan gereja mendorong peran penting dalam meningkatkan Program Studi Teologi Institut Agama ketahanan keluarga (Sianipar, 2. Kristen Negeri Tarutung melaksanakan Rafles Ngilamele dan Heru Cahyono mengemukakan bahwa Teologi Sosial Masyarakat dalam mencegah stunting. Gustavo Gutiyrrez sebagai landasan Para pengerja gereja penting terlibat Pengabdian berkontribusi dalam mengatasi stunting pada masyarakat miskin (Ngilamele & pencegahan stunting. Melalui kegiatan Cahyono, 2. Oleh sebab itu, dapat melibatkan materi tentang faktor-faktor penyebab stunting dan langkah cerdas stanting di GPP Tapian Nauli. Dengan Dengan demikian, konribusi penting kegiatan PkM ini . elain pengayaan Mata Kuliah perubahan sikap dan perilaku yang Teopreneur dan Pembinaan Warga dapat mengurangi angka stunting serta Gerej. memberikan jaminan kesehatan anak. menanamkan kesadaran gizi rumah Urgensi kegiatan PkM ini adalah tangga melalui kaderisasi duta stunting untuk memperlengkapi atau mengisi kepada majelis jemaat GPP Tapian Nauli. Kabupaten Tapanuli Utara. METODE Padunya beberapa informasi Kegiatan PkM ini dilakukan dalam kegiatan pencegahan stunting akan bentuk penyuluhan dan kaderisasi duta memperkaya acuan referensi dalam hal stunting di jemaat GPP Tapian Nauli. Jumlah majelis jemaat sebagai peserta Adapun yaitu 34 orang yang terdiri dari 6 orang tentang mengatasi stanting yang terkait pendeta dan 28 penatua GPP Resort Bangun Tapian Nauli. Tujuannya adalah supaya majelis jemaat memiliki pemahaman Munte Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 158 - 166 e-ISSN: 2656 - 677X dan keterampilan dalam mengedukasi ini ditandai dengan tersedianya organ tentang pencegahan stunting. Secara duta stunting dan program kegiatan garis besar metode kegiatan yang pelayan terkait dengan pencegahan Kelanjutan implementasi lebih Pertama, menekankan pada kesadaran warga Puskesma Sitadata . dengan metode diskusi tentang stunting. Kedua. Integrasi manajemen pelayanan gereja apakah dalam bentuk kelompok atau Teopreneur ini dapat dibentuk Teopreneurship. GPP Tapian Nauli Materi ini disampaikan oleh dosen petelur, edukasi pola gizi seimbang, dan pengampu mata kuliah PWG prodi sanitasi yang bersih. Kegiatan ini selalu Teologi. Teknis penyampaian selalu dimonitoring sampai pada munculnya memperhatikan pendekatan tradisional kesadaran dalam mencegah stunting. lokal jemaat GPP Tapian Nauli. Ketiga. HASIL DAN PEMBAHASAN Teopreneur sebagai aksi Pencegahan Stunting keterampilan teopreneur kepada majelis jemaat GPP Tapian Nauli oleh Bell Paradigma Teopreneur Baptis Association (BBA). Untuk lebih strategis dilibatkan dalam pencegahan jelasnya, metode pelaksanaan kegiatan konsep penggabungan pengetahuan Teopreneur digambarkan dalam diagram di bawah Teologi kewirausahaan untuk memberdayakan warga jemaat gereja (Saragih, 2. Memahami Stunting Dalam konteks pencegahan stunting, teopreneur dapat memainkan peran Kegiatan dan Tindak Lanjut Pelayanan Gereja terkait stunting penting melalui berbagai inisiatif yang Pemahaman. Desain Pelayanan. Aksi Kegiatan Pelatihan/Kaderisasi Kegiatan PkM dan kaderisasi duta Figure 1. Implementation Method Adapun Kelanjutan dari kegiatan Teopreneur edukasi, program penyediaan makanan Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 158 - 166 e-ISSN: 2656 - 677X bergizi, kaderisasi duta stunting, inisiatif jemaat tentang pentungnya asupan nutrisi bagi keluarga (Wati dkk. , 2. Dalam edukasi Nutrisi. Dengan Teopreneur platform gereja untuk menyebarkan isu-isu terkait stunting sejak dini dan seimbang (Aquilla Putri Davina, 2. memberikan dukungan bagi keluarga Teopreneur dapat diintegrasikan Teopreneur dalam kegiatan PWG. Melalui khotbah, kebutuhan