AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies P-ISSN: 2622-9897 E-ISSN: 2622-9838 Vol. No. March 2025, 123-147 DOI: https://doi. org/10. 58223/al-irfan. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities Abdurrahmansyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia abdurrahmansyah73@radenfatah. Ade Ahmad Saputra Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia adeakhmadsaputra_uin@radenfatah. Nurseri Hasnah Nasution Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia a nurserihasnahnasution_uin@radenfatah. Vicky Chandra Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia vindri22@gmail. Juan Muliawan Fatrin Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia mulyawan@gmail. Abstract Keywords: Curriculum. Mosque. Radicalism. Ta'mir. Salafi Radicalism in the mosque environment is one of the social phenomena that needs serious attention. Mosques, as centres of worship and Islamic learning, can be effective means of spreading moderate ideology, but are also vulnerable to infiltration of radical This phenomenon occurs in various cities in Indonesia, including Palembang. This research aims to analyze the penetration patterns of the spread of radical ideology through recitation activities in Palembang City mosques. This research uses a qualitative approach with a case study method. The data source in this research, namely the primary source, is the chairman of the mosque takmir, chairman of the Idarah and Imarah section, as the administrator who has the authority to make decisions regarding mosque management such as the recitation schedule at the mosque. AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 The secondary source of this research will be directed at the mosque congregation who are involved in every activity held at the mosque. Data collection in this research used interview, documentation and observation techniques. The stages of the data analysis process include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of this research can be concluded as follows: The patterns of penetration of radical Islamic ideology from Salafi followers among residents and mosque congregations in Palembang include, among others, through the spread of Salafi ustadz as Friday preachers, through the distribution of books that have been explained. from Salafi ulama circles, and through the distribution of message and video posts on Whatsapp Group. Abstrak Kata Kunci: Kurikulum. Masjid. Radikalisme. Ta'mir, salafi Radikalisme di lingkungan masjid menjadi salah satu fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian serius. Masjid, sebagai pusat ibadah dan pembelajaran keislaman, dapat menjadi sarana efektif dalam menyebarkan paham moderat, tetapi juga rentan terhadap infiltrasi ideologi radikal. Fenomena ini terjadi di berbagai kota di Indonesia, termasuk Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis pola-pola penetrasi penyebaran paham radikal melalui kegiatan pengajian di masjid Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini yakni sumber primer adalah ketua takmir masjid, ketua bagian Idarah dan Imarah, sebagai pengurus yang berwenang mengambil keputusan mengenai pengelolaan masjid seperti jadwal pengajian di masjid. Sumber sekunder penelitian ini akan diarahkan pada para jamaah masjid yang terlibat pada setiap kegiatan yang diselenggarakan di masjid. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Tahapan proses analisis data meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penggambaran kesimpulan serta Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pola-pola penetrasi paham radikal Islam dari para pengikut Salafi di kalangan warga dan jamaah masjid di Palembang antara lain melalui penyebaran para ustadz Salafi sebagai khatib JumAoat, melalui penyebaran kitab-kitab yang telah diberika penjelasan . dari kalangan ulamaulama Salafi, dan melalui penyebaran postingan pesan dan video di Whatsapp Group. Received: 13-11-2024. Revised: 11-12-2024. Accepted: 21-03-2025 A Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin 124 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Pendahuluan Radikalisme dan antimoderasi beragama masih menjadi isu aktual dan terus menerus diwaspadai dalam konteks pengajaran agama Islam di berbagai institusi keagamaan baik secara formal, informal, dan non-formal. Masjid sebagai lembaga pengajaran agama Islam melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan pengurus atau takmir masjid seperti kegiatan pengajian majelis taklim, pengajian kitab, dan khutbah JumAoat dipandang sebagai upaya yang sangat efektif untuk mengedukasi dan penguatan pemahaman keagamaan umat Islam di lingkungan masing-masing. Pemerintah melalui Kementerian Agama secara intensif telah melakukan upaya pembinaan dengan mengintervensi berbagai kegiatan pengajaran Islam di masjid melalui program pelatihan bagi pengurus masjid. Mengingat jumlah masjid yang sangat banyak yang tersebar pada hampir setiap lingkungan RT dan RW tidak menutup kemungkinan terdapatnya konten pengajaran Islam yang tidak relevan dengan paradigma moderasi bergama yang dikembangkan pemerintah. Melalui studi yang dilakukan Sunaryo . terungkap bahwa adanya masjid di Indonesia yang menjadi tempat persemaian paham radikal Islam. Masjid telah digunakan sebagai tempat untuk sosialisasi dan kaderisasi kelompok Islam radikal. Cara pandang moderasi dalam melihat keragaman agama di Indonesia dianggap sebagai konsep yang mampu meredam konflik antar pemeluk agama dengan berbagai model dan cara pandang agama masing-masing (Raharja et al. , 2. Institusi masjid secara massif telah diupayakan untuk menjadi lembaga penyebaran paham kekerasan agama dan radikalisme yang membutuhkan antisipasi melalui manejemen pengelolaan masjid yang berkontribusi untuk membatasi ruang gerak dan ruang dakwah Islam yang anti moderasi (Waritsa. Widodo & Karnawati, 2. Pendampingan terhadap pengelolaan masjid dapat secara efektif membentengi penetrasi gerakan Islam radikal yang memanfaatkan kelalaian pengurus dalam mengorganisir kegiatan masjid. Rafiuddin . , mensiyalir bahwa lembaga pendidikan non-formal secara 125 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 efektif mampu meredam berkembangnya paham Islam radikal di kalangan Berbagai model dan pendekatan dilakukan oleh kelompok Islam radikal dalam melakukan penetrasi paham-paham anti moderasi di kalangan umat Islam. Penelitian Toto Suharto, . mengemukakan bahwa gerakan transnasional sesungguhnya telah lama memanfaatkan lembaga pendidikan Islam sebagai institusi yang aman untuk menyebarkan pandangan radikal (Arikunto, 2. Bahkan sekolah-sekolah dengan label sekolah Islam terpadu terindikasi sebagai lembaga pendidikan yang telah terpapar pandangan Islam Bahkan banyak pondok pesantren dan sekolah-sekolah yang terapiliasi dengan jaringan sekolah Islam terpadu diindikasikan kecenderungan falsafah pendidikan yang kurang relevan dengan falsafah pendidikan nasional (Mundji. Secara lebih jauh kehadiran global network dengan kemunculan Islam transnasional telah mengubah wajah Islam Indonesia. Terkait dengan jaringan ini misalnya, gerakan Salafi telah mewarnai ideologinya melalui pendidikan yang dikenal dengan pendidikan Islam transnasional (Suharto, 2. Para pelaku gerakan radikal yang telah berkiprah di sekolah-sekolah Islam terpadu, juga secara aktif melakukan gerakan dakwah di masyarakat luas, terutama di sekitar tempat tinggal mereka. Masjid dengan posisi yang dekat dengan tempat tinggal mereka selalu mereka kunjungi untuk kemudian mulai meletakkan dasar-dasar ideologis keagamaan yang bersifat radikal. Merujuk studi Ubaidillah . , gerakan Salafi . lobal salafis. sangat intensif dan massif menyebarkan pandangan Islam fundamentalis, revivalis, dan transnasional dengan berbagai metode dan pendekatan termasuk mendidik para juru dakwah, pemberian beasiswa ke sentra-sentra pendidikan berbasis paham Salafi-Wahabi, termasuk proyek publikasi kitab-kitab keagamaan versi pandangan Salafi yang disebarkan di masjid-masjid di Indonesia. Di beberapa masjid di Indonesia, pola penyebaran paham Islam radikal diawali dengan pembangunan masjid oleh kalangan internal penganut Salafi. 126 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Namun di beberapa kasus, masjid umum yang biasa digunakan masyarakat dengan tata cara ibadah yang sejak lama menjadi tradisi, terkadang terkooptasi oleh pengurus masjid yang bersimpati atau telah menjadi penganut paham Salafi. Pola terakhir ini telah menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat muslim (Syahbana, 2. Selain menggunakan lembaga masjid sebagai sasaran dakwah, gerakan Salafi saat ini telah melakukan transformasi metode dakwah dengan pengunakaan media sosial. Gerakan dakwah secara digital ini, juga masih menyisakan konflik karena tidak jarang postingan-postingan yang disebarkan para penganut paham salafi cenderung memojokkan cara pandang keagamaan umat Islam yang tidak sepaham (Ghiyats, 2. Ridwan & Gaus AF . dalam sebuah studinya menegaskan bahwa penyebaran agama di masjid sering dijadikan sebagai panggung menyebar kebencian dan paham radikal kepada masyarakat. Beberapa kasus masjid di Pulau Bali justru gerakan dakwah Salafi sangat aktif dengan ciri metode dakwah yang mengedepankan cara pandang tekstualis dan tidak kontekstual seperti yang banyak digunakan para aktivis dan penganut paham salafi dan Hizbut Tahrir Indonesi (Santoso, 2. Fakta ini semakin meminggirkan komunitas Islam lokal dengan tradisi Islam yang biasa dilakukan sejak lama. Jamaah masjid yang rata-rata tidak memiliki basis pengetahuan agama yang baik seringkali lebih tertarik dengan pola pengajaran agama yang bersifat tektualis dan menghindari untuk disebut sebagai pelaku bidAoah. Fungsi manajemen masjid sangat signifikan untuk mengantisipasi masuknya paham Islam radikal dalam kegiatan dakwah masjid (Marzuki et al. Munculnya paham Islam radikal bisa dimulai dari kegiatan pengajian di masjid dengan intensitas model dakwah dan pengajian yang bercorak tekstualis dan mengajarkan penafsiran sempit dalam menjelaskan dalil-dalil agama. Fenomena munculnya semangat menghidupkan kegiatan masjid saat ini telah tumbuh secara menggairahkan di seluruh masjid di Indonesia. Namun berdasarkan studi yang dilakukan Noorbani . pola pengajaran Islam melalui penyampaian khutbah Jumat di masjid kota Palembang justru masih 127 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 dominan menggunakan pendekatan tekstual. Para khatib belum mampu menjelaskan pesan-pesan agama secara kontekstual. Dalam konteks masjid di kota Palembang, pola pengelolaan masjid masih belum seluruhnya dilakukan secara terencana. Fakta ini sangat mungkin menjadi celah bagi kelompok tertentu untuk melakukan penetrasi dakwah melalui paradigma sempit yang berpotensi membentuk pemahaman Islam radikal di kalangan umat. Sejauh ini sudah terdapat beberapa penelitian yang memfokuskan pada isu manajemen masjid dalam kaitannya dengan pemberdayaan umat. Penelitian yang dilakukan Marzuki & Benni Setiawan . , dengan judul Counternarratives of Religious Radicalsme Through Mosque-based Islamic Education to Build Inclusive Religiosity in Indonesia. Penelitian Ridwan & Gaus, . dengan judul Benih-Benih Islam Radikal di Masjid: Studi Kasus Jakarta dan Solo, penelitian Edi Junaedi & A. Mustofa Asrori . dalam (Abdurrahmansyah et al. , . secara lebih spesifik dengan mengangkat isu locus penelitian di Kota Palembang seperti yang dipublikasikan Noorbani, . dengan judul penelitian Pola Khutbah JumAoat di Kota Palembang: Patterns of Friday Sermons In Palembang. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam mengidentifikasi pola penetrasi paham radikal di masjid Kota Palembang. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih luas membahas radikalisme di masjid secara nasional atau global, penelitian ini memberikan fokus khusus pada kasus di Palembang dan mengungkap pola spesifik yang digunakan kelompok radikal dalam menyebarkan ideologi mereka. Pola tersebut meliputi pemanfaatan khatib JumAoat, distribusi kitab-kitab berisi syarah Salafi, serta penyebaran konten ceramah di WhatsApp Group. Selain itu, penelitian ini menawarkan perspektif baru mengenai peran manajemen masjid sebagai strategi deradikalisasi, termasuk seleksi terhadap khatib, kontrol materi pengajian, dan pengawasan terhadap konten digital yang beredar di komunitas jamaah. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana platform digital seperti WhatsApp Group digunakan sebagai alat dakwah kelompok radikal dan bagaimana jamaah masjid meresponsnya, sesuatu yang belum banyak dibahas dalam penelitian 128 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Sejauh ini belum ada penelitian yang memfokuskan pada aspek pola penetrasi penyebaran paham radikal di masjid. Penelitian ini menjadi penting dalam kaitannya dengan isu-isu penguatan fungsi masjid sebagai lembaga pendidikan non formal yang mampu melakukan pencerahan bagi umat Islam dalam rangka membentuk karakter bergama yang moderat dan berwawasan rahmatal lil alamin. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk menganalisis menganalisis pola-pola penetrasi penyebaran paham radikal melalui kegiatan pengajian di masjid Kota Palembang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus . ase stud. Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengungkap secara deskriptif mengenai pengelolaan pembelajaran berbasis masjid dalam mengantisipasi masuknya paham Islam radikal di kalangan jamaah masjid. Penelitian studi kasus diartikan sebagai Ausuatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus tertentu secara intensif dan rinciAy. Pada jenis penelitian ini peneliti harus melakukan pendalaman terhadap suatu kasus yang terjadi secara menyeluruh. Kehadiran peneliti di tempat lokasi pertama kali adalah untuk melakukan studi Selain itu kehadiran peneliti selama di lapangan sangat signifikan maknanya untuk mengumpulkan data. Total kehadiran peniliti ialah sebanyak 10 kali. Adapun tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di masjid al-Karim dan masjid Baitul Jannah yang berlokasi kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Sumber data dalam penelitian ini yang disebut dengan sumber primer adalah ketua takmir masjid, ketua bagian Idarah dan Imarah yang berwenang mengambil keputusan mengenai pengelolaan masjid seperti jadwal pengajian di Sumber sekunder penelitian ini akan diarahkan pada para jamaah masjid yang terlibat pada setiap kegiatan yang diselenggarakan di masjid. 129 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Wawancara yang dilakukan ialah wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik dokumentasi untuk memperkuat dan memperdalam informasi yang diperoleh melalui kegiatan wawancara dan observasi. Jenis pengamatan yang dilakukan oleh peneliti adalah pengamatan nonpartisipan. Pengamatan nonpartisipan yaitu peneliti tidak ikut aktif di dalam bagian kegiatan yang Data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis untuk kemudian dilakukan dianalisis. Tahapan atau proses analisis data dilakukan sesuai dengan model atau siklus dari Miles & Huberman, . yaitu meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penggambaran kesimpulan serta verifikasi. Untuk meningkatkan ketekunan. Tahap- tahap dalam penelitian ini yaitu dengan. tahap persiapan. tahap pendahuluan. tahap penyusunan proposal riset. tahap pelaksanaan. tahap penyusunan laporan. Pembahasan dan Diskusi Pola-pola Penetrasi Paham Radikal melalui Kegiatan Pengajian di Masjid Kota Palembang Penetrasi paham radikal Islam di Indonesia cukup intensif dan menjadi fokus perhatian pemerintah untuk mengantisipasi perkembangan paham ini. Kelompok Salafi salah satu yang diidentifikasi sebagai kelompok pemahaman Islam yang bercorak radikal. Rohaly et al. , . dan Hafid, . dalam sebuah penelitiannya menegaskan bahwa kemunculan paham Islam radikal di Indonesia sejak era reformasi semakin merebak. Gerakan radikalisme kanan melalui momentum era keterbukaan semakin menemukan posisi tepat untuk menyebarkan pandangan radikal oleh kelompok-kelompok tertentu seperti munculnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), 130 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Front Pembela Islam (FPI). Gerakan Salafi. Laskar Jundullah. Lasykar Jihad. Gerakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), dan Negara Islam Indonesia (NII). Gerakan salafi yang diidentifikasi di atas sebagai kelompok radikal Islam tentu saja perlu diwaspadai dan diantisipasi dengan efektif melalui upaya aktif di masyarakat terutama di masjid. Manajemen masjid penting melakukan filter terhadap penetrasi masuknya paham-paham salafi di kalangan jamaah. Artikulasi dakwah salafi yang cenderung menyalahkan paham kelompok lain di luar dirinya dengan tuduhan bidAoah dan sesat terhadap amalan-amalan jamaah lain yang telah dipraktikkan sejak lama pasti akan menimbulkan gejolak dan potensi konflik di kalangan jamaah. Berikut dijelaskan beberapa pola penetrasi kalangan pengikut Salafi dalam menjalankan misi dakwah di kalangan jamaah non-salafi, di antaranya adalah: Melalui Penetrasi Program Pembacaan Kitab-kitab di Masjid Untuk fenomena yang terjadi di masjid al-Karim Jalan Macan Kumbang Barat penetrasi pengikut salafi dilakukan dalam bentuk menginisiasi kegiatan pembacaan kitab Riyadhush Shalihin karangan imam an-Nawawi setiap habis salat Subuh. Iniasitif pengadaan kitab dilakukan oleh pengikut salafi dengan membeli dan menyumbangkan satu paket terjemahan kitab Riyadhush Shalihin empat jilid tebal. Fakta ini dikemukakan ML seorang pengurus masjid al-Karim. AuMasjid kami ini baru dibangun dan sejak Ramadhan tahun 2023 sudah kami fungsikan untuk salat jamaah. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan. Adalah pembacaan satu hadits dari kitab terjemahan Riyadush Shalihin sehabis Subuh. Kitab ini disumbangkan oleh oleh ustadz NF dan sampai sekarang masih berlanjutAy . awancara, 12 Juli 2. Berdasarkan observasi peneliti pada saat salat Subuh dan pelaksanaan pembacaan kitab . /7/2. kegiatan ini berlangsung singkat karena hanya membaca satu hadits saja. 131 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Proses pembacaan dan penjelasan singkat hadits berlangsung kira-kira 20 menit dan tidak dilakukan tanya jawab. Salah seorang jamaah. AC mengatakan bahwa kegiatan pembacaan kitab sangat bermanfaat bagi Seorang jamaah. AC, mengaku selalu salat Subuh di masjid al-Karim karena berharap akan mengikuti kegiatan pembacaan kitab ini. Dengan antusias AC mengatakan: AuBagus Pak ! Bagi aku kegiatan cak ini perlu. Aku jadi tahu mengenai hal-hal yang pernah dikatakan dan dilakukan Nabi terkait dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek ibadah. Ku kiro jarang di masjid melakukan kegiatan iniAy. (Wawancara, 15/07/2. Kegiatan seperti pembacaan kitab di masjid nampaknya dianggap perlu oleh jamaah karena dapat menambah ilmu dan pengetahuan agama mereka. Namun, seorang marbot masjid MYN yang memang memiliki latar belakang pondok pesantren agak memiliki perspektif yang lain mengenai program pembacaan kitab ini. dalam hal ini MYN mengatakan: AuMemang kitab ini sebenarnya bagus Pak dan banyak dipelajari pondok Tapi kitab yang dibaca di masjid al-Karim ini adalah kitab terjemahan dan disyarah oleh ulama Saudi. Ustadz selalu membaca isi hadits sekaligus membaca syarah kitab yang kadang-kadang ada beberapa aspek yang kurang sesuai dengan aqidah Ahlussunnah wal jamaahAy. awancaea, 15/07/2. Ketika peneliti melakukan observasi dan melihat dokumen kitab ini yakni kitab Riyadhush Shalihin min Kalam Sayyidil Mursalin karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syarif An-Nawawi Ad-Dimasyqi memang tertulis nama Syekh Salim ibn AoIed al-Hilali sebagai pen-syarah. Menurut MYN syarah kitab ini seharusnya tidak dibacakan di masjid al-Karim karena khawatir pemahaman Wahabi akan menyebar di kalangan jamaah. Sambil menunjukkan layar smartphone yang berisi hasil penelusuran terhadap profil sosok ulama Saudi pensyarah kitab Riyadush Shalihin yang dengan yakin mengatakan bahwa beliau adalah ulama Wahabi atau ulama Salafi. Selanjutnya myn mengatakan bahwa ulama Wahabi pernah menyatakan 132 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 bahwa Imam Nawawi itu sesat. Ketika peneliti menelisik lebih dalam bukti bahwa syarah kitab ini telah disusupi paham-paham Salafi Wahabi. MYN menunjukkan syarah hadits dalam kitab tersebut khususnya pada BAB 3 tentang tema Sabar pada halaman 69 berupa catatan kaki dari pensyarah. Secara lebih lanjut mengenai penggunaan kitab terjemahan Riyadhush Shalihin pada agenda kegiatan masjid al-Karim. ML sebagai ketua pengurus masjid mengatakan: AuIni masjid baru pak, saya adalah inisiator dan pemrakarsa pendirian masjid sekaligus mengupayakan pendanaan pembangunan sampai selesai dan dapat digunakan saat ini. Saya ini bukan alumni sekolah agama jadi pengetahuan agama saya sangat minim. Saya melibatkan para ustadz di sekitar sini untuk menjadi pengurus masjid dan menghidupkan kegiatan masjid seperti menjadi imam dan pemateri kegiatan pengajian. Termasuk kitab-kitab yang dibacakan di masjid ini juga saya percayakan kepada para ustadz itu. Namun saya tegaskan bahwa masjid al-Karim berhaluan paham Ahlussunnah wal JamaAoahAy (Wawancara, 27/07/2. Berdasarkan observasi . /07/2. peneliti memperhatikan di layar running text yang dipasang di dinding masjid al-Karim memang terdapat tulisan besar berbunyi: AuMEMBANGUN KESEJAHTERAAN UMAT ISLAM DI BAWAH AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAoAHAy. Kalimat ini ditulis dengan huruf warna biru mencolok sehingga dapat terlihat dan dibaca oleh jamaAoah yang masuk ke dalam masjid. Menurut penjelasan ustadz MFA, sebagai pengurus masjid bidang Idharah yang bertanggungjawab terhadap kegiatan peribadatan di masjid alKarim juga mengakui ada jamaAoah dan ustadz yang terindikasi berpaham salafi dan bertempat tinggal di lingkungan dekat masjid al-Karim dan masjid Baitul Jannah. Ustadz MFA juga membenarkan bahwa salah satu bentuk pola penyebaran paham Wahabi atau Salafi adalah melalui pengajian dan pembacaan kitab-kitab. Ketika dikonfirmasi mengenai aktivitas pembacaan 133 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 kitab terjemahan Riyadhush Shalihin di masjid al-Karim, ustadz MFA AuYa waktu itu ada ustadz mengkonfirmasi kepada saya untuk menyediakan kitab dan menyarankan agar dilakukan kegiatan pembacaan kitab setiap selesai salat Subuh. Saya menyetujuinya karena kitab Riyadush Shalihin adalah kitab yang biasa dibaca oleh umat Islam Indonesia khususnya di pondok pesantren Ahlussunah wal JamaAoah. Saya juga sering mendapat giliran membaca kitab itu di masjid. Cuma kita tidak terlalu fokus pada syarah kitab jika bersifat Kita menjelaskan kepada jamaah duduk perkara makna hadits seperti yang umum dipahami oleh umat Islam. Jadi, kita memfilter untuk tidak menjelaskan versi paham salafi sajaAy . awancara, 11/7/2. Sebagai informasi, bahwa di lingkungan RT 48 dekat masjid al-Karim dan masjid Baitul Jannah terdapat sebuah majelis taklim milik komunitas Salafi. Majelis Taklim Irsyadul Ummah diketahui selama ini oleh warga sebagai tempat berkumpul jamaah salafi dari berbagai tempat untuk melakukan pengajian. Namun warga sekitar RT 48 dan RT 49 justru tidak banyak yang menjadi pengikut atau jamaah pada majelis taklim Irsyadul Ummah ini. Tempat lokasi majelis taklim ini adalah rumah warga yang terdapat plang nama majelis taklim dan pagar tertutup sekeliling rumah. Sejauh ini tidak ada konflik antara jamaah majelis taklim ini dengan warga. Melalui Penugasan Ustadz-ustadz Salafi sebagai Khatib JumAoat Sebagai rukun dalam rangkaian ibadah salat JumAoat, posisi khutbah menjadi sangat penting. Khutbah JumAoat berisi materi utama untuk meningkatkan ketakwaan jamaah. Sejauh ini tidak ada aturan tertulis mengenai kriteria khatib JumAoat pada al-Karim dan Baitul Jannah. Namun pengurus masjid mengaku sangat penting untuk memastikan para khatib yang mumpuni sebagai penyampai khutbah JumAoat. Semua pengurus pada dua masjid ini mengaku merasa bersalah jika mengizinkan khatib yang tidak berkompeten sebagai khatib karena akan didengar dan diingat para jamaah salat JumAoat. Pengurus masjid tidak membiarkan jika ada khatib yang selalu 134 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 memprovokasi jamaah dengan mengangkat isu-isu khilafiyah, politik praktis, dan pesan-pesan intoleransi. Seorang pengurus masjid al-Karim. MY AuMasjid tidak boleh digunakan untuk memprovokasi umat. Makanya kami menyeleksi khatib melalui identifikasi setiap mereka menjadi khatib. Jika menunjukkan penampilan buruk kami tidak akan pakai lagi sebagai khatibAy . awancara, 17/07/2. Sejauh ini pemantauan terhadap para khatib adalah melalui penampilan mereka ketika menyampaikan khutbah. Selebihnya untuk mengetahui kualifikasi para khatib adalah melalui penilaian para jamaah ketika khatib berada di mimbar khutbah JumAoat. Berdasarkan wawancara dengan marbot masjid al-Karim sejauh ini terdapat beberapa khatib yang teridentifikasi sebagai ustadz berpaham Salafi. Dalam hal ini. MYN mengatakan: AuSelama setahun ini kami amati memang ada beberapa khatib JumAoat berbeda dengan khatib-khatib lain. Khatib dari kalangan ustadz Salafi biasanya tidak melakukan salat qobliyah JumAoat, tidak membaca syaidina ketika bershalawat, tidak membaca basmalah di awal pembacaan surat al-Fatihah, dan sering mengutip pendapat ulama-ulama Salafi seperti Syeikh Utsaimin. Syaikh alBani. Ibn Taimiyyah dan lain-lain. Dari penampilan fisik juga mereka berjenggot, dan memakai celana cingkrangAy. (Wawanccara, 18/7/2. Selain itu, menurut MYN ustadz salafi seringkali mengungkapkan narasi-narasi kembali kepada sunnah dalam khutbahnya. Dasar praktik pengamalan sunnah adalah dari dalil-dalil yang shahih. Jika tidak berdasarkan dalil-dalil yang shahih umat Islam tidak boleh mengamalkan ibadah atas nama amaliah agama. Ketika ditanya proses penentuan khatib JumAoat, marbot masjid al-Karim mengatakan bahwa itu kewenangan para pengurus dan ketua bidang perbadatan (Idhara. Sebagai masjid yang baru dioperasionalisasikan untuk kegiatan ibadah, pengelolaan termasuk penentuan khatib dan narasumber 135 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 pengajian ditentukan oleh ketua peribadatan. Ketika dikonfirmasi kepada pengurus bidang peribadatan. MFA mengatakan: AuYa, kami menyusun jadwal khatib JumAoat dengan mencari khatib dari temanteman yang selama ini sudah biasa menjadi khatib. Dari teman-teman ini kami mencantum nama-nama mereka dalam jadwal setelah dikonfirmasi mengenai kesesuian tanggal yang disetujui mereka. Tidak menutup kemungkinan ada beberapa nama ustadz-ustadz Salafi sebagai khatib karena direkomendasikan oleh beberapa temanAy. (Wawancara, 17/07/2. Biasanya ustadz-ustadz Salafi selalu merekomendasikan sesama temannya yang juga berpaham salafi untuk ditawarkan sebagai khatib JumAoat di beberapa masjid. Melalui Penyebaran Postingan Konten Dakwah Salafi di Whatsapp Group Penggunaan whatsapp group (WAG) cukup efektif untuk menyebarkan konten-konten dakwah. Komunitas atau jamaah masjid al-Karim dan jamaah masjid Baitul Jannah memiliki WAG masing-masing yang ditujukan untuk menjadi wadah saling menyampaikan informasi yang terkait dengan perkembangan dan kondisi di lingkungan masing-masing. Penggunaan WAG dalam menyampaikan pesan dakwah oleh warga mengandung berbagai substansi pesan mulai dari isu-isu politik, pemerintahan, problem nyata di lingkungan RT, hiburan, seni, musik, olahraga, sampai isu-isu Tidak jarang postingan yang disebarkan melalui WAG termasuk konten yang bersifat sensitif karena berpotensi menyinggung sentimen salah satu pemahanan agama. Salah satu konten yang termasuk pada isu-isu sensitif yang berisi ajakan untuk mendukung kelompok garis keras misalnya pada gambar tangkapan layar WAG berikut: 136 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Gambar 1 Postingan pesan dan video di WAG mengenai isu-isu Postingan di atas dengan latar foto ustadz Abu bakar Basyir dan Habib Riziq cukup menggambarkan pesan ajakan untuk mendukung paham keagamaan garis keras. Postingan ini mendapat respon beragam dari warga mulai dari yang bernada simpatik namun banyak juga yang menolak cara pandang keras dalam dakwah agama Islam. Salah satu postingan warga yang mengandung unsur provokatif untuk menyalahkan kelompok lain yang memperingati maulid Nabi Muhammad dapat dilihat pada sampul gambar video singkat berikut: Gambar 2 Postingan pesan dan video di WAG mengenai isu maulid Nabi Muhammad SAW Video singkat di atas diposting seorang warga pengikut Salafi di RT 48 dekat masjid Baitul Jannah dan telah mendapat respon keras oleh warga lain yang mengaku sebagai pencinta Nabi Muhammad SAW. Penetrasi pengikut salafi dalam mendakwahkan ajaran Salafi Wahabi melalui media sosial WAG, dari postingan di atas dapat dipastikan bahwa salah seorang warga yang memposting video tersebut berpaham Salafi karena dengan tegas mencela amalan tahlilan di acara kematian dan di malam JumAoat. Dalam 137 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 video singkat sekitar 60 detik tersebut dengan tegas ustadz Salafi mengecam amalan tahlilan yang dilakukan umat Islam. Video ini jelas menyinggung perasaan umat Islam yang selama ini mengamalkan tradisi tahlilan. Menurut HRK, ketua pengurus masjid Baitul Jannah bahwa selama ini sudah biasa mengirimkan al-Fatihah kepada arwah yang sudah meninggal dan membaca al-Fatihah di awal pembukaan acara-acara di masjid juga tidak luput dari celaan pengikut salafi. Postingan video berikut menggambarkan penetrasi paham salafi yang ditujukan kepada warga, khususnya pada isu ziarah ke makam-makam ulama seperti pada video berikut: Gambar 3 Postingan pesan dan video di WAG mengenai isu mengirim al-Fatihah kepada mayit Postingan video berikut menggambarkan pesan pengikut salafi untuk tidak mengikuti tradisi ziarah kubur dengan rangkaian acara pembayaan Yasin, tahlil, dan doAoa yang tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad SAW. Larangan juga ditujukan oleh pengikut salafi untuk tidak membaca alQurAoan di rumah ahli musibah kematian. Dalam postingan video di WAG warga Macan Kumbang terdapat penyebaran konten dakwah yang bertujuan untuk menyadarkan warga dan jamaah masjid al-Karim dan masjid Baitul Jannah untuk segera meninggal kebiasaan membaca al-QurAoan di rumah ahli kematian. Postingan dimaksud dapat dilihat pada gambar 138 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Gambar 5 Postingan pesan dan video di WAG mengenai isu membaca al-QurAoan di rumah duka Salah satu isu lain yang cukup krusial diposting oleh warga pengikut Salafi melalui WAG adalah isu mengenai tradisi ziarah kubur yang sering dilakukan umat Islam di bulan SyaAoban menjelang memasuki bulan Ramadhan atau pada momentum hari raya. Bagi pengikut Salafi tidak terlalu penting dan bahkan beresiko menjadi musyrik jika umat Islam sering mendatangi kuburan untuk berziarah. Kuburan juga sangat tidak dianjurkan untuk dibangun dengan menggunakan batu bata disemen dicat dan dihiasi. Cukup kuburan diratakan dengan tanah dengan sedikit tanda yang diletakkan batu sebagai penanda kuburan. Memberi nama di atas kuburan dan membangun kuburan adalah amalan sesat dan bidAoah. Salah satu postingan video pengikut Salafi yang disebarkan di WAG warga mengenai larangan bertawasul dalam berziarah. Dalam postingan video di atas secara sepihak pengikut salafi sengaja mengambil sisi-sisi sensitif dari tradisi ziarah ke makam ulama yakni pada aspek pengumpulan celengan oleh para Demikian juga dengan postingan video berikut berisi konten hujatan terhadap pembacaan shalawat dengan kalimat-kalimat yang dikarang oleh para ulama seperti shalawat Burdah, shalawat Tibb al Qulub. Shalawat Nuril Anwar, dan lain-lain. Mengenai konten larangan shalawat ini dapat dilihat dari postingan di sebuah video. Dalam postingan video tersebut ustadz Salafi menjelaskan terlarangnya membaca dan mengamalkan salawat yang tidak berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW. Pembacaan shalawat seharusnya sesuai tuntutan Nabi Muhammad SAW dan di luar itu tertolak untuk dibacakan karena termasuk bidAoah yang sesat. Termasuk dibahas 139 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 membaca shalawat dengan tambahan kata AuSyaidinaAy juga dianggap bidAoah dan sangat tidak pantas dilakukan karena tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad SAW. Pemanfaatan WAG untuk menyebarkan konten pesan dan video dari para pengikut Salafi telah mendapat respon dari warga yang tidak sepaham. Berdasarkan observasi di kedua masjid peneliti masih mendapati para imam salat membaca doa dengan bershalawat dengan tambahan AuSyaidinaAy. Nampaknyam bagi warga tidak terlalu terpengaruh dengan postingan seperti ini karena dianggap sebagai karakter para pengikut Salafi yang sering memprovokasi warga dengan isu-isu yang sensitif disertai hujatan dan celaan, serta tudingan bidAoah terhadap warga dan jamaah yang tidak sejalan dengan amalan pengikut Salafi. Beberapa isu amalan warga yang kecil-kecil yang selama ini dilakukan warga sebagai bentuk takzim dan pengormatan terhadap al-QurAoan yang mulia seperti mencium mushaf al-QurAoan sebelum dan setelah membaca mushaf al-QurAoan juga menjadi sasaran hujatan dan larangan oleh pengikut Dalam beberapa postingannya pengikut Salafi tidak segan-segan untuk memvonis sesat pada kelompok lain. Sementara bagi umat Islam yang lain bidAoah bisa saja bermakna baik . idAoah hasana. Melalui analisis pesan dan postingan video di WAG dari pengikut paham Salafi di lingkungan masjid al-Karim dan masjid Baitul Jannah secara tematik dapat dikemukakan isu-isu yang menjadi materi penetrasi paham Salafi di kalangan warga seperti pada tabel berikut: Tabel 4. Materi Dakwah sebagai Penetrasi Paham Salafi di Lingkungan Jamaah Masjid al-Karim dan Masjid Baitul Jannah melalui Postingan WAG Materi Postingan di WAG Warga Larangan tradisi ziarah kubur Larangan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 140 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Larangan membaca basmalah di awal surat al-Fatihah Larangan tahlilan di rumah ahli musibah kematian Larangan membaca al-QurAoan di rumah ahli musibah kematian Larangan bersalam-salaman sehabis salat berjamaah di masjid Larangan tradisi halal bi halal dan bermaaf-maafan di hari raya Larangan mengikuti mazhab tertentu Larangan mengukuti pengajian di luar pengajian Salafi Larangan membaca kitab di luar kitab-kitab karya ulama Salafi Larangan membaca Shadaq Allah al- adzhim setelah membaca alQurAoan Larangan mencium mushaf al-QurAoan Larangan membaca Yasin di malam JumAoat Larangan mendatangi makam keramat dan membaca shalawat dan doa-doa di kuburan Larangan mencukur jenggot Larangan memakai pakaian di bawah mata kaki Larangan membaca zikir dan doa keras-keras selesai salat Larangan bershalawat dengan tambahan syaidina Larangan salam-salaman antar jamaah setelah salat di masjid Larangan menggunakan tasbih ketika berzikir Larangan membaca doa qunut pada salat Subuh Larangan meletakkan tulisan nama Allah dan Muhammad di dinding masjid Larangan membaca shalawat sebelum dan sesudah azan Larangan menuliskan kaligrafi sebagai hiasan dan ornament di diding masjid Larangan merenggangkan tumit pada shaf salat jamaah 141 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Berbagai postingan di atas meskipun tidak terlalu mempengaruhi sebagian besar jamaah, namun berdasarkan pengamatan peneliti agaknya sedikit banyak ada dampak dari postingan-postingan tersebut. Sebagai contoh di masjid al-Karim terdapat seorang imam yang biasanya membaca zikir dan doa setelah salat wajib dengan keras, namun sekarang tidak melakukan hal itu secara rutin. Sebagian besar jamaah masjid al-Karim dan masjid Baitul Jannah tidak terpengaruh dengan postingan dakwah Salafi di atas, karena Sebagian jamaah tetap saja meneruskan kebiasaan salam-salaman, bershalawat, membaca Yasin di malam JumAoat, membawa tasbih dan menggunakan tasbih saat berzikir, dan Peneliti berperan dalam menganalisis fenomena ini melalui beberapa Pertama, peneliti melakukan wawancara dan observasi langsung terhadap kegiatan masjid untuk memahami dinamika penyebaran paham memperhatikan interaksi jamaah dalam diskusi keagamaan. Kedua, peneliti melakukan analisis kritis terhadap materi keagamaan yang disampaikan, seperti isi khutbah, kitab yang diajarkan, dan konten digital yang beredar di WhatsApp Group. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi pola retorika, argumen teologis, serta potensi pesan intoleran dalam materi yang disampaikan. Ketiga, triangulasi data untuk validasi temuan, yaitu membandingkan hasil wawancara dengan observasi dan dokumentasi. Misalnya, pernyataan dari takmir masjid diverifikasi dengan data empiris dari pengajian yang berlangsung. Keempat, peneliti menginterpretasikan secara sosial bagaimana manajemen masjid merespons fenomena ini dan strategi mitigasi yang mereka gunakan, seperti seleksi khatib, pengawasan materi dakwah, dan pengelolaan konten digital dalam komunitas jamaah. Penetrasi paham radikal dipandang cukup efektif jika dilakukan melalui kegiatan masjid. Sebagai tempat ibadah masjid memiliki fungsi edukasi untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada jamaah. Masjid selalu dikunjungi orang-orang yang bermaksud melakukan ibadah seperti salat dan kegiatan 142 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 keagamaan lainnya seperti pengajian dan khutbah. Di Indonesia biasanya masjid diidentifikasi melalui kepemilikan masjid dari organisasi atau yayasan tertentu. Misalnya orang mengenal masjid Muhammadiyah di lingkungan lembaga dan komunitas muhamadiyah, atau masjid NU dilekatkan dengan warga sekitar yang berafiliasi pada organisasi Nahdhatul Ulama, demikian juga masjid Persis karena dibangun oleh warga Persis dan begitu seterusnya. Para penganut paham radikal biasanya akan menyasar berbagai masjid untuk menyebarkan paham-paham anti toleransi kepada masyarakat melalui kegiatan masjid. Melalui beberapa penelitian mengenai pemanfaatan masjid sebagai sarana penyebaran paham radikal Islam menunjukkan fakta bahwa para ustadz membawa materi-materi dan isu-isu sensitive tentang agama yang sangat berpotensi membuat keresahan di kalangan umat (Sunaryo, 2. Zahro. Ada semacam strategi untuk menjadikan masjid sebagai media ideologisasi radikalisme Islam yang berfungsi untuk melakukan transformasi Di masjid al-Karim ada kecenderungan yang patut diduga sebagai upaya penetrasi paham Salafi yang diidentifikasi sebagai kelompok radikal. Salah satu bentuk penetrasi paham radikal di masjid al-Karim adalah melalui pengiriman buku-buku atau kitab yang telah diverifikasi oleh ulama-ulama Salafi. Sementara itu, kurikulum manajemen kurikulum khutbah JumAoat belum efektif dilakukan. Seperti yang disinyalir Masyhar et al. , . dalam penelitiannya tentang Peran khutbah JumAoat dalam Mengantisipasi Radikalisme Agama menegaskan bahwa pemanfaatan ibadah salat JumAoat sebagai media untuk penyebaran paham radikal cukup efektif dilakukan oleh pengikut SalafiWahabi. 143 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bagian sebelumnya penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pola-pola penetrasi paham radikal Islam dari para pengikut Salafi di kalangan warga dan jamaah masjid di Palembang antara lain melalui penyebaran para ustadz Salafi sebagai khatib JumAoat, melalui penyebaran kitab-kitab yang telah diberika penjelasan . dari kalangan ulama-ulama Salafi, dan melalui penyebaran postingan pesan dan video di Whatsapp Group (WAG) RT dan jamaah yang berisi konten ceramah para tokoh salafi tentang berbagai isu dan konten keagamaan yang dianggap sesat atau bidAoah. Strategi pengelola masjid dalam mengantisipasi penyebaran paham radikal Islam di masjid Palembang melalui seleksi terhadap para ustadz yang dijadwalkan sebagai khatib JumAoat. Selain itu, manajemen masjid menetapkan kajian kitab-kitab utama dari kalangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah seperti kitab IAoanat al-Thalibin. Riyadush Shalihin. Adabul Mufrat. Hadits Arbain, dan Kitab. Untuk masjid al-Karim secara jelas-jelas meletakkan tulisan penegasan amalan ahlussunah wal Jamaah pada running text di dinding 144 | Abdurrahmansyah. Ade Ahmad Saputra. Nurseri Hasnah Nasution. Vicky Chandra. Juan Muliawan Fatrin. Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 123147 Daftar Pustaka