http://journal. id/index. php/anterior PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU The Role of Principal Leadership in Improving Teacher Performance Sonedi1* Abstrak Tutut Sholihah2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala madrasah di MTsN 1 Model Palangkaraya dalam meningkatkan kinerja guru MTsN 1 Model Palangkaraya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan menitik beratkan sumber data informan yaitu: Kepala madrasah, guru, dan peserta didik untuk mengokohkan keabsahan data yang Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kepala madrasah di MTsN 1 Model Palangka Raya memiliki tipe kepemimpinan demokratis dan sangat berperan dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai edukator, manager, administrator, supervisor, leader, dan motivator dalam meningkatkkan kinerja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di kelas, dan selalu memberdayakan sumberdaya manusia dalam pengambilan keputusan. Kinerja guru di MTsN 1 Model ini, sudah melakukan analisis minggu efektif, prota, prosem, tersedianya silabus media, daftar nilai, dan daftar hadir peserta didik. Kinerja guru mata pelajaran dalam perencanaan pembelajaran sudah dalam kategori baik sekali. Guru sudah disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai Pendidik. Dalam pelaksanaannya untuk meningkatkan kinerja guru, kepala madrasah sudah mengikutkan para guru setiap ada pelatihan-pelatihan sesuai dengan bidang studi. Disamping itu kepala madrasah juga memberikan penghargaan kepada guru, walaupun tidak berupa materi akan tetapi berupa dukungan mental dan pujian untuk terus mengembangkan potensi yang Dihasbi 1Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Palangka Raya. Central Kalimantan. Indonesia 2Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya. Palangka Raya. Central Kalimantan. Indonesia 3Praktisi Pendidikan Palangka Raya. Palangka Raya. Central Kalimantan. Indonesia *email: sonedi. lilik@gmail. Abstract Kata Kunci: Kepala Sekolah Kepemimpinan Kinerja Guru This study aims to determine the leadership of the head of the madrasah at Palangkaraya MTsN 1 in improving the performance of the Palangkaraya 1 MTsN Model teacher. The approach used in this study is a qualitative approach with a case study method. Data collection uses observation, interview and documentation study techniques with emphasis on informant data sources, namely: Head of madrasas, teachers, and students to strengthen the validity of the data obtained. Based on the results of the study that the head of the madrasa in Palangka Raya 1 MTsN Model has a type of democratic leadership and is very instrumental in carrying out its leadership as educator, manager, administrator, supervisor, leader, and motivator in improving performance in planning, implementing and evaluating classroom learning, and always empower human resources in decision making. Teacher performance in MTsN 1 This model, has carried out an effective week analysis, prota, prosem, availability of media syllabus, list of values, and attendance list of students. The performance of subject teachers in learning planning is in a very good category. The teacher has been disciplined in carrying out his duties as an Educator. In its implementation to improve teacher performance, the headmaster of the madrasah has included the teachers every time there are trainings in accordance with the field of study. Besides that the headmaster also gives awards to the teacher, although not in the form of material but in the form of mental support and praise for continuing to develop the potential he has. Keywords: Headmaster Leadership Teacher Performance Accepted October 2018 Published December 2018 PENDAHULUAN Pendidikan membentuk baik atau tidaknya pribadi manusia dalam pembentukan pribadi manusia. Bahkan pendidikan sudah mewarnai perjalanan hidup manusia sejak manusia itu dilahirkan sampai dapat berinteraksi dengan lingkungan Pendidikan kehidupan ini