E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Hubungan Antara Konflik Kerja Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Medistra Jakarta Mufliha Putri Kamila1. Tatiyani2 Fakultas Psikologi. Universitas Persada Indonesia Y. E-mail: Mufliha. Putri@upi-yai. id1, tatiyani@upi-yai. ABSTRAK Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menguji hubungan antara konflik kerja keluarga dan efikasi diri dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Kelelahan kerja adalah variabel terikat, sedangkan konflik kerja keluarga (X. dan efikasi diri (X. adalah variabel bebas. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan sampel sebanyak 157 orang perawat wanita yang sudah menikah dan memiliki anak yang bekerja di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Hasil analisis data variabel konflik kerja keluarga dan kelelahan kerja menunjukkan koefisien korelasi korelasi r = 0,793 with p = 0,000 < 0,005 yang menunjukkan ada hubungan positif antara keduanya. Hasil analisis data menggunakan bivariate correlation, menunjukan bahwa ada hubungan negatif signifikan antara efikasi diri dengan kelelahan kerja memiliki nilai koefisien korelasi r = -0,273 dengan p = 0,001 < 0,005 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara keduanya. Hasil uji analisis data menggunakan multivariate correlation, diperoleh nilai R sebesar 0,653 dan p = 0,000 < 0,05 hal ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara konflik kerja keluarga dan efikasi diri dengan kelelahan kerja. Sumbangan efektif konflik kerja keluarga dan efikasi diri dengan kelelahan kerja sebesar 65,3% sementara sisanya 34,7% merupakan sumbangan dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Kelelahan Kerja. Konflik Kerja Keluarga. Efikasi Diri ABSTRACT This quantitative study aims to test the relation between work family conflict and self-efficacy with burnout on nurses at Medistra Hospital Jakarta. Burnout is the dependent variable, while work family conflict (X. and self-efficacy (X. are independent variables. The sampling method used the purposive sampling method, with a sample of 157 female nurses married and have children who work at Medistra Hospital Jakarta. The result of data analysis for the variable work family conflict and burnout show a correlation coefficient of r = 0,793 and p = 0,000 < 0,005 which shows there is positive relation between the two. The result of data analysis using bivariate correlation show that there is a negative relation between self-efficacy and burnout with a correlation coefficient value of r = -0,273 and p = 0,001 < 0,005, which shows there is negative relation between the two. The result of the data analysis test using multivariate correlation, obtained on value of R = 0,653 and p = 0,000 < 0,05, this shows there is a significant relation between burnout with work family conflict and self-efficacy. The effective contribution of burnout with work family conflict and self-efficacy was 65,3% while the remaining 34,7% was contributed by other factors not examined in this study. Keyword : Burnout. Work Family Conflict. Self-Efficacy Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 PENDAHULUAN Bidang kesehatan merupakan salah satu bidang penting yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Dilihat dari segi fasilitas maupun pelayanannya, bidang kesehatan memegang peranan Fasilitas dan pelayanan kesehatan yang bagus tentunya dapat Para perawat di rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat maupun klinik memiliki rutinitas pekerjaan setiap harinya tidak hanya berhubungan dengan pasien terkait saja, tetapi para perawat juga harus bisa berhubungan dengan keluarga pasien atau bahkan teman dan kerabat dari pasien. Para perawat juga harus mempunyai hubungan yang baik sesama rekan sejawatnya, dengan dokter yang ada di tempat mereka bekerja, dengan aturan-aturan dan juga sumpah Dalam menjalani hal-hal tersebut yang melibatkan perasaan emosional, menuntut kekuatan fisik dan psikis yang harus stabil dalam diri para perawat, tidak jarang membuat para perawat merasa tertekan oleh beban kerjanya dan tidak jarang pula mengakibatkan stres karena kelelahan Menurut National Safety Council . alam Desima, 2. ada tiga kategori yang masuk ke dalam penyebab penting mengapa seseorang bisa menjadi stress yaitu, organisasional, individual dan Sumber stres kelelahan kerja para perawat bisa di dapat dari hubungannya dengan pasien, keluarga pasien, hubungan dengan perawat atau staf lain. Para perawat di tempat pelayanan kesehatan seperti klinik, pusat kesehatan masyarakat hingga rumah