ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TERNAK KAMBING DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Analysis of Financial Feasibility of Goat Farming Business In South Lampung District Wendi Alhabsi 1 . Fikri Syahputra2* . Supriyadi 3 Program Studi Agribisnis. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Dharma Wacana Email: fikrisyahputra912@gmail. Abstrak Penelitian dilakukan pada peternak kambing di kelompok ternak Wana Lestari di desa karya tunggal Kabupaten Lampung selatan. Jumlah sampel dalam penelitian adalah sebanyak 25 peternak kambing. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling yaitu dengan sampling jenuh . yaitu metode penarikan sampel bila semua anggota populasi di jadikan sebagai sampel. Hal ini sering di lakukan apabila jumlah populasi kecil, kurang dari 50 orang. dengan ketentuan peternak kambing yang memiliki usaha dari satu sampai lima belas tahun. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis Kelayakan Finansial dengan menggunakan kriteria investasi Net Present Value (NPV). Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C). Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Dari hasil penelitian di ketahui bahwa nilai NPV sebesar Rp 31. 806, nilai Net B/C ratio sebesar 17,68, nilai Gross B/C sebesar 2,66, nilai IRR sebesar 48%, dan nilai Payback Period 2 tahun 9 bulan. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial disimpulkan bahwa usaha ternak kambing pada kelompok ternak Wana Lestari di Desa Karya Tunggal Kecamatan. Kabupaten Lampung Selatan layak secara finansial. Kata Kunci: Kelayakan Finansial. Kelompok Ternak. Usaha Ternak Kambing Abstract The research was conducted on goat breeders in the Wana Lestari livestock group in Karya Tunggal Village. South Lampung Regency. The number of samples in the research was 25 goat breeders. The sampling method used in this research is non-probability sampling, namely saturated sampling . , which is a sampling method when all members of the population are used as samples. This is often done when the population is small, less than 50 people. with the provision that goat breeders have businesses from one to fifteen years. The analytical method used in the research is Financial Feasibility analysis using the investment criteria Net Present Value (NPV). Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C). Internal Rate of Return (IRR) , and Payback Period (PP). From the research results, it is known that the NPV value is IDR 31,198,806, the Net B/C ratio value is 17. 68, the Gross B/C value is 2. 66, the IRR value is 48%, and the Payback Period value is 2 years 9 months. Based on the results of the financial feasibility analysis, it was concluded that the goat farming business in the Wana Lestari livestock group in Karya Tunggal Village. District. South Lampung Regency is financially feasible. Keywords: Financial Feasibility. Livestock Groups. Goat Farming Business Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Kambing Di Kabupaten Lampung Selatan Wendi Alhabsi. Fikri Syahputra. Supriyadi PENDAHULUAN Provinsi lampung merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi yang cukup besar terkait dengan populasi ternak sehingga dapat menjadikan provinsi ini menjadi pemasok yang dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan nasional terkait dengan ternak kambing baik dalam kondisi hidup maupun dalam bentuk daging. Pada tahun 2020 populasi ternak kambing mencapai 1. 