menurut ukuran normatif. Pada sisi lain, pendidikan merupakan proses pemanusiaan menuju lahirnya insan bernilai secara kemanusiaan (Danim. Ki Hajar Dewantara mengemukakan, pendidikan Anterior Jurnal. Volume 18 Issue 1. December 2018. Page 13 Ae 22 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 manusia berbudi luhur, berkepribadian, dan bersusila (Wibowo, berkualitas sebagaimana yang dikemukakan di atas, karakteristik model pengelolaan pendidikan formal yaitu dibutuhkan seorang pemimpin yang selalu menyadari pendidikan formal yang dikelola oleh Kementerian bahwa anggota organisasinya merupakan sumberdaya Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Agama, manusia yang sangat berharga karena dikaruniai otak dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada dan akal pikiran, seorang pemimpin hendaknya selalu Madrasah Tsanawiyah. berupaya menggali, memanfaatkan dan meningkatkan Indonesia Untuk menyiapkan generasi emas bangsa Indonesia, lembaga madrasah dalam setiap jenjangnya di Indonesia Untuk kreatifitas anggotanya untuk mencapai prestasi yang tinggi (Nawawi & Hadari, 2. pada umumnya, dan di Kalimantan Tengah pada Mutu pendidikan akan tercapai apabila komponen yang khususnya mesti terus berbenah, berupaya melakukan inovasi agar dapat beradaptasi dengan perubahan serta memenuhi syarat tertentu. Komponen yang berperan perkembangan jaman modern ini dalam konsep dalam peningkatan mutu pendidikan salah satunya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai adalah tenaga pendidik yang bermutu, yaitu yang mampu jenjang pendidikan di madrasah. Ilmu pengetahuan dan menjawab tantangan-tantangan dengan cepat dan teknologi tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dalam bertanggung jawab. Tenaga pendidik mempunyai peran perilaku sehari-hari untuk meningkatkan tarap hidup yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, dalam berbagai aspek (Ngafifi, 2. Lembaga madrasah keterampilan, dan karakter peserta didik, karena itu harus dengan kesungguhannya melaksanakan tugas serta tenaga pendidik yang profesional akan melaksanakan tugasnya secara profesional sehingga menghasilkan Pendidikan nasional yang diamanatkan dalam Undang- peserta didik yang lebih bermutu. Untuk meningkatkan Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun kualitas dan kinerja mengajar guru, banyak faktor yang mempengaruhinya, di antaranya adalah kepemimpinan AuPendidikan Nasional kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ay Berdasarkan tujuan pendidikan nasional tersebut jelas bahwa yang dikehendaki pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas baik secara kognitif, afektif dan Untuk menciptakan sumber daya yang berkualitas tersebut diperlukan adanya pendidikan yang berkualitas pula, tanpa pendidikan yang berkualitas tidak menutup kemungkinan tujuan pendidikan nasional akan madrasah, karena kepala memiliki signifikansi yang kuat dan terfokus jika secara utuh dan menyeluruh. Keberhasilan memimpin di satuan bagaimana seorang saja tidak terlepas memahami apa yang menjadi dasar utama baginya untuk membawa satuan pendidikan ke arah yang sudah ditetapkan. Salah satu upaya kepala madrasah dalam memajukan madrasah agar berkinerja baik yaitu dengan melakukan pembinaan kepada guru. Pembinaan tersebut dilakukan agar guru melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, efektif dan efisien (Sagala, 2. Belakangan ini makin banyak literatur reformasi pendidikan yang secara konsisten menekankan bahwa Sonedi. Sholihah T. Dihasbi. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru pemimpin yang efektif tidak menerapkan secara Raya menjalankan peran kepemimpinannya dalam langsung, tetapi sangat berpengaruh pada kemampuan meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas madrasah untuk meningkatkan mutu implementasi yang meliputi kinerja guru di bidang perencanaan, program-program dan keberhasilan akademik peserta pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Sementara aktivitas belajar peserta didik di madrasah semakin diterima sebagai menempati posisi Aupertama, terakhir, dan selaluAy tergantung pada kualitas Ini kepemimpinan dalam menentukan kinerja guru dan mutu pengajaran di kelas (Danim, 2. Kepala madrasah MTsN 1 Model Palangka Raya, keteladanan, dan pengawasan kepada guru dalam meningkatkan kinerjanya agar guru di madrasah memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap sehingga pembelajaran di kelas dapat berjalan sesuai prosedur Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti Disamping itu untuk meningkatkan menemukan bahwa kondisi sumber daya madrasah yang kemampuan profeisonal guru dalam menjalankan heterogen, terdiri dari perbedaan suku, bahasa, warna tugasnya kepala madrasah di MTsN 1 Model Palangka kulit, jenis kelamin, perbedaan usia, dan latar belakang Raya, mengikutsertakan guru dalam kegiatan workshop, pendidikan yang berbeda merupakan sebuah tantangan seminar, dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dalam memimpin. Kondisi tersebut sudah menjadi hukum alam di manapun kepemimpinan itu berada. berkontribusi terhadap peningkatan kinerjanya dalam Kepala madrasah/madrasah sebagai tokoh sentral yang memberikan pendidikan dan pembelajaran di kelas. bertanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan di madrasah, peneliti melihat kepala madrasah di MTsN 1 Model Palangka Raya datang lebih awal di madrasah madrasah sebelum pembelajaran dan aktivitas lainnya di Pada waktu luang, kepala madrasah lebih jarang berada di ruang kerjanya. Untuk upaya meningkatkan kemajuan madrasah, beliau selalu menempatkan diri sebagai bagian dari kelompok warga madrasah dengan memusatkan perhatiannya untuk berkumpul, bercanda, bercerita dan berdiskusi secara kelompok ataupun Berdasarkan hal tersebut ada banyak capaian yang telah dilakukan kepala madrasah antara lain tingkat kelulusan pada MTsN 1 Model tersebut dalam kurun waktu tiga tahun terturut-turut meluluskan peserta didiknya 100%. Kondisi pembelajaran di MTsN 1 Model Palangka Raya dapat berjalan dengan efektif dan efisien dalam aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di kelas, hal tersebut karena adanya peran kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MTsN Model Palangka Raya. Konsep MTsN 1 Model Palangka Raya merupakan madrasah mendefinisikan istilah kepemimpinan . secara yang berprestasi di Kalimantan Tengah, baik di bidang tepat bukanlah hal yang mudah sampai-sampai Grenberg akademik maupun non akademik. Prestasi tersebut di dan Baron memandang kepemimpinan serupa dengan raih dari berbagai event, baik di tingkat kota Palangka cinta, dalam artian banyak orang yang meyakini bahwa ia Raya, bahkan di tingkat nasional. Keunggulan prestasi yang dimiliki MTsN 1 Model Palangka Raya sebagai menemukan kesulitan ketika mendefinisikannya. Davis & kontribusi dari peran kepemimpinan kepala madrasah. Thomas . memberikan saran kepala madrasah Berkaitan dengan keunggulan madrasah di bidang hendaknya peduli dan berurusan dengan nilai-nilai dan akademik, kepala madrasah di MTsN 1 Model Palangka harapan-harapan yang selalu bersaing dan disertai Anterior Jurnal. Volume 18 Issue 1. December 2018. Page 13 Ae 22 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 dengan keterbatasan sekolah dalam ruang, staf, dana, menjelaskan AuInstructional leadership means those action perlengkapan, dan bahan. that a principal takes, or delegates to other, to promote Proses pendidikan di suatu sekolah/madrasah banyak ditentukan oleh gaya kepemimpinan kepala madrasah, sebab kepala sekolah/madrasah adalah orang yang paling bertanggung jawab atas segala sesuatunya yang sudah, sedang dan yang akan terjadi di sekolah tersebut. Gaya kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan learningAy. Selanjutnya Greenfield (Davis & Thomas, 1. menyatakan AuInstructional leadership as action undertaken wits the intention of developing a productive and satisfying working environment