DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 5 No 2 (Oktober 2. Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Implementasi SIMRS dengan Penggunaan Sistem dan Struktur Organisasi Sebagai Variabel Intervening The Effect of Service Quality on SIMRS Implementation with the Use of Systems and Organizational Structures as Intervening Variables Rizkiyatul Amalia1 Angga Ferdianto2 1Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang 2D3 Perekam dan Informasi Kesehatan STIKes Ngudia Husada Madura Dengan alamat Jl. Tirto Agung. Pedalangan. Banyumanik. Semarang E-mail : rizkiyatulamaliahasbi. rmik@gmail. Abstract SIMRS implementation aims to help improve the quality of services provided by hospitals to increase patient satisfaction. Service quality is one of the obstacles in the implementation of SIMRS provided by service providers which has an impact on the use of information systems and SIMRS implementation. The purpose of this study was to determine the effect of service quality on the implementation of SIMRS using the HOTAe Fit method. This study used a cross-sectional design with a population of 288 people and the sample used was 167 people who used SIMRS. Multivariate analysis test using SEM analysis technique with Smart Partial Least Square (Smart PLS) application. The test results show that there is no influence between service quality on system use and system use on SIMRS implementation (P-values 0. There is an influence between service quality on organizational structure (P-Values 0. , organizational structure on system use (P-Values 0. , and organizational structure on SIMRS implementation (P-Values 0. The use of the system can be an intervening variable between service quality and SIMRS However, the use of the system is not capable of being an intervening variable between service quality on implementation and organizational structure on SIMRS implementation. Keywords: Service Quality. System Usage. Organizational Structure. SIMRS Implementation. HOT Fit Abstrak Implementasi SIMRS bertujuan membantu meningkatkan mutu layanan yang diberikan oleh rumah sakit sehingga mampu meingkatkan kepuasan pasien. Kualitas layanan salah satu kendala dalam penerapan SIMRS yang diberikan oleh penyedia layanan berdampak pada penggunaan sistem informasi dan implementasi SIMRS. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS menggunakan metode HOT Ae Fit. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan populasi 288 orang dan sampel yang digunakan 167 orang penggunan SIMRS. Uji analisis multivariat menggunakan teknik analisis SEM dengan aplikasi Smart Partial Least Square (Smart PLS). Hasil pengujian menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara kualitas layanan terhadap penggunaan sistem dan penggunaan sistem terhadap implementasi SIMRS (P-values 0,. Terdapat pengaruh antara kualitas layanan terhadap struktur organisasi (P-Values 0,. , struktur organisasi terhadap penggunaan sistem (P-Values 0,. dan struktur organisasi terhadap implementasi SIMRS (P-Values 0,. Penggunaan sistem mampu menjadi variabel interving antara kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS. Akan tetapi Penggunaan sistem tidak mampu menjadi variabel intervening antara kualitas layanan terhadap implementasi dan struktur organisasi terhadap implemetasi SIMRS Kata kunci: Kualitas layanan. Penggunaan Sistem. Struktur Organisasi. Implementasi SIMRS. HOT Fit Copyright A2022 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Pendahuluan Pelayanan bermutu membutuhkan dukungan yang optimal dalam bidang teknologi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan salah diimplementasikan dalam pelayanan SIMRS berfungsi membantu dalam meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pasien (Odelia. SIMRS mendukung pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dalam menentukan strategi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan rumah sakit. Akan tetapi fenomena di lapangan masih banyak pelayanan kesehatan yang belum menerapkan SIMRS. Rumah sakit yang sudah menerapkan SIMRS memiliki beberapa hambatan dan kendala sehingga penerapannya tidak berjalan dengan Salah satu kendala yang dimiliki oleh rumah sakit dalam penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah kurangnya kualitas layanan yang diberikan oleh pihak penyedia layanan. Kualitas layanan dapat berdampak pada penggunaan sistem informasi. Kualitas layanan dapat diukur melalui fasilitas yang disediakan, layanan yang diberikan sesuai dengan apa yang dijanjikan, kesediaan penyedia layanan membantu mendapatkan kepercayaan pengguna dan empati yang diberikan kepada pengguna (Salameh & Hassan, 2. Penilaian layanan sistem informasi berfungsi dalam menentukan elemen layanan yang diharapkan oleh pengguna sehingga mereka tidak enggan untuk menggunakan sistem informasi tersebut (Pawirosumarto. Sistem informasi yang ada harus dikuti dengan infrastruktur dan kemampuan sumber Keberhasilan Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 5 No 2 (Oktober 2. Organisasi bergantung pada seberapa baik kualitas layanan yang diberikan. Tugas layanan/pihak manajemen mengenai renstra dan faktor Ae faktor penentu keberhasilan dan tujuan (Ikhsan dan Bustaman. SIMRS hambatan ditinjau dari manusia, teknologi dan organisasi. Penggunaan SIMRS masih sering mengalami kesalahan informasi kamar, karena masih menggunakan cara manual. Padahal didalam sistem informasi sudah terdapat fitur ketersediaan kamar akan tetapi pengguna tidak Kecepatan respon sistem masih dirasa kurang pada beberapa Layanan yang diberikan oleh pihak IT dirasa kurang oleh pengguna. Organisasi yang ada di Rumah Sakit Jember Klinik mendukung dalam implementasi SIMRS hanya saja dalam membutuhkan biaya yang besar. Berdasarkan masalah tersebut perlu dilakukan penilaian dan identifikasi terhadap faktor Ae faktor implementasi SIMRS sehingga implementasi SIMRS bisa berjalan optimal dan bisa meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini dapat digunakan oleh penyedia layanan sebagai tolak ukur kinerja mereka dan mengidentifikasi bagian Ae bagian yang membutuhkan penggunaan sistem informasi (SIMRS) Metode Penelitian pendekatan kuantitaif dengan jenis penelitian observasional analitik dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi 288 orang dan sampel yang digunakan 167 orang penggunan SIMRS. Data Copyright A2022 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 5 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. wawancara dengan panduan menyebar kuisioner terhadap pengguna sistem informasi sebagai responden, pada penelitian ini yang menjadi objek adalah pengguna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Analisis data menggunakan metode evaluasi sistem HOT Ae Fit dan Uji analisis multivariat menggunakan teknik analisis SEM dengan aplikasi Smart Partial Least Square (Smart PLS). HUMAN TECHNOLOGY System Use Kualitas Layanan Struktur 0,550 0,554 Implementasi SIMRS 0,610 Sumber data : Data Primer Penelitian Model menunjukkan korelasi antara0blok indikator dengan variabel0latennya atau biasa disebut Confirmatory factor Analysis (CFA). Nilai Average Variance Extracted (AVE) dengan standart yang digunakan yaitu > 0,5. Tabel 2. Uji Reliabilitas System Quality User Satisfaction Net Benefit Information Quality ORGANIZATION Service Quality Structure Environment Gambar 1. Kerangka HOT Ae Fit Hasil dan Pembahasan Dengan menggunakan software SMartPLS 3. 2 maka didapatkan 2 model diantanya model pengukuran . uter mode. dan model struktural . nner Dari kedua model tersebut dihasilkan nilai jalur . ath coefficien. Nilai R2 dan nilai t Ae value untuk menguji hipotesis. Tabel 1. Uji Validitas Variabel Penggunaan Sistem Average Variance Extracted (AVE) 0,571 Variabel Penggunaan Sistem Kualitas Layanan Struktur Implementasi SIMRS Cronbach's Alpha Composite Reliability 0,751 0,842 0,899 0,917 0,911 0,925 0,894 0,916 Sumber data : Data Primer Penelitian Nilai cross correlation dilihat dari nilai loading factor apabila > o,7 dan dalam suatu variabel yang bersamaan lebih besar dari nilai korelasi indikator pada variabel lainnya maka indikator tersebut dinyatakan valid. Hasil perhitungan cross correlation keseluruhan item yang mengukur variabel menghasilkan loading factor yang lebih besar dibandingkan dengan cross correlation pada variabel lainnya sehingga dikatakan valid. Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Langsung Eksogen Endogen Path Coefficiet Kualitas Layanan Penggunaan Sistem -0,017 Standard Deviation (STDEV) 0,106 Kualitas Layanan Struktur Organisasi 0,225 Struktur Organisasi Penggunaan Sistem Implementasi SIMRS Implementasi SIMRS Penggunaan Sistem Struktur Organisasi T Statistics (|O/STDEV|) P Values 0,162 0,871 0,097 2,309 0,021 0,192 0,092 2,092 0,037 -0,081 0,091 0,899 0,369 0,415 0,097 4,293 0,000 Sumber data : Data Primer Penelitian Copyright A2022 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 5 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Pemeriksaan apabila nilai T-statistics Ou bertujuan untuk membuktikan ada atau T-tabel . atau nilai p-value O level of tidaknya pengaruh variabel eksogen significance (Alpha (=5%)) maka dinyatakan terhadap variabel endogen. Ukuran dasar berpengaruh signifikan. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Tidak Langsung Eksogen Intervining Endogen Kualitas Layanan Kualitas Layanan Struktur Organisasi Penggunaan Sistem Struktur Organisasi Penggunaan Sistem Implementasi SIMRS Implementasi SIMRS Implementasi SIMRS Path Coefficient Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) P Values 0,001 0,002 0,013 0,111 0,912 0,093 0,098 0,043 2,152 0,032 -0,016 -0,017 0,021 0,732 0,464 Sumber data : Data Primer Penelitian Pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki ada0dan0tidaknya pengaruh secara tidak langsung karena Kriteria pengujian menyatakan bahwa apabila T-statistics Ou T-tabel . atau nilai p-value O level of significance (Alpha (=5%)), maka dinyatakan terdapat pengaruh signifikan, dengan kata lain variabel mediasi /antara mampu memediasi secara signifikan pengaruh variabel eksogen terhadap variabel Pengaruh terhadap penggunaan sistem Pengujian hipotesis pengaruh penggunaan sistem menghasilkan T Statistics sebesar 0. 162 dan P Value sebesar 0,871 serta nilai path coefficient -0,017. Artinya Pengaruh kualitas layanan kurang baik maka akan meyebabkan penggunaan sistem yang meningkat. Hal ini disebabkan Penyedia layanan tidak memberikan respon yang cepat dalam menanggapi permintaan pengguna, hal ini dikarenakan masyarakat dalam tim IT yang ada di rumah sakit perkebunan. Alat pendukung yang ada pada masing Ae masing unit masih dinilai kurang Penelitian ini juga serupa dengan . yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan sistem rekam medis elektronik di rumah sakit. Pengaruh terhadap struktur organisasi Pengujian hipotesis pengaruh kualitas layanan terhadap struktur menghasilkan T Statistics sebesar 2,309 dan P Value sebesar 0. serta nilai path coefficient 0,225. Artinya Semakin baik kualitas layanan maka semakin baik pula penerapan SIMRS di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik. Dengan menjaga komunikasi yang baik melalui interaksi yang sopan antar pengguna dengan lebih baik . maka layanan yang diberikan oleh pihak IT akan menjadi lebih selaras dengan tujuan Keberhasilan organisasi tergantung pada seberapa baik kualitas layanan yang diberikan . Copyright A2022 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 5 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Pengaruh terhadap penggunaan sistem Pengujian hipotesis pengaruh struktur terhadap penggunaan sistem menghasilkan T Statistics sebesar 2,092. P Value sebesar 0,037, dan path coefficient 0,192. Semakin baik strategi dan dukungan yang ada pada struktur organisasi maka semakin meningkat penggunaan mendukung pelaksanaan sistem informasi manajemen rumah sakit secara baik. Penerapan sistem sudah direncanakan dengan baik oleh manajemen, implementasi SIMRS. Muntoro . menjelaskan puncak bukan hanya untuk alokasi sumber daya yang diperlukan, tetapi memberikan strong signal bagi karyawan bahwa perubahan yang dilakukan merupakan sesuatu yang penting. Pengaruh terhadap implementasi SIMRS Pengujian hipotesis pengaruh Statistics sebesar 0,899. P Value sebesar 0,369 dan path coefficient -0,081. Penggunaan sistem yang buruk maka akan meningkatkan SIMRS Penyebab dari hal penggunaan SIMRS dinilai kurang oleh responden, karena selama ini banyak perawat bangsal belajar pengguna yang sudah mahir mrnggunakan sistem. Kejadian tersebut sama dengan temuan lapang, dimana petugas tidak mendapatkan pelatihan mengenai SIMRS. Para petugas baru biasanya belajar dengan petugas lama dan menggunakan user dan password petugas lama tersebut. (Livari, 2. menyatakan karena penggunaan sistem sifatnya yang mandatory sehingga mau tidak mau pengguna harus menggunakannya sebagai penunjang pekerjaan mereka. Pengaruh terhadap implementasi SIMRS Pengujian hipotesis pengaruh struktur terhadap implementasi menghasilkan T Statistics sebesar 4,293. P Value sebesar 0. 