Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3143-3157 Analisis Produktivitas Usaha Perikanan Budidaya dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur (Studi Kasus: Desa Bobojong. Kecamatan Mand. Analysis of Produvtivity in Aquaculture Business in Floating Net Cager in the Cirata Reservoir Area. Cianjur Regency (Case Study: Bobojong Village. Mande Distric. Ery Mariam*. Asep Agus Handaka Suryana. Isni Nurruhwati. Atikah Nurhayati Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Padjadjaran *Email: ery21001@mail. (Diterima 13-05-2025. Disetujui 26-07-2. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mande. Kabupaten Purwakarta dengan waktu riset dari bulan Desember 2024 Ae Juni 2025. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faltor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas perikanan budidaya dalam karamba jaring apung. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metodu purposive sampling, sementara data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa perikanan budidaya dalam KJA Waduk Cirata pada aspek lokasi, tata letak, dan sarana prasarana serta kualitas air telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada SNI 8228:2015 mengenai Cara Budidaya Ikan yang Baik pada KJA ikan air tawar. Berdasarkan hasil analisis tingkat produktivitas perikanan budidaya dalam KJA Waduk Cirata. Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur ini dilihat dari produktivitas per satuan luas dengan nilai produktivitas sebesar 25,15 kg/m2/th dan dilihat dari produktivitas per satuan biaya dengan nilai produktivitas sebesar Rp. 111/kg. Analisis finansial yang dilakukan menghasilkan nilai R/C ratio sebesar 1,6 yang berarti menguntungkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas perikanan yaitu luas lahan, kualitas benih, konversi pakan, dan lama pengalaman, sementara usia tidak memiliki pengaruh secara Kata kunci: Produktivitas. CBIB. Analisis Finansial. Ikan Mas. Ikan Nila ABSTRACT This research was conducted in the Mande District. Purwakarta Regency, with the research period from December 2024 to June 2025. The objective of this study is to analyze the factors that can influence the productivity of aquaculture in floating net cages (KJA). The sampling method used in this study was purposive sampling, while the data obtained were analyzed using both descriptive qualitative and quantitative methods. The results of the research show that aquaculture in floating net cages at Cirata Reservoir, in terms of location, layout, infrastructure, and water quality, comply with the standards set in SNI 8228:2015 regarding Good Aquaculture Practices for freshwater fish in floating net cages. Based on the analysis of productivity levels in aquaculture at Cirata Reservoir. Bobojong Village. Mande District. Cianjur Regency, productivity per unit area was 25. 15 kg/mA/year, and productivity per cost unit was Rp. 21,111/kg. The financial analysis resulted in an R/C ratio of 1. 6, indicating profitability. The factors affecting productivity include land area, seed quality, feed conversion, and experience duration, while age had no significant impact. Keywords: Productivity. CBIB. Financial Analysis. Carp. Tilapia. PENDAHULUAN Sentra budidaya perikanan air tawar yang terletak di Jawa Barat salah satunya yaitu Waduk Cirata. Waduk Cirata terbentuk dari adanya genangan air seluas 6. 200 Ha akibat pembangunan waduk yang membendung Sungai Citarum. Genangan waduk tersebut tersebar di tiga kabupaten, yaitu kabupaten Cianjur, kabupaten Purwakarta, dan kabupaten Bandung Barat (Gandhy 2. Kabupaten Cianjur 299 m2 merupakan genangan air terluas (Gandhy 2. Keramba Jaring Apung (KJA) di Jawa Barat terus mengalami perkembangan yang pesat pada perairan umum terutama waduk. Waduk Cirata. Saguling dan Jatiluhur merupakan waduk terbesar yang terdapat di Jawa Barat yang Analisis Produktivitas Usaha Budidaya Perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Ery Mariam. Asep Agus Handaka Suryana. Isni Nurruhwati. Atikah Nurhayati dimanfaatkan sebagai lahan budidaya perikanan. Luasnya perairan umum tersebut diiringi dengan tingginya permintaan konsumen terhadap ikan konsumsi air tawar. Selain itu, jika dilihat dari alternatif pasar lainnya yaitu Jakarta dapat dijangkau dengan mudah, menurut perkiraan sekitar 75 ton ikan dari ketiga waduk, setiap harinya memenuhi pasaran di Jawa Barat. Jakarta dan wilayah Salah satu air tawar yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia yaitu ikan nila dan ikan mas. Selain itu, ikan mas dan ikan nila menjadi ikan konsumsi yang cukup populer. Produksi Ikan Mas (Cyprinus carpi. di Jawa Barat pada tahun 2023 mencapai 173. 036 ton atau sekitar 35% dari total produksi nasional. Sedangkan. Produksi ikan nila di Jawa Barat pada Tahun 2023 mencapat 208 ton atau sekitar 20% dari total produksi nasional. Salah satu sentra produksi ikan mas di Jawa Barat adalah Waduk Cirata yang terletak di tiga perbatasan kabupaten yaitu Kabupaten Cianjur. Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat (Dinas Kelautan dan Perikanan 2. Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Cianjur saat ini di dominansi oleh hasil dari perikanan budidaya dikolam jaring apung, saat ini sebanyak 80% produksi perikanan budidaya merupakan hasil dari perikanan budidaya dikolam jaring apung. Terutama di kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur saat ini masih menempati jumlah petak Karamba Jaring Apung terbanyak. Jika dibandingkan kawasan Waduk Cirata di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta. Pada tahun 2023 jumlah Keramba Jaring Apung sebanyak 37. 142 petak yang berada di 3 kecamatan yaitu kecamatan Mande. Ciranjang, dan Cikalongkulon dengan jumlah pembudidaya sebanyak 2. 000 orang. Gordon et al. menyebutkan ketika output meningkat, produktivitas akan meningkat tumbuh lebih cepat dari input, sehingga masukan yang ada menjadi lebih efisien. Produktivitas tidak tercermin hanya dari penilaian outputnya, tapi mengukur seberapa efektif kita menggunakan sumber daya untuk memproduksinya. Gordon et al. melanjutkan bahwa pertumbuhan produktivitas berasal dari pertumbuhan ekonomi yang produktif, yaitu tingkat keluaran maksimum dapat dihasilkan dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja, modal, sumber daya dan Dalam mendukung upaya peningkatan produktivitas ikan mas dan ikan nila, maka diperlukan pengembangan budidaya agar dapat menghasilkan ikan yang memiliki kualitas tinggi. Selain itu juga dapat mendukung perkembangan budidaya pembesaran ikan mas dan ikan nila. Produksi ikan mas dan ikan nila di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur diharapkan dapat meningkat dan mendukng kegiatan budidaya ikan mas dan ikan nila. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai Analisis Produktivitas Usaha Perikanan Budidaya Dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur (Studi Kasus: Desa Bobojong Kecamatan Mand. sehingga dari hasil penelitian ini dapat diketahui hal apa saja yang mempengaruhi hasil produksi dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peningkatan produksi. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur pada bulan November 2024 Ae Mei 2025. Responden pada penelitian ini berjumlah 70 orang yang merupakan pembudidaya ikan mas dan ikan nila dalam karamba jaring apung di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur. Pengambila responden diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu dengan cara pengambilan sampel berdasarkan pada suatu pertimbangan tertentu seperti karakteristik populasi atau ciri yang telah diketahui sebelumnya (Machmuddin et al. , 2. Data yang digunakan yaitu data kuantitatif yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara melalui bantuan kuisioner. Data primer dalam penelitian ini meliputi karakteristik respinden, keadaan umum usaha budidaya, produktivitas per satuan luas, produktivitas per satuan biaya, analisis finansial, serta factor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal, laporan riset, dan dokumen yang relevan dari instansi terkait untuk mengetahui data penunjang dalam penelitian ini. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3143-3157 Analisis Tingkat Produktivitas Metode analisis data untuk menganalisis tingkat produktivitas per satuan luas pada penelitian ini dilakukan dengan cara membagi jumlah produksi per tahun dengan jumlah luas lahan. Menurut Sinungan . produktivitas dapat dirumuskan sebagai berikut: Produktivitas per Satuan Luas . g/th/m. = Oc Produktivitas per tahun . g/t. Oc Luas Lahan Lalu untk menganalisis produktivitas per satuan biaya dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Produktivitas per Satuan Biaya (Rp/k. = Biaya per tahun (Rp/t. Analisis Finansial . Biaya Total Biaya tetap yang dijumlahkan dengan biaya variabel merupakan pengertian dari total biaya (Jayanti dan Hartanti 2. Biaya total dapat dirumuskan sebagai berikut: TC = TFC TVC Keterangan: TC = Total Cost (Total Pengeluaran Dalam Satuan Rupia. TFV = Total Fixed Cost (Total Biaya Tetap Dalam Satuan Rupia. TVC = Total Variabel Cost ( Total Biaya Variabel dalam satuan rupia. Penerimaan Sejumlah uang yang diterima oleh pembudidaya dari hasil penjualan ikan yang telah panen disebut dengan penerimaan (Jayanti dan Hartanti 2. Penerimaan dapat dirumuskan sebagai TR = Q x P Keterangan: TR = Total Revenue (Total Penerimaan dalam Rupia. Q = Quantity (Kuantitas dalam satuan unit atau k. P = Price (Harga dalam satuan Rupia. Revenue Cost Ratio Revenue Cost Ratio merupakan salah satu Teknik yang digunakan untuk menganalisis usaha yang bertujuan untuk mengatahui sejauh mana keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha selama satu periode tertentu. Revenue Cost Ratio dapat dirumuskan sebagai berikut: R/C = Total Penerimaan Total Biaya Hipotesis: R/C < 1, artinya usaha yang dilakukan tidak untung dan mengalami kerugian. R/C 1, artinya usaha yang dilakukan tidak untung dan tidak rugi atau berada pada kondisi titik R/C > 1, artinya usaha yang dilakukan mendapatkan keuntungan. Profitabilitas Profitabilitas menggambarkan kemampuan suatu usaha dalam menghasilkan laba dengan menggunakan seluruh modal yang dimiliki untuk melihat kemampuan suatu usaha beroperasi secara efisien (Soukotta et al. , 2. Analisis Faktor-faktor Produktivitas . Analisis Regresi Linier Berganda Model regresi linier berganda merupakan suatu persamaan yang menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel bebas dan satu variabel tak bebas. Tujuannya untuk memprediksi Analisis Produktivitas Usaha Budidaya Perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Ery Mariam. Asep Agus Handaka Suryana. Isni Nurruhwati. Atikah Nurhayati nilai variabel tak bebas jika nilai variabel bebas diketahui. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dapat menggunakan regresi dengan persamaan sebagai berikut: Y = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 OO Keterangan : Y : Produktivitas X1 : Benih . per jumlah benih . X2 : Pakan . per jumlah benih . X3 : Luas Lahan . X4 : Lama Pengalaman (Tahu. X5 : Umur Pembudidaya (Tahu. C : Galat . Uji Normalitas Uji normalitas digunakan agar dapat mengetahui apakah data yang digunakan dalam suatu penelitian berdistribusi normal atau tidak (Darwis, 2. Terdapat dua cara untuk mendeteksi apakahh residual berdistribusi normaal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Untuk menguji apakah data terdistribusi normal atau tidak dilakukan uji statistik. KolmogorovSmirnov Test. Residual bedistribusi normal jika mmiliki signikansi >0,05 (Azizah, 2. Uji Multikolineritas Uji Multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebasnya berhubungan secara linier atau saling berkolerasi. Multikolinieritas dapat diketahui melalui beberapa pengujian salah satunya adalah menghitung nilai VIF dan Tolerance dari masing-masing variabel bebas. untuk mengetahui apakah data mengandung multikolinieritas atau tidak adalah sebagai berikut: Apabila nilaii VIF < 10 dan nilai tolerance < 0,1, maka data dapat dikatakan mengandung . Apabila nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1, maka data dapat dikatakan tidak mengandung . Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi memiliki keragaman eror yang sama atau tidak. Uji yang dilakukan yaitu Uji Gletser dengan berdasarkan asumsi sebagai berikut: Apabila hasil uji gletser ditemukan bahwa nilai signifikansi dari variabel independen terhadap nilai absolut residual < taraf signifikansi yang ditentukan, maka data dapat dikatakan mengandung heteroskedastisitas. Apabila hasil uji gletser ditemukan bahwa nilai signifikansi dari variabel independen terhadao nilai absolut residual > taraf signifikansi yang ditentukan, maka data yang digunakan dalam penelitian dapat dikatakan tidak mengandung heteroskedastisitas. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. merupakan sebuah pengujian untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel independen atau bebas dalam menjelaskan variasi variabel dependen atau terikat (Rianda 2. Koefisien determinasi dapat diketahui dengan menggunakan nilai R Square (R. Nilai koefisien determinasi diantara nol-satu. Nilai R2 yang kecil . berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat Nilai yang mendekati satu berari variabel independen memberikan hampir semua infomasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Seacara umum dapat dikatakan bahwa koefisien determinasi ganda (R. besarnya antara 01372 Jumlah Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa sebagian besar luas lahan responden 588-1372 m 2 sebesar 40% atau 28 orang. Responden dengan luas lahan lebih dari 1372 m2 sebesar 33% atau 23 orang dan responden denga luas lahan kurang dari 588 m2 sebesar 27% atau sebanyak 19 orang. Luas total lahan budidaya yang dimiliki setiap pembudidaya akan berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan. Semakin tinggi luas lahan yang dimiliki, maka akan semakin tinggi pula jumlah produksi yang dihasilkan (Anisa et al. Benih Benih yang diperoleh dalam kegiatan pembesaran ikan mas di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur berasal dari Kabupaten Subang Hal ini dikarenakan benih ikan mas yang berasal dari Subang memiliki kualitas yang baik dan harga yang terjangkau, selain itu Kota Subang merupakan penghasil benih ikan mas terbesar di Jawa Barat (BAPPEDA Jabar 2. Sementara, penyediaan benih ikan nila mayoritas pembudidaya melakukan pembenihan sendiri. padat tebar benih ikan mas dan nila pada KJA di Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur yaitu sebanyak 100-150 kg untuk ikan mas dan ikan nila sebanyak 50-100 kg. Benih ikan mas yang dibeli oleh para pembudidaya memiliki harga Rp. 000/kg dan ikan nila Rp. 000/kg. Para pembudidaya biasanya hanya