Jurnal Farmasi SYIFA Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-5. Februari 2023 Homepage: https://wpcpublisher. com/jurnal/index. php/JFS HUBUNGAN PEMBERIAN KIE TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PASIEN DALAM PEMBELIAN OBAT DI APOTEK AWET MUDA Relationship Between The Provision of Communication. Information, and Education (KIE) on Patient Decision Making in Purchasing Drugs at Apotek Awet Muda. Gerung Lelie Amalia Tusshaleha1*. Ninin Wulandari2. Eka Septiani3 Fakultas Kesehatan. Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu *Corresponding author: lelieamalia90@gmail. Info Artikel Diterima: 23 Januari 2023 Direvisi: 02 Februari 2023 Dipublikasikan: 03 Februari 2023 This is an open access article under the CC BY-NC 0 license. ABSTRAK Pendahuluan. Salah satu langkah penting guna menunjang dan menyadarkan masyarakat tentang obat Ae obatan baik obat paten, obat generik bermerek dan obat generik berlogo yaitu melalui Komunikasi. Informasi dan Edukasi ( KIE). Pada prinsipnya KIE merupakan suatu metode untuk membantu pengambilan keputusan dalam pembelian obat. Diharapkan melalui Komunikasi. Informasi dan Edukasi (KIE) dapat meningkatkan pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan dari obat paten, obat generik bermerek, dan obat generik berlogo. Tujuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan pemberian Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap pengambilan keputusan pasien dalam pembelian obat di Apotek Awet Muda Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode. Penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen design tanpa pembanding, dengan populasi berjumlah 630 orang dan pengambilan sampel dengan metode non probability sampling menggunakan accidental sampling. Teknik analisa data dengan menggunakan analisa data univariate dan bivariate dengan taraf signifikan 95% (< 0,. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian Komunikasi. Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap pengambilan keputusan pembelian obat dengan nilai P = 0,000 O 0,05 di Apotek Awet Muda tahun 2022. Simpulan. Pemberian KIE kepada pasien dapat mempengaruhi keputusan pasien membeli Kata Kunci: Pemberian Komunikasi. Informasi dan Edukasi (KIE). Keputusan Pembelian Obat. ABSTRACT Introduction. One of the important steps to support and educate the public about medicines, both patented drugs, branded generic drugs and generic drugs with logos, is through Communication. Information and Education (IEC). In principle. KIE is a method to assist decision making in purchasing drugs. It is hoped that through Communication. Information and Education (KIE) can increase knowledge about the similarities and differences of patent drugs, branded generic drugs, and generic drugs with logos. Objectives. The purpose of this study was to determine the relationship between the provision of Communication. Information, and Education (KIE) on patient decision making in purchasing drugs at Apotek AwetMuda. Gerung District. West Lombok Regency. Methods. This study uses a quasy experimental design without a comparison, with a population of 630 people and sampling with non-probability sampling method using accidental sampling. The data analysis technique used univariate and bivariate data analysis with a significant level of 95% (< 0. Results. The results of this study indicate that there is a significant influence between the provision of Communication. Information and Education (KIE) on drug purchasing decisions with a P value = 0. 05 at ApotekAwetMuda in 2022. Conclusions. Providing KIE to patients can influence the patient's decision to buy drugs. Keywords: Providing Communication. Information and Education (KIE). Drug Purchase Decision. Jurnal Farmasi SYIFA PENDAHULUAN Usaha jasa pelayanan Apotek pada sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Fenomena usaha jasa pelayanan Apotek tidak hanya terjadi di kota saja,melainkan telah merambah di daerah-daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat. Salah satu contoh di daerah gerung,dimana daerah ini menjadi incaran bagi para pelaku bisnis. Hal ini dikarenakan tingkat kepadatan penduduk di daerah gerung semakin meningkat dan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan sudah cukup tinggi. Upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum memutuskan mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan atau petugas kesehatan adalah Swamedikasi. Swamedikasi atau Pengobatan mandiri adalah kegiatan atau tindakan mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep secara tepat dan bertanggung jawab (Rasiona. Obat yang digunakan dalam Swamedikasi adalah obat tanpa resep (OTR) (Bahem,2. Di Indonesia yang termasuk OTR meliputi obat wajib apotek (OWA) atau obat keras yang dapat diserahkan oleh