Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174-196 e-ISSN: 2621-7104 Received: 23 May 2023 Accepted: 18 December 2023 https://doi. org/10. 28932/jis. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) di CV Cok Ko Tengok Proposed Determination of Suppliers with the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) Methods at CV Cok Ko Tengok Joel Sanjaya Sipayung1. David Try Liputra1. Kartika Suhada1* Program Studi Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha. Bandung. Indonesia Penulis korespondensi: Kartika Suhada, tika56@gmail. Abstrak CV Cok Ko Tengok adalah perusahaan yang bergerak di bidang konveksi. Produk perusahaan adalah kaos dan jaket. Bahan baku utama yang digunakan adalah kain, dimana perusahaan melakukan pemesanan kepada 4 supplier, namun perusahan seringkali bekerja sama dengan Supplier 1 dan Supplier 2. Dasar pertimbangan pemilihan supplier adalah periode waktu kerja sama yang telah lama. Permasalahan yang terjadi di perusahaan, yaitu kualitas bahan baku yang kurang baik dan keterlambatan pengiriman bahan baku dari supplier. Oleh karena itu penulis bermaksud mengkaji ketepatan pemilihan kedua supplier tersebut melalui penentuan kriteria dan subkriteria serta menentukan supplier mana yang sebaiknya dipilih perusahaan. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, ada dua metode yang digunakan, yaitu: AHP dan VIKOR. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot dari kriteria dan subkriteria dan metode VIKOR digunakan untuk menentukan ranking Berdasarkan pengolahan data kriteria terpenting adalah kualitas sedangkan subkriteria terpenting adalah tempo pembayaran. Urutan ranking supplier terbaik adalah Supplier 3. Untuk usulan yang diberikan, perusahaan dapat menerapkan single supplier dengan menggunakan Supplier 3. Kata Kunci: pemilihan supplier. AHP. VIKOR How to Cite: Sipayung. Liputra. and Suhada. AoUsulan penentuan supplier dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) di CV Cok Ko TengokAo. Journal of Integrated System, 6. , pp. 174Ae196. Available at: https://doi. org/10. 28932/jis. A 2023 Journal of Integrated System. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Abstract CV Cok Ko Tengok is a company engaged in the convection sector. The company's products are t-shirts and jackets. The main raw material used is cloth, where the company places an order with 4 suppliers, but the company often cooperates with Supplier 1 and Supplier 2. The basis for considering supplier selection is a long period of cooperation. Problems that occur in the company, namely the quality of raw materials that are not good and delays in the delivery of raw materials from suppliers. Therefore, the author intends to examine the accuracy of the selection of the two suppliers through determining the criteria and sub-criteria and determining which supplier the company should choose. To solve the problems faced by the company, there are two methods used, namely: AHP and VIKOR. The AHP method is used to determine the weight of the criteria and subcriteria and the VIKOR method is used to determine supplier rankings. Based on data processing, the most important criterion is quality, while the most important sub-criteria is payment tempo. The best supplier ranking order is Supplier 3. For the proposal given, the company can implement a single supplier by using Supplier 3. Keywords: AHP, supplier priority selection. VIKOR Pendahuluan Perkembangan dunia industri semakin pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan yang berdiri. Untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan sejenis, salah satu strategi yang dapat digunakan perusahan adalah menghasilkan produk yang berkualitas. Salah satu faktor yang menentukan kualitas produk yang dihasilkan adalah penggunaan bahan baku yang berkualitas pula. Penyediaan bahan baku yang berkualitas berkaitan dengan aktivitas pemilihan supplier bahan baku yang dapat memenuhi kriteria yang diinginkan. Hal inilah yang diupayakan pula oleh CV Cok Ko Tengok yang bergerak di bidang konveksi, dimana produk yang diproduksi adalah kaos dan jaket. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam memproduksi kaos dan jaket, perusahaan bekerja sama dengan 4 supplier kain, namun hanya 2 supplier yang seringkali dipilih untuk memasok bahan baku, yaitu Supplier 1 dan Supplier 2, dalam memasok bahan baku mengunakan sistem proporsi. Supplier 1 memasok sebanyak 60 %, sedangkan sisanya dipasok Supplier 2. Akan tetapi, kualitas bahan baku yang dipasok kedua supplier kurang baik dan terjadinya keterlambatan dalam pengiriman bahan baku dari supplier. Oleh karena itu akan dilakukan pengkajian atas ketepatan pemilihan kedua supplier tersebut melalui penentuan kriteria dan subkriteria yang sebaiknya ditetapkan oleh perusahaan dalam pemilihan supplier serta menentukan supplier mana yang sebaiknya dipilih perusahaan. Penelitian tentang analisis pemilihan supplier dengan menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) telah banyak dilakukan sebelumnya, antara lain: Ngatawi dan Setyaningsih . di industri furniture. Viarani dan Zadry . di industri semen. Rimantho et al. untuk supplier komponen rubber. Abdullah . untuk supplier stamping parts. Nisa et al. di industri cake & bakery. Hasiani et al. untuk supplier produk ritel, dan Rosyiidi dan Subagyo . untuk supplier