Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya RELASI KEKERABATAN ANTAR BAHASA SASAK-SUMBAWA-BIMA DITINJAU DARI LETAK GEOGRAFISNYA Irham1 dan Arifuddin2 Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima Program Studi Ekonomi STKIP Bima Jalan Piere Tendean Kel. Mande Kec. Mpunda Kota Bima Tel. Fax . Bima 84191 email: email: irham. husain68@gmail. com email: arifuddinwise@gmail. Abstrak Ilmu bahasa yang menyelidiki dan mengkaji secara ilmiah disebut ilmu linguistik. Ilmu linguistik tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, melainkan mengkaji seluk-beluk bahasa pada umumnya. Ilmu linguistik dapat mempelajari bahasa secara sinkronis dan diakronis. Studi sinkronis ini bersifat deskriptif, karena linguistik hanya mencoba memberikan gambaran keadaan bahasa menurut apa adanya pada kurun waktu yang terbatas. Secara diakronis, artinya mempelajari bahasa dengan pelbagai aspeknya dan perkembangannya dari waktu ke waktu sepanjang kehidupan bahasa itu. Studi bahasa secara diakronis ini disebut linguistik historis komparatif. Linguistik historis komparatif merupakan cabang linguistik yang mempersoalkan bahasa dalam bidang waktu serta perubahan-perubahan unsur bahasa yang terjadi pada kurun waktu tertentu serta menyelidiki perbandingan suatu bahasa dengan bahasa lain. Penelitian linguistik historis komparatif (LHK) terhadap bahasabahasa di wilayah geografis Nusa Tenggara, yang meliputi Bali. NTB, dan NTT telah dilakukan oleh para ahli. Terbukti sejumlah karya tulis berupa disertasi yang menelaah sejarah bahasa-bahasa sekerabat di wilayah tersebut telah dilakukan oleh para ahli. Penelitian bahasa-bahasa di wilayah geografis NTB yang telah ada pada umumnya masih bersifat sendiri-sendiri atau hanya meneliti pada satu bahasa saja atau bahasa-bahasa yang berkerabat saja, sedangkan penelitian ke arah perbandingan bahasa yang tidak berkerabat namun masih dalam satu wilayah geografis masih belum dilakukan secara komprehensif. Berkaitan dengan masalah tersebut, artikel ini akan membahas tentang: AyRelasi Kekerabatan Antarbahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak GeografisnyaAy. Kata Kunci: Relasi Kekerabatan, antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima. Letak Geografis PENDAHULUAN Ilmu linguistik tidak hanya mengkaji Prancis sebuah bahasa saja, seperti bahasa Inggris. Linguistik memperlakukan bahasa bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa sesuai dengan perkembangan sosial budaya Bali, bahasa Sasak, bahasa Sumbawa, atau bahasa Bima, melainkan mengkaji seluk- dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena beluk bahasa pada umumnya, bahasa yang itu pula, linguistik dapat mempelajari menjadi alat interaksi sosial milik manusia, bahasa secara sinkronis dan diakronis. Secara sinkronik, 1 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi artinya mempelajari Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya bahasa dengan berbagai aspeknya pada Pascasarjana kurun waktu tertentu atau terbatas. Studi Mahsun . : Rekonstuksi Proto Sasak, sinkronis ini bersifat deskriptif, karena merupakan disertasi di bidang linguistik linguistik hanya mencoba memberikan UGM. I Gede Budasi . : Kajian gambaran keadaan bahasa menurut apa Linguistik Historis Komparatif terhadap