878 ekor dan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2022 086 ekor. Konsisi tersebut dinilai sangat menguntungkan dan mempunyai potensi ekonomi, mudah dalam pemeliharaanya, investasi modal yang relatif kecil serta pemasarannya cukup mudah sehingga modal usaha cepat berputar. Kambing juga menjadi salah satu produk berprospek tinggi yang dapat diandalkan untuk bersaing pada perdagangan pasar dunia (Rusdiana et al. , 2. Kabupaten Lampung Selatan memiliki jumlah populasi tertinggi untuk komoditas ternak kambing di Provinsi Lampung. Pada tahun 2019 jumlah populasi ternak kambing mencapai 559 ekor dan terus mengalami kenaikan hingga mencapai 362. 469 ekor pada tahun Usaha ternak kambing merupakan salah satu komoditas ternak yang hampir seluruhnya merupakan usaha peternakan rakyat yang dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan petani peternakan di pedesaan. Peternakan kambing saat ini berkembang sangat pesat karna banyak hasil yang dapat diperoleh. Beberapa hasil diantaranya berupa penjualan induk, dan anakkan. Selain itu kotoran nya bisa di olah menjadi pupuk organik (Dirman. Permasalahan yang kerap muncul dalam aktivitas usaha ternak kambing mengenai biaya produksi dan harga jual ternak yang fluktuatif. Kondisi tersebut di dukung akan potret usaha ternak kambing di Kabupaten Lampung Selatan yang dominan berbentuk skala peternakan Usaha ternak kambing dapat dikatakan berhasil apabila sudah memberikan kontribusi pendapatan serta dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari para peternak. Berdasarkan uraian tersebut perlu dilakukan suatu kajian dalam bentuk analisis kelayakan usaha ternak. Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak kambing di Kabupaten Lampung Selatan. LANDASAN TEORI Analisis kelayakan finansial merupakan suatu analisis yang digunakan untuk menentukan apakah suatu usaha akan menguntungkan atau tidak selama usaha tersebut dijalankan dengan cara membandingkan antara biaya dan manfaatnya. Analisis finansial akan dijadikan sebagi bahan masukan dan dan menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan pelaksanaan usaha. Kelayakan finansial bersifat analisis arus dana. Biaya total dapat diartikan juga sebagai biaya yang dikeluarkan baik eksplisit maupun implisit pada sumber daya untuk memperoleh tingkat output tertentu (Affandi, 2. Biaya total mengacu pada biaya keseluruhan dalam menjalankan suatu usaha yang jumlahnya ditentukan dengan mempertimbangkan keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan, yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Penerimaan adalah seluruh pendapatan yang diterima dari setiap output yang di jual dengan memperhitungkan seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Penerimaan merupakan fungsi dari jumlah barang atau hasil kali jumlah barang dengan harga barang per unit (Mafut, 2. Pendapatan adalah arus kas masuk atau kenaikan dalam aset pemilik usaha yang diperoleh dari hasil produksi. Pendapatan petani merupakan penghasilan yang diperoleh petani dari selisih antara penerimaan dengan biaya produksi. (Sari et al. , 2. Besarnya Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Kambing Di Kabupaten Lampung Selatan Wendi Alhabsi. Fikri Syahputra. Supriyadi pendapatan yang diterima oleh petani merupakan besarnya penerimaan dan pengeluaran selama proses produksi. NPV adalah Preset Value aliran kas masuk dikurangi dengan present present value aliran kas keluar (Pasaribu. ,dkk, 2. Apabila nilai NPV lebih besar dari nol, maka usaha tersebut layak untuk dilaksanakan. Sebaliknya, apabila NPV kurang dari nol, maka usaha tersebut tidak layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan. Net B/C merupakan nilai manfaat yang bisa didapatkan dari pengeluaran biaya untuk suatu proyek atau usaha. Menurut Mafut . Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) merupakan kriteria yang digunakan untuk menghitung perbandingan antara selisih biaya manfaat yang positif dengan biaya manfaat negative. Menurut (No et al. , 2. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) adalah perbandingan antara penerimaan manfaat dari suatu investasi dengan biaya yang dikeluarkan. Dalam kriterian Gross B/C dapat digambarkan pengaruh dari adanya tambahan biaya terhadap manfaat yang diterima. Menurut (Witoko et al. , 2. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingka bunga yang menunjukan jumlah nilai sekarang netto (NPV) sama dengan jumlah seluruh biaya investasi proyek atau usaha. Kriteria IRR menunjukkan suatu proyek atau usaha dalam menghasilkan tingkat keuntungan yang bisa dipakai. Menurut Faradiba . payback period (PP) diginakan untuk mneganalisis lamanya waktu pengambilan investasi usaha, oleh sebab itu satuan ukuran yang dihasilkan bukan dalam bentuk presentase ataupun rupiah, melainkan satuan waktu. Kriteria payback period tidak memiliki indikator standar dan bersifat relatif tergantung umur proyek dan besarnya METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karya Tunggal yang berlokasi di Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja . urpose samplin. dengan pertimbangan bahwa di desa tersebut memiliki kelompok ternak yang aktif. Sampel penelitian sejumlah 25 orang yang tergabung dalam satu kelompok ternak Wana Lestari yang anggotanya merupakan peternak kambing. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yang mengacu pada analisis kelayakan finansial. Menurut Nugroho . NPV dihitung berdasarkan selisih antara total nilai penerimaan sekarang dengan total nilai biaya sekarang dengan rumusan sebagai berikut : yaAyc yayc NPV = OcycuycOe1 o . yc Keterangan : NPV = Net Present Value (R. Bt = manfaat yang di peroleh = biaya yang dikeluarkan setiap tahun n jumlah tahun = tingkat suku bunga . t Kriteria : NPV > 0 NPV < 0 = Layak = Tidak Layak Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Kambing Di Kabupaten Lampung Selatan Wendi Alhabsi. Fikri Syahputra. Supriyadi Net B/C ratio menunjukkan besarnya tingkat benefit yang akan diperoleh dari biaya yang telah dikeluarkan. Rumus perhitungan Net B/C ratio adalah sebagai berikut: Ocycu yaA ycAyaA ycn ( ) Net ya = Ocyc=1 ycu ycAyaA yc=0 ycn (O. Keterangan: Net B/C = Net Benefit Cost Ratio N Bi ( ) = Net benefit yang telah di discount positif N Bi (-) = Net benefit yang telah di discount negatif = Tahun ke-t Dengan kriteria investasi berdasarkan Net B/C adalah: Net B/C = 1, maka NPV = 0, artinya proyek tidak menguntungkan ataupun rugi Net B/C > 1, maka NPV > 0, artinya proyek menguntungkan Net B/C < 1, maka NPV < 0, artinya proyek tidak menguntungkan/rugi Gross B/C adalah perbandingan antara nilai bersih sekarang positif dengan nilai sekarang bersih negatif. Apabila nilai Gross B/C lebih besar satu, maka usahatani tersebut layak untuk diusahakan dan dikembangkan (Christina Pasaribu et al. , 2. Gros B/C dapat dirumuskan sebagai berikut : yaA Ocycu yaAyc ( 1 yc. Oeycu Gross ya = Ocyc=1 ycu yayc( 1 yc. Oeycu yc=1 Keterangan: = Net Benefit Cost Ratio = Net benefit yang telah di discount positif = Net benefit yang telah di discount negatif = Tingkat suku bunga = Umur usaha Internal Rate of Return adalah tingkat suku bunga maksimum yang dapat mengembalikan biaya-biaya yang ditanam. (Hidayat et al. , 2. Secara sistematis IRR dapat dirumuskan sebagai berikut: ycAycEycO1 IRR = i1 ycAycEycO1OeycAycEycO2 x . 1 -i2 ) Keterangan: IRR NPV1 NPV2 = Internal Rate of Return = Suku bungan NPV positif = Suku bungan NPV negatif = NPV positif = NPV negatif Paybeck Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Kambing Di Kabupaten Lampung Selatan Wendi Alhabsi. Fikri Syahputra. Supriyadi pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas. Perhitungan paybeck period dapat dirumuskan sebagai berikut: PP = Keterangan: ya yayca x 1 tahun = Nilai investasi = Kas masuk bersih yang telah di diskonto HASIL DAN PEMBAHASAN Net Present Value (NPV) NPV merupakan selisih present value benefit dan present value dari biaya. Perhitungan NPV pada usaha ternak kambing di Kelompok Ternak Wana Lestari Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan menggunakan discount rate sebesar 7,25% (KUR, 2. NPV usaha ternak kambing di kelompok Wahana Lestari dapat dilihat pada tabel 11. sebesar Rp. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa usaha ternak kambing di kelompok Wana Lestari layak untuk dijalankan dalam kurun waktu 15 tahun kedepan karena memiliki nilai positif. Hal tersebut senada dengan hasil penelitian Oktavia Lestari . yang mendapat manfaat bersih dari suatu usaha ternak kambing sebesar Rp. 311,47 sehingga layak dijalankan selama 15 tahun. Net Benefit Ratio (Net B/C) Net Benefit Cost Ratio merupakan angka perbandingan antara jumlah present value yang positif dengan present value yang negatif. Perhitungan ini digunakan untuk mengetahui rasio manfaat-biaya suatu proyek atau keuntungan ekonomis. Nilai Net B/C ratio pada usaha ternak kambing di Kelompok Wana Lestari sebesar 17,68. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai Net B/C lebih besar dari satu sehingga, dapat dikatakan usaha ini layak. Hal ini senada dengan penelitian Oktavia Lestari, . yang memperoleh nilai positif yang artinya usaha layak untuk dikembangkan. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) Gross B/C adalah perbandingan antara nilai bersih sekarang positif dengan nilai sekarang bersih negatif. Apabila nilai Gross B/C lebih besar dari satu, maka usahatani tersebut layak untuk diusahakan dan dikembangkan. Nilai Gross B/C usaha ternak kambing di Kelompok Wana Lestari lebih dari satu yaitu senilai 2,66. Dengan demikian usaha ternak kambing layak untuk diusahakan sesuai dengan pernyataan Pasaribu dkk. , . nilai Gross B/C nya lebih dari satu maka usahatani layak untuk di lanjutkan. Internal Rate Of Return (IRR) Nilai IRR pada usaha ternak kambing di kelompok ternak Wana Lestari yaitu sebesar Nilai tersebut lebih besar dibandingkan tingkat suku bunga yaitu sebesar 7,25% sehingga, usaha ini layak untuk dijalankan. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian Oktavia Lestari . yaitu perhitungan nilai IRR yaitu 48%, maka usaha ternak kambing yang dijalankan dikatakan layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak kambing memiliki nilai IRR lebih besar dari 20% yaitu sebesar 23%. Hal ini berarti peternak mampu mengembalikan investasi yang Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Ternak Kambing Di Kabupaten Lampung Selatan Wendi Alhabsi. Fikri Syahputra. Supriyadi Payback Period (PP) Kriteria ini mengukur seberapa cepat pengembalian investasi pada suatu usaha. Apabila payback period tersebut lebih pendek dari umur investasi, maka usaha tersebut menguntungkan sehingga layak untuk dijalankan, namun apabila payback period tersebut lebih panjang dari umur investasi maka usaha tersebut tidak layak dijalankan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kelompok Wana Lestari Desa Karya Tunggal nilai Payback Period yaitu 2 tahun 9 bulan sehingga dapat dikatakan layak karena waktu pengembalian investasi tidak lebih lama dari umur usaha yaitu lima belas tahun. Hal tersebut Sesuai dengan penelitian Abbas dkk. , . yang juga layak untuk diusahakan karena niali PP yang dihasilkan dari perhitungan analisis finansial adalah 4 tahun 4 bulan. Hal ini menunjukkan usaha tersebut layak dengan umur ekonomis selama 15 tahun dan pengembalian investasi selama 2 tahun 9 bulan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa usaha ternak kambing layak untuk diusahakan secara finansial yang ditandai dengan nilai kriteria Gross B/C Ratio 2,66. Net B/C Ratio 17,68. NPV Rp. 31,198,806 . IRR 48%, dan Payback Period 2 tahun 9 bulan. DAFTAR PUSTAKA