IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENGUATKAN KARAKTER SISWA SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF BULLYING DI SEKOLAH DASAR IMPLEMENTATION OF PKN LEARNING TO STRENGTHEN STUDENTS' CHARACTER AS A PREVENTIVE ACTION AGAINST BULLYING IN ELEMENTARY SCHOOLS Arif Utsman Sekolah Dasar Negeri Krapyak Email: autsman699@gmail. Diterima: 17 Oktober 2024 Direvisi: 23 Oktober 2024 Disetujui: 24 Desember 2024 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullying di SD Negeri 3 Parangharjo. Untuk mendapatkan pedoman langkah-langkah dalam mengungkapkan permasalahan yang dalam penelitian maka ditetapkan pendekatan penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah guru kelas, dan siswa SD Negeri 3 Parangharjo Kabupaten Wonogiri. Karena subjek tersebut berkaitan langsung dengan implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng. Untuk kebutuhan pengumpulan data, jenis instrumen yang digunakan adalah: . wawancara dan . Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo dilakukan dengan penguatan indikator karakter peduli sosial, karakter demokratis, karakter cinta damai, kesetiakawanan sosial dan karakter tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan Pendidikan Kewarganegaraan (PK. memiliki peran penting dalam mengatasi kasus bullying pada peserta didik terbukti dengan kondisi SDN 3 Parangharjo yaitu Atmosfer kelas yang lebih positif: Terciptanya suasana kelas yang lebih inklusif, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan anti-bullying: Meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mencegah bullying, seperti membentuk kelompok peer support atau mengikuti program mentoring. Dukungan dari seluruh komponen sekolah: Terbentuknya sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah dalam upaya mencegah bullying. Kata kunci: Pembelajaran PKn. Karakter siswa, bullying. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the implementation of Civics learning to strengthen the character of students as a preventive measure against bullying at SD Negeri 3 Parangharjo. obtain guidelines for the steps in revealing the problems in the study, a research approach was determined, namely descriptive qualitative. The objects in this study were classroom teachers, and students of SD Negeri 3 Parangharjo. Wonogiri Regency. Because the subject is directly related to the implementation of Civics learning to strengthen the character of students as a preventive measure against bullying. For data collection needs, the types of instruments used are: . interviews and . The data analysis used is descriptive qualitative data analysis. The implementation of Civics learning to strengthen the character of students as a preventive measure against bullying at SD Negeri 3 Parangharjo is carried out by strengthening indicators of social care character, democratic character, peace-loving character, social solidarity and responsibility character. The results of the research show that Citizenship Education (PK. has an important role in overcoming cases of bullying among students as proven by the conditions at SDN 3 Parangharjo, namely a more positive classroom atmosphere: Creating a classroom atmosphere that is more inclusive, respectful of each other, and free from intimidation. Active involvement of students in anti-bullying activities: Increased student participation in activities aimed at preventing bullying, such as forming peer support groups or participating in mentoring programs. Support from all school components: Formation of synergy between teachers, students, parents and the school in an effort to prevent Keywords: Civics learning, student character, bullying. Implementasi Pembelajaran PKna. Arif Utsman PENDAHULUAN Manusia lahir bagaikan kertas putih kosong, faktor lingkungan yang akan membuat coretan-coretan berwarna-warni dengan beranekaragam corak. Ibarat sebuah karya seni akan membuat decak kagum bagi yang melihat manakala coretan itu menghasilkan lukisan yang indah. Begitu juga sebaliknya jika coretan itu hanya sekedar tumpahan tinta mungkin orang tidak akan pernah menganggapnya. Oleh karena itu sudah menjadi kodrat manusia sejak lahir sudah diajarkan bagaimana mengukir karakter yang