adanya pada kurun waktu yang terbatas. Kekerabatan Bahasa-bahasa di Sumba. Secara dan tulisan para ahli lainnya. bahasa dengan pelbagai aspeknya dan Universitas Terkait Indonesia. perkembangannya dari waktu ke waktu sepanjang kehidupan bahasa itu. Studi wilayah geografis Nusa Tenggara termasuk linguistik historis komparatif. Linguistik bahasa-bahasa di Nusa Tenggara Barat historis komparatif merupakan cabang (NTB) yang telah dilakukan para ahli linguistik yang mempersoalkan bahasa dalam bidang waktu serta perubahan- pengelompokkan bahasa berkerabat, yaitu perubahan unsur bahasa yang terjadi pada kerabat bahasa Bali-Sasak-Sumbawa dan kurun waktu tertentu serta menyelidiki perbandingan suatu bahasa dengan bahasa dengan kerabat bahasa Bima-Sumba ini berdasarkan pengelompokkan bahasa yang Penelitian Bima-Sumba. Melayu Terkait Polinesia komparatif (LHK) terhadap bahasa-bahasa (Austronesi. di Indonesia kedalam 17 di wilayah geografis Nusa Tenggara, yang meliputi Bali. NTB, dan NTT telah kelompok bahasa Sumba sebagai sub- dilakukan oleh para ahli. Terbukti sejumlah kelompok Bima-Sumba. karya tulis berupa disertasi yang menelaah Penelitian bahasa-bahasa di wilayah sejarah bahasa-bahasa sekerabat di wilayah geografis NTB yang telah ada pada tersebut telah dilakukan oleh para ahli. umumnya masih bersifat sendiri-sendiri Sejumlah karya tulis yang dimaksud antara atau hanya meneliti pada satu bahasa saja lain karya Aron Meko Mbete . atau bahasa-bahasa yang berkerabat saja. Rekonstruksi Proto Bali-Sasak-Sumbawa, sedangkan penelitian ke arah perbandingan yang merupakan disertasi untuk Fakultas bahasa yang tidak berkerabat namun masih 2 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya dalam satu wilayah geografis masih belum bangsa, atau etnis yang berbeda-beda. Oleh dilakukan secara komprehensif. Hal membuat klasifikasi terhadap bahasa. Ada empat pendekatan yang digunakan dalam klasifikasi bahasa, yaitu: . pendekatan perbandingan bahasa yang tepat sehingga genetis, . pendekatan tipologis, . pengelompokkan bahasa-bahasa di NTB, pendekatan areal, dan . pendekatan termasuk bahasa Bima, akan lebih jelas Berkaitan Klasifikasi Genetis Klasifikasi membahas tentang: AyRelasi Kekerabatan berdasarkan garis keturunan bahasa-bahasa Antarbahasa Artinya, suatu bahasa berasal atau Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak GeografisnyaAy. Dasar diturunkan dari bahasa yang lebih tua. Menurut teori klasifikasi genetis ini, suatu bahasa Proto . ahasa tua, bahasa semul. isolek-isolek akan pecah dan menurunkan dua bahasa dialek/subdialek baru atau lebih. Lalu, bahasa pecahan ini masyarakat tutur yang berada di wilayah akan menurunkan pula bahasa-bahasa lain. geografis ini. Meskipun ada perbedaannya. Kemudian bahasa-bahasa lain itu akan tetapi ada ciri-cirinya yang universal. menurunkan lagi bahasa-bahasa pecahan Penemu teori klasifikasi genetis ini TINJAUAN PUSTAKA adalah A. Schleicher, dan menamakannya Klasifikasi Bahasa Bahasa itu bersifat universal di dengan teori Aobatang pohonAo . ahasa samping juga bersifat unik. Bahasa-bahasa Jerman: Stammbaum theori. Teori ini yang ada di dunia ini di samping ada kesamaannya ada juga perbedaannya, atau dilengkapi oleh J. Schmidt tahun 1872 Bahasa- dengan teori AogelombangAo . ahasa Jerman : bahasa di dunia ini sangat banyak. dan para Wellen theori. Maksud teori gelombang penuturnya juga terdiri dari bangsa, suku ini adalah bahwa perkembangan atau masing-masing. 