Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Mei 2026, pp. Eksplorasi Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Audit pada Perusahaan Fintech di Jakarta Maria Suryaningsih1. Rani Eka Arini2. Yana Priyana3 Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta 2,3 Universitas Nusa Putra Info Artikel ABSTRAK Article history: Pertumbuhan pesat perusahaan teknologi keuangan . telah meningkatkan kebutuhan akan mekanisme audit yang efektif untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keandalan dalam pelaporan keuangan. Karena organisasi fintech beroperasi di lingkungan yang sangat digital yang dicirikan oleh transaksi real-time dan sistem informasi yang kompleks, implementasi audit berkelanjutan dan sistem informasi akuntansi yang kuat menjadi semakin penting. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Audit Berkelanjutan dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Audit di perusahaan fintech di Jakarta. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 95 responden yang bekerja di perusahaan fintech melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan SPSS versi 25, termasuk pengujian validitas, pengujian reliabilitas, pengujian asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa Audit Berkelanjutan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Audit. Demikian pula. Sistem Informasi Akuntansi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Audit. Secara simultan, kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi Efektivitas Audit, sebagaimana dibuktikan dengan nilai F sebesar 71,215. Lebih lanjut, koefisien determinasi menunjukkan bahwa 61,0% variasi dalam Efektivitas Audit dapat dijelaskan oleh Audit Berkelanjutan dan Sistem Informasi Akuntansi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi praktik audit berkelanjutan dan sistem informasi akuntansi yang efektif secara substansial meningkatkan kinerja audit dalam organisasi Studi ini berkontribusi pada literatur yang berkembang tentang audit dan teknologi keuangan dengan memberikan bukti empiris mengenai penentu teknologi terhadap efektivitas audit di perusahaan fintech yang beroperasi di Jakarta. Received May, 2026 Revised May, 2026 Accepted May, 2026 Kata Kunci: Continuous Auditing. Sistem Informasi Akuntansi. Efektivitas Audit. Perusahaan Fintech. Teknologi Keuangan Keywords: Continuous Auditing. Accounting Information Systems. Audit Effectiveness. Fintech Companies. Financial Technology ABSTRACT The rapid growth of financial technology . companies has increased the need for effective auditing mechanisms to ensure transparency, accountability, and reliability in financial reporting. fintech organizations operate in highly digitalized environments characterized by real-time transactions and complex information systems, the implementation of continuous auditing and robust accounting information systems has become increasingly important. This study aims to examine the influence of Continuous Auditing and Accounting Information Systems on Audit Effectiveness at fintech Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws A Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science companies in Jakarta. A quantitative research approach was employed using a survey method. Data were collected from 95 respondents working in fintech companies through a structured questionnaire measured using a five-point Likert scale. The collected data were analyzed using SPSS version 25, including validity testing, reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, coefficient of determination analysis, and hypothesis testing. The results indicate that Continuous Auditing has a positive and significant effect on Audit Effectiveness. Similarly. Accounting Information Systems also have a positive and significant effect on Audit Effectiveness. Simultaneously, both variables significantly influence Audit Effectiveness, as evidenced by an F-value of 71. Furthermore, the coefficient of determination indicates that 61. 0% of the variation in Audit Effectiveness can be explained by Continuous Auditing and Accounting Information Systems. These findings suggest that the integration of continuous auditing practices and effective accounting information systems substantially enhances audit performance within fintech organizations. The study contributes to the growing literature on auditing and financial technology by providing empirical evidence regarding the technological determinants of audit effectiveness in fintech companies operating in Jakarta. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Maria Suryaningsih. SE. Institution: Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta Email: maria@utmj. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap industri jasa keuangan di seluruh dunia. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah muncul dan berkembangnya perusahaan fintech . inancial technolog. yang menawarkan berbagai layanan keuangan berbasis teknologi (GHOFAR et al. , 2022. Kaddumi et al. , 2. Di Indonesia, khususnya di Jakarta sebagai pusat bisnis dan keuangan nasional, pertumbuhan perusahaan fintech terus meningkat seiring dengan tingginya penggunaan internet, smartphone, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat dan mudah diakses (Purnamasari, 2024. Yuwono et al. Kehadiran fintech tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga menciptakan tantangan baru terkait tata kelola perusahaan, manajemen risiko, pengendalian internal, dan proses Karakteristik utama perusahaan fintech adalah tingginya ketergantungan terhadap teknologi digital dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Transaksi keuangan dilakukan secara elektronik dan berlangsung secara real-time dalam jumlah yang sangat besar setiap harinya (Alkhawaldeh et al. , 2023. Boreiko, 2. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya kompleksitas pengawasan terhadap aktivitas keuangan perusahaan. Metode audit konvensional yang dilakukan secara periodik sering kali menghadapi keterbatasan dalam mendeteksi kesalahan, penyimpangan, maupun potensi fraud secara cepat (Maghakyan et al. , 2. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan pendekatan audit yang lebih adaptif terhadap lingkungan digital agar mampu memberikan jaminan atas keandalan informasi keuangan yang dihasilkan. Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Salah satu inovasi yang berkembang dalam profesi audit adalah penerapan Continuous Auditing. Continuous Auditing merupakan pendekatan audit yang memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan pemantauan, pengujian, dan evaluasi transaksi secara berkelanjutan (Bonsyn & Bednyrovy, 2019. Byrnes et al. , 2. Melalui penggunaan sistem otomatis, data analytics, dan pemantauan real-time, auditor dapat mengidentifikasi anomali, kelemahan pengendalian internal, maupun risiko yang muncul secara lebih cepat dibandingkan pendekatan audit tradisional (Byrnes et al. , 2018. Subhani & Kent, 2. Dalam konteks perusahaan fintech yang beroperasi selama 24 jam dengan volume transaksi yang tinggi. Continuous Auditing menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan efektivitas audit. Selain Continuous Auditing, faktor lain yang berperan penting dalam mendukung efektivitas audit adalah Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System. Sistem Informasi Akuntansi berfungsi untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyajikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh berbagai pihak dalam organisasi. Sistem yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, relevan, dan dapat dipercaya sehingga memudahkan auditor dalam melaksanakan prosedur audit (Ionascu et al. , 2014. Rudsari et al. , 2. Pada perusahaan fintech. Sistem Informasi Akuntansi menjadi tulang punggung operasional karena hampir seluruh aktivitas bisnis dan transaksi keuangan dilakukan melalui platform digital yang Efektivitas Audit merupakan kemampuan fungsi audit dalam mencapai tujuan audit yang telah ditetapkan, seperti mendeteksi kesalahan dan kecurangan, mengevaluasi pengendalian internal, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi organisasi (Mititean, 2023. Noordin et al. , 2. Tingkat efektivitas audit yang tinggi akan meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan dan memperkuat kepercayaan pemangku Dalam industri fintech yang menghadapi berbagai risiko teknologi, keamanan siber, dan perubahan regulasi yang cepat, efektivitas audit menjadi faktor yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan reputasi perusahaan (Boreiko, 2018. GHOFAR et al. , 2. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas audit dan pengendalian internal perusahaan (Adamyk et al. , 2018. Mukhtaruddin et al. , 2019. Spencer et al. Tuo et al. , 2. Namun, sebagian besar penelitian tersebut dilakukan pada sektor perbankan, manufaktur, atau organisasi publik. Penelitian yang secara khusus mengkaji pengaruh Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Audit pada perusahaan fintech masih relatif terbatas, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Audit pada perusahaan fintech di Jakarta. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan literatur audit dan teknologi informasi, serta memberikan masukan praktis bagi perusahaan fintech dalam meningkatkan kualitas fungsi audit dan tata kelola TINJAUAN PUSTAKA 1 Agency Theory Teori Agensi (Agency Theor. menjelaskan hubungan antara prinsipal . dan agen . , di mana manajer diberi wewenang untuk mengelola organisasi atas nama pemilik. Perbedaan kepentingan dan asimetri informasi antara kedua pihak dapat menimbulkan masalah keagenan, seperti manipulasi informasi atau pengambilan keputusan yang tidak sejalan dengan kepentingan pemilik (Ballerini et , 2023. Gyamera et al. , 2. Untuk mengurangi konflik tersebut, organisasi menerapkan mekanisme pengawasan melalui audit yang berfungsi meningkatkan kredibilitas dan keandalan informasi keuangan (Bouskovy, 2015. Nambisan, 2. Dalam perusahaan fintech, kompleksitas transaksi digital dan data real-time membuat Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A peran audit semakin penting. Oleh karena itu. Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi yang andal menjadi mekanisme pengawasan yang efektif untuk mengurangi asimetri informasi, meningkatkan transparansi, dan memperkuat Efektivitas Audit. 2 Efektivitas Audit Efektivitas Audit mengacu pada sejauh mana kegiatan audit berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan, seperti mengevaluasi pengendalian internal, mendeteksi kesalahan dan kecurangan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan organisasi. Efektivitas audit tercermin dari kemampuan auditor dalam menemukan salah saji material, kualitas rekomendasi audit yang diberikan, ketepatan waktu pelaksanaan audit, kepatuhan terhadap standar audit, serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja organisasi (Goel & Rashmi. Kent & Stewart, 2008. Vyas, 2. Pada perusahaan fintech, efektivitas audit menjadi semakin penting karena tingginya ketergantungan pada teknologi digital yang menimbulkan berbagai risiko, seperti keamanan siber, integritas data, kecurangan, dan kepatuhan regulasi (Christian et al. , 2. Oleh karena itu, auditor perlu didukung oleh teknologi yang memadai, termasuk sistem pemantauan otomatis, data analytics, dan Sistem Informasi Akuntansi yang terintegrasi, sehingga proses audit dapat dilakukan secara lebih efektif, akurat, dan tepat waktu. 3 Continuous Auditing Continuous Auditing merupakan metode audit yang memanfaatkan teknologi informasi untuk melaksanakan aktivitas audit secara berkelanjutan dan hampir realtime. Berbeda dengan audit tradisional yang umumnya dilakukan secara periodik. Continuous Auditing memungkinkan auditor untuk memantau transaksi, mengevaluasi pengendalian, dan mengidentifikasi anomali secara terus-menerus saat aktivitas terjadi (Bonsyn & Bednyrovy, 2019. Zhao et al. , 2. Perkembangan konsep ini didukung oleh kemajuan teknologi informasi, big data analytics, dan sistem pengendalian otomatis yang memungkinkan organisasi beralih dari pendekatan audit yang bersifat retrospektif menjadi pengawasan yang lebih proaktif. Penerapan Continuous Auditing memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan ketepatan waktu informasi audit, memperkuat manajemen risiko melalui deteksi dini terhadap transaksi yang tidak wajar, meningkatkan efisiensi audit melalui otomatisasi prosedur audit, serta mendukung tata kelola organisasi yang lebih transparan dan akuntabel (Byrnes et al. , 2018. Subhani & Kent, 2. Dalam lingkungan perusahaan fintech yang memiliki volume transaksi tinggi dan berlangsung secara terus-menerus melalui platform digital. Continuous Auditing menjadi sangat relevan untuk memastikan pengawasan yang berkesinambungan dan efektivitas pengendalian internal. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa Continuous Auditing berkontribusi positif terhadap kualitas audit, efektivitas pengendalian internal, kemampuan deteksi kecurangan, dan kinerja organisasi, sehingga diperkirakan mampu meningkatkan Efektivitas Audit pada perusahaan fintech. H1: Continuous Auditing has a positive and significant effect on Audit Effectiveness at fintech companies in Jakarta. 4 Accounting Information Systems Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan sistem terintegrasi yang menggabungkan prinsip akuntansi dan teknologi informasi untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, serta menyajikan informasi keuangan yang akurat, tepat waktu, relevan, dan andal guna mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, dan pelaporan organisasi. SIA berperan penting dalam mendukung proses transaksi, pelaporan keuangan, pemantauan kepatuhan, serta evaluasi kinerja, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kesalahan manusia (Faccia & Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Petratos, 2021. Prakash & Rappaport, 1977. Rudsari et al. , 2. Pada perusahaan fintech. SIA menjadi sangat penting karena transaksi keuangan dilakukan secara elektronik dan menghasilkan data dalam jumlah besar yang harus diproses secara Informasi yang dihasilkan oleh SIA juga menjadi dasar bagi auditor dalam melaksanakan prosedur audit dan mengevaluasi pengendalian organisasi (Aprilia & Nurhayati, 2021. Rudsari et al. , 2023. Widyastuti, 2. Oleh karena itu. SIA yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, efektivitas pengendalian internal, dan pada akhirnya memperkuat Efektivitas Audit. H2: Accounting Information Systems have a positive and significant effect on Audit Effectiveness at fintech companies in Jakarta. 