baik dalam jiwanya. Demikian juga ketika memasuki jenjang pendidikan formal sebagaimana trend pendidikan sekarang yang dikenal dengan pendidikan karakter. Hal ini dilakukan bukan tanpa sebab, membentuk karakter yang baik bukanlah hal yang mudah sebab membutuhkan proses yang panjang. Salah satu karakter yang penting ditanamkan dalam diri siswa adalah menghargai dan menghormati orang lain memanusiakan manusia. Bagaimana tidak baik disadari atau tidak seperti sudah menjadi hal yang lumrah ketika ada siswa menjadikan temannya sebagai objek Mungkin hanya sekedar dengan memanggil dengan panggilan dari kekurangan fisiknya misalnya si endut, si hitam, si keriting atau yang lainnya. Namun perlu disadari bahwa hal ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi siswa yang dijadikan objek, dengan ketidakberdayaannya mungkin hanya mampu diam tanpa bisa melawan. Justru kondisi seperti ini yang akan memberikan dampak jangka panjang mungkin seumur hidup tidak akan hilang yaitu menyimpan rasa dendam. Perilaku seperti inilah yang disebut dengan istilah bullyng. Rigby . alam Arya, 2018: . Aumenyatakan bahwa perilaku bahaya bagi korban dan pelaku. Bagi korban, akan mengalami psikosomatis saat pergi kesekolah, merasa tidak bernilai, merasa terasingkan, depresi bahkan sampai bunuh diri. Sedangkan bagi pelaku, akan berkembang menjadi seseorang yang mengancam banyak pihak saat dewasaAy. Bullying sering terjadi pada anak remaja bahkan anak-anak, penyebab bullying berawal dari pertemanan di Pelaku bullying biasanya lebih kuat baik secara fisik maupun mental dibandingkan dengan korban bullying. Korban bullying sering kali merasa jenuh, marah, kesal, sedih, depresi, bahkan membuat para korban bullying mengalami mental yang kurang baik. Efek jangka panjang bullying bisa jadi tidak disadari oleh pelaku, korban maupun guru dan orang tua. Karena dampaknya lebih bersifat psikis dan emosi yang tidak terlihat berlangsung lama dan tidak langsung muncul saat itu juga (Prasetyo, 2. Masalah bullying menjadi masalah serius dan mendapat perhatian khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan Mendikbud menyebut bullying sebagai salah satu dari tiga "dosa" di sekolah selain radikalisme dan pelecehan seksual. LANDASAN TEORI Fenomena bullying ini hanya terlihat dipermukaan saja, dimana hanya kasus yang besar saja yang terekspos di media sosial. Kenyataanya banyak sekali kasus bullying yang terjadi baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun Menurut Katyana . , terdapat beberapa jenis bullying yang kerap dialami anak dan usia remaja : Bullying secara fisik, yaitu jenis bullying yang paling mudah dikenali tindakan fisik ketika merundung Seperti tindakan mendorong, menyandung kaki dengan sengaja, meludahi hingga memukul. Beberapa reaksinya tidak cuma tanda yang Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 muncul akibat kekerasan fisik. Namun. Ada sejumlah tanda-tanda anak atau remaja yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman sebaya, salah satunya mereka jadi malas pergi ke sekolah. Kemudian jika terdapat luka memar atau luka lainnya yang sulit dijelaskan kemungkinan menjadi pertanda lain anak menjadi korban bullying. Bullying verbal, cenderung sulit dikenali karena biasanya hal itu terjadi ketika orang dewasa tidak ada di tempat Pelaku bully biasanya akan mengolok-olok, menggoda, memanggil nama dengan sebutan yang tidak pantas, . Bullying relasional, bentuk tidak langsung dari penindasan. Hal ini sering terjadi di belakang orang yang menjadi korban bully. Tujuannya adalah tak lain untuk merendahkan si korban di hadapan anak-anak lainnya. Ibaratnya membicarakan kekurangannya hingga merusak reputasi seseorang. Cyber bullying, yaitu bentuk bullying kemajuan teknologi digital. Cyber bullying memiliki sifat yang berbeda dari bullying tradisional. Ini juga termasuk bentuk intimidasi yang cukup Pasalnya, pelaku bisa saja bersembunyi di balik akun anonim yang sulit ditemukan. Akibat hal itu, biasanya bullying juga berlangsung lama dan membuat korban bullying merasa tidak . Prejudicial bullying, biasanya bullying jenis ini terjadi berdasarkan ras, agama, etnis atau orientasi seksual tertentu. Selain dampaknya bisa merugikan secara langsung, jenis