Jurnal Social Library, 1 . November . ISSN 2776-1592 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/sl. Jurnal Social Library Available online https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Academic Self Efficacy Mahasiswa Dalam Menghadapi Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid 19 Academic Self Efficacy of Students in Facing Online Learning During the Covid 19 Pandemic Atika Mentari Nataya Nasution. *). Eva Yulina. & Khairil Fauzan. Fakultas Psikologi. Universitas Medan Area. Indonesia *Corresponding author: 11086amnn@gmail. Abstrak Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, telah berdampak pada semua sektor kehidupan manusia. Salah satu sektor yang terkena dampak pandemi COVID-19 adalah sektor Saat ini, kuliah online menjadi pilihan terbaik di masa pandemi. Namun, ada beberapa efek psikologis yang muncul pada mahasiswa selama perkuliahan online, seperti stres akademik yang mempengaruhi prestasi akademik. Salah satu aspek psikologis yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut adalah adanya efikasi diri akademik pada setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat efikasi diri akademik pada mahasiswa sebagai faktor psikologis yang mendukung keberhasilan akademik dalam menghadapi proses perkuliahan online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Medan Area 2020. Hasil penelitian yang dominan menunjukkan bahwa 65% mahasiswa memilih netral, 15% mahasiswa memiliki efikasi diri akademik rendah, dan 20% mahasiswa memiliki efikasi diri tinggi. efikasi diri akademik. Kata Kunci: Academic Self Afficacy. Kuliah Online. Pandemi Covid-19. Abstract The Covid-19 pandemic that has occurred throughout the world, including Indonesia, has had an impact on all sectors of human life. One of the sectors affected by the COVID-19 pandemic is the education sector. Currently, conducting online lectures is the best option during the pandemic. However, there are some psychological effects that appear on students during online lectures, such as academic stress that affects academic achievement. One of the psychological aspects that can help deal with this problem is the existence of academic self-efficacy in each student. This study aims to examine the level of academic selfefficacy in students as a psychological factor that supports academic success in facing the online lecture This research uses descriptive quantitative method. The subjects of this study were students of the Faculty of Psychology. University of Medan Area 2020. The dominant research results showed that 65% of students chose neutral, 15% of students had low academic self-efficacy, and 20% of students had high academic self-efficacy. Keywords: Academic Self Afficacy. Online Lectures. The Covid 19 Pandemic. How to Cite: Nasution. Yulina. & Fauzan. Academic Self Efficacy Mahasiswa Dalam Menghadapi Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid 19. Jurnal Social Library, 1 . : 84-89. ISSN 2776-1592 (Onlin. PENDAHULUAN Dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia dirasakan pada seluruh sektor kehidupan masyarakat, salah satunya sektor pendidikan. Sektor pendidikan mengalami perubahan aturan-aturan dalam penyelenggaran proses belajar mengajar salah satunya dilakukan pembelajaran daring sehingga mahasiswa bisa belajar di rumah (Kemendikbud, 2. Pembelajaran daring adalah sistem pembelajaran yang dilakukan dengan tatap muka secara tidak langsung, melainkan menggunakan internet dan media lainnya (Handarini dan Siti, 2. Pembelajaran persiapan yang matang baik dari pihak Universitas dan Mahasiswa. Di lingkungan Universitas Medan Area, berbagai persiapan dari pihak Universitas sudah dilakukan secara maksimal, misalnya dengan membuat media e-learning sebagai wadah untuk menyampaikan materi kuliah, media CloudX sebagai wadah untuk melakukan perkuliahan daring, serta pemberian kuota internet gratis kepada mahasiswa. Meskipun berbagai sarana telah diupayakan demi menunjang perkuliahan daring efektif, tidak membuat tantangan menjadi selesai. Tantangan lain yakni efek psikologis yang ditimbulkan selama mengikuti proses belajar mengajar secara Salah satu efek psikologis yang timbul adalah stres akademik. Penelitian yang dilakukan oleh Andiarna dan Kusumawati . bahwa terdapat pengaruh pembelajaran daring terhadap stres akademik selama pandemi covid 19. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian Lubis, dkk . ditemukan sebanyak 66% mahasiswa dari sampel penelitian, mengalami stres akademik kategori https://penelitimuda. com/index. php/SL/index sedang sampai berat selama melaksanakan kuliah daring. Peneliti juga melakukan survey awal pada 30 mahasiswa Fakultas Psikologi. Universitas Medan Area terkait dengan proses belajar mengajar daring. Sebanyak 70% mahasiswa mengungkapkan bahwa memahami tugas ataupun materi yang dijelaskan secara daring. Hal ini dikarenakan timbulnya rasa bosan selama kuliah berlangsung, tidak memiliki teman diskusi karena belum mengenal teman sekelas secara langsung, serta kendala jaringan internet yang membuat mereka mengikuti materi perkuliahan menjadi tidak efektif. Selain itu, mereka juga bingung dan tidak melakukan apa-apa ketika menghadapi kesulitan memahami materi maupun permasalahan lainnya. Tantangan akademik ini dapat mahasiswa bahwa mereka mampu menyelesaikan tugas yang sulit dengan Keyakinan ini disebut juga selfefficacy. Self-efficacy dalam bidang akademik dikenal sebagai academic selfefficacy (Bandura dalam Sari, 2. academic self-efficacy diartikan sebagai keyakinan siswa bahwa ia mampu mencapai sebuah target akademis atau tujuan akademik tertentu (Sharma, 2. Basith, dkk . menjelaskan bahwa academic self-efficacy keyakinan siswa bahwa mereka mampu dengan sukses untuk menyelesaikan tugas akademik atau mencapai tujuan akademis yang telah Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sari . ditemukan bahwa peran self-efficacy serta didukung dengan dukungan sosial berpengaruh positif terhadap kesuksesan belajar siswa selama pandemi Covid 19. ISSN 2776-1592 (Onlin. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana gambaran academic self-efficacy pada mahasiswa angkatan 2020 Universitas Medan Area dalam menghadapi sistem pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. yang dianggap paling sesuai dengan keadaan diri responden. Alternatif jawaban yang dapat dipilih responden yaitu Sangat Tidak Sesuai . Tidak Sesuai . Cukup Sesuai . Sesuai . dan Sangat Sesuai . Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis Analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul ke dalam bentuk grafik atau tabel (Saughnessy, 2. METODE Populasi peneltian ini adalah mahasiswa angkatan 2020 Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Sampel penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa HASIL DAN PEMBAHASAN Fakultas Psiklogi Total subjek pada penelitian ini Universitas Medan Area. Teknik pengam- berjumlah 100 orang dengan jenis bilan sampel pada penelitian ini adalah kelamin laki-laki 32 orang dan perempuan random sampling yakni pengambilan 68 orang. Mayoritas subjek penelitian responden secara acak dimana setiap berusia 18 tahun yakni berjumlah 40 mahasiswa yang berada di populasi orang, lalu berusia 19 tahun sebanyak 38 memiliki kesempatan yang sama untuk orang, berusia 20 tahun sebanyak 21 dipilih menjadi responden. Penelitian orang, dan berusia 24 tahun 1 orang. dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Subjek penelitian berasal dari Fakultas Penelitian dilaksanakan dengan menye- Psikologi Universitas Medan Area. barkan skala psikologi secara daring Hasil deskripsi statistik pada tabel 1 kepada subjek yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa variabel academic sampel penelitian di lingkungan Fakultas self-efficacy mahasiswa berada pada tiga Psikologi Universitas Medan Area. Kategori rendah sebanyak 20 Academic self-efficacy akan diukur orang, kategori netral sebanyak 65 orang, menggunakan instrumen yang merupakan dan kategori tinggi sebanyak 15 orang. hasil terjemahan dari College Academic Tabel 1. Deskripsi Data Penelitian Self-Efficacy Scale (CASES) Kategori academic self Jumlah dikembangkan oleh Owen & Froman Rendah . Adapun aspek pada CASES yaitu: Netral Tinggi . overt, social situations, . cognitive operations, dan . Technical Skills. Alat Berdasarkan ukur CASES ini terdiri dari 33 aitem dengan reliabilitas 0,85. Hal ini berarti diperoleh bahwa terdapat 15 orang . %) kategori academic selfCASES cukup konsisten dalam mengukur berada pada academic self-efficacy di setiap pengu- efficacy yang rendah. Hal ini dapat diarkurannya. Pada instrumen ini, responden tikan bahwa terdapat 15 persen diminta untuk memberikan jawaban atas mahasiswa yang cenderung mengalami pernyataan-pernyataan cara kesulitan dan kebingungan ketika memilih salah satu alternatif jawaban menghadapi tantangan akademik, tak https://penelitimuda. com/index. php/SL/index ISSN 2776-1592 (Onlin. jarang kegagalan mereka temui. Hal ini kemampuan diri sendiri dalam mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah. Siswa dengan academic self-efficacy rendah ditemukan memiliki motivasi akademik yang rendah. Kesiapan diri yang rendah dalam menghadapi tantangan akademik membuat mereka mendapat hasil yang buruk (Basith, 2. Selain itu, academic self-efficacy yang rendah dapat memengaruhi aspek afeksi terhadap pengalaman belajar mereka. Mereka cenderung mengalami kecemasan, kebiungan, kegelisahan yang dapat mempengaruhi kefektifan kemampaun kogntif dan intelektual (Sharma dan Gunjan, 2. Hal ini berarti ketika menghadapi masalah akademik selama pembelajaran daring, mereka cenderung pasrah dengan kesulitan tersebut. Mereka cenderung tidak berusaha untuk menyelesaikan masalah dikarenakan mereka tidak mampu berfikir efektif. Hal ini berdampak pada motivasi mereka dalam menyelesaikan tugas akademik yang turun, sehingga hasil akademik yang