Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 5. No 1. Januari 2024 PUASA KAJIAN EKSEGETIS MENURUT KITAB ZAKHARIA 7 : 1 Ae 14 DAN RELEVANSINYA BAGI TINDAKAN DIAKONIA GEREJA Kristensia Notanubun STFT GKI I. S Kijne jayapura tettykristensia@gmail. Ayub Wahyu Setiawan STFT GKI I. S Kijne jayapura ayubwahyu35@gmail. ABSTRAK Zakharia 7:1-14 merupakan salah satu bagian dalam Akitab yang berbicara mengenai praktik puasa yang biasa dilakukan oleh orang-orang Israel saat itu sekaligus yang memuat kritik TUHAN terhadapnya. Pada bagian ini TUHAN mengawali teguran-Nya kepada mereka dengan sebuah pertanyaan: Au. Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?Ay (Zakharia 7:. Puasa yang dikehendaki TUHAN sesungguhnya adalah suatu puasa yang tidak hanya berkaitan dengan hal-hal lahiriah, yaitu soal meniadakan makan dan minum saja, melainkan juga melibatkan sisi batiniah manusia yang berdampak bagi kesejahteraan sesama. Gereja sebagai perwujudan dari tubuh Kristus di tengah dunia bertanggung jawab untuk melakukan pelayanan kasih atau diakonia pada sesama manusia, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Yesus. Sang Kepala gereja itu semasa hidup-Nya sewaktu menjadi manusia di tengah dunia. Oleh karena itu, penelitian ini berpusat bagaimana konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14? Bagaimana relevansi antara konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dengan tindakan diakonia gereja? Dan tujuan penelitian adalah untuk menguraikan konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dan untuk menggali keterkaitan antara konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dengan tindakan diakonia gereja. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini ialah studi kepustakaan atau library research dengan pendekatan Hermeneutik. Kata kunci: Eksegetis. Puasa. Diakonia. Gereja ABSTRACT Zechariah 7:1-14 is one of the passages in the Bible that speaks about the practice of fasting that the Israelites used to do at that time as well as the LORD's criticism of it. In this passage the LORD begins His rebuke to them with a question: ". When you fasted and lamented in the fifth and seventh months these seventy years, did you really fast for Me?" (Zechariah 7:. This question shows that the LORD was not just looking at the act of fasting that the Israelites had been doing regularly, but He was also concerned about the purpose of their fasting. The fasting that the LORD wants is a fasting that is not only related to external matters, which is a matter of eliminating food and drink, but also involves the inner side of man which has an impact on the welfare of others. The church as the embodiment of the body of Christ in the midst of the world is responsible for carrying out the service of love or diakonia to fellow human beings, as exemplified by Jesus, the Head of the church during His lifetime as a man in the midst of the world. Therefore, this research centers on several research questions: How is the concept of Fasting in the Book of Zechariah 7:114?. How is the relevance between the concept of Fasting in the Book of Zechariah 7:1-14 with the diaconal actions of the church? And the purpose of the research is to describe the concept of Fasting in the Book of Zechariah 7:1-14 and to explore the relationship between the concept of Fasting in the Book of Zechariah 7:1-14 with the diaconal actions of the church. The type of research used in this research is a literature study or library research with a Hermeneutic approach. Keywords: Exegetical. Fasting. Diakonia. Church PENDAHULUAN Zakharia 7:1-14 merupakan salah satu bagian dalam Akitab yang berbicara mengenai praktik puasa yang biasa dilakukan oleh orang-orang Israel saat itu sekaligus yang memuat kritik TUHAN 1 Pada bagian ini TUHAN mengawali teguran-Nya kepada mereka dengan sebuah pertanyaan: Au. Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?Ay (Zakharia 7:. Dari pertanyaan ini menunjukkan bahwa TUHAN tidak hanya sekadar melihat tindakan puasa yang telah dilakukan oleh orang-orang Israel secara rutin, melainkan Ia juga menaruh perhatian kepada kemana arah tujuan atau maksud dari puasa-puasa yang mereka lakukan itu. Pada bagian ini pula TUHAN menunjukkan sebuah kesalahan dalam praktik puasa Israel karena dalam puasa yang mereka lakukan, mereka sendirilah yang menjadi pusat dari puasa itu dan bukan TUHAN. Inilah alasan yang membuat puasa orang-orang Israel tidak dapat menghasilkan suatu pembaharuan hati dan yang kemudian juga tidak melahirkan kepedulian akan sesama mereka yang menderita, yaitu para janda, anak yatim, orang asing dan orang miskin. Dari ayat 10 menunjukkan secara tersirat jika peringatan itu lahir dari sikap orang-orang Israel yang mengabaikan penderitaan sesama bahkan kian memperparah penderitaan mereka dengan melakukan penindasan yang mana itu adalah kejahatan di hadapan TUHAN. Dari uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa puasa yang dikehendaki TUHAN sesungguhnya adalah suatu puasa yang tidak hanya berkaitan dengan hal-hal lahiriah, yaitu soal meniadakan makan dan minum saja, melainkan juga melibatkan sisi batiniah manusia yang berdampak bagi kesejahteraan Cartwright mengenai hal ini mengatakan bahwa puasa yang benar itu terdiri dari latihan-latihan jasmani secara lahiriah, disertai dengan kebaikan-kebaikan batiniah yang dinampakkan oleh tindakantindakan jasmaniah. 