obat-obatan. Sementara itu, penelitian terdahulu tentang penerapan metode Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) dalam pemilihan supplier di antaranya adalah Siregar et al. di industri food & beverage. Guswandi et al. di industri furniture. Pinem et al. untuk supplier aluminimum, dan Sihite et al. untuk supplier plastik. Selain itu, penelitian terdahulu yang menggabungkan kedua metode. AHP dan VIKOR juga sudah banyak dilakukan, antara lain: Wijaya dan Mesran . untuk pemilihan karyawan berprestasi. Lubis . untuk pemilihan duta kampus, dan Astuti et al. untuk pemilihan taman kanak-kanak. Penelitian ini akan membahas penggunaan gabungan kedua metode tersebut di sebuah industri konveksi pakaian dalam permasalahan penentuan supplier Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode yang belum banyak dilakukan sebelumnya, sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih akurat jika dibandingkan dengan hanya menggunakan metode AHP. Tinjauan Pustaka 1 Supply Chain Management (SCM) Supply chain management adalah perencanaan, desain dan control akan aliran informasi dan barang sepanjang supply chain yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan kebutuhan dari pelanggan secara efesian untuk masa sekarang dan masa yang akan datang (Schroeder, 2. 2 Sistem Pendukung Keputusan Konsep sistem pendukung keputusan pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System (Sprague dan Carlson, 1. Pada dasarnya sistem pendukung keputusan dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif. 3 Metode Analytic Hierarchy Prosess (AHP) Metode AHP dikemukakan oleh Dr. Thomas L. Saaty dari Wharton School of Business pada AHP merupakan alat pengambilan keputusan yang menguraikan suatu permasalahan kompleks dalam struktur hierarki dengan banyaknya tingkatan yang terdiri dari tujuan, kriteria dan alternatif. Hierarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu sruktur multilevel dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, subkriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hierarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hierarki, sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis (Astradanta et al. , 2. 4 Prosedur AHP Langkah-langkah penyelesaian persoalan dengan metode AHP adalah sebagai berikut (Saaty, - Melakukan penyusunan kriteria dan subkriteria yang ditetapkan - Melakukan perhitungan normalisasi pada setiap kriteria dan subkriteria. Perhitungan ini dilakukan agar tidak adanya pengulangan data saat pengolahan data. Rumus normalisasi dapat dilihat di bawah ini. Nilai Sel Kolom Normalisasi = Total Nilai Kolom - Melakukan perhitungan bobot pada kriteria dan subkriteria. - Melakukan perhitungan perkalian matriks di setiap kriteria dan subkriteria. - Perhitungan Eigen Value Maximum untuk setiap kriteria dan subkriteria. Rumus Eigen Value Maximum dapat dilihat di bawah ini. Rata-Rata Total Eigen Value Max = . Bobot - Melakukan pengujian konsistensi hierarki. Jika nilai Consistency Ratio (CR) memiliki nilai lebih kecil dari batas yang ditentukan, data dapat diterima dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika nilai lebih besar dari batas yang ditentukan, penilaian terhadap data tersebut harus diulang lagi. Sebelum menghitung nilai CR, terlebih dahulu menghitung nilai Consistency Index (CI) seperti rumus berikut: max -n CI = n-1 max adalah nilai eigen value n adalah jumlah kriteria/subkriteria Perhitungan CR dapat dilihat di bawah ini. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode CR = . Nilai RI digunakan pengolahan data dapat dilihat pada Tabel 1. Untuk nilai standar CR dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 1. Nilai Consistency Index Nilai Random Consistency Index Sumber: Saaty, 1993. Tabel 2. Nilai Standar Consistency Ratio (CR) Consistency Ratio (CR) Matriks Ou 5X5 Sumber: Saaty, 1993. Jika nilai CR yang didapatkan memiliki nilai lebih besar dari standar, penilaian terhadap data tersebut dianggap tidak konsisten sehingga perlu dilakukan penyebaran ulang kuesioner matriks perbandingan berpsangan. 5 Perbandingan Multi Partisipan Penilaian yang dilakukan lebih dari satu orang responden akan menghasilkan beberapa pendapat yang memiliki perbedaan. Di dalam perhitungan metode AHP hanya membutuhkan satu jawaban untuk satu matriks perbandingan, sehingga ada terdapat metode perataan. Teori ini menyatakan bahwa jika terdapat n partisipan melakukan perbandingan berpasangan, maka terdapat n jawaban numerik untuk setiaap pasangan. Untuk mendapatkan suatu nilai tertentu dari semua nilai tersebut, setiap nilai harus dikalikan satu sama lain kemudian dipankatkan dengan 1/n (Saaty, 1. 6 Metode Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) VIKOR berasal dari bahasa Serbia dan pertama kali diperkenalkan oleh Serafim Opricovic pada tahun 1998. VIKOR adalah metode perankingan dengan menggunakan indeks peringkat multikriteria berdasarkan ukuran tertentu dari kedekatan dengan solusi yang ideal. VIKOR secara harafiah memiliki arti optimisasi beberapa kriteria ke dalam peringkat kompromi (Lengkong et al. , 2. 7 Langkah-Langkah Metode VIKOR Langkah-langkah menggunakan metode VIKOR sebagai berikut: Membuat Matriks Keputusan Langkah 1: Menyusun kriteria dan alternatif ke dalam bentuk matriks Dari data yang didapat dijadikan data untuk matriks Keputusan (F). Cx1 Cx2 A X11 X12 A F = 2 X21 X22 A U [Xm1 Xm2 A Cj: Kriteria ke-j Cxn X1n X2n Xmn ] . Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Normalisasi Matriks Normalisasi matriks dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: X X Rij = X j Xijj Xj adalah nilai maksimum dari suatu subkriteria Xj- adalah nilai minimun dari suatu subkriteria j adalah subkriteria. Xij adalah nilai elemen i subkriteria j i adalah alternatif Menghitung Nilai Utility Measure (S. dan Nilai Regret Measure (R. Perhitungan nilai utility measure dan nilai regret measure menggunakan rumus sebagai x - xij = Ocnj=1 wj ( j xj - xj - x - x = Max j . j - xij- )] . Wj adalah bobot Kriteria Menghitung Indeks VIKOR (Q. Perhitungan nilai indeks menggunakan rumus sebagai berikut: S - S R - R Qi = v | i - | . | i - | S -S R -R v adalah veto . Si adalah nilai Si ke-i S- adalah min Si S adalah max Si Ri adalah Ri ke-i R- adalah min Ri R adalah max Ri Melakukan Pemeringkatan Nilai VIKOR (Q. Pada metode VIKOR urutan ranking alternatif dilihat berdasarkan nilai indeks terkecil. Alternatif yang memiliki nilai indeks terkecil akan menjadi ranking terbaik. Hasil dan Pembahasan 1 Metodologi Penelitian Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini diperlihatkan dalam Gambar 1. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi perusahaan menyangkut pemilihan supplier adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR). Metode AHP digunakan karena dapat membantu dalam menentukan kriteria dan subkriteria yang memiliki tingkat kepentingan lebih tinggi dibandingkan kriteria dan subkriteria lainnya. Metode ini juga digunakan sebagai perangkat untuk menghitung nilai bobot pada setiap kriteria dan sub kritera. Di samping itu metode ini dapat menjamin konsistensi dalam pembobotan. Metode VIKOR digunakan karena metode ini mampu memecahkan permasalahan dengan kriteria yang saling bertentangan dalam penentuan Contoh: dua kriteria yang bertentangan adalah kualitas dan harga, dimana semakin tinggi kualitas bahan baku maka akan semakin baik, sedangkan semakin tinggi harga . emakin maha. maka akan semakin tidak baik. VIKOR melakukan pemeringkatan terhadap alternatif supplier dan menentukan solusi yang mendekati solusi ideal. Flowchart pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini disajikan dalam Gambar 2. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Penelitian Pendahuluan Metode: Melakukan wawancara kepada pemilik perusahaan. Melakukan observasi. Masalah: Kualitas bahan baku yang kurang baik dan keterlambatan pengiriman bahan baku dari supplier. Penetapan Batasan dan Asumsi Batasan Supplier yang diteliti ialah supplier kain untuk membuat kaus dan jaket. Data supplier yang digunakan berasal dari data periode Januari Ae Mei Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tidak terjadi perubahan data supplier bahan baku selama periode penelitian. Perumusan Masalah Apa kriteria dan sub kriteria yang sebaiknya digunakan perusahaan dalam pemilihan supplier? Apa kriteria dan sub kriteria terpenting dalam pemilihan supplier? Supplier mana yang sebaiknya dipilih perusahaan? Penentuan Tujuan Penelitian Menentukan kriteria dan sub kriteria yang sebaiknya digunakan perusahan dalam pemilihan supplier. Menentukan kriteria dan sub kriteria terpenting dalam pemilihan Menentukan supplier yang sebaiknya dipilih perusahaan. Penentuan Tinjauan Pustaka Supply Chain Management (SCM) Metode Analytic Hierarchy Proses (AHP) Metode Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) Penentuan Metode Pemecahan Masalah Metode Analytic Hierarchy Proses (AHP) Metode Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) Pengumpulan Data Data Perusahaan Data Supplier Bahan Baku Data kriteria bahan baku yang ditetapkan perusahaan Pengolahan Data Analisis Penentuan Kriteria dan Sub Kriteria dalam Pemilihan Supplier Penentuan Kriteria dan Sub kriteria Terpenting dalam Pemilihan Supplier Pemilihan Supplier Terbaik Analisis Strategi Supplier Analisis Kelebihan Tiap Supplier Portofolio Hubungan Supplier Kesimpulan dan saran Kesimpulan dari hasil penelitian Saran untuk perusahaan dan penelitian selanjutnya. Gambar 1. Bagan metodologi penelitian Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Mulai Penyusunan Kuesioner Konstruk Perhitungan Consistency Ratio (CR) Gabungan Penyebaran Kuesioner Konstruk kepada Dosen KBK OSI dan perusahaan Tidak Perbaikan Kuesioner Berdasarkan Saran dari Dosen KBK OSI dan Perusahaan Nilai CR Sesuai dengan Ketentuan ? Tidak Kuesioner Valid ? Metode : AHP Metode : VIKOR Penyusunan Kuesioner Perbandingan Berpasangan Penyusunan Kuesioner Penilaian Kinerja Supplier Penyebaran Kuesioner Perbandingan Berpasangan Penyebaran Kuesioner Penilaian Kinerja Supplier Penyusunan Matriks Perbandingan Berpasangan Penyusunan Matriks Gabungan Penilaian Kinerja Supplier Perhitungan Normalisasi Metode AHP Perhitungan Normalisasi Metode VIKOR Tidak Perhitungan Konsistensi Hierarki Perhitungan Consistency Ratio Hierarcy Nilai CRH Sesuai dengan Ketentuan ? Perhitungan Bobot Perhitungan Bobot Global Perhitungan Perkalian Matriks Metode : VIKOR Perhitungan Nilai S dan R Perhitungan Nilai Eigen Value Maksimum Perhitungan Nilai Indeks Perhitungan Consistency Index (CI) Penentuan Ranking Perhitungan Consistency Ratio (CR) Selesai Nilai CR Sesuai dengan Ketentuan ? Perhitungan Matriks Perbandingan Berpasangan Gabungan Perhitungan