Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . QOSIDAH BURDAH DAN DALAAoIL KHOIROT: DAKWAH MENINGKATKAN RELIGIULITAS KAUM SOSIALITA DI MAJELIS TAAoLIM KHOIRUNNISA Adibah Husnaa Rihadatul Aisy Universitas Islam Negeri K. H Abdurrahman Wahid Pekalongan, adibahkhusna71@gmail. Istiqomah Universitas Islam Negeri K. H Abdurahman Wahid Pekalongan, iisbie0129@gmail. Atina Nur Amilah Universitas Islam Negeri K. H Abdurrahman Wahid Pekalongan, atinanuramilah@gmail. Qomariyah Universitas Islam Negeri K. H Abdurrahman Wahid Pekalongan, qomariyah@uingusdur. _________________________ Abstract The Ta'lim Council is a non-formal religious educational institution that has a very large influence on society, one of which is to increase faith. By looking at the people who really need religious teaching, the existence of an assembly has a very good influence on the general public. Making people have the opportunity to study Islam more deeply as a form of piety to Allah SWT. This research was conducted to find out the traditions and influences that exist in the Khorunnisa Ta'lim Assembly to be precise in Gondang Village. Pekalongan Regency. The method used in this research is using descriptive qualitative method. Collecting data using direct interview techniques to the administrators of the chorunnisa ta'lim assembly, referencing articles and making direct observations in the field. The results of the research that has been done show that the qasidah burdah and dalail khoirot traditions at the Khoirunnisa ta'lim assembly have a very large influence on increasing the religiosity of socialites, one of which is increasing religious attitudes towards socialite women and how to implement them in family life as well environment. That way, the choirunnisa ta'lim assembly which guides the socialites is very influential on the level of religious attitude so that their hearts are still open to learning science. Keywords: Taklim Assembly. Religiosity. Socialites _______________________ Abstrak Majelis TaAolim merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang bersifat non formal yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap masyarakat, salah satunya untuk meningkatkan keimanan. Dengan melihat masyarakat yang sangat membutuhkan pengajaran agama menjadikan adanya majelis memiliki pengaruh sangat baik untuk masyarakat Menjadikan masyarakat mempunyai peluang untuk belajar agama islam lebih dalam sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tradisi dan pengaruh yang ada di Majelis TaAolim Khorunnisa tepatnya di Desa Gondang. Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara langsung kepada pengurus majelis taAolim khorunnisa, referensi artikel dan melakukan observasi secara langsung dilapangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwasanya tradisi qasidah burdah dan dalail khoirot pada majelis taAolim khoirunnisa terhadap peningkatan religiulitas kaum sosialita memiliki pengaruh yang sangat besar didalamnya, salah satunya meningkatan sikap religi terhadap kalangan ibu-ibu sosialita serta cara mengimplementasikannya dalam kehidupan keluarga juga lingkungannya. Dengan begitu, majelis taAolim khoirunnisa yang membimbing kaum sosialita tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkatan sikap religi sehingga mereka masih terbuka hatinya untuk belajar ilmu. Kata Kunci: Majelis Taklim. Religiulitas. Kaum Sosialita Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot PENDAHULUAN Islam diturunkan oleh Allah SWT melalui syafaat Nabi SAW dan diajarkan kepada umat manusia agar mereka dapat beribadah kepada-Nya. Sehingga tumbuhlah rasa kepercayaan dalam diri manusia itu dibutuhkan dengan adanya pemahaman pengetahuan yang dapat ditemukan di dalam pendidikan formal ataupun non formal. Dengan Islam, mendorong manusia agar menjadi umat muslim yang seutuhnya, baik jasmani ataupun rohani sebagai hubungan manusia dengan tuhannya . Majelis taAolim sebagai bentuk kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh umat muslim untuk memupuk dan menanamkan keimanan serta ketaqwaan terhadap Allah SWT (Firdiyanti Al MaAoidha et al. , 2. Kegiatan majelis taAolim dibimbing langsung oleh para alim ulama setempat kemudian disebarluaskan kepada masyarakat setempat dan dilaksanakan secara rutin sesuai jadwal yang ada. Kegiatan yang dilakukan dalam majelis biasanya membaca sholawat nabi, kajian kitab, yasin dan tahlil, dan Sebagaimana halnya majelis taAolim memiliki tujuan yaitu menambah pengetahuan agama untuk meningkatkan sikap religiulitas, melakukan pengamalan di antaranya menjalin silaturahmi serta Di dalam majelis taklim tentunya tidak terlepas dari nasihat-nasihat yang diberi oleh seorang daAoi kepada madAounya maka akan tercipta suasana keagamaan yang lebih baik Kegiatan ini dilakukan dengan sadar untuk