for teacher and desirable learning conditions and outcomes for children, adding that suet leadership is effective to the extent these broad purposes are achievedAy. agar sasaran organisasi tercapai atau dapat pula Dari uraiaan di atas, tampak jelas bahwa kepemimpinan dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola pendidikan itu berlangsung dan terjadi melalui aktivitas- aktivitas, baik yang dilakukan oleh kepala madrasah diterapkan oleh serang pemimpin (Rivai & Mulyadi, maupun oleh para guru dan staf administrasi. Menurut Kepala sekolah/madrasah sebagai manajer Sergiovanni pendidikan adalah merupakan aplikasi dari fungsi development, supervision and evaluation, and student manajemen yang ditangan pemimpin organisasi. Kutipan discipline are examples of task areas that might come to ini menjelaskan bahwa tugas kepala sekolah sebagai mindAy. seorang manajer dan administrator pendidikan itu pengawasan dan evaluasi, dan disiplin peserta didik sebenarnya mencakup fungsi-fungsi pokok manajemen, adalah contoh dari wilayah tugas yang dilakukan dari pemikiran kepala sekolah. Memperhatikan berbagai (Suyanto, 2. Kurikulum AuCurriculum kegiatan kepala sekolah/madrasah menurut pendapat tersebut, terlihat bahwa tugas kepala sekolah/madrasah Berdasarkan landasan teori di atas, maka dapat . , memimpin sebuah organisasi persekolahan adalah merupakan bagian dari kompetensi manajerial dimana sebagai manajer pendidikan. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara tugas-tugas manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah merupakan bagian dari kompetensi manajerial. kepala sekolah/madrasah dalam menjalankan tugasnya Pendapat lain dari Davis & Thomas . Aueffective mempengaruhi dan membimbing guru-guru melakukan principals have a strong vision of what their schools can be, kegiatan mendidik dan mengajar serta kegiatan lainnya and they encourage all staff to work towerd realizing that di madrasah yang bertujuan meningkatkan mutu visionAy. Dengan demikian sebuah visi memiliki gambaran yang jelas, menawarkan suatu cara yang inovatif untuk kompetensi manajerial pekerjaannya lebih terfokus pada memperbaiki, mendorong adanya tindakan-tindakan perhatian kepala sekolah terhadap proses pembelajaran, yang mungkin dilakukan untuk mewujudkan perubahan dan hasil belajar yang dicapai peserta didik, hal ini yang lebih baik. Hasil penelitian dari Simanjuntak . sekaligus merefleksikan keberhasilan kerja kepala menyatakan bahwa pemimpin sangat berperan dalam sekolah/madrasah dan guru-guru. menciptakan komitmen dan tujuan pendidikan. Fullan Karena Konsep kepemimpinan pengajaran juga bagian dari aplikasi kompetensi manajerial dalam melaksanakan tugas seorang kepala sekolah/madrasah. De Bevoise . mengemukakan bahwa kepala sekolah terbukti mempengaruhi implementasi, pemeliharaan, perubahan, dan berkorelasi dengan mutu lulusan peserta didik. Sonedi. Sholihah T. Dihasbi. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Demikian juga yang dikemukakan oleh Dunkin . dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa variabel pokok yang mempengaruhi hasil belajar atau mutu mengembangkan seluruh aktivitas di sekolah yang lulusan yaitu kompetensi kepemimpinan kepala sekolah dipimpinnya, maka aktivitas guru berlangsung baik dan dalam proses belajar mengajar, potensi pendidik dan berdampak positif terhadap hasil kerja guru di sekolah potensi peserta didik. Suryadi & Tilaar . (Suwarni, 2. menyatakan bahwa kompetensi pemimpin madrasah atau lembaga pendidikan merupakan faktor utama untuk menentukan mutu lulusan yang baik. METODOLOGI Pengamatan mendalam dalam latar penelitian dan situasi Hasil penelitian Moedjiarto . menyebutkan yang wajar, yang dikenal sebagai pendekatan kualitatif kepemimpinan kepala sekolah pada SMA Swasta di atau naturalistik, dimana situasi akan tetap bersifat Surabaya yang tergolong unggul ternyata dinilai cukup natural, alamiah, wajar dan tidak ada tindakan baik dalam arti kepala sekolah