RADIANT Journal of Applied. Social, and Education Studies e-ISSN: 2723-4614 Volume 5. No. December 2024, pp. Semantic Interpretation of Tubuh Yang Padam Tersulut Lyrics by Harum Manis ANGELA GYSCA ARIELLA1 1Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Central Java. Indonesia angelagarielle1975@gmail. Abstract Music and song lyrics serve as universal communication media. Semantic interpretation in song lyrics is intriguing to study due to their often ambiguous language. Words in song lyrics may have literal, metaphorical, or symbolic meanings, depending on context and delivery. This study explores the semantic richness in Harum Manis's Tubuh yang Padam Tersulut, focusing on how its lyrics convey emotions of loss through evocative language. Using qualitative descriptive analysis, this research identifies layers of meaning, including literal and figurative interpretations, highlighting the contextual importance in understanding lyrics. The findings reveal a profound emotional journey, intertwining fond memories and the pain of separation. This study underscores the significance of contextual understanding in interpreting lyrics and offers recommendations for further analyses in literature and music Keywords: semantic analysis, loss, song lyrics, meaning, emotion Copyright A 2024 The Author. This is an open-access article under the CC BY-SA 52187/rdt. Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu Tubuh Yang Padam Tersulut Karya Harum Manis Abstrak Musik dan lirik lagu berfungsi sebagai media komunikasi universal. Interpretasi semantik dalam lirik lagu menarik untuk dipelajari karena bahasa yang sering kali ambigu. Kata-kata dalam lirik lagu dapat memiliki makna harfiah, metaforis, atau simbolis, tergantung pada konteks dan penyampaiannya. Penelitian ini menggali kekayaan semantik dalam lagu Tubuh yang Padam Tersulut karya Harum Manis, dengan fokus pada bagaimana liriknya menyampaikan emosi kehilangan melalui bahasa yang menggugah. Menggunakan analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi lapisan-lapisan makna, termasuk interpretasi harfiah dan figuratif, yang menyoroti pentingnya konteks dalam memahami lirik. Temuan penelitian ini mengungkapkan perjalanan emosional yang mendalam, yang memadukan kenangan indah dan rasa sakit akibat perpisahan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman kontekstual dalam menginterpretasikan lirik dan memberikan rekomendasi untuk analisis lebih lanjut dalam studi sastra dan musik. Kata kunci: analisis semantik, kehilangan, lirik lagu, makna. PENDAHULUAN Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Bahasa digunakan untuk berkomunikasi terdiri dari bentuk dan Hubungan antara bentuk dan makna dalam bahasa adalah bersifat sewenang-wenang. Arbitrer artinya tidak ada hubungan yang wajib antara bentuk baku atau lambang bahasa dengan makna atau referen benda yang ditunjukkan. Bentuk bahasa bisa berupa morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, atau paragraf (Darmawati, 2. Fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi dan penyampaian informasi tidak terlepas dari pemilihan kata pada karya sastra. Karya sastra berupa lagu merupakan media penyampaian pesan yang dituangkan dalam irama. Di dalamnya terdapat lirik lagu yang merupakan barisan kata pada sebuah nyanyian. Lirik dalam lagu dapat menjadi wadah bagi pengarang untuk menyalurkan perasaan dan kreativitasnya (Susandhika, 2. Banyak yang dapat diambil dari sebuah lirik lagu karena memiliki makna dalam setiap katanya. Ketika mendengarkan lagu dan membaca lirik lagu, orang bisa memahami lagu dengan cara yang mudah dan sederhana, sehingga bisa merasakan makna dan pesannya dengan lebih baik (Amarya & Utami, 52187/rdt. 295 | 256 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A Lagu adalah jenis karya sastra yang unik karena iramanya bisa menyimpan makna yang mendalam. Lirik lagu memiliki pesan yang menyentuh hati dan bisa membuat pendengarnya merasakan berbagai emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, kelegaan, atau kepolosan (Siti & Ramdan, 2. Penelitian ini menganalisis makna lirik lagu pada album AuHentikan Pernikahan IniAy karya salah satu grup musik lokal. Harum Manis. Secara musikal, grup musik yang terbentuk tahun 2014 ini menggabungkan progresi chord sederhana dan struktur minimalis. Aransemen musik mereka didasarkan pada piano, bas, drum dalam menunjang keberagaman melodi dari orkestra yang mengiringi sepanjang album tersebut. Berdasarkan alasan tersebut, peneliti tertarik untuk menganalisis berbagai jenis makna dalam lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut oleh Harum Manis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ragam makna yang terdapat pada lirik lagu yang berjudul Tubuh yang Padam Tersulut karya Harum Manis yang berkaitan dengan hakikat makna melalui studi semantik. Lirik dalam lagu Tubuh yang Padam Tersulut dilakukan tanpa nyanyian tetapi dibacakan dengan iringan musik, menciptakan kesan yang lebih mendalam dan reflektif, mirip dengan konsep musikalisasi puisi. Hal ini sejalan dengan temuan yang diungkapkan oleh (Hasminur et al. , 2. , yang menyatakan bahwa pembacaan puisi dengan iringan musik, tanpa adanya pengolahan vokal khas lagu, dapat memperkaya makna dan memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi pendengar. Pendekatan ini tidak hanya membedakan lagu tersebut dari lagu-lagu konvensional, tetapi juga menyajikan pengalaman musikal yang unik, yang memperlihatkan bahwa lirik dan musik berkolaborasi untuk menyampaikan emosi dan pesan yang lebih. Penelitian yang relevan pernah dilakukan oleh Marina Dwita Jannah . dengan judul Analisis Semantik Ragam Makna pada Lirik Lagu Desember Karya Band Efek Rumah Kaca bahwa dalam penelitian tersebut mendapatkan hasil analisis tentang pesan yang terkandung dalam lagu AuDesemberAy karya grup musik Efek Rumah Kaca dan menemukan enam jenis ragam makna, yaitu makna leksikal, makna konotatif, makna referensial, makna nonreferensial, makna asosiatif, dan makna peribahasa. Semantik merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari makna kata dalam kalimat. Telaah semantik adalah makna yang bebas konteks (Permata et al. Menurut Tarigan . , semantik merupakan telaah lambang atau tanda yang menyatakan hubungan antarmakna dan pengaruhnya terhadap manusia dan masyarakat (Marisya & Nabillah, 2. 52187/rdt. 295 | 257 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A Mansoer Pateda dalam Semantik Leksikal mengemukakan pendapat dari Ogden dan Richards tentang makna, yaitu . Suatu perbendaharaan kata yang intrinsik, . Hubungan dengan benda-benda lainnya yang unik dan tidak dapat dianalisis, . Sesuatu yang secara aktual dihubungkan dengan suatu lambang oleh hubungan yang telah dipilih, . Penggunaan lambang yang dapat mengacu dengan apa yang dimaksud, . Kepercayaan menggunakan lambang sesuai dengan yang dimaksud, . Tafsiran lambang yang berkaitan dengan hubungan-hubungannya (Darmawati, 2. Kearn . 0:2-. dalam studi semantik mengatakan bahwa para ahli bahasa secara umum membagi makna bahasa menjadi dua sisi. Kate Kearn dalam bukunya yang berjudul AuModern Linguistics SemanticsAy mengklasifikasikan jenis makna ke dalam dua sisi berdasarkan tiga kategori, yaitu denotation and sense, lexical and structural meaning, dan categorematic and syncategorematic (Sutomo, 2. Sementara Chaer . , dalam bukunya AuPengantar Semantik Bahasa IndonesiaAy juga membagi jenis makna menjadi dua sisi berdasarkan tujuh kategori, yaitu . Jenis semantiknya, . Referen pada sebuah kata atau leksem, . Nilai rasa pada sebuah kata atau leksem, . Ketetapan maknanya, . Hubungan makna sebuah kata dengan kata lain, . Kemungkinan diramalkan atau ditelusuri secara leksikal dan gramatikal, . Kata atau leksem yang tidak memiliki arti sebenarnya. Menurut Umami . , berbagi makna tersebut sering digunakan untuk memperindah bahasa. Beberapa makna tersebut bisa ditemukan dan dianalisis dalam lagu Tubuh yang Padam Tersulut karya Harum Manis. Kajian semantik ragam bahasa pada lirik lagu melibatkan analisis terhadap makna kata, frasa, dan ungkapan yang digunakan untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan nilai-nilai tertentu, baik yang bersifat personal maupun sosial. Dalam lagu, ragam bahasa sering kali mengandung makna eksplisit maupun implisit yang berfungsi untuk menarik perhatian pendengar serta menciptakan ikatan emosional. Analisis semantik pada lirik memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi makna mendalam yang disampaikan melalui pemilihan kata, asosiasi makna, dan penggunaan metafora atau simbolisme. Selain itu, dalam konteks budaya, ragam bahasa dalam lirik lagu juga berfungsi sebagai representasi identitas komunitas, merefleksikan bahasa dan norma sosial yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Kajian semantik terhadap lagu juga berpotensi menunjukkan variasi dialektikal, gaya bahasa, dan kreativitas penyanyi atau penulis lagu dalam mengemas pesan, yang semuanya berkontribusi pada nilai artistik serta daya tarik sebuah karya 52187/rdt. 295 | 258 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada analisis semantik. Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian adalah memahami makna dalam lirik lagu, yang memerlukan interpretasi mendalam terhadap bahasa figuratif, simbol, dan konteks yang ada pada teks lirik. Metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan studi yang meneliti sebuah kualitas hubungan, situasi, aktivitas, dan cenderung menekankan pada deskripsi holistik yang akan mendeskripsikan secara rinci tentang situasi atau peristiwa yang terjadi (Fadli, 2. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu objek, yaitu lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut. Studi Kasus ini berfungsi untuk menggali dan mengidentifikasi ragam makna yang diungkapkan dalam lirik tersebut. Data utama dalam penelitian ini adalah lirik lagu Tubuh Yang Padam Tersulut karya Harum Manis. Sumber data tambahan mencakup artikel atau analisis lain yang berkaitan dengan karya ini dan latar belakang penulisnya. Subjek penelitian ini adalah lirik lagu tersebut sebagai representasi dari karya sastra lirik. Mengingat penelitian ini fokus pada analisis lirik tunggal, lagu Tubuh yang Padam Tersulut diperlakukan sebagai kasus unik yang representatif dari karya Harum Manis secara Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kualitatif yang melakukan interpretasi makna. Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data (Wahidmurni, 2. Analisis dilakukan dengan bantuan paduan analisis semantik dan perangkat lunak pengolah kata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, yaitu pengumpulan dan pembacaan teks lirik secara rinci. Selain itu, studi kasus pustaka digunakan untuk mendapatkan referensi tentang teori makna dan simbolisme yang relevan untuk mendukung interpretasi. Wujud data dalam penelitian ini berupa teks dari lirik lagu yang akan dianalisis secara semantis dan kontekstual. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dalam lirik yang memiliki potensi makna literal dan figuratif. Langkah pertama dalam teknik analisis data adalah mengidentifikasi makna denotatif dari kata dan frasa dalam lirik lagu. Setelah makna denotatif teridentifikasi, dilakukan analisis terhadap makna konotatif. Pada tahap ini, digunakan teori semantik yang relevan, yaitu teori asosiatif untuk menafsirkan makna yang tersembunyi di balik kata-kata yang digunakan. Konteks sosial, budaya, dan historis yang mungkin memengaruhi interpretasi lirik dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai pesan 52187/rdt. 295 | 259 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A yang disampaikan oleh lagu. Langkah terakhir adalah menyimpulkan ragam makna yang ditemukan dan menghubungkannya dengan tema keseluruhan lirik. HASIl DAN PEMBAHASAN Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semantik dan selalu melekat pada apa yang kita tuturkan (Muzaiyanah, 2. Lirik lagu merupakan ekspresi seseorang tentang suatu hal yang sudah dilihat, didengar maupun Dalam mengekspresikan pengalamannya, penyair atau pencipta lagu melakukan permainan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan daya tarik dan kekhasan terhadap lirik atau syairnya (Hidayat, 2. Tema keseluruhan dari lagu ini berkisar pada hubungan yang kompleks antara cinta dan kehilangan. Lagu ini mengekspresikan perjalanan emosional dari perayaan cinta yang indah hingga menghadapi kenyataan pahit dari perpisahan. Ada elemen nostalgia yang kuat ketika kenangan indah dibandingkan dengan kesedihan saat ini. Menggambarkan bagaimana cinta bisa menjadi sumber kebahagiaan sekaligus kesedihan. Penggunaan frasa Wajahmu gemilang pelan dan Tubuhku yang tersulut malah padam menunjukkan ironi mendalam yang sering muncul dalam pengalaman cinta. Melalui penggunaan bahasa yang kaya dan beragam makna, pendengar dapat merasakan perjalanan emosional yang mendalam. Asosiasi yang muncul dari frasafrasa kunci menciptakan pengalaman yang menyentuh hati dan mengajak pendengar untuk merenungkan perasaan mereka sendiri terkait cinta dan Lirik yang mencampurkan elemen perayaan dengan kerinduan dan kesedihan membantu menciptakan suasana yang lebih kompleks, menunjukkan bahwa cinta adalah pengalaman yang multifaset. Makna denotatif dalam lirik ini berfungsi sebagai fondasi untuk memahami narasi dasar. Frasa seperti Gendang bertabuh, timpani bertabuh memiliki makna literal yang mengacu pada alat musik yang dimainkan, menciptakan suasana megah yang mengiringi peristiwa dalam lagu. Namun, denotasi ini juga membangun konteks untuk eksplorasi makna yang lebih dalam. Makna konotatif memberikan kedalaman emosional lirik. Misalnya, frasa Lembut menembus hutan hujan dapat diasosiasikan dengan cinta yang berusaha melewati rintangan hidup yang kompleks. Konotasi pada frasa ini menambah lapisan simbolisme yang menggambarkan kelembutan cinta dihadapkan dengan kerasnya Penggunaan metafora Sabit lebih utuh dari purnama menunjukkan paradoks antara kesederhanaan dan keutuhan. Sabit yang terlihat tidak sempurna, justru 52187/rdt. 295 | 260 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A dianggap lebih utuh dibandingkan purnama yang tampak sempurna. Metafora ini mengisyaratkan penerimaan terhadap ketidaksempurnaan sebagai bagian dari perjalanan hidup. Berdasarkan data utama, yaitu lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut karya Harum Manis terdapat beberapa jenis ragam makna. Sebagai pelengkap analisis, berikut adalah teks lengkap lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut: Wajahmu gemilang pelan Lembut menembus hutan hujan Ku mencintaimu dalam gaun baja Pada perayaan-perayaan sepanjang tahun pertama Sekarang kau pergi, sekarang kau pergi Diiringi doa-doa Diiringi, diiringi Doa-doa, doa-doa Gendang bertabuh, timpani bertabuh Congas bertabuh, kapal berlabuh Aku bertaruh, aku bertaruh Kobar bara api ini tak akan kau sentuh Kini sudah tiba saatnya Mencukur satu kepala Sabit lebih utuh dari purnama Kala keseorangan menggerus bersama Namun lain seperti kau Tubuhku yang tersulut padam Tubuhku yang tersulut malah padam Tubuhku yang tersulut malah padam Wajahmu gemilang pelan Diiringi doa-doa Wajahmu gemilang pelan Diiringi doa-doa (Kamil, 2. 52187/rdt. 295 | 261 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A Identifikasi Makna Denotatif Makna denotatif adalah arti kata yang didasarkan pada penunjukan yang jelas, sederhana, dan sesuai kenyataan. Makna denotatif adalah makna yang dapat ditemukan dalam kamus dan tidak melibatkan interpretasi tambahan. Ini adalah arti yang dapat dipahami secara umum dan berlaku untuk semua orang (Antika et al. , 2. Makna denotatif juga disebut makna polos atau makna apa adanya dan bersifat objektif. Makna kata denotatif dimiliki oleh semua kata penuh. Ini berarti referensial, dan (Darmawati, 2. Tabel 1. Hasil Analisis Makna Denotatif Frasa dalam Lirik Lagu Makna Denotasi Wajahmu gemilang pelan Wajah seseorang yang secara perlahan terlihat bercahaya atau memancarkan sinar Sesuatu yang halus atau ringan yang melewati hutan yang berada pada area dengan curah hujan yang tinggi Seseorang yang mencintai orang lain dalam kondisi mengenakan pakaian dari bahan baja yang keras Momen perayaan yang berlangsung sepanjang tahun pertama dari suatu peristiwa atau situasi tertentu Seseorang saat ini meninggalkan suatu tempat atau pergi ke tempat lain, dengan ditemani oleh doa-doa Alat musik gendang dan timpani yang sedang dipukul atau dimainkan sehingga menghasilkan suara Alat musik congas sedang dimainkan sehingga menghasilkan suara, dan kapal sedang berhenti di pelabuhan atau tempat tujuan Penutur sedang melakukan taruhan atau mempertaruhkan sesuatu dalam suatu keadaan yang memiliki risiko atau Api yang berkobar tidak akan disentuh oleh Waktu yang tepat sudah tiba untuk mencukur Bulan sabit lebih sempurna bentuknya daripada bulan purnama Waktu kesendirian yang dapat menghancurkan secara bersamaan Sesuatu itu berbeda, tetapi ada kemiripan atau kesamaan dengan seseorang Badan seseorang telah terbakar, tetapi api yang membakar badan tersebut sudah padam Lembut menembus hutan hujan Ku mencintaimu dalam gaun baca Pada perayaan-perayaan sepanjang tahun pertama Sekarang kau pergi diiringi doa-doa Gendang bertabuh, timpani bertabuh Congas bertabuh, kapal berlabuh Aku bertaruh Kobar bara api ini tak akan kau Kini sudah tiba saatnya mencukur satu kepala Sabit lebih utuh dari purnama Kala keseorangan menggerus Namun lain seperti kau Tubuhku yang tersulut padam 52187/rdt. 295 | 262 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A Setelah dilakukan analisis untuk menemukan makna denotatif pada lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut karya Harum Manis, ditemukan bahwa setiap frasa dalam lirik tersebut memiliki makna yang konkret dan jelas yang dapat diinterpretasikan secara langsung. Dengan memahami makna denotatif ini, pendengar dapat lebih menghargai konteks yang lebih luas dari lagu dan bagaimana setiap elemen lirik berkontribusi pada keseluruhan narasi yang ingin Selain itu, analisis makna denotatif ini juga dapat membantu untuk analisis selanjutnya, yaitu analisis makna konotatif atau simbolis yang mungkin terkandung dalam lirik, sehingga memberikan dimensi tambahan dalam pengalaman mendengarkan lagu Tubuh yang Padam Tersulut karya Harum Manis. Identifikasi Makna Konotatif Makna konotatif berlawanan dengan makna denotatif. Jika makna denotatif adalah arti kata sesungguhnya, makna konotatif adalah makna kiasan. Makna konotatif adalah makna yang diberikan pada kata atau kelompok kata untuk membuatnya terlihat lebih jelas atau menarik (Sinaga et al. , 2. Dalam analisis makna konotatif pada lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut, peneliti menggunakan teori semantik yang relevan, makna asosiatif. Makna asosiatif adalah makna suatu kata yang terkait dengan hal di luar bahasa. Makna asosiatif seperti perlambangan dalam bahasa untuk menunjukkan konsep yang serupa dengan asal kata atau leksemnya (Hanifah & Fitriati, 2. Analisis makna konotatif lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut karya Harum Manis dengan menggunakan teori asosiatif dapat membantu menggali nuansa emosional dan tema yang lebih dalam dari lirik