menunggu benih diantar sampai ke kolamnya karena para penjual benih sendiri yang akan mengantarkannya langsung. Pembudidaya memasukan benih ikan kedalam KJA pada pagi atau sore hari. Menurut Angga . mengatakan bahwa penebaran benih harus dilakukan pada pagi atau sore hari karena pada kedua kondisi ini umumnya perbedaan nilai suhu air pada permukaan dan dasar kolam rendah. Selanjutnya untuk padat tebar benih ikan mas dan nila pada KJA di Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur yaitu sebanyak 100-150 kg untuk ikan mas dan ikan nila sebanyak 50-100 kg. Pakan Salah satu faktor terpenting dalam aktivitas budidaya perikanan yaitu pakan. Faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan kegiatan budidaya yaitu pakan. Pemberian pakan dilakukan dalam usaha mendukung pertumbuhan, perkembangbiakan, dan kelangsungan hidup ikan (Ambarwati dan Mutjahidah, 2. Menurut Prayoga dan Arifin . menyatakan bahwa pemberian pakan yang sesuai dengan dosis yang dianjurkan akan menghasilkan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan Mayoritas pembudidaya menggunakan pakan merek Comfeed. Pakan ini dipilih karena kandungan nutrisinya yang sangat baik, sehingga meskipun hanya diberikan dua kali sehari pertumbuhan ikan tetap optimal. Penggunaan pakan comfeed membuat pembudidaya tidak perlu memberi pakan tidak terlalu sering karena kualitas pakan yang tinggi sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi ikan. Kandungan nutrisi pakan Pakan Comfeed memiliki harga Rp. 500/kg. Produksi Produksi dari hasil panen budidaya ikan mas dan ikan di Desa Bobojong bervariasi tergantung pada luas lahan yang dimiliki, padat tebar benih yang digunakan, serta frekuensi pemberian pakan oleh para pembudidaya. Dalam satu tahun budidaya ikan dalam karamba jaring apung bisa melakukan 3 Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3143-3157 kali panen, dalam satu siklus memiliki lama pemeliharaan 4 bulan. Pada Tabel 3. Menggambarkan jumlah pembudidaya berdasarkan hasil produksi dalam satu siklus. Tabel 3. Jumlah pembudidaya berdasarkan hasil produksi . kor/siklu. Produksi . g/t. Jumlah (Oran. Persentase (%) <16670 >36075 Jumlah Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan hasil produksi dari budidaya ikan mas dan ikan nila pada karamba jaring apung mayoritas hasil produksinya berada pada kisaran 16670 kg/tahun Ae 36075 kg/tahun dengan presentase 51% atau 36 orang. Sedangkan hasil produksi kurang dari 16670 kg/tahun dan lebih dari 36075 kg/tahun sebesar 24% atau sebanyak 34 orang. Jumlah hasil produksi tersebut tergantung pada luas lahan yang dimiliki, padat tebar benih, dan frekuensi pemberian pakan yang diberikan. Harga Jual Hasil panen ikan mas dan ikan nila oleh pembudidaya di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur biasanya dijual kepada para pengepul dan konsumen akhir. Ikan mas dijual Rp. 000/kg dan ikan nila Rp. 000/kg dimana per kilogramnya berisi 2-3 ekor. Tenaga Kerja Pada kegiatan budidaya pembenihan ikan mas dan ikan nila yang dilakukan di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur menggunakan tenaga kerja yang memiliki 3 kegiatan utama yaitu, ketika persiapan kolam, kegiatan pemeliharaan, dan kegiatan pemanenan. Para pembudidaya biasanya memperkerjakan 1-2 orang tenaga kerja. Adapun upah yang diterima oleh tenaga kerja pada setiap bulannya sebesar Rp. 000 Ae Rp. 000/orang pada setiap bulannya. Besar kecilnya upah yang diterima dipengaruhi oleh banyaknya kolam yang dikelola. Selain itu, terdapat tenaga kerja yang memperoleh bonus tambahan sebesar 5% dari hasil pabeb dan kebutuhan sehari-hari seperti beras, telur, dan keperluan lainnya ditanggung oleh pemilik KJA. Analisis Tingkat Produktivitas . Produktivitas per satuan luas Tingkat produktivitas per satuan luas . g/th/m. dalam kegiatan budidaya perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur disajikan dalam Tabel. Tabel 4. Tingkat Produktivitas per Satuan Luas Produksi . g/Tahu. Luas Kolam . Produktivitas . g/th/m. 25,15 Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan data yang telah diperoleh menunjukan bahwa produktivitas berdasarkan satuan luasnya sebesar 25,15 kg/th/m2. Nilai produktivitas per satuan luas tersebut menunjukan bahwa dari 1,00 m2 luas lahan yang dimiliki pembudidaya perikanan dalam karamba jaring apung di Desa Bobojong Kecamatan Mande akan menghasilkan 25,15 kg/th/m2. Penelitian yang dilakukan oleh Hamdani et al. bahwa produktivitas per satuan luas yang dihasilkan dalam kegiatan budidaya ikan bawal dan ikan nila dalam Karambang Jaring Apung dengan menggunakan aerasi sebesar 11,47 kg/m2. Hal tersebut dapat diartikan bahwa pembudidaya ikan nila dan ikan bawal dalam KJA menggunakan teknologi aerasi akan mendapatkan 11,47 kg/m 2 total panen dari setiap 1,00 m3 luasan volume yang dimilikinya. Produktivitas per satuan biaya Tingkat produktivitas per satuan biaya (Rp/kg/t. yang dihitung dalam penelitian ini yaitu pada kegiatan budidaya perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur disajikan pada Tabel 5. Analisis Produktivitas Usaha Budidaya Perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Ery Mariam. Asep Agus Handaka Suryana. Isni Nurruhwati. Atikah Nurhayati Tabel 5. Tingkat Produktivitas per Satuan Biaya Biaya (Rp/T. Produksi (Kg/T. Produktivitas (Rp/K. Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai produktivitas per satuan biaya diperoleh 111 Rp/kg. Nilai produktivitas per satuan biaya yang diperoleh artinya, dalam memproduksi 1 kg ikan mas dan ikan nila perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 111 Rp/kg. Nilai produktivitas tersebut dapat diasumsikan jika semakin tinggi biaya yang dikeluarkan maka akan semakin rendah nilai produktivitasnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fuaddin et al. , . diperoleh hasil analisis per satuan biaya pada budidaya tambak ikan bandeng dengan nilai Rp. 556,4. Sementara hasil perhitungan yang dilakukan oleh Dewi et al. , . diperoleh hasil analisis produktivitas per satuan biaya sebesar 10 dengan satuan Rp/ekor. Analisis Finansial . Biaya Total Menurut Jayanti dan Hartanti 2019 Total biaya adalah biaya tetap yang dijumlahkan dengan biaya variabel . iaya tidak teta. Total Cost merupakan biaya yang diperoleh dari hasil penjumlahan biaya tetap dengan biaya variabel yang dikeluarkan dalam suatu aktivitas usaha (Tenriawaruwaty et al. , 2. Adapun menurut Cahrial dan Normansyah . menyatakan bahwa besaran pengeluaran dalam suatu kegiatan usaha yang dinyatakan dalam bentuk uang atau rupiah merupakan pengertian biaya. Hasil analisis dari biaya total yang telah diperoleh daru responden pada penelitian ini yaitu pada kegiatan budidaya ikan mas dan ikan nila dalam Karamba Jaring Apung di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjurdapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Biaya total perikanan budidaya dalam KJA di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jenis Volume Satuan Harga Satuan/Unit (R. Jumlah Biaya (R. Biaya Investasi Bambu Batang Besi Buah Drum Plastik Buah Drum Kaleng Buah Jaring Kilogram Jangkar Dalam Kilogram Jangkar Luar Kilogram Tambang 4 roll Meter Aki Unit 10 Rumah Jaga Unit 11 Perahu Unit Jumlah Biaya (R. Biaya Penyusutan No. Jenis Umur Teknis (Tahu. Jumlah Biaya (R. Bambu Besi Drum Plastik Drum Besi Jaring Jangkar Dalam Jangkar Luar Tambang Aki 10 Rumah Jaga 11 Perahu Jumlah Biaya (R. Biaya Tetap (R. No. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3143-3157 Benih Ikan Mas Benih Ikan Nila Pakan Bensin/Solar Panel Surya Biaya Produksi Kilogram Kilogram Ton Liter Jumlah Biaya (R. Jumlah Biaya Keseluruhan (R. Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan data yang diperoleh hasil total cost dari kegiatan budidaya perikanan dalam Karamba Jaring Apung sebesar Rp. 000/siklus Artinya pembudidaya di Desa Bobojong Kecamatan Mande dalam melakukan kegiatan budidaya dapat mengeluarkan biaya sebesar Rp. dalam satu siklus budidaya. Penerimaan Proses produksi yang akan menghasilkan sejumlah produk yang akan menjadi sumber penerimaan bagi pembudidaya setelah hasil ikan yang telah dipanen terjual. Oleh karena itu, penerimaan perusahaan dapat diartikan sebagai sejumlah uang yang diterima oleh pembudidaya atas penjualan ikan yang telah dipanen. Dalam ilmu ekonomi penerimaan ini disebut dengan Revenue (Jayanti & Hartanti 2. Penerimaan yang diterima oleh pembudidaya di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur dapat dilihat pada Tabel 7 dan 8. Tabel 7. Penerimaan Ikan Mas (Cyprinus carpi. Total Produksi (Kg/Siklu. Harga Jual (R. Penerimaan (Rp/Tahu. Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa total produksi budidaya ikan mas dalam Karamba Jaring Apung adalah 3750 kg/tahun dengan harga jual Rp. Dari hasil tersebut diperoleh penerimaan pembudidaya ikan mas di Desa Bobojong Kecamatan Mande sebesar Rp. 000/tahun dalam satu siklus budidaya. Tabel 8. Penerimaan Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Total Produksi (Kg/Siklu. Harga Jual (R. Penerimaan (Rp/Tahu. Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa total produksi budidaya ikan nila dalam Karamba Jaring Apung adalah 1500 kg/tahun dengan harga jual Rp. Dari hasil tersebut diperoleh penerimaan pembudidaya ikan mas di Desa Bobojong Kecamatan Mande sebesar Rp. 000 dalam satu siklus. Menurut Tambani et al. mengatakan bahwa penerimaan akan lebih besar jika jumlah panen besar dan harga jual yang tinggi, dan sebaliknya jika hasil panen rendah dan harga jual rendah maka akan didapatkan hasil penerimaan yang rendah. Penerimaan akan digunakan untuk menutupi semua biaya pengeluaran yang digunakan pada proses produksi dan akan mendapatkan keuntungan apabila memiliki sisa. Revenue Cost Ratio Analisis R/C Ratio merupakan hasil bagi dari total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan (Shaleh 2. R/C ratio pada