mempunyai pemahaman manipulasi, pengaturan ataupun eksperimen (Bogdan & Biklen, 2. Penelitian ini menggunakan rancangan melaksanakan kontrol terhadap peserta didik dan studi kasus, hal ini sesuai dengan pernyataan Yin . proses pembelajaran terutama tugas para gurunya. memberikan batasan yang lebih bersifat teknis dengan Lebih lanjut Moedjiarto menyatakan keefektifan guru penekanan pada ciri-cirinya yaitu studi kasus adalah merupakan salah satu karakteristik yang berpengaruh suatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di pada prestasi belajar peserta didik di sekolah. dalam konteks kehidupan nyata, bilamana: batasan- Temuan Hackman & Oldman yang dirujuk Sergiovanni batasan antara fenomena dan konteks tidak tampak . menyatakan bahwa guru-guru yang diberi dengan tegas, dan di mana: multisumber bukti petunjuk tentang teknik pelaksanaan pekerjaan secara jelas dan wajar akan terdorong untuk meningkatkan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang kualitas dan kemampuan kerjanya. Dengan demikian, menjadi alat utama adalah manusia . uman too. artinya keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan peneliti sendiri sebagai instrumen . ey instrumen. tidak saja dipengaruhi oleh kinerja guru, namun ikut (Bogdan & Biklen, 2. Kehadiran peneliti di lokasi berperan pula faktor kompetensi kepala sekolah dalam penelitian untuk meningkatkan intensitas peneliti berinteraksi dengan sumber data guna mendapatkan pembelajaran yang kondusif. Blumberg & Greenfield informasi yang lebih valid dan abash tentang fokus . dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa salah satu karakteristik kepala sekolah yang efektif adalah Tsanawiyah Negeri 1 Palangka Raya. Alasan dipilihnya kepala sekolah yang mempunyai harapan tinggi terhadap Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Palangka Raya sebagai prestasi peserta didik dan unjuk kerja guru. Agar dapat tempat penelitian didasarkan pada keunikan, menarik merealisasikan harapan tersebut kepala sekolah harus dan merupakan salah satu madrasah negeri terbaik yang mampu mengoptomalkan sumberdaya di sekolah menjadi pilihan utama orang tua untuk menyekolahkan anaknya setelah menamatkan madrasah dasar sederajat. Keterampilan manajerial kepala sekolah memberikan yang ada di Kota Palangka Raya yang menjadi konstribusi yang signifikan terhadap kinerja guru dalam tanggungjawab pengawasannya di bawah Kementrian mengajar SMU baik Negeri dan Swasta. Lebih lanjut jika Agama Kota Palangkaraya. Penelitian Madrasah Anterior Jurnal. Volume 18 Issue 1. December 2018. Page 13 Ae 22 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Mardjiin Syam dalam Yaqin . mendefinisikan purposive sampling atau sampel bertujuan yaitu kepala kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan guna madrasah, wakil kepala madrasah, guru dan peserta mempengaruhi serta menggiatkan orang, dalam usaha Teknik pengumpulan data yang sesuai dan relevan bersama untuk mencapai tujuan, atau dengan definisi dengan fokus dan tujuan penelitian, maka dilakukakan dengan menggunakan tiga teknik yaitu wawancara mendalam . n-depth interviewin. , observasi partisipasi terorganisasi dalam organisasi formal guna mencapai . articipant observatio. , dan Studi Dokumen (Bogdan & tujuan yang telah ditetapkan. Fungsinya sebagai Biklen, 2. Teknik analisis data dalam penelitian ini manager kepala MTsN 1 Model Palangka Raya mampu menggunakan analisis deskriptif berdasarkan hasil penelitian dengan prosedur analisis data yang digunakan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan yang dalam penelitian ini adalah reduksi data, data yang ada dalam institusi pendidikan yang dipimpinnya untuk terdapat dalam penelitian ini akan direduksi, agar tidak meningkatkan kinerjanya sebagai pengajar atau pendidik bertumpuk-tumpuk bagi para peserta didik. Sebagai pemimpin AuleaderAy kepala madrasah menggerakkan, seluruh menyimpulkannya, penyajian data, adalah sekumpulan sumber daya yang ada di madrasah untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas dan kesimpulan dan penyajian data berbentuk teks naratif diubah menjadi bentuk jenis matriks, grafiks, jaringan dan bagan. Semua dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam bentuk yang padu dan mudah diraih sehingga peneliti dapat mengetahui apa yang terjadi untuk menarik kesimpulan. Kesimpulan data awal berwujud kata-kata dan tingkah laku informan penelitian yang terkait dengan kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru, diperoleh melalui observasi dan wawancara seluruh dokumen, selanjutnya reduksi dan disimpulkan (Salim & Syahrum, 2. fungsinya masing-masing. Berdasarkan temuan penelitian, kepala madrasah di MTsN Model Palangka Raya kepemimpinan antara lain telah mendelegasikan tugas, tanggung jawab dan kewenangan kepada bawahan sesuai juknis, selalu menjunjung tinggi prinsip persamaan hak dan persamaan kewajiban semama warga madrasah, berupaya membangun budaya madrasah yang harmonis, toleran, berkeadilan, tidak pilih kasih kepada rekan kerja, transfaran, saling terbuka terhadap semua persoalan dengan musyawarah mufakat agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial pada kelompok kerja, selalu menempatkan diri sebagai bagian dari kelompok HASIL DAN PEMBAHASAN warga madrasah, dapat menyesuaikan kepentingan Kepala madrasah merupakan jabatan karir yang diperoleh seseorang setelah sekian lama menjabat Seseorang dipercayakan menduduki jabatan kepala madrasah harus memenuhi kriteria-kriteria yang diisyaratkan untuk jabatan tersebut. Jabatan kepala madrasah merupakan orang-orang yang mampu memimpin madrasah dan professional dalam bidang pendidikan. ataupun tujuan Madrasah dengan kepentingan bawahan ataupun pribadinya, memberikan kesempatan agar dewan guru lebih berkembang karirnya seperti memberikan kesempatan untuk kuliah S2 dan mengikuti pelatihan-pelatihan, dan memberikan kesempatan untuk memberikan masukan atau saran yang sangat penting dan bersifat membangun untuk terwujudnya visi misi MTsN 1 Model sehingga dipercaya masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Sonedi. Sholihah T. Dihasbi. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Kepala madrasah dalam mewujutkan hal tersebut harus Davis dan Thomas mengatakan bahwa sebuah visi memiliki gambaran yang jelas, menawarkan suatu cara keterampilan organisasi. Wujud nyata dari keterampilan yang inovatif untuk memperbaiki, mendorong adanya tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan untuk merumuskan visi dan misi madrasah yang selanjutnya mewujudkan perubahan yang lebih baik. Dalam dijabarkan dalam sebuah program pendidikan yang fungsinya sebagai organisator kepala MTsN 1 Model Palangka Raya tetap sebuah rangka organisasi yang tersusun dalam sebuah program pendidikan yang rapi dan sistematis. Kedua kepala madrasah ketrampilan manusiawi, yaitu keterampilan untuk dianggap efektif, melihat guru-guru sebagai sosok bekerjasama, memotivasi dan memimpin. Dan yang manusia yang menjadi figur bagi peserta didik, metode ketiga keterampilan teknik, yaitu keterampilan dalam ini bukan hanya dalam organisasi saja, namun dalam menggunakan pengetahuan, metode, teknik, serta intervensinya sebagai top leader kepada perencanaan dan sekaligus general kontrol kepada bawahan. Kepemimpinan melalui perintah secara secara langsung Kepala Madrasah melaksanakan fungsi yang diterapkan dalam kegiatankegiatan madrasah yang dipegang antara lain membuat rencana atau program tahunan, menyusun organisasi Pertama, rupa dalam tugas-tugas kiranya sangat bermanfaat bagi kepala MTsN 1 Model Palangka Raya untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pemimpin yang lebih baik dan lebih berhati-hati agar mampu meningkatkan kinerja guru dan karyawan serta juga meningkatkan prestasi peserta didik secara optimal yang sebagian dari tujuan pendidikan (Djunaidi, 2. Dalam program tahunan yang dibuat Selanjutnya berkaitan dengan kinerja guru MTsN 1 kepala MTsN 1 