YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT KEPADA PASIEN DI RUANG BEDAH RSUD CHASAN BOESOERIE TERNATE -------------------------------------------------------------------------------------------------Wahyuni Bailussy. Syaiful Bahry Universitas Muhamadiyah Maluku Utara (Naskah diterima: 12 Agustus 2018, disetujui: 12 Oktober 2. Abstract Research objectives include: To find out and analyze therapeutic communication that nurses treat patients in the Chasan Boesoerie Ternate Hospital Room and to find out and analyze the level of therapeutic communication knowledge for nurses in the Chasan Boesoerie General Hospital Ternate Surgery Room. The type of research that researchers use is a descriptive method, which is a method designed to gather information about real conditions in progress. Based on the results of field research that the therapeutic communication of nurses to patients during the treatment process in the operating room does not show a balanced communication attitude so that patients still feel uncomfortable over the communication that is built, as well as communication that is carried out verbally or verbally with the intention of conveying a meaningful message but not supported by nonverbal communication. Verbal communication delivered is not supported by visible expressions. Key word: communication, nurse, patient Abstrak Tujuan Penelitian diantaranya adalah: Untuk mengetahui dan menganalisis Komunikasi terapeutik yang perawat terhadap penyembuhan pasien di Ruang Bedah RSUD Chasan Boesoerie Ternate dan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat pengetahuan Komunikasi Terapeutik bagi perawat di Ruangan Bedah RSUD Chasan Boesoerie Ternate. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan-keadaan nyata yang sedang berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwa Komunikasi terapeutik perawat kepada pasien selama proses pengobatan di ruang bedah tidak menunjukkan sikap komunikasi yang seimbang sehingga pasien masih merasakan tidak nyaman atas komunikasi yang dibangun, seperti halnya komunikasi yang dilangsungkan secara verbal atau lisan dengan maksud menyampaikan pesan yang bermakna perhatian namun tidak didukung dengan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal yang disampaikan tidak didukung dengan ekspresi yang nampak. Kata kunci: Komunikasi. Perawat. Pasien YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . PENDAHULUAN tidak dan menyengajanya atau tidak. Dengan omunikasi memiliki peranan yang demikian setiap perilaku mempunyai potensi sangat penting untuk menyatukan komunikasi, dengan kata lain. Aukita tak dapat serta menjadi jembatan untuk tidak berkomunikasiAy. terjalin kedekatan antara sesama manusia Dalam melakukan pelayanan tentunya baik secara interpersonal maupun kelompok kita tidak terlepas dari proses komunikasi. dalam lingkungannya. orang yang tidak Seperti halanya pelayanan Rumah Sakit pernah berkomunikasi dengan manusia bisa terhadap pasien sebagai kastamer yang dipastikan akan AutersesatAy, karena Ia tidak pernah berkesempatan untuk menata dirinya diperawatg kesehatan, baik fisik maupun Sebab Ketrampilan komunikasilah yang yang memungkinkan mem-bangun Rumah dimanapun adalah ketrampilan Komunikasi terapeutik atau dikenal dengan Komunikasi panduan untuk menafsirkan situasi apapun Komunikasi terapeutik merupakan yang ia hadapi. ketrampilan dalam mentrasfer informasi atau (Mulyana. Komunikasi interaksi antara perawat dengan pasien yang adalah proses pertukaran informasi yang sedang sakit di Rumah sakit tempat dimana terjadi antara komunikator kepada komuni- kan dengan tujuan untuk mencapai kesamaan makna, seperti dalama defenisi komunikasi dilakukan secara sadar dan terencana untuk yang disampaikan oleh Mulyana D dan memberikan