Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Di Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai Pattern Zone Ecosystem of Mangrove in Juanga Village. Morotai Island District Kismanto Koroy1*. Sandra Hi. Muhammad1. Nurafni1 dan Nurti Boy1 Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UNIPAS Morotai, 9771. Indonesia *Korespondensi: kismantokoroy@gmail. ABSTRAK Mangrove merupakan salah satu sumberdaya alam di wilayah pesisir yang sangat Ketersedian berbagai jenis makanan yang terdapat pada ekosistem ini telah menjadikan keberadaannya sebagai daerah asuhan, tempat mencari makan dan juga dijadikan sebagai kawasan wisata ekosistem mangrove. Dalam pemanfaatannya sebagai kawasan wisata mangrove perlu memperhatikan kondisi fisik lingkungan dan sebaran pola zonasinya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kerapatan dan penutupan mangrove serta mengetahui pola zonasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2019 di Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai. Pengambilan data zonasi mangrove menggunakan metode kombinasi yaitu mengkombinasikan antara metode petak dengan jalur transek, dengan menentukan 4 stasiun pengamatan dari masing masing stasiun dan setiap stasiun dibagi menjadi 3 zona: zona depan, zona tengah dan zona belakang dimulai dari titik terluar tumbuhnya jenis mangrove penyusun utama sampai titik peralihan antara laut dan darat, selain itu juga dilakukan pengukuran parameter lingkungan meliputi suhu, salinitas dan pH air. Hasil penelitian ditemukan 10 jenis mangrove yaitu Avicennia lanata. Sonneratia alba. Rhizophora mucronata. Aegeceras floridum. Bruguira gymnorrhiza. Ceriop decandra. Rhizophora apiculata. Bruguiera parviflora. Xylocarpus granatum dan Rhizophora stylosa. Analisis nilai tertinggi kerapatan jenis dari ke empat stasiun penelitian terdapat pada stasiun i kategori anakan (Rhizophora mucronat. dengan nilai 216,67 dan terendah dari jenis Rhizophora mucronata kategori pohon dengan nilai 14,29. Stasiun I kerapatan tertinggi jenis Ceriop decandra . kategori anakan dan terendah terdapat pada kategori semai (Sonneratia alba. Aegiceras floridum,dan Rhizophora mucronat. Stasiun II kerapatan tertinggi jenis Rhizophora mucronata . dan terendah pada kategori pohon Rhizophora mucronata . Pada stasiun i dan IV teringgi terdapat pada jenis Rhizophora mucronata dengan nilai 200 dan 216,67. Sebaran pola zonasi pada stasiun I zona depan dan zona tengah didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata, zona belakang didominasi oleh Ceriops decandra. Stasiun II zona depan didominasi Sonneratia alba, zona tengah (Rhizophora mucronat. , zona belakang (Ceriops decandr. Pada stasiun i zona depan (Rhizophora apiculat. , zona tengah dan zona belakang (Ceriops decandr. sedangkan pada stasiun IV zona depan, zona tengah dan zona belakang didominasi oleh jenis Ceriops decandra. Kata kunci: Pola zonasi, ekosistem mangrove. Morotai ABSTRACT Mangroves are one of the most important natural resources in coastal areas. Availability of various types of food that are on ecosystems is already making its presence as a local nursery, where searching for eating and also serve as a regional tourist ecosystem of mangrove. In use as Regional tourist mangrove need to attention the condition of the physical environment and the distribution pattern of zoning. Research is AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 carried out in the month October to November 2019 in the village of Juanga Regency island of Morotai. Data zoning mangrove using the method of the combination is to combine the methods of plots to track transects, to determine the four stations of observation of each respective stations and each station is divided into three zones: zone front, zone of middle and zone back starting from the point of the outermost growth of types of mangrove constituent primary to the point of transition between sea and land. The research results of the study found 10 species of mangroves namely Avicennia lanata. Sonneratia alba. Rhizophora mucronata. Aegeceras floridum. Bruguira gymnorrhiza. Ceriop decandra. Rhizophora apiculata. Bruguiera parviflora. Xylocarpus granatum and Rhizophora stylosa. Analysis of the highest value of species density from the four research stations was found in station i of the seedling category (Rhizophora mucronat. with a value of 216. 67 and the lowest of the species category Rhizophora mucronata tree with a value of 14. Station I had the highest density of Ceriop decandra . and the lowest was in the seedling category (Sonneratia alba. Aegiceras floridum, and Rhizophora mucronat. Station II was the highest density of Rhizophora mucronata . and the lowest was in the Rhizophora mucronata tree category . At the highest station i and IV, there are Rhizophora mucronata types with values 200 and 216. The distribution of zoning patterns in the first zone and the front zone are dominated by Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata types, the back zone is dominated by Ceriops decandra. Station II front zone is dominated by Sonneratia alba, middle zone (Rhizophora mucronat. , rear zone (Ceriops decandr. station i the front zone (Rhizophora apiculat. , the middle zone and the rear zone (Ceriops decandr. while at station IV the front zone, the middle zone and the rear zone are dominated by the Ceriops decandra type. Key words: Zoning Patterns. Mangrove Ecosystems. Morotai PENDAHULUAN Ekosistem mangrove merupakan vegetasi tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah Sebagai sebuah komunitas yang membentuk ekosistem perairan, tentunya multisfungsi yang tidak dapat digantikan dengan ekosistem lain (Pramudji, 2. Ekosistem mangrove di Indonesia banyak ditemukan jenis mangrove api-api (Avicenni. , bakau (Rhizophora s. , tancang (Bruguiera s. dan bogem atau (Sonneratia Jenis mangrove tersebut merupakan tumbuhan menangkap endapan, dan menstabilkan tanah habitatnya. Jenis api-api dikenal merupakan jenis terbaik dalam proses menstabilkan tanah habitatnya karena penyebaran benihnya mudah, toleransi terhadap temperatur tinggi, cepat menumbuhkan akar pernafasan dan sistem perakaran, menahan endapan dengan baik. Mangrove Red (Rhizophora s. merupakan jenis kedua terbaik yang berfungsi mengurangi dampak kerusakan terhadap arus, gelombang besar dan angin (Noor, dkk, 2. Fungsi mangrove secara fisik sebagai penahan abrasi, hempasan gelombang laut memiliki sifat yang dinamis, labil, dan kompleks. Ekosistem mangrove bersifat dinamis karena dapat terus tumbuh, berkembang, mengalami suksesi dan mengalami perubahan zonasi (Kusmana, 2. Zonasi merupakan susunan dan distribusi tumbuhan mangrove dari laut kedaratan yang dipengaruhi pasang surut air laut. Pengaruh dari pasang surut menyebabkan berkembangnya beberapa komunitas yang khas di pesisir salah satunya tumbuhan mangal yang membentuk ekosistem mangrove (Putri, dkk, 2. Ekosistem mangrove tersebut dapat membentuk zonasi di kawasan pesisir tropis dan subtropis yang dapat tumbuh AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. dengan baik di sepanjang garis pantai seperti laguna, rawa, delta, dan muara Zonasi mangrove yang terbentuk di Indonesia dari arah laut ke darat, menurut (Bengen, 2. , adalah vegetasi Rhizophora dan Bruguiera, pada zona tengah adalah jenis Avicenia, sedangkan vegetasi Nypa berada dekat darat karena dipengaruhi oleh air tawar. Sebaran zona-zona tertentu dan zonasi dari setiap daerah memiliki pola yang berbeda-beda tergantung dari keadaan fisiografi daerah pesisir dan dinamika pasang surutnya. Pola zonasi disetiap daerah sangat tergantung terhadap kondisi fisik Salah ekosistem mangrove di kabupaten pulau Morotai terdapat di pesisir Desa Juanga. Pada kawasan ini memiliki pola zonasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan parameter lingkungan termasuk kondisi Pada kawasan mangrove di desa Juanga