Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 4, April 2024 ISSN: 27342488 ANALISIS KESULITAN YANG DIHADAPI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN DALAM MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA Julian Limbong1, Ayu Andini2, Siti Hestia Sari3, Imelda Uli Yasefin Marpaung4, Fitriani Lubis5 Email: julian.lbng@gmail.com1, ayuandini232003@gmail.com2, sitihestia62@gmail.com3, yasefinimelda@gmail.com4, fitrifbs@unimed.ac.id5 Universitas Negeri Medan ABSTRAK Pemahaman dan penguasaan bahasa Indonesia merupakan aspek penting dalam pengembangan keterampilan akademik dan sosial mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai kesulitan yang dihadapi mahasiswa dari berbagai fakultas dalam memahami dan menggunakan bahasa Indonesia. Berbagai aspek bahasa Indonesia menjadi fokus kajian ini, antara lain sistem ejaan, kosakata, tata bahasa, pengucapan kata, pemahaman ungkapan, peribahasa, idiom, bilangan, dan struktur kalimat. Mahasiswa dari berbagai fakultas baik FMIPA, FT, FBS, FIK, FE, dan FIP di Universitas Negeri Medan turut serta dan menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mengumpulkan data melalui Google Forms. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam berbagai aspek bahasa Indonesia, dan proporsi kesulitannya cukup besar. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya perhatian khusus dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif untuk membantu mahasiswa mengatasi kesulitan berbahasa Indonesia, serta mendukung lingkungan belajar yang kondusif. Dengan meningkatkan pemahaman dan kemampuan berbicara dalam bahasa Indonesia, mahasiswa dapat memperoleh kepercayaan diri dalam berkomunikasi, berpartisipasi aktif dalam kegiatan akademik dan sosial, serta meningkatkan kualitas kemampuan berbahasanya. Kata Kunci: Bahasa Indonesia, kesulitan, mahasiswa, strategi pembelajaran, lingkungan belajar. ABSTRACT Understanding and mastery of Indonesian is an important aspect in developing students' academic and social skills in a higher education environment. This research aims to identify and analyze various difficulties faced by students from various faculties in understanding and using Indonesian. Various aspects of the Indonesian language are the focus of this study, including the spelling system, vocabulary, grammar, word pronunciation, understanding of expressions, proverbs, idioms, numbers and sentence structure. Students from various faculties including FMIPA, FT, FBS, FIK, FE, and FIP at Medan State University participated and used quantitative research methods to collect data via Google Forms. The results of the analysis show that the majority of students experience difficulties in various aspects of the Indonesian language, and the proportion of difficulties is quite large. The implication of this research is that special attention needs to be paid to developing effective learning strategies to help students overcome difficulties in the Indonesian language, as well as supporting a conducive learning environment. By improving their understanding and speaking skills in Indonesian, students can gain confidence in communicating, actively participate in academic and social activities, and improve the quality of their language skills. Keywords: Indonesian, difficulties, students, learning strategies, learning environment. 29 PENDAHULUAN Bahasa Indonesia digunakan oleh orang Indonesia untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis. Bahasa adalah sarana melalui mana kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibangun, dan dikembangkan, dan dapat disebarkan ke generasi berikutnya. Bahasa ini memungkinkan setiap orang menyesuaikan diri dengan lingkungan fisik dan sosialnya (Putri, 2020). Namun pada dasarnya banyak masyarakat Indonesia belum terlalu paham akan struktur tata bahasa, tata kalimat, serta kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mereka hanya menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi tanpa memperhatikan struktur tata bahasa, tata kalimat dan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Untuk membuat paragraf yang efektif, tata bahasa Indonesia yang baik sangatlah penting. Penting untuk menjaga agar waktu dalam setiap paragraf tetap sama, sehingga pembaca tidak bingung jika ada pergeseran tiba-tiba yang membingungkan. Selain itu, koherensi dan kohesi harus dipertahankan, yaitu dengan menjaga hubungan logistik antara ide-ide yang dipresentasikan. Sangat penting untuk menggunakan kata-kata yang tepat; menggunakan katakata yang sesuai dengan konteks dan maknanya akan membantu menyampaikan pesan yang lebih jelas. Untuk memastikan tulisan jelas dan mudah dipahami oleh pembaca, sangat penting untuk memastikan ejaan dan tanda baca yang benar sesuai dengan aturan tata bahasa yang berlaku. Hal ini memungkinkan untuk menyesuaikan gaya dan tingkat formalitas bahasa dengan kebutuhan dan tujuan komunikasi (Franesti, 2021). Menurut Ibda (2020), mempelajari bahasa Indonesia merupakan hal yang sangat penting bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang bukan berasal dari lingkungan yang berbahasa Indonesia. Kemampuan dalam berbicara atau berkomunikasi bahasa Indonesia adalah tantangan pertama yang dihadapi mahasiswa dalam mempelajari bahasa Indonesia (Siahaan & Saragih, 2021). Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari, terutama bagi mahasiswa yang tidak tinggal di lingkungan yang menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini yang membuat mahasiswa mungkin juga kesulitan memahami struktur tata bahasa dan kaidah bahasa Indonesia. Menulis secara efektif dalam bahasa Indonesia adalah masalah lain yang sering dihadapi oleh mahasiswa saat mempelajari bahasa Indonesia (Effendi & Mu’in, 2018). Mahasiswa yang belajar Bahasa Indonesia dengan literasi baru tidak hanya belajar teori bahasa dan metodologi penelitian, tetapi juga belajar literasi data, teknologi, dan literasi manusia yang baik, yang terampil dalam berbicara dan menulis dalam jurnalisme, ilmiah, atau sastra. Di sisi lain, siswa di luar fakultas bahasa dan sastra hanya belajar menggunakan bahasa sebagai alat untuk menyerap dan mengungkapkan ide-ide mereka (Effendi & Mu'in, 2007). Mahasiswa juga mungkin kesulitan memahami struktur dan aturan tata bahasa Indonesia. Selain itu, masalah lain yang sering dihadapi mahasiswa saat belajar bahasa Indonesia adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang teknik penulisan persuasif. Hal ini menghambat kemampuan mereka untuk menulis apa yang mereka pikirkan secara efektif. Selain itu, siswa mungkin menghadapi banyak masalah saat belajar bahasa Indonesia karena mereka mungkin kesulitan memahami struktur dan aturan tata bahasa. Ini termasuk janji berbicara, janji menulis, dan janji menggunakan bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Seperti yang dinyatakan oleh Gusnaini (2019) dan Wiharja., dkk (2019). Dengan menemukan dan menganalisis masalah yang dihadapi mahasiswa saat belajar Bahasa Indonesia, penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan pendekatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif. Hal ini karena masalah-masalah ini dapat berdampak pada proses pembelajaran siswa dan penguasaan mereka terhadap Bahasa Indonesia. ME TODE PE NE LITIA N Untuk menemukan dan mengukur kesulitan siswa dalam belajar bahasa Indonesia, i i i i i 30 penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif. Setelah observasi, penelitian dilanjutkan dengan membaca instrumen dan lembar tanggapan. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif setelah diperoleh melalui formulir Google. Dari sini, diskusi tentang kesulitan belajar bahasa Indonesia dimulai. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang masalah yang mereka hadapi dan cara menyelesaikannya. Studi ini dilakukan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian berlangsung selama satu minggu. Peneliti akan menilai frekuensi, persentase, dan rata-rata dari variabel penelitian yang dikumpulkan melalui Google Forms melalui alat pengumpulan data statistik deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah disebarkannya angket online disebarkan kepada mahasiswa Unimed selama 1 minggu, maka sebanyak 27 mahasiswa Unimed telah mengisi angket tersebut dengan sebanyak 6 fakultas yang ikut berpartisipasi yaitu: FMIPA, FT, FBS, FIK, FE, dan FIP. 31 Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 20 pertanyaan yang mengungkap tingkat kesulitan mahasiswa dalam memahami bahasa Indonesia. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dari berbagai fakultas mengalami kesulitan dalam berbagai aspek bahasa Indonesia. Beberapa temuan utama meliputi: 1. Sistem Ejaan Berdasarkan hasil penelitian, kesulitan dalam memahami sistem ejaan bahasa Indonesia menjadi perhatian utama. Data menunjukkan bahwa sebagian besar fakultas, seperti FMIPA, FE, FT, FIP, dan fakultas lainnya, mengalami kesulitan dalam hal ini dengan persentase kesulitan sekitar 40-50%. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan dalam memahami aturan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia, seperti penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan ejaan kata-kata yang seringkali membingungkan. Fakultas Teknik menunjukkan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam memahami sistem ejaan, dengan persentase mencapai 49%. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa di fakultas tersebut membutuhkan perhatian khusus dalam meningkatkan pemahaman terhadap aturan ejaan bahasa Indonesia. Kesulitan dalam sistem ejaan dapat berdampak pada kemampuan menulis yang baik dan benar, serta memahami teks yang menggunakan ejaan standar (Sapari, & Elhawwa. 2023). 2. Kosakata Kosakata merupakan fondasi yang digunakan dalam mengenal dan mempelajari bahasa. Behasa memiliki peran penting dalam perkembangan, meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir secara kritis, dan memperluas pengetahuan mereka. Selain itu, kosakata juga mencakup pembentukan kata dengan afiks, yang membawa fungsi dan makna khusus. Dalam penggunaannya, penting untuk memperhatikan etika berbahasa dan keanekaragaman 32 linguistik, serta mempertimbangkan hubungannya dengan lingkungan dan masyarakat sekitar (Arsini & Kristiantari. 2022). Kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata bahasa Indonesia merupakan masalah, karena data menunjukkan bahwa sebagian besar fakultas, termasuk FMIPA, FE, FT, FIP, dan fakultas lainnya mengalami kesulitan dalam hal ini dengan persentase kesulitan sekitar 40-45%. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki tantangan dalam mengingat dan memahami beragam kosakata dalam bahasa Indonesia, termasuk pemahaman makna dan penggunaan kata-kata yang tepat dalam konteks yang sesuai. Fakultas Teknik menunjukkan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam hal kosakata, dengan persentase kesulitan mencapai 46%. Ini menunjukkan kurangnya pengetahuan mereka akan kosakata itu sendiri bagi mahasiswa di fakultas tersebut. Penguasaan kosakata yang baik merupakan aspek penting dalam kemampuan berbahasa, karena kosakata yang luas akan memperkaya ekspresi dan pemahaman dalam berkomunikasi. 3. Tata Bahasa Melalui penelitian, hasil menunjukkan bahwa sebagian besar fakultas, FMIPA, FE, FT, FIP, dan fakultas lainnya, mengalami kesulitan dalam hal ini dengan persentase kesulitan bervariasi antara 30-50%. Dengan ini menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan dalam memahami struktur kalimat, penggunaan kata depan, kata kerja bantu, dan aturan tata bahasa lainnya dalam bahasa Indonesia. Fakultas Ilmu Pendidikan menunjukkan tingkat kesulitan yang signifikan dalam memahami tata bahasa, dengan persentase kesulitan mencapai 44%. Hal ini menunjukkan perlunya ada perhatian dan bimbingan pada fakultas tersebut dalam meningkatkan pemahaman terhadap aturan tata bahasa bahasa Indonesia. Penguasaan tata bahasa yang baik sangat penting dalam menulis dan berbicara dengan jelas dan efektif. 