2 Ketiadaan kebaikan-kebaikan batiniah Aeyang diwujudnyatakan dalam tindakan nyata terhadap sesamaAe inilah yang disoroti TUHAN dalam puasa orang-orang Israel. Gereja sebagai perwujudan dari tubuh Kristus di tengah dunia bertanggung jawab untuk melakukan pelayanan kasih atau diakonia pada sesama manusia, sebagaimana yang telah diteladankan oleh Yesus. Sang Kepala gereja itu semasa hidup-Nya sewaktu menjadi manusia di tengah dunia. Sikkel pernah mengatakan bahwa gereja bisa hidup tanpa gedung, tetapi tidak bisa hidup tanpa diakonia 3 . Maka dengan demikian keberlangsungan aktivitas diakonia merupakan ciri yang harus dimiliki oleh sebuah gereja yang hidup, gereja sebagai tubuh yang hidup oleh karena keterhubungan dan kesesuaiannya dengan Sang Kepalanya. Sebagaimana TUHAN begitu memperhatikan motivasi dari tindakan puasa orang-orang Israel, demikian penulis merasa penting bahwa setiap gereja juga hendaknya memeriksa kembali semangat mereka dalam berpuasa dan berdiakonia selama ini. Untuk lebih memfokuskan kajian maka penulis merumuskan permasalahan dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14? Bagaimana relevansi antara konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dengan tindakan diakonia Tujuan Penelitian Untuk menguraikan konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14. Hal yang sama juga terdapat dalam Yesaya 58:1-12. Yeremia 14:10-12. Matius 6:16 dan Lukas 18:9-14. David Rushworth Smith. Kuasa Puasa Disiplin yang Terabaikan. Terj. Bestiana Simanjuntak (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2. , hlm. Josef P. Widyatmadja. Yesus dan Wong Cilik: Praksis Diakonia Transformatif dan Teologi Rakyat di Indonesia , (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , hlm. Untuk menggali keterkaitan antara konsep Puasa dalam Kitab Zakharia 7:1-14 dengan tindakan diakonia gereja. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis akan memakai metode penelitian Hermeneutik. Metode Hermeneutik sangat relevan untuk menafsirkan berbagai gejala, peristiwa, simbol yang terkandung dalam ungkapan bahasa atau kebudayaan lainnya yang muncul pada fenomena kehidupan manusia. 4 Penulis memakai metode ini untuk mencari dan menemukan nilai-nilai tentang Puasa yang terdapat dalam teks Kitab Zakharia 7:1-14 dan relevansinya dengan tindakan diakonia gereja masa kini. Dari beragam metode penelitian Hermeneutik, penulis memilih metode Tujuh Langkah Menafsir. Tujuh Langkah Menafsir adalah: 1. Penyelidikan Keterangan Kitab. Pemeriksaan Bunyi Teks. Penyelidikan Nas-Nas Sejajar. Penyelidikan Hubungan Konteks. Penyelidikan Kata-Kata Kunci. Tafsiran. Kerygma. HASIL DAN PEMBAHASAN Keterangan-keterangan umum . mengenai kitab Zakharia. Kitab Zakharia terbagi menjadi dua bagian, yaitu Proto-Zakharia, yang terdiri dari pasal 1 sampai dengan pasal 8, dan Deutero-Zakharia, yang terdiri dari pasal 9 sampai dengan pasal 14 5 . Bagian pertama kitab ini ditulis oleh Zakharia sendiri yang ditulis pada tahun 520 hingga 518 sebelum masehi,6 sedangkan bagian kedua atau Deutero-Zakharia tidak diketahui secara pasti apa latar belakang sejarahnya,7 siapa saja penulisnya dan kapan kitab ini ditulis. Arti dari Zakharia ialah AYahweh mengingatA. 9 Zakharia adalah cucu dari Ido (Ezra 5:1. dan anak dari Berekhya (Zakharia 1:. , kepala dari suatu keluarga imam (Nehemia 12:. dan sekaligus termasuk dalam rombongan tawanan yang kembali di bawah pimpinan Zerubabel dan Yesua (Nehemia 12:1-. 10 Dengan demikiaN maka dapat disimpulkan bahwa Zakharia adalah seorang nabi sekaligus adalah seorang imam. Berita yang ditulis oleh Zakharia di dalam pasal 1 hingga 8 ditujukan kepada sisa bangsa Yahudi yang telah pulang dari pembuangan di Babel, yaitu telah menduduki kembali tanah Yehuda dan yang membangun kembali Yerusalem. 12 Secara garis besar, inti dari pasal 1 sampai dengan pasal 8 berisikan desakan Zakharia untuk membangun kembali Bait TUHAN, dengan Gubernur Zerubabel sebagai pemimpil sipil dan Imam Yesua sebagai pemimpin agama. 2 Pemeriksaan bunyi teks Zakharia 7:1-14 Pada bagian ini penulis menyajikan pemeriksaan bunyi teks Kitab Zakharia 7:1-14 dengan berdasar pada catatan-catatan tekstual . dari teks dimaksud serta dengan melakukan pembandingan teks Kitab Zakharia 7:1-14 dalam bahasa Ibrani dengan beberapa terjemahannya, seperti King James Version Bible. Revised Standard Version Bible. New International Version Bible. Alkitab Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia dan Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini. Kaelan. Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner bidang Sosial. Budaya. Filsafat. Seni. Agama, dan Humaniora , (Yogyakarta: Paradigma, 2. , hlm. Blommendal. Pengantar kepada Perjanjian Lama, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , hlm. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2. , hlm. Loc. Blommendal. Op. cit, hlm. Higginson. Tafsiran Alkitab Masa Kini 2. Ayub-Maleakhi. Terj. Lumbantobing (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , hlm. Ibid, hlm. Groenen Ofm. Pengantar ke dalam Perjanjian Lama, (Yogyakarta: Kanisius, 1. , hlm. Sidlow Baxter. Menggali Isi Alkitab 2 Ayub Ae Maleakhi. Terj. Sastro Soedirdjo (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1. , hlm. Lembaga Alkitab Indonesia. Op. Ayat 9a Perbandingan BHS Aa i e c oyA KJV the words RSV the words TB LAI ini firman BIMK Itulah yang dikatakan Keputusan: Keterangan dalam catatan apparatus memiliki makna yang mana penulis melihatnya sebagai sesuatu yang bertentangan, yaitu diusulkannya kata elle untuk menggantikan kata et yang mana kata et ini pada apparatus berketerangan terletak pada akhir ayat, namun dalam teks Biblia Hebraica Stuttgartensia (BHS) satu-satunya imbuhan et ini berada pada kata A( a i e c oyAet-hadevari. yang mana kata ini berada pada urutan kata nomor dua dari awal, bukan pada bagian akhir dari ayat 7. Kata et yang terdapat pada kata et-hadevarim, yang berarti Auperkataan-perkataan/kata-kata ituAy . khiran im menunjukkan penjamakan kata benda jamak maskuli. 14 inilah bagian yang diusulkan untuk diganti dengan kata elle, sehingga berubah menjadi elle-hadevarim yang berarti Auinilah firman . anyak firma. ituAy atau Auinilah beberapa firman ituAy. Mengenai hal ini penulis setuju untuk mengganti kata et dengan kata elle, sehingga di sini penulis merumuskan terjemahan yang paling mendekati ialah. AuInilah beberapa firman itu . Ay. Dalam Septuaginta kata et-hadevarim diterjemahkan menjadi . oi logo. yang merupakan kata benda maskulin pada kasus nominatif jamak, yang jika diartikan menjadi. Aufirman-firman15 itu/ini16 Ay. Sedangkan dalam terjemahan Siria atau Pesyita dalam bahasa inggris berbunyi Authe wordsAy17 yang berarti Aufirman-firman itu/iniAy, sehingga baik dalam Septuaginta dan Pesyita, keduanya telah menggantikan et-hadevarim dengan elle-hadevarim. Dari pembandingan yang dilakukan makaterlihat baik KJV. RSV. TB LAI, dan BIMK semuanya juga mengikuti saran dari apparatus, yaitu mengganti et dengan elle. Untuk keterangan setelahnya penulis merasa jika keterangan pencoretan pada pasal 8 ayat 9a kurang jelas. Ayat 8/9a-a: Teks Ibrani A( io i o e c o i a u nu oi uAa E u i a o i c aiE uAa AWayehi devar-Yahweh elzekharyah leAmor. Koh amar Yahweh tsevaot leAmo. artinya: AuDatanglah firman dari TUHAN kepada Zakharia, bunyinya: AuBeginilah firman TUHAN semesta alam:AyAy18 dicoret. bandingkanlah dengan 7a. Perbandingan BHS Aio i o e c o i a u nu oi uAa E u i a o i c aiE uAa A KJV And the word of the LORD came unto Zechariah, saying. Thus speaketh the LORD of hosts, saying. RSV And the word of the LORD came to ZechariAah, saying. Thus says the LORD of hosts. TB LAI Firman TUHAN datang kepada Zakharia, bunyinya: Beginilah firman TUHAN semesta BIMK TUHAN Yang Mahakuasa memberikan pesan ini kepadaku. Bertahun-tahun yang lalu Kuberikan perintah-perintah ini kepada umat-Ku. Keputusan: Penulis setuju jika bagian ini dicoret, sebab setelah melihat ayat 7, maka keterangan akan Audatangnya firman TUHANAy itu telah jelas di sana, sehingga bagian ayat 8/9a-a dapat dilihat sebagai pengulangan terhadap bagian sebelumnya, yaitu ayat 7. Ibid. , hlm. Barclay M. Newman. Op. , hlm. Ibid. , hlm. Peshitta Holy Bible Translated, (Bible Hub, ver. Zechariah 7:8,9 Hebrew Text Analysis. AuAA AE ui a oi c aiE uA aA AAy io io ec oi a un u oi uA aA, (Bible Hub, ver. 3 Penyelidikan Nas-Nas Sejajar Dalam Yesaya 58:1-12 terdapat kata tsum . disebutkan sebanyak empat kali, yaitu dari ayat ketiga hingga ayat keenam. Meski hanya terdapat dalam keempat ayat ini, namun penulis tetap melibatkan keseluruhan ayat dalam perikop AuKesalehan yang Palsu dan yang SejatiAy dalam pembahasan ini, karena hanya dengan demikianlah maka makna pembahasan kata tsum di dalam konteks Yesaya 58:1-12 dapat dilihat secara lebih utuh. Bagian ini diawali dengan suatu firman TUHAN kepada Yesaya untuk menyatakan segala pelanggaran dan dosa umat Israel, disusul dengan pengakuan TUHAN tentang betapa giatnya orang Israel dalam mencari TUHAN dan mempelajari hukum-hukum TUHAN dan sering menanyakan kepada TUHAN perihal apakah yang menjadi alasan TUHAN tidak menerima ibadah puasa mereka. Dan mulai dari ayat 3 TUHAN memberikan jawaban, yaitu karena puasa yang mereka lakukan ialah sekadar formalitas dan puasa hanya mereka lihat sebagai urusan antara mereka sendiri dengan TUHAN. Padahal puasa yang TUHAN kehendaki ialah puasa yang memberi dampak bagi sesama, seperti mendahulukan kepentingan orang lain, berlaku ramah dengan sesama, benar-benar merendahkan diri, membebaskan sesama dari penjajahan, menolong yang lapar dan menolong yang tidak memiliki pakaian, serta kesalehan-kesalehan lainnya seperti yang tertera dari ayat 6 hingga ayat 10. 