oleh Dinas Parawisata mulai mengembangkannya menjadi lokasi Dalam pemanfaatannya sebagai kawasan wisata memperhatikan kondisi fisik lingkungan dari kawasan tersebut, salah satunya adalah sebaran pola zonasi. Pola sebaran zonasi dari jenis mangrove perlu untuk pengembangannya tidak mengganggu Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kerapatan jenis dan penutupan mangrove serta mengetahui pola zonasi mangrove di Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2019 yang berlokasi di Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai. Luas areal lokasi penelitian secara keseluruhan 8,86 hektar dengan menentukan 4 stasiun Pengambilan data zonasi mangrove menggunakan metode kombinasi yaitu mengkombinasikan metode petak dengan jalur transek (Kolinug, , 2. , dimana transek yang ditarik p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 dari arah laut ke darat dengan menelusuri Panjang disesuaikan dengan panjang zonasi mangrove disetiap stasiun, terdiri dari transek 1 . ,15 . , transek 2 . ,68 . , transek 3 . , dan transek 4 . ,36 . Pengambilan mangrove . erapatan dan penutupa. menggunakan metode plot transek dari tiap-tiap stasiun dengan ukuran 10 x 10 m untuk pengambilan sampel . , 5m x 5m . , dan 2m x 2m . , data yang diambil dari arah laut ke darat dengan menggunakan transek 0-50 m. Sedangkan untuk pengukuran parameter lingkungan dilakukan secara visual sensus meliputi suhu, pH air, salinitas, dan tipe substrat. Metode pengukuran parameter lingkungan untuk suhu perairan dan pH air diukur menggunakan thermometer dan Hana instrument yang dicelupkan kedalam air kemudian dicatat Salinitas Refraktometer dengan cara teteskan sampel air pada alat pengukur kemudian diamati datanya. Sedangkan data substrat dilakukan dengan cara pengamatan berdasarkan tipe substrat pada setiap Sampel mangrove pada setiap jalur transek didokumentasikan dalam bentuk gambar dan menghitung data struktur komunitas mangrove kemudian identifikasi menurut (Noor, dkk. , 2. Berikut (Gambar 1 dan . Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, meteran roll (ATS), tali transek (Tali plasti. GPS (GPSMAP 64. , kamera (Fujifilm HS 35 EXR), refraktometer (Portable refraktomete. , thermometer (Oxygen Mete. , dan pengukur pH air (Hanna instrumen. Sedangkan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua jenis mangrove dilokasi penelitian dengan kategori pohon, anakan dan semai. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Keterangan: Area Penelitian Lintasan Garis Zonasi Gambar 1. Sketsa pengambilan data zonasi Sumber: Google Earth, . Arah rintis Keterangan : A : Plot 10 x 10 m B : Plot 5 x 5 m C : Plot 2 x 2 m Gambar 2. Sketsa penempatan tsransek Analisis Data Vegetasi Mangrove Analisis data vegetasi mangrove Bengen, . Kerapatan (D. perbandingan jumlah tegakan jenis ke-i . dan luas areal total pengambilan contoh (A). yaycn = ycuycn ya Penutupan relatif jenis (RC. merupakan perbandingan antara luas area penutupan jenis ke-i (C. dan total luas area penutupan untuk seluruh jenis (C). RCi = yaycn ycu 100% Ocya Zonasi Mangrove Data pengamatan zonasi mangrove Analisis deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya (Sugiyono, 2. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. HASIL DAN PEMBAHASAN Kerapatan jenis dan Penutupan Relatif Mangrove Mangrove yang terdapat di empat stasiun Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai merupakan mangrove yang tumbuh secara alami. Vegetasi mangrove yang ditemukaan pada saat sampling terbagi menjadi tiga kategori yaitu pohon, anakan dan semai berdasarkan diameter batangnya. Kerapatan dan tutupan mangrove merupakan nilai kerapatan pola penyesuaian suatu jenis p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 dengan lingkungannya serta bagaimana tutupan kategori mangrove. Jenis dengan nilai kerapatan tinggi memiliki pola penyesuaian yang besar (Fachrul, 2. Dengan menghitung kerapatan jenis mangrove, maka akan terlihat