Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Berbasis Multiple Talent terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Kuta The Effect of Cooperative Learning Type Team Assisted Individualization (TAI) Based on Multiple Talent on The Results of Metamatic Learning Participants in Class Vi SMP Negeri 1 Kuta. Kadek Suryatia,*. Ni Wayan Suardiati Putrib Program Studi Teknik Informatika. STMIK STIKOM INDONESIA Program Studi Teknik Informatika. STMIK STIKOM INDONESIA *Pos-el: kadeksuryati8@gmail. Abtrak. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu . uasi exsperime. Design penelitian ini menggunakan Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Design penelitian ini terdiri dari satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas Vi SMP N 1 Kuta yang diambil dengan teknik secara random sampling. Metode pengumpulan data diambil observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian ini adalah rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 73,5. Sedangkan rata-rata nilai kelompok kontrol sebesar 66,1. Kemudian dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung = 2,864 dan derajat kebebasan 78 diperoleh ttabel = 1,99. Karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Temuan ini menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika siswa. Hal ini disebabkan karena penerapan model pembelajaran TAI berbasis multiple talent dalam pembelajaran matematika akan mengoptimalkan dan mementingkan upaya pengembangan seluruh potensi siswa sesuai dengan bidangnya dan keterampilan yang dilatihkan dalam proses pembelajaran. Kata-Kata Kunci : Team Assisted Individualization (TAI), multiple talent, tes prestasi Abtract. The purpose of this research is to find out whether there is an effect of applying of cooperative learning model type Team Assisted Individualization (TAI) based on multiple talent on the results of metamatic learning. This research is quasi exsperimen. This research design uses Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. The design of this study consisted of one experimental group and one control group. The subjects of this study were eighth grade students of SMP N 1 Kuta taken by random sampling technique. Data collection methods were taken by observation, field notes, documentation, and mathematics learning achievement tests. The results of this study were the average score of students' mathematics learning achievement test in the experimental group was 73. While the average value of the control group was 66. Then from the results of the hypothesis test using the t-test. at the level of significance 5% was obtained t hit = 2,864 and degree of freedom 78 was obtained t tabel = 1,99. Because t hit > t tabel then H0 is reject dan H1 is accepted. This finding shows there is an influence of models cooperatif learning type Team Assisted Individualization (TAI) based on multiple talent towards mathematics learning achievement. This is due to application models cooperatif learning type Team Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Assisted Individualization (TAI) based on multiple talent in learning mathematics will optimize and prioritize the development of all potential students in accordance with their fields and the skills that are Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. yang memadai. Prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan pelaksanaannya sering tidak disadari bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat kreativitas dan aktivitas siswa (Mulyasa, 2. Pembelajaran ini biasanya didominasi dengan metode ceramah dan berpusat pada guru menjadikan siswa merasa cepat bosan belajar Selama proses belajar siswa lebih banyak mendengarkan apa yang disampaikan guru. Dalam pembelajaran dikenal berbagai macam model pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif . ooperative Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham Menurut Susanto, . pembelajaran kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil untuk memaksimalkan potesi belajar anggotanya dalam satu kelas. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah peserta didik sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Aktivitas pembelajaran kooperatif menekankan pada kesadaran peserta didik perlu belajar berpikir, memecahkan masalah dan belajar konsep, dan keterampilannya kepada peserta didik yang membutuhkan dan peserta didik pengetahuannya kepada anggota lain dalam Menurut Fiteriani dan Arni . PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan dari individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Untuk pengetahuan dan teknologi, maka melalui pendidikan harus dipersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, bernalar tinggi serta mampu mengembangkan ilmu mengantisipasi perubahan-perubahan global. Menurut Boediono . bahwa cara berpikir kritis, sistematis, logis, dan kreatif dapat dikembangkan melalui pendidikan matematika, karena matematika memiliki struktur materi dengan keterkaitan yang kuat dan jelas satu dengan yang lainnya serta berpola pikir yang bersifat deduktif dan Untuk perkembangan selanjutnya matematika harus memiliki daya guna yang tinggi dalam mengembangkan pemikiran kritis, sistematis dan keterampilan berpikir Matematika sebagai ilmu dasar dan penata nalar yang