didapatkan buruk. Selanjutnya, penelitian diperoleh terdapat 65 orang . %) memilih pilihan netral. Menurut Widhiarso . subjek penelitian yang memilih jawaban tengah atau netral, mengindikasikan bahwa mereka bingung serta masih belum bisa memutuskan. Meskipun demikian, jawaban netral ini lebih dominan mengindikasikan adanya ketidakpastian dan kebingungan. Hal ini berarti mahasiwa-mahasiswa yang cenderung memilih jawaban tengah atau netral, mengindikasikan adanya kebingungan mereka dalam memilih jawaban. Hal ini dapat disebabkan oleh mereka berpendapat bahwa usaha-usaha mereka dalam https://penelitimuda. com/index. php/SL/index menghadapi tantangan akademik yang mereka lakukan tidak dapat didefinisikan sedikit, tetapi juga tidak banyak. Hal ini juga berdampak pada hasil akademik yang mereka dapatkan yakni tidak konsisten. Hasil tidak konsisten ini berupa kegagalan dan keberhasilan dalam akademik. Selain itu, ketidakpastian sikap ini juga Mahasiswa yang bingung cenderung tidak mengambil keputusan yang benar (Sharma dan Gunjan, 2. Hal ini dapat diartikan selama pembelajaran daring, terdapat mahasiswa yang masih bingung dalam mengambil Mereka menentukan sikap seperti apa yang efektif dalam menghadapi masalah yang ditemui selama pembelajaran daring. Mereka merasa bahwa mereka sudah berusaha untuk menghadapi masalah akademik tersebut, akan tetapi mereka juga tidak yakin bahwa usaha mereka memberikan hasil yang baik. Oleh karena itu, mereka juga masih mengalami kesulitan dalam menghadapi proses belajar daring. Kemudian, pada hasil penelitian diperoleh terdapat 20 orang . %) mahasiswa berada pada kategori tinggi. Mahasiswa yang memiliki academic selfefficacy yang tinggi diindikasikan mampu menghadapi masalah akademik dengan baik dan mendapatkan hasil yang bagus (Basith, 2. Hal ini dikarenakan mereka cenderung melihat masalah akademik yang mereka hadapi sebagai tantangan yang harus mereka kuasai. Kemudian, mereka juga berkomitmen untuk mencapai tujuan akademik, dengan cara membutuhkan feeback dari orang lain (Sharma dan Gunjan, 2. Hal ini dapat diartikan bahwa masalah akademik selama pembelajaran ISSN 2776-1592 (Onlin. daring dianggap sebagai sebuah tantangan yang harus dikuasai. Hal ini berarti selama pembelajaran daring, mahasiswa tetap fokus untuk mendapatkan hasil yang baik dengan memperhatikan nasihat, saran, serta diskusi dengan dosen maupun Lalu, mereka juga memandang sebuah kegagalan sebagai masih kurangnya ilmu pengetahuan yang mereka miliki, bukan penurunan sebuah sikap. Oleh karena itu, mereka akan terus berusaha untuk mencukupi ilmu pengetahuannya agar terhindar dari kegagalan. Hal ini dapat berarti, ketika menghadapi pembelajaran daring, kesulitan memahami materi, kesulitan dalam menyelesaikan tugas, kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sekelas, tidak menjadi sebuah Mereka akan berusaha untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. SIMPULAN Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian yakni terdapat tiga kategori academic self-efficacy pada mahasiswa yang sedang menghadapi proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19, yakni: Hasil dominan, menunjukkan mahasiswa memilih jawaban netral yakni sebanyak 65 orang. Hal ini berarti lebih banyak mahasiswa yang masih bingung dalam menentukan sikap untuk menghadapi masalah-masalah akademik selama pembelajaran daring di masa pandemi Sebanyak 15 mahasiswa memiliki academic self-efficacy dengan kategori Hal ini berarti terdapat mahasiswa yang tidak mampu menghadapi masalah akademik selama pembelajaran daring covid 19 dikarenakan mereka tidak yakin dengan kemampuan mereka sendiri https://penelitimuda. com/index. php/SL/index bahwa mereka mampu menghadapi masalah-masalah akademik tersebut dengan baik. Terakhir, sebanyak 20 mahasiswa memiliki academic self-efficacy dengan kategori tinggi dalam menghadapi masalah akademik selama pembelajaran daring Hal ini diartikan bahwa mereka meyakini kemampuan diri mereka sendiri bahwa mereka bisa menghadapi masalahmasalah akademik sebagai tantangan yang mereka harus kuasai dan mendapatkan hasil akademik yan baik. Adapun saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini yakni merancang sebuah program kegiatan intervensi yang dapat diberikan sebelum mahasiswa-mahasiwa mengikuti proses pembelajaran daring. Program intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan academic self-efficacy mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik selama pembelajaran daring. Program ini bisa menjadi bagian dari sebuah kegiatan pembekalan saat mahasiswa baru di Program ini berkolaborasi antara dosen dengan mahasiswa-mahasiswa yang berhasil melewati proses pembelajaran daring sebelumnya, sehingga mahasiswa baru akan lebih termotivasi. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan menggali lebih dalam peran academic self-efficacy terhadap variabel lain yang mempengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA