Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 APLIKASI SIMULASI PERCOBAAN WARNA PEWARNA BIBIR BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY ANDROID-BASED LIP DYE COLOR TRIAL SIMULATION APPLICATION USING AUGMENTED REALITY TECHNOLOGY Maria Yosephine, mariayosephine1115@gmail. Frans Sinata, l1834@lecturer. Halim Agung, halimagung89@gmail. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Bunda Mulia Institut Teknologi dan Bisnis Bina Sarana Global Diterima 1 Agustus 2024 / Disetujui 5 September 2024 ABSTRACT Beauty is important for women, but there are many problems related to beauty that women experience. One of the problems that is often experienced is choosing the wrong color for lip dye, which actually makes your appearance look less than optimal. This usually happens because not all lip color colors are suitable for all skin tones, so the choice of color in lip color products is very crucial. Based on the results of the analysis of the problems obtained, it was decided that an application would be created that could simulate real-life lip color experiments using Augmented Reality (AR) technology. The method used is Face Tracking with the Concurrent Odometry and Mapping (COM) algorithm to track and then create a virtual representation of the The COM algorithm has high accuracy in tracking with stable and consistent results, so that even if there is head movement the results will remain stable and consistent. Based on the results of the trial implementation of the method for simulating lip color experiments, the implementation was successful and the simulation can run smoothly in real life. So users can use the lip color filters available in the application to find out the color that suits their skin. The trial results of the application show that the application is able to provide users with information and knowledge about undertones which is an important explanation as a guide to using the application. And with the application, users can save time and money in the process of searching for the color of lip color that suits them, because real-life simulation experiments can be carried out in the Keywords: Augmented Reality, lip color, undertone ABSTRAK Kecantikan merupakan hal penting bagi wanita, namun terdapat banyak masalah seputar kecantikan yang dialami wanita. Salah satu masalah yang kerap dialami adalah pemilihan warna pada pewarna bibir yang tidak sesuai, sehingga justru membuat penampilan tampak tidak maksimal. Hal ini biasanya terjadi dikarenakan tidak semua warna pewarna bibir cocok di semua warna kulit, sehingga pemilihan warna dalam produk pewarna bibir sangat krusial. Berdasarkan hasil analisa dari permasalahan yang didapatkan, diputuskan akan dibuat aplikasi yang dapat mensimulasikan percobaan pewarna bibir secara real-life dengan teknologi Augmented Reality (AR). Metode yang digunakan adalah Face Tracking dengan algoritma Concurrent Odometry and Mapping (COM) untuk melacak lalu menciptakan representasi virtual dari wajah. Algoritma COM memiliki akurasi tinggi dalam pelacakan dengan hasil yang stabil dan konsisten, sehingga walaupun terjadi pergerakan kepala hasil akan tetap stabil dan konsisten. Berdasarkan dari hasil uji coba implementasi metode untuk simulasi percobaan warna bibir, implementasi berhasil dilakukan dan simulasi dapat berjalan secara lancar dalam real-life. Sehingga pengguna dapat menggunakan filter pewarna bibir yang tersedia dalam aplikasi untuk mencari tahu warna yang sesuai *Korespondensi Penulis: E-mail: l1834@lecturer. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 dengan kulit mereka. Hasil uji coba dari aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi mampu memberikan pengguna informasi dan pengetahuan tentang undertone yang menjadi penjelasan pentung sebagai panduan menggunakan aplikasi. Dan dengan adanya aplikasi, pengguna dapat menghemat waktu dan uang dalam proses mencari warna dari pewarna bibir yang sesuai dengan mereka, dikarenakan percobaan simulasi secara real-life dapat dilakukan pada aplikasi Kata Kunci: Augmented Reality. Pewarna bibir, undertone. PENDAHULUAN Latar Belakang Ketika berbicara tentang wanita dan kecantikan, tidak dapat dipungkiri bahwa keduanya sangat berhubungan erat, dikarenakan kecantikan melekat dengan sifat feminin yang biasanya ada pada wanita. Setiap wanita memiliki alasan dan motif pribadi dalam mengejar kecantikan, salah satunya dikarenakan kecantikan adalah cara untuk mengekspresikan diri dan identitas mereka. Selain itu, di saat wanita merasa cantik terdapat peningkatan rasa percaya diri dan perasaan ini dapat mempengaruhi kemampuan berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. Kebanyakan manusia yang merasa puas dengan penampilannya, mendefinisikan perasaan tersebut sebagai pengalaman yang sangat menyenangkan dan bahkan terkadang melebihi ekspektasi mereka akan diri mereka sendiri. Perasaan yang dialami ini, menumbuhkan rasa kepuasan tersendiri sehingga memunculkan keinginan untuk tetap berusaha menjaga penampilannya untuk mempertahankan perasaan menyenangkan yang mereka alami . Namun, terdapat banyak masalah seputar kecantikan yang dialami wanita yang berdampak dalam mempengaruhi rasa kepercayaan diri mereka walaupun sudah berusaha untuk tampil lebih Salah satu masalah yang kerap dialami adalah pemilihan warna pada pewarna bibir yang tidak sesuai, sehingga justru membuat penampilan tampak tidak maksimal. Hal ini biasanya terjadi dikarenakan tidak semua warna pewarna bibir cocok di semua undertone warna kulit, sehingga pemilihan warna dalam produk pewarna bibir sangat krusial, oleh karena itu pengetahuan akan undertone dan warna dari kulit merupakan hal yang penting. Permasalahan lainnya yang sering dialami adalah masalah biaya dan waktu, dalam proses mencari warna yang sesuai diperlukan biaya dan waktu yang cukup banyak. Selain itu, faktor kebersihan juga perlu diperhatikan, tester makeup yang tersedia di toko-toko offline belum tentu kebersihannya terjamin sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi yang berdampak buruk untuk kesehatan. Marker Based Tracking: jenis Augmented Reality paling sederhana. Menggunakan kamera smartphone ataupun tablet sebagai media untuk menangkap objek di marker. Kamera sebelumnya telah dikalibrasi dan akan mendeteksi marker yang diberikan, setelah mengenali dan menandai pola marker, kamera akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang Jika tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi jika sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat sebelumnya. Cara kerja Augmented Reality terdiri dari: Sensor menggunakan perangkat kamera dan sensornya untuk menangkap lingkungan pengguna. Perangkat lunak mengumpulkan dan memproses data untuk menentukan penempatan objek AR. Objek AR kemudian muncul di layar secara real-time. Berdasarkan permasalahan di atas dan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, penulis memutuskan untuk membuat aplikasi berbasis Android dengan menggunakan teknologi berbasis AR. Augmented Reality memungkinkan penggunanya untuk bisa menggabungkan dunia Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 maya baik 2D ataupun 3D dengan lingkungan nyata secara real-time . Aplikasi ini akan memberi pengguna pengetahuan akan undertone kulit dan pengalaman mencoba warna pada wajah secara real-time sebagai solusi agar pengguna tidak perlu mengeluarkan energi pergi ke toko offline untuk mencoba atau membeli produk terlebih dahulu. Sehingga aplikasi akan sangat membantu dalam pemilihan warna pewarna bibir, agar kita bisa memilih dengan lebih baik apa yang cocok dengan kita tanpa menghamburkan lebih banyak uang dan waktu. Proses pengembangan Augmented Reality terdiri dari langkah-langkah:. A A A A A A A A Tentukan Tujuan dan Konsep Aplikasi. Pilih Platform yang Tepat Gunakan SDK AR yang Sesuai Desain dan Buat Objek 3D Implementasi Tracking dan Interaksi Optimasi Kinerja dan Pengujian Integrasikan dengan Fitur Lain (Opsiona. Rilis dan Promosikan Aplikasi Penerapan Augemented Reality pada kasus ini merupakan pemanfaatan fitur marker based pada augmented reality. Marker digunakan untuk mengenali area wajah Identifikasi Masalah Permasalahan ditemukan pada rasa percaya diri seorang wanita ketika memilih pewarna Warna pada bibir sangat penting dan perlu adanya penyesuaian sehingga dapat cocok di kulit wanita. Setiap wanita memiliki warna kulit yang berbeda Ae beda sehingga penggunaan teknologi berbentuk augmented reality perlu diimpleementasikan agar dapat memberikan pengalaman yang berbeda dalam memilih pewarna bibir yang sesuai dengan warna kulit wanita. Teknologi AR telah diterapkan dalam berbagai bidang, seperti hiburan, kesehatan, dan masih banyak lagi. , . Salah satu contoh penerapan AR dalam bisnis adalah uji coba makeup dengan cara menampilkan produk secara virtual pada wajah manusia. Sehingga terjadi simulasi pengalaman percobaan yang lebih menarik konsumen, dikarenakan dampak psikologis saat pengalaman terasa lebih nyata . Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah mempermudah pengguna mengetahui undertone mereka melalui fitur yang terdapat dalam aplikasi, membantu pengguna dalam menemukan warna dari pewarna bibir yang sesuai dengan mereka dan pengguna dapat menghemat waktu dan uang dalam pemilihan produk kecantikan. METODOLOGI PENELITIAN Penggumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, studi pustaka dan perancangan aplikasi. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner berisi pertanyaan tentang permasalahan undertone dan pemilihan warna pewarna bibir yang sesuai akan disebar melalui sosial media, lalu akan dibuat solusi melalui aplikasi berdasarkan jawaban dari audiensi. Pengumpulan data dalam pemilihan warna yang disediakan dalam aplikasi dilakukan melalui informasi yang bersumber dari jurnal, buku, dan informasi lain yang ada dalam internet. Bentuk perancangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan activity diagram dan use case diagram. Setelah tahap perancangan maka rancangan tersebut akan direalisasikan menjadi aplikasi. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Aplikasi yang dibuat akan fokus kepada mobile dan berbasis android dan menggunakan IDE (Integrated Development Environmen. untuk pembuatan aplikasi yaitu Android Studio dengan menggunakan framework Flutter dan bahasa pemrograman Dart. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat sampel yaitu persian plum, apple blossom, deep rose, dan chestnut red. Persian plum adalah warna merah tua dengan undertone cool dan hex code 6F1C1A dapat dilihat pada Gambar 1. Apple blossom adalah warna coklat kemerahan dengan undertone neutral dan hex code B34947 dapat dilihat pada Gambar 2. Deep rose adalah warna merah muda dengan undertone neutral mengarah ke cool dan hex code D3506A dapat dilihat pada Gambar 3. Chestnut red adalah warna coklat muda dengan undertone neutral dan hex code BF4C3A dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 1 Warna persian plum Gambar 3 Warna deep rose Gambar 4 Warna chestnut red Gambar 2 Warna apple blossom HASIL DAN PEMBAHASAN Pada gambar 5 merupakan tampilan utama dari aplikasi di mana terdapat 2 tombol yang dapat dipilih pengguna. Tombol pertama akan mengarahkan pengguna ke halaman menu dan tombol kedua mengarahkan ke halaman artikel. Pada gambar 6 menunjukkan tampilan dari halaman artikel, di mana halaman ini berisi penjelasan tentang undertone yang akan mempermudah pengguna dalam penggunaan aplikasi. Pada gambar 7 merrupakan tampilan dari menu yang berisi warna-warna pada kategori warm, pengguna dapat mencoba semua warna yang tersedia pada kategori ini. Pada gambar 8 merupakan tampilan dari menu yang berisi warna-warna pada kategori cool, pengguna dapat mencoba semua warna yang tersedia pada kategori ini. Pada gambar 9 merupakan tampilan dari menu yang berisi warna-warna pada kategori neutral, pengguna dapat mencoba semua warna yang tersedia pada kategori ini. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Pada gambar 10 menunjukkan tampilan dari halaman kamera, halaman ini akan menunjukkan pengguna simulasi dari memakai warna yang mereka pilih secara real-life dengan menggunakan teknologi Augmented Reality. Gambar 6 Tampilan halaman Gambar 5 Tampilan halaman Gambar 7 Tampilan halaman menu warm Gambar 11 merupakan kode program penerapan metode. Sistem bekerja dengan mendeteksi wajah dan feature point melalui kamera, lalu informasi yang didapat dikonversikan menjadi Mesh yang didapat merupakan 3D mesh wajah berdasarkan dari wajah yang dideteksi oleh kamera, mesh ini bekerja sebagai representasi virtual dari wajah pengguna. 3D mesh wajah yang digunakan memiliki empat ratus enam puluh delapan poin sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Setelah itu, sistem akan mengambil informasi setiap byte dari tekstur 2D yang sudah disediakan dan dipilih oleh pengguna lalu disimpan dalam sistem. Lalu hasil dari informasi yang terlah disimpan ini akan diimplementasikan diatas representasi 3D mesh wajah Pengujian black box dilakukan untuk mengetahui user interface yang telah dibuat pada aplikasi sudah sesuai atau tidak dengan fungsinya, berikut tabel dari hasil pengujian yang sudah Dari semua hasil pengujian, diketahui bahwa tombol AuLip FilterAy pada halaman utama, kategori Warm. Cool dan Neutral pada halaman menu, warna deep rose,red pink, persian plum, deep carmine, brick red, dan mandy dalam kategori cool pada halaman menu sesuai. Selain itu, pengujian warna warm yang terdiri dari old brick, vivid auburn, smoky topaz, deep chestnut, mojo, terracotta dan reddish orange juga sesuai. Pengujian warna netural yang terdiri dari metalic copper, brown, apple blossom, chestnut red, jasper, deep rose dan bean red dikatakan sesuai. Pengujian tombol back pada menu dan Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 artikel, guide, deteksi pelacak wajah, dan pengujian tampilan ilustrasi pada halaman artikel sesuai dengan yang dibutuhkan. Gambar 9 Tampilan halaman menu neutral Gambar 8 Tampilan halaman menu cool Gambar 11 Potongan kode implementasi metode Gambar 10 Tampilan halaman Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Gambar 12 Hasil implementasi filter warna kategori cool Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Gambar 13 Hasil implementasi filter warna kategori warm Gambar 14 Hasil implementasi filter warna pada kategori Pada gambar 12 menunjukkan hasil uji coba dari implementasi filter pewarna bibir pada kategori cool dengan 7 warna yang tersedia yaitu Mandy. Brick Red. Cadmium Red. Persiap Plum. Deep Carmine. Red Pink. Dan Deep Rose. Berdasarkan dari hasil foto diatas, implementasi sukses dilakukan pada semua warna yang tersedia dan warna tampak pada bibir seperti penggunaan pewarna bibir pada real life. Pada gambar 13 menunjukkan hasil uji coba dari implementasi filter pewarna bibir pada kategori warm. dengan 7 warna yang tersedia yaitu Olr Brick. Deep Chestnut. Vivid Auburn. Mojo. Smoky Topaz. Terracotta, dan Reddish Orange. Berdasarkan dari hasil foto diatas, implementasi sukses dilakukan pada semua warna yang tersedia dan warna tampak pada bibir seperti penggunaan pewarna bibir pada real life. Pada gambar 14 menunjukkan hasil uji coba dari implementasi filter pewarna bibir pada kategori neutral. dengan 7 warna yang tersedia yaitu Metallic Copper. Chestnut Red. Sanguine Brown. Apple Blossom. Jasper. Deep Rose, dan Bean Red. Berdasarkan dari hasil foto diatas, implementasi sukses dilakukan pada semua warna yang tersedia dan warna tampak pada bibir seperti penggunaan pewarna bibir pada real life. Gambar 15 merupakan perbandingan antara sampel warna Deep Rose dengan filter Deep Rose yang tersedia pada aplikasi. Berdasarkan dari hex code yang didapat berdasarkan foto diatas yaitu E6799C untuk hasil dengan filter dan E87FA0 untuk hasil dari sampel warna. Nilai Delta E yang didapat dari hasil perbandingan kedua hex code tersebut adalah DeltaE: 1. 43 dimana terdapat perbedaan diantara kedua warna namun masih sangat dekat. Gambar 16 merupakan perbandingan antara sampel warna Apple Blossom dengan filter Apple Blossom yang tersedia pada aplikasi. Berdasarkan dari hex code yang didapat berdasarkan foto diatas yaitu CF6073 untuk hasil dengan filter dan D96373 untuk hasil dari sampel warna. Nilai Delta E yang didapat dari hasil perbandingan kedua hex code tersebut adalah DeltaE: 2. dimana terdapat perbedaan diantara kedua warna namun masih sangat dekat. Gambar 17 merupakan perbandingan antara sampel warna Persian Plum dengan filter Persian Plum yang tersedia pada aplikasi. Berdasarkan dari hex code yang didapat berdasarkan foto diatas yaitu CC647B untuk hasil dengan filter dan CC647B untuk hasil dari sampel warna. *Korespondensi Penulis: E-mail: l1834@lecturer. Jurnal Algoritma. Logika dan Komputasi Versi Online: https://journal. id/index. php/alu DOI: http://dx. org/10. 30813/j-alu. Vol. VII (No. 02 ) : 688 - 696. Th. p-ISSN: 2620-620X e-ISSN: 2621-9840 Nilai Delta E yang didapat dari hasil perbandingan kedua hex code tersebut adalah DeltaE: 2. dimana terdapat perbedaan diantara kedua warna namun masih sangat dekat. Gambar 15 Perbandingan sampel warna deep rose dengan filter yang tersedia Gambar 16 Perbandingan sampel warna apple blossom dengan filter yang tersedia Gambar 17 Perbandingan sampel warna persian plum dengan filter yang tersedia SIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan analisa dari penelitian tentang AuAPLIKASI SIMULASI PERCOBAAN WARNA PEWARNA BIBIR BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITYAy yang sudah dibahas pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa aplikasi memberikan pengguna informasi dan pengetahuan tentang undertone yang nantinya menjadi salah satu topik dan poin penting dalam tujuan dibuatnya Implementasi dari algoritma dan teknologi AR yang digunakan untuk simulasi berhasil. Pengguna dapat menggunakan filter pewarna bibir yang tersedia dalam aplikasi untuk mencari tahu warna yang sesuai dengan kulit mereka. Pengguna dapat menghemat waktu dan uang dalam proses mencari warna dari pewarna bibir yang sesuai dengan mereka, dikarenakan percobaan simulasi secara real-life dapat dilakukan pada aplikasi. Dari hasil pembahasan penelitian yang sudah diuraikan melalui bab-bab sebelumnya, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan penelitian ini. Sehingga, diajukan saran agar pengembangan aplikasi menjadi lebih baik yaitu pengembangan fitur tangkap layar agar pengguna dapat membandingkan antar dua atau lebih warna yang dicoba melalui hasil tangkapan layar dan penambahan warna agar lebih bervariasi dan lebih banyak warna yang dapat dicoba. DAFTAR PUSTAKA