sakit biasanya di dominasi oleh perempuan yang juga merangkap peran sebagai https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif seorang ibu yang mengurusi pekerjaan Berdasarkan hasil kepada beberapamperawat mengatakan terkadang perubahan jadwal shift yang mendadak membuat perawat merasakan kelelahan baik dari fisik, emosional maupun mental yang diakibatkan oleh berkurangnya durasi istirahat hingga memicu stress. Menurut beberapa perawat juga, saat mereka menggantikan shift rekan perawat lainnya mereka merasa berkurangnya waktu untuk keluarga dan menyebabkan kadang terjadi konflik kerja keluarga dalam dirinya dan keluarganya. Booth . mengemukakan jika pekerjaan membuat seorang perempuan yang juga seorang ibu kesulitan dalam mengatasi kelelahan fisik maupun psikis maka dapat menghasilkan konflik dalam rumah tangga atau dalam keluarganya. Tidak mudah menjadi peran ibu yang juga dituntut komitmen akan pekerjaan oleh tempat kerjanya. Hal ini membuat para perawat yang memiliki peran sebagai ibu harus mempunyai tingginya tingkat efikasi diri. Seseorang yang memiliki tinggi efikasi diri tentu tidak merasa sulit untuk mengatasi kelelahan bekerja atau kelelahan kerja dan juga konflik-konflik yang mereka hadapi. Kelelahan kerja dengan konflik kerja keluarga dan efikasi diri saling berhubungan satu sama lain. Individu dengan tingkat efikasi diri yang rendah ditambah dengan adanya tuntutan peran dalam keluarga serta adanya tuntutan yang tinggi juga dari pekerjaannya terkadang membuat individu merasa tidak yakin terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan pekerjaan juga menjalani perannya dalam keluarga. Sehingga membuat stress yang berkepanjangan Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif hingga menimbulkan burnout pada diri individu tersebut. Rumusan Masalah Apakah ada hubungan antara konflik kerja keluarga dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra? Apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra? Apakah ada hubungan antara konflik kerja keluarga dan efikasi diri dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra? Disimpulkan bahwa kelelahan kerja merupakan kondisi seseorang yang mengalami kelelahan dalam emosional, fisik dan mental yang bisa mengakibatkan stress berkepanjangan dan akan membuat individu tersebut merasakan penurunan produktivitas, kepercayaan diri maupun penurunan motivasi. Konflik Kerja Keluarga Saputra dan Rudiartha . berpendapat bahwa konflik kerja keluarga sebagai bentuk ketidakseimbangan peran seorang individu dalam menjalankan dua peran dalam dirinya sebagai pekerja dan anggota keluarga, hal ini mengakibatkan adanya tekanan bagi individu tersebut. LANDASAN TEORI Kelelahan Kerja Khusaeni, . mendefinisikan kelelahan kerja sebagai keadaan pskilogis dari seseorang yang tidak mampu dalam menghadapi tekanan pekerjaan yang mengakibatkan gejala baik dari segi emosional, fisik, maupun mental yang bisa menyebabkan stress Nugroho bahwa Kelelahan Kerja adalah suatu mempengaruhi produktivitas karena sindrom psikologis ini berasal dari kelelahan emosional, fisik dan mental. Kelly, dkk . mengemukakan bahwa Kelelahan Kerja merupakan keadaan piskologis dimana para karyawan merasakan adanya penurunan motivasi, kelelahan mental dan kehilangan Menurut Muhdiyanto dan Mranani . Konflik Kerja Keluarga merupakan konflik yang muncul karena adanya ketidakseimbangan peran yang seseorang dalam keluarga dan peran dalam pekerjaannya Silvister (Widayati, dkk, 2. mengatakan bahwa Konflik Kerja Keluarga merupakan konflik dua arah yang disebabkan karena adanya konflik peran antara peran di pekerjaan dengan perannya dalam keluarga. Disimpulkan bahwa konflik kerja keluarga merupakan konflik yang terjadi ketidakseimbangan antar peran yang dijalankan oleh seorang individu baik dalam peran keluarga atau peran dalam lingkup pekerjaan yang menjadikan salah satu peran menimbulkan masalah bagi peran lainnya. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Efikasi Diri Khan . mengatakan bahwa efikasi diri merupakan keadaan seorang individu ketika memiliki rasa yakin akan kemampuannya dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas atau Judge dkk . berpendapat bahwa Efikasi Diri merupakan salah satu indikator positif dalam melakukan evaluasi diri. Menurut Jerusalem dan Mittag (Nabila dan Wahyuni, 2. keadaan eksternal yang bernilai negatif akan mudah di hadapi jika individu memiliki tingkat Efikasi Diri yang tinggi, dengan Efikasi Diri yang tinggi individu akan merasa percaya diri dalam menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan memiliki rasa motivasi yang tinggi juga. Disimpulkan Efikasi Diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seorang individu, yang membuat individu tersebut merasa yakin bahwa dirinya mampu unutuk menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah atau pun pekerjaan yang sedang individu tersebut hadapi. https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif terakhir skala efikasi diri oleh Bandura . yaitu tingkatan, kekuatan dan generality. Analisis pertama menggunakan metode bivariate correlation agar mengetahui hubungan antara satu variabel independent dan satu variabel dependent, yaitu: Ha1 : Ada hubungan antara konflik kerja keluarga dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta Ha2 : Ada hubungan antara efikasi diri dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta Pada menggunakan metode multivariate correlation untuk mengetahui hubungan antara lebih dari satu variabel dependent, yaitu: Ha3 : Ada hubungan antara konflik kerja keluarga dan efikasi diri dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. METODOLOGI Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability sampling dengan populasi sebesar 256 dan sampel 157 Terdapat 3 skala pada penelitian ini, skala pertama kelelahan kerja oleh Maslach dan Leither . yaitu kelelahan emosional . , dan penghargaan diri yang rendah terhadap diri sendiri. Skala kedua konflik kerja keluarga oleh Greenhaus dan Beutell . yaitu konflik yang disebabkan oleh waktu . ime based conflic. , konflik yang disebabkan oleh ketegangan . train based conflic. dan konflik berdasarkan perilaku . ehavior based Hasil dari data analisis selanjutnya dihitung menggunakan bantuan program SPSS 29. 0 untuk dilakukan uji analisis data dengan metode bivariate correlation dan multivariate correlation. Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif TABEL Tabel 1. Tabel Hasil Uji Analisis Korelasi Bivariate dan Multivariate Tabel Hasil Uji Analisis Korelasi Bivariate dan Multivariate Ha1 : Konflik Kerja r = 0,793 Diterima keluarga dengan Kelelahan Kerja p = 0,000 < 0,05 Efikasi Diri r = -0,273 Ha2 : Diterima dengan Kelelahan Kerja p = 0,000 < 0,05 Konflik Kerja Keluarga dan Efikasi Diri dengan Kelelahan Kerja r = 0,808 R = 0,653 p = 0,000 < 0,05 Ha3 : Diterima HASIL DAN PEMBAHASAN Uji berdasarkan hasil pengujian antara konflik kerja keluarga dengan kelelahan kerja diperoleh nilai r = 0,793 dan p = 0. Hal tersebut menunjukkan ada hubungan positif antara konflik kerja keluarga dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Maka (Ho. AuTidak Ada Hubungan Antara Konflik Kerja Keluarga Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Medistra JakartaAy ditolak dan (Ha. AuAda Hubungan Antara Konflik Kerja Keluarga Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Medistra JakartaAy diterima. Uji hipotesis kedua menggunakan bivariate correlation, berdasarkan hasil pengujian antara efikasi diri dengan kelelahan kerja diperoleh nilai r = -0,273 dan p = 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Maka (Ho. AuTidak Ada Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Medistra JakartaAy ditolak dan (Ha. AuAda Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Medistra JakartaAy diterima. Uji hipotesis ketiga variabel dengan menggunakan multivariate correlation antara variabel konflik kerja keluarga dan efikasi diri dengan kelelahan kerja. Berdasarkan hasil ui tersebut, diperoleh nilai R sebesar 0,653 dan p = 0. 000 < 0. Hasil dari uji multivariate correlation menunjukkan bahwa (Ho. AuTidak Ada Hubungan Antara Konflik Kerja Keluarga dan Efikasi Diri Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Medistra JakartaAy ditolak. (Ha. AuAda Hubungan Antara Konflik Kerja Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Medistra JakartaAy diterima. Uji regresi dengan metode Enter maka diperoleh kontribusi konflik kerja keluarga dan efikasi diri dengan kelelahan kerja nilai R2 (R-Squar. 0,653 . ,3%), sementara sisanya . ,7%) sumbangan dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji regresi dengan metode stepwise yang bertujuan mengetahui kontribusi Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif variabel bebas secara simultan, diperoleh R-Square sebesar 0,628 dari variabel konflik kerja keluarga. maka dapat disimpulkan bahwa kontribusi variabel konflik kerja keluarga memberikan kontribusi sebesar 62,8% terhadap kelelahan kerja. antara konflik kerja keluarga dan efikasi diri merupakan faktor penting yang dapat memicu munculnya kelelahan kerja pada perawat wanita yang sudah menikah dan memiliki anak di Rumah Sakit Medistra. DAFTAR PUSTAKA