Normalisasi Gabungan Perhitungan Perkalian Matriks Gabungan Perhitungan Nilai Eigen Value Maksimum Gabungan Perhitungan Consistency Index (CI) Gabungan Gambar 2. Flowchart pengolahan data 2 Pengolahan Data 1 Penyusunan Kuesioner Konstruk Penulis melakukan penyusunan kuesioner konstruk yang bertujuan untuk menguji validitas kuesioner serta menentukan kriteria dan subkriteria yang memiliki pengaruh dalam pemilihan supplier terbaik bagi perusahaan. Sebagai referensi, dilakukan studi pustaka pada jurnal, buku, dan penelitian sebelumnya. Selanjutnya kuesioner awal yang disusun disebarkan kepada 3 orang dosen dan 3 orang perwakilan dari pihak perusahaan, yaitu owner. Staf Senior Divisi Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Desain dan Staf Senior Divisi Produksi untuk mendapatkan masukan. Berdasarkan masukan yang diperoleh, disusun Kriteria dan Subkriteria dalam pemilihan supplier yang diperlihatkan dalam Tabel 3. Tabel 3 Kriteria dan subkriteria Kriteria Sub Kriteria Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku 1 Kualitas Kelengkapan Sertifikat Harga Penawaran 2 Harga Persentase jumlah bahan baku yang cacat Kualitas bahan baku yang diterima perusahaan dari supplier sudah sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh perusahaan baik dari tebal bahan baku hingga ukuran bahan baku. Tersedianya sertifikat yang menunjukan bahan baku yang digunakan telah memenuhi standar nasional dan ramah lingkungan seperti sertifikat ISO. Harga penawaran cukup bersaing dengan kualitas yang sesuai standar perusahaan. Quantity Discount Supplier memberikan potongan harga kepada perusahaan jika minimum pemesanan terpenuhi. Tempo Pembayaran Jangka waktu yang diberikan oleh supplier kepada perusahaan untuk melakukan pembayaran. Frekuensi Pembayaran Frekuensi yang diberikan oleh supplier kepada perusahan untuk melakukan pembayaran. ( Contoh: 2 kali pembayaran, 3 kali pembayaran, dsb. Ketepatan Pengiriman Ketepatan waktu kedatangan bahan baku sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Kesesuaian kuantitas bahan baku yang dikirim oleh Lead Time Jangka waktu dari pemesanan hingga bahan baku tiba. Kecepatan Menanggapi Keluhan Tangapan dan ketersedian supplier dalam menangani bahan baku yang dikirim tidak sesuai dengan kualitas yang diinginkan perusahaan. Kemudahan untuk Dihubungi Kemudahan supplier dihubungi jika terjadi suatu Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan tanggapan yang diberikan dari pihak supplier kepada perusahaan atas permintaan bahan baku. Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Kecepatan tanggapan yang diberikan dari pihak supplier kepada perusahaan atas perubahan bahan Perubahan Kuantitas Pesanan Kesiapan supplier dalam menghadapi perubahan kuantitas pesanan. Fleksibilitas Waktu Pengiriman Kesiapan supplier dalam menghadapi perubahan waktu 3 Pembayaran 4 Pengiriman Keterangan 5 Responsiveness 6 Fleksibilitas Pengembalian Pesanan yang Kesiapan supplier dalam menghadapi pengembalian Tidak Sesuai pesanan yang tidak sesuai. 2 Penyusunan Kuesioner Perbandingan Berpasangan Penyusunan kuesioner perbandingan berpasangan dilakukan untuk mengetahui skala kepentingan dari kriteria dan subkriteria dengan cara membandingkan antara 2 kriteria atau Penentuan skala kepentingan ini dilakukan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang bertujuan untuk mengetahui bobot dari masing-masing kriteria dan subkriteria yang telah disusun sebelumnya. Kuesioner perbandingan berpasangan untuk Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode kriteria dan subkriteria dapat dilihat pada Tabel 4 dan Tabel 5. Keterangan untuk skala perbandingan antara kriteria dan subkriteria dapat dilihat pada Tabel 6. Kriteria Kualitas Kualitas Kualitas Kualitas Kualitas Harga Harga Harga Harga Pembayaran Pembayaran Pembayaran Pengiriman Pengiriman Responsiveness Tabel 4. Kuesioner perbandingan berpasangan kriteria Kriteria Penilaian Kriteria 9 Harga 9 Pembayaran 9 Pengiriman 9 Responsiveness 9 Fleksibilitas 9 Pembayaran 9 Pengiriman 9 Responsiveness 9 Fleksibilitas 9 Pengiriman 9 Responsiveness 9 Fleksibilitas 9 Responsiveness 9 Fleksibilitas 9 Fleksibilitas Tabel 5. Kuesioner perbandingan berpasangan subkriteria Kriteria Kualitas Harga Pembayaran Pengiriman Sub Kriteria Penilaian Sub Kritria B Kualitas Bahan Baku Kelengkapan Sertifikat Kelengkapan Sertifikat Quantity Discount Frekuensi Pembayaran Kesesuaian Kuantitas Pengiriman 9 Lead Time 9 Lead Time Kemudahan untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Keluhan Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan Menanggapi Keluhan Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan menanggapi Perubahan Pesanan Kecepatan menanggapi Perubahan Pesanan Sub Kriteria A Persentase Cacat Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku Harga Penawaran Ketepatan Pengiriman Ketepatan Pengiriman Ketepatan Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Kecepatan Menanggapi Keluhan Responsiveness Kemudahan untuk Dihubungi Kemudahan untuk Dihubungi Fleksibilitas Kecepatan Menanggapi Permintaan Perubahan Kuantitas Pesanan Perubahan Kuantitas Pesanan Fleksibilitas Waktu Pengiriman Fleksibilitas Waktu Pengiriman Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Tabel 6. Skala perbandingan berpasangan Intensitas Keterangan Kepentingannya Kedua elemen memiliki tingkat kepentingan yang sama. Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen lainnya. Elemen yang satu lebih penting dibanding elemen lainnya. Satu elemen jelas lebih penting dibanding elemen lainnya. Satu elemen mutlak lebih penting daripada elemen lainnya. Supplier 1 Kualitas Bahan Baku Harga Penawaran Quantity Discount Supplier 2 Tempo Pembayaran Frekuensi Pembayaran Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Supplier 3 Supplier 4 Pengembali an Pesanan yang tidak Fleksibilitas Waktu Pengiriman Perubahan Kuantitas Pesanan Kecepatan Kecepatan Menanggapi Kemudahan Dihubungi Kecepatan Menanggapi Keluhan Lead Time Pengiriman Responsiveness Fleksibilitas Pemilihan Supplier Ketepatan Pengiriman Pembayaran Harga Kelengkapa n Sertifikat Kualitas Persentase Cacat 3 Penyusunan Hierarki Hierarki merupakan tingkatan atau level yang dapat divisualisasikan berdasarkan struktur Hierarki tersebut disusun dari kriteria/subkriteria yang terpenting hingga kurang Dari hierarki dapat diketahui hubungan antar kriteria/subkriteria yang menjadi dasar pertimbangan pemilihan supplier oleh perusahaan. Pemilihan supplier utama dilakukan berdasarkan grafik hierarki yang diperlihatkan pada Gambar 3. Gambar 3. Hirarki pemilihan supplier Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode 4 Pengolahan Perbandingan Berpasangan Kriteria Pengolahan data hasil pengisian kuesioner perbandingan berpasangan kriteria dilakukan dengan menggunakan metode AHP, dimana data hasil pengisian kuesioner dari perwakilan pihak perusahaan dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Hasil kuesioner perbandingan berpasangan kriteria Sub Kriteria Persentase Cacat Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku Harga Penawaran Ketepatan Pengiriman Ketepatan Pengiriman Ketepatan Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Kecepatan Menanggapi Keluhan Kecepatan Menanggapi Keluhan Kecepatan Menanggapi Keluhan Kemudahan untuk Dihubungi Kemudahan untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Permintaan Perubahan Kuantitas Pesanan Perubahan Kuantitas Pesanan Fleksibilitas Waktu Pengiriman Responden Sub Kritria B Responden 1 Responden 2 Responden 3 Kualitas Bahan Baku Kelengkapan Sertifikat Kelengkapan Sertifikat Quantity Discount Frekuensi Pembayaran Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Lead Time Lead Time Kemudahan untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Fleksibilitas Waktu Pengiriman Pengembalian Pesanan yang tidak Sesuai Pengembalian Pesanan yang tidak Sesuai Penilaian kuesioner perbandingan berpasangan kriteria responden 1 disajikan dalam bentuk matriks yang diperlihatkan dalam Tabel 8. Hasil dari penilaian kuesioner ini akan menjadi input dalam perhitungan Analytic Hierrachy Process (AHP). Tabel 8. Matriks Kriteria Total Selanjutnya dilakukan normalisasi dengan cara membagi nilai sel dengan nilai total kolom. Setelah dilakukan normalisasi, dilakukan perhitungan bobot dengan cara merata-ratakan nilai sel pada setiap baris yang telah dinormalisasi. Hasil normalisasi dan perhitungan bobot kriteria diperlihatkan dalam Tabel 9. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Tabel 9. Normalisasi dan perhitungan bobot kriteria responden 1 Kriteria Bobot Langkah selanjutnya dilakukan perhitungan eigen value maximum yang diawali dengan melakukan perkalian antara nilai sel dan bobot kriterianya. Eigen value maximum didapatkan dari nilai rata-rata tiap sel yang ada. Hasil perhitungan eigen value maximum diperlihatkan dalam Tabel 10. Tabel 10. Perhitungan eigen value maximum Kriteria Responden 1 Total Bobot Rata-Rata Total/Bobot Kemudian dilakukan perhitungan Consistency Indeks (CI) sebagai berikut: max -n CI = 6,474 - 6 CI = = 0,095 Lalu dilakukan perhitungan Consistency Ratio (CR) sebagai berikut: CR = 0,095 CR = 1,24 = 0,0765 = 7,65% Dari Tabel 2 terlihat bahwa nilai standar untuk matriks berukuran 6x6 . ermasuk kategori matriks Ou 5x. adalah 10%. Dengan demikian hasil perbandingan berpasangan kriteria untuk responden 1 dapat dikatakan konsisten, karena nilai CR yang diperoleh adalah 7,65%. Hasil perhitungan nilai CI. RI, dan CR untuk semua responden dapat dilihat pada Tabel 11. Tabel 11. Rangkuman CI. RI dan CR kriteria semua responden Responden Kriteria Kualitas Harga Pembayaran Pengiriman Responsiveness Fleksibilitas Singkatan Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Tabel 11. Rangkuman CI. RI dan CR kriteria semua responden . Responden Kriteria Singkatan Kualitas Harga Pembayaran Pengiriman Responsiveness Fleksibilitas Kualitas Harga Pembayaran Pengiriman Responsiveness Fleksibilitas 5 Pengolahan Kuesioner Perbandingan Berpasangan Subkriteria Pengolahan data perbandingan berpasangan subkriteria sama dengan pengolahan data perbandingan berpasangan kriteria, dimana hasilnya diperlihatkan dalam Tabel 12. Tabel 12. Rangkuman CI. RI dan CR subkriteria semua responden Responden Kriteria Kualitas Harga Pembayaran Pengiriman Responsiveness Fleksibilitas Kualitas Harga Pembayaran Pengiriman Responsiveness Subkriteria Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku Kelengkapan Sertifikat Harga Penawaran Quantity Discount Tempo Pembayaran Frekuensi Pembayaran Ketepatan Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Lead Time Kecepatan Menanggapi Keluhan Kemudahan untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Perubahan Kuantitas Pesanan Fleksibilitas Waktu Pengiriman Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku Kelengkapan Sertifikat Harga Penawaran Quantity Discount Tempo Pembayaran Frekuensi Pembayaran Ketepatan Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Lead Time Kecepatan Menanggapi Keluhan Kemudahan Untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Permintaan Singkatan KBB KKP KMK KUD KMP KMPP PKP FWP KBB KKP KMK KUD KMP Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Tabel 12. Rangkuman CI. RI dan CR subkriteria semua responden . Responden Kriteria Subkriteria Singkatan FWP Harga Pembayaran Pengiriman Responsiveness Fleksibilitas Fleksibilitas Waktu Pengiriman Kualitas PKP Perubahan Kuantitas Pesanan Fleksibilitas Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku Kelengkapan Sertifikat Harga Penawaran Quantity Discount Tempo Pembayaran Frekuensi Pembayaran Ketepatan Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Lead Time Kecepatan Menanggapi Keluhan Kemudahan Untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Perubahan Kuantitas Pesanan Fleksibilitas Waktu Pengiriman Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai KBB KKP KMK KUD KMP KMPP PKP FWP 6 Pengolahan Perbandingan Berpasangan Kriteria Gabungan Tahap awal dibuat matriks gabungan kriteria seperti diperlihatkan dalam Tabel 13. Nilai yang ada di dalamnya didapatkan dari hasil perkalian nilai sel matriks kriteria dari ketiga responden. Hasil perkalian tersebut dipangkatkan dengan 1/n dimana n adalah jumlah responden. Langkah selanjutnya dilakukan normalisasi dengan cara membagi masing-masing nilai sel pada suatu kolom dalam Tabel 13 dengan total nilai kolom tersebut, sedangkan perhitungan bobot dilakukan dengan cara menghitung rata-rata nilai sel setiap baris dari hasil normalisasi. Hasil normalisasi dan perhitungan bobot kriteria responden 1 diperlihatkan dalam Tabel 14. Tabel 13. Matriks gabungan kriteria Kriteria Total Tabel 14. Normalisasi dan perhitungan bobot kriteria gabungan Kriteria Bobot Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Selanjutnya adalah melakukan perkalian nilai masing-masing sel dari suatu kriteria dengan nilai bobot kriteria dimana sel tersebut berada. Untuk memperoleh nilai Total/Bobot dengan cara membagi total nilai kriteria dengan bobot kriteria tersebut. Hasil dari Total/Bobot akan digunakan untuk menghitung nilai Eigen Value Maximum. Nilai Eigen Value Maximum diperoleh dari perhitungan rata-rata Total/Bobot. Hasil Eigen Value Maximum kriteria gabungan diperlihatkan dalam Tabel 15. Tabel 15. Perhitungan eigen value maximum Kriteria Total Bobot Rata-Rata Total/Bobot Kemudiah dilakukan perhitungan Consistency Index (CI) sebagai berikut: max -n CI = 6,250-6 CI = = 0,050 Lalu dilakukan perhitungan Consistency Ratio (CR) sebagai berikut: CR = 0,095 CR = 1,24 = 7,65% Dari Tabel 2 terlihat bahwa nilai standar untuk matriks berukuran 6x6 . ermasuk kategori matriks Ou 5x. adalah 10%. Dengan demikian hasil perbandingan berpasangan kriteria gabungan dapat dikatakan konsisten, karena nilai CR yang diperoleh adalah 4,03%. 7 Pengolahan Gabungan Kuesioner Perbandingan Berpasangan Subkriteria Pengolahan data perbandingan berpasangan subkriteria gabungan sama dengan pengolahan data perbandingan berpasangan kriteria gabungan, hasilnya diperlihatkan dalam Tabel 16. Tabel 16. Rangkuman CI. RI dan CR untuk subkriteria gabungan Kriteria Subkriteria Singkatan Persentase Cacat Kualitas Kualitas Bahan Baku KBB Kelengkapan Sertifikat Harga Penawaran Harga Quantity Discount Tempo Pembayaran Pembayaran Frekuensi Pembayaran Ketepatan Pengiriman Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman KKP Lead Time Kecepatan Menanggapi Keluhan KMK Kemudahan Untuk Dihubungi KUD Responsiveness Kecepatan Menanggapi Permintaan KMP Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan KMPP Perubahan Kuantitas Pesanan PKP Fleksibilitas Fleksibilitas Waktu Pengiriman FWP Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Bobot Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode 8 Perhitungan Consistency Hierarchy Perhitungan Consistency Hierarchy dilakukan untuk mengetahui kekonsistenan penilaian kriteria dan subkriteria yang dilakukan oleh seluruh responden. Hasil perhitungan Consistency Hierarchy diperlihatkan pada Tabel 17. Tabel 17. Rangkuman hasil kuesioner hierarki 1 Kualitas 2 Harga 3 Pembayaran 4 Pengiriman 5 Responsiveness 6 Fleksibilitas Kriteria Bobot No SubKriteria 1 Persentase Cacat 2 Kualitas Bahan Baku 3 Kelengkapan Sertifikat 4 Harga Penawaran 5 Quantity Discount 6 Tempo Pembayaran 7 Frekuensi Pembayaran 8 Ketepatan Pengiriman 9 Kesesuaian Kuantitas Pengiriman 10 Lead Time 11 Kecepatan Menanggapi Keluhan 12 Kemudahan Untuk Dihubungi 13 Kecepatan Menanggapi Permintaan 14 Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan 15 Perubahan Kuantitas Pesanan 16 Fleksibilitas Waktu Pengiriman 17 Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Bobot Total Total Total CIH CIH CIH RIH Total RIH Total Total RIH 3. 