apoteker kepada pasien di apotek tanpa resep dokter,obat bebas terbatas . bat yang akan aman dan manjur apabila digunakan sesuai petunjuk penggunaan dan peringatan yang terdapat pada labe. ,dan obat bebas . bat yang relatif aman digunakan tanpa pengawasa. (Arenata, 2. Masyarakat sebagai konsumen memiliki penilaian yang beragam terhadap penggunaan obat. Kebiasaan konsumen dalam membeli obat sering kali hanya terpaku pada merek,jenis,kemasan,dan bentuk sediaan obat yang biasa mereka konsumsi. Dengan banyaknya merek dagang obat membuat masyarakat terkadang ragu atau bahkan tidak percaya jika obat mereka digantikan bahkan dengan merek yang memiliki kandungan yang sama dengan obat yang mereka cari (Gea, 2. Keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 pembeli (Sholiha,S. et al ,2. Oleh karena itu. Komunikasi. Informasi,dan Edukasi (KIE) dalam program kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kepedulian dan mengubah sikap untuk menghasilkan sebuah perubahan perilaku yang spesifik, dengan berbagai informasi dan ide melalui cara-cara yang dapat diterima oleh komunitas,dan menggunakan saluran,metode maupun pesan yang tepat (Aisah et al. , 2. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasy eksperimen design dengan pendekatan One Group Pre Test-Post Test yang hanya menggunakan kelompok eksperimen saja, tanpa kelompok control . Pengujian pertama . re tes. yang memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen . Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling sehingga jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi (Suherman dan Febrina,2. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan media leaflet. Kuisioner yang dibagikan kepada responden untuk mengetahui perubahan keputusan pembelian obat sebelum dan setelah edukasi menggunakan media leaflet. Kuesioner yang digunakan berisi 15 item pertanyaan yang telah valid dan reliabel. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat yaitu analisis yang dilakukan untuk menyampaikan masing-masing variabel dependen dan indevenden, bivariat menggunakan uji Wilcoxon untuk menjelaskan hubungan antara 2 HASIL Karakteristik Sosio Demografi Responden Pada penelitian ini karakteristik sosio demografi responden diuraikan berdasarkan umur, pekerjaan, dan pendidikan adalah sebagai berikut. Jurnal Farmasi SYIFA Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Analisis Sosio Demografi Responden Karakteristik Responden Umur (Tahu. Jumlah Responden Pekerjaan PNS IRT PEGAWAI SWASTA WIRASWASTA Jumlah Responden Pendidikan SMP SMA/SEDERAJAT SARJANA Jumlah Responden Tingkat Pengetahuan Sebelum Diberikan Intervensi Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa dari 15 pertanyaan yang disiapkan untuk mengukur Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media Leaflet dilakukan, ada 1 pertanyaan dengan jawaban yang cukup . %) adalah pertanyaan P1. Sebaliknya ada 14 pertanyaan yang mendapat nilai kurang (<56%) yaitu pertanyaan P2. P3. P4. P5. P6. Jumlah Persentase (%) P7. P8. P9. P10. P11,P12. P13. P14. P15 dan dengan demikian total skor dari 86 responden yang diukur sebelum dilakukan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media Leaflet adalah Total skor maksimal jika semua responden menjawab dengan tepat adalah 1. Maka tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan Komunikasi,Informasi,dan Edukasi (KIE) dengan media Leaflet tergolong kurang, yaitu . /1. = 44,8%. Tabel 2. Distribusi tingkat pengetahuan sebelum diberikan Komunikasi,Informasi,dan Edukasi (KIE) dengan Media Leaflet Item Pertanyaan P10 P11 P12 P13 P14 P15 Jumlah Skor Jawaban yang Sesuai Skor Jawaban yang Ideal: (Skor tertinggi x banyak pertanyaan x banyak sampe. = Jawaban Tepat Tidak tepat Persentase Jurnal Farmasi SYIFA Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 Hasil Keputusan Pembelian Obat Sebelum dan Sesudah Diberikan Komunikasi. Informasi. Dan Edukasi (KIE) dengan Media Leaflet Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa sebelum mendapat KIE jumlah responden yang tidak setuju untuk digantikan obatnya dengan merek berbeda sebanyak 86 responden . %) dan yang setuju sebanyak 0 responden . %), setelah diberikan KIE jumlah responden yang tidak setuju untuk digantikan obatnya dengan merek berbeda menurun menjadi 32 responden . %) dan yang setuju meningkat menjadi 54 responden . %). Tabel 3. Distribusi Hasil Keputusan Pembelian obat sebelum dan sesudah diberikan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan Media Leaflet Pengambilan Tidak setuju Setuju Jumlah Sebelum Sesudah Hubungan KIE Media Leaflet dengan Keputusan Pembelian Obat Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil uji Wilcoxon menunjukkan . (=0,. (=0,. Artinya ada pengaruh Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media Leaflet untuk merubah