000 dan path Semakin meningkat peran struktur organisasi maka semakin baik implementasi SIMRS. Struktur memberikan dukungan dalam SIMRS. Top manajemen dianggap sebagai orang yang memiliki pengaruh di dalam segala hal pengambilan keputusan sehingga mempunyai peranan Tingkat dukungan yang diberikan oleh manajemen puncak bagi sistem informasi organisasi dapat menjadi suatu faktor yang sangat keberhasilan semua kegiatan yang berkaitan dengan sistem informasi . Pengaruh terhadap implementasi SIMRS melalui penggunaan sistem dan struktur organisasi. Menghasilkan Statistics sebesar 0,111 < 1,96. P Value sebesar 0,912 > 0,05 dan path coefficient 0,001. Penggunaan sistem sebagai variabel antara tidak mampu memberikan pengaruh antara kualitas layanan terhadap SIMRS. Artinya disebabkan kualitas layanan yang SIMRS. Dengan Copyright A2022 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. demikian, variabel penggunaan sistem tidak mampu memediasi terhadap implementasi SIMRS. Bedasarakan penelitian di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik penggunaan sistem masih kurang sehingga mungkin akan sering melakukan komunikasi terhadap pihak IT mengenai penggunaan SIMRS akan tetapi dengan jumlah SDM pihak IT yang sedikit menyebabkan respon dan daya tanggap tidak cepat. Hal tersebut dapat menurunkan tingkat kinerja pengguna sehingga menyebabkan implementasi SIMRS kurang efisien dan efektif. Kualitas layanan berfungsi sebagai sarana bagi manajer untuk menginformasikan, pengguna baik secara langsung maupun tidak langsung untuk informasi . Pengaruh SIMRS struktur organisasi menghasilkan T Statistics sebesar 2,152 > 1,96. P Value sebesar 0,032 < 0,05 dan path coefficient 0,093. Artinya semakin baik struktur organisasi yang disebabkan kualitas layanan yang SIMRS. Dengan pengaruh antara kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS. Struktur organisasi yang ada di rumah sakit perkebunan jember klinik sudah baik dalam hal memberikan dukungan dalam hal implementasi SIMRS. Rumah sakit Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 5 No 2 (Oktober 2. juga selalu memperbarui perangkat keras maupun perangkat lunak SIMRS. Dengan dukungan dan strategi yang ada di rumah sakit mampu memberikan kualitas pelayanan dari segi dukungan teknik dan jaminan sehingga implementasi SIMRS dapat menghasilkan keputusan pencapaian tujuan kinerja yang Struktur memfasilitasi pelayanan yang baik sehingga tercapainya implementasi SIMRS. Struktur organisasi adalah kedudukaan dalam organisasi yang pengelolah transaksi, pengambil keputusan statis maupun strategi, kepemimpinan perencanaan dan pengendalian sistem . Pengaruh terhadap implementasi SIMRS melalui penggunaan sistem Menghasilkan Statistics sebesar 0,732 < 1,96. P Value sebesar 0,464 > 0,05 dna path coefficient -0,016. Artinya semakin meningkat penggunaan sistem maka semakin struktur organisasi akan tetapi implementasi SIMRS kurang Dengan demikian, variabel penggunaan sistem tidak mampu memediasi terhadap implementasi SIMRS. Penggunaan sistem yang tinggi harus diikuti dengan program pelatihan dan pengetahuan yang tinggi pula, agar memberikan atau meningkatkan kemampuan dan terhadap sistem informasi yang akan digunakan untuk membantu pekerjaannya . Hal ini berbeda dengan hasil penelitian karena di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik struktur organisasi tidak Copyright A2022 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. mengadakan pelatihan terutama untuk karyawan baru sehingga pengetahuan pengguna SIMRS masih dirasa kurang. Dampak dari kurangnya pelatihan tersebut dapat mempengaruhi hasil implementasi SIMRS yang kurang efisien dan efektif akan tetapi penggunaan sistem tetap tinggi dikarenakan bersifat wajib. Simpulan dan Saran Simpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa kualitas layanan penggunaan sistem tetapi berpengaruh terhadap struktur organisasi. Struktur penggunaan sistem dan implementasi SIMRS. Penggunaan sistem tidak SIMRS. Penggunaan sistem sebagai variabel intervining tidak mampu memberikan pengaruh antara kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS dan struktur organisasi terhadap implementasi SIMRS. Akan tetapi struktur organisasi sebagai variabel intervining mampu berkontribusi dan memberikan pengaruh antara kualitas layanan terhadap implementasi SIMRS. Saran Dalam SIMRS kualitas layanan memiliki pengaruh Kualitas merupakan persepsi pengguna atas jasa yang diberikan oleh penyedia program. kualitas layanan merupakan salah satu penentu kinerja organisasi. Pihak IT sebagai unit layanan untuk pengguna Keberhasilan organisasi tergantung pada seberapa baik kualitas layanan yang diberikan. Saran pada organisasi menambahkan jumlah SDM di bagian IT dan mengadakan pelatihan bagi para pengguna SIMRS sehingga Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 5 No 2 (Oktober 2. pengguna dapat mengetahui fungsi dan kebermanfaatan SIMRS Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan peneliti kepada Rumah Sakit X yang telah memberikan izin terhadap penelitian ini. Terimakasih kepada karyawan rumah sakit yang telah bersedia dan kooperatif menjadi responden penelitian. Daftar Pustaka