3 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 perpecahan bahasa itu dapat diumpamakan seperti gelombang yang disebabkan oleh sebuah batu yang dijatuhkan ke tengah . eralihnya penggunaan bahasa asal ke Di dekat tempat jatuhnya batu tadi bahasa yang lai. tampaknya akan lebih akan tampak gelombang yang lebih tinggi. mungkin dapat terjadi. Kemungkinan besar semakin jauh dari tempat jatuhnya batu itu gelombangnya semakin kecil atau semakin ditinggalkan para penuturnya, yang karena rendah dan akhirnya menghilang. Bahasa berkembang dengan menggunakan bahasa lain yang dianggap cara seperti penyebaran akan mempunyai ciri-ciri yang Klasifikasi Tipologis lebih menguntungkan. bahasa-bahasa Bahasa yang tersebar dekat dengan pusat Klasifikasi induknya, tetapi yang lebih jauh ciri- berdasarkan kesamaan tipe atau tipe-tipe cirinya akan lebih sedikit dan semakin jauh yang terdapat pada sejumlah bahasa. Tipe semakin sukar dilihat. ini merupakan unsur tertentu yang dapat Penyebaran timbul berulang-ulang dalam suatu bahasa. terjadi karena penuturnya menyebar atau Unsur yang berulang-ulang ini dapat berpindah tempat sebagai akibat adanya mengenai bunyi, morfem, kata, frase, peperangan atau bencana alam. Kemudian kalimat, dan sebagainya. Oleh karena itu, karena tidak ada kontak lagi dengan tempat klasifikasi tipologis ini dapat dilakukan pada semua tataran Klasifikasi bahasanya menjadi berubah. Perubahan itu pada tataran morfologi, misalnya, telah dapat terjadi pada semua tataran, dari dilakukan pada abad XIX secara garis fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, besar dibagi tiga kelompok. dan leksikon. Kelompok Klasifikasi genetis ini menunjukkan semata-mata bahwa perkembangan bahasa-bahasa di bahasa sebagai dasar klasifikasi. Yang mula-mula mengusulkan klasifikasi memecah dan menyebar menjadi banyak. morfologi ini adalah Fredrich Von Pada masa mendatang karena situasi Schlegel. Dia membagi bahasa-bahasa di dunia ini pada tahun 1808 menjadi 4 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya dua kelompok, yaitu . kelompok berbentuk adalah bahasa yang di bahasa berafiks, dan . kelompok Sedangkan bahasa yang kemudian diperluas oleh kakaknya, tidak berbentuk adalah bahasa yang di August Von Schlegel, pada tahun 1818 menjadi . bahasa tanpa struktur gramatikal . eperti bahasa Cin. Pembagian bahasa berafiks . eperti bahasa Turk. bahasa berfleksi . eperti bahasa Sansekerta dan bahasa Lati. Kelompok Klasifikasi Areal Klasifikasi berdasarkan adanya hubungan timbal-balik antara bahasa yang satu dengan bahasa menggunakan akar kata sebagai dasar yang lain di dalam suatu areal atau Tokohnya, antara lain, wilayah, tanpa memperhatikan apakah Franz Bopp, yang membagi bahasa- bahasa itu berkerabat secara genetik atau bahasa di dunia ini atas bahasa yang Klasifikasi ini bersifat arbitrer karena dalam kontak sejarah bahasa-bahasa monosilabis, misalnya bahasa Cina. itu memberikan pengaruh timbal-balik . dalam hal-hal tertentu yang terbatas. Usaha klasifikasi berdasarkan areal bahasa-bahasa Indo-Eropa dan bahasa Austronesia. akar kata yang Schmidt . 