kegiatan budidaya ikan mas dan ikan nila di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Revenue Cost Ratio Budidaya Perikanan KJA Total Penerimaan Total Biaya Produksi R/C Ratio Rp. Rp. Sumber: Analisis Data Primer . Analisis Produktivitas Usaha Budidaya Perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Ery Mariam. Asep Agus Handaka Suryana. Isni Nurruhwati. Atikah Nurhayati Berdasarkan data yang diperoleh Menunjukan bahwa nilai R/C Ratio sebesar 1,2. Hasil tersebut menunjukan bahwa usaha perikanan budidaya dalam Karamba Jaring Apung di Desa Bobojong Kecamatan Mande mengalami keuntungan sehingga usaha tersebut layak untuk diusahakan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Annisa et al. , . terkait analisis finansial usaha pembenihan ikan nila menghasilkan nilai R/C Ratio sebesar 1,2 yang artinya setiap pengeluaran biaya sebesar Rp. 1,2 maka pembudidaya usaha pembenihan ikan nila akan mendapat penerimaan sebesar Rp. 1,2. Profitabilitas Menurut Soukotta et al. menyatakan bahwa rasio keuntungan atau profitability ratios yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktivitas perusahaan atau merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, untuk melihat kemampuan suatu usaha beroperasi secara efisien. Profitabilitas diperoleh jika hasil dari pendapatan dengan total biaya positif. keuntungan yang diperoleh dari budidaya perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Desa Bobojong Kecamatan Mande adalah sebesar Rp. 000 dalam satu tahun budidaya. Analisis Faktor-Faktor Produktivitas . Analisis Regresi Linier Berganda Hasil analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan program Minitab 21 diperoleh hasil model regresi pada tingkat produktivitas per satuan luas disajikan pada Tabel 10. Tabel 10. Hasil Analisis Regresi Berganda Produktivitas per Satuan Luas Term Coef SE Coef T-Value P-Value VIF Constant 10,02 2,20 4,56 0,000 -0,010632 0,000941 11,30 0,000 1,01 -0,046 0,124 -0,37 0,711 1,46 -5,62 2,09 2,68 0,003 1,47 -0,0538 0,0372 -1,45 0,153 1,16 0,1754 0,0472 3,72 0,000 1,16 Data diatas diperoleh bahwa hasil persamaan tingkat produktivitas per satuan luas dari kegiatan budidaya perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur adalah sebagai berikut: Y = A B1X1 B2X2 B3X3 B4X4 B5X5 OO Produktivitas per satuan luas = 10,02 Ae 0,010632 luas lahan 0,046 kualitas benih Ae 5,62 konversi pakan Ae 0,0538 usia 0,1754 lama pengalaman OO Selain itu, dianalisis pula regresi linier berganda pada tingkat produktivitas per satuan biaya yang disajikan pada Tabel 11. Tabel 11. Hasil Analisis Regresi Berganda Produktivitas per Satuan Biaya Term Coef SE Coef T-Value P-Value VIF Constant 22719 13,96 0,000 -1,667 0,697 -2,39 0,020 1,01 3,26 0,002 1,46 -5,99 0,004 1,47 3,87 0,008 1,16 -56,7 -1,62 0,110 1,16 Data diatas diperoleh bahwa hasil persamaan tingkat produktivitas per satuan biaya dari kegiatan budidaya perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Desa Bobojong. Kecamatan Mande. Kabupaten Cianjur adalah sebagai berikut: Y = A B1X1 B2X2 B3X3 B4X4 B5X5 OO Produktitivitas per satuan biaya = 22719 Ae 1,667 luas lahan 299,9 kualitas benih Ae 9289 konversi pakan 106,5 umur Ae 56,7 lama pengalaman OO Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3143-3157 . Uji Normalitas Salah satu pengujian asumsi klasik pada penelitian ini yaitu uji normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel dependen atau independen berdistribusi secara normal atau tidak (Fermayani dan Harahap 2. Hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test pada penelitian ini disajikan pada Tabel 12. Tabel 12. Hasil Uji Normalitas Produktivitas per Satuan Luas dan Produktivitas per Satuan Biaya Produktivitas/Satuan Luas Produktivitas/Satuan Biaya Sig. >0,150 >0,150 Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan hasil Kolmogorov-Smirnov Test yang disajikan pada tabel diatas, diperoleh nilai sebesar 0,150 untuk data per satuan luas dan 0,150 untuk data per satuan biaya. Hasil uji tersebut menunjukan bahwa nilai yang dihasilkan lebih besar dari batas seharusnya sebesar 0,05 yang mengartikan bahwa data yang digunakan terdistribusi dengan normal. Menurut Sugiyono . mengatakan apabila suatu data berdistribusi secara normal maka teknik statistik yang digunakan yaitu statistik parametriks. Pada penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov -Smirnov (Uji K-S) sehingga apabila nila probabilitas signifikansi kurang dari . <0,. maka data tidak berdistribusi Apabila nilai probabilitas . >0,. maka data berdistribusi secara normal. Uji Multikolineritas Uji Multikolineritas bertujuan untuk menguji adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik tidak terjadi korelasi antar variabel independen, jika variabel independen saking berkorelasi maka variabel tersebut dikatakan tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen sama dengan nol (Fermayani dan Harahap 2. Adapun hasil dari uji multikolineritas pada penelitian ini disajikan pada Tabel 13. Tabel 13. Hasil Uji Multikolineritas Produktivitas per Satuan Luas dan Produktivitas per Satuan Biaya Produktivita /Satuan Luas Produktivitas/Satuan Biaya Tolerance VIF Tolerance VIF X1 (Luas laha. 1,01 X1 (Luas laha. 1,01 X2 (Kualitas beni. 1,46 X2 (Kualitas beni. 1,46 X3 (Konversi paka. 1,47 X3 (Konversi paka. 1,47 X4 (Usi. 1,16 X4 (Usi. 1,16 X5 (Lama Pengalama. 1,16 X5 (Lama Pengalama. 1,16 Sumber: Analisis Data Primer . Hasil analisis multikolineritas menggunakan nilai VIF menunjukan bahwa nilai VIF pada setiap variabel berada dibahwa angka 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas pada model regresi produktivitas per satuan luas dan produktivitas per satuan biaya tidak terjadi multikolineritas. Uji Heterokedastisitas Menurut Ningsih dan Asandimitra . mengatakan bahwa Uji heterokedastisitdas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Hasil uji heterokedastisitas pada Tabel 14. Tabel 14. Nilai P-Value Produktivitas Produktivita /Satuan Luas Produktivitas/Satuan Biaya Tolerance P-Value Tolerance P-Value X1 (Luas laha. 0,184 X1 (Luas laha. 0,388 X2 (Kualitas beni. 0,590 X2 (Kualitas beni. 0,569 X3 (Konversi paka. 0,386 X3 (Konversi paka. 0,630 X4 (Usi. 0,946 X4 (Usi. 0,721 X5 (Lama Pengalama. 0,666 X5 (Lama Pengalama. 0,477 Sumber: Analisis Data Primer . Hasil analisis menunjukan bahwa hasil analisis Heterokedastisitas pada Produktivitas per Satuan Biaya dan Produktivitas per Satuan luas setiap variabel bebas bernilai P-Value lebih dari 0,05 Analisis Produktivitas Usaha Budidaya Perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Ery Mariam. Asep Agus Handaka Suryana. Isni Nurruhwati. Atikah Nurhayati . >0,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas pada model regresi produktivitas per satuan luas dan produktvitas per Satuan Biaya tersebut tidak terjadi gejala . Uji Koefisien Determinasi Produktivitas per Satuan Luas Uji koefisien determinasi (R. pada produktivitas per satuan luas yang diperoleh dengan bantuan program Minitab 21 disajikan pada tabel 15. Model Tabel 15. Hasil Uji Koefisien Determinasi per Satuan Luas R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 2,94748 70,99% 68,73% 64,43% Berdasarkan data yang telah diolah menghasilkan nilai R2 sebesar 68,73%. Nilai yang diperoleh tersebut mengartikan bahwa variabel bebas yang terdiri atas luas lahan (X. , kualitas benih (X. , konversi pakan (X. , umur (X. , lama pengalaman (X. yang digunakan mampu merepresentasikan variabel terikat (Y. yaitu produktivitas per satuan luas sebesar 68,73% sedangkan 31,27% lainnya dijelaskan oleh variabel lainnya diluar model penelitian. Produktivitas per Satuan Biaya Pada produktivitas per satuan biaya, nilai koefisien determinasi R2 diperoleh dengan bantuan program Minitab 21 yang disajikan pada Tabel 16. Model Tabel 16. Hasil Uji Koefisien Determinasi per Satuan Biaya R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 64,72 64,72% 61,96% 58,71% Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan pada tabel diatas diperoleh nilai R2 sebesar 61,96%, artinya variabel yang terdiri atas luas lahan (X. , kualitas benih (X. , konversi pakan (X. , umur (X. , lama pengalaman (X. yang digunakan mampu merepresentasikan variabel terikat (Y. yaitu produktivitas per satuan biaya sebesar 61,96%% sedangkan 38,04% lainnya dijelaskan oleh variabel lainnya diluar model . Uji Signifikansi Simultan Produktivitas per Satuan Luas Hasil uji F pada produktivitas per satuan luas disajikan dalam Tabel 20 yang diolah dengan menggunakan bantuan program statistik Minitab 17. Model Regresion Residual Total Tabel 17. Uji F Produktivitas per Satuan Biaya Produktivitas per Satuan Luas f-Value P-Value 31,33 Sumber: Analisis Data Primer . 0,003 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa variabel yang terdiri atas luas lahan (X . , kualitas benih (X. , konversi pakan (X. , umur (X. , lama pengalaman (X. yang digunakan secara simultan memberikan pengaruh terhadap variabel terikat (Y. yaitu produktivitas per satuan luas. Hal tersebut ditandai dengan nilai signifikansi O 0,05, dimana nilai signifikansi sebesar 0,003. Produktivitas per Satuan Biaya Pada produktivitas per satuan biaya dilakukan uji signifikansi simultan atau uji f, dimana hasil tersebut disajikan pada Tabel 18. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3143-3157 Model Regresion Residual Total Tabel 18. Uji F Produktivitas per Satuan Biaya Produktivitas per Satuan Biaya F-Value P-Value 6,00 Sumber: Analisis Data Primer . 