ISSN 2549-3353 Journal Health of Studies Vol 4. No. 1 Maret 2020, pp. Asupan gizi, status dan status Faktor-faktor di Puskesmas Novia Sopherah Makmur1,*. Enny Fitriahadi2 Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Jalan Siliwangi (Ring Road Bara. No. 63 Nogotirto. Gamping. Sleman. Yogyakarta 55292. Indonesia noviasopherahm@gmail. com*, 2ennyfitriahadi@unisayogya. * corresponding author Tanggal Submisi: 14 September 2019. Tanggal Penerimaan: 10 Oktober 2019 Abstrak Faktor predisposisi gangguan hipertensi pada kehamilan diseluruh dunia, seperti. riwayat preeclampsia keluarga, preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, kehamilan multifetal, obesitas, nuliparitas, diabetes, hipertensi kronis, dan ektrem usia ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor terjadinya hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospective dengan jumlah populasi 106 responden, yaitu ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas X dengan riwayat keluarga hipertensi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil uji statistik Chi-Square di dapatkan bahwa terdapat hubungaan yang signifikan antara usia ibu, paritas dan riwayat keluarga hipertensi dengan hipertensi dalam kehamilan dengan nilai . < 0,. Kata Kunci: faktor resiko. hipertensi pada ibu hamil. Abstract Several factors predispose to hypertensive disorders in pregnancy around the world are, such history of family preeclampsia, preeclampsia in previous pregnancy, multifetal pregnancy, obesity, nulliparity, diabetes, chronic hypertension, and mother age extremes. The objective of the study was to determine factors for the occurence of hypertention in pregnancy at Puskesmas X. The study used with retrospective approach with a population 106 of respondents that is pregnant women who checked their pregnancy at Puskesmas X with family history of hypertension. Sampling technique in this research is total sampling with total sample. Chi-Square statistical test results found that there was significant correlation between maternal age, parity, and family history of hypertension with hypertension in pregnancy with a value . <0,. Keywords: hypertension in pregnancy. history of hypertention. PENDAHULUAN Rasio kematian ibu / Maternal Mortality Rate (MMR) tahun 2000-2017 menurut WHO turun sekitar 38% di seluruh dunia. Sekitar 810 wanita meninggal dikarenakan komplikasi kehamilan atau persalinan di setiap harinya. Mayoritas sebagian besar dari semua kematian ibu 94% terjadi di negara berpeghasilan rendah dan menengah (WHO, 2. Menurut laporan WHO tahun 2017. AKI di Indonesia tercatat 305/100. 000 kelahiran. Artinya ada 400 ribu ibu meninggal setiap bulan, dan 15 ribu meninggal setiap harinya atau 99% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berkembang. Dimana penyebab tertinggi kematian ibu diakibatkan oleh pendarahan 32% dan 26% diakibatkan oleh hipertensi yang menyebabkan terjadinya kejang, keracunan kehamilan sehingga menyebabkan kematian bagi ibu (Kemenkes RI, 2. 31101/jhes. doihttps://doi. org/10. 31101/jhes. Doi: This is an open access article under the CCAeBY-SA license. ISSN 2549-3353 Journal Health of Studies Vol 4. No. 1 Maret 2020, pp. Asupan dan status Beberapa telah digambarkan hipertensi pada kehamilan di seluruh dunia, seperti: riwayat pre-eklampsia keluarga, preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, kehamilan multifetal, obesitas, nuliparitas, diabetes, hipertensi kronis, dan ekstrem usia ibu. Pengetahuan tentang faktor risiko yang paling penting dalam populasi dapat berguna untuk mengidentifikasi pasien yang memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan gangguan hipertensi, dan perawatan pralahir yang memadai dapat menyebabkan penurunan rasio mortalitas (Dalmyz, 2. Hipertensi merupakan tekanan darah di atas batas normal, hipertensi termasuk dalam masalah global yang melanda dunia. Berdasarkan data WHO (World Health Organizatio. pada tahun 2017 komplikasi utama penyebab hampir 75% dari semua kematian ibu adalah perdarahan hebat, infeksi, hipertensi dalam kehamilan . re-eklampsia/eclampsi. , komplikasi pada persalinan, aborsi yang tidak aman dan infeksi. malaria atau terkait dengan kondisi kronis seperti penyakit jantung atau diabetes (WHO, 2. Gangguan hipertensi pada kehamilan memengaruhi hingga 8% dari semua masa gestasi dan merupakan penyebab utama kedua, setelah emboli, kematian ibu di Amerika Serikat, terhitung hampir 15% kematian tersebut. Ibu hamil dengan hipertensi cenderung mengalami perkembangan komplikasi yang berpotensi mematikan, terutama abruptio placentae, koagulasi intravaskular diseminata, perdarahan serebral, gagal hati, dan gagal ginjal akut. Jumlah ibu hamil yang memeriksakan ANC yang di dapat dari studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas X pada Januari 2017, yaitu sebanyak 665 dengan angka kejadian hipertensi yaitu sebesar 2,40% dan ibu yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, 15,6%. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuFaktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan retrospective. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas X dengan riwayat keluarga hipertensi sebanyak 106 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling yaitu total sampling dengan jumlah sampel 160 responden. Analisis data menggunakan Chi-Square dan Uji Regresi Logistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi frekuensi faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X Tahun 2017 Jumlah Faktor-Faktor Hipertensi Usia Ibu Berisiko Tidak berisiko Paritas Berisiko Tidak berisiko Riwayat Kel. Hipertensi Berisiko Tidak berisiko Hipertensi dalam Kehamilan Berisiko Tidak berisiko Jumlah Data Primer, 2018 Novia Sopherah Makmur. Enny Fitriahadi (Faktor-faktor terjadinya hipertensi dalam kehamilan A) Journal Health of Studies Vol 4. No. 1 Maret 2020, pp. ISSN 2549-3353 Asupan gizi,tabel biokimia,frekuensi dan status Berdasarkan 1 Distribusi usia sindrom pada ibu hamil frekuensi terbanyak adalah usia 20-35 tahun berjumlah 89 responden . ,0%), sedangkan 17 responden . %) lainnya, yaitu berusia < 20 tahun dan > 35 tahun. Paritas pada ibu hamil menunjukan bahwa frekuensi terbanyak adalah paritas tidak berisiko berjumlah 81 responden . ,4%) dan 25 responden . ,6%) lainnya paritas beresiko. Riwayat keluarga hipertensi pada ibu hamil menunjukan bahwa frekuensi terbanyak adalah ibu hamil yang berisiko berjumlah 103 responden . ,2%) sedangkan 3 responden . ,8%) lainnya adalah ibu hamil tidak beresiko, dan Hipertensi pada ibu hamil menunjukan bahwa frekuensi terbanyak adalah ibu hamil dengan tidak hipertensi berjumlah 95 responden . ,6%) dan frekuesni paling sedikit adalah ibu hamil dengan hipertensi berjumlah 11 responden . ,4%). Analisis Bivariat Tabel 2. Tabulasi silang hubungan usia ibu dengan hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X Tahun 2017 Kejadian Hipertensi Dalam Kehamilan Tidak Jumlah Usia Ibu P value Berisiko 0,000 Tidak Berisiko Jumlah Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa frekuensi terbanyak adalah ibu hamil dengan usia tidak berisiko tetapi tidak mengalami hipertensi berjumlah 80 responden . ,4%) dan 12 responden . ,3%) lainnya adalah ibu hamil pada usia berisiko dan mengalami hipertensi, sedangkan frekuensi paling sedikit adalah ibu hamil dengan usia tidak berisiko tetapi mengalami hipertensi berjumlah 5 responden . ,7%) dan 9 responden . ,5%) lainnya ibu hamil dengan usia berisiko tetapi tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil uji Chi Square, nilai sig. 2-tailed adalah 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan usia ibu sebagai faktor yang memengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X tahun 2017. Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa frekuensi terbanyak adalah ibu hamil dengan usia tidak berisiko dan tidak mengalami hipertensi. Hasil penelitian ini yang ditunjukkan dari nilai uji Chi Square, nilai sig. 2-tailed adalah 0,000 < 0,05 dapat di simpulkan p lebih kecil dari 0,05 . < 0,. sehingga ada hubungan usia ibu dengan faktor yang mempengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X Tahun 2017. Ibu hamil yang berusia < 20 tahun mudah mengalami kenaikan tekanan darah dan lebih cepat menimbulkan kejang, sedangkan umur > 35 tahun juga merupakan faktor prediposisi untuk terjadinya preeklampisa, karena bertambahnya usia (Djannah, 2. Ibu hamil dengan usia < 20 tahun dan > 35 tahun dapat mengalami hipertensi dalam kehamilan yang diakibatkan oleh perkembangan organ-organ reproduksi dan fungsi fisiologisnya belum optimal serta belum tercapainya emosi dan kejiwaan yang cukup matang, dan hal tersebut akan meningkatkan terjadinya gangguan kehamilan dalam bentuk preeklampsia-eklamsia yang di akibatkan adanya ganguan sel endotel. Selain itu tekanan darah yang meningkat seiring dengan pertumbuhan usia lebih rentan terjadinya berbagai penyakit dalam bentuk hipertensi dan pre-eklampsia (Etika, 2. Hasil penelitian ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan Rohmani . , yaitu usia 20-30 adalah periode paling aman untuk hamil atau melahirkan. Wanita yang berada pada awal atau akhir usia reproduksi, dianggap rentan mengalami komplikasi kehamilan. Dua tahun setelah menstruasi yang pertama, seorang wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2-7% dan tinggi badan 1%. Dampak dari usia yang kurang, dapat menimbulkan komplikasi selama kehamilan. Novia Sopherah Makmur. Enny Fitriahadi (Faktor-faktor terjadinya hipertensi dalam kehamilan A) ISSN 2549-3353 Journal Health of Studies Vol 4. No. 1 Maret 2020, pp. Asupan gizi, status biokimia, dan status sindrom metabolik pegawai Tabel 3. Tabulasi Silang Hubungan Paritas Dengan Hipertensi Kehamilan Di Puskesmaa X Tahun 2017 Kejadian Hipertensi Dalam Kehamilan Paritas P value Tidak Jumlah Berisiko 0,000 Tidak Berisiko Jumlah Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui frekuensi terbanyak adalah ibu hamil dengan paritas tidak berisiko tetapi tidak mengalami hipertensi berjumlah 73 responden . ,9%) dan 13 responden . ,3%) lainnya adalah ibu hamil dengan paritas berisiko dan mengalami sedangkan frekuensi paling sedikit adalah ibu hamil dengan paritas berisiko tetapi tidak mengalami hipertensi berjumlah 8 responden . ,5%) dan 12 responden . ,3%) lainnya adalah ibu hamil dengan paritas tidak berisiko tetapi mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil uji Chi Square, nilai sig. 2-tailed adalah 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan paritas ibu sebagai faktor yang memengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X tahun 2017. Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui frekuensi adalah ibu hamil dengan paritas tidak berisiko dan tidak mengalami hipertensi. Hasil penelitian ini yang ditunjukkan dari nilai uji Chi Square, nilai sig. 2-tailed adalah 0,000 < 0,05 dapat di simpulkan p lebih kecil dari 0,05 . < 0,. sehingga ada hubungan paritas dengan faktor yang mempengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X Tahun 2017. Seperempat dari 4302 wanita yang pertama kali melahirkan pada usia < 20 minggu, mengalami hipertensi yang terkait dengan kehamilan (Cunningham, 2. Usia tebaik untuk seorang wanita hamil antara usia 20-35 tahun. Pada grande multipara . bu hamil yang sudah pernah 4 kali atau lebi. yang berumur lebih 35 tahun memiliki risiko 4 kali lebih sering mengalami komplikasi kehamilan dibandingkan dengan grande multipara yang berumur dari 25 tahun (Tiran, 2. Primipara lebih berisiko untuk mengalami hipertensi . re-eklampsia/eklampsi. dari pada multigravida karena preeklampsia timbul pada wanita yang pertama kali terpapar vilus Hal ini terjadi karena pada wanita tersebut mekanisme imunologik pembentukan blocking antibody yang dilakukan oleh HLA-G . uman leukocyte antigen G) terhadap antigen plasenta belum terbentuk secara sempurna, sehingga proses implantasi trofoblas ke jaringan desidual ibu menjadi terganggu. Primigravida juga rentan mengalami stress dalam menghadapi persalinan yang akan menstimulasi tubuh untuk mengeluarkan kortisol. Efek kortisol adalah meningkatkan respon simpatis, sehingga curah jantung dan tekanan darah juga akan meningkat (Djamil, 2. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Suwanti . yaitu faktor yang memengaruhi hipertensi dalam kehamilan frekuensi primigravida lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda. Persalinan yang berulang-ulang akan mempunyai banyak risiko terhadap kehamilan, telah terbukti bahwa persalinan kedua dan ketiga adalah persalinan yang paling aman. Tabel 4. Tabulasi silang hubungan riwayat keluarga hipertensi dengan hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X Tahun 2017 Kejadian Hipertensi dalam Kehamilan Riwayat Kel. Tidak Jumlah P value Hipertensi Berisiko 0,007 Tidak Berisiko Jumlah Novia Sopherah Makmur. Enny Fitriahadi (Faktor-faktor terjadinya hipertensi dalam kehamilan A) Journal Health of Studies Vol 4. No. 1 Maret 2020, pp. ISSN 2549-3353 Asupan gizi, status dan status Berdasakan 4 dapatbiokimia, diketahui frekuensi adalah metabolik ibu hamil dengan keluarga hipertensi tetapi tidak mengalami hipertensi berjumlah 85 responden . ,7%) dan 18 responden . %) lainnya adalah ibu hamil dengan riwayat keluarga hipertensi dan mengalami hipertensi. Sedangkan frekuensi paling sedikit adalah ibu hamil yang tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi dan tidak mengalami hipertensi berjumlah 0 responden . %) dan 3 responden . lainnya ibu hamil dengan riwayat keluarga hipertensi tetapi tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil uji Chi Square, nilai sig. 2-tailed adalah 0,007 < 0,05. dapat disimpulkan bahwa ada hubungan riwayat keluarga hipertensi sebagai faktor yang memengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X tahun 2017. Berdasakan tabel 4 dapat diketahui frekuensi terbanyak adalah ibu hamil dengan riwayat keluarga hipertensi tetapi tidak mengalami hipertensi. Hasil penelitian ini yang ditunjukkan dari nilai uji Chi Square, nilai sig. 2-tailed adalah 0,007 < 0,05 dapat di simpulkan p lebih kecil dari 0,05 . < 0,. sehingga ada hubungan riwayat keluarga hipertensi dengan faktor yang memengaruhi hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X Tahun 2017. Triyanto . menyebutkan risiko menderita hipertensi sangat tinggi apabila dalam keluarga memiliki riwayat atau keturunan hipertensi. Hipertensi banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot . atu telu. , apabila salah satunya menderita hipertensi. Riwayat keluarga merupakan masalah yang memicu terjadinya hipertensi. Jika seorang dari orangtua memiliki riwayat hipertensi maka sepanjang hidup memiliki kemungkinan 25% terkena Hal ini berhubungan dengan peningkatan kadar natrium intraseluler dan rendahnya rasio antara kalium terhadap natrium. Penelitian yang dilakukan oleh Androgue dan Madias mengenai patogenesis kalium dan natrium pada hipertensi, menyebutkan faktor keturunan berpengaruh terhadap hipertensi primer melalui beberapa gen yang terlibat dalam regulasi vaskuler dan reabsorpsi natrium oleh ginjal (Irza, 2. Wanita dengan riwayat hipertensi sebelum kehamilan berisiko lebih besar untuk mengalami pre-eklampsia berat/eklampsia dengan peningkatan Ou 25%. Ibu hamil dengan riwayat pre-eklampsia sebelumnya berisiko mengalami pre-eklampsia berat/eklampsia 20% lebih tinggi pada kehamilan berikutnya. Ibu hamil dengan riwayat kehamilan kembar berisiko dua kali lebih besar mengalami preeklampsia. Komplikasi yang terjadi pada ibu hamil dan bersalin dipengaruhi oleh status kesehatan sebelum masa kehamilan maupun pada saat Dengan demikian, setiap wanita harus dapat menjaga kesehatan reproduksinya di sepanjang daur kehidupan karena akan berpengaruh terhadap kondisi ketika hamil dan melahirkan (Yulianti, 2. Hasil penelitian ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan Radjamuda . , yaitu pada ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi maka kemungkinan pada primigravida akan meningkat empat kali dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara ibu yang mempunyai riwayat preeklamsi dengan terjadinya preeklamsi berat. Hal tersebut menunjukkan bahwa seorang ibu hamil yang mempunyai riwayat hipertensi cenderung mengalami kejadian preeklamsi berat. Analisis Multivariat Model Usia Ibu Paritas Riwayat Keluarga hipetensi Data Primer, 2018 Tabel 5. Analisis regresi logistik 2,736 0,725 14,240 1,948 0,680 8,217 -23,486 97E 07 0,000 0,000 0,004 0,999 Exp(B) 15,424 7,014 0,000 Berdasarkan tabel 5 dengan menggunakan uji regresi logistic menunjukkan hasil bahwa variabel usia ibu, paritas dan riwayat keluarga hipertensi memiliki p < 0,05 yang Novia Sopherah Makmur. Enny Fitriahadi (Faktor-faktor terjadinya hipertensi dalam kehamilan A) ISSN 2549-3353 Journal Health of Studies Vol 4. No. 1 Maret 2020, pp. Asupan gizi, usia ibu, paritas dan yang signifikan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan. Hasil uji regresi logistic variabel yang paling dominan berpengaruh dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan adalah variabel usia ibu yang memiliki nilai B Expected atau faktor risiko paling besar . yang diikuti oleh variabel paritas . dan variabel riwayat keluarga hipertensi . Berdasarkan tabel 5 dengan menggunakan uji regresi logistic menunjukkan hasil bahwa usia ibu memiliki hubungan yang signifikan atau paling dominan berpengaruh dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas X tahun 2017 dengan nilai B Expected atau faktor risiko paling besar . Karena pada umur < 20 tahun, rahim dan panggul seringkali belum tumbuh mencapai ukuran dewasa. Akibatnya ibu hamil pada usia tersebut berisiko mengalami penyulit pada kehamilannya dikarenakan belum matangnya alat reproduksi (Sukaesih, 2. Sedangkan pada umur > 35 tahun mempunyai resiko untuk mengalami komplikasi dalam kehamilan dan persalinan dimana hal tersebut dapat mengakibatkan hipertensi laten (Manuaba, 2. SIMPULAN Penelitian ini di dapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas dan riwayat keluarga hipertensi dengan hipertensi dalam kehamilan dengan nilai . < 0,. di Puskesmas X tahun 2017. SARAN Bagi ibu hamil agar lebih rajin memeriksakan kehamilannya, mengikuti setiap anjuran dari tenaga kesehatan untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan. Bidan di Puskesmas X diharapkan dapat memberikan informasi kepada calon ibu hamil mengenai komplikasi yang terjadi pada kehamilan dan menambahkan pelayanan bagi ibu hamil yang telah mengalami penyulit-penyulit pada masa kehamilan khususnya hipertensi. DAFTAR PUSTAKA