juga dijuluki sebagai pelayan ilmu yang lainnya, berperan penting dalam perkembangan IPTEK. Namun di lain pihak pembelajaran matematika di Indonesia selama ini masih memiliki hambatan. Pelajaran matematika sering dianggap pelajaran yang paling sulit dan membosankan oleh sebagian siswa. Hal ini mengakibatkan rendahnya prestasi belajar matematika. Untuk meningkatkan prestasi belajar yang baik perlu diperhatikan kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal adalah kondisi atau situasi yang ada dalam diri siswa, seperti kesehatan. Kondisi eksternal adalah kondisi yang ada di luar diri pribadi manusia, misalnya ruang belajar yang bersih, sarana dan prasaran belajar Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. pembelajaran kooperatif adalah bahwa siswa saling membelajarkan. Hal ini karena dalam pembelajaran kooperatif dibentuk sikap kerja sama kelompok secara berstruktur dalam melakukan aktivitas pembelajaran, dimana keberhasilan kelompok sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Pelaksanaan memandang keberhasilan dalam belajar bukan semata-mata harus diperoleh dari guru, melainkan juga dari siswa yang terlibat dalam proses belajar melalui kelompok-kelompok kecil yang dibentuk Karena itu, dalam pembelajaran kooperatif menekankan belajar bersama, saling membantu antara yang satu dengan yang lain dalam belajar dan memastikan setiap orang dalam kelompok mencapai tujuan atau tugas yang telah ditentukan. Salah kooperatif yang menarik dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Model Team Assisted Individualization (TAI) ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dalam menyelesaikan masalah. Proses pembelajaran diawali dengan belajar secara individu terhadap materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru sebelumnya, kemudian siswa diberi latihan soal dan mandiri/individual. Kemudian hasil belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok yang sudah dibentuk untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah melatih kerjasama dalam memecahkan masalah, mengurangi sifat egois, belajar menghargai pendapat teman, menyelesaikan tugas. Dari penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) tersebut diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami materi, jika ada materi yang sulit dapat diselesaikan bersama-sama serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik secara kognitif, afektifdan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI ini, peserta didik ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen dan selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi peserta didik yang memerlukannya (Ramlan, 2. Model pembelajaran ini perlu diteliti untuk mencari model pembelajaran alternatif yang tepat dan mengacu pada pengembangan model-model pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik dan melibatkan guru secara langsung sebagai mitra kerja dalam proses pembelajaran. Untuk lebih mengembangkan model pembelajaran kooperatif yang dapat dikombinasikan dengan suatu pendekatan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent yang mengembangkan banyak bakat atau bidang. Menurut Mulyasa, . mengemukakan dalam upaya meningkatkan aktivitas dan kreativitas pembelajaran di samping penyediaan lingkungan yang kreatif, guru dapat menggunakan model pembelajaran yang salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent. Selanjutnya model ini seluruh potensi peserta didik, karena manifestasi pengembangan potensi akan Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. membangun self concept yang menunjang kesehatan mental. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP N 1 Kuta untuk kelas Vi di peroleh data bahwa nilai rata-rata mata pelajaran matematika siswa semester ganjil tahun 2010/2011adalah 63,5. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kelas siswa masih tergolong rendah dan hasil yang diperoleh dari diskusi dengan guru mata pelajaran matematika yang mengajar di SMP N 1 Kuta, rendahnya prestasi siswa di sekolah ini disebabkan metode yang di gunakan masih di dominasi metode ceramah, tanya jawab yang berpusat pada guru menjadikan siswa merasa cepat bosan belajar matematika sedangkan nilai ulangan harian matematika di masing-masing kelas sebagian siswanya tidak memperoleh nilai mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kendala yang dialami oleh siswa juga disebabkan karena siswa kurang memahami tentang konsep dasar secara menyeluruh mengenai materi yang mereka pelajari. Terlihat kondisi siswa yang kurang kondusif menyenangkan sehingga membuat siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran Khususnya untuk kelas Vi kriteria ketuntasan minimalnya adalah 70,00 dan tidak kurang dari 50% yang belum mencapai KKM. Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya minat belajar siswa dan belum optimalnya prestasi yang dicapai. Berdasarkan latar belakang masalah pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent dapat mempermudah peserta didik untuk mempelajari matematika dan dapat meningkatkan prestasi belajar metematika peserta didik. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan pengkajian secara teoritis maupun praktis dari permasalahan ini dengan melakukan penelitian berjudul AuPengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Berbasis Multiple Talent terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 KutaAy. METODE PENELITIAN Berdasarkan sifat masalah dan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Kuta, maka jenis penelitian ini adalah eksperimen semu . uasi exsperime. Melalui penelitian eksperimen ini peneliti dapat memperoleh bukti-bukti yang paling meyakinkan tentang pengaruh satu varibel terhadap variabel Design penelitian ini menggunakan Nonequivalent Posttest Only Control Group Design. Menurut Sugiono Nonequivalent Control Group Design bahwa desain ini membandingkan kelompok control dan eksperimen. Design penelitian ini terdiri dari satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Rancangan penelitian ini dapat digambarkan sebagai Kelompok Perlakuan Posttest Eksperimen Kontrol Gambar 01. Rancangan Penelitian Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2. Secara garis besar ada dua jenis variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 DOI : 10. 5281/zenodo. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent sedangkan variabel Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan prestasi belajar baik dari kelompok kontrol maupun eksperimen berupa nilai. Berdasarkan sifatnya data tersebut termasuk data kuantitatif dan berdasarkan sumbernya termasuk data primer karena data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti melalui tes Untuk metode pengumpulan data ditempuh prosedur kerja sebagai berikut : tahap persiapan yaitu Memohon ijin kepada kepala sekolah SMP N 1 Kuta untuk perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus. RPP, dan sebagainya, menyusun kisi-kisi tes prestasi matematika mengenai soal bangun ruang kubus dan balok, menguji validitas dan reliabilitas tes, . tahap dilaksanakan di kelas Vi SMP N 1 Kuta dengan terlebih dahulu menentukan memberikan perlakuan berupa model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent kepada kelompok eksperimen dengan pembagian LKS dan model kelompok kontrol, . tahap pengumpulan data yaitu metode dokumen dengan mengambil dokumentasi berupa catatan lapangan dan metode tes untuk mencari hasil post-test. Sedangkan untuk metode analisis datanya dengan uji prasyarat terlebih dahulu Setelah prasyarat terpenuhi maka dilakukan uji hipotesi dengan menggunakan uji-t. Statistik/data Mean Mode Median Varian Nilai minimum Nilai maksimum Rentangan P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 11,558 11,392 133,587 129,778 HASIL DAN PEMBAHASAN Data tentang prestasi belajar matematika baik dari kelompok eksperimen dengan pembelajaran TAI berbasis multiple talent dan kelompok kontrol dengan pembelajaran Disajikan dalam bentuk : . tabel distribusi frekuensi, . Sebelum data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan grafik, maka terlebih dahulu dilakukan perhitungan ukuran senteral (Tendency Centra. yang meliputi : mean, mode, median dan ukuran penyebran data . yang meliputi : standar deviasi, varian, nilai maksimum, nilai minimum, dan rentangan. Rekapitulasi hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 01 Tabel 01 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Nilai Prestasi Belajar Matematika Berikut ini adalah grafik nilai post-tes untuk data kelompok eksperimen. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. analisis data uji prasyarat yaitu hasil uji normalitas data nilai tes prestasi belajar eksperimen menunjukkan bahwa X2 hitung = 2,558. Berdasarkan tabel, untuk taraf signifikansi 5% dan dk = 5, maka X2 tabel = 11,070. Dari data tersebut maka nilai tes prestasi belajar matematika untuk kelompok eksperimen berdistribusi normal. Sedangkan untuk kelas kontrol menunjukkan bahwa X2hitung = 3,974. Berdasarkan tabel untuk taraf signifikan 5% dan dk = 5 maka X2 tabel = 11,070. Jadi data nilai tes prestasi belajar matematika untuk kelompok kontrol berdistribusi normal. Untuk uji homogenitas varian dari nilai tes prestasi belajar matematika menunjukkan Fhitung = 1,029. Sedangkan berdasarkan tabel untuk taraf signifikansi 5% dengan dk pembilang = 38 dan dk penyebut = 40 maka Ftabel = 1,70. Karena Fhitung < Ftabel maka data nilai tes prestasi belajar matematika siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai varian yang homogen. Berdasarkan analisis data diperoleh t hitung = 2,864 dan ttabel = 1,99 untuk dk = 78 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan dengan kata lain H1 diterima yang artinya ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar Gambar 0. 2 data nilai tes kelompok Dari gambar tersebut menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa sebanyak 25,6% siswa memperoleh disekitar rata-rata, sebanyak 25,7% diatas rata-rata, sebanyak 48,8% dibawah rata-rata. Sedangkan untuk kelas control disajikan berikut ini PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 73,5. Sedangkan rata-rata nilai kelompok kontrol sebesar 66,1. Jadi rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika kelompok eksperimen Gambar 0. 3 data nilai tes kelompok Dari gambar diatas menunjukkan bahwa sebanyak 19,5% siswa memperoleh disekitar rata-rata, sebanyak 38,8% diatas rata-rata, sebanyak 31,7% dibawah rata-rata. Untuk Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. lebih besar dibandingkan dengan kelompok Kemudian dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung = 2,864 dan derajat kebebasan 78 diperoleh ttabel = 1,99. Karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 Temuan ini menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika siswa. Hal ini disebabkan karena penerapan model pembelajaran TAI berbasis multiple talent dalam pembelajaran matematika akan mengoptimalkan dan mementingkan upaya pengembangan seluruh potensi siswa sesuai dengan bidangnya dan keterampilan yang dilatihkan dalam proses pembelajaran. Dengan model pembelajaran TAI berbasis multiple talent dalam pembelajaran matematika, siswa diarahkan menemukan konsep-konsep mengembangkan variasi ide-ide yang dimilikinya berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki dengan bantuan tuntunan guru. Siswa dituntut benar-benar memikirkan materi/konsep tersebut . erpikir produkti. Kegiatan pembelajaran yang diawali dengan menggali pengetahuan awal akan membantu siswa untuk membantu siswa menemukan konsepnya, karena pengetahuan awal yang digali merupakan modal untuk memahami Disamping pembelajaran yang diawali dengan menggali pengetahuan awal yang berupa pertanyaan juga akan merangsang siswa untuk melatih keberanian dalam mengemukan jawaban, menyampaikan ide, sehingga komunikasi siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru akan lebih baik. Dalam kegiatan diskusi kelompok , siswa dapat melakukan tukar pendapat, adu menyampaikan atau mengkomunikasikan ide-idenya pertimbangan kepada siswa lain atau kelompok lain dalam memutuskan masalah atau soal yang diberikan guru . engambil keputusan, komunikas. Diskusi kelompok juga dapat melatih siswa untuk menggali informasi dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Sebelum siswa langsung menuju pokok atau inti dari suatu masalah yang diberikan, siswa dituntut untuk merencanakan langkah-langkah yang harus diambil, menggali sumbernya, sehingga siswa lebih cepat dalam menemukan konsep bersama dengan kelompoknya . Dalam model pembelajaran TAI berbasis multiple talent, informasi atau konsep tidak diberikan secara langsung begitu saja kepada siswa melainkan harus ditemukan sendiri oleh siswa, sehingga dalam mengerjakan tugas yang diberikan dilakukan dengan membuat perkiraan atau prediksi jawaban dari suatu soal yang diberikan sebelum mendapatkan kejelasan jawaban . Dalam kegiatan presentasi hasil kerja kelompok, siswa akan menggungkapkan hasil diskusinya kepada siswa atau kelompok lain. Siswa yang lainnya deberikan kesempatan untuk memberikan penilaian dari presentasi temannya dengan memberikian komentar, pendapat, dan adu Guru sebagai fasilitator mengarahkan siswa menuju konsep yang benar, sehingga selesaian masalah yang diberikan menjadi lebih jelas . omunikasi, mengambil keputusa. Adanya latihan-latihan soal yang diberikan secara mandiri akan dapat mengembangkan dasar pengetahuan atau keterampilan tertentu berdasarkan informasi yang telah Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Kegiatan mengerjakan soal-soal dengan bervariasi dan bentuk soal. Dengan banyak latihan secara otomatis siswa akan hafal konsep atau rumus sesuai materi yang dipelajari, sehingga akan mempercepat siswa dalam menjawab soal lain yang sejenis . Model pembelajaran TAI berbasis multiple talent dalam pembelajaran matematika juga dapat meningkatkan rasa ingin tahu, sikap kreatif, aktif dan sikap pengambil Penggunaan LKS yang berorientasi pada pembelajaran yang diberikan untuk semua siswa pada kelompok eksperimen akan menuntun siswa untuk bekerja secara Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Isnaningsih dan Bimo . , yang menyatakan bahwa LKS dapat membantu siswa pada saat proses belajar sehingga pembelajarannya menjadi lebih baik dan Hal ini menyebabkan tes prestasi matematika pada kelompok eksperimen terlihat lebih merata dari nilai tes prestasi belajar kelompok kontrol. Dengan LKS siswa akan mampu mengingat konsep lebih lama bahkan permanen, sehinga akan berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Dengan penerapan model pembelajaran TAI berbasis multiple talent dapat menjadikan pembelajaran matematika bukan lagi pembelajaran yang membosankan, menyulitkan dan tidak menarik, tetapi menjadi pelajaran yang menyenangkan serta lebih terasa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi seperti ini akan memberikan motivasi kepada siswa untuk memahami konsep-konsep matematika dengan lebih mudah yang nantinya memberi dampak positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan uraian tersebut model pembelajaran TAI berbasis multiple talent dapat membuat siswa lebih aktif dan kreatif terhadap konsep yang dipelajarinya yang akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar matematika siswa. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas Vi SMP Negeri 1 Kuta. SARAN Dari uraian dan simpulan hasil penelitian maka dapat diajukan beberapa saran sebagai . Bagi guru matematika, disarankan untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbasis multiple talent sebagai salah satu alternatif dalam menerapkan model pembelajaran matematika, . Karena penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas Vi SMP N 1 Kuta, maka disarankan kepada peneliti lainnya untuk mengadakan penelitian yang sama dalam ruang lingkup yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA