Pertumbuhan return sektor kesehatan dalam isu melandainya pandemi COVID-19 Blessiana Keziah Badoa Corresponding author: blessianabadoa064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Chantika Jesica Tesalonika Kumenap Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords healthcare sector COVID-19 JEL Classification G11 G18 G41 Received 16 July 2023 Revised 17 July 2023 Accepted 17 July 2023 Published 17 July 2023 ABSTRACT The positive stimulus for economic interests in the form of the lifting of restrictions on community activities . r PPKM) on 30 December 2022 by the Government of Indonesia tends to have an impact on investor preferences in investment decisions. The purpose of this study is to examine the growth and performance of stock returns in the case of the sloping of the COVID-19 pandemic which is followed by the repeal of PPKM. This study makes observations from 1 January 2023 to 30 April 2023 with listed firms in the healthcare sector as a sample. Specifically, this study finds that the average returns from shares on development boards and mainboards are still not optimal and have not experienced significant growth. In addition, this study also finds that the returns performance on risk of the two trading boards is not optimal. A2023 Blessiana Keziah Tesalonika Kumenap Badoa. Chantika Jesica This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Sistem kesehatan adalah sebuah kegiatan yang bertujuan dalam mempromosikan, memulihkan atau menjaga kesehatan (World Health Organizatio. Pada Desember 2019, dunia mulai mengalami pandemi COVID-19 atau wabah virus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Dampaknya, pandemi ini sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia terutama di bidang kesehatan. Sarasnita et al. melaporkan bahwa pandemi COVID-19 tidak hanya memberikan masalah psikologis bagi petugas kesehatan namun juga bagi pasien. Pada perspektif ekonomi. Burhanuddin dan Abdi . menegaskan bahwa Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 1 No. Hal. dampak penyebaran virus COVID-19 cukup berdampak bagi perekonomian dunia termasuk Indonesia. Tambunan . melaporkan bahwa kondisi pasar modal di Indonesia masih cukup baik di periode penyebaran virus COVID-19 khususnya sektor Pada tahun 2023, informasi melandainya kasus terpapar COVID-19 mulai merebak masuk di pasar modal Indonesia. Indikator melandainya COVID-19 ditindaklanjuti oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada tanggal 30 Desember 2022 (Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesi. Gambar 1 menunjukkan bahwa tren pergerakan indeks pasar sektor kesehatan mengalami fluktuasi sepanjang Januari hingga April 2023. Riset ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan return sektor kesehatan dalam isu melandainya pandemi COVID-19. Gambar 1. Pergerakan indeks sektor kesehatan Januari-April 2023 Tinjauan Secara empiris. Putri dan Yulfiswandi . menemukan bahwa faktor utang dan profitabilitas merupakan faktor penunjang utama dalam mencapai kinerja keuangan sektor kesehatan. Secara konsisten. Sidarta dan Syarifudin . secara spesifik menemukan bahwa profitabitabilitas memegang peran yang sangat penting bagi kinerja keuangan sektor kesehatan. Selain itu. Latif et al. menemukan bahwa selain faktor utang, likuiditas juga memegang peran penting dalam menunjang kinerja keuangan sektor kesehatan. Amalia et al. , dan Hartati et al. menemukan bahwa kinerja keuangan sektor kesehatan cenderung lebih stabil selama masa pandemi COVID-19. Secara konsisten. Ginting et al. menemukan bahwa kondisi sektor kesehatan sejak pertengahan 2021 hingga pertengahan 2022 cenderung lebih konstan yang mengindikasikan bahwa nilai pasar saham dari sektor ini cenderung lebih stabil. Rahmawati dan Sembiring . juga melaporkan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 1 No. Hal. bahwa kinerja keuangan sektor kesehatan cenderung lebih konstan pada saat sebelum dan selama terjadinya pandemi kecuali faktor likuiditas yang mengalami penurunan signifikan. Akan tetapi. Junaidi dan Nasution . juga melaporkan bahwa secara keseluruhan emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berlangsungnya pandemi COVID-19. Pada kasus lainnya. Rahmentio et al. melaporkan bahwa sektor teknologi cenderung memiliki profitabilitas yang tinggi karena adanya pandemi COVID-19. Sepanjang pandemi COVID-19. Amanda et al. menemukan bahwa pergerakan harga saham sektor kesehatan cenderung lebih stabil dan lebih didominasi oleh koreksi positif. Mendukung hasil tersebut. Setiawan dan Asbaniar . menemukan bahwa perubahan harga pasar saham pada sektor farmasi cenderung variatif dimana beberapa emiten masih memiliki kinerja saham yang cukup baik. Menurut Anggraini . , kecenderungan terjadinya penurunan nilai pengembalian saham terjadi saat diumumkannya COVID-19 pertama kali dan kembali stabil saat kebijkan-kebijakan pemerintah diterapkan guna mencapai stabilitas perekonomian. H1: Kinerja pengembalian saham sektor kesehatan cenderung stabil saat melandainya pandemi COVID-19 Metode Sampel riset ini adalah seluruh emiten yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia khususnya dalam sektor kesehatan . apan perdagangan utama dan papan perdagangan pengembanga. Periode pengamatan adalah sejak 1 Januari 2023 hingga 30 April Variabel yang digunakan dalam riset ini adalah tingkat pengembalian saham (R) yang dihitung sebagai selisih harga pasar saat ini dengan harga pasar sebelumnya dibagi dengan harga pasar Riset ini melakukan beberapa analisis dalam rangka pengujian hipotesis, yaitu statistik deskriptif, rata-rata geometrik (GM), rasio Sharpe (RS), dan uji beda. Analisis rata-rata geometrik digunakan untuk memperoleh pertumbuhan pengembalian saham. Pada analisis rata-rata geometrik, riset ini akan membulatkan nilai ke angka 0 . jika hasil yang diperoleh memiliki tanda negatif. Rata-rata geometrik dihitung dengan formula berikut. yaycA = [. ycI1 ) y . ycI2 ) y A y . ycIycu )] AEycu Oe 1 Analisis selanjutnya adalah rasio Sharpe yang digunakan untuk melihat kinerja tingkat pengembalian saham atas risiko dari sebuah portofolio investasi. Rasio Sharpe dihitung dengan menggunakan formula berikut. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 1 No. Hal. ycIycI = ycI Oe ycIyce yua R adalah tingkat pengembalian saham. Rf adalah tingkat pengembalian aset bebas risiko, dan E adalah simpangan baku dari Analisis akhir dari riset ini adalah uji beda yang bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan tingkat pengembalian saham antara emiten sektor kesehatan khususnya dalam papan utama dengan papan pengembangan. Hasil dan Tabel 1 menyajikan statistik deskriptif atas R secara keseluruhan, papan pengembangan, dan papan utama. Secara keseluruhan, rata-rata . R dalam periode 1 Januari 2023 hingga 30 April 2023 adalah sebesar -0. 0008 dengan simpangan baku (SD) Akan tetapi, kecondongan . menunjukkan bahwa R dari sektor kesehatan cenderung memiliki kinerja yang optimal walaupun pertumbuhan (GM) hanya mencapai 0. ibulatkan dari angka negati. Selain itu, hasil penghitungan RS diperoleh nilai negatif yang mengindikasikan kinerja saham atas risiko sekuritas belum optimal. Secara spesifik, hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata . R untuk saham papan pengembangan dan utama adalah 0012 dan -0. Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja R sepanjang periode pengamatan untuk kedua papan perdagangan tersebut belum optimal. Nilai SD mengindikasikan bahwa saham dalam papan pengembangan lebih fluktuatif sehingga cenderung lebih berisiko dibandingkan saham dalam papan utama. Nilai skew menunjukkan bahwa saham dalam papan utama cenderung berkinerja lebih baik daripada saham dalam papan pengembangan walaupun hasil penghitungan GM menunjukkan bahwa saham kedua papan tersebut memiliki pertumbuhan sebesar 00 . ibulatkan dari angka negati. Hasil penghitungan RS juga menunjukkan bahwa kinerja R atas risiko dari kedua papan tersebut masih belum optimal. Tabel 1. Statistik deskriptif Seluruh Mean Skew Kurt Pengembangan Utama Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 1 No. Hal. Riset ini melanjutkan analisis selanjutnya guna menguji perbedaan R dari saham kedua papan perdagangan. Pada tahap awal, riset melakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (KS) atas R seluruh sampel. Gambar 1 menunjukkan bahwa nilai KS adalah sebesar 0. 093 dengan signifikansi sebesar 0. Hasil ini membuktikan bahwa nilai R untuk seluruh sampel adalah berdistribusi normal. Gambar 1. Uji normalitas untuk seluruh sampel Gambar 2 menunjukkan bahwa nilai KS dari R untuk saham papan pengembangan adalah sebesar 0. 086 dengan signifikansi Hasil ini membuktikan bahwa nilai R dari saham papan pengembangan terdistribusi normal. Gambar 2. Uji normalitas untuk papan pengembangan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 1 No. Hal. Gambar 3 menunjukkan bahwa nilai KS dari R untuk saham papan utama adalah sebesar 0. 056 dengan signifikansi diatas 0. Hasil ini membuktikan bahwa nilai R dari saham papan utama terdistribusi normal. Gambar 3. Uji normalitas untuk papan utama Berdasarkan uji normalitas, maka riset ini melakukan uji beda atas R dari saham dalam papan pengembangan dengan saham dalam papan utama. Tabel 2 menunjukkan bahwa terdapat selisih R 001 antara saham dalam papan pengembangan dengan saham dalam papan utama dimana nilai tertinggi masih dimiliki oleh saham dalam papan utama. Akan tetapi, hasil uji t atas selisih tersebut menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0. 