kesan dan pesan yang baik Rakhat J. Komunikasi didefinisikan sebagai apa yang terjadi bila makna diberikan kepada Dalalam setiap isi komunikasi suatu perilaku. Bila seseorang memperhati- kan perilaku kita dan memberi-kan makna, sebaiknay dilakukan secara tersistematis yang maka komunikasi telah terjadi terlepas dari bertujuan untuk membentuk suatu keintiman, apakah kita menyadari perilaku kita atau 2000:. Komunikasi non-verbal YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . memberi dan menerima. Seorang perawat interaksinya dengan pasien dan keluarga dalam melaksanakan komunikasi terapeutik pasien maupun dari keterlibatan pelayanan harus memiliki kemampuan antara lain: secara langsung kepada pasien. pengetahuan yang cukup, keterampilan yang Pelayanan keperawatan merupakan memadai, serta teknik dan sikap komunikasi bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan yang baik. Kemampuan komunikasi akan menentukan keberhasilan penangan terhadap pasien baik secara fisik maupun psikis. Pelayanan keperawatan yang berkualitas Komunikasi sadar, bertujuan, merupakan salah satu indikator untuk menilai mutu pelayanan Salah satu indikator penting mutu pelayanan rumah pada kesembuhan pasien dan merupakan sakit adalah komunikasi baik verbal maupun non verbal perawat dalam memberikan oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya (Purwanto, 1994, dalam Mundakir, 2006, hlm ditujukan kepada pasien. Proses komunikasi terapeutik terdiri Perawat dan pasien merupakan dua unsur yang tidak bisa dipisahkan, dalam tahap perkenalan atau orientasi, tahap kerja, pelayanan rumah sakit, sebab Komunikasi dan tahap terminasi (Stuart. , 1998, perawat merupakan faktor prnting yang dalam Suryani, 2005:. Pasien kesembuhan pasien. komunikasi perawat terhadap pasien seyogyanya dilakukan secara profesional dan tersistem serta memiliki semestinya sesuai dengan norma-norma yang tujuan yang jelas. Komunikasi terapeutik merupakan ketrampilan pertama dan utama Pasien pelayanan yang disertai keramah tamahan petugas kesehatan salah satunya perawat. dimulai dari pelayanan administrasi rumah Oleh karena itu perawat mempunyai peranan sakit, perawat, perawat, dan dokter yang YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . merupakan tombak diagnosa para pasien di harapan mendapatkan pelayanan komunikasi Rumah Sakit dimanapun. yang efektif masih jauh dari fakta yang Berdasarkan kepentingan tersebut di terlihat dilokasi rumah sakit tersebut. Rumah sakit membutuhkan sumber daya halnya pada pelayanan kesehatan di ruang Bedah RSUD Chasan Boesoerie Ternate Berbicara fenomena yang menarik berkaitan dengan melakukan observasi langsung di ruang pelayanan kesehatan yang terjadi di Rumah bedah kelas dan ekonomi. komunikasi yang sakit yang cukup berfariasi, seperti halnya tejalin antara pasien dan perawat maupun salah satu Rumah sakit yang ada di Kota Ternate Maluku Utara adalah RSUD Chasan Boesoerie Ternate merupakan rumah sakit Komunikasi yang diterjalin terutama antara milik pemerintah yang menyediakna berbagai keluarga pasien dan perawat sempat terjadi macam pelayanan kesehatan diantaranya. Pasien Bedah. Pelayanan rawat inap Bersalin, pasien umum, pasien anak-anak dan pasien perawatan untuk atas penyakit yang diderita pasien namun perawat menjawabnya dengan disediakan RSUD Chasan Boesoerie Ternatei nadan tinggi dan mengabaikan keluarga selain itu juga tersedia berbagai macam Fenomena seperti ini kerap terjadi dan fasilitas rawat inap dari ekonomi sampai fakta diatas merupakan bagian kecil dari sekian fakta yang peneliti amati, masih RSUD Chasan Boesoerie Ternate banyak lagi fakta lain yang belum terungkap. merupakan rumah sakit pemerinta satu- Fakta Komunikasi terapeutik seperti ini yang sering terjadi pada pasein rawat