Model Palangka Raya meliputi program Model Palangka Raya. Guru merupakan komponen pengajaran, kepeserta didikan, kepegawaian, keuangan, paling menentukan dalam sistem pendidikan secara dan kelengkapan sarana dan prasarana madrasah. Kepala keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama, dan utama. Dalam kaitanya dengan kinerja sebagai supervisor dan penghargaan guru, di MTsN 1 Model Palangka Raya para guru di sana berprestasi, walaupun sekedar dengan ucapan yang sudah melakukan kerja yang cukup baik, ini bisa dapat memberi semangat kepada para guru untuk dilihat: . Dalam proses belajar mengajar guru sudah mengikuti standar pendidikan yang saat ini digunakan menjalankan tugasnya dengan baik, seorang kepala yaitu menggunakan kurikulum 2013. Guru sudah madrasah harus ketrampilan-ketrampilan disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. tidak saja dibidang administrasi saja, melainkan juga . Guru juga sudah memberikan motivasi kepada para peserta didik untuk lebih giat belajar. Guru sebagai para guru dalam melakukan kerja. Untuk mampu memberi pendidik dalam menjalankan tugasnya tidak selamanya dorongan kepada guru, tenaga-tenaga kependidikan, berjalan dengan lancar, di MTsN 1 Model Palangka Raya serta para peserta didik untuk masih ada beberapa kelemahan guru dalam proses sehingga peserta didik dapat memperoleh prestasi pembelajaran antara lain: . Tidak semua guru dengan baik dan keberhasilan madrasahpun juga akan meningkat dengan cepat. Masih ada beberapa guru yang belum Anterior Jurnal. Volume 18 Issue 1. December 2018. Page 13 Ae 22 Kepemimpinan kepala madrasah dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru adalah segala upaya Dengan demikian, untuk memperoleh yang dilakukan dan hasil yang dapat dicapai oleh kepala predikat kinerja guru dengan baik. Banyak hal yang madrasah dalam mengimplementasikan manajemen harus dilakukan dan diperlihatkan guru dalam kegiatan sumber daya pengajar di madrasah dalam mewujudkan proses pembelajaran, baik pekerjaan yang sifatnya tertulis maupun yang tidak tertulis. Sehingga sebagai kedudukan dan fungsi guru harus bisa memahami akan tugasnya sebagai mendorong bawahannya agar tugas dan kegiatan di pengelola pembelajaran, melaksanakannya, dan berhasil madrasah dapat berjalan dengan baik, efektif dan dalam mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik sangat ditentukan oleh konsekuensi perencanaan, mengatur pelaksanaan, mengendalikan dalam memilih strategi mengajar. kepentingan-kepentingan p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Guru di dalam kelas tidak hanya menyampaikan saja, tetapi guru juga memberi motivasi kepada para peserta didik. Di MTsN 1 Model Palangka Raya ini para guru kepada para peserta didik. Sebagai Kepala dialah yang tugas-tugas, menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dari kepala madrasah tersebut. Namun demikian, dilingkungan madrasah juga terdapat tuntutan agar kepala madrasah juga mampu serta mampu memobilisasi partisipasi masyarakat. berprestasi maupun yang sudah berprestasi. Tetapi di Kepala MTsN 1 Model Palangka Raya juga melakukan sini yang lebih diperhatikan lagi kepada para peserta hal yang sama, beliau menjadi motor penggerak dalam didik yang kurang mampu dalam belajar, para peserta meningkatkan kinerja guru. Dalam melaksanakan tugas didik yang kurang mampu ini diberi motivasi dan dorongan agar selalu giat belajar. Karena dengan adanya motivasi dari guru para peserta didik akan lebih mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di merasa diperhatikan. lingkungan kerjanya masing-masing. Kegagalan dan Temuan ketiga adalah kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MTsN 1 Model Palangka Raya. Kepemimpinan segenap kegiatan dalam usaha mempengaruhi orang kepala madrasah masing-masing keberhasilan madrasah banyak ditentukan oleh kepala pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh madrasah menuju tujuannya. lain yang ada dilingkungan pendidikan