bullying satu ini juga cukup berbahaya karena bisa mengundang kejahatan rasial. Kasus-kasus terjadi tersebut banyak yang viral karena pelaku dengan bangganya merekam dan menyebarkan luaskan rekaman kekerasan yang dilakukan terhadap korban. Mereka beranggapan kekerasan yang dilakukan itu sesuatu hal yangharus dibanggakan dan untuk menunjukan kalau mereka memiliki kakuatan supaya siswa lain tidak berani atau takut terhadap mereka. Jika tidak ingin terulang dengan kejadian di atas maka pihak sekolah harus melakukan tindakan nyata tentunya mencegah lebih daripada mengobati. Artinya pihak sekolah harus melakukan tindakan-tindakan preventif, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menguatkan karakter siswa agar lebih memanusiakan manusia, saling menghormati dan menumbuhkan kasih sayang sesama. Dalam prakteknya bisa dilakukan dengan menekankan dalam langkah-langkah Pembelajaran yang mengarah pada karakter sebagaimana diuraiakan di atas adalah PKn. Sebagaimana termuat dalam Depdiknas . menyebutkan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada memahami dan mampu melaksanakan hakhak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, diamanatkan oleh Pancasila dan UUD PKn disajikan untuk konsumsi siswa kepribadian yang baik (Setiawan. Yunita, & Rachman, 2020: . Ekskusi terakhir sebagai penentu adalah di tangan guru bagaimana memberikan materi PKn kepada siswa harusnya ada penekanan terhadap karakter- Implementasi Pembelajaran PKna. Arif Utsman karakter yang mampu mewujudkan tingkah laku yang mampu mencegah praktek bullyng baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sebagaimana pendapat Mayasari . menjelaskan Auguru PPKn memiliki kontribusi yang sangat penting bagi pembentukan dan pembinaan karakter peserta didik supaya menjadi masyarakat yang teratur . ood citize. , bukan hanya good citizen namun juga smart citizenAy. Implementasi PKn mengatasi perundungan masih menjadi lingkungan sekolah, keluarga, dan komunitas semuanya berperan penting dalam membentuk perilaku anak, dan penindasan dapat dipengaruhi oleh faktorfaktor seperti toleransi terhadap perilaku penindasan, sikap guru, serta dinamika sosial dan keluarga. Namun, sangat disayangkan pada saat ini perkembangan moral dan tingkah laku yang terlihat pada peserta didik di Indonesia menunjukan kondisi yang memprihatinkan. Tak jarang berpartisipasi dalam memahami dan menjaga kesatuan serta persatuan negara oeh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali peran PKn dalam mengatasi perundungan di sekolah, penerapan PKn dalam mencegah perilaku Kajian ini akan mengkaji efektivitas PKn dalam membentuk karakter peserta didik dan mendorong mereka memahami serta melaksanakan hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang baik, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab. Penelitian ini juga akan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying dan peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah bullying. Dengan memahami peran PKn dalam mengatasi perundungan, penelitian ini berharap dapat berkontribusi pada pengembangan strategi yang efektif untuk mencegah perundungan di sekolah dasar dan mendorong lingkungan sekolah yang positif dan mendukung. Mengingat masih banyaknya kasus bullyingyang terjadi di Indonesia, kita sebagai pendidik tentu harus berperan aktif permasalahan ini. Seorang guru atau tenaga pendidik memiliki peran yang penyimpangan yang terjadi pada peserta Maka dari itu, penelitian ini dibuat agar bisa menjadi referensi bagi tenaga pendidik dalam mengatasi perilaku bullying dengan mengajarkan Pendidikan Kewarganegaraan melalui penanaman nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Karakter baik diharapkan dapat terbentuk melalui penanaman nilai moral yang Pendidikan Kewarganegaraan. Guru harus bisa mengatasi perilaku bullyingkarena jika hal tersebut dibiarkanmaka dapat berdampak buruk terhadap perkembangan siswa, terutama bagi korban. Pada hakikatnya seorang guru merupakan pendidik yang harus mampu mengembangkan potensi dasar yang dimiliki oleh peserta didik dengan optimal agar dapat melahirkan sebuah suasanakelas yang terarah dalam kegiatan belajar mengajar yang aman serta nyaman, membimbing siswa agar bisa membentuk korelasi yang baik, permasalahan pada dunia pendidikan (Dewi, 2. Oleh karena itu meskipun dalam lingkup kecil penelitian ini akan mengkaji Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo. METODE PENELITIAN Untuk mendapatkan pedoman langkah-langkah dalam mengungkapkan permasalahan yang dalam penelitian maka ditetapkan pendekatan penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Dasar pemikiran penetapan ini karena data yang diperoleh Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 dari responden berupa data lisan dari apa yang terjadi bukan berupa data angka. Menurut Mukhtar . 3: . Aumetode penelitian deskriptif kualitatif adalah sebuah metode yang digunakan peneliti untuk menemukan pengetahuan atau teori terhadap penelitian pada satu waktu tertentuAy. Berdasarkan pendekatan penelitian yang sudah ditetapkan maka responden yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah guru kelas, dan siswa SD Negeri 3 Parangharjo Kabupaten Wonogiri. Karena subjek tersebut berkaitan langsung dengan implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng. Untuk kebutuhan pengumpulan data, jenis instrumen yang digunakan adalah: . wawancara dengan guru dan siswa dan . Menurut Joko Subagyo . 1: . adalah AuSuatu kegiatan dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan berhadapan langsung antara interview dengan responden, dan kegiatannya dilakukan secara lisan. Ay Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif yaitu menyajikan data yang berhasil dihimpun selama penelitian ke dalam bentuk yang utuh dengan sajian kata-kata Aumenggambarkan dilakukan oleh unit penelitian berdasarkan fakta fakta yang adaAy (Umi Narimawati, , 2010:. Adapun langkah-langkah yang dilakukan meliputi 4 tahapan yaitu menghimpun data, penyesuaian data, pemaparan data dan merumuskan merupakan suatu rantai kegiatan utuh yang saling terkait pada saat, sebelum dan sesudah pelaksanaan proses HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Perilaku bullying yang banyak terjadi pada sekolah dasar diantaranya yaitu perilaku bullyingyang berbentuk verbal seperti halnya mengejek atau memanggil dengan sebutan nama orang Hal tersebut juga selaras dengan hasil dari penelitian yang dilakukan (Hertinjung, 2. , yang menunjukkan bahwa berdasarkan dari pihak pelaku bullying, bullying yang paling sering dilakukan di SDN 3 Parangharjo ialah bullying yang kemudian urutan kedua yang paling sering terjadi yaitu bullying non verbal dan yang paling jarang itu bullying berbentuk fisik. Selain itu bisa juga dilihat dari sudut pandang korban yang hasilnya yaitu bentukbullyingyang paling sering ialah bullyingverbal, kemudian bullying fisik, dan yang terakhir yaitu Antara sudut pandang pelaku dan sudut pandang korban bullying di sekolah dasar tersebut memiliki kesamaan bahwa bentuk bullying verbal ini menjadi kasus yang paling sering terjadi. Hal ini dapat disebabkan karena pelaku bullyingmenganggap bahwa perilaku seperti itu merupakan hal biasa atau hanya untuk bercanda dan bukan termasuk perilaku bullying. Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo dilakukan dengan penguatan indikator karakter peduli sosial, beberapa pendekatan pembelajaran PKn yang dapat bullying,pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran PKn diantaranya: Penanaman Nilai-Nilai Moral dan Pancasila Empati: Mengajarkan siswa untuk perasaan orang lain. Melalui diskusi dan role-playing, siswa Implementasi Pembelajaran PKna. Arif Utsman dapat diajak untuk membayangkan bagaimana perasaan seseorang yang menjadi korban bullying. Toleransi: Mendorong siswa untuk menghargai perbedaan, baik itu belakang, maupun fisik. Ajarkan mereka bahwa setiap individu memiliki keunikannya masingmasing. Keadilan: Menekankan pentingnya memperlakukan semua orang secara adil dan setara. Diskusikan tentang konsep keadilan dan bagaimana hal itu berkaitan dengan C Gotong Royong: Membangun semangat kebersamaan dan saling Ajak siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok dan kegiatan Pembelajaran Konsep Diri Positif Penguatan Diri: Membantu siswa membangun kepercayaan diri yang Ajak kekurangan diri, serta menerima diri apa adanya. Pencegahan Stigma: Mengajak pemberian label