pengambilan keputusan Pembelian Obat di Apotek Awet Muda Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Hasil uji Wilcoxon Rangking negatif Rangking positif Ties Total 0,000 PEMBAHASAN Pengetahuan adalah hasil dari tahu,dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni: Indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan Pengetahuan atau kognitif menupakan domain terpenting untuk terbentuknya tindakan seseorang (Undarti,Z. et al 2. Berdasarkan tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media leaflet tergolong kurang . ,8%). Nilai ini diperoleh berdasarkan total skor jawaban responden terhadap kuesioner tingkat pengetahuan yang diberikan, dimana total skor jawaban responden sebanyak 578 dari total skor maksimal sebanyak 1. Tingkat pengetahuan kurang responden disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh responden terhadap obat paten, obat generik bermerek dan obat generik berlogo. Pengukuran keputusan sebelum dan sesudah Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media leaflet, maka hasil analisis tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 86 responden pengambilan keputusan pembelian obat sebelum Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media leaflet dilakukan, jumlah responden yang tidak setuju obatnya digantikan dengan merek berbeda sebanyak 86 responden . %), sedangkan responden yang setuju untuk digantikan obatnya dengan merek yang berbeda sebanyak 0 responden . %). Setelah dilakukan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan media Leaflet terjadi peningkatan pengambilan keputusan. responden yang tidak setuju digantikan obatnya dengan merek berbeda menurun menjadi 32 responden . %) dan jumlah responden yang setuju obatnya digantikan merek yang berbeda meningkat menjadi 54 responden . %). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p=0,000 O 0,05, artinya secara statistik menunjukkan terdapat Hubungan pengambilan keputusan pembelian obat pada pretest dan postest dengan media leaflet. Pemberian informasi dalam bentuk leaflet ternyata mampu merubah pengambilan keputusan Pembelian obat. Hal ini sesuai dengan penelitian Rahimah . yang membuktikan bahwa ada pengaruh pengambilan keputusan PUS dalam memilih alat kontrasepsi pada pretest dan postest dengan media leaflet. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh pengambilan keputusan pembelian obat setelah dilakukan intervensi media leaflet, hal ini disebabkan karena sebelum intervensi responden belum memahami secara benar tentang persamaan dan perbedaan obat paten, obat generik bermerek. Jurnal Farmasi SYIFA dan obat generik berlogo yang bisa kita lihat berdasarkan hasil jawaban dari tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) dan hasil jawaban keputusan pembelian obat. Sebagian responden mengatakan alasannya tetap memilih obat dengan merek yang biasa mereka konsumsi dikarenakan merasa cocok dengan obat tersebut, obat dengan merek berbeda memiliki indikasi yang berbeda,serta obat dengan merek yang berbeda akan memiliki dosis yang berbeda juga. Media promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran sehingga sasaran mau dan mampu mengubah perilaku sesuai dengan pesan leaflet. Sumber media leaflet dapat bertujuan untuk mengubah sikap melalui penyebaran informasi dan upaya memengaruhi motivasi, sikap dan Media Leaflet yang digunakan dalam penelitian ini dikemas dengan rancangan tulisan,gambar, dan warna yang menarik. Berisi penjelasan tentang obat paten, obat generik bermerek, dan obat generik berlogo yang menggunakan penjelasan dengan gambar yang mudah di pahami responden,sehingga responden mudah memahami topik yang diberikan. Peningkatan disebabkan karena semua responden tertarik dan menunjukkan minat serta perhatian ketika mengikuti intervensi media leaflet dengan alasan materi intervensi yang dipelajari sesuai kebutuhan dengan harapan dapat bermanfaat bagi diri responden untuk menambah pengetahuan tentang obat paten,obat generik bermerek,dan obat generik Seseorang dapat mengikuti proses belajar dengan lebih baik apabila kegiatan belajar tersebut sesuai dengan kebutuhan sasaran dan akan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sasaran Hal tersebut diatas menyebabkan responden lebih termotivasi untuk belajar sehingga lebih meningkatkan pengetahuan dan cenderung untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya (Rahimah, 2. SIMPULAN Berdasarkan disimpulkan bahwa Hasil uji Wilcoxon Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 menunjukkan besar nilai signifikansi . sebesar Nilai signifikasin yang O 0,05 Hubungan signifikan antara variabel pemberian Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) media Leaflet dengan keputusan pembelian obat di Apotek Awet Muda Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. REFERENSI