4 Penyelidikan hubungan konteks teks dengan teks-teks di sekitarnya Oleh karena perikop yang tengah ditafsirkan ialah Zakharia 7:1-14. AuIbadah Puasa yang BaikAy, maka pemeriksaan hubungan konteks teks dilakukan antara perikop berjudul AuIbadah Puasa yang BaikAy dengan perikop-perikop di sekitarnya, yaitu perikop berjudul AuKerajaan Sang Tunas di YerusalemAy sebagai perikop yang berada pada urutan sebelumnya, dan perikop berjudul AuKeselamatan bagi IsraelAy sebagai satu perikop yang berada pada urutan sesudahnya. Perikop AuKerajaan Sang Tunas di YerusalemAy Perikop berjudul AuKerajaan Sang Tunas di YerusalemAy merupakan perikop kedua dari dua perikop yang terdapat di dalam Kitab Zakharia pasal 6 sekaligus merupakan satu perikop yang terletak tepat sebelum perikop yang ditafsir. AuIbadah Puasa yang BaikAy. Perikop AuKerajaan Sang Tunas di YerusalemAy berbicara mengenai suatu perintah yang disampaikan TUHAN kepada Zakharia untuk mengumpulkan perak dan emas dari orang-orang yang telah kembali dari pembuangan untuk membuat mahkota dan mengenakannya bagi Yosua sebagai AlambangA (Zakharia 3:. dari hamba TUHAN yaitu Sang Tunas yang masih akan datang. Perikop AuKeselamatan bagi IsraelAy Perikop AuKeselamatan bagi IsraelAy merupakan perikop yang terdapat pada pasal 8, dan terletak tepat setelah perikop AuIbadah Puasa yang BaikAy. Perikop ini memiliki hubungan dengan perikop yang ditafsir. Keterhubungan antara kedua perikop tersebut dapat dilihat dari hal-hal yang dimuat dari pembahasan masing-masing perikop. Pertama, perikop AuIbadah Puasa yang BaikAy pertama-tama mengangkat persoalan puasa, di sana terdapat suatu dialog antara sekelompok orang Yahudi yang diutus dengan Zakharia mengenai puasa (Lihat Zakharia 7:2-. , yang akhirnya dijawab secara lebih rinci pada perikop AuKeselamatan bagi IsraelAy pada bagian paling akhir yaitu pada ayat 18-1919 . Kedua. Zakharia dalam perikop AuIbadah Puasa yang BaikAy ayat 8-14, memberikan suatu peringatan bahwa ketidaktaatan telah menjadi ciri dari penduduk Israel sebelum pembuangan dan sekaligus itu menjadi alasan atau penyebab dari terjadinya 20 Selama masa pembuangan berlangsung, sikap TUHAN kepada Israel serta suasana Yerusalem tergambar pada perikop AuIbadah Puasa yang BaikAy ayat 13-14. Kemudian dari keadaan itulah maka ayat 1-17 pada perikop AuKeselamatan bagi IsraelAy, yang berisikan janji Pada kedua ayat ini pula terdapat keterangan mengenai puasa Israel yang paling rinci, juga sekaligus menunju kkan ada waktudi manaketentuan puasa dari TUHAN bagi Israel mengalami perubahan meski tidak diketahui kapan tepatnya waktu perubahan ketentuan itu terjadi. Hassell Bullock. Kitab Nabi-nabi Perjanjian Lama. Terj. Penerbit Gandum Mas (Malang: Penerbit Gandum Mas, 2. TUHAN yang akan kembali ke Sion dan tinggal di tengah-tengah umat-Nya lagi,21 dapat dipahami secara penuh, yaitu sebagai suatu pemulihan bagi keadaan Israel yang hancur. Pembagian teks Zakharia 7:1-14 . ayat 1, keterangan waktu saat Zakharia menerima firman TUHAN, . ayat 2-3, datangnya utusan orang-orang Yahudi untuk bertanya, . ayat 4-6, teguran bagi ibadah puasa yang dilakukan oleh umat Israel selama tujuh puluh tahun di pembuangan, . ayat 7-10, ajakan untuk mengingat sejarah Israel yang telah menerima firman TUHAN melalui para nabi pada saat sebelum pembuangan, . ayat 11-12a, respon Israel terhadap firman TUHAN, . ayat 12b-14, akibat dari perlawanan Israel terhadap pengajaran dan firman TUHAN di masa 5 Penentuan. Penyelidikan, dan Penguraian kata-kata kunci Adapun kata-kata yang dianggap sebagai kata kunci untuk diselidiki lebih lanjut pada teks Zakharia 7:1-14 ialah sebagai berikut: Zakharia 7:3 Ae AumenangisAy ( : baka. AuHaruskah kami sekalian menangis dan berpantang dalam bulan yang kelima seperti yang telah kami lakukan bertahun-tahun lamanya?Ay Kata . memiliki dua arti yaitu AmenangisA dan AmeratapA22 , meski demikian arti yang sering diberikan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Aetermasuk dalam teks Zakharia 7:3Ae dalam Alkitab Terjemahan Barunya terhadap kata bakah adalah AmenangisA. Zakharia 7:3 Ae AuberpantangAy ( : naza. AuHaruskah kami sekalian menangis dan berpantang dalam bulan yang kelima seperti yang telah kami lakukan