memahamkan masyarakat, meyakinkan serta menerapkan kebaikan apa yang telah ia peroleh setelah dari majelis ataupun pendidikan formal lainnya. Dengan demikian, bahwa dengan adanya lembaga formal ataupun non formal sebagai tempat belajar keagamaan salah satunya majelis taklim yang kini sudah banyak terdapat di sekitar masyarakat akan dapat meningkatkan kualitas keimanan ataupun religiulitas bagi masyarakat itu Khususnya majelis taklim yang terdapat di Desa Gondang. Kecamatan Wonopringgo. Kabupaten Pekalongan. Sebelum adanya majelis taklim di desa ini, membutuhkan pengetahuan keagamaan. Dahulu masih terdapat satu kegiatan majelis yang diadakan oleh salah satu kyai di desa tersebut, tempatnya masih di rumah sang Namun kebanyakan yang mengikuti majelis berasal dari kalangan keluarga besar mereka dibanding masyarakat sekitar desa itu sendiri. Sehingga banyak masyarakat yang masih sangat kurang akan pemahaman Banyak masyarakat setempat yang masih belum terbuka hatinya untuk mengikuti kegiatan majelis tersebut pada saat itu. Namun pada akhirnya, kyai setempat mencoba untuk menggerakkan masyarakat agar mau mengikuti majelis dengan dibawakannya majelis di masjid ataupun mushola sekitar. Setelah sang kayi meninggal dunia, beliau mengamanatkan kepada keluarganya untuk memperluas kegiatan majlisan di daerah itu. Dengan menyebarkan kegiatan majlisan di mushola, masjid, sampai akhirnya memiliki gedung majlis sendiri yang dibangun dan dibantu Dengan tersebarnya kegiatan majelis di desa tersebut akan sangat berpengaruh terhadap nilai berkembang dan banyak pula masyarakat Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot luar yang mengikuti kegiatan majelis di desa Religiulitas merupakan sikap yang ada pada diri seseorang berupa perasaan maupun tindakan yang mereka lakukan. Religiulitas terdiri dari beberapa aspek, di antaranya Dalam akidah seseorang harus memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap tuhannya dan semua yang terkandung dalam rukun iman. Kemudian menjalankan perintah yang wajib seperti sholat, puasa dan lainnya sebagai tanda bahwa ia telah memenuhi kewajibannya dalam beragama maka seseorang tersebut telah dikatakan mempunyai tingkat religiulitas yang tinggi. Kurangnya nilai kereligiusan seseorang akan sangat berbahaya dalam kehidupannya. Sebab dengan akal nafsu saja belum cukup, oleh karena itu seseorang sangat butuh nilai religius untuk mengimbangi hidupnya. Jika mereka kurang akan hal tersebut maka akan dapat berpengaruh terhadap sifat dan pola pikirnya baik anak muda ataupun orang tua. Dengan begitu keberadaan majelis taklim sangat berpengaruh guna sebagai tempat pengajaran agama juga disertai nasihat-nasihat terbentuklah suasana keagamaan yang lebih baik lagi dilihat dari peningkatan religiulitas yang ada pada diri seseorang. Hal ini akan berpengaruh besar dalam pembentukan perilaku organisasi majelis takllim, perilaku organisasi yang terbangun dari kepercayaan masyarakat akan memudahkan suatu lembaga untuk membangun benteng dan memberkokoh pengaruh di setiap elemen masyarakat (Perdana & Pakili, 2. Kegiatan majelis ini dilakukan untuk menanamkan kepercayaan, memahamkan serta mengajak jamaah untuk menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. JamaAoah majelis taAolim khoirunnisa mayoritas berasal dari kalangan ibu-ibu rumah tangga bahkan yang lebih menarik lagi majelis ini juga diikuti oleh ibu-ibu sosialita yang berasal dari masyarakt sekitar dan luar, dan dengan mengikuti kegiatan ini akan dapat memahami nilai-nilai religious lebih mendalam. Materi yang diajarkan dalam majelis taAolim khoirunnisa tidak hanya mengkaji satu kitab saja akan tetapi ada beberapa kitab seperti qasidah burdah, makna dalail khoirot, manaqib dan akidah. Materi yang lebih ditekankan pada majelis taAolim ini ialah mengenai pembahasan isi dan makna dari Qasidah Burdah dan Dalail Khoirot yang disesuaikan juga dengan agama islam. Qasidah Burdah dan Dalail Khoirot telah menjadi media dakwah yang merupakan bagian dari komunikasi yang dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan penting seperti majelis taAolim khoirunnisa dengan memberikan nasihat atau pesan yang disampaikan dalam kalimat-kalimat bijak atau kata-kata bijak yang tentunya disesuaikan dengan bahasa, aturan dan norma yang berlaku di masing-masing daerah tersebut (D. Dian Adi Perdana. Melihat rasa semangat dan rasa antusias jamaah yang mengikuti majelis ini merupakan salah satu bentuk solidaritas masyarakat serta pengaruh terhadap Mengingat kata sosialita sendiri merupakan golongan orang yang memiliki strata sosial tinggi dan identik dengan mereka yang lebih senang menghamburhamburkan uang dan waktu hanya untuk kesenangan pribadi maupun kelompoknya. Akan tetapi ibu-ibu sosialita yang ada pada majelis ini tidak demikian, sebab