tersebut. Berikut adalah analisisnya: Wajahmu gemilang pelan Frasa ini mengasosiasikan wajah yang bersinar dengan keindahan yang Wajah ini diasosiasikan dengan seseorang yang berarti, seperti kekasih atau seseorang yang menginspirasi. Gemilang mengisyaratkan cahaya atau keindahan yang memukau, sedangkan pelan menambah nuansa kelembutan dan Ini menunjukkan orang yang tidak hanya cantik secara fisik, tapi juga memiliki aura yang menenangkan. Lembut menembus hutan hujan Hujan sering dihubungkan dengan kesedihan, sehingga ini mengisyaratkan perasaan cinta yang hadir dalam masa sulit. Hutan hujan bisa bermakna kerumitan kehidupan. Kelembutan itu menggambarkan ketabahan yang mampu melewati rintangan besar. 52187/rdt. 295 | 263 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A Ku mencintaimu dalam gaun baja Gaun baja dapat dilihat sebagai simbol perlindungan, menunjukkan cinta yang kuat dan berani. Ini mungkin mencerminkan cinta yang bertahan meskipun dalam keadaan sulit. Membawa perasaan bahwa cinta ini mampu melindungi dan mendukung meskipun terdesak oleh tantangan. Frasa ini menyoroti dinamika cinta yang penuh tantangan yang menyatakan bahwa cinta harus melampaui jarak emosional atau keraguan. Pada perayaan-perayaan sepanjang tahun pertama Frasa ini mengingatkan pada momen-momen bahagia dan perayaan dalam Tahun pertama melambangkan masa indah dan romantis dalam hubungan, penuh dengan momen spesial yang kini hanya menjadi kenangan. Menandakan nostalgia terhadap awal mula cinta, yang diisi dengan perayaan dan Ini dapat menggugah perasaan rindu atau keinginan untuk kembali ke momen indah tersebut. Sekarang kau pergi, sekarang kau pergi Pengulangan ini menekankan rasa sakit dari kehilangan. Pergi diasosiasikan dengan perpisahan, baik secara fisik maupun emosional. Kepergian ini melambangkan akhir hubungan atau kehilangan besar. Kata-kata ini dapat membangkitkan emosi kesedihan dan kerinduan, menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan pendengar. Baris ini memulai narasi kehilangan, menjadi momen kunci dalam lagu. Diiringi doa-doa, diiringi, diiringi, doa-doa, doa-doa Pengulangan yang kedua pada lagu ini sebagai lambang dari keikhlasan meski hati terluka. Doa sering diasosiasikan dengan harapan untuk kedamaian bagi yang telah pergi. Pengulangan pada bait ini menekankan bahwa kepergian seseorang tersebut benar-benar ditemani oleh harapan-harapan baik dalam Baris ini menunjukkan bahwa meski masih ada rasa sakit, penghormatan dan cinta pun juga masih tersisa. Gendang bertabuh, timpani bertabuh, congas bertabuh, kapal berlabuh Alunan gendang, timpani, dan congas menggambarkan prosesi megah, mungkin sebuah ritual perpisahan atau upacara simbolis. Gendang sering diasosiasikan dengan upacara besar atau momen penting dalam kehidupan. Frasa menabuh alat musik ini melambangkan pentingnya momen perpisahan. Sementara kapal berlabuh menggambarkan akhir dari sebuah perjalanan. Kapal sering dikaitkan dengan perjalanan kehidupan, sedangkan pelabuhan adalah 52187/rdt. 295 | 264 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A tempat perhentian terakhir. Frasa ini menguatkan frasa sebelumnya bahwa bait ini menggambarkan sebuah perpisahan. Aku bertaruh, aku bertaruh Bertaruh menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap perasaan atau situasi Namun, pengulangan pada frasa ini menunjukkan rasa putus asa dan ketidakpastian, seolah-olah hati atau perasaan dipertaruhkan dalam hubungan Baris ini menggambarkan ketegangan emosional dan menghadapi cinta yang penuh risiko. Kobar bara api ini tak akan kau sentuh Baris ini melambangkan perasaan cinta atau amarah yang tak lagi terjangkau oleh orang yang telah pergi. Api sering diasosiasikan dengan gairah, tetapi juga rasa sakit yang membakar. Menegaskan jarak emosional yang telah terbentuk setelah perpisahan. Kini sudah tiba saatnya