Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat , Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi.org/10.47709/hcs.v1i1.3127 Penyuluhan kontrasepsi guna meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pasangan usia subur Evi Erianty Hasibuan Institut Teknologi dan Kesehatan Sumatera Utara evi.akhmad@gmail.com Histori Naskah: Diajukan: 5-11-2023 Disetujui: 6-11-2023 Publikasi: 6-11-2023 Abstrak Kontrasepsi berasal dari kata Kontra yang berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utamanya yaitu ledakan jumlah penduduk yang beberapa tahun terakhir ini sulit dikontrol. Tujuan kegiatan Meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur di Desa Palopat Pijorkoling mengenai kesehatan reproduksi dan program pengendalian kelahiran dengan alat kontrasepsi.Kegiatan persiapan pertama yang dilakukan adalah penentuan lokasi yaitu Desa Palopat Pijorkoling. Kemudian pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan ditujukan kepada Kepala Desa Palopat Pijorkoling. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 September 2023 Pukul 09.00 s.d 10.00 WIB. Kegiatan ini dilakuakan dengan cpenuluhan Door to door agar lebih efisien. Kata Kunci : Penyuluhan, alat kontrasepsi Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utamanya yaitu ledakan jumlah penduduk yang beberapa tahun terakhir ini sulit dikontrol. Menurut World Population Data Sheet 2013, Indonesia merupakan negara ke-5 di dunia dengan estimasi jumlah penduduk terbanyak, yaitu 249 juta. Pusat Data Informasi, Kementrian Kesehatan RI, mengestimasi jumlah penduduk Indonesia tahun 2013 sejumlah 248,4 juta orang. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi hal tersebut yaitu dengan menetapkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai program pemerintah sejak tahun 1970 bersamaan dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dengan tujuan dapat menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan status kesehatan reproduksi. Sasaran program KB dibagi menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan tidak langsung tergantung dari usaha yang akan dicapai. Sasaran langsungnya adalah pasangan usia subur yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kelahiran dengan cara penggunaan kontrasepsi secara berkelanjutan.Sedangkan secara tidak langsung adalah denganpelaksanaan dan pengolahan KB dengan tujuan menurunkan tingkat kelahiran melalui pendekatan kebijaksanaan kependudukkan terpadu dalam rangka mencapai keluarga yang berkualitas dan keluarga sejahtera. Variasi dalam penggunaan alat kontrasepsi pun masih rendah. Pusat Data Informasi, Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 mencatat 48,56% pengguna alat kontrasepsi menggunakan metode suntikan, 26,60% menggunakan metode pil dan sisanya tidak begitu berbedaan tara persentase penggunaan alat kontrasepsi dengan metode intra uterine device (IUD), metode operasi wanita (MOW), metode operasi pria (MOP), kondom, maupun implan. Sebagai Dosen Program Study Kebidanan, kita harus bisa mensosialisasikan mengenai alat kontrasepsi kepada masyarakat sehingga diharapkan masyarakat mengetahui pentingnya penggunaan alat kontrasepsi untuk mengendalikan kelahiran dan jumlah penduduk di Indonesia Tujuan Dan Manfaat Tujuan 1. Meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur di Desa Palopat Pijorkoling mengenai kesehatan reproduksi dan program pengendalian kelahiran dengan alat kontrasepsi. Penyuluhan kontrasepsi guna meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pasangan usia subur 5 Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat , Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi.org/10.47709/hcs.v1i1.3127 2. Meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur di Desa Palopat Pijorkoling dalam memilih alat kontrasepsi yang tepat. 3. Meningkatkan kesadaran pasangan usia subur di di Desa Palopat Pijorkoling untuk menggunakan alat kontrasepsi. Manfaat Sebagai sarana meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, pengendalian kelahiran dengan alat kontasepsi, maupun cara memilih alat kontrasepsi yang tepat Pelaksanaan Kegiatan Berdasarkan rumusan masalah diatas pemecahan masalah yang dapat di berikan yaitu : 1. Persiapan Program Persiapan merupakan langkah awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan program secara langsung. Adapun persiapan yang dilakukan yaitu persiapan segala keperluan yang akan digunakan seperti penentuan lokasi yang akan digunakan, perizinan dan persiapan administrasi. 2. Penyuluhan Penggunaan Alat Kontrasepsi Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu alternative pemecahan masalah dengan cara melakukan pemberian informasi secara kognitif untuk Agar Pasangan Usia Subur memahami tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi 3. Pembuatan Laporan Proses pembuatan laporan merupakan proses terakhir setelah program kegiatan ini sudah selesai di laksanakan. Pembuatan laporan dilakukan sebagai pertanggung jawaban segala kegiatan yang telah dilakukan. Hasil Kegiatan Sebelum dilakukan penyuluhan tentang alat kontrasepsi, masyarakat hanya tahu beberapa jenis alat kontrasepsi saja yaitu suntik KB, pil KB, IUD dan susuk KB dan belum mengetahui kelebihan dan kekurangan dari setiap alat kontrasepsi yang mereka gunakan. Setelah dilakukan penyuluhan tentang alat kontrasepsi beserta kekurangan dan kelebihannya, masyarakat lebih tahu dan dapat mempertimbangkan apakah alat kontrasepsi yang digunakan telah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pada penyuluhan terdapat ibu yang bertanya tentang kontrasepsi yang aman dan kami menjelaskan sistem kalender, dan diberikan penjelasan bagaimanan cara menghitung masa subur pada ibu tersebut. Dipenyuluhan yang kami selenggarakan yang datang hanya ibu rumah tangga saja atau para wanita sehingga para bapak atau pria tidak hadir dan kami memberikan saran untuk memberitahu suaminya untuk menggunakan kontrasepsi kondom yang aman dan efektif jika tidak menginginkan hamil. Ibu yang menggunakan susuk atau implan berdasarkan materi yang kami cari memiliki efek mual, sakit kepala, perubahan perasaan atau kegelisahan tetapi pada kenyataanya ibu yang kami beri penyuluhan tidak mengalami efek tersebut Setelah diberikan informasi tentang kontrasepsi, pandangan masyarakat tentang penggunaan alat kontrasepsi terbuka, mereka menjadi tahu jika alat kontrasepsi tidak hanya digunakan oleh wanita tetapi juga dapat digunakan oleh laki-laki. Pengetahuan tentang efek positif dan negatif dari penggunaan kontrasepsi juga meningkat jadi dapat memilih kontrasepsi yang lebih aman, sehingga pemahaman masyarakat terkait alat kontrasepsi meningkat. Penyuluhan kontrasepsi guna meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pasangan usia subur 6 Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat , Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi.org/10.47709/hcs.v1i1.3127 Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat Penyuluhan Penggunaan Alat Kontrasepsi dapat disimpulkan : 1. Kegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasme para wanita usia Subur yang mengikuti kegiatan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta penyuluhan menanyakan lebih mendalam tentang kanker menunjukkan rasa ingin tahu para peserta menerima penjelasan dengan baik. 2. Setelah diberikan informasi tentang kontrasepsi, pandangan masyarakat tentang penggunaan alat kontrasepsi terbuka, mereka menjadi tahu jika alat kontrasepsi tidak hanya digunakan oleh wanita tetapi juga dapat digunakan oleh laki-laki. Pengetahuan tentang efek positif dan negatif dari penggunaan kontrasepsi juga meningkat jadi dapat memilih kontrasepsi yang lebih aman, sehingga pemahaman masyarakat terkait alat kontrasepsi meningkat Ucapan Terima Kasih Terimakasih penulis ucapka kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan pengabdian kepada Masyarakat ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi sleuruh pembaca. Referensi Chakrawati, Fitria dan Suwignyo Siswosuharjo. 2010. Panduan Super Lengkap Hamil Sehat.Semarang. Widodo, F.Y. 2011. Efek Pemakaian Pil Kontrasepsi Kombinasi Terhadap Kadar Glukosa Darah. Di ambil pada tanggal 28 November 2015 dari http://elib.fk.uwks.ac.id/asset/archieve/jurnal/vol1.no2.Juli2011/EFEK%20PEMAKAIAN%20PIL%20K ONTRASEPSI%20KOMBINASI.pdf pada pukul16.00 WIB http://www.stikeskusumahusada.ac.id/images/file/20.pdf. Diakses pada tanggal 28 November 2015 pada pukul 20.00 WIB Penyuluhan kontrasepsi guna meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pasangan usia subur 7