8 Ae 1. , yang membagi disilabis dengan tiga konsonan, seperti bahasa berdasarkan distribusi geografis bahasa Arab dan Ibrani. dari kelompok-kelompok bahasa yang . Kelompok Wilhelm penting, disertai ciri-ciri tertentu dari menggunakan bentuk sintaksis sebagai bahasa-bahasa dasar klasifikasi. Pakarnya, antara lain. Schmidt Steinthal yang membagi bahasa- bahasa di dunia ini atas . bahasa- tertentu pada posisi awal dan posisi akhir. Pada tataran sintaksis dia mendeskripsikan bahasa-bahasa yang tidak berbentuk. distribusi bermacam-macam kategori dari Yang jumlah kata benda dan kata ganti orang. 5 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Pada bunyi-bunyi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Klasifikasi Sosiolinguistik Dasar dan Metode Perbandingan Klasifikasi sosiolinguistik dilakukan berdasarkan hubungan antara faktor-faktor Bahasa Dasar Perbandingan Bahasa yang berlaku dalam masyarakat. Tiap berdasarkan status, fungsi, penilaian yang diberikan masyarakat terhadap bahasa. tersebut memiliki ciri kesemestaan bahasa. Klasifikasi yaitu: . Kesamaan bentuk dan makna, . dilakukan oleh William A. Stuart tahun Tiap bahasa memiliki perangkat unit Klasifikasi ini dilakukan berdasarkan empat ciri atau kriteria, yaitu historisitas, morfem, . Tiap bahasa memiliki kelas- kelas tertentu. bahasa-bahasa yaitu fonem Kemiripan bentuk dan makna yang . Kriteria Historisitas berkenaan dengan terjadi dalam bahasa-bahasa dapat terjadi sejarah perkembangan bahasa atau karena faktor sebagai berikut. sejarah pemakaian bahasa. Kriteria . Warisan langsung dari bahasa proto historisitas akan mejadi positif kalau Ciri warisan langsung dari bahasa proto: . Memiliki persamaan unsur kebahasaan yang meliputi kata-kata pokok, . Kriteria yaitu kata-kata yang dimiliki semua bahasa . , . Persamaan itu relatif logis dengan statusnya sebagai bahasa baku dan konsisten, misalnya dalam perubahan atau tidak baku, atau statusnya dalam Contoh bunyi . pada bahasa- pemakaian formal atau tidak formal. bahasa di Eropa selatan, sedangkan dalam . Kriteria Vitalitas berkenaan dengan bahasa-bahasa di Eropa utara berupa bunyi apakah bahasa itu mempunyai penutur . yang menggunakannya dalam kegiatan . Pinjaman sehari-hari secara aktif atau tidak. Kriteria Ciri kata pinjaman berupa: . Katakata yang mengandung pengertian yang dengan apakah leksikon dan tata bahasa dari bahasa itu diturunkan. peminjam, . Kata-kata yang mengandung 6 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya nilai rasa tertentu. lebih sopan bila Metode Perbandingan Bahasa dinyatakan dengan kata pinjaman. Linguistik historis komparatif . alam Mahsun, 2010:. adalah cabang dari . Kebetulan Ciri persamaan karena kebetulan: . Penutur . perkembangan bahasa dari suatu masa ke persamaan tidak pernah berhubungan, baik fisik maupun kultural. Jumlah unsur perbandingan suatu bahasa dengan bahasa Menurut Mahsun . 0:60-. , ada sangat sedikit. dua objek kajian yang dapat dilakukan Penetapan dalam menyelidiki perbandingan suatu bahasa dengan bahasa lain, yaitu: Sejumlah besar kosakata dari suatu Objek kajiannya difokuskan pada satu bahasa tertentu, namun penelaahannya memperlihatkan kesamaan yang besar. difokuskan pada deskripsi perbedaan Contoh: bahasa itu dari suatu kurun waktu Gloss Melayu Aceh Batak tertentu ke kurun waktu yang lain. Tebu Misalnya Padi Indonesia kemerdekaan dengan bahasa Indonesia . Perubahan fonetis memperlihatkan sifat yang teratur . ukum buny. Contoh: Gloss /r/ > /g/ > /h/ Tagalog Bali Objek kajiannya difokuskan pada lebih dari satu bahasa, yang tujuannya untuk menentukan relasi kekerabatan yang . Semakin dalam menelusuri sejarah era reformasi. bahasa-bahasa ditemukan kesamaan antara pokokpokok yang diperbandingkan. Garapan kajian perbandingan bahasa inguistik historis komparati. menurut Mahsun hal-hal berikut ini. Penentuan 7 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Penentuan hubungan kekerabatan dan kata yang menjadi dasar penghitungan pengelompokkan bahasa, adalah kosa kata dasar . asic vocabular. Rekonstruksi bahasa purba, dan Penerapan metode leksikostatistik Penentuan pusat persebaran bahasa. bertumpu pada tiga asumsi dasar, yaitu: Sebagian dari kosa kata dalam suatu Selanjutnya. Mahsun . 0:63-. menjelaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan dalam kerja linguistik historis komparatif adalah memastikan bahwa isolek yang akan diperbandingkan itu adalah memang benar berstatus bahasa, bukan dialek atau level di bawahnya. Kemudian dilakukan serempak dengan penentuan selanjutnya berdasarkan pengelompokkan itulah ditentukan evidensi bahasa pada cabang manakah yang akan dijadikan bukti Melalui perbandingan bahasa purba pada level prabahasa itulah akan diperoleh hasil rekonstruksi bahasa purba dipertanggungjawabkan secara ilmiah. metode pengelompokkan bahasa dibandingkan dengan bagian lainnya. Retensi atau ketahanan kosa kata Perubahan yang terjadi pada semua kata dalam kosa kata dasar dalam suatu bahasa adalah sama . alam Mahsun, 2010:. Dalam penelitian linguistik historis dapat digunakan untuk mengelompokkan kelompok pemakai bahasa yang sama atau pemakai bahasa yang berbeda dengan menghitung persentase kata berkerabat antardaerah pengamatan. Leksikostatistik tidak diperuntukkan bagi penentuan status isolek sebagai dialek atau subdialek, tetapi lebih sebagai metode untuk menentukan daerah pengamatan atau Metode Leksikostatistik Metode dilakukan dengan menghitung persentase perangkat kata berkerabat . Kosa 8 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi bahasa yang sama atau sebagai pemakai bahasa yang berbeda, yang dapat sebagai . , . , mikrofilum, messofilum, atau makrofilum. Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Dengan kata lain, metode leksikostatistik lebih ditujukan sebagai metode kuantitatif linguistik ekslusif yang menyebar pada yang digunakan untuk pengelompokkan bahasa-bahasa Metode ini dapat dipertanggungjawabkan Untuk leksikostatistik adalah mengumpulkan kosa kata dasar bahasa yang berkerabat yang berjauhan letaknya, sehingga kesamaan inovasi yang secara ekslusif itu bukan . dengan berpedoman pada sebagai hasil pinjaman atau pengaruh daftar pertanyaan yang berupa kosa kata mempengaruhi satu sama lain. Setelah kosa kata dasar dalam Metode inovasi bersama ini dapat beberapa bahasa yang diperbandingkan itu juga diterapkan pada penentuan hubungan kedekatan antardialek yang ada dalam satu penghitungan jumlah kosa kata yang Inovasi bersama tidak hanya terjadi pada tataran leksikal, tetapi dapat juga Metode Kesamaan Ciri-ciri terjadi pada tataran linguistik lainnya. Linguistik Metode kesamaan ciri-ciri linguistik sintaksis, dan semantik. selain dijadikan dasar penentuan status isolek sebagai bahasa, dialek, subdialek. METODE PENELITIAN Kajian perbandingan bahasa dalam pembahasan ini didasarkan pada teori dialek/subdialek Mahsun, yaitu pertama penentuan status isolek sebagai bahasa. Dalam mengkaji bahasa secara kualitatif. Ada perbedaan-perbedaan . lat linguistik yang dapat dijadikan dasar komunikasi suatu masyarakat tutur namun penentuan status isolek, yaitu retensi dan inovasi bersama. Metode inovasi bersama tersebut secara utuh. turunan ke dalam suatu kelompok yang 9 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Kedua, perbedaan-perbedaan kekerabatan dan pengelompokkan bahasa. Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Dalam penentuan hubungan kekerabatan Menelusuri unsur kebahasaan yang dan pengelompokkan bahasa ini didasarkan merupakan inovasi . nsur bar. serta situasi persebarannya pada tiap dialek sebagaimana yang digambarkan dalam tabel berikut ini. atau subdialek. Tabel 1 Penghitungan Leksikostatistik Tingkat Bahasa Menelusuri unsur kebahasaan yang merupakan bentuk relik . ewarisan bahas. pada dialek atau subdialek Waktu Pisah . ime dept. dalam Abad Persentase Kata Kerabat diantara dialek atau subdialek yang Bahasa (Languag. Keluarga (Famil. Rumpun (Stoc. Mikrofilum Mesofilum Makrofilum 100 ke atas 1- kurang serta persebaran geografisnya. Menelusuri saling hubungan antara unsur-unsur kebahasaan yang berbeda HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam menganalisis perbandingan Ketiga, rekonstruksi bahasa purba . Selanjutnya, membuat analisis dialek atau subdialek ke dalam dialek atau subdialek relik . ialek yang banyak Keempat, persebaran bahasa dengan cara: Menelusuri pengaruh antardialek atau subdialek yang diteliti serta situasi persebaran geografisnya, 10 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Dialektologi merupakan puncak perkembangan dari Dialektologi inovasi seperti yang dideskripsikan dalam tabel berikut ini. Tabel 2. Rekonstruksi Dan Penelusuran Inovasi Dialektologi Diakronis Mencari perbedaan Merekonstruksi prabahasa pada Linguistik Historis Komparatif Mencari persamaan Merekonstruksi bahasa proto Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya dialek atau Rekonstruksi didasarkan pada evidensi . dialek atau Rekonstruksi didasarkan pada evidensi . dihubungkan dengan sosiolinguistik. Jika dialektologi mempelajari perbedaan unsurunsur kebahasaan yang terdapat dalam satu bahasa yang disebabkan faktor geografis . , unsur-unsur kebahasaan yang disebabkan faktor sosial meliputi tempat, situasi, penutur, usia, pinjaman atau bentuk asli. Relasi sekerabat ditinjau dari letak geografisnya, seperti bahasa Sasak-Sumbawa-Bima, yang dalam kajian komparatif pada intinya dapat unsur-unsur warisan dari protobahasa pada bahasabahasa berkerabat tersebut. Protobahasa bahasa, melainkan suatu bangunan bahasa yang dirakit (Mbete dalam Budasi, 2006:. Protobahasa merupakan suatu rakitan Dalam kaitannya dengan geografi. Fungsi menvisualisasikan letak geografis yang menjadi tempat digunakan suatu bentuk Sedangkan perbedaan unsur-unsur kebahasaan dalam penentuan bentuk yang digunakan sebagai pendidikan, dan lain lain. perbandingan bahasa berkaitan dengan Selain kaitannya dengan dialektologi, perbedaan dialek atau subdialek terjadi 11 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi merangkaikan sistem bahasa-bahasa yang memiliki hubungan kesejarahan, melalui kaidah-kaidah sederhana dan dirancang bangun dan dirakit kembali sebagai gambaran tentang masa lalu suatu bahasa. Dengan munculnya ciri-ciri warisan yang sama pada bahasabahasa bahasa-bahasa tersebut dapat ditemukan dan sistem (Mbete dalam Budasi, 2006:. Upaya pengelompokan isolek-isolek dalam fase perkembangan yang dialami penutur bahasa tersebut. Sumbangan yang bahasa-bahasa Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 bahasa Sasak-Sumbawa-Bima berarti suatu terutama dari sisi rekurensi kesepadanan upaya menempatkan isoslek-isolek atau . fonem pada kata yang bahasa-bahasa berkerabat tersebut agar memiliki makna berkaitan. jelas struktur kekerabatannya atau struktur Berkaitan dengan penjelasan di atas. Dengan demikian, kejelasan berikut ini dideskripsikan perbandingan kedudukan antara bahasa Bima dengan kosa kata bahasa Sasak-Sumbawa-Bima yang menjadi pembahasan artikel ini: berkerabat dapat diketahui. Di lain pihak, apakah bahasa Bima berkerabat dengan rekonstruksi protobahasa dari sekelompok bahasa Sasak-Sumbawa? Kosa kata yang bahasa yang diduga berkerabat di samping menjadi dasar perbandingan adalah kosa kata dasar . asic vocabular. Sasak Sumbawa pengelompokan bahasa juga memperjelas hubungan kekerabatan dan ikatan keasalan dari bahasa-bahasa berkerabat tersebut. Tabel 3. Daftar Kosakata Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima di Tinjau dari Geografis Daftar Kosakata Swadesh (Revisi Blust, 1. No. Gloss Bhs. Sumbawa Ima Kidal Kanan Belangan Ola Dating Mengko Nange Lesek Awu Lukit Bangkang Tian Tolang Taleko 12 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Bhs. Sasak Ima Kiri Kanan Nae lampaq uah Lampaq Dating Belok Berenang Lesek Debu Kulit Punggung Tian Tulang Usus Bhs. Bima Rima kuAoi Wana Edi Lampana Lampa Mai Peko Liwa Sampu Kalubu Huri Kontu Loko Peke Loko Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Ate Susu Toak Mikir Taket Geti Otak Korok Bulu Idung Beriak Iduk Boa Iset Ela Ketawa Nangis Nguta Betisu Mangan Ngame Bejampang Inum Ngeset Adis Kuping Menong Mata Gita Ngantok Tunung Ngulang Beripi Tokal Manang Tau 13 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Ate Susu Bahu Taoi Mikir Takut Daraq Otak Leher Bulu Hidung Bernapas Siduk Mulut Gigi Lidah Ngerereq Nangis Nguta Betisu Ngelor Ngunyah Masak Nginum Ngeset Sedot Kentok Bedengah Mate Begita Nguap Tindoak tindoq-tindoqan Ngimpi Tokol Nganjeng Dengan Ade Susu Dinca Bade Kananu Dahu raAoa Tuta woAoo Honggo Ilu Sasinawa Sangufi Asa Woi Lera Hari Nangi Lohi Katufe Ngaha Mama Mbako Nono Ngenge Hinti Fiko ringa, kadeAoe Mada Eda Mawa Maru Ndore Nifi Doho Kidi Dou Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya laki-laki Slaki Swai Anak Selaki Soai Ina Bapak Bale Atap Singen Beling Tali Tali Ngejit Jarem Ngayang Temak Goco Pukel Nyoro Samete Mate Telas Kerok Tetak Kayu Bela Tayam Tumpel enti boat Tanam Pilih Tumung Bara Pera Enti Kali 14 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Mame Nine Anak Semame Senime Inaq Ama Bale Atap Aran Ngeraos Tali Ngiket Jahit Jarum Berburu Tembak Tusuk Ngempuk Maling Mateq Mate Hidup Garuk Meleng Kayu Belah Tajem Tumpul Begawean Nanem Mileq Tumbuh Bengkak Peras Demak Gali Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Mone Siwe Ana Rahi Wei Ina Ama Uma Butu Ngara Nuntu Diki ndaAou ndaAou Nggalo Bedi Tuba Boe Mpanga Hade Made Mori Kao Dompo Haju Bela Ngaha Dampa Karawi Ngguda Kadale Woko Winte Pua Nenti Ngari Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya laba-laba Beli Buka Ketok Palentong Teri Asu Piyo Ayam Tele Bulu Kaletek Ngibar Tikes Daging Uwer Elong Bele Belati Gutu Rengit Kengkang Jangan Baong Batang Godong Akar Kemang Bua Rebu Tana Batu Gersik Berereng Let Sira Lebo 15 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Bayah Buka Ketok Teteh Teri Acong Burung Manuk Telok Bulu Sayap Kelep Begang Daging Lemak Elong Ulah Ulat Gutu Brangkak laba-laba Empaq Busuk Batang Daun Akah Bunga Buah Rumput Tanah Batu Pasir Ngalir Pesisi Garam Danau Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Weli Hengga Toke Bale Mabu Lako Nasi . eo?) Janga Dolu Kere Kalete Ngemo Karawo hiAoi Apa Keto rae, sawa Koli Hudu Karoku Cakarawa Uta Mbai Tako roAoo Amu Wunta Wua Mpori Dana Wadu Sarae rai oi Moti Sia Diwu Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Tua Langit Bulan Bintang Awan Rembin Ujan Gunter Gelap Angin Tiup Panas Dingin Toar Basa Berat Api Tunung Penat Pisak Puti Mira Kuning Ijo Ode Rea Pene Belo Tipis Tebal Sekat Lebar Ngering Kangila Loka Bru 16 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Hutan Langit Bulan Bintang Awan Kabut Ujan Guntur Kilat Angin Tiup Panas Nyet Kering Kopek Berat Api Sedut Asap Abu Item Pute Bea Kuning Ijo Kecet Beleq kerdil/ boncel Belok Tipis Tebel Sempit Lebar Sakit Malu Toaq Baru Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Wuba Langi Wura Ntara Apu Apu Ura Karimbimbo kakila ai Angi Ufi Pana Busi Mango Mbeca Tani Afi kaAoa Obu Kalubu meAoe Bura Kala Monca Jao toAoi naAoe Poro Naru Nipi Tebe seke, tuka Paja pili, hengge Maja Tua Bou Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya di dalam di atas di bawah di mana Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Balong Jahat Betul Petang Ano Ten Pidan Besio Ntek Pang pang dalam pang bao pang bawa Deta Deto Parak Mepang Kaji Baik Jahat Bener Petang Jelo Taun Piran Sebuk Taek Lek lek dalam lek atas lek bawah Eno Jaoq Deket lek embe aku/ tiang Taho Dabae Ncihi Amangadi Ainain mbaAoa bune ai Ncimi Teka Tadei Taese Taawa Ake Ede doAoo Deni Tabe nahu, mada 184 kamu, engkau Kau side, engkau nggomi, ndaim Kita Nya kite, ite-ite Kamu Selapu Apa Sai Lain Selapu dan, dengan Jika Berembe Endeq Hitung Seke Dua Telu Empat Ndai Sia Siadoho Cou Makalai saraAoa ro nggomi nggira ndede Bune Wati Reke Ica Dua Tolu Upa kita, kami dan, engkau Apa Sai Len Sarea Missal Memluk Itung sopo, seke, sai Dua Telu Empat 17 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Daftar kosakata di atas menunjukkan adanya kesamaan ciri-ciri linguistik pada beberapa kosakata dasar sebagaimana dideskripsikan dalam tabel berikut. Gloss Bahasa Sasak Ima Ngeset Buah Tanah Batu Langit Ate Susu Nangis Anak Inaq Amaq Aran Mate Belah Demak Sayap Garam Angin Api Tebel Dua Telu Berdasarkan deskripsi di atas, maka Bahasa Sumbawa Ima Ngeset Bua Tana Batu Langit