mencukur satu kepala Mencukur kepala atau rambut sering dikaitkan dengan penyucian atau Melambangkan kehidupan baru. Baris ini mencerminkan proses penyembuhan diri yang mendalam akibat perpisahan. Sabit lebih utuh dari purnama Frasa ini adalah paradoks, menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana dan tidak sempurna . lebih bermakna daripada sesuatu yang terlihat sempurna . Baris ini menunjukkan penerimaan terhadap kenyataan yang sederhana dan keras, sebagai lawan dari ilusi kesempurnaan. Kala keseorangan menggerus bersama Keseorangan atau kesendirian sering diasosiasikan dengan rasa kehilangan, introspeksi, atau proses menerima luka hati. Kesendirian ini menjadi proses yang melemahkan secara emosional, tetapi juga dapat menjadi sarana refleksi dan Menggerus menghantam bersamaan dengan rasa sakit yang datang. Baris ini melukiskan efek destruktif dan kesepian, tetapi menyiratkan kemungkinan transformasi melalui rasa sakit tersebut. Namun lain seperti kau, tubuhku yang tersulut padam Tubuh yang tersulut biasanya melambangkan gairah atau semangat, tetapi di sini justru padam, menyiratkan ironi bahwa cinta yang membara justru mematikan jiwa. Api yang padam sering diasosiasikan dengan kehilangan gairah, 52187/rdt. 295 | 265 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A harapan, atau energi hidup. Lain seperti kau menegaskan perbedaan cara menghadapi rasa kehilangan atau perubahan emosional. Wajahmu gemilang pelan, diiringi doa-doa Baris ini mengulang frasa sebelumnya, memperkuat ide bahwa kenangan tentang seseorang tetap bercahaya meski perlahan memudar, dan doa menjadi simbol penghormatan serta harapan untuk kedamaian bagi yang tela pergi. Gambaran ini memperkuat asosiasi antara wajah yang bercahaya dan kenangan, serta doa sebagai bentuk keikhlasan. Baris ini adalah refleksi akhir yang penuh Tubuhku yang tersulut malah padam Frasa ini kembali menegaskan ironi dalam cinta yang dulu membakar semangat tetapi kini hanya menyisakan kehampaan. Tubuh yang menjadi simbol kehidupan telah kehilangan energinya. Baris ini adalah puncak rasa putus asa, tetapi juga mencerminkan ketenangan yang datang setelah cinta dan gairah itu Setelah menganalisis makna denotatif dan konotatif dari berbagai frasa dalam lirik, kita telah menemukan bahwa lirik dalam lagu ini saling berkaitan dalam membangun sebuah narasi emosional. Awal lagu menggambarkan ketabahan dalam sebuah kesulitan pada hubungan, dengan elemen hutan hujan sebagai simbol tantangan besar. Bagian tengah melukiskan perpisahan yang penuh dengan emosi, musik, dan doa, menandakan pentingnya momen tersebut. Akhirnya, lagu ini ditutup dengan menghancurkan tetapi juga mengubah seseorang. Analisis ini menunjukkan bagaimana makna konotatif menciptakan resonansi emosional yang lebih kuat dibandingkan makna denotatif. SIMPULAN Penelitian ini berhasil mengungkapkan bahwa lirik lagu Tubuh yang Padam Tersulut oleh Harum Manis adalah refleksi yang mendalam tentang cinta dan kehilangan melalui pendekatan semantik. Bahasa dalam lirik lagu ini mencerminkan perjalanan emosional yang kompleks, dengan memadukan simbolisme dan konotasi yang membangkitkan resonansi emosional pada pendengar. Pendekatan teoritis, seperti teori makna asosiatif dan referensial, membantu menggali hubungan antara 52187/rdt. 295 | 266 Angela Gysca Ariella Interpretasi Semantik pada Lirik Lagu A simbol dan konteks sosial-budaya, memberikan wawasan baru dalam kajian Penelitian ini juga menawarkan saran untuk pengembangan lebih lanjut, seperti eksplorasi genre musik yang berbeda dan analisis kontekstual terhadap pengaruh budaya dalam penafsiran lirik. Dengan memperluas cakupan metode pemahaman yang lebih mendalam tentang cara bahasa mencerminkan kompleksitas emosi manusia, tidak hanya dalam lirik lagu tetapi juga dalam berbagai bentuk karya sastra lainnya. DAFTAR PUSTAKA