jenis-jenis yang ditemukan pada lokasi penelitian. Hasil perhitungan nilai kerapatan jenis (D. dan penutupan relatif mangrove (Ci%) pada stasiun I sampai stasiun IV dapat dilihat pada (Tabel . berikut ini: Tabel 1. Hasil perhitungan nilai kerapatan jenis (D. dan penutupan relatif (Ci%) Kategori Pohon Anakan Semai Jenis Sonneratia alba Rhizophora mucronata Ceriops decandra Rhizophora stylosa Xylocarpus granatum Sonneratia alba Rhizophora mucronata Ceriops decandra Rhizophora stylosa Xylocarpus granatum Sonneratia alba Aegiceras floridum Rhizophora mucronata Ceriops decandra Rhizophora stylosa Xylocarpus Granatum Keterangan: (Di = Kerapata. Stasiun I Ci% Stasiun II Ci% (Ci% = Penutupan relati. Nilai tertinggi kerapatan jenis dari ke empat stasiun penelitian terdapat pada stasiun i kategori anakan (Rhizophora mucronat. dengan nilai 216,67 dan Rhizophora mucronata kategori pohon dengan nilai 14,29. Stasiun I kerapatan tertinggi jenis Ceriop decandra . kategori anakan dan terendah terdapat pada kategori semai (Sonneratia alba. Aegiceras floridum,dan Rhizophora Stasiun II kerapatan tertinggi jenis Rhizophora mucronata . dan terendah pada kategori pohon Rhizophora mucronata . Pada stasiun i dan IV teringgi terdapat pada jenis Rhizophora mucronata dengan nilai 200 dan 216,67. Tingginya Stasiun i Ci% Stasiun IV Ci% (-) = Tidak ditemukan kerapatan jenis Rhizophora mucronata disebabkan karena jenis ini menyukai berlumpur dengan kandungan bahan organik yang sangat cocok untuk Selain faktor substrat, faktor antropogenik dapat mempengaruhi keberadaan mangrove (Mughofar, dkk. Sedangkan menurut Sunarni, dkk. Rhizophora perintis atau pioner. Nilai tutupan mangrove tertinggi pada stasiun I jenis Rhizophora mucronata . dan terendah jenis Sonneratia alba . , stasiun II jenis tertinggi Ceriop decandra . dan terendah jenis Sonneratia alba . AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. stasiun i jenis tertinggi Sonneratia alba . terendah jenis Rhizophora mucronata . sedangkan pada stasiun IV penutupan mangrove tertinggi terdapat pada jenis Rhizophora stylosa . dan terendah jenis Rhizophora mucronata . Berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove Kepmen LH kategori tutupan mangrove di lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah dengan kriteria rusak . dengan nilai <50. Kerusakan mangrove di ke empat stasiun penelitian disebabkan pengambilan batu karang sebagai bahan bangunan dan pemanfaatan mangrove sebagai bahan kayu bakar. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Alwi, dkk. , 2. menyatakan bahwa persentasi tutupan mangrove di lokasi Daruba Pantai Kabupaten Pulau Morotai termasuk dalam kategori rusak dengan nilai <50. Hidayatullah dan Pujiono, . yang dilakukan di Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat didapatkan kerapatan jenis berkisar antara 100 Ae 1300 pohon/ ha. Penelitian yang dilakukan oleh (Masiyah dan Sunarni, 2. kerapatan dan tutupan mangrove di p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 pesisir Arafura Kabupaten Merauke termasuk dalam kategori jarang/rusak. Hasil dari beberapa penelitian diatas tidak jauh berbeda dengan yang terdapat di perairan Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai dimana nilai kerapatan maupun penutupan mangrove yang sangat rendah dan termasuk kategori jarang/rusak. Zonasi Mangrove Mangrove umumnya tumbuh dalam 4 zona, yaitu pada daerah terbuka, daerah tengah, daerah yang memiliki sungai berair payau sampai tawar serta daerah kearah daratan yang memiliki air tawar (Noor, dkk. , 2. Daerah terbuka adalah daerah mangrove yang berada pada bagian yang berhadapan dengan laut, daerah tengah adalah area mangrove yang terletak di belakang zona terbuka. Zona selanjutnya adalah zona mangrove payau yakni mangrove yang berada disepanjang sungai berair payau hingga hampir tawar. Di zona ini biasanya didominasi oleh komunitas Nypa atau Sonneratia. Zonasi mangrove dan parameter lingkungan stasiun I, serta bentuk zonasi stasiun I dapat dilihat pada (Tabel . , dan (Gambar . Gambar 3. Bentuk zonasi stasiun I Keterangan: Al (Avicennia lanat. Rm (Rhizophora mucronat. Bg (Bruguira gymnorrhiz. Sa (Sonneratia alb. Af (Aegeceras floridu. Ra (Rhizophora apiculat. Cd (Ceriops decandr. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Tabel 2. Kriteria Baku Kerusakan Mangrove Kepmen LH No. 201 tahun 2004 Kriteria Baik Rusak Penutupan (%) Sangat Padat Sedang Jarang Ou 75 Ou 50- < 75 < 50 Kerapatan . ohon ha-A) Ou 1500 Ou 1000 - < 1500 < 1000 Tabel 3. Zonasi mangrove dan parameter lingkungan stasiun I Zona Depan Tengah Belakang Jenis Mangrove Avicennia lanata Sonneratia alba Rhizophora mucronata Aegeceras floridum Bruguira gymnorrhiza Rhizophora mucronata Rhizophora apiculata Aegeceras floridum Bruguira gymnorrhiza Ceriop decandra Bruguira gymnorrhiza Rhizophora mucronata Rhizophora apiculata Salinitas Parameter Lingkungan pH air Suhu Substrat Berbatu dan Pasir berlumpur Berlumpur dan patahan karang Pola zonasi pada stasiun I untuk zona depan ditemukan jenis Avicennia lanata dan yang berasosiasi adalah Sonneratia alba namun untuk zona ini didominasi oleh Rhizophora mucronata dan yang berasosiasi adalah jenis Aegeceras floridum. Soneratia alba. Bruguiera gymnorrhiza dengan jenis substrat berbatu dan pasir. Jenis Avicennia sp yang berada pada bagian depan disebabkan daerah tersebut merupakan daerah terbuka yang artinya bahwa daerah tersebut merupakan daerah terbuka yang berhadapan langsung dengan laut. Avicennia marina dapat tumbuh pada substrat yang berpasir kasar, halus maupun lumpur yang dalam dan umumnya terdapat pada areal pantai yang sangat tergenang. Penelitian yang Sunarni, . menyatakan bahwa daerah terbuka umumnya ditumbuhi oleh jenis Avicennia Hal ini sesuai dengan pendapat Bengen, . , daerah yang paling dekat dengan laut dan memiliki substrat berpasir yang ditumbuhi Avicennia alba yang biasanya berasosiasi dengan Sonneratia alba kemudian diikuti oleh pencampuran dari beberapa spesies seperti dari genus Rhizopora sp dan Bruguiera sp. Ekosistem dipengaruhi oleh faktor lingkungan di wilayah sekitarnya. Penyebaran dan zonasi mangrove dipengaruhi perbedaan lingkungan yang menyebabkan vegatasi mangrove mempunyai struktur yang khas yaitu dengan membentuk lapisan atau zona vegetasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya (Muhsin, dan Indrawati, 2. Terbentuknya zonasi mangrove disebabkan oleh faktor seperti substrat, salinitas dan sedimentasi yang berkaitan dengan proses penyebaran propagul (Habdiansyah, dkk. , 2. Pada stasiun I merupakan jalur keluar masuk air laut sampai pada zona Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup tumbuhan mangrove adalah suplai air tawar, salinitas, pasokan nutrient dan substrat (Dahuri, 2. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Tabel 4. Zonasi mangrove dan parameter lingkungan stasiun II Zona Depan Tengah Belakang Jenis Mangrove Salinitas Sonneratia alba Aegeceras floridum Rhizophora mucronata Ceriop decandra Ceriop decandra Rhizophora mucronata Parameter Lingkungan pH air Suhu Substrat Berlumpur dan patahan karang Berlumpur Berlumpur Gambar 4. Bentuk zonasi stasiun II Keterangan: Sa (Sonneratia alb. Af (Aegiceras floridu. Rm (Rhizophora mucronat. Cd (Ceriops decandr. Pola zonasi pada stasiun II dimulai dari zona depan didominasi oleh jenis Sonneratia alba yang berasosiasi dengan jenis Aegiceras floridum. Substrat pada zona ini yaitu berlumpur dengan patahan karang dan baik untuk pertumbuhan jenis Sonneratia alba karena jenis ini mudah bertoleran terhadap substrat yang berlumpur, berbatu dan pecahan karang. Sedangkan pada zona tengah didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata yang berasosiasi dengan jenis Ceriops Zona belakang didominasi oleh jenis Ceriop decandra dan berasosiasi di zona ini adalah jenis Rhizophora mucronata pada zona ini memiliki substrat berlumpur. Pada area ini menunjukan bahwa air laut di stasiun II masih bersifat netral dan baik untuk pertumbuhan mangrove (Tabel . Menurut Kusmana, . mangrove yang baik memerlukan suhu rata-rata minimal lebih besar dari 20AC dan perbedaan suhu musiman tidak melebihi 50AC. Pada saat pengambilan parameter perairan terjadi surut terendah dengan intensitas cahaya yang optimal dan tidak dipengaruhi curah hujan sehingga salinitas dan suhu perairan memiliki nilai yang bervariasi. Selain itu juga, pada stasiun II merupakan jalur keluar masuk air laut hingga ke zona (Mughofar, dkk. , . menyatakan bahwa secara umum zona yang paling dekat dengan laut . erhadapan langsung dengan lau. didominasi oleh jenis jenis Avicenia sp dan Sonneratia sp. Sedangkan zona pertengahan biasanya didominasi oleh jenis-jenis Rhizophora dan kadang ditemui jenis Bruguiera sp. Zona yang paling dekat dengan daratan biasanya didominasi oleh Bruguiera sp. Ceriops sp. Xylocarpus sp dan Lumnitzera. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Tabel 5. Zonasi mangrove dan parameter lingkungan stasiun i Zona Depan Tengah Belakang Jenis Mangrove Rhizophora apiculata Rhizophora mucronata Rhizophora stylosa Bruguiera parviflora Bruguira gymnorrhiza Ceriop decandra Bruguira gymnorrhiza Rhizophora apiculata Bruguiera parviflora Ceriop decandra Salinitas Parameter Lingkungan pH air Suhu Substrat Berlumpur Berlumpur Berlumpur dan berbatu Gambar 5. Bentuk zonasi stasiun i Keterangan: Ra (Rhizophora apiculat. Rm (Rhizophora mucronat. Bp (Bruguiera parviflor. Rs (Rhizophora stylos. Cd (Ceriops decandr. Pembentukan zonasi mangrove perairan Juanga bisa dikatakan sesuai dengan pembagian zonasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil pola zonasi di lokasi penelitian jenis mangrove tersebar dari zona depan sampai pada zona belakang. (Gambar . Menurut Bengen, . zona garis pantai yaitu kawasan yang berhadapan langsung dengan laut biasanya ditemukan jenis Rhizophora Rhizophora Avicennia dan Sonneratia alba dan zona tengah merupakan kawasan yang terletak dibelakang zona garis pantai dan memiliki lumpur liat biasanya ditemukan jenis Rhizophora apiculata. Avicennia Bruguiera Bruguiera Bruguiera parviflora. Bruguiera sexangula. Ceriops Aegiceras Sonneratia caseolaris dan Lumnitzera littorea sedangkan zonasi belakang ditumbuhi jenis Xylocarpus granatum. Nypa fruticans. Pola zonasi pada stasiun IV mulai dari zona depan sampai zona belakang didominasi oleh mangrove jenis Ceriops decandra yang berasosiasi dengan jenis Xylocarpus Rhizophora apiculata, dan Rhizophora mucronata. Pada setiap zona di stasiun ini memiliki substrat berlumpur yang mendominasi, namun pada zona depan dan belakang memiliki substrat lumpur berbatu. Pengambilan data untuk stasiun ini pada sore hari dimulai dari zona belakang, zona tengah, dan zona depan. Lokasi ini terletak dibagian belakang zona dan masih dipengaruhi oleh surut terendah dibandingkan dengan air pasang sehingga AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. pada saat pengambilan data masih dalam kondisi surut. Untuk wilayah pesisir Desa Juanga tidak ada muara sungai dan aktifitas lainnya sehingga sebaran zonasi hanya dipengaruhi oleh salinitas (Gambar . bentuk zonasi pada stasiun IV. Keseluruhan zona pengambilan data parameter perairan tidak menunjukan perbedaan yang jauh. Hasil pengukuran menunjukan salinitas memiliki nilai 3034A, dan untuk suhu 29-32 AC, pH untuk ke empat stasiun memiliki nilai 68. Hal ini karena di lokasi habitat mangrove tidak ada ketersediaan air tawar serta lokasinya berada pada zona terbuka dan berhadapan langsung dengan berpengaruh terhadap salinitas di area ini terutama di daerah habitat mangrove. Nilai pH merupakan ciri kimia air dan menjadi faktor sangat penting dalam menentukan kesuburan substrat karena ketersediaan unsur hara bagi tumbuhan. Umumnya pH air pada ekosistem mangrove berada pada kisaran 6-7, meskipun ada beberapa yang nilai pH di bawah 5 (Bengen, 2. Hasil penelitian