inap di terlengkap dan memiliki fasilitas yang cukup RSUD Chasan Boesoerie Ternate sehingga memadai tentunya menentukan kelayakan masyarakat Maluku Utara pada umumnya pelayanan baik secara fasilitas peralatan, sudah melabelkan bahwa RSUD Chasan gedung, sampai pelayanan komunikasi yang Boesoerie Ternate pelayanan-nya kurang baik efektif dalam AuKalu tong tra kanal orang pasti pelayanan Namun YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . membutuhkan pelayayan yang efektif pada bahawa kalau tidak mengenal orang di dalam setiap rumah sakit baik swasta maupun rumah sakit tersebut maka pelayanan yang diterima pasti tidak maksimal. memenuhi persaingan tersebut maka pihak asal-asalAy Komunikasi salah satu Untuk rumah sakit paling tidak mempersiapkan dilakukan oleh perawat profesional disetiap sumber daya manusia (SDM) khususnya bagi area keperawatan dan bukan di arean psikiater saja. Hal ini didasarkan karena setiap klien merupakan makhluk holistik secara baik dan terstruktur. yang terdiri dari Bio-psiko-sosial-spiritual. Pada Komunikasi terapeutik perawat dan dokter pada RSUD Chasan Boesoerie Ternate masalah fisik maka secara otomatis hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi psikologi, meningkatkan kwalitas pelayanan bagi pasien sosial dan spiritualnya. Reighley . dalam Dedah . menyebutkan beberapa pelayanan komunikasi secara baik dan puas masalah psiko sosial yang dapat terjadi pada dengan pelayanan yang disediakan. pasien yang sedang sakit fisik meliputi II. TINJAUAN PUSTAKA kecemasa, gangguan konsep diri, rasa tidak Pengertian Komunikasi berdaya, ketidak mampuan, dan kurangnya Komunikasi adalah suatu proses dimana Untuk menengani masalah- dua orang atau lebih membentuk atau masalah tersebut diperlukan kepekaan dan ketrampilan khusus dari perawat provesional satusama lainnya, yang pada gilirannya akan agar masalah-masalah dapat teratasi dengan tiba pada saling pengertian yang mendalam baik sebab sentuhan secara psikologis pada (Cangara, 2004: . Sebagai contoh kegiatan dasarnya juga merupakan faktor penentu berkomunikasi juga dilakukan antara Perawat kesembuhan dan pemulihan kondisi kline. dan pasien. Komunikasi merupakan proses pertukaran informasi Dalam menghadapi persaingan bisnis yang dilakukan Perawat dalam menjaga layanan kesehatan di kota Ternate dan kerjasama yang baik dengan pasien dalam Maluku memenuhi kebutuhan kesehatan, maupun Utara YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . dengan tenaga kesehatan yang lain dalam bagi Perawat untuk dapat memahami lebih rangka membantu mengatasi masalah pasien dalam apa yang menjadi keluhan atau penyakit yang dialami oleh pasien. Peristiwa komunikasi tidak mengenal tempat, dimana saja kita bisa melakukan aktivitas komunikasi Bahasa verbal sarana utama untuk dan aktivitas komunikasi dapat terjadi pada menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud siapa saja, seperti komunikasi yang terjadi Bahasa verbal menggunakan kata-kata antara dokter dengan pasien. Seorang dokter memegang pengaruh penting bagi kesehatan realitas individual kita. Konsekuensinya kata- seorang pasien, karena seorang dokter lebih kata adalah abstraksi realitas kita yang tidak mampu menimbulkan reaksi yang merupakan dibandingkan dengan orang awam yang tidak totalitas objek atau konsep yang diwakili belajar mengenai dunia kedokteran. Di dalam kata-kata itu. (Mulyana 2005:. profesi dunia kedokteran, komunikasi antara Komunikasi Verbal Komunikasi Nonverbal dokter dengan pasien merupakan sebuah Secara sederhana, pesan ninverbal kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang adalah semua isyarat yang bukan kata-kata dokter, kompetensi inilah yang menentukan menurut Larry A. Samover dan Richard E. keberhasilan seorang dokter dalam membantu Porter. Komunikasi nonverbal mencakup masalah kesehatan pasien. Seorang perawat semua rangsangan . ecuali rancangan verba. harus benar-benar memahami betul apa yang menjadi keluhan dari pasien tersebut, oleh dihasilkan oleh individu dengan pengguna sebab itu komunikasi antara perawat dengan lingkungan oleh individu, yang mempunyai pasien sangat diperlukan dalam hal ini. nilai pesan yang potensial bagi pengirim atau Biasanya komunikasi yang terjadi antara perawat dengan pasien terbilang singkat, perilaku yang disengaja dan tidak disengaja, perawat hanya menanyakan seperlunya saja, sebagai bagian dariperistiwa komunikasi tidak ada waktu yang cukup untuk mereka secara keseluruhan. kita mengirim pesan saling berbincang-bincang, padahal perbin- nonverbal tanpa menyadari bahwa pesan cangan diantara keduanya sangat bermanfaat Jadi YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . tersebut bermakna bagi orang lain. (Mulyana tolak saling memberikan pengertian antar 2005:. petugas kesehatan dengan kata lain adalah Komunikasi Terapeutik Komunikasi Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal komunikasi yang direncanakan dan dilakukan pengertian antar pseorang perawat dengan pemulihan pasien. Komunikasi terapeutik Persoalan mendasar dan komunikasi merupakan komunikasi professional bagi ini adalah adanya saling membutuhan antara perawat (Indrawati, 2003: . Komunikasi dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan membantu dan pasien menerima bantuan pasien (Indrawati, 2003: . Persoalan (Fidya, 2004:. mendasar dan komunikasi ini adalah adanya Dalam komunikasi terapeutik terdapat saling membutuhan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat Komunikasi terapeuitk termasuk komunikasi dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan (Indrawati, 2003 : . Komunikasi kesehatan dengan pasien. Secara psikologis peranan penting memecahkan masalah yang komunikasi yang bersifat terapeutik akan membuat pasien lebih tenang, dan tidak Membangun ikatan emosional yang Pada baik antar seorang perawat dan seorang pasien akan menciptakan kesenangan di terapeutik terdapat dua komponen penting antara kedua belah pihak. Serta, membantu sesama kalau dia berhalangan untuk suatu Secara psikologis komunikasi yang termasuk komunikasi personal dengan titik bersifat terapeutik akan membuat pasien lebih Komunikasi YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Peranan komunikasi terapeutik bagi perawat sangat besar sekali untuk lebih mengembangkan Mencegah adanya tindak negatif terhadap pertahanan diri pasien Ciri-Ciri Komunikasi Terapeutik Ada tiga hal yang mendasar yang pelaksanaan tugas sehari-hari (Purwanto, mencerminkan ciri-ciri komunikasi terapeutik 2007 : . yaitu sebagai berikut : Tujuan komunikasi terapeutik Ikhlas . Membantu pasien untuk memperjelas dan Semuaperasaan negative yang dimiliki oleh mengurangi beban perasaan dan pikiran pasien dan pendekatan individu dengan serta dapat mengambil tindakan untuk verbal maupun nonverbal akan memberikan mengubah situasi yang ada bila pasien bantuan kepada pasien untuk mengkomuni- percaya pada hal yang diperlukan. kasikan dirinya ataupun kondisinya secara Mengurangi keraguan, membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan Empati mempertahankan kekuatan egonya. Empati Memengaruhi orang lain, lingkungan fisik, dan dirinya sendiri Komunikasi bukan hanya sekedar alat menerima kondisi pasien. Objektif dalam Fungsi Komunikasi Terapeutik pasien dan tidak berlabihan. Kehangatan untuk berbicara dengan pasien, perawat Kehangatan dan sikap permisif diharapkan pasien dapat memberikan dan mewujudkan ide-idenya tanpa rasa takut, sehingga pasien mempunyai tujuan untuk kesembuhan pasien. Maka (Khasana, 2014:. mempunyai fungsi sebagai berikut: Tahapan Komunikasi Terapeutik Mendorong kerja sama antara perawat atau perawat dan pasien mengekspresikan perasaannya Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan antara perawat dan pasien. Menganjurkan kerja sama antara keduanya dan sifatnya sementara, karena perawat Mengatasi persoalan Dalam YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . , terdapat proses simpati dan empati agar pasien merasa tenang yang terbina melalui lima tahap dan setiap dan merasa dihargai. tahapnya mempunyai tugas yang harus Tahap kerja dilaksanakan dan diselesaikan oleh perawat. Perawat memfokuskan arah pembicaraan Adapun tahapan komunikasi interpersonal pada masalah khusus yaitu tentang keaadan . yaitu, prainteraksi, perkenalan, pasien, dan keluhan-keluhan pasien. Selain orientasi, tahap kerja, dan terminasi. itu hendaknya Perawat juga melakukan Prainteraksi Prainteraksi seringnya berkomunikasi dengan pasien, sebelum berhubungan dan berkomunikasi mendengarkan keluhan pasien, memberikan dengan pasien. Perawat diharapkan tidak semangat dan dorongan kepada pasien, serta memiliki prasagka buruk kepada pasien, memberikan anjuran kepada pasien untuk karena akan menggangu dalam membina makan, minum obat yang teratur dan istirahat hubungan dan saling percaya. teratur, dengan tujuan adanya penyembuhan. Perkenalan Terminasi Pada tahap ini, perawat dan pasien mulai Terminasi merupakan tahap akhir dalam komunikasi interpersonal dan akhir dari pertemuan antara perawat dengan pasien. Terminasi tamahan kepada pasien, memperkenalkan sementara dan terminasi akhir. pasien lagi, apakah satu atau dua jam atau menanyakan keluhan pasien, dan lain-lain. mungkin besok akan kembali melakukan Orientasi Tujuan tahap orientasi adalah memeriksa merupakan terminasi yang terjadi jika pasien keadaan pasien, menvalidasi keakuratan data, akan keluar atau pulang dari rumah sakit. rencana yang telah dibuat dengan keadaan Dalam pasien saat itu, dan mengevaluasi hasil perawat tetap memberikan semangat dan Pada tahap ini sangat diperlukan mengingatkan untuk tetap menjaga dan sentuhan hangat dari perawat dan perasaan meningkatkan kesehatan pasien. Sehingga Terminasi YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . komunikasi interpersonal perawat dan pasien Terhadap Pasien di ruang Bedah Rumah terjalin dengan baik. Dan pada tahap ini akan Sakit Chasan Boesoerie Ternate. terlihat apakah pasien merasa senang dan Jenis penelitian yang peneliti gunakan puas dengan perlakuan atau pelayanan yang adalah metode deskriptif, yaitu metode yang diberikan perawat kepada pasien. Untuk dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan-keadaan nyata yang sedang Penelitian dengan menggunakan . atau tidak, maka dapat dilihat apakah komunikasi tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip penelitian ini adalah untuk menguraikan, (Uripni, 2002: . memaparkan, dan menggambarkan secara i. Metode Penelitian rinci mungkin mengenai komunikasi perawat Jenis Penelitian dalam berkomunikasi dengan pasien Bedah di Pendekatan kualitatif sering disebut penelitiannya dilakukan pada kondisi yang . atural Digunakan ruangan bedah RSUD Chasan Boesoerie Ternate. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di ruang Bedah pendekatan ini untuk meneliti pada kondisi Rumah yang alamiah, . ebagai lawannya adalah Boesoerie Ternate Maluku Utara dengan alamat Tanah Tinggi. Menelusuri sejarah instrumen kunci, teknik pengumpulan data panjang perjuangan Dr. Chasan Boesoirie dilakukan secara triangulasi . , selama tiga belas tahun bertugas di Maluku analisis data bersifat induktif/kualitatif dan Utara yakni empat tahun di Weda dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan Sembilan Tahun di Ternate. Dr. Chasan makna dari generalisasi (Sugiyono, 