pada situasi Hal tersebut sejalan dengan temuan Hackman dan tertentu agar orang lain melalui kerja sama mau Oldman yang dirujuk Sergiovanni . menyatakan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas bahwa guru-guru yang diberi petunjuk tentang teknik pelaksanaan pekerjaan secara jelas dan wajar akan Kepala madrasah kebijakan madrasah, yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan madrasah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Di samping itu kepala madrasah juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja guru dan prestasi peserta didik. kemampuan kerjanya. Dengan demikian, keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan tidak saja dipengaruhi oleh kinerja guru, namun ikut berperan pula faktor kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen serta dalam menciptakan suasana pembelajaran yang Sonedi. Sholihah T. Dihasbi. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Blumberg & Greenfield . dalam penelitiannya program kerja. Selain itu juga adanya pembinaan kepada mengungkapkan bahwa salah satu karakteristik kepala para guru ini dilakukan setiap satu bulan sekali. sekolah yang efektif adalah kepala sekolah yang mempunyai harapan tinggi terhadap prestasi siswa dan unjuk kerja guru. Agar dapat merealisasikan harapan mengoptomalkan sumberdaya di sekolah dengan menjalankan kompetensi manajerial. Kepala madrasah merupakan komponen yang sangat penting dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan, dalam kaitannya dengan peningkatan kerja guru, kepala madrasah bertanggung jawab mengarahkan apa yang baik untuk anggotanya sedangkan sendiri harus berbuat baik. Kepala madrasah harus Upaya atau kiat-kiat lain yang dilakukan kepala MTsN 1 menjadi contoh, sabar dan penuh pengertian. Model Palangka Raya dalam meningkatkan kerja guru antara lain dengan: . Memberikan dorongan timbulnya kemauan yang kuat kepada guru agar percaya diri KESIMPULAN Kepala madrasah di MTsN 1 Model Palangka Raya Memberi bimbingan, pengarahan dan dorongan untuk memiliki tipe kepemimpinan demokratis dan sangat berdiri di depan demi kemajuan dan memberikan berperan dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai inspirasi madrasah dalam mencapai tujuan. Membujuk edukator, manager, administrator, supervisor, leader, inivator dan motivator dalam meningkatkkan kinerja dan semangat mengerjakan tugasnya. Menghindari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa atau bertindak keras pembelajaran di kelas. dalam memberikan tugas kepada para guru. Kinerja guru di MTsN 1 Model ini, sudah melakukan Kepala MTsN 1 Model Palangka Raya juga memberikan analisis minggu efektif, prota, prosem, tersedianya pelatihan bagi para guru silabus media, daftar nilai, dan daftar hadir peserta didik. sertakan guru dalam berbagai pelatihan sesuai dengan Kinerja guru mata pelajaran dalam perencanaan bidangnya masing-masing. Selain itu salah satu tugas pembelajaran sudah dalam kategori baik sekali. Guru kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru sudah disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai adalah sebagai supervisor. Kinerja kepala madrasah Pendidik. Dalam pelaksanaannya untuk meningkatkan kinerja guru, kepala madrasah sudah mengikutkan para pengendalian untuk menuntut kemampuan guru setiap ada pelatihan-pelatihan sesuai dengan bidang Disamping itu kepala madrasah juga memberikan Kegiatan supervisor kepala MTsN 1 kepada guru, walaupun tidak berupa Model Palangka Raya kepada guru dilakukan secara materi akan tetapi berupa dukungan mental dan pujian langsung maupun tidak langsung. Program ini selalu untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya. dijalankan oleh kepala madrasah mengingat pentingnya peningkatan profesionalisme tenaga dan pengembangan akademik. Untuk kinerja guru apakah sudah berjalan dengan baik atau tidak, kepala MTsN 1 Model Palangka Raya melakukan evaluasi setiap satu semester sekali, dan pada akhir ada evaluasi REFERENSI