Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Aplikasi Mobile untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Sejarah Nabi Muhammad SAW pada Siswa Kelas V MIN 2 Kota Lhokseumawe Nurleilawati1 1 MIN 2 Kota Lhokseumawe Correspondence: nurleila34@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 20 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Mobile Application. History Of Prophet Muhammad Saw. Interactive Learning. Classroom Action Research. Islamic Education ABSTRACT This classroom action research aims to improve fifth-grade students' understanding of the history of Prophet Muhammad SAW through the use of a mobile application-based learning method. The study was conducted at MIN 2 Kota Lhokseumawe and carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. In the initial cycle, students showed limited engagement and understanding of the material. The introduction of a mobile application designed to provide interactive content, such as multimedia presentations, quizzes, and virtual timelines, increased students' interest and participation. By cycle two, students demonstrated improved comprehension of key events in the life of Prophet Muhammad SAW, including his early life, prophethood, and key milestones. The use of the mobile application allowed students to learn at their own pace and provided instant feedback, helping reinforce the lessons. This method proved effective in increasing students' understanding by providing visual, auditory, and interactive learning experiences. The study concludes that the application-based learning method is an effective strategy to engage students and enhance their understanding of historical and religious content in a more dynamic and enjoyable way. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pemahaman siswa terhadap ajaran agama. Salah satu materi penting yang diajarkan di sekolah dasar adalah sejarah Nabi Muhammad SAW. Sejarah ini tidak hanya penting untuk dikenalkan kepada siswa sebagai bagian dari pengetahuan agama, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan teladan terhadap kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suri tauladan terbaik bagi umat Islam (Syaiful, 2. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang sejarah Nabi Muhammad SAW sangat penting untuk diterapkan sejak dini. Namun, berdasarkan observasi di kelas V MIN 2 Kota Lhokseumawe, ditemukan bahwa pemahaman siswa terhadap materi sejarah Nabi Muhammad SAW masih terbatas. Sebagian besar siswa cenderung mengingat nama-nama peristiwa penting dalam sejarah Nabi Muhammad SAW tanpa memahami konteks atau nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Materi ini sering kali dianggap sebagai hafalan yang sulit dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Rahmawati, 2. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan selama ini belum sepenuhnya efektif. Di sisi lain, penggunaan metode pembelajaran yang bersifat konvensional, seperti ceramah atau pembelajaran teks, terbukti kurang menarik perhatian siswa. Siswa sering merasa jenuh dengan pembelajaran yang hanya berfokus pada teori, tanpa adanya interaksi atau pengalaman yang dapat mengaitkan materi dengan kehidupan mereka sehari-hari. Metode ini juga cenderung bersifat satu arah, di mana guru berbicara dan siswa mendengarkan, tanpa adanya ruang bagi siswa untuk aktif berpartisipasi (Fitria, 2. Nurleilawati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 2 Maret 2025 Mengingat karakteristik siswa di tingkat SD yang lebih menyukai pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, maka dibutuhkan pendekatan yang dapat mengakomodasi gaya belajar mereka. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa adalah pembelajaran berbasis aplikasi Aplikasi mobile dapat menyajikan materi dalam bentuk multimedia yang interaktif, sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan lebih mudah diingat (Suyadi, 2. Penggunaan aplikasi mobile dalam pembelajaran memungkinkan siswa untuk mengakses materi secara lebih fleksibel dan menarik. Aplikasi ini dapat menyajikan konten berupa gambar, video, animasi, dan kuis yang dapat membantu siswa memahami sejarah Nabi Muhammad SAW secara lebih visual dan Aplikasi ini juga dapat memberikan umpan balik secara langsung, yang sangat berguna dalam membantu siswa memperbaiki pemahaman mereka (Suyanto, 2. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan, khususnya aplikasi mobile, dapat meningkatkan pemahaman siswa. Dalam pembelajaran sejarah, aplikasi mobile mampu menyajikan informasi secara dinamis dan interaktif, yang membuat siswa lebih tertarik untuk mempelajari materi tersebut. Selain itu, aplikasi mobile juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri dan pada waktu yang fleksibel (Yuliani, 2. Hal ini sangat penting bagi siswa yang lebih suka belajar dengan cara yang lebih interaktif dan tidak terbatas pada waktu dan tempat. Selain itu, aplikasi mobile juga dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar. Siswa dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja menggunakan perangkat mereka, baik itu smartphone atau tablet. Dengan adanya gamifikasi dalam aplikasi mobile, siswa dapat merasa lebih tertantang untuk menyelesaikan tugas atau kuis, sehingga meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran (Gardner, 2. Pendekatan ini membantu siswa untuk tetap bersemangat dalam belajar. Penerapan aplikasi mobile dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan keterampilan teknologi siswa. Seiring dengan perkembangan zaman, keterampilan teknologi menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Dengan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran agama, siswa tidak hanya mempelajari materi pelajaran, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat di masa depan (Kemendikbud, 2. Namun, meskipun aplikasi mobile menawarkan berbagai keuntungan, penerapannya dalam pembelajaran PAI di tingkat sekolah dasar masih terbatas. Banyak guru yang belum memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam pembelajaran agama, termasuk sejarah Nabi Muhammad SAW. Beberapa guru mungkin merasa kesulitan dalam memilih aplikasi yang sesuai atau kurangnya pelatihan untuk mengimplementasikan teknologi dalam kelas. Hal ini perlu diatasi agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara optimal (Arsyad, 2. Selain itu, keterbatasan fasilitas dan sumber daya juga menjadi tantangan dalam penerapan aplikasi mobile di sekolah dasar. Beberapa sekolah mungkin tidak memiliki perangkat yang cukup untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan akses teknologi di sekolah dan melatih guru agar mereka dapat menggunakan teknologi dengan efektif dalam pembelajaran (Syaiful, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan metode pembelajaran berbasis aplikasi mobile dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi dalam pembelajaran agama, serta memberikan gambaran mengenai efektivitas aplikasi mobile dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah agama (Syaiful. Penelitian ini juga akan menggali potensi aplikasi mobile untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan menggunakan aplikasi mobile, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami kisah-kisah penting dalam sejarah Nabi Muhammad SAW, seperti perjalanan hidup beliau, wahyu yang diterima, serta peristiwa-peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah Islam. Hal ini akan membantu siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami makna dan hikmah dari setiap peristiwa tersebut. Melalui dua siklus tindakan, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan aplikasi mobile dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW. Setiap siklus akan dianalisis untuk melihat perubahan yang terjadi pada siswa dalam hal pemahaman materi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pembelajaran PAI di sekolah dasar. Nurleilawati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 2 Maret 2025 RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus di kelas V MIN 2 Kota Lhokseumawe, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Pada siklus pertama, siswa diberikan materi sejarah Nabi Muhammad SAW melalui aplikasi mobile yang menyediakan konten interaktif seperti video, kuis, dan gambar. Kemudian, pada siklus kedua, siswa diundang untuk berdiskusi dan merefleksikan materi yang telah dipelajari melalui aplikasi untuk memperdalam pemahaman mereka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan tes formatif. Observasi digunakan untuk menilai tingkat keterlibatan siswa selama pembelajaran dan untuk mencatat perubahan dalam sikap serta motivasi mereka. Wawancara dilakukan untuk menggali persepsi siswa terhadap penggunaan aplikasi mobile dalam pembelajaran. Tes formatif . retest dan posttes. digunakan untuk mengukur perubahan pemahaman siswa terhadap materi sejarah Nabi Muhammad SAW sebelum dan setelah penerapan metode pembelajaran berbasis aplikasi mobile. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengevaluasi efektivitas metode yang diterapkan. RESULTS AND DISCUSSION Pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile dalam pembelajaran sejarah Nabi Muhammad SAW berhasil menarik minat siswa. Pada awal siklus, siswa tampak tertarik dengan konten multimedia, seperti video dan gambar yang memperkenalkan kehidupan Nabi. Namun, hasil tes formatif menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Nabi Muhammad SAW masih rendah. Hanya 12 dari 30 siswa . %) yang dapat menjelaskan dengan benar peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan Nabi (Suyadi, 2. Pada siklus II, siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih lanjut dengan aplikasi mobile, yang mencakup kuis dan tugas interaktif terkait sejarah Nabi Muhammad SAW. Pada siklus ini, ada peningkatan signifikan dalam partisipasi siswa selama pembelajaran. Sebanyak 22 dari 30 siswa . %) berhasil menyelesaikan kuis dengan skor yang lebih baik dibandingkan dengan siklus I. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi mobile membantu memperjelas materi dan meningkatkan pemahaman siswa (Fitria, 2. Selain itu, diskusi kelompok yang dilakukan pada siklus II membantu memperdalam pemahaman siswa tentang sejarah Nabi Muhammad SAW. Siswa berbagi pemahaman mereka mengenai peristiwaperistiwa besar seperti Hijrah dan Perang Badar, yang kemudian didiskusikan bersama. Proses diskusi ini membuat siswa lebih aktif dalam memahami materi dan menghubungkannya dengan kehidupan mereka sehari-hari (Syaiful, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa aplikasi mobile meningkatkan keterlibatan siswa secara Siswa terlihat lebih bersemangat mengikuti pembelajaran, terutama dengan adanya fitur interaktif yang memungkinkan mereka menjawab pertanyaan dan melihat hasil langsung dari jawaban Keberadaan feedback instan dalam aplikasi sangat membantu siswa untuk segera mengetahui kekurangan mereka dan memperbaikinya (Suyanto, 2. Wawancara dengan beberapa siswa juga menunjukkan bahwa mereka merasa lebih mudah mengingat materi setelah menggunakan aplikasi mobile. Beberapa siswa mengatakan bahwa video dan gambar yang disajikan dalam aplikasi membantu mereka lebih memahami peristiwa dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan media visual dan interaktif sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman siswa (Yuliani, 2. Peningkatan pemahaman siswa juga terlihat pada nilai tes formatif yang meningkat dari siklus I ke siklus II. Rata-rata nilai siswa pada siklus I adalah 72,5, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis aplikasi mobile memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya dalam mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW (Gardner, 2. Selain itu, siswa juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap pelajaran PAI setelah penerapan aplikasi mobile. Mereka tidak lagi merasa bosan dengan pembelajaran agama, melainkan lebih tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. Motivasi siswa Nurleilawati . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 2 Maret 2025 meningkat, dan mereka lebih sering berdiskusi dengan teman-teman mereka mengenai materi yang dipelajari (Syaiful, 2. Guru juga melaporkan bahwa penggunaan aplikasi mobile membuat proses pengajaran lebih menyenangkan dan tidak monoton. Guru dapat lebih mudah memantau perkembangan pemahaman siswa melalui fitur yang ada dalam aplikasi, seperti tes dan tugas-tugas interaktif. Hal ini memudahkan guru dalam memberikan umpan balik yang tepat dan membantu siswa dalam memperbaiki pemahaman mereka (Arsyad, 2. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan siklus I dan II. Tidak semua siswa memiliki perangkat yang memadai untuk mengakses aplikasi, yang dapat mempengaruhi tingkat partisipasi mereka dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang setara terhadap teknologi untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran berbasis aplikasi mobile (Kemendikbud, 2. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis aplikasi mobile dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah Nabi Muhammad SAW. Penggunaan aplikasi mobile yang interaktif, seperti video, kuis, dan gambar, mampu meningkatkan motivasi, pemahaman, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PAI. Dengan demikian, metode ini terbukti efektif dan dapat dijadikan alternatif untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI di tingkat sekolah dasar dan menengah CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis aplikasi mobile dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah Nabi Muhammad SAW. Hasil dari dua siklus pembelajaran menunjukkan bahwa siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka terhadap kehidupan Nabi Muhammad SAW. Penggunaan aplikasi mobile yang menyediakan konten multimedia seperti video, gambar, dan kuis interaktif membuat siswa lebih tertarik dan lebih mudah mengingat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Nabi. Selain itu, aplikasi mobile memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dan menerima umpan balik secara langsung, yang membantu mereka memperbaiki pemahaman mereka. Diskusi kelompok yang dilakukan pada siklus kedua juga membantu memperdalam pemahaman siswa. Meskipun terdapat tantangan terkait akses teknologi, secara keseluruhan, aplikasi mobile terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, metode ini dapat direkomendasikan untuk diterapkan di pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar. REFERENCES