Jurnal Riset Akuntansi Jambi Vol 08 No 01 Juni 2025 Penerapan Akuntansi Lingkungan Atas Pengelolaan Limbah Medis pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih Restu Aini1. Chairani Adelina*2. Meirani BetrianaA. Sri SuparniA Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prodi Akuntansi. Universitas Prabumulih E-mail: restuuainii24@gmail. com 1, chairaniadelina@unpra. id 2, ypp@gmail. com A , srisuparni@unpra. id A ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan akuntansi lingkungan atas pengelolaan limbah medis pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data sekunder dengan menekankan teknik triangulasi penggabungan antara observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh sumber data. teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik non probalility dengan pengambilan data sampel menggunakan cara purposive sampling. Hasil penelitian menujukan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih telah sesuai dengan kategori biaya lingkungan menurut teori Hansen dan Mowen yaitu biaya pencegahan, biaya deteksi, biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan Kata Kunci: Akuntansi Lingkungan. Biaya Lingkungan. Pengelolaan Limbah Medis ABSTRACT This study aims to analyze the implementataion of environmental accounting for medical waste management at the Regional General Hospital (RSUD) of Prabumulih City. The research method used is descriptive using a qualitative approach using secondary data by emphasizing the triangulation technique of combining observations, interviews and documentation to obtain data sources. The sampling technique of this study uses a non-probability technique by taking sample data using purposive sampling. The results of the study show that the Regional General Hospital (RSUD) of Prabumulih City has been in accordance with the category of environmental costs according to Hansen and Mowen's theory, namely prevention costs, detection costs, internal failure costs and external failure costs. Keywords: Environmental Accounting. Environmental Costs. Medical Waste Management PENDAHULUAN Lingkungan Menurut International Standard Organization (ISO) 14001 adalah keadan sekeliling dimana organisasi beroperasi, termasuk udara, air, tanah, sumber daya alam, flora, fauna, manusia dan interaksinya. Lingkungan sangat berpengaruh bagi setiap makhluk hidup untuk keberlangsungan kehidupan yang baik, di Indonesia sendiri lingkungan disebut sebagai lingkungan hidup, didukung dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup . Restu Aini1. Chairani Adelina2. Meirani BetrianaA. Sri SuparniA Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Atas Pengelolaan Limbah Medis Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih Pengelolaan limbah di instansi pemerintah perlu dilakukan sebagai upaya dari tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Limbah adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak digunakan, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Limbah rumah sakit/ puskesmas lebih dikenal dengan pengertian sampah rumah sakit . Limbah rumah sakit adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit, baik itu jenis limbah medis maupun limbah non medis. Umumnya, limbah medis rumah sakit cenderung lebih berbahaya karena memiliki karakteristik khusus. Limbah non medis dari rumah sakit dapat dibuang atau dikelola dengan cara yang sama seperti limbah domestik biasa. Sebaliknya, limbah medis berasal dari aktivitas medis sehingga harus diolah secara khusus dan tidak dapat dibuang ke tempat sampah biasa . Isu Limbah B3 dan Limbah Medis juga perlu menjadi prioritas penanganan secara nasional. Merujuk pada data tahun 2018 yang dimiliki oleh Direktorat Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3, timbulan limbah B3 dari rumah sakit seIndonesia mencapai 294,7 ton/hari sementara jumlah rumah sakit yang memiliki Izin Pengolahan Limbah B3 sebanyak 69 rumah sakit dengan kapasitas pengolahan 54,2 ton/hari, dan jumlah jasa pengolah Limbah Medis . ihak ketig. berizin sebanyak 6 perusahaan dengan kapasitas 115,7 ton/hari. Diperkirakan 41,9% Limbah B3 medis yang belum terkelola berpotensi terbuang langsung ke lingkungan atau ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) . Seperti yang disampaikan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau sering disebut dengan Peraturan Menteri (Perme. LHK, limbah B3 memiliki beberapa karakteristik, di antaranya beracun. Paparan terhadap limbah B3 beracun dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan manusia, seperti masalah pernapasan, iritasi kulit, gangguan sistem saraf, atau bahkan kematian setelah dikeluarkan nya peraturan ini dapat diketahui bahaya dari limbah B3. Maka jika limbah B3 tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar . Limbah medis oleh World Health Organization (WHO) disebut sebagai sampah akibat aktivitas di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, klinik, panti jompo, laboratorium penelitian dan pengujian hewan, bank darah dan layanan pengumpulan, serta pusat penelitian dan laboratorium biomedis. Terdapat perbedaan bermakna dalam pengelolaan limbah medis antara negara berpendapatan rendah, menengah, dan tinggi . Limbah medis memiliki dampak yang berpengaruh terhadap kesehatan jika tidak diolah dengan baik adapun penyakit yang dapat terjadi adalah HIV, hepatitis, penyakit kulit dan Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa limbah medis harus dikelola dengan baik dan benar agar tidak membahayakan makhluk hidup yang berada disekitar tempat-tempat fasilitas kesehatan. Salah satu cabang ilmu akuntansi adalah akuntansi lingkungan. Akuntansi lingkungan merupakan proses accounting yang mengenali, mencari dan kemudian mengurangi efek-efek lingkungan negatif pelaksanaan praktek laporan yang konvensional, mengenali secara terpisah biaya-biaya dan penghasilan yang berhubungan dengan lingkungan dalam sistem laporan yang konvensional, mengambil langkah-langkah aktif untuk menyusun inisiatif-inisiatif untuk memperbaiki efek-efek lingkungan yang timbul dari praktik-praktik pelaporan konvensional, merencanakan bentuk-bentuk baru sistem laporan finansial dan Restu Aini1. Chairani Adelina2. Meirani BetrianaA. Sri SuparniA Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Atas Pengelolaan Limbah Medis Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih non-finansial, sistem informasi dan sistem pengawasan untuk lebih mendukung keputusan manajemen yang secara lilngkungan tidak berbahaya . Berdasarkan pengertian di atas bahwa akuntansi lingkungan sangat berpengaruh untuk suatu laporan yang konvensional serta untuk mengetahui biaya-biaya yang terkait dengan aktivitas lingkungan yang dilakukan oleh organisasi dan perusahaan agar dapat meminimalisir-kan biaya. Pengelolaan limbah rumah sakit dari kegiatan operasionalnya juga diperlukan pengalokasian Perhitungan biaya dalam penanganan limbah tersebut diperlukan adanya perlakuan akuntansi yang tersistematis karena sangat penting dalam kaitannya sebagai sebuah control tanggungjawab perusahaan atas lingkungannya. Dalam beberapa kasus pelaporan dan perhitungan biaya terkait dalam pengelolaan limbah tidak selalu sama pada setiap perusahaan. Hal ini karena Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) belum diatur secara baku mengenai perlakuan biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan efek negative dari sisa hasil operasional perusahaan . Pengelolaan limbah tentu memiliki anggarannya tersendiri, anggaran tersebut berasal dari dana yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). BLUD berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2018 merupakan SKPD dalam lingkungan pemerintah yang tugasnya memberikan pelayanan yang tidak berorientasi pada keuntungan. BLUD wajib menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) yang diatur dalam Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 . Pengelolaan limbah di RSUD Kota Prabumulih juga memberikan sorotan tersendiri bagi beberapa orang yang tidak mengetahui bagaimana proses dari pengelolaan limbah di RSUD Kota Prabumulih. Pada tahun 2023 limbah rumah sakit mencapai 49. 342 kg, dengan 42. 502 kg adalah limbah non medis dan 6. kg adalah limbah medis, limbah medis yang ada di RSUD Kota Prabumulih itu sendiri termasuk ke dalam limbah bahan berbahaya dan beracun (B. Oleh karena itu. RSUD Kota Prabumulih harus menyediakan anggaran untuk pengelolaan limbah medis nya, karena hal ini menjadi tuntutan penting bagi rumah sakit sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa kesehatan pada masyarakat. METODE PENELITIAN Metode penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan informasi akuntansi lingkungan atas pengelolaan limbah Menurut Bogdan dan Taylor . dalam Sujarweni . penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau penulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif dapat diharapkan mampu menghasilkan uraian yang mandalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu keadaan tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yang diperoleh dari wawancara mandalam dengan pihak RSUD Kota Prabumulih yang terkait. Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobability Sampling dengan cara pengambilan data Purposive Sampling. Analisis data, pada tahap analisis data ini akan dilakukan dengan proses penyederhanaan dari data-data yang terkumpul dalam bentuk naratif dan tabel, serta menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Restu Aini1. Chairani Adelina2. Meirani BetrianaA. Sri SuparniA Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Atas Pengelolaan Limbah Medis Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi pengelolaan limbah medis di RSUD Kota Prabumulih Limbah medis merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional rumah sakit, limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan operasional RSUD Kota Prabumulih di bedakan menjadi limbah padat dan limbah cair, berikut ini penjelasan masing-masing mengenai limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan operasional RSUD Kota Prabumulih. Sumber Limbah Medis Limbah Medis Padat Limbah Medis Cair Tempat Limbah Medis Berwarna Kuning Dialirkan langsung ke IPAL Dibuang ke TPS Medis Cek Cairan oleh pihak laboratorium Di angkut oleh pihak ketiga Gambar 1 Alur pengelolaan limbah medis padat dan limbah medis cair di RSUD Kota Prabumulih Hasil Analisis Biaya Lingkungan Menurut Teori Hansen dan Mowen Teori Hansen dan Mowen akan memudahkan dalam mengklasifikasikan penyaluran biaya-biaya terkait biaya untuk pengelolaan limbah medis di RSUD Kota Prabumulih, terdapat empat kategori biaya lingkungan menurut Hansen dan Mowen yaitu biaya pencegahan, biaya deteksi lingkungan, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal. Tabel 4. 1 Identifikasi Biaya Lingkungan (Limbah Medi. RSUD Kota Prabumulih Tahun 2023 Uraian Transaksi Biaya Pemeriksaan Air untuk HD & Swab. Sterilitas Rp. 000,Ruangan Pemeriksaan Air Limbah Rumah sakit Rp. Pemeriksaan Air Bersih Rumah Sakit Rp. Biaya Penyedotan Septik Tank Rp. Biaya Pengelohan Limbah B3 Rp. 000,Sumber:Data diolah peneliti Restu Aini1. Chairani Adelina2. Meirani BetrianaA. Sri SuparniA Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Atas Pengelolaan Limbah Medis Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih Berdasarkan tabel 4. 1 diatas, maka pada proses analisis peneliti mengklasifikasikan biaya-biaya diatas menurut teori Hansen dan Mowen adalah melalui tahapan berikut: Biaya Pencegahan (Preventing Cos. Dari table 4. 1 identifikasi biaya lingkungan khusus limbah medis di RSUD Kota Prabumulih tahun 2023, peneliti menganalisis untuk biaya pencegahan lingkungan khusus limbah medis RSUD Kota Prabumulih tahun 2023 adalah dari biaya Pemeriksaan Air untuk HD. Swab dan Sterilitas Ruangan dengan biayanya sebesar Rp. 000,b. Biaya Deteksi (Detection Cos. Dari table 4. 1 identifikasi biaya lingkungan khusus limbah medis di RSUD Kota Prabumulih tahun 2023, peneliti menganalisis untuk biaya deteksi lingkungan khusus limbah medis tahun 2023 adalah dari biaya Pemeriksaan Air Limbah Rumah Sakit sebesar Rp. 000,- dan biaya Pemeriksaan Air Bersih Rumah Sakit sebesar Rp. 000,c. Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Cos. Dari table 4. 1 identifikasi biaya lingkungan khusus limbah medis di RSUD Kota Prabumulih tahun 2023, peneliti menganalisis untuk biaya kegagalan internal lingkungan khusus limbah medis tahun 2023 adalah dari Biaya Penyedotan Septik Tank dengan biaya-nya sebesar Rp. 000,d. Biaya Kegagalan Eksternal (External Failure Cos. Dari table 4. 1 identifikasi biaya lingkungan khusus limbah medis di RSUD Kota Prabumulih tahun 2023, peneliti menganalisis untuk biaya kegagalan eksternal lingkungan khusus limbah medis tahun 2023, adalah biaya pengolahan limbah B3 Rp. Tabel 4. 