5 Continuous Auditing. Accounting Information Systems, dan Eketivitas Audit Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memiliki hubungan yang erat dalam mendukung efektivitas audit di organisasi modern. Continuous Auditing memerlukan data keuangan yang akurat, tepat waktu, dan andal yang dihasilkan oleh SIA untuk melakukan pemantauan, penilaian risiko, dan evaluasi pengendalian secara berkelanjutan. Di sisi lain. SIA menyediakan infrastruktur teknologi yang memungkinkan pengumpulan, pemrosesan, dan penyajian informasi keuangan secara efektif (Ionascu et al. , 2014. Prakash & Rappaport, 1977. Rudsari et al. Pada perusahaan fintech yang memiliki volume transaksi digital tinggi dan kompleksitas operasional yang besar, integrasi Continuous Auditing dan SIA menjadi semakin penting karena mampu mendukung pemantauan real-time, memperkuat pengendalian internal, meningkatkan manajemen risiko, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang menerapkan kedua sistem tersebut secara bersamaan cenderung memiliki kualitas audit yang lebih baik dibandingkan organisasi yang masih mengandalkan pendekatan tradisional, sehingga implementasi keduanya diharapkan dapat meningkatkan Efektivitas Audit secara signifikan. H3: Continuous Auditing and Accounting Information Systems simultaneously have a positive and significant effect on Audit Effectiveness at fintech companies in Jakarta. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menganalisis pengaruh Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Audit pada perusahaan fintech di Jakarta. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan pengukuran hubungan antarvariabel secara objektif melalui analisis statistik. Populasi penelitian terdiri atas karyawan perusahaan fintech yang terlibat dalam fungsi akuntansi, keuangan, audit, manajemen risiko, kepatuhan, dan sistem informasi. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden bekerja pada perusahaan fintech di Jakarta, memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun, serta memahami proses audit dan sistem informasi akuntansi. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara elektronik kepada Instrumen penelitian disusun berdasarkan konsep teoritis dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan Continuous Auditing. Sistem Informasi Akuntansi, dan Efektivitas Audit. Pengukuran variabel menggunakan skala Likert lima poin, mulai dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. Variabel Continuous Auditing diukur melalui indikator pemantauan transaksi secara real-time, prosedur audit otomatis, penilaian risiko berkelanjutan, deteksi anomali, dan evaluasi pengendalian internal. Variabel Sistem Informasi Akuntansi diukur melalui akurasi informasi, ketepatan waktu, keandalan sistem, kemudahan penggunaan, aksesibilitas data, integrasi sistem, dan keamanan informasi. Sementara itu, variabel Efektivitas Audit diukur melalui Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science kemampuan mendeteksi kesalahan dan kecurangan, kualitas temuan audit, ketepatan waktu pelaksanaan audit, kepatuhan terhadap standar audit, efektivitas rekomendasi audit, serta kontribusinya terhadap tata kelola organisasi. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25. Tahapan analisis meliputi statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan variabel penelitian, uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment, serta uji reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Selanjutnya, pengaruh Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Audit dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk mengetahui pengaruh parsial masing-masing variabel independen dan uji F untuk mengetahui pengaruh simultan kedua variabel independen terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan 95 responden yang bekerja pada perusahaan fintech di Jakarta, yang terdiri atas auditor internal, staf akuntansi, manajer keuangan, petugas kepatuhan, serta personel sistem informasi yang memiliki pemahaman mengenai aktivitas audit dan sistem informasi akuntansi di organisasinya. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas responden adalah laki-laki sebanyak 54 orang . ,8%), sedangkan perempuan berjumlah 41 orang . ,2%). Dari sisi usia, kelompok responden terbanyak berada pada rentang usia 30Ae39 tahun sebanyak 42 orang . ,2%), diikuti usia 20Ae29 tahun sebanyak 31 orang . ,6%), usia 40Ae49 tahun sebanyak 17 orang . ,9%), dan usia 50 tahun ke atas sebanyak 5 orang . ,3%). Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia produktif dan memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang audit, keuangan, dan sistem informasi. Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan Sarjana (S. sebanyak 63 orang . ,3%), diikuti Magister (S. sebanyak 22 orang . ,2%). Diploma sebanyak 8 orang . ,4%), dan Doktor (S. sebanyak 2 orang . ,1%). Dominasi responden dengan tingkat pendidikan Sarjana dan Magister menunjukkan bahwa mayoritas individu yang terlibat dalam aktivitas audit dan pengelolaan sistem informasi pada perusahaan fintech memiliki kualifikasi akademik yang memadai. Kondisi ini mendukung kualitas data penelitian karena responden dinilai memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik terkait penerapan Continuous Auditing. Sistem Informasi Akuntansi, dan Efektivitas Audit di lingkungan perusahaan fintech. 2 Descriptive Statistics Tabel 1. Descriptive Statistics of Research Variables Variable Continuous Auditing (X. Accounting Information Systems (X. Audit Effectiveness (Y) Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan hasil statistik deskriptif, variabel Continuous Auditing (X. memiliki nilai ratarata sebesar 4,12 dengan standar deviasi 0,532, menunjukkan bahwa responden pada umumnya menilai penerapan Continuous Auditing di perusahaan fintech telah berjalan dengan baik. Variabel Sistem Informasi Akuntansi (X. memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,08 dengan standar deviasi 0,571, yang mengindikasikan bahwa sistem informasi akuntansi yang digunakan dinilai cukup efektif dalam mendukung aktivitas operasional dan pengendalian perusahaan. Sementara itu, variabel Efektivitas Audit (Y) memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,15 dengan standar deviasi 0,547, yang menunjukkan bahwa responden menilai pelaksanaan audit pada perusahaan fintech relatif efektif. Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science 3 Instrument Testing Validity Test The validity test was conducted using Pearson Product Moment Correlation. Table 2. Validity Test Results Variable Continuous Auditing Accounting Information Systems Audit Effectiveness Number of Items r-count Range 681Ae0. 645Ae0. 619Ae0. r-table Result Valid Valid Valid Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel 2, seluruh item pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel Continuous Auditing. Sistem Informasi Akuntansi, dan Efektivitas Audit dinyatakan valid. Hal ini ditunjukkan oleh nilai r-count yang berada pada rentang 0,681Ae0,842 untuk Continuous Auditing, 0,645Ae0,876 untuk Sistem Informasi Akuntansi, dan 0,619Ae0,853 untuk Efektivitas Audit, yang seluruhnya lebih besar daripada nilai r-table sebesar 0,202. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap item kuesioner memiliki kemampuan yang baik dalam merepresentasikan konstruk yang diukur serta mampu menjelaskan variabel penelitian secara Reliability Test Table 3. Reliability Test Results Variable Continuous Auditing Accounting Information Systems Audit Effectiveness Cronbach's Alpha Standard Result Reliable Reliable Reliable Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada Tabel 3, seluruh variabel penelitian memiliki nilai Cronbach's Alpha yang melebihi batas minimum sebesar 0,70. Variabel Continuous Auditing memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,884. Sistem Informasi Akuntansi sebesar 0,901, dan Efektivitas Audit sebesar 0,879. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian memiliki tingkat konsistensi internal yang sangat baik dan mampu menghasilkan pengukuran yang stabil serta dapat dipercaya. 4 Classical Assumption Tests Normality Test Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, diperoleh nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,176 untuk nilai Unstandardized Residual. Nilai tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0,05 . ,176 > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi berdistribusi normal. Multicollinearity Test Table 4. Multicollinearity Test Results Variable Continuous Auditing Accounting Information Systems Tolerance VIF Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada Tabel 4, variabel Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi masing-masing memiliki nilai Tolerance sebesar 0,684 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) sebesar 1,462. Nilai tolerance yang lebih besar dari 0,10 serta nilai VIF Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science yang lebih kecil dari 10 menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antarvariabel independen dalam model penelitian. Heteroscedasticity Test Table 5. Glejser Test Results Variable Continuous Auditing Accounting Information Systems Sig. Value Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser pada Tabel 5, variabel Continuous Auditing memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,312 dan variabel Sistem Informasi Akuntansi memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,247. Kedua nilai tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa varians residual bersifat konstan pada seluruh tingkat variabel independen, sehingga model regresi memenuhi asumsi homoskedastisitas. 