bertahun-tahun lamanya?Ay Kata . memiliki arti mendedikasikan dan menguduskan23 atau lebih jauh lagi berarti AberpantangA. AmemisahkanA atau Amenarik diriA dari sesuatu. Beberapa bagian Alkitab yang memuat terjemahan dari kata nazar salah satunya adalah sebagai berikut: Imamat 15:31 Ae Begitulah kamu harus menghindarkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati di dalam kenajisannya, bila mereka menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah-tengah mereka itu. Zakharia 7:5 Ae AupuasaAy ( : tsu. AuKetika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?Ay Kata . memiliki arti menjauhkan diri dari makanan atau puasa 24 . Beberapa bagian Alkitab yang memuat terjemahan dari kata tsum salah satunya adalah sebagai berikut: Ester 4:16 Ae Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku. jangan makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu Loc. Cit. Francis Brown. The New Brown-driver-briggs-gesenius Hebrew and English Lexicon with an Appendix Containing The Biblical Aramaic, (Peabody: Hendrickson Publishers, 1. , hlm. Ibid. , hlm. Ibid. , hlm. malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang. kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati. Zakharia 7:5 Ae AumeratapAy ( : sapha. AuKetika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?Ay Arti dari kata . ialah meratap. 25 Beberapa teks di dalam Alkitab Terjemahan baru yang memuat terjemahan dari kata AsaphadA salah satunya ialah: 1 Raja-raja 13:29 Ae Nabi tua itu mengangkat mayat abdi TUHAN itu, menaruhnya ke atas keledai dan membawanya kembali ke kotanya sendiri untuk diratapi dan dikuburkan. Zakharia 7:10 Ae AumenindasAy ( : asha. AuJanganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing. Ay Arti dari kata . adalah menindas, salah atau tidak adil dan memeras. Penafsiran Setiap Kesatuan Ayat Berdasarkan pada hasil dari kelima tahapan di atas, maka pada tahap ini diuraikan tafsiran dari setiap kesatuan ayat dengan pembagian seperti yang telah tertera pada bagaian akhir dari tahap APenyelidikan hubungan konteks teks dengan teks-teks di sekitarnyaA: Ayat 1 Ae keterangan waktu saat Zakharia menerima firman TUHAN: Inilah ayat paling pertama dalam perikop yang ditafsir. AuIbadah Puasa yang BaikAy, di sini penulis Proto-Zakharia mencantumkan keterangan waktu ketika firman TUHAN datang kepada Zakharia, yiatu pada tahun keempat zaman pemerintahan raja Darius, yang dimaksud ialah raja Darius I, sekitar tahun 516 sebelum masehi, sebab raja Darius I mulai menjabat sebagai raja Persia pada tahun 520 sebelum masehi. 27 Kemudian juga dicantumkan dalam tahun itu keterangan bulan, yaitu bulan Kislew, bulan kesembilan menurut kalender Babel yang dipakai oleh orang Israel sesudah pembuangan, sekitar antara bulan Nopember dan Desember apabila dikonversi ke kalender 28 Sistem penanggalan yang dipakai oleh penulis bagian kitab ini berbeda dengan sistem penanggalan yang dipakai oleh orang Israel pada masa sebelum pembuangan. Jika setelah pembuangan orang Isarel menggunakan sistem penanggalan Babel, maka sebelum pembuangan mereka menggunakan sistem penanggalan Mesir atau juga dengan gabungan dari sistem penanggalan Kanaan. Jika menelusuri sejarahnya lebih lanjut, maka izin kepulangan orang Israel dari pembuangan di Babel berlangsung setahun setelah raja Koresh berhasil menguasai Babilonia pada 539 sebelum masehi30 , sehingga izin tersebut diberikan pada 538 sebelum masehi. 31 Proses kepulangan orang Israel dari pembuangan di Babel ke Yerusalem sendiri terjadi secara bertahap, dan Zakharia masuk Ibid. , hlm. Ibid. , hlm. David F. Hinson. Sejarah Israel pada Zaman Alkitab. Terj. Th. Mawene (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , hlm. Robert M. Paterson. Tafsiran Alkitab Kitab Imamat, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , hlm. Jay P. Green. Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Indonesian Literal Translation . Terj. Yayasan Literasi Bangsa (Jakarta: Yayasan Lentera Bangsa, 2. , hlm. David F. Hinson. Op. , hlm. Della Pattiapon. Tesis: AuAncaman dari Istri Bukan Yahudi Ae Suatu Tinjauan Sosio-Feminis terhadap Kewajiban Menceraikan Perempuan Asing menurut Ezra 9-10Ay (Salatiga: Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW, 2. , hlm. ke dalam tahap kepulangan yang berlangsung pada tahun 520 sebelum masehi, 32 tepat di tahun yang sama dengan naiknya raja Darius I sebagai raja Persia. Jika melihat jarak waktu antara peristiwa pelepasan izin bagi kepulangan orang Israel dari pembuangan sampai kepada tibanya Zakharia di Yerusalem, atau bisa juga sampai raja Darius I naik tahta, maka ada rentang waktu selama 18 tahun . ari tahun 538 sampai tahun 520 sebelum maseh. Sementara keterangan waktu yang tertera pada ayat 1, ketika firman TUHAN itu datang kepada Zakharia, ialah Aupada tahun yang keempat zaman raja DariusAy. Itu artinya peristiwa datangnya firman TUHAN kepada Zakharia ini dapat dipastikan terjadi pada tahun 516 sebelum masehi, yaitu 22 tahun setelah Israel dinyatakan bebas dari pembuangan di Babel dan diperbolehkan pulang ke Yerusalem. Ayat 2-3 Ae datangnya utusan orang-orang Yahudi untuk bertanya: Dari tindakan mereka yang dikirim ke para imam dan nabi ini, tampaklah juga bahwa mereka Ae juga pengutus merekaAe memang melihat secara tepat bahwa para imam dan nabi adalah orang-orang yang berperan sebagai perpanjangan lidah TUHAN dalam menjawab setiap persoalan yang ada di antara umat Israel, maka dari itu mereka saat itu benar-benar sedang datang kepada alamat yang tepat untuk memperoleh jawab. Adapun dalam bagian ini terdapat dugaan bahwa Zakharia 8:18-19 merupakan jawaban atau kelanjutan dari pertanyaan pasukan Betel-Sarezer pada ayat 3 dan yang penulis pula menyetujuinya, namun meskipun demikian penulis tidak bermaksud untuk tidak menaruh perhatian pada maksud dari usaha si penulis Proto-Zakharia yang tidak buru-buru menyampaikan jawaban itu, melainkan memisahkannya dan menjadikan pasal 7 ayat 4 sampai pasal 8 ayat 17 sebagai jembatan Sehingga penulis dalam kegiatan menafsir bagian ini tetap melihat susunan ayat sebagaimana yang telah ditata oleh penulis Proto-Zakharia, sebagai upaya yang hendak mengantarkan pembaca kepada jawaban itu dengan menyisipkan ayat-ayat yang ada di antaranya sebagai pengantar. Dengan begitu maka penulis memberikan perhatian juga kepada ayat-ayat yang memiliki kesinambungan di atas (Zakharia 8:18,. , meski posisinya ada di luar perikop yang ditafsir, dalam penafsiran ini tetap diperlukan. Penulis akan membahasnya pada bagian paling akhir dari tahap ini seturut dengan bagaimana penulis Proto-Zakharia juga menempatkannya pada bagian paling akhir dari seluruh ayat-ayat yang ditafsir. Ayat 4-6 Ae teguran bagi ibadah puasa yang dilakukan oleh umat Israel selama tujuh puluh tahun di C Yang pertama: AuKetika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?Ay Ada hal baru yang muncul di sini. Jika mengamati pertanyaan pasukan Betel-Sarezer pada ayat 3, maka yang tertera di sana suatu pernyataan bahwa puasa yang mereka lakukan ialah puasa pada bulan kelima saja, yang mana hal itu sudah mereka lakukan dengan durasi yang kurang spesifik pula: Aubertahuntahun lamanyaAy. Tetapi pada jawaban yang TUHAN berikan. TUHAN menyebut bahwa puasa yang telah mereka lakukan ialah selama 70 tahun. Dalam bagian ini, dengan melihat hasil dari tahap penyelidikan dan penguraian kata-kata kunci, maka didapatilah dua kata yang TUHAN katakan untuk menyebut tindakan puasa yang dilakukan orang Israel selama 70 tahun itu. Kata pertama ialah tsum yang berarti berpantang dari kegiatan makan. Ini adalah kata Ibrani yang bermakna tunggal, yaitu benar-benar berarti ApuasaA alias berpantang dari kegiatan makan. Kata kedua yang terletak bersanding dengan kata ApuasaA pada bagian ini adalah kata AmeratapA. Kata asli untuk terjemahan ini adalah saphad. Kata inipun hanya memiliki makna tunggal yaitu AmeratapA atau AratapanA. Dengan demikian baik tsum ataupun saphad benar-benar berarti ApuasaA . erpantang dari kegiatan maka. dan AmeratapA. TUHAN menanyakan apakah puasa dan ratapan yang selama 70 tahun telah mereka lakukan itu mereka lakukan sungguh-sungguh untuk Dia. Suatu pertanyaan yang bersifat mengajak mereka untuk mengevaluasi ketulusan dan arah sesungguhnya dari puasa Aeyang di dalamnya memuat juga ratapanAe yang mereka lakukan selama ini. Ajakan TUHAN ini menunjuk kepada kenyataan bahwa David F. Hinson. Op. , hlm. memang ada yang tidak beres dalam puasa mereka. Semakin jelas jika melihat pertanyaan selanjutnya: AuDan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri?Ay Masalah yang terdapat dalam puasa mereka adalah orientasi dari puasa itu Keberpusatan puasa mereka rupanya bukan terletak pada TUHAN, melainkan kepada diri mereka sendiri. Sebagaimana mereka makan dan minum untuk diri mereka sendiri ketika tidak sedang berpuasa, demikian halnya mereka juga ketika mereka berpuasa mereka berpuasa untuk diri mereka sendiri, bukan kepada TUHAN. 33 TUHAN sama sekali tidak menikmati ibadah puasa yang semacam itu, yaitu ibadah puasa yang dilakukan bukan untuk-Nya. Ayat 7-10 Ae ajakan untuk mengingat sejarah Israel yang telah menerima firman TUHAN melalui para nabi pada saat sebelum pembuangan: Zakharia membawa mereka kepada sejarah bangsa mereka pada saat sebelum pembuangan. Lebih tepatnya menunjuk pada firman TUHAN yang telah disampaikan-Nya oleh para nabi saat sebelum pembuangan, saat Yerusalem dan daerah di sekitarnya masih berpenghuni, artinya saatdi manaTUHAN sedang dan masih menaruh percaya pada umat Israel untuk mendiami sekaligus mengelola tanah perjanjian. TUHAN melalui Zakharia mengulangi firman yang dahulu telah Ia sampaikan kepada orang-orang Israel. AuLaksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan jangan merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masingmasing. Ay Hal pertama yang harus diperhatikan dalam firman ini adalah perintah untuk melaksanakan hukum yang benar. Bahasa asli untuk menyebut kata AhukumA pada bagian ini adalah mishpat, artinya mencari keadilan yang seadil-adilnya. Selalu melakukan proses mencari keadilan dengan berdasar kepada keadilan TUHAN yang mutlak, bukan keadilan manusia yang relativ. Selain itu. TUHAN juga menghendaki agar setiap orang menjadikan tempat kediamannya sebagai AhukumA, sebagai tempat pengadilan, pemutusan hukum yang benar-benar adil. Tidak ada kecurangan, tidak ada suap, dan kepentingan-kepentingan pribadi dalam memutuskan Ayang adilA itu. Hal yang kedua ialah menunjukkan AkesetiaanA. Terhadap kata ini juga penulis melakukan penyelidikan terjemahan pada teks-teks lainnya dalam Alkitab dan mendapati bahwa AkesetiaanA, yang dalam bahasa asli khesed, itu memiliki beberapa terjemahan seperti Akasih setiaA. Akasih sayangA dan Aterima kasihA. Dengan begitu, inilah yang wajib ditunjukkan oleh setiap orang, yaitu semua sikap, tindakan, perkataan yang dibangun di atas kasih sayang yang setia sebagai bentuk terima kasih, rasa syukur atas tanah, keturunan, kemakmuran, kehidupan yang TUHAN anugerahkan bagi umat-Nya. Meski salah satu terjemahan dari kata khesed adalah kasih sayang, namun kata Akasih sayangA yang ada setelah kata khesed pada ayat 9 memiliki asal katanya sendiri dalam bahasa asli, yaitu rakham. Rakham dapat berarti perasaan iba, belas kasihan, dan kasih setia. Ini adalah hal selanjutnya yang menjadi perintah TUHAN kepada umat-Nya agar setiap orang memiliki perasaan rakham terhadap yang lain. Perasaan iba atau kasihan ketika melihat orang yang menderita, miskin, diperlakukan tidak adil, orang yang tidak memiliki rumah, dan kaum-kaum rentan seperti para janda, orang asing yang sedang melakukan perjalanan dan anak-anak yatim, sebagaimana tertera pada bagian teks ini. Ayat 11-12a Ae respon Israel terhadap firman TUHAN: Di bagian ini tertera catatan tentang respons orang Israel terhadap firman TUHAN di atas. Respons mereka adalah: Aumereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar. Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Ay Begitulah respons orang Israel kala itu terhadap firman TUHAN yang datang melalui para nabi sebelum masa pembuangan di Babel. Loc. Lihat tahap penyelidikan nats -nats sejajar: Yesaya 58:1-12 dan Yeremia 7:5-6 merupakan dua bagian yang berkemungkinan menjadi bagian dari AfirmanA yang dimaksud oleh penulis Proto -Zakharia. Respons inilah yang membuat mereka kemudian dicap oleh TUHAN sendiri sebagai orangorang dengan hati yang keras seperti Abatu amrilA. Dalam penyelidikan dan penguraian kata kunci, penulis menyelidiki kata Abatu amrilA. Kata asli dari Abatu amrilA ini ialah shamir. Secara umum kata ini memiliki arti AduriA atau Asemak duriA, bersikeras atau tidak terubahkan dan batu api atau batu Hal ini semakna dengan terjemahan dari kata shamir yang terdapat dari teks lain dalam Alkitab: Yehezkhiel 3:9 Ae Abatu intanA. Yesaya 9:17 Ae Aputeri maluA, dan Yeremia 17:1 - AintanA. Batu intan adalah batuan yang terkenal paling keras dari batu lainnya, bahkan karena tingkat kekerasannya yang tinggi batu jenis intan ini sering digunakan sebagai alat pemotong kaca, mata bor dan lain sebagainya. 35 Dengan batu yang memiliki tingkat kekerasan yang begitu tinggi inilah TUHAN menggambarkan kekerasan hati orang Israel. Nasihat, mujizat, kasih sayang, peringatan, ancaman, hingga murka dari TUHAN seakan-akan semuanya belum mempan untuk meremukkan dan membentuk ulang hati orang Israel. Puteri malu yang akan selalu melukai siapapun yang serusaha menyentuhnya, menunjukkan kebalikan dari sikap taat, yaitu sikap perlawanan orang Israel kepada TUHAN. TUHAN yang tak jemu-jemu menunjukkan keseriusan-Nya dalam membentuk ulang hati umat-Nya dengan berbagai usaha. TUHAN menghendaki suatu hukum yang harus mereka lakukan sebagai orang-orang yang telah diakui-Nya sebagai kepunyaan-Nya. Hukum itu ialah mempergunakan puasa sebagai usaha merendahkan diri dan membaharui hidup yang lebih baik kepada TUHAN dan sesama. Namun tanggapan Israel terhadap hukum itu rupanya bagaikan hewan yang menolak untuk menerima beban dari si pemiliknya. C Ayat 12b-14 Ae akibat dari perlawanan Israel terhadap pengajaran dan firman TUHAN di masa Pada bagian ini dijelaskan bahwa akibat dari perlawanan orang Isarel kepada hukum TUHAN itu ialah TUHAN murka kepada mereka. TUHAN kecewa karena ternyata orang-orang pilihan-Nya ini masih terus menunjukkan kekerasan hatinya yang sudah tampak sedari dulu, sebelum mereka tiba di tanah perjanjian sampai mereka sudah di tanah perjanjian. Ada dua hal yang kemudian diputuskan TUHAN di dalam murka-Nya oleh karena pemberontakan orang Israel, yaitu TUHAN memutuskan untuk tidak akan mendengarkan orang Israel meski di saat mereka memanggil-Nya, sekalipun mereka berteriak minta tolong saat pasukan Babel mulai membawa paksa mereka untuk pergi dari tanah perjanjian, sama seperti mereka yang juga telah tidak mau mendengarkan TUHAN saat TUHAN memanggil mereka dengan hukum-Nya. Yang berikutnya ialah TUHAN AmeniupkanA orang Israel, menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa, dan sejak ApeniupanA itu dilaksanakan TUHAN maka Yerusalem, tanah perjanjian itu akan menjadi sunyi sepi, karena orang-orang yang dipilih TUHAN untuk mendiaminya telah terserak karena pemberontakan mereka sendiri kepada TUHAN. Lebih jauh dapat dilihat bahwa memang bukan hanya satu bangsa yang mana kepada mereka TUHAN menyerakkan orang Israel, tetapi beberapa bangsa lainnya, yaitu Asyur. Persia. Yunani, dan Romawi. Pasal 8 ayat 18 dan 19 Ae Jawaban langsung bagi pertanyaan para utusan: Inilah bagian yang diduga sebagai lanjutan dari pasal 7 ayat 3, sekaligus yang juga disetujui oleh penulis, sebagai suatu jawaban langsung bagi pertanyaan para utusan pada ayat 3. Dalam bagian ini terdapat jumlah bulan puasa lebih banyak dari yang disebutkan pada bagian-bagian sebelumnya, yaitu bulan keempat, bulan kelima, bulan ketujuh, dan bulan kesepuluh. Berdasar pada penyelidikan penulis, maka dasar dari adanya waktu-waktu puasa tersebut diadakan ialah sebagai berikut: puasa pada bulan keempat adalah untuk memperingati saat tembok Yerusalem dibelah oleh tentara Yerusalem karena Yerusalem sedang berada pada puncak kelaparan setelah selama beberapa bulan berada dalam pengepungan Babel, sekaligus ini merupakan awal dari masa pembuangan tahap kedua . Raja-Raja 25:3-. , puasa pada bulan kelima ialah untuk memperingati hancurnya rumah TUHAN yang dilakukan oleh Babel, sekaligus merupakan awal dari pembuangan tahap kedua . Raja-raja 25:8-. , puasa pada bulan ketujuh ialah untuk memperingati terbunuhnya Gedalya, yang merupakan Gamal Komandoko. Ensiklopedia Pelajar dan Umum, (Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2. , hlm. Higginson. Op. , hlm. David F. Hinson. Op. , hlm. awal dari masa pembuangan tahap ketiga . Raja-raja 25:. , dan puasa pada bulan kesepuluh ialah untuk memperingati saatdi manapengepungan terhadap Yerusalem mulai dilancarkan sampai penduduk Yerusalem terkunci dan mengalami kelaparan . Raja-raja 25:1-. Apabila diperhatikan maka keempat waktu puasa di atas seluruhnya merujuk kepada peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam tahapan pembuangan orang Israel ke Babel. Seluruh peristiwa di atas ialah akibat dari penolakan . ekerasan hat. orang Israel akan hukum TUHAN. Sehingga puasa dalam bulan-bulan di atas ialah puasa yang dilakukan untuk mengingat serta meratap, berkabung kembali atas kegagalan mereka dalam merespons hukum TUHAN. 7 Perumusan kerygma AuPuasa yang Melahirkan Pelayanan Kasih. KESIMPULAN Puasa merupakan suatu cara yang ditetapkan TUHAN bagi manusia untuk merendahkan diri dalam rangka berdamai atau memperbaiki relasinya yang telah rusak dengan TUHAN oleh karena dosa atau pelanggaran yang dilakukan manusia terhadap hukum TUHAN atau hukum Kasih. Puasa itu ada karena adanya pelanggaran manusia yang kemudian menjauhkan hubungannya dengan TUHAN. Puasa digunakan sebagai sarana manusia mengingat pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan terhadap hukum untuk mengasihi TUHAN dan mengasihi sesama yang tidak dapat terpisahkan. Karena puasa adalah kegiatan perendahan diri maka puasa semestinya dilakukan dengan perasaan rendah, perasaan bersalah, menyesal dan malu, bukan justru dilakukan dengan perasaan bangga, sombong, merasa paling suci karena menganggap puasa sebagai suatu kesalehan dan prestasi agamawi yang patut dibanggakan. Ini pula alasan untuk tidak seharusnya menunjukkan tindakan berpuasa kepada sesama, apalagi memamerkannya, melainkan tindakan puasa harus dilakukan secara tersembunyi. Salah satu dosa yang olehnya orang percaya Aeyang juga adalah gerejaAe semestinya berpuasa untuk mengingat dan menyesalinya adalah dosa karena tidak mengasihi sesamanya yang mana itu tampak dari sikap ketidakpedulian akan penderitaan yang dialami oleh sesamanya. Jika seseorang tidak mengasihi sesamanya, maka secara langsung ia juga tidak sedang mengasihi TUHAN, sekalipun ia begitu setia dalam melakukan hal-hal agamawi. Inilah dosa yang semestinya diselesaikan, diperdamaikan dengan berpuasa. Puasa yang TUHAN kehendaki ialah puasa yang diiringi dengan perubahan hidup. Jika ketidakpedualian seseorang kepada sesamanya menjadikan ia berdosa dan harus berpuasa, maka dalam puasa yang dilakukannya semestinya harus diiringi dengan perubahan hidup yang menaruh perhatian kepada penderitaan sesama oleh karena kasih. DAFTAR PUSTAKA