2 Tabel Kesesuaian Katerogi Biaya Menurut Hansen & Mowen dengan RSUD Kota Prabumulih Katerogi Biaya Menurut Biaya Lingkungan RSUD Keterangan Hansen & Mowen Kota Prabumulih Biaya Pencegahan: Biaya- Biaya Pencegahan: biaya yang dikeluarkan Pemeriksaan Air untuk HD & untuk mencegah kegiatan Swab. Sterilitas Ruangan Sesuai usaha yang berdampak pada lingkungan Biaya Deteksi: Biaya-biaya Biaya Deteksi: untuk - Biaya Pemeriksaan Air kegiatan Limbah usaha telah memenuhi - Biaya Pemeriksaan Air Sesuai standar lingkungan Bersih Biaya Kegagalan Internal: Biaya-biaya dikeluarkan saat kegiatan menghasilkan limbah tetapi tidak dibuang ke lingkungan luar perusahaan Biaya Kegagalan Eksternal: Biaya Kegagalan Internal: Biaya Penyedotan Septik Tank Sesuai Biaya Kegagalan Eksternal: Restu Aini1. Chairani Adelina2. Meirani BetrianaA. Sri SuparniA Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Atas Pengelolaan Limbah Medis Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih Katerogi Biaya Menurut Biaya Lingkungan RSUD Hansen & Mowen Kota Prabumulih Biaya-biaya yang dilakukan biaya pengelohan limbah B3 untuk membuang limbah ke lingkungan luar perusahaan Keterangan Sesuai Sumber: Data Diolah Peneliti Berdasarkan dari tabel 4. 2 diatas, dalam mengalokasikan biaya lingkungan RSUD Kota Prabumulih mengeluarkan biaya pencegahan untuk melakukan pemeriksaan air untuk HD. Swab dan Sterilitas Ruangan. Pada pengalokasian biaya deteksi RSUD Kota Prabumulih mengeluarkan biaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap air limbah dan air bersih rumah sakit, selanjutnya pada pengalokasian biaya kegagalan internal RSUD Kota Prabumulih mengeluarkan biaya untuk penyedotan Septik Tank dan pengalokasian biaya kegagalan eksternal RSUD Kota Prabumulih telah mengeluarkan biaya untuk pengelohan limbah B3. Hal ini sesuai dengan teori menurut Hasen & Mowen dikarenakan kegiatan perusahaan telah memenuhi standar lingkungan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih telah mengeluarkan biaya-biaya terkait untuk pengelolaan limbah medis, kategori biaya lingkungan yang dialokasikan oleh RSUD Kota Prabumulih telah sesuai dengan teori Hansen dan Mowen, hal ini terbukti dengan adanya biaya pencegahan, biaya deteksi, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal pada pengalokasian biaya pengelolaan limbah medis RSUD Kota Prabumulih tahun 2023 Laporan pengelolaan limbah medis tergabung bersama laporan pengelolaan limbah B3 hal ini terjadi karena pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan No. P56 MENLHK-SETJEN/2015 yang mengatakan bahwa limbah infeksius termasuk dalam kategori limbah B3. Adapun untuk proses pengumpulan dan pengemasan limbah medis di RSUD Kota Prabumulih dilakukan sesuai dengan standar yang telah diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenke. Nomor 2 Tahun 2023 yang menjelaskan tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit. SARAN Berdasarkan hasil penelitian adapun saran dari penelitian ini adalah sebagai Bagi Instansi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih disarankan untuk dapat mengelola akuntansi lingkungan mereka dalam menyusun laporan biaya lingkungan . iaya terkait pengelolaan limbah medis atau pengelolaan limbah non medi. secara eksplisit untuk memberikan informasi mengenai pengendalian Penting bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih mengadakan pelatihan dan pengembangan SDM yang ada pada petugas yang bertanggungjawab dalam pengelolaan limbah lebih maksimal mengenai kualitas laporan keuangan terutama pada laporan biaya lingkungan, karena selain dapat membantu memudahkan petugas pengelolaan limbah dalam menyajikan laporan keuangan mengenai pengelolaan limbah pada pihak RSUD Kota Prabumulih, hal Restu Aini1. Chairani Adelina2. Meirani BetrianaA. Sri SuparniA Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Atas Pengelolaan Limbah Medis Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih ini juga dapat membantu pihak RSUD Kota Prabumulih dalam laporan keuangan mengenai biaya pengelolaan lingkungan terutama pada biaya pengelolaan limbah medis. Bagi Akademik Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan informasi akuntansi lingkungan yang lengkap untuk biaya pengelolaan limbah medis dan meneliti penelitian yang terkhusus pada pengelolaan limbah lainnya seperti pengelolaan limbah B3 dan pengelolaan limbah non medis. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan kajian ini yaitu. RSUD Kota Prabumulih sebagai instansi pemerintah yang telah memberi izin untuk melakukan kajian ini, pihak kampus dan dosen yang telah membimbing peneliti dalam melakukan kajian ini sehingga dapat terselesaikan tepat waktu. DAFTAR PUSTAKA