656 atau berada diatas 1%, 5%, dan 10%. Hasil ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat pengembalian saham dari emiten dalam papan pengembangan dengan tingkat pengembalian saham dari emiten dalam papan utama. Tabel 2. Uji beda - Pengembangan dan utama Mean SE Mean Sig. Kesimpulan Isu melandainya pandemi COVID-19 ditindaklanjuti oleh Pemerintah Indonesia melalui pencabutan PPKM pada tanggal 30 Desember 2022. Pada perspektif pasar modal, kebijakan pencabutan PPKM cenderung berdampak tertentu pada preferensi investor khususnya terhadap keputusan investasi di sektor kesehatan. Pada periode 1 Januari 2023 hingga 30 April 2023, bukti empiris riset ini Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 1 No. Hal. menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengembalian saham masih menunjukkan angka negatif dengan total pertumbuhan kurang Selain itu, rata-rata pengembalian saham dari seluruh sampel juga menunjukkan bahwa kinerja saham atas risiko investasi masih termasuk kurang optimal. Secara spesifik, baik saham dalam papan pengembangan maupun papan utama masih menunjukkan rata-rata pengembalian yang kurang optimal. Hasil ini ditunjang oleh temuan yang mengindikasikan kinerja pengembalian saham tidak mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang periode pengamatan. Selain itu, hasil penghitungan rasio Sharpe menunjukkan bahwa kinerja saham atas risiko dari kedua papan perdagangan belum berada pada kondisi yang optimal. Daftar Amalia. Rahmawati. , & Dwijayanti. Dampak pandemi COVID-19 terhadap kinerja keuangan perusahaan sub sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Invest: Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi, 2. , 134-139. DOI: 55583/invest. Amanda. , & Ahmar. , & Sailendra, & Merawati. Dampak COVID-19 terhadap tren harga saham pada sektor healthcare di Indonesia. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 1. , 307-313. DOI: 10. 32670/fairvalue. Anggraini. Dampak COVID-19 terhadap perubahan harga Jurnal Bisnis. Ekonomi. Manajemen, dan Kewirausahaan, 1. DOI: 10. 52909/jbemk. Burhanuddin. , & Abdi. Krisis ekonomi global dari dampak penyebaran virus Corona (COVID-. AkMen Jurnal Ilmiah, 17. , https://ejurnal. id/index. php/akmen/article/view/866 Ginting. Gamani. Hursan. , & Rarung. Comparison and relationship of returns: Case of technology and healthcare sectors. The Contrarian: Finance. Accounting, and Business Research, 1. , 17-22. DOI: 10. 58784/cfabr. Hartati. Kalsum. , & Kosim. Perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19 pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di BEI. Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEAo. , 15. , 137-155. DOI: 10. 35508/jom. Junaidi. , & Nasution. Analisis kinerja keuangan perusahaan sebelum dan setelah penyebaran COVID-19 (Studi kasus pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22. , 631-635. DOI: 33087/jiubj. Latif. Jeremia. Hutauruk. , & Fili. Harga Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 1 No. Hal. saham sektor kesehatan: Faktor rasio keuangan. Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce, 1. , 66-80. DOI: 30640/digital. Putri. , & Yulfiswandi. Dampak covid-19 terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Akuntabel: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 19. , https://journal. id/index. php/AKUNTABEL/articl e/view/11094 Rahmawati. , & Sembiring. Perbandingan kinerja keuangan perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum dan saat pandemi COVID-19. Indonesian Accounting Literacy Journal, 2. DOI: 35313/ialj. Rahmentio. Rahman. Putra. , & Aprayuda. Apakah efek pandemi COVID-19 meningkatkan return saham perusahaan teknologi? Jurnal Ecogen, 5. , 194-202. DOI: 24036/jmpe. Sarasnita. Raharjo. , & Rosyad. Dampak pandemi Covid-19 terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit di Indonesia. Jurnal Kesehatan, 12 (Supp. , 307-315. DOI: 35730/jk. Setiawan, & Asbaniar. Analisis kinerja saham pada industri farmasi sebelum dan setelah adanya pandemi COVID-19. IQTISHADequity Jurnal Manajemen, 4. , 45-54. DOI: 51804/iej. Sidarta. , & Syarifudin. Pengaruh return on asset, return on equity, net profit margin, dan quick ratio perusahaan kesehatan terhadap return saham pada masa pandemi COVID-19 (Pada sektor industri healthcare yang tercatat di BEI tahun 2019-2. Jurnal Akuntansi Kompetif, 5. DOI: 35446/akuntansikompetif. Tambunan. Investasi saham di masa pandemi COVID-19. Jurnal Sekretari dan Manajemen, 4. , 117-123. DOI: 31294/widyacipta.