gizi rumah tangga. sermon, katekisasi kelompok, warga Integrasi jemaat mendapat pendidikan tentang Pencegahan Stunting Pelayanan Gereja nutrisi dan praktik gizi yang baik untuk Integrasi pelayanan gereja dengan ibu hamil dan anak-anak. Majelis gereja upaya pencegahan stunting menjadi penting dalam pencegahan stunting pemberian makanan tambahan bagi bagi warga jemaat. Gereja sebagai anak-anak di daerah rawan stunting. Ini lembaga spritual dan sosial memiliki termasuk distribusi makanan bergizi dan dalam pertumbuhan anak (PGI, 2. Integrasi Dengan demikian, gereja tidak terbatas pelayanan gereja dalam pencegahan melakukan kegiatan sosial karikatif. Demikian bertujuan pada kesadaran asupan nutris bagi ibu dan anak yang Teopreneur kesehatan secara signifikan. Integrasi gereja dan pemimpin komunitas untuk khotbah, katekisasi, konseling, ibadah stunting dan cara-cara pencegahannya. Ini majelis jemaat dalam setiap kegiatan Majelis Jemaat juga dapat Dengan demikian, aspek Teologis juga menjalin kemitraan dengan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran warga stunting ini. juga dapat . Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 158 - 166 Mejelis jemaat sebagai sumber e-ISSN: 2656 - 677X Kader daya pada realitanya memiliki banyak mendampingin remaja putri, konseling pranikah, dan pasangan usi subur agar keterbatasan tersebut. Gereja dapat dapat melahirkan bayi yang sehat dan bermitra dengan pemerintah sebagai tiding mengalami stunting. Untuk jangkauan luas dalam komunitas lokal, juga terlibat dalam berbagai komunitas menyampaikan infromasi dan program- yang bertujuan untuk meningkatkan program gizi kepada warga jemaat yang Kesehatan Masyarakat. Ini termasuk membutuhkan (PGI, 2. Dengan penyuluhan gizi dan program-program demikian, integrasi antara pelayanan Kesehatan lainnya yangg melibatkan partisipasi aktif dari jemaat (Lattan. Selain sosialisai. Majelis Jemaat Sebagai duta, majelis jemaat berfungsi sebagai advokasi bagi anak- anak yang terkena dampat stunting, anak-anak, memberikan dukungan melalui doa dan Majelis Jemaat sebagai Duta Stunting keluarga yang membutuhkan. Dengan Majelis jemaat berperan penting demikian sebagai duta, majelis jemaat sebagai Duta Stunting dalam upaya memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah pencegahan dan penanganan stunting. stunting di Indonesia. Majelis jemaat Melalui sering mengadakan pertemuan dengan kolaborasi, dan integrasi pelayanan, mereka berkontribusi secara signifikan informasi mengenai stunting. Acara dalam meningkatkan kesehatan anak- tersebut tidak hanya terbatas pada anak warga jemaat. kewajiban pelayanan, tetapi bertujuan SIMPULAN untuk meningkatkan kesadaran tentang Pengayaan Mata Kuliah pentingnya gizi bagi ibu dan anak pengetahuan Teopreneur dan PWG (Redaksi, 2. Program pelatihan dalam pencegahan stunting sangat menarik dan membuka wawasan bagi percepatan pencegahan dan penurunan mahasiswa dan majelis jemaat GPP. Jurnal ComunityE Servizio Volume 07. Nomor 01. Tahun 2025. Hal 158 - 166 e-ISSN: 2656 - 677X Teopreneur tidak hanya berperan dalam dukung-pencegahan-stunting-di- Aquilla Putri Davina. Januari . jemaat melalui pencegahan stunting. Menuju Desa Bebas Stunting. Namun, terdapat kendala yang dihadapi KKN-T Kelompok yaitu keterbatasan sumber daya dan Kegiatan Cegah Stunting kurangnya kesadaran gizi pada warga Pemberian PMT. SUARA USU. Majelis jemaat sangat minus https://suarausu. id/menuju- pengetahuan ilmu tentang asupan gisi desa-bebas-stunting-kkn-t- dalam keluarga Sejahtera. kelompok-6-adakan-kegiatan- Namun. Adakan cegah-stunting-dan-pemberianpmt/ Azi. Limbu. , & Paulina. pencegahan stunting ke depan. UCAPAN TERIMA KASIH