5 Multiple Linear Regression Analysis Table 6. Multiple Linear Regression Results Variable Constant Continuous Auditing (X. Accounting Information Systems (X. Std. Error Beta t-value Sig. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh persamaan regresi Y = 1,124 0,421XCA 0,367XCC, di mana Y merupakan Efektivitas Audit. XCA adalah Continuous Auditing, dan XCC adalah Sistem Informasi Akuntansi. Nilai konstanta sebesar 1,124 menunjukkan tingkat dasar Efektivitas Audit ketika kedua variabel independen dianggap konstan. Koefisien regresi Continuous Auditing sebesar 0,421 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada Continuous Auditing akan meningkatkan Efektivitas Audit sebesar 0,421 satuan dengan asumsi variabel lain Sementara itu, koefisien regresi Sistem Informasi Akuntansi sebesar 0,367 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada Sistem Informasi Akuntansi akan meningkatkan Efektivitas Audit sebesar 0,367 satuan. 6 Coefficient of Determination (RA) Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada Tabel Model Summary, diperoleh nilai R Square (RA) sebesar 0,610 dan Adjusted R Square sebesar 0,602. Nilai RA tersebut menunjukkan bahwa sebesar 61,0% variasi dalam Efektivitas Audit dapat dijelaskan oleh variabel Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi, sedangkan sisanya sebesar 39,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian yang tidak dianalisis dalam studi ini. Selain itu, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,781 mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara variabel independen dengan variabel dependen. 7 Hypothesis Testing Partial Test . -tes. Berdasarkan hasil uji t pada Tabel Partial Hypothesis Testing, variabel Continuous Auditing memperoleh nilai t-hitung sebesar 4,626 dengan tingkat signifikansi 0,000, sedangkan variabel Sistem Informasi Akuntansi memperoleh nilai t-hitung sebesar 4,218 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena kedua nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka H1 dan H2 diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Audit pada perusahaan fintech di Jakarta. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin baik penerapan Continuous Auditing dan Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science semakin efektif Sistem Informasi Akuntansi yang digunakan, maka semakin tinggi pula tingkat Efektivitas Audit yang dihasilkan. Table 7. ANOVA Results Source Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Nilai statistik F sebesar 71,215, dengan nilai p sebesar 0,000, menunjukkan bahwa Audit Berkelanjutan dan Sistem Informasi Akuntansi secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas audit. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Continuous Auditing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Audit pada perusahaan fintech di Jakarta. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik penerapan Continuous Auditing, maka semakin tinggi tingkat efektivitas audit yang dihasilkan. Dalam lingkungan bisnis fintech yang ditandai oleh tingginya volume transaksi digital dan perubahan data yang berlangsung secara real-time, pendekatan audit yang berkelanjutan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa aktivitas operasional perusahaan dapat dipantau secara efektif dan berkesinambungan. (Christian et al. , 2019. Judijanto, 2024. Kaddumi et al. , 2. Pengaruh positif tersebut dapat dijelaskan melalui kemampuan Continuous Auditing dalam melakukan pemantauan transaksi dan analisis data secara otomatis. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, auditor dapat mengidentifikasi penyimpangan, mendeteksi potensi kecurangan, serta mengevaluasi efektivitas pengendalian internal secara lebih cepat dibandingkan metode audit konvensional (Bonsyn & Bednyrovy, 2019. Byrnes et al. , 2. Pada perusahaan fintech yang memproses ribuan transaksi setiap hari, kemampuan untuk melakukan pemantauan secara real-time menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan keandalan proses audit. Temuan penelitian ini juga sejalan dengan Agency Theory yang menyatakan bahwa mekanisme pengawasan yang lebih kuat dapat mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemilik perusahaan. Continuous Auditing berfungsi sebagai alat pengawasan yang mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi melalui pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan (Gyamera et al. , 2. Dengan adanya pengawasan yang lebih intensif, risiko kesalahan pelaporan maupun tindakan oportunistik dapat diminimalkan sehingga kualitas tata kelola perusahaan menjadi lebih baik. Selain mendukung teori, hasil penelitian ini juga memperkuat temuan berbagai studi sebelumnya yang menyatakan bahwa Continuous Auditing berkontribusi terhadap peningkatan kualitas audit, efektivitas pengendalian internal, serta kemampuan organisasi dalam mendeteksi risiko dan kecurangan. Oleh karena itu. Continuous Auditing dapat dipandang sebagai salah satu faktor strategis yang mampu meningkatkan efektivitas audit pada perusahaan fintech yang beroperasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Audit. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi akuntansi yang baik mampu mendukung pelaksanaan audit yang lebih efektif. Pada perusahaan fintech, hampir seluruh aktivitas bisnis dan transaksi keuangan dilakukan secara elektronik sehingga menghasilkan data dalam jumlah besar yang harus dikelola secara akurat dan tepat waktu. Oleh karena itu, keberadaan Sistem Informasi Akuntansi yang andal menjadi sangat penting dalam mendukung fungsi audit. Sistem Informasi Akuntansi yang efektif membantu auditor memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk melakukan penilaian risiko, verifikasi transaksi, dan evaluasi kepatuhan terhadap kebijakan maupun regulasi yang berlaku. Informasi yang akurat dan relevan Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A memungkinkan auditor melakukan analisis yang lebih mendalam sehingga kualitas temuan audit yang dihasilkan menjadi lebih baik (Aprilia & Nurhayati, 2021. Rudsari et al. , 2. Selain itu, sistem yang terintegrasi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan pencatatan data keuangan. Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam meningkatkan efektivitas audit juga terlihat dari kemampuannya dalam memperkuat pengendalian internal organisasi. Melalui sistem yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik, auditor dapat lebih mudah menelusuri transaksi, mengidentifikasi kelemahan pengendalian, serta memastikan kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proses audit dapat dilakukan secara lebih sistematis dan Hasil penelitian ini mendukung berbagai penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keberhasilan fungsi audit. Organisasi yang memiliki sistem informasi yang berkualitas cenderung menghasilkan informasi keuangan yang lebih andal, sehingga auditor dapat menjalankan tugasnya dengan lebih Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas audit dan tata kelola perusahaan. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Audit. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki peran yang saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan audit pada perusahaan fintech. Nilai koefisien determinasi sebesar 61,0% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi Efektivitas Audit dapat dijelaskan oleh penerapan Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hubungan tersebut menunjukkan adanya efek sinergis antara teknologi audit dan teknologi informasi akuntansi. Continuous Auditing memerlukan data yang akurat dan tersedia secara realtime agar proses pemantauan dapat berjalan secara optimal, sedangkan Sistem Informasi Akuntansi menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi tersebut. Integrasi kedua sistem ini memungkinkan auditor melakukan evaluasi yang lebih cepat, lebih komprehensif, dan lebih akurat terhadap aktivitas organisasi. Dari perspektif tata kelola perusahaan, penerapan kedua sistem secara bersamaan mampu memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengendalian internal, dan mendukung pengelolaan risiko yang lebih efektif. Kondisi ini menjadi sangat penting bagi perusahaan fintech yang menghadapi risiko teknologi, keamanan data, serta tuntutan kepatuhan regulasi yang semakin Dengan dukungan Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi yang baik, organisasi dapat merespons berbagai potensi risiko secara lebih cepat dan tepat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Audit pada perusahaan fintech di Jakarta. Penerapan Continuous Auditing memungkinkan organisasi melakukan pemantauan transaksi secara real-time, mendeteksi penyimpangan lebih cepat, serta memperkuat pengendalian internal, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan audit. Selain itu. Sistem Informasi Akuntansi yang andal menyediakan informasi keuangan yang akurat, relevan, dan tepat waktu yang mendukung auditor dalam melakukan penilaian risiko, evaluasi pengendalian, dan menghasilkan temuan audit yang berkualitas. Hasil analisis simultan juga menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap Efektivitas Audit, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 61,0%, yang berarti sebagian besar variasi Efektivitas Audit dapat dijelaskan oleh Continuous Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi. Temuan ini menegaskan bahwa investasi pada teknologi Vol. No. Mei 2026, pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A audit dan sistem informasi yang terintegrasi merupakan langkah strategis bagi perusahaan fintech untuk meningkatkan tata kelola perusahaan, memperkuat transparansi, mendukung kepatuhan regulasi, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan di era digital. DAFTAR PUSTAKA