2008:. Boesoirie Selanjutnya mengusulkan kepada Pendekatan kulaitatif dipilih karena peneliti Pemerintah Kabupaten Maluku Utara untuk ingin mendeskripsikan, memperoleh gambar- pemberian identitas atau nama RSUD Ternate an nyata dan menggali informasi yang jelas menjadi RSUD Dr. Chasan Boesoirie. menganai Komunikasi Terapeutik Perawat Usulan tersebut disampaikan pada rapat kerja Sakit Umum Daerah Chasan YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Kabupaten komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh diagendakan dalam notulen rapat tanggal 29 Perawat . etugas kesehata. terhadap pasien September bedah di ruangan bedah Rumah Sakit Umum pembahasannya di tingkat DPRD Maluku Daerah Chasan Boesoerie Ternate Maluku Utara. Selanjutnya berdasarkan peraturan Utara. Perawat dalam melakukan perawatan Daerah Kabupaten Maluku Utara No 22 peneliti selalu mengamati dari jarak dekat Tahun 2002 tanggal 9 Oktober. RSUD sampai jarak jauh untuk memastikan proses Ternate diresmikan penamaannya menjadi perawatan yang dilakukan apakah sudh RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate, dan maksimal tahapan komunikasi terapeutiknya. Maluku Untuk Utara tanggal 9 Oktober tersebut ditetapkan sebagai Interview hari ulang tahun RSUD Dr. Chasa Boesoirie. Interview atau wawancara merupakan salah satu bentuk alat pengumpulan informasi Waktu Penelitian Penelitian akan dilakukan mulai bulan secara langsung tentang beberapa jenis data. Juni sampai bulan Agustus 2017, kurang Peneliti lebih tiga bulan lamanya peneliti melakukan Sebelum itu peneliti melakuakn berhubungan dengan tema yang peneliti survey atau pengamatan langsung pada lokasi dengan berbagai sumber, yang relefan dengan Peneliti masalah yang peneliti lakukan. Teknik Pengumpulan Data Teknik Wawancar dilakukan beberapa tahap, tahap pertama peneliti gunakan adalah teknik pengumpulan data kualitatif. Pengumpulan data kualitatif memberikan surat penelitian kepada bagian adalah pengumpulan data berupa kata dan Administrasi agar di setujui, pengurusan Pelaksanaan teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan: berlangsung dua hari. Obsrvasi RSUD Dokumentasi Observasi atau pengamatan yaitu. Dokumentasi dilakukan untuk mem- pengamatan langsung kepada suatu objek peroleh data yang tidak dapat diperoleh yang diteliti. Peneliti mengamati proses dengan cara wawancara maupun observasi. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Teknik dokumentasi ini peneliti lakukan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan cara menelaah buku-buku, majalah, dalam penyembuhan Pasien di Ruang artikel, dan sumber lainnya yang berkaitan Bedah Rumah Sakit Umum Chasan dengan komunikasi Perawat di RSUD Chasan Boesoirie Boesoerie Ternate. Selain itu, peneliti juga Komunikasi pelayanan dan pasien yang ada di Ruangan perawatan atau ruang tindakan. perawat ruang bedah terhadap pasien untuk Sumber Data mendukung kesembuhan pasien di RSUD Data Primer Chasan Boesoirie Ternate. Data primer yang di maksud peneliti dalam Terapeutik Merujuk pendapat Strut G. W . penelitian ini adalah data pokok yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. merupakan hubungan interpersonal antara Data Sekunder perawat dan pasiennya, dimana perawat dan Data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku, internet, dan literature lainnya. memperbaiki pengalaman emosional klien Teknik Analisis Data . bersama-sama Sementara Analisis data adalah proses mencari terapeutik adalah . Membantu pasien untuk dan menyusun secara sistematis data yang di memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehinga untuk mengubah situasi yang ada bila pasien dapat mudah difahami, dan temuannya dapat percaya pada hal yang diperlukan. diinformasikan pada orang lain (Sugiyono. Mengurangi keraguan, membantu dalam hal 2008:. Dalam proses analis data peneliti menelaah semua sumber data yang tersedia, yang bersumber dari hasil wawancara dengan Memengaruhi orang lain, lingkungan fisik, beberapa pihak seperti perawat, dan pasien dan dirinya sendiri. pada ruangan bedah. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . penerapan komunikasi terapeutik perawat di RSUD Chasan Boesoerie masih sangat Hal ini terganbarkan dari hasil wawancara dengan para perawat dan hasil amatan peneliti, bahwa tingkat pengetahuan pendidikan namun implementasi di dunia pelayanan kesehatan dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi yang ada, waktu perawat dan kesediaan tenaga kerja yang masih minim, membuat perawat tidak dapat melakukan pelayanan dengan baik apalagi menerapkan komunikasi terapeutik. Fase yang diterapkan perawat kepada pasien adalah fase perkenalan dan fase kerja kedua ini dilakukan sebagai tugas dalam menentukan kesembuhan pasien. Padahal Keterampilan dan kemampuan komunikasi terapeutik merupakan syarat mutlak yang harusnya dimili oleh pelaku perawatan di dunia kesehatan. Tahapan Komunikasi Terapeutik Prainteraksi Hasil Penelitian Belum dapat Ket Perkenalan perawat datang pasien tanpa pasien kepada masih minim Dalam perawat sudah perkenalan dan dengan baik, pesan verbal kepada pasei Karena (Nada Senyu. YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Orientasi Perawat Mengontrol dan melakukan evaluasi setiap paginya saat tempat . uang Semua rutinitas yang menjadi tugas dilakukan oleh segala bentuk pelayanan ini Komunikasi pelayanan di tidak adanya hangat, tidak mimik wajah Perawat masih dengan kultur Tahap Kerja Terminasi Maluku Utara yang kasar dan Perawat keluhan pasien dan melakukan sebatas yang keluhankeluhan yang Komunikasi yang terjalin masih sangat sehingga tidak nyaman yang dirasakan oleh Pasien meminum obat yang diberikan masih sangat datar dan nada YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Tingkat bermakna perhatian namun tidak didukung dengan komunikasi nonverbal. Komunikasi Komunikasi Terapeutik bagi perawat di Ruangan Bedah RSUD Chasan Boesoerie Ternate Kounikasi verbal yang disampaikan tidak didukung dengan ekspresi yang nampak. Komunikasi terapeutik bukan merupakan direncanakan, disengaja, dan pengetahuan dasar yang mestinya diketahui, tindakan profesional seorang perawat. Untuk dipahami dan diterapkan oleh para perawat itu perawat dituntut memiliki kemampuan sebagai wujud komunikasi kesehatan yang dan keterampilan komunikasi terapeutik, sehingga dapat bereempati kepada pasien Setiap pelayanan kesehatan sangat yang mengalami kondisi perasaan negatif dan menentukan pada bagaimana komunikasi mampu bersikap optimis untuk kesembuhan terapeutik yang diterapkan. Bagaimanakah dan komunikasi mendalam dengan pasien tingkat penegtahuan komunikasi terapeutik dapat berlangsung dengan hangat tanpa kesembuhan pelayanan kesehatan. Berikut ini KESIMPULAN adalah hasil wawancara dengan perawat di Komunikasi RSUD Chasan Boesoerie tentang tingkat kepada pasien selama proses pengobatan di ruang bedah RSUD Chasan Boesoerie tidak Komunikasi Komunikasi pasien selama proses pengobatan di ruang seimbang sehingga pasien masih merasakan bedah tidak menunjukkan sikap komunikasi dibangun, seperti halnya komunikasi yang merasakan tidak nyaman atas komunikasi yang dibangun, seperti halnya komunikasi dengan maksud menyampaikan pesan yang yang dilangsungkan secara verbal atau lisan bermakna perhatian namun tidak didukung dengan maksud menyampaikan pesan yang dengan komunikasi nonverbal. Komunikasi YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . verbal yang disampaikan tidak didukung Kepuasan dengan ekspresi yang nampak. Keperawatan Di Lantai V Dan Vi DAFTAR PUSTAKA