9 Perhitungan Bobot Keseluruhan Bobot global dihitung dengan cara mengalikan bobot kriteria dengan bobot subkriteria, dimana bobot yang digunakan adalah hasil perhitungan gabungan dari semua responden. Rangkuman hasil bobot global dapat dilihat pada Tabel 18. Tabel 18. Rangkuman hasil bobot global Kriteria Bobot Kriteria Kualitas Harga Pembayaran Pengiriman Responsiveness Fleksibilitas Total Subkriteria Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku Kelengkapan Sertifikat Harga Penawaran Quantity Discount Tempo Pembayaran Frekuensi Pembayaran Ketepatan Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Lead Time Kecepatan Menanggapi Keluhan Kemudahan Untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Permintaan Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Perubahan Kuantitas Pesanan Fleksibilitas Waktu Pengiriman Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Total Bobot Sub Kriteria Bobot Global Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode 10 Pengolahan Data dengan Metode Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) Matriks penilaian gabungan kinerja supplier yang didapatkan dari 3 responden diperlihatkan dalam Tabel 19. Selanjutnya dilakukan Pembuatan Matriks Normalisasi dengan menggunakan rumus . yang hasilnya ditunjukkan dalam Tabel 20. Kemudian dilakukan perhitungan Nilai Utility Measure (S) dan Regret Measure (R) dengan menggunakan rumus . , dimana hasil perkalian bobot dengan hasil normalisasi diperlihatkan dalam Tabel 21, sedangkan nilai S dan R berturut-turut dalam Tabel 22 dan Tabel 23. Selanjutnya dilakukan perhitungan Nilai Indeks (Q. masing-masing alternatif dengan menggunakan rumus . , dimana hasilnya diperlihatkan dalam Tabel 24. Urutan ranking ditentukan berdasarkan nilai indeks, dimana semakin kecil nilai indeks yang dimiliki oleh suatu supplier, maka semakin baik ranking supplier tersebut. Hasil urutan ranking disajikan dalam Tabel 25. Dari Tabel 25 terlihat bahwa Supplier 3 berada pada rangking 1, karena memiliki nilai indeks yang paling kecil. Tabel 19. Matriks gabungan penilaian kinerja supplier Alternatif Sub Kriteria Min Max C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 Tabel 20. Matriks normalisasi 0 0,165 0 1 0,500 0 0 0,667 0,752 1 0 0,570 1 0,836 1 0 0,472 0 0 0,498 0,330 0,333 0 0,752 0,248 0 0,804 1 0,248 0,499 0 0 0,500 0 0 0,570 0,407 0 0,752 1 0,663 0,333 0,500 0,247 0 0 0,248 0 Tabel 21 Perkalian bobot dengan hasil normalisasi 0 0,020 0 0,138 0,138 0,086 0 0,038 0 0,006 0,027 0,023 0 0,004 0,017 0 0,006 0,113 0,123 0,027 0 0,065 0 0 0,019 0,012 0,003 0 0,017 0,005 0 0,014 0,020 0,002 0,067 0 0 0,069 0 0,173 0,053 0 0,036 0 0,035 0,023 0 0,004 0,007 0 0,005 0,135 0,082 0,009 0,069 0,034 0 0,053 0 0,036 0,010 0 0 0,022 0,006 0 0,005 0 Nilai Indeks Tabel 22. Nilai S Nilai Tabel 23. Nilai R Nilai Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Tabel 24. Nilai indeks Nilai Tabel 25. Urutan ranking supplier Alternatif Nilai Indeks Rank Supplier 1 Supplier 2 Supplier 3 Supplier 4 3 Analisis 1 Penentuan Kriteria dan Subkriteria dalam Pemilihan Supplier Kriteria dan subkriteria yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa sumber, yaitu jurnal, buku dan penelitian sebelumnya serta masukan dari 3 orang dosen dan 3 orang perwakilan dari pihak perusahaan, dimana kriteria dan subkriteria tersebut diperlihatkan dalam Tabel 3. 2 Penentuan Kriteria dan Subkriteria Terpenting dalam Pemilihan Supplier Penentuan kriteria dan subkriteria terpenting dalam pemilihan supplier adalah berdasarkan nilai bobot. Semakin besar nilai bobot yang dimiliki suatu kriteria/subkriteria maka semakin penting kriteria/subkriteria tersebut. Metode yang digunakan dalam penentuan bobot adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Perbandingan nilai bobot antar kriteria diperlihatkan dalam Gambar 4. Dari Gambar 4 terlihat bahwa kriteria kualitas adalah kriteria yang memiliki nilai bobot yang paling tinggi, yaitu sebesar 0,285. Hal ini sejalan dengan keinginan perusahan untuk menggunakan bahan baku dengan kualitas yang baik. Perbandingan nilai bobot antar subkriteria diperlihatkan pada Gambar 5. Dari Gambar 5 terlihat bahwa subkriteria yang memiliki nilai bobot tertinggi adalah tempo pembayaran dengan nilai bobot sebesar 0,766. Gambar 4. Perbandingan nilai bobot antar kriteria Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Gambar 5. Perbandingan nilai bobot antar subkriteria 3 Pemilihan Supplier Terbaik Dalam menentukan supplier terbaik dari alternatif supplier yang selama ini bekerja sama dengan perusahaan digunakan metode VIKOR. Alternatif supplier terbaik adalah yang memiliki nilai indeks terkecil. Perbandingan nilai indeks antar keempat alternatif supplier diperlihatkan dalam Gambar 6. Dari Gambar 6 ini terlihat bahwa supplier yang terbaik adalah Supplier 3, karena memiliki nilai indeks paling kecil, yaitu 0,191. Gambar 6. Perbandingan nilai indeks antar supplier 4 Analisis Strategi Supplier Saat ini, dari 4 alternatif supplier, perusahaan seringkali bekerja sama dengan 2 supplier, yaitu Supplier 1 dan Supplier 2. Dari Gambar 6 terlihat bahwa Supplier 1 memiliki nilai indeks Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode kedua terkecil, sedangkan Supplier 2 memiliki nilai indeks terbesar. Hal ini berarti bahwa Supplier 1 berada pada urutan ranking ke-2 terbaik, sedangkan Supplier 2 berada pada urutan ranking ke-4 atau terburuk. Oleh karena itu, apabila perusahan ingin tetap menggunakan dua supplier, maka sebaiknya yang dipilih adalah Supplier 3 dan Supplier 1. Namun, apabila perusahaan ingin menggunakan 1 supplier, maka sebaiknya yang dipilih adalah Supplier 3. Berdasarkan hasil perhitungan, bahwa