4. Aspek Lainnya Hasil penelitian menunjukkan selain dari kesulitan dalam sistem ejaan, kosakata, dan tata bahasa bahasa Indonesia, terdapat aspek lain yang juga menjadi perhatian. Data menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam hal pengucapan kata-kata, pemahaman ungkapan, peribahasa, dan kiasan dalam bahasa Indonesia yang terkait dengan konteks budaya. Fakultas Ekonimi menunjukkan tingkat kesulitan yang signifikan dalam memahami aspek ini, dengan persentase kesulitan mencapai 40%. Kesulitan dalam memahami dan menggunakan kata bilangan juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Data menunjukkan bahwa sebagian besar fakultas, termasuk FMIPA, FE, FT, FIP, dan fakultas lainnya, mengalami kesulitan dalam hal ini dengan persentase kesulitan sekitar 38-46%. Penguasaan kata bilangan yang baik diperlukan dalam berbagai konteks, seperti dalam penulisan angka, pengukuran, dan perhitungan matematika. Peningkatan pemahaman terhadap penggunaan kata bilangan dapat membantu mahasiswa dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lebih efektif. Selain itu, aspek lain yang perlu diperhatikan adalah pemahaman terhadap struktur kalimat bahasa Indonesia. Data menunjukkan bahwa sebagian besar fakultas mengalami kesulitan dalam hal ini dengan persentase kesulitan bervariasi antara 35-45%. Pemahaman yang baik terhadap struktur kalimat akan membantu mahasiswa dalam menyusun kalimat yang jelas, koheren, dan gramatikal. Dukungan dari dosen dalam memberikan pemahaman yang mendalam terkait struktur kalimat, serta latihan yang terarah dalam menyusun kalimat, dapat membantu mahasiswa dalam mengatasi kesulitan ini. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman bahasa Indonesia masih menjadi tantangan bagi mahasiswa di berbagai fakultas. Upaya perbaikan dan peningkatan pemahaman bahasa Indonesia di lingkungan akademik perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa secara keseluruhan. Pembahasan 33 Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan, terlihat bahwa mahasiswa mengalami berbagai kesulitan dalam memahami dan menggunakan bahasa Indonesia. Aspek-aspek seperti sistem ejaan, kosakata, tata bahasa, pengucapan kata-kata, pemahaman ungkapan, peribahasa, kiasan, kata bilangan, dan struktur kalimat menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Dengan melibatkan sebagian besar fakultas, FMIPA, FE, FT, FIP, dan fakultas lainnya, yang menunjukkan tingkat kesulitan yang bervariasi dalam setiap aspek tersebut, dengan persentase kesulitan mencapai angka yang signifikan. Dalam penelitian lainnya penulis menyoroti kesulitan dalam keterampilan berbahasa yang diampaikan Nasution, J (2019). Hasil ini sejalan dimana terdapat kurangnya pemahaman mahasiswa baik itu dalam sistem ejaan, kosakata, kalimat majemuk, kata depan, pengucapan kata-kata, ungkapan, peribahasa, kiasan, kata bilangan, kata kerja bantu, imbuhan, kata majemuk, dan kalimat pasif. Faktor-faktor internal seperti kurangnya minat dan kesulitan dalam pembelajaran, serta faktor eksternal seperti buku ajar yang digunakan, turut berperan dalam rendahnya kualitas keterampilan berbahasa. Kesulitan dalam memahami dan menggunakan bahasa Indonesia dapat menjadi hambatan dalam proses belajar dan berkomunikasi bagi mahasiswa. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Indonesia. Dosen dan lembaga pendidikan dapat memberikan perhatian khusus dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan yang mereka hadapi, baik melalui pembelajaran langsung maupun melalui program-program bimbingan dan pelatihan tambahan. Pentingnya pemahaman yang baik terhadap bahasa Indonesia tidak hanya berdampak pada kemampuan akademis mahasiswa, tetapi juga pada kemampuan mereka dalam berinteraksi sosial dan profesional di masyarakat. Dengan meningkatkan kemahiran berbahasa, mahasiswa akan dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, berkomunikasi secara efektif, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang membutuhkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Selain itu, dukungan dari lingkungan belajar yang kondusif juga dapat membantu mahasiswa dalam mengatasi kesulitan dalam berbahasa Indonesia. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak terkait lainnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memotivasi dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mahasiswa. Selain itu, adanya program-program pembinaan dan pelatihan tambahan dalam bidang bahasa Indonesia juga dapat memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mahasiswa. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari berbagai fakultas mempunyai kesulitan yang berbeda-beda dalam memahami dan menggunakan bahasa Indonesia. Aspekaspek seperti sistem ejaan, kosakata, tata bahasa, pengucapan kata, pemahaman ungkapan, peribahasa, idiom, angka, dan struktur kalimat menjadi fokus penelitian ini. Beberapa fakultas seperti FMIPA, FT, FBS, FIK, FE, dan FIP yang tingkat kesulitannya masing-masing aspek tersebut berbeda-beda. Kesulitan berbahasa Indonesia tidak hanya menjadi kendala dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam komunikasi sosial dan profesional di masyarakat. Pentingnya memiliki pengetahuan bahasa Indonesia yang baik tidak hanya mempengaruhi kinerja akademik mahasiswa, tetapi juga kemampuan mereka dalam berinteraksi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dicapai melalui pengembangan strategi pembelajaran yang efektif, dukungan instruktur dan lembaga, serta lingkungan belajar yang kondusif. Program pendampingan, pelatihan tambahan, dan kolaborasi antar dosen, mahasiswa, dan pemangku 34 kepentingan juga dapat membantu mengatasi kesulitan ini. Hal ini menyoroti perlunya lebih memperhatikan pembelajaran bahasa Indonesia di lingkungan akademik untuk meningkatkan kemampuan bahasa umum siswa. Oleh karena itu, peningkatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada sisi akademik, namun juga pada interaksi sosial dan profesional mahasiswa di masyarakat. DAFTAR PUSTAKA Arsini, K. R., & Kristiantari, M. G. R. (2022). Media Kartu Kata dan Kartu Gambar pada Materi Kosakata Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 5(1), 173184. Effendi, R., & Mu’in, F. (2018). Non-linguistics Problems in Teaching of Indonesian Language. In SHS Web of Conferences (Vol. 53, p. 03002). EDP Sciences. Franesti, D. (2021). Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baku Di Kalangan Remaja. FKIP e-Proceeding, 39-50. Gusnaini, G. (2019). PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF PRAGMATIK PADA MUATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SDN 04 TAPI SELO. JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, 4(1), 73-82. Ibda, H. (2019). Pembelajaran bahasa indonesia berwawasan literasi baru di perguruan tinggi dalam menjawab tantangan era revolusi industri 4.0. Jalabahasa, 15(1), 48-64. Nasution, J. (2019). Analisis Kesulitan Bahasa Indonesia Bagi Pemelajar Di Samsifl Uzbekistan Pada Empat Keterampilan Berbahasa. MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan Dan Kesastraan, 17(2), 111-120. Putri, F. N. (2020). Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(1), 16-24. Sapari, A., & Elhawwa, T. (2023). Analisis Kesulitan Pemahaman Tanda Baca Peserta Didik Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV SDN 3 Menteng Palangkaraya: Analysis Of Difficulty Understanding Students in Class IV At SDN 3 Menteng Palangkaraya. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 18(2), 170-174. Siahaan, P. R. A., & Saragih, E. (2021). Student Actions in the Learning Process of Indonesian Language Subjects and Their Implications for Improving Discussion Ability. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 4(1), 1440-1448. Wiharja, C. K., Ernawati, E., & Ningsih, R. Y. (2020, March). Student's Perception in Learning Indonesian Language from Conventional to Blended Learning Model. In Proceedings of the 2020 8th International Conference on Information and Education Technology (pp. 73-77). 35