mereka Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot tidak hanya memikirkan duniawi saja dan masih mau memikirkan akhiratnya. Dari penjelasan di atas, dapat dipahami religiusitas seseorang sangatlah penting di zaman sekarang ini. Peran seorang daAoi menyebarkan nilai-nilai religi kepada Nilai-nilai tersebut sangatlah bermanfaat bagi masyarakat agar dalam pengimplementasiannya, mereka tidak terjerumus ke hal-hal buruk. Selain itu untuk meningkatkan religiusitas pengetahuan agama yang lebih luas pada seluruh jamaah khususnya jamaah ibu-ibu muda sosialita di majelis taAolim khoirunnisa Desa Gondang. Wonopringgo. Pekalongan diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai religi yang telah ia peroleh dalam majelis itu. Oleh karenanya, penulis terdorong untuk membahas tentang AuQosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot: Dakwah Meningkatkan Religiulitas Kaum Sosialita Di Majelis TaAolim KhoirunnisaAy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara langsung kepada pengurus majelis taAolim khorunnisa, referensi artikel dan melakukan observasi secara langsung di lapangan. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan informasi aktual yang diperoleh pada objek dan didukung oleh beberapa literatur untuk melengkapi pembahasan studi diamati, diteliti dan dianalisis (B. Dian Adi Perdana, 2. Secara bahasa majelis taAolim berasal dari kata AumajelisAy dan AutaAolimAy. Majelis memiliki makna tempat sedangkan taAolim memiliki makna pengajaran. Oleh karena itu, majelis taAolim ialah tempat yang digunakan sebagai pengajaran agama islam. Secara taAolim merupakan sebuah lembaga pendidikan islam yang bersifat non formal dan dilakukan secara berkala yang diikuti oleh banyak jamaah dengan tujuan untuk mengajarkan ilmu agama dan menuntun manusia untuk berbuat kebajikan terhadap sesama disertai ridho Allah SWT. Majelis taAolim dikelola dan dikembangkan oleh anggotanya sendiri dan tidak terikat dengan tempat lain pengajaran dilakukan mulai dari rumah-rumah hingga gedung khusus majelis pendapat ini dikemukakan pada saat musyawarah bersama se-DKI Jakarta pada tahun 1980 (Hidayah, 2. Majelis taAolim dikelompokkan sesuai dengan tempat ataupun lingkungannya, dalam hal ini Ahmad Tafsir mengemukakan dari teori pendidikan bahwa AuPendidikan yang baik dapat diperoleh dari sesuatu yang baik pula dan adanya hubungan timbal balik antara pengajar dan muridnyaAy. Majelis taAolim merupakan tempat belajar agama yang terdiri dari pengajar dan muridnya yaitu jamaah untuk mempelajari pengetahuan agama Islam lebih dalam. Jenis-jenis majlis taAolim di antaranya sebagai berikut: Majlis TaAolim Khusus Ibu-ibu . Majlis TaAolim Khusus Bapak-bapak . Majlis TaAolim Khusus Remaja . Majlis TaAolim Campuran (Istiqomah. Berdasarkan jamaahnya majelis taAolim dikelompokkan . Majelis taAolim daerah terpencil HASIL DAN PEMBAHASAN Majelis Taklim Pengertian Majelis TaAolim Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot . Majelis taAolim gedongan . Majelis taAolim Berdasarkan tempat dilaksanakannya majelis taAolim: Masjid atau mushola . Gedung khusus majelis . Dirumah-rumah bergantian atau menetap (Sari, 2. Adanya Majelis taklim khoirunnisa ini berawal dari pengajian rutinan yang pertama kali diadakan di kediaman Alm. KH. Ali Munawar dan Almh. Ibu Nyai Hj Lutfhiyah sebagai pendiri utama majlis taAolim khoirunnisa pada saat itu jamaahnya berisikan anggota keluarga dan kerabat saja. seiring berjalannya waktu pengajian dilakukan dari rumah satu ke rumah yang Setelah itu dengan banyaknya jumlah masyarakat kurang lebih sekitar 20-50 jamaah yang konsisten mengikuti pengajian majelis ini dimana yang terdiri dari ibu-ibu warga sekitar ataupun umum mereka ikut serta aktif selama kegiatan majelis khoirunnisa ini. Kemudian munculah ide dari para jamaAoah dan ide tersebut didukung oleh keluarga KH. Ali munawar untuk mendirikan gedung khusus majelis taklim. Gedung khusus majlis taAolim khoirunisa dibangun pada pertengahan bulan syawal sampai dengan rabiul tsani sudah jadi kurang lebih sekitar 7 bulan gedung sudah bisa digunakan untuk hitungan tahun kurang lebih sudah 3 tahun ini. Gedung majlis taAolim khoirunisa dapat berdiri juga karena atas bantuan dari para donatur dan para jamaah yang semangat bershadaqoh untuk majlis taklim tersebut, ada yang bershadaqoh berupa uang, batu bata, semen, pasir, speaker, dan lain-lain. Penerus majelis taklim khoirunnisa sekarang yaitu Ibu Nyai Hj. Masrukhah beliau merupakan anak dari KH. Ali Munawar dan Ibu Nyai Hj. Lutfhiyah. Untuk jajaran kepengurusan majelis taklim khoirunnisa sebagian besar dari keluarga KH. Ali Munawwar. Anggota majelis taAolim khoirunnisa ini jamaahnya mayoritas berasal dari kalangan ibu-ibu muda sosialita dan sebagian remaja yang di mana mereka turut berperan aktif dalam kegiatan majelis Desa Gondang. Wonopringgo. Pekalongan. Materi yang diajarkan dalam majelis taAolim merupakan materi pengetahuan agama Islam yang tidak jauh berbeda dari Dalam taAolim dikelompokkan sebagai berikut: Pertama, taAolim pengetahuan agama Islam meliputi fikih, akhlak, tauhid dan belajar membaca AlQurAoan yang disampaikan oleh pengajar disertai diskusi bersama. Kedua, majelis taAolim sebagai tempat pembacaan shalawat Nabi SAW. Ketiga, majelis taAolim dengan metode kitab khusus disertai ceramah. Keempat, majelis taAolim yang hanya berisi ceramah dan diskusi saja. Materi yang diajarkan dalam majelis taklim khoirunnisa ini berupa kajian kitab seperti qasidah burdah, dalail koirot, manaqib dan sebagainya serta dilengkapi ceramah dan Tujuan Majelis Taklim Tujuan majelis taAolim menurut Alawiyah sebagai berikut: Sebagai wadah untuk mengemban ilmu pengetahuan agama islam dan cara Menumbuhkan kepercayaan yang sesuai dengan rukun Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot Berfungsi sebagai interaksi sosial dalam menjalin hubungan silaturahmi terhadap sesama Meningkatkan menyejahterakan seseorang dalam lingkungan keluarga atau sekitar (Juminto et al. , 2. Sebagai tradisi yang ada dalam taAolim memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat akan ajaran agama Islam seperti belajar membaca Al-QurAoan bagi masyarakat yang belum bisa dan mengetahui isi dari sepenggal ayat AlQurAoan, menghadiri majelis taAolim sholawat dengan mengharapkan rasa cinta kepada Nabi SAW beserta maknanya, mengetahui dan memahami kaidah fikih dan kitab Metode yang digunakan pada kegiatan majelis taAolim seperti ceramah dan tanya Ceramah merupakan metode menyampaikan ajaran agama islam secara lisan kepada jamaah dan sering digunakan oleh mubaligh dalam pengajarannya yang tergolong klasik sehingga ceramah masih banyak digunakan oleh mereka untuk Penyampaian ceramah tidak selalu monoton, para daAoi atau mubaligh biasanya memberikan intermezzo dengan nyanyian atau lawakan agar jamaah tidak Metode ceramah ini tidak lepas dari tanya jawab, para jamaah diberikan waktu untuk diskusi dengan daAoi atau mubaligh (Rachmahlia, n. Majelis Taklim Dalam Peningkatan Religiusitas Religiusitas berasal dari bahasa latin religio yang artinya mengikat. Dengan demikian religi memiliki makna keterikatan antara manusia dengan kepercayaannya. Religi suatu agama merupakan pengikat antara manusia dengan tuhannya. Caplin berpendapat bahwa religi merupakan kepercayaan atau perilaku yang ada hubungannya antara seseorang dengan Tuhannya. Menurut Poerwadarminto, religiusitas merupakan ketaatan seseorang dalam agamanya. Sedangkan pendapat lain dikemukakan oleh Yulianto kepercayaan kepada Tuhan yang mengatur kehidupan alam semesta. Dari ketiga pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa religi merupakan suatu keyakinan seseorang yang di dalamnya mengandung unsur aturan dan kewajiban yang harus ditaati. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Religiocity ditulis religiusitas atau religious yang memiliki makna keberagaman. Religiusitas diterapkan dalam kehidupan seperti perilaku atau kegiatan lain yang berbau agama. Menurut teori C. Y Glock dan R. Stark Religiusitas memiliki lima sudut pandang di peribadatan, pengetahuan dan pengalaman. Pertama, kepercayaan di dalamnya terdapat pengharapan bahwa seseorang tersebut harus teguh pendiriannya. Dalam hal ini berkaitan dengan aspek keimanan terhadap kepercayaan yang ada pada rukun iman, seperti keberadaan Tuhan, malaikat dan Kedua, pengamalan berhubungan dengan sejauh mana berkomitmen dengan sehari-hari, contohnya amanah, tolong menolong dan lain sebagainya. Ketiga, peribadatan, dalam hal ini dapat diukur sejauh mana seseorang dalam melaksanakan kewajibannya pada agama yang dianut, seperti sholat, puasa dan Keempat, pengetahuan seseorang untuk mengetahui, memahami tentang seperti mengikuti majelisan dan sebagainya. Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot Kelima, pengalaman ditujukan untuk peningkatan pengetahuan seseorang akan ajaran agama Islam dan sejauh mana dilakukan seperti mengikuti kegiatan majelisan dan lainnya (AMRI, 2. Selain itu, pada proses pertumbuhannya untuk menuju tingkatan yang lebih tinggi tidak terlepas dari berbagai hambatan yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Sehingga menimbulkan dampak yang berasal dari dalam diri manusia ataupun dari faktor luar. Faktor-faktor tersebut antara faktor internal, yang terdapat pada perspektif jiwa lainnya. Namun secara garis pertumbuhan religiusitas lainnya ialah faktor hereditas dan lingkungan, faktor usia. Faktor hereditas merupakan faktor yang berkaitan dengan terbentuknya karakter dari setiap orang atau disebut juga faktor keturunan baik fisik maupun psikis. Contohnya pada saat itu Nabi SAW memerintahkan agar mencari pendamping hidup yang baik dalam membina rumah tangga, sebab menurut beliau keturunan ini Faktor usia ini dapat diketahui dari adanya perbedaan pengetahuan agama pada tingkat usia yang berbeda. Faktor kepribadian sebagai tanda ciri khas Faktor kejiwaan berhubungan dengan agama serta persepsinya tentang agama yang ditimbulkan oleh daya pikir Kemudian faktor eksternal ditimbulkan dari lingkungan keluarga, masyarakat dan institusional. Oleh sebab itu banyak sekali faktor yang dapat berpengaruh terhadap religiulitas seseorang (Ruhamal, 2. Sosialita Sosialita berasal dari bahasa latin AusocialiteAy yang artinya menjadikan seseorang tersebut berada dalam strata sosial Merriam Webster mengemukakan bahwa istilah sosialita mulai dipergunakan dari tahun 1928. Sosialita termasuk kategori orang-orang kaya dan mayoritas dari mereka merupakan golongan atas. Dalam buku karya Joy Roesma dan Nadia Mulya yang berjudul The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialites yang berasal dari kata AusocialAy dan AueliteAy. Social memiliki arti makna tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bersama sedangkan elite mempunyai arti golongan atas. Semakin berkembangnya kehidupan sosial dapat menyebabkan berbagai kemunculan gaya baru atau modern dalam kehidupan sosial Yang di mana diberi nama kaum sosialita. Kata sosialita sendiri sering memunculkan asumsi apabila terdengar ditelinga kita bahwa sosialita ialah kaum wanita yang senang bergaya, aktif dan serba mewah (Munawaroh, 2. Dahulu sosialita hanya diberlakukan kepada keluarga bangsawan saja. Sehingga orang-orang bangsawan selalu dijadikan prioritas utama mereka tidak perlu susah payah bekerja. Akan tetapi sekarang sosialita tidak diberlakukan kepada mereka yang bangsawan penyebab seseorang menjadi sosialita dipengaruhi oleh faktor sosial salah satunya status sosial dan ekonomi kelas tinggi. Sosialita merupakan sekelompok orang yang kegiatannya lebih banyak menyita waktu seperti mencari hiburan untuk kepentingan diri mereka sendiri juga kerap berpenampilan modis. Kehidupan kaum sosialita tidak hanya ada di perkotaan yang mereka berasal dari golongan artis, selebgram, pejabat dan Akan tetapi perempuanperempuan yang ada di desa pun bisa menjadi sosialita ditandai dengan mereka yang tidak ketinggalan teknologi. Teknologi Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot sangat berharga buat mereka untuk mendapatkan informasi mengenai apa yang sedang trend di masanya dan dapat pula menjadikan pola perubahan hidup mereka Kaum kehidupannya dan cenderung memiliki sifat gengsi agar dipandang masyarakat sebagai kelas tinggi. Kaum sosialita ini sangat senang dengan kebiasaan hidup hedonis (Sabariman, 2. Selain itu, pada proses pertumbuhannya untuk menuju tingkatan yang lebih tinggi tidak terlepas dari berbagai hambatan yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Sehingga menimbulkan dampak yang berasal dari dalam diri manusia ataupun dari faktor luar. Faktor-faktor tersebut antara faktor internal, yang terdapat pada perspektif jiwa lainnya. Namun secara garis pertumbuhan religiusitas lainnya ialah faktor hereditas dan lingkungan, faktor usia. Faktor hereditas merupakan faktor yang berkaitan dengan terbentuknya karakter dari setiap orang atau disebut juga faktor keturunan baik fisik maupun psikis. Contohnya pada saat itu Nabi SAW memerintahkan agar mencari pendamping hidup yang baik dalam membina rumah tangga, sebab menurut beliau keturunan ini berpengaruh (Ali, 2. Faktor kepribadian sebagai tanda ciri Faktor ditimbulkan oleh daya pikir halusinasi. Kemudian faktor eksternal ditimbulkan dari lingkungan keluarga, masyarakat dan Oleh sebab itu banyak sekali faktor yang dapat berpengaruh terhadap religiulitas seseorang (Asterina, 2. Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Tradisi Qasidah Burdah dan Dalail Khoirot Dalam Peningkatan Religiulitas Kaum Sosialita Kitab Burdah dikarang oleh Imam AlBusyri yang berawal dari sholawat dan pujian yang menghiasi sajak beliau. Nama lengkap pengarang kitab Burdah ialah Abu Abdillah Syafaruddin Abi Abdillah Muhammad bin Khammad Ad-Dalasi Asshanja Asy-Syadzii Al-Busyri yang dikenal dengan Imam Al-Busyri. Setiap Majelis yang diawali dengan pembacaan syair burdah dengan lantunan yang merdu apalagi jika diiringi dengan music (Achfandhy. Qasidah Burdah merupakan salah satu karya sastra keislaman yang di dalamnya terkandung kisah dari Nabi SAW dan ajaran-ajarannya. Isi dari kitab Burdah dapat dijadikan manfaat oleh seseorang sebagai dasar agama dalam kehidupannya. Selain itu kitab Burdah juga memuat musikalitas Sebagaimana pendapat Nasr dalam Manshur berdasarkan asumsi bahwa karya sastra keislaman merupakan sebuah cermin dari kereligian dan juga dikatakan sebagai Dikatakan sebagai tradisi sebab didalamnya memuat suatu tradisi yang berbeda sebagai hasil tafsiran terhadap ajaran-ajarannya. Sesuatu yang berbeda kesusasteraan Arab antara lain bahasa, syair kehidupan bangsa Arab Muslim. Kitab Burdah sendiri terdiri dari 160 bait yang ditulis oleh Imam Al Bushiri dengan gaya bahasa yang menarik. Imam Al Bushiri sendiri telah sukses menumbuhkan rasa cinta dan kasih umat muslim kepada baginda Nabi SAW, nilai sastra, sejarah dan nilai moral yang termasuk dalam isi kitab Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot Secara luas, nilai-nilai religi yang terkandung dalam Qasidah Burdah ini sangat menyentuh pada kehidupan manusia. Apabila dilihat dari psikologisnya, nilainilai yang ada pada kitab Burdah ini dapat meningkatkan daya pikir seseorang saat membaca dan melafalkannya. Oleh sebab itu, apabila daya pikir seseorang meningkat berarti menunjukkan kecerdasan pada seseorang tersebut, kecerdasan yang ada inilah merupakan sebuah kecerdasan religiusitas pada saat seseorang melihat kehidupan yang mereka jalani karena mereka sangat membutuhkan pemaknaan hidup yang sebenarnya. Kajian kitab Qasidah Burdah mayoritas jamaahnya beranggotakan ibu-ibu sosialita mereka termotivasi untuk ikut majelis taAolim dengan alasan karena pengajian tersebut bisa menjadikan dirinya mempunyai pengetahuan luas serta meningkatkan sikap religiusitas yang akan mereka dapatkan dan tidak hanya pembacaan burdah saja, di majlis tersebut juga membahas kajian tentang dalail khoirot, kitab manaqib dan Selain pemaknaan kitab burdah terdapat juga saat melafalkan kitab Dalil Khoirot yang juga termasuk salah satu amalan ibadah dan sudah menjadi tradisi bangsa Arab (Jalil, 2. Kitab Dalail Khoirot sendiri merupakan tradisi salaf yang tumbuh dan berkembang di bangsa Arab yang kemudian dibawa oleh Masyarakat Muslim Indonesia. Dalail Khoirot dijadikan sebagai media komunikasi antara seseorang dalam mengungkapkan rasa kasih sayangnya kepada sang Baginda Nabi SAW. Lewat lafadz-lafadz yang terkandung dalam kitab Dalail Khoirot ini seseorang akan lebih mengetahui lebih dekat siapa Rasulnya. Kitab Dalail Khoirot ini kehadirannya sudah diterima oleh seluruh masyarakat muslim dunia yang dijadikan sebagai wasilah oleh Kitab ini juga dijadikan sebagai penuntun umat muslim agar menjadi hamba yang tawakal kepada Tuhannya. Dalail Khairat adalah ajaran agama yang dapat memberikan tuntunan serta dapat mengarahkan pada kebaikan dengan cara membaca sholawat Nabi SAW, serta doa dan juga wirid lainnya. Pembacaan kitab Dalail diawali dengan bacaan surat alFatihah, kemudian istighfar, tasbih, tahmid tiga kali dan beberapa bacaan lainnya seperti surat-surat pendek antara lain, surat AlIkhlas. Surat Al-Falaq. Surat An-Nas sebanyak tiga kali dan Al-Fatihah sebanyak satu kali. Kemudian setelah itu membaca Asmaul Husna dengan niat membaca wirid Dalail Khoirot. Adapun nilai-nilai yang terdapat pada kitab Dalail Khoirot yaitu: (RafiAoi, 2. Kekeluargaan Nilai kekeluargaan terlihat pada ibuibu Majelis Taklim Wonopringgo, yang memiliki tujuan agar jamaah dan lingkungan masyarakatnya mempunyai sifat kekeluargaan yang harmonis. Agama Islam menginginkan agar umatnya untuk memiliki rasa kekeluargaan yang harmonis sebab mereka mempunyai keyakinan yang sama, sehingga rasa persaudaraan mungkin akan lebih baik terbentuk di kalangan umat muslim. Persaudaraan Membangun kekompakan di kalangan para ibu-ibu Sosialita Majelis Taklim Khoirunnisa tentunya sejalan dengan ajaran Islam, yang bergantung pada sejak . Musyawarah Musyawarah diimplementasikan dalam kehidupan kita. Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot musyawarah dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Sesuai yang sudah dijelaskan bahwa setiap akan mengadakan sebuah acara kegiatan yang hendak dilaksanakan dalam Majelis Taklim khoirunnisa ini dilakukan musyawarah untuk mufakat dahulu agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. Pendidikan Nilai dalam sebuah pendidikan merupakan nilai yang dapat diajarkan kepada orang lain tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui. Nilai pendidikan bagi kalangan pemuda ini bertujuan agar mereka selalu semangat dan pantang Dalam hal ini berarti sebagai pemuda tidak boleh pantang menyerah dengan suatu keadaan. Setiap usaha dan ketekunan adalah kewajiban, dan setiap cobaan yang datang merupakan ujian dari Allah SWT. Budaya Nilai-nilai dalam budaya yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, nilai kesenian, tradisi maupun adat kebiasaan yang dibentuk oleh seseorang selaku dan dipandang sebagai kebenaran suatu ajaran Keterlibatan Islam pada nilai kebudayaan inilah sebagai bentuk dalam memberikan bimbingan dan mengukur nilai-nilai moralnya. Nilai Kekerabatan Kekerabatan hubungan kelompok yang ada dalam suatu komunitas dan digunakan sebagai sistem informal untuk memelihara solidaritas Dari makna tersebut, kekerabatan ini mempunyai beberapa unsur diantaranya pernikahan, keturunan, hak dan kewajiban dan lainnya. Unsur-unsur yang telah disebutkan diatas merupakan suatu hal yang dapat dilihat sebagai pola perilaku dan sikap di antara anggota masyarakat. Setiap masyarakat mengakui ikatan sosial, baik karena hubungan darah, pernikahan, ataupun karena adanya wasiat. Jejaring sosial tersebut merupakan bagian dari struktur sosial masyarakat, baik yang sederhana maupun yang kompleks. dalam Kitab Dalail Khairat juga memuat nilai-nilai kekerabatan yang terdapat dalam hubungan sosial yang tercipta antara individu dan kelompok, antar kelompok dalam masyarakat. Analisis Pengaruh Qasidah Burdah Dalail Khoirot Dalam Peningkatan Religiulitas Kaum Sosialita Sebagaimana pemaparan uraian di atas maka dapat diperoleh hasil diskusi bahwasanya majelis taAolim adalah suatu lembaga pendidikan Islam non formal juga sebagai wadah untuk pengajaran agama Islam yang ada pada lingkungan Jika dihubungkan dengan hasil penelitian lapangan bahwa teori dari majelis taAolim yang telah disebutkan di atas sangat sesuai dengan fakta yang ada pada majelis taAolim khoirunnisa di Desa Gondang. Wonopringgo. Pekalongan yang merupakan tempat untuk mengemban ilmu pengetahuan agama tanpa disertai kurikulum, waktu maupun batas umur untuk mengikuti kegiatan majelis taAolim tersebut. Tradisi yang ada pada majelis taAolim khoirunnisa ialah pembacaan Qasidah Burdah dan Dalail Khoirot. Pengamalan syair Burdah yang dilakukan dalam majlis taAolim khoirunnisa Desa Wonopringgo. Pekalongan ini dilakukan oleh ibu Nyai Hj. Masrukhah sebagai pemateri. Peran kyai dalam kegiatan majelis ini sangatlah penting untuk membangun peningkatan sikap religiusitas masyarakat. Pada dasarnya kyai ini mengajak dan Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk mendorong jamaahnya untuk kebaikan ke jalan yang benar . mar maAoruf nahi munka. agar mereka mendapatkan kebahagiaan dunia maupun akhirat. Dalam membentuk sikap seseorang selain memahamkan pengetahuan tetapi juga mereka harus bisa Seperti nilainilai religi juga sangat berpengaruh dalam kehidupan kita agar mencapai kehidupan yang lebih baik. Sebab dakwah sendiri mempunyai tujuan menghidupkan hati yang menghindarkan manusia dari keburukan, menegakkan agama serta amar maAoruf nahi munkar. Nilai dakwah yang terkandung dalam kitab burdah dan dalail khoirot ini dapat meningkatkan kecerdasan daya pikir seseorang dalam hal religinya dan maknanya sangat berkaitan dengan kehidupan manusia Dalam hal ini seseorang sangat membutuhkan benteng keyakinan terhadap agama yang dianutnya serta Mendekatkan seseorang lebih dekat untuk mengenal tuhannya serta tawakal. Oleh karena itu nilai religi ini membawa pengaruh yang besar bagi jamaah majelis taklim khoirunnisa, tanpa adanya nilai tersebut bisa jadi keyakinan kita goyah Kemudian tanggung jawab kita terhadap kewajiban yang telah ditetapkan oleh agama yang Dengan keimanan dan keyakinan yang kita miliki dan kewajiban yang telah dilaksanakan maka dapat kita peroleh makna hidup yang sesungguhnya, seperti mengetahui cara bersyukur selain itu mengharap ampunan dan ridho dari Allah SWT. Apabila dikaitan dengan fungsi dakwah dalam kehidupan sosial maka dapat diperoleh empat fungsi: Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot . Fungsi IAotiyad artinya membawa kehidupan manusia sesuai dengan nilai-nilai Islam. Majlis taklim dalam fungsi iAotiyad ini sebagai pendakwah sangat berpengaruh dalam membawa jamaahnya ke dalam kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam. Mereka diajarkan untuk menerapkan ilmuilmu yang telah diperoleh dari majelis taklim untuk melakukannya di kehidupan sehari-hari. Fungsi meningkatkan tatanan kehidupan sosial menjadi lebih baik lagi. Dalam majelis taklim ini, khususnya jamaah ibu-ibu sosialita diharapkan mampu mematuhi nilai dan norma yang telah ada dalam kehidupan masyarakat. Fungsi Iqaf, artinya mencegah manusia kedalam hal keburukan. Dalam hal ini jamaah diberi pesan dakwah agar menjauhi perbuatan yang dilarang termasuk yang melanggar hukum Islam ataupun negara. Fungsi Tahrif, meringankan permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Dengan mengikuti kegiatan majelis ini, problematika yang tidak dapat diselesaikan sendiri. Sehingga mereka dapat menyelesaikannya dengan dibantu oleh seseorang yang lebih Salah satu metode yang ditempuh oleh Majelis TaAolim di Desa Gondang dalam Kontribusi pembentukan religiulitas di Desa Gondang Kecamatan Wonopringgo kabupaten Pekalongan dengan melakukan kajian rutinan setiap satu minggu tiga kali Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot pelaksanaannya pada hari tertentu di gedung majelis taklim khoirunnisa. Proses pengajian dilaksanakan satu minggu tiga kali, yaitu pada hari Ahad. Selasa, dan Kamis, berikut jadwal dan waktu pengajian: Hari Ahad dilaksanakan pada pukul 30 pagi sampai pukul 10. 00 WIB dengan kajian kitab Qasidah burdah. Hari Selasa dilaksanakan pada pukul 00 pagi sampai pukul 09. 00 WIB dengan kajian kitab Dalail Khoirot. Hari Kamis dilaksanakan pada pukul 00 pagi sampai pukul 09. 30 WIB dengan pembacaan sholawat dan ceramah agama yang diikuti oleh jamaah ibu-ibu muda serta masyarakat . Pelaksanaan hari besar Islam seperti Idul fitri. Maulid nabi dan lainnya. Tahfidz Al-QurAoan dan pengajian AlQurAoan setiap hari bagi mereka yang ingin mengikuti. Kegiatan pengajian rutinan majelis biasanya dilaksanakan selama hampir 1 jam lebih yang dimulai dari pukul 08. Pengajian ini umumnya diawali dengan bacaan Al Fatihah dan sholawat kemudian penyampaian materi yang disampaikan oleh Metode dilakukan oleh Ibu Nyai Masrukhah dalam Majelis taklim ini dengan metode bacaan qasidah burdah, kajian kitab, ceramah dan tanya jawab. Namun tidak semua kegiatan majelis dilakukan di gedung majelis, ada sebagian kegiatan yang dilakukan di kediaman ibu Nyai seperti tahfidz QurAoan dan Pengajian QurAoan setiap baAoda maghrib. Media yang digunakan ialah media papan tulis. Menurut Ibu Nyai Masrukhah media papan tulis sangat cocok untuk pembelajaran, karena dengan menulis yng ada di papan tulis jamaah akan mudah mengingat ketimbang mengingat saja. Ibu Nyai Masrukhah sekaligus pengajar dalam majelis taklim khoirunnisa mengatakan bahwa peningkatan religiusitas dalam majelis taklim khoirunnisa terhadap kaum sosialita ini memiliki pengaruh yang sangat Beliau mengatakan bahwa sebagai kaum sosialita yang notabenenya jauh dari kegiatan keagamaan ini sangat berbeda dari yang lain. Sebagai ibu-ibu muda yang modern mereka mengakui bahwa dirinya sangat membutuhkan wawasan agama lebih dalam untuk menuntun dirinya ke jalan yang benar sehingga mereka membentuk suatu tergabung dalam kelas sosialita, sehingga komunitas ibu-ibu muda ini memiliki pengaruh yang positif yaitu dengan mengikuti kegiatan majelis taklim. Adapun nilai-nilai dakwah yang harus diterapkan oleh jamaah majelis taklim ini seperti nilai kejujuran. Dalam Nilai kejujuran para jamaah sosialita khususnya harus menanamkan akidah . yang kuat. Melakukan aktivitas ibadah semata-mata hanyalah untuk Allah SWT. Memiliki sikap jujur dan tidak menyakiti hati sesame makhluk. Kedua, nilai rendah Nilai rendah hati merupakan suatu sikap yang penting dalam diri manusia. Dengan rendah hati kita akan banyak bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan. Oleh karena itu, jamaah sosialita dibekali nilai rendah hati agar mereka senantiasa bersyukur dengan kehidupan mereka sendiri. Ketiga. Nilai Dalam suatu majelis akan terbentuk suasana harmonis jika jamaahnya Mengamalkan ajaran agama yang telah mereka peroleh dalam kehidupan sehariharinya, dengan cara arisan yang diadakan setiap minggu akan membentuk solidaritas Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah. Vol 2. No 1 . Adibah Husnaa, dkk Qosidah Burdah Dan DalaAoil Khoirot dan menanamkan nilai kejujuran dalam diri seseorang, selalu melakukan wisata ziarah untuk mendoakan ulama-ulama yang sudah tiada agar hidup diberkahi. Dengan bekal nilai-nilai dakwah yang ada dalam majelis taklim khoirunnisa ini, termasuk nilai-nilai yang terkandung dalam kitab burdah dan dalail khoirot ini telah berhasil membawa pengaruh besar dalam peningkatan religiulitas bagi ibu-ibu sosialita dan masyarakat sekitar. Mereka menjadi lebih paham akan pengetahuan menerapkannya nilai-nilai religinya di lingkungan keluarga maupun umum. saat ini. Penyampaian dakwah di majlis taklim khoirunnisa menggunakan bentuk metode dakwah bil hikmah dan mauidhoh pelaksanaannya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. KESIMPULAN Pengajaran kitab Burdah dan Dalail Khoirot yang ada pada Majelis Taklim Khoirunnisa. Wonopringgo. Pekalongan ini didalamnya terkandung nilai-nilai religi, akidah dan akhlak yang dimana nilai-nilai itu dapat dijadikan sebagai suatu tuntunan seseorang dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai tersebut seperti dalam hal ibadah, pengalaman, penghayatan, jihad dan sebagainya yang salah satunya telah diterapkan oleh Ibu-ibu sosialita sebagai jamaah pada Majelis Taklim tersebut. Mereka menanamkan nilai religi, akidah dan akhlak pada kehidupan mereka pribadi. Sikap religiulitas seseorang pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua yakni Manusia sebagai makhluk dan Sikap yang manusia agar terarah dan sesuai kaidah Kemudian terkandung dalam kitab Dalail Khairat dalam Majelis Taklim Khoirunnisa ini dapat dapat menciptakan suasana kekeluargaan, persatuan, budaya, pendidikan dan lainnya agar menjauhi anggota masyarakat dari pengaruhnya terhadap gejala-gejala sosial DAFTAR PUSTAKA