0,000 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa variabel yang terdiri atas luas lahan (X. , kualitas benih (X. , konversi pakan (X. , umur (X. , lama pengalaman (X. yang digunakan secara simultan memberikan pengaruh terhadap variabel terikat (Y. yaitu produktivitas per satuan biaya. Hal tersebut ditandai dengan nilai signifikansi O 0,05, dimana nilai signifikansi sebesar 0,000. Uji Signifikansi Parsial Produktivitas per Satuan Luas Pada produktivitas per satuan luas dilakukan uji signifikansi parsial atau uji t, dimana hasil tersebut disajikan pada Tabel 19. Model Constant Tabel 19. Uji T Produktivitas per Satuan Luas Coef SE Coef T-Value P-Value 10,02 2,20 4,56 0,000 -0,010632 0,000941 11,30 0,000 0,046 0,124 -0,37 0,711 -5,62 2,09 2,68 0,003 -0,0538 0,0372 -1,45 0,153 0,1754 0,0472 3,72 0,000 Sumber: Analisis Data Primer . VIF 1,01 1,46 1,47 1,16 1,16 Luas lahan (X. sebagai variabel bebas memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktivitas per satuan luas (Y. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 O 0,05. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nasrullah et al . menyatakan bahwa variabel luas lahan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat adapun pengaruh yang diberikan negatif, hal tersebut karena luas lahan merupakan pembagi dari jumlah produksi yang dihasilkan dari suatu usaha budidaya sehingga ketika luas kolam meningkat maka akan semakin memperkecil atau mengurangi produktivitas. Variabel kedua yaitu Pakan (X. merupakan variabel bebas memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktivitas per satuan luas (Y. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 O 0,05. Menurut Sudarmadji et al . menyatakan bahwa penambahan pakan dapat menyebabkan kegiatan budidaya menjadi kurang efisien akibat penggunaan pakan yang berlebih. Jumlah pakan yang diberikan perlu diatur sesuai dengan kebutuhan ikan yang dibudidayakan. Hal ini disebabkan harga pakan cenderung tidak sesuai dengan harga jual hasil panen yang berlaku. Variabel ketiga yaitu Lama pengalaman (X. merupakan variabel bebas memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktivitas per satuan luas (Y. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 O 0,05. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian Rosalia et al . menyatakan bahwa semakin banyaknya pengalaman kerja maka tingkat produktivitas kerja akan meningkat dan semakin berpengalaman seseorang maka akan menunjang terciptanya produktivitas kerja yang optimal. Hal tersebut terjadi karena sudah terlatih dan sering mengulang suatu pekerjaan sehingga keterampilan semakin dikuasai secara mudah. Menurut Anwar . , seseorang dengan tingkat pengalaman kerja tinggi dianggap memiliki kemampuan diatas orang yang tingkat pengalaman kerjanya rendah bahkan belum memiliki pengalaman sama sekali. Produktivitas per Satuan Biaya Hasil uji signifikansi atau uji t pada produktivitas per satuan biaya yang diolah menggunakan program statistik Minitab 21 disajikan dalam Tabel 20. Analisis Produktivitas Usaha Budidaya Perikanan dalam Karamba Jaring Apung di Kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Ery Mariam. Asep Agus Handaka Suryana. Isni Nurruhwati. Atikah Nurhayati Model Constant Tabel 20. Uji T Produktivitas per Satuan Biaya Coef SE Coef T-Value P-Value 13,96 0,000 -1,667 0,697 -2,39 0,070 3,26 0,002 -5,99 0,004 3,87 0,008 -56,7 1,62 0,110 Sumber: Analisis Data Primer . VIF 1,46 1,47 1,16 1,16 Benih (X. sebagai variabel bebas memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktivitas per satuan biaya (Y. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 O 0,05. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arum et al . bahwa benih dapat memberikan pengaruh secara signifikan terhadap produktivitas per satuan biaya. Semakin tinggi jumlah produksi maka akan semakin tinggi pula jumlah penerimaan. Tingginya nilai penerimaan maka akan memberikan pengaruh terhadap nilai produktivitas per satuan biaya tersebut. Variabel kedua yaitu Pakan (X. merupakan variabel bebas memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktivitas per satuan biaya (Y. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 O 0,05. Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Iversen et al . yang menunjukan bahwa pakan menjadi faktor utama yang menyumbang sekitar 50% dari total pengeluaran produksi. Tingginya biaya pakan ini berpengaruh langsung terhadap efisiensi dan daya saing industri perikanan di kedua negara tersebut. Selain itu, harga pakan yang fluktuatif juga dapat menambah tekanan bagi para pelaku usaha dalam menjaga stabilitas operasional dan profitabilitas mereka. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis tingkat produktivitas perikanan budidaya dalam karamba jaring apung di kawasan Waduk Cirata Kabupaten Cianjur ini dapat dilihat produktivitas per satuan luas dengan nilai produktivitas sebesar 25,15 kg/th/m2 dan produktivitas per satuan biaya dengan produktivitas sebesar 000 Rp/kg. Analisis finansial yang dilakukan dihasilkan nilai R/C Ratio sebesar 1,6. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas perikanan yaitu luas lahan, kualitas benih, konversi pakan, dan lama pengalaman. Sementara umur tidak memiliki pengaruh secara signikan. DAFTAR PUSTAKA