yang dilakukan (Samsumarlin, dkk. menunjukkan nilai pH 5-8 dan termasuk dalam kondisi normal untuk pertumbuhan mangrove. Hasil pengukuran keseluruhan data parameter lingkungan menunjukkan masih termasuk kategori optimal untuk pertumbuhan mangrove di pesisir pantai desa Juanga. Pengukuran yang dilakukan di lokasi penelitian memiliki kadar salinitas masih dalam batas normal yaitu 30-34A. Hal ini sesuai (KEPMEN-LH, 2. bahwa kondisi salinitas antara 0- p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 34A. Berdasarkan tumbuhan mangrove, ada beberapa tumbuhan mangrove yang memiliki sifat toleran terhadap salinitas yang tinggi serta dapat hidup pada daerah yang tergenang air laut. Menurut Mughofar, , . salinitas dipengaruhi oleh keadaan pasang surut, curah hujan, penguapan, presipitasi dan topografi suatu perairan. Akibatnya salinitas suatu perairan dapat sama atau berbeda dengan perairannya, kisaran salinitas yang baik untuk pertumbuhan mangrove adalah 3035A. Suhu ke empat stasiun penelitian memiliki nilai 29- 32AC, suhu di lokasi mangrove masih dalam kategori yang cukup baik. Menurut Kusmana, . mangrove yang baik memerlukan suhu rata-rata minimal lebih besar dari 20AC. Dari semua stasiun terdapat jenis substrat yang ditemukan di keempat stasiun pengamatan bervariasi yaitu substrat batu berlumpur, berlumpur, dan lumpur campur patahan karang. Substrat merupakan material pembawa sedimen pembentukan zonasi mangrove. Menurut Mughofar, . berlumpur sangat cocok untuk tegakan jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Jenis-jenis lain seperti Rhizophora stylosa tumbuh baik pada substrat berpasir bahkan pada patahan Tabel 6. Zonasi mangrove dan parameter lingkungan stasiun IV Zona Depan Tengah Belakang Jenis Mangrove Ceriop decandra Xylocarpus granatum Rhizophora apiculata Rhizophora mucronata Ceriop decandra Rhizophora apiculata Ceriop decandra Rhizophora mucronata Salinitas Parameter Lingkungan pH air Suhu Substrat Berlumpur dan berbatu Berlumpur Berlumpur dan berbatu AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Koroy et. al: Pola Zonasi Vegetasi Ekosistem Mangrove Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Gambar 6. Bentuk zonasi stasiun IV Keterangan: Cd (Ceriops decandr. Xg (Xylocarpus granatu. Ra (Rhizophora apiculat. Rm (Rhizophora mucronat. KESIMPULAN Nilai tertinggi kerapatan jenis dari ke empat stasiun penelitian terdapat pada stasiun i kategori anakan (Rhizophora mucronat. dengan nilai 216,67 dan Rhizophora mucronata kategori pohon dengan nilai 14,29. Stasiun I kerapatan tertinggi jenis Ceriop decandra . kategori anakan dan terendah terdapat pada kategori semai (Sonneratia alba. Aegiceras floridum,dan Rhizophora mucronat. Stasiun II kerapatan tertinggi jenis Rhizophora mucronata . dan terendah pada kategori pohon Rhizophora mucronata . Pada stasiun i dan IV teringgi terdapat pada jenis Rhizophora mucronata dengan nilai 200 dan 216,67. Terdapat 10 (Sepulu. jenis mangrove yang teridentifikasi di perairan Juanga yaitu Avicennia lanata. Sonneratia alba. Rhizophora mucronata. Aegeceras floridum. Bruguira gymnorrhiza. Ceriop decandra. Rhizophora apiculata. Bruguiera parviflora. Xylocarpus granatum. Rhizophora stylosa dan tersebar pada 3 pola zonasi pada stasiun I mulai dari zona depan ke zona belakang Avicennia Sonneratia alba. Bruguirera gymnorhiza, dan Rhizophora mucronata. Zona tengah didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata, dan Rhizophora apiculata. Zona belakang didominasi oleh jenis ceriop decandra. Stasiun II zona depan didominasi Sonneratia alba zona tengah didominasi oleh Rhizophora mucronata zona belakang didominasi Ceriops Stasiun i untuk zona depan didominasi jenis Rhizophora apiculata zona tengah dan zona belakang didominasi jenis Ceriop decandra. Stasiun IV zona depan sampai pada zona belakang didominasi jenis Ceriop decandra dan diikuti oleh Xylocarpus Sedangkan lingkungan sangat mendukung untuk DAFTAR PUSTAKA