Jurnal Ayurveda Medistra e-ISSN 2656-3142iCp-ISSN 2656-5609iCVolume 6 Nomor 1 November 2. pages: 1 - 6 Available online at http://ojs. stikesmedistra-indonesia. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media PuzzleTerhadap PengetahuanTentang Karies Pada Siswa SDN 002 Samarinda Winanda Febry Nurhani Putri, 2Yona Palin T, 3Nino Adib Chifdillah Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur, winandafebry@gmail. com, 082229030709 Program Studi Kesehatan Masyarakat (S. Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur Program Studi Kesehatan Masyarakat (S. Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur Abstrak Karies gigi adalah salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak-anak. Prevalensi karies gigi pada anak-anak di Kalimantan Tumr lebih tinggi dari prevalensi nasional. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah karies gigi pada anak adalah meningkatkan domain perilaku anak-anak terkait pencegahan karies gigi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media puzzle terhadap pengetahuan dan sikap tentang karies gigi pada siswa SDN 002 Loa Janan Ilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Intervensi penelitian melalui pendidikan kesehatan dengan media puzzle. Sampel penelitian adalah 29 siswa kelas IV SDN 002 Loa Janan Ilir yang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Analisis univariat menunjukkan jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik dan sikap positif tentang pencegahan karies gigi bertambah pada saat posttest. Analisis bivariat menunjukkan bahwa secara statistik ada perbedaan pengetahuan . -value= 0,. dan sikap . -value= 0,. responden setelah diberikan intervensi penelitian. Ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media puzzle terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan karies gigi pada responden penelitian. Diharapkan adanya pengembangan dan penggunaan puzzle sebagai media pendidikan kesehatan dalam pelaksanaan program kesehatan terkait pencegahan karies gigi pada anak-anak. Kata kunci: Anak. Karies. Pengetahuan. Puzzle. Sikap Abstract Dental caries is one of the oral health problems that often occurs in children. The prevalence of dental caries in children in Kalimantan Tumr was higher than the national prevalence. Efforts can be made to prevent dental caries in children are to improve children's behavioral domains related to the prevention of dental caries. This study aimed to analyze the effect of health education with puzzle media on knowledge and attitudes about dental caries in students of SDN 002 Loa Janan Ilir. The type of research was a pre-experimental study with a one group pretest-posttest Research intervention through health education with puzzle media. The research sample was 29 fourth grade students of SDN 002 Loa Janan Ilir who were determined by total sampling. Data collection was filled out Data analysis used Wilcoxon test. Univariate analysis showed that the number of students who had good knowledge and positive attitudes about preventing dental caries increased at posttest. Bivariate analysis showed that there were statistical differences in the knowledge . -value = 0. and attitudes . -value = 0. of respondents after being given the research intervention. There was an effect of health education using puzzle media on knowledge and attitudes about preventing dental caries in research respondents. It is hoped that the development and use of puzzles as a medium for health education in the implementation of health programs related to the prevention of dental caries in children. Keywords: Attitude. Caries. Children. Knowledge. Puzzle Jurnal Ayurveda Medistra Volume 6 Nomor 1 November 2024 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia PENDAHULUANA Karies gigi adalah salah satu masalah kesehatan gigi yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, baik di kalangan anakanak maupun orang dewasa. Berdasarkan data dari WHO, prevalensi karies gigi di seluruh dunia berkisar antara 60 hingga 90% pada anak-anak dan hampir mencapai 100% pada orang dewasa (Etty Sofia Ramadhan dkk, 2. Masa sekolah dasar adalah waktu yang ideal untuk membangun dasar yang kuat bagi pengembangan manusia yang berkualitas, karena kesehatan memainkan peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (Yuniarly et al. , 2. Penyebab karies meliputi teknik menyikat gigi yang tidak tepat dan waktu menyikat yang tidak Kedua hal ini kurang efektif dalam membersihkan gigi. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Kemenkes RI tahun 2018, terjadi peningkatan dari 25,9% pada tahun 2013 menjadi 54% pada usia 5-9 tahun. Hampir 93% anak usia 5-9 tahun mengalami karies gigi, dan 28,5% mengalami karies akar. Secara nasional, skor Decay Missing and Filling (DMF-T) adalah 7,1 pada semua usia, meningkat dari hasil Riskesdas tahun 2013 sebesar 4,6. Adapun prevalensi masalah gigi berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 yang memaparkan bahwa Provinsi Kalimantan Timur mencapai 62%, lebih tinggi dari data nasional sebesar 57,6%. Data menunjukkan bahwa setidaknya 89% pasien gigi berlubang adalah anak-anak di bawah usia 12 tahun (Wulandari, 2. Menurut Penelitian (Amalia R, 2. dengan judul pengaruh pendidikan kesehatan gigi dengan bermain puzzle mengenai menyikat gigi terhadap pengetahuan dan tindakan pada siswa/I kelas II SDN 105325 Tanjung Morawa, adanya peningkatan pengetahuan setelah bermain Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum bermain puzzle sebesar 28,1% dan meningkat menjadi 81,3% setelah bermain puzzle. Menurut penelitian ( Pay M, 2. dengan judul Pengaruh Penyuluhan Secara Online Menggunakan Media Puzzle dan Poster Terhadap Pengetahuan Karies Gigi, menunjukkan bahwa salah satu cara efektif dalam meningkatan pengetahuan dan sikap anak yaitu dengan bermain puzzle. Hal ini didukung dari hasil pengetahuan sebelum bermain puzzle sebanyak . ,3%) 19 dari 30 responden dan mengalami peningkatan yang signifikan sebesar . %) dari seluruh jumlah Berdasarkan hasil data Puskesmas Harapan Baru Kecamatan Samarinda Seberang Kota Samarinda menunjukkan bahwa kasus karies gigi terus meningkat. Pada tahun 2019, kasus tersebut mencapai 3,1% anak, tetapi pada tahun 2020 sempat turun menjadi 2,5% anak, dan pada tahun 2021 kembali meningkat menjadi 4,5% anak. SDN 002 Loa Janan Ilir adalah sekolah dasar di wilayah Puskesmas Harapan Baru yang sebagian besar siswa berusia antara 9 dan 12 tahun. Peneliti melakukan studi pendahuluan di SDN 002 Loa Janan Ilir Samarinda, yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2023 menunjukkan adanya mayoritas murid yang Hasil menunjukkan bahwa terdapat 21 siswa yang terkena karies gigi dari total 29 siswa . %). Selain itu, hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan yang rendah tentang karies dan cara menyikat gigi yaitu sebanyak 24 dari 29 siswa . %). Berdasarkan latar belakang ini, penelitian siswa tentang "Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Puzzle Terhadap Pengetahuan Tentang Karies Pada Siswa SDN 002 Loa Janan Ilir Samarinda" diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Jenis penelitian ini adalah pre Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Metode ini digunakan karena dalam penelitian ini tidak terdapat kelompok kontrol pada variabel relevan (Swarjana, 2. Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menerapkan dua kali intervensi dengan jangka waktu 3 hari berdasarkan teori kurva lupa. Teori ini menyatakan bahwa informasi baru yang diperoleh seseorang akan hilang pada 70% setelah satu hari dan 90% setelah dua hari menerima informasi. Maka dari itu peneliti melaksanakan intervensi kepada responden sebanyak dua kali untuk membantu Jurnal Ayurveda Medistra Volume 6 Nomor 1 November 2024 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia responden (Hwa dan Gyu, 2. Penelitian ini Penelitian perantara pemberian edukasi. Sasaran pada kegiatan ini adalah siswa kelas IVB yang berjumlah 29 siswa. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi serta pengenalan permainan puzzle, kemudian dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut sebelum diberikan intervensi. Setelah sasaran memahami aturan dan cara bermain, peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok dan dibantu dengan enumerator dalam setiap kelompok. Setelah permainan selesai, untuk mengukur pengaruh media puzzle terhadap pengetahuan sasaran dilakukan posttest. Setelah sesi post-test selesai dilakukan senam sikat gigi bersama. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Media Puzzle Pengetahuan Pretest Posttest Baik Sedang Rendah Total Berdasarkan tabel 2 diatas, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah responden antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi menggunakan media puzzle yang memiliki pengetahuan baik dari 4 orang menjadi 16 orang. Sementara itu, terjadi penurunan jumlah responden yang memiliki pengetahuan rendah yaitu 17 orang turun menjadi 3 orang. Tabel 3 Hasil Analisis Pengaruh Tingkat Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Menggunakan Media Puzzle Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. Jenis Kelamin dan Paparan Indformasi Karakteristik Umur 9 tahun 10 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Paparan Informasi Terpapar Tidak Terpapar Jumlah Frekuensi . Presentase (%) Berdasarkan tabel 1 diatas, dapat diketahui bahwa Sebagian besar responden penelitian berumur 10 tahun yang berjumlah 27 orang dengan frekuensi . ,1%) dan yang terpapar informasi sebanyak 24 orang dengan frekuensi . ,8%). Sementara itu, lebih Perempuan yaitu sebanyak 19 orang dengan frekuensi . ,5%). Pretest Posttest Baik Sedang Rendah Total Pengetahu Keter Ada Penga Berdasarkan tabel 3 diatas, menunjukkan hasil analisis statistika melalui uji Wilcoxon menghasilkan p-value sebesar 0,000 (<0,. Hal ini berarti H0 ditolak yang menyiratkan bahwa ada pengaruh signifikan pada pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi penelitian. Adanya perbedaan pengetahuan responden ini merupakan indikator dari adanya pengaruh intervensi berupa penyuluhan menggunakan media puzzle. Hasil distribusi frekuensi karakteristik responden, menunjukkan bahwa sebagian besar responden penelitian berumur 10 tahun . ,1%). Hasil penelitian sebelumnya oleh Azwar . menunjukkan bahwa kelompok umur 10 tahun berada pada tahap operasional konkret. Perkembangan kognisi yang logis dan terorganisir menandai tahap ini. Bermain puzzle meningkatkan daya pikir anak dengan intervensi penelitian. Sementara itu, lebih dari setengah responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 19 siswa . ,5%). Jenis kelamin Jurnal Ayurveda Medistra Volume 6 Nomor 1 November 2024 iCSekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku kesehatan. Ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nuratni . yang menyebutkan bahwa perempuan memiliki tingkat kesadaran lebih tinggi dibanding lakilaki, misalnya hal-hal yang berkaitan dengan penampilan, perempuan lebih menyadari menjaga kesehatan gigi daripada laki-laki. Lebih banyak kesadaran ditunjukkan dalam memilih makanan dan lebih sering melakukan pemeriksaan gigi (Tabel . Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah responden dengan pengetahuan menggunakan media puzzle. Puzzle termasuk dalam kategori Alat Permainan Eduaktif (APE), adalah salah satu jenis media visual yang digunakan untuk Chifdhillah . mengatakan bahwa efektivitas APE sebagai media pendidikan kesehatan bergantung pada seberapa cocok sifatnya dengan anak-anak. Anak-anak lebih suka bermain daripada belajar. Oleh karena itu, media APE seperti teka-teki sesuai dengan keadaan dan kesulitan tersebut. Belajar dengan media puzzle akan menyenangkan bagi anak, mendorong mereka untuk menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Kegiatan yang menyenangkan dapat meningkatkan aktivitas sel otak, meningkatkan daya ingat dan pemikiran, dan berkontribusi pada peningkatan pengetahuan anakanak (Andriani dan Daryati, 2. Berdasarkan tabel 3 diatas, menunjukkan hasil analisis statistika melalui uji Wilcoxon menghasilkan pvalue sebesar 0,000 (<0,. Hal ini berarti H0 ditolak yang menyiratkan bahwa ada pengaruh signifikan pada pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi penelitian. dapat disimpulkan bahwa permainan menggunakan media puzzle efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan anak tentang karies gigi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Purwati, 2. yang menyebutkan bahwa media stiker puzzle efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada anak tentang menyikat gigi pada usia 8-10 tahun. Dapat dibuktikan dari hasil distribusi frekuensi tingkat pengetahuan dari pre-test . ,5%) meningkat menjadi . %) pos-test. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Wandani, 2. memaparkan bahwa pemberian edukasi perawatan gigi dengan media puzzle dapat meningkatkan pengetahuan pada anak usia sekolah dikarenakan pada media puzzle terdapat banyak gambar dan warna yang manarik sehingga anak-anak senang dan antusias saat belaja. Hal ini dibuktikan dari hasil uji yang dilakukan menunjukkan frekuensi pengetahuan sebelum intervensi sebanyak . ,8%) mengalami peningkatan menjadi . ,2%) setelah diberikan intervensi. SIMPULAN DAN SARAN Responden didominasi oleh jenis kelamin perempuan yaitu berjumlah 19 siswa . ,5%). Kelompok umur didominasi dengan 10 tahun yang berjumlah 27 siswa . ,1%). Dan jumlah siswa yang terpapar sebanyak 24 orang . ,8%). Lebih dari setengah responden penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang karies pada saat pretest . ,6%). Lebih dari setengah responden penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang karies pada saat posttest . ,2%). Hasil analisis statistika melalui uji wilcoxon menghasilkan p-value sebesar 0,000 yang berarti adanya pengaruh pada pengetahuan Kegiatan dapat melibatkan guru sekolah dasar tentang bagaimana cara memainkan puzzle sehingga anak-anak dapat lebih mudah memahami akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui belajar sambil bermain. DAFTAR PUSTAKA