negatif pada teman Jelaskan bahwa setiap individu memiliki potensi yang Pengembangan Keterampilan Sosial Komunikasi Efektif: mengajarkan siswa cara berkomunikasi dengan baik dan sopan. Latih mereka untuk menyampaikan pendapat dengan tegas namun santun. Resolusi Konflik: memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa untuk menyelesaikan konflik secara damai. Ajarkan mereka cara bernegosiasi dan mencari solusi bersama. Diskusi dan Role-Playing C Simulasi Situasi Bullying: Membuat simulasi situasi bullying di kelas. Ajak siswa untuk berperan sebagai pelaku, korban, dan saksi. Diskusikan perasaan dan dampak dari setiap peran. Analisis Kasus: Menggunakan kasus bullying yang terjadi di masyarakat sebagai bahan diskusi. Ajak siswa untuk menganalisis penyebab, dampak, dan cara mengatasi masalah tersebut. Keterlibatan Aktif Siswa Pembuatan Kontrak Kelas: Melibatkan siswa dalam membuat kesepakatan bersama tentang perilaku yang diharapkan di kelas. Program Peer Mentoring: Membentuk mentoring di mana siswa yang lebih tua membantu siswa yang lebih muda. Kegiatan Ekstrakurikuler Positif: Mengarahkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang positif, seperti klub olahraga, seni, atau organisasi sosial. Kerja Sama dengan Orang Tua dan Masyarakat Sosialisasi: Melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan bullying. Selenggarakan pertemuan untuk membahas pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak. Kolaborasi dengan Masyarakat: Menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak terkait Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 lingkungan yang aman mendukung bagi anak. Diskusi kelompok: Membahas film mengangkat tema bullying. Role-playing: Berperan sebagai korban, pelaku, atau saksi bullying, lalu mendiskusikan perasaan dan C Menulis surat: Menulis surat kepada diri sendiri atau teman tentang pentingnya menghargai C Membuat poster: Membuat poster tentang kampanye anti-bullying. Mengadakan Lomba menulis cerita pendek, membuat puisi, atau menggambar tentang tema anti-bullying. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menerapkan pembelajaran PKn yang efektif untuk mencegah Guru perlu menjadi role model yang baik, menciptakan suasana kelas yang kondusif, dan menjalin hubungan yang positif dengan siswa. Dalam hal ini guru kelas dalam pembelajaran PKn selalu menekankan agar siswa selalu membantu orang lain membantu belum tentu dengan material bisa dengan tenaga atau pikiran. Guru kelas melakukan tindakan nyata dengan mengumpulkan dana seikhlasnya jika ada siswa yang sakit, hal ini dilakukan agar kepedulian siswa lebih tertanam. Selain itu jika ada teman sekelas yang sakit guru mengajak siswa untuk menjenguk siswa tersebut di luar jam pelajaran. Dengan kepedulian sosial yang tinggi tentunya siswa akan selalu melindungi siswa yang dalam kondisi lemah, baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun fisik. Dengan demikian sedikit banyak akan mengurangi praktek bullyng di kalangan siswa. Gambar 1 . Sosialisasi Anti Bullying di Selain tentang gejala atau tandatanda perilaku bullying yang terjadi pada anak, dijelaskan juga beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua pada anak agar terhindar dari aksi bullying, antara lain . membangun konsep diri yang baik, . mendukung minat dan bakat anak, . mengajarkan mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak disukainya, . memberi dukungan penuh terhadap . mencegah anak jadi pelaku bullying, . membangun rasa empati pada anak. Setelah peserta yaitu Guru dan siswa mengisi kuisioner tentang faktor penyebab bullying yang telah dibagikan. Kuisioner ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan faktor-faktor berdasarkan persepsi orang tua. Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo dilakukan dengan penguatan indikator karakter demokratis. Guru kelas PKn menekankan agar siswa selalu menghargai hak-hak orang lain. Dalam tindakan nyata PKn pembelajaran dengan melakukan diskusi. Dari kegiatan ini guru bisa melihat siswa mana yang selalu berusaha menguasai pembicaraan, yang selalu memaksakan Implementasi Pembelajaran PKna. Arif Utsman pendapat orang lain, yang selalu memotong pembicaraan orang lain, yang selalu menganggap pendapat siswa lain Berdasarkan pengamatan ini guru akan memberikan refleksi atas perilaku siswa tersebut dan berusaha meluruskan. Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo dilakukan dengan penguatan indikator karakter cinta damai. Guru kelas PKn menunjukkan sikap cinta damai. Praktek nyata dalam pembelajaran ketika ada siswa yang membuat keributan pada saat pembelajaran guru menanyakan kepada siswa apa kerugian yang diderita dari perbuatan siswa tersebut. Dengan demikian siswa yang membuat keributan akan berpikir bahwa apa yang diperbuat akan merugikan orang lain. Demikian juga ketika ada siswa yang berkelahi guru kelas meminta siswa tersebut untuk maju ke depan kelas, kemudian menjelaskan dampak negatif yang diderita akibat Gambar 2. Bekerja sama dengan Kepolisian sosialisasi tentang anti Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo dilakukan dengan penguatan indikator karakter kesetiakawanan sosial. Guru kelas dalam pembelajaran PKn selalu menunjukkan sikap solidaritas. Praktek nyata dalam pembelajaran ketika ada siswa yang lupa tidak membawa alat tulis guru selalu meminta siswa yang lain untuk Demikian juga ketika ada siswa yang mengalami musibah maka guru meminta siswa untuk mengumpulkan bantuan seiklhasnya untuk meringankan beban siswa tersebut. Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo dilakukan dengan penguatan indikator karakter tanggung jawab. Guru kelas dalam pembelajaran PKn selalu menekankan agar siswa menjunjung tinggi Dalam pembelajaran guru selalu menekankan agar siswa selama pembelajaran berlangsung selalu menaati aturan yang sudah disepakati bersama. Ketika ada siswa yang melanggar, guru meminta siswa tersebut untuk menjelaskan peraturan mana yang dilanggar dan meminta untuk mengakui jika salah dan berjanji tidak mengulangi. Pembahasan Masa-masa SD merupakan masa ideal untuk mengajarkan kemampuan manajemen konflik dengan jalan damai nilai-nilai Upaya mengubah budaya kekerasan di sekolah merupakan hal yang Program anti bullying bukan hanya dituju pada korban atau pelaku bullying, akan tetapi melibatkan semua eleman (Hidayati, 2. Pendidikan merupakan mata pelajaran yang bersumber dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, mata pelajaran ini membekali siswa dengan budi pekerti, pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan warga Negara dengan warga Negara lainnya, agar siswa dapat mewujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sebagai makhluk individu maupun makhluk social (Arizanti. Pendidikan (PK. adalah seleksi, adaptasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, pancasila. UUD 1945 dan dokumen resmi Negara lainnya yang diorganisasikan dan disajikan secara Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 2 Ae Desember 2024 ilmiah dan psikologis untuk tujuan Tujuan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga Negara sadar bela Negara kebangsaan, dan kepekaan mengembangan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa (Wulandari et al. Mata pelajaran PKn adalah mata pelajaran yang berkaitan dengan normanorma atau nilai-nilai kehidupan yang dikaitkan dan dibelajarkan kepada siswa melalui pembelajaran pengalaman hidup sehari-hari. Pembelajaran nilai-nilai kewarganegaraan ini tidak berhenti pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada tataran internalisasi, dan pengalaman nyata dalam kehidupan anak didik sehari-hari di masyarakat dan seorang guru memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan arti pelajaran PKn bagi siswa secara nyata. (Arizanti, 2. Implementasi pembelajaran PKn itu sendiri tidak hanya tertuju pada mata pelajaran saja tetapi orang tua, pengajar selain mata pelajaran yang terkait dengan Pancasila harus mencontohkan nilai-nilai Pancasila. Sehingga dikarenakan ada orang tua yang ku-rang mengerti akan cara mengamalkan Pancasila. Apalagi yang lebih banyak terjadi tindakan perun-dungan pada anak SD, mengindentifikasi perilaku orang tua, setidaknya bisa memberikan contoh dasar pengamalan nilai Pancasila. Karena nilainilai Pancasila harus ditanam dimulai sedari usia dini. Jika keadaannya sudah seperti ini diperlukan penyuluhan yang lebih banyak agar banyak orang dewasa maupun anak kecil menyadari bahwa tindakan perundungan itu tidak benar dan merugikan korban. Apalagi sekarang ada juga tindakan perundungan melalui internet yang bisa menjadi lebih mudah akan tinda-kan perundungan. Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengatasi masalah bullyingpada diimplementasikan melalui nilai Pancasila, sebab seperti yang kita tahu bahwasanya Pancasila ini merupakan sebuah pedoman atau pandangan hidup yang dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pancasila dapat dikatakan sebagai sebuah ideologi dasar bagi bangsa Indonesia. Pancasila berdasar kepada bahasa sansekerta yakni AuPancaAy yang berarti 5 serta AuSilaAy yang memiliki arti prinsip maupun asas. Selain itu kata sila berawal dari kata susila, yang artinya sikap yang Maka menurut kebahasaan bisa dikatakan bahwa Pancasilaitu dikatakan sebagai lima batu sendi atau dasar atau bisa juga diartikan sebagai lima sikap atau tingkah laku yang baik (Gultom, 2. Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo yang dilakukan sesuai pendapat Untari & Setiawati . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa Auupaya pendidik meminimalisir perilaku kasar diantara peserta didik, yakni dengan memberikan bimbingan, menjadi contoh menyampaikan nasihat pada aktivitas belajar mengajar, dan yang mendasar ialah melatih perilaku peserta didik untuk mematuhi peraturan sekolah serta menjauhi perbuatan kekerasan antar siswaAy. Upaya meningkatkan ketahanan keluarga dan memperkuat pola pengasuhan. Hal tersebut . menanamkan nilai-nilai keagamaan dan mengajarkan cinta kasih antar sesama, . memberikan lingkungan yang penuh kasih sayang sejak dini dengan memperlihatkan cara beinterakasi antar anggota keluarga, . membangun rasa percaya diri anak, memupuk keberanian dan ketegasan Implementasi Pembelajaran PKna. Arif Utsman anak kemampuan anak untuk bersosialiasi, . mengajarkan etika terhadap sesama . enumbuhkan kepedulian dan sikap . memberikan teguran mendidik jika anak melakukan kesalahan, dan . mendampingi anak dalam menyerap informasi utamanya dari media televisi, internet dan media elektronik lainnya. Demikian juga hasil penelitian Hamidah . Audiketahui bahwa guru berperan mencegah perilaku bullying dengan pengaplikasian guru sahabat anak bagi peserta didik adalah dengan jalan menempatkan diri sepadan dengan peserta didik menyampaikan Bahasa yang sesuai serasi dengan siswanya agar terjalin situasi yang luwes saat berinteraksi satu sama lain. Guru juga menjalin kerjasama dengan pihak sekolah, baik pendidik maupun peserta didiknya, dengan demikian dapat bersama-sama mengawasi, mendukung untuk terciptanya kondisi bersifat mendidik untuk peserta didik, serta memeriksa kegiatan dan tindakan peserta didikAy. KESIMPULAN Pendidikan Kewarganegaraan (PK. memiliki peran penting dalam mengatasi kasus bullying pada peserta didik terbukti dengan kondisi SDN 3 Parangharjo yaitu Atmosfer kelas yang lebih positif: Terciptanya suasana kelas yang lebih inklusif, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan anti-bullying: Meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mencegah bullying, seperti membentuk kelompok peer support atau mengikuti program mentoring. Dukungan dari seluruh komponen sekolah: Terbentuknya sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah dalam upaya mencegah Mata pelajaran PKn memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya bullying, baik secara langsung Dengan mempelajari PKn dapat membantu siswa memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila, mengembangkan kemampuan sosial dan beretika yang dapat membantu siswa dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk situasi bullying. PKn juga menghayati hak-hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta membantu bernegara yang dapat membantu siswa dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk situasi bullying. Oleh karena itu. PKn sangat diperlukan dalam mengatasi kasus bullying pada peserta didik. Implementasi pembelajaran PKn untuk menguatkan karakter siswa sebagai tindakan preventif bullyng di SD Negeri 3 Parangharjo dilakukan dengan penguatan indikator karakter peduli sosial, karakter kesetiakawanan sosial dan karakter tanggung jawab. DAFTAR PUSTAKA