kriteria kualitas merupakan kriteria terpenting. Oleh karena itu sebaiknya perusahaan menerapkan kebijakan single supplier yang memiliki kelebihan dalam mendapatkan produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 5 Analisis Kelebihan Tiap Supplier Supplier yang memiliki kelebihan yang paling banyak adalah Supplier 3, yaitu kelebihan dari Kualitas Bahan Baku. Kelengkapan Sertifikat. Harga Penawaran. Ketepatan Pengiriman. Lead Time. Kecepatan Menanggapi Permintaan dan Fleksibilitas Waktu Pengiriman. Rangkuman kelebihan setiap supplier dapat dilihat pada Tabel 26. Tabel 26. Rangkuman kelebihan setiap supplier Kriteria 1 Kualitas 2 Harga 3 Pembayaran 4 Pengiriman 5 Responsiveness 6 Fleksibilitas Sub Kriteria Persentase Cacat Kualitas Bahan Baku Kelengkapan Sertifikat Harga Penawaran Quantity Discount Tempo Pembayaran Frekuensi Pembayaran Ketepatan Pengiriman Kesesuaian Kuantitas Pengiriman Lead Time Kecepatan Menanggapi Keluhan Kemudahan untuk Dihubungi Kecepatan Menanggapi Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan Perubahan Kuantitas Pesanan Fleksibilitas Waktu Pengiriman Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai Total Supplier 1 Supplier 2 Supplier 3 Supplier 4 ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue 6 Portofolio Hubungan Supplier Perusahaan dan supplier perlu memiliki hubungan yang baik agar dapat saling berkoordinasi dengan maksimal. Hubungan yang baik merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Ada dua faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menjalin hubungan dengan supplier yaitu: . Tingkat kesulitan untuk mendapatkan produk. Tingkat kepentingan dari produk yang dipasok oleh supplier. Kain merupakan produk yang cukup umum dan standar, sehingga tidak terlalu sulit untuk Namun, supplier kain merupakan supplier dengan tingkat kepentingan tinggi, karena kain merupakan bahan baku utama dalam pembuatan kaos dan memiliki nilai yang relatif tinggi dibandingkan dengan bahan baku lainnya. Oleh karena itu supplier kain termasuk ke dalam leverage supplier. Supplier yang masuk dalam kategori leverage supplier adalah supplier yang memasok item dengan tingkat kepentingan yang tinggi bagi perusahaan. Akan tetapi, item tersebut relatif mudah diperoleh, karena banyak supplier yang bisa Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Sumber: Pujawan dan Mahendrawathi, 2005. Gambar 7. Commodity Portfolio Matrix Penelitian ini dapat bermanfaat bagi perusahaan yang menjadi objek kajian . aupun perusahaan lainnya yang memiliki permasalahan yang sam. dalam menentukan supplier yang lebih tepat untuk memasok bahan baku yang dibutuhkan. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi dalam hal penentuan supplier terbaik yang lebih akurat karena menggabungkan metode AHP dan VIKOR. Hal ini dikarenakan metode VIKOR mampu memecahkan permasalahan dengan kriteria-kriteria yang saling bertentangan dalam penentuan ranking supplier, yang menjadi faktor keunggulan jika dibandingkan dengan hanya menggunakan metode AHP. Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Berikut adalah beberapa hal yang dapat disimpulkan dari penelitian yang dilakukan. Kriteria yang sebaiknya yang digunakan perusahaan dalam pemilihan supplier ada 6 kriteria, yaitu: kualitas, harga, pembayaran, pengiriman, responsiveness, fleksibilitas. Subkriteria yang sebaiknya digunakan perusahaan ada 17 subkriteria, yaitu: Persentase Cacat. Kualitas Bahan Baku. Kelengkapan Sertifikat. Harga Penawaran. Quantity Discount. Tempo Pembayaran. Frekuensi Pembayaran. Ketepatan Pengiriman. Kesesuaian Kuantitas Pengiriman. Lead Time. Kecepatan Menangapi Keluhan. Kemudahan Untuk Dihubungi. Kecepatan Menanggapi Permintaan. Kecepatan Menanggapi Perubahan Pesanan. Perubahan Kuantitas. Fleksibilitas Waktu Pengiriman, dan Pengembalian Pesanan yang Tidak Sesuai. Dari 6 kriteria yang sebaiknya digunakan perusahan, kriteria terpenting adalah kualitas dengan nilai bobot sebesar 0,285. Dari 17 subkriteria yang sebaiknya digunakan perusahaan subkriteria terpenting tempo pembayaran dengan nilai bobot sebesar 0,766. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode AHP dan VIKOR, urutan ranking supplier adalah Supplier 3-1-4-2 dengan nilai indeks berturut-turut 0,191, 0,351, 0,638 dan 1. Dengan demikian, supplier terbaik adalah Supplier 3. 2 Saran Berikut adalah saran yang dapat diberikan penulis kepada perusahan dalam menerapkan metode pemilihan supplier usulan: . Perusahaan sebaiknya melakukan evaluasi kinerja supplier dengan periode minimal 6 bulan sekali. Perusahaan sebaiknya membuat surat perjanjian kontrak kerja sama dengan supplier. Berikut beberapa saran yang dapat diberikan penulis untuk penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: . Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan metode AHP menjadi metode Analytic Network Process (ANP) agar dapat juga melihat hubungan antar kriteria dan antar subkriteria. Penelitian selanjutnya dapat menentukan supplier untuk bahan baku lainnya . enang, cat sablo. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan subkriteria jumlah minimum pemesanan. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 174Ae196 Sipayung. Liputra. and Suhada. Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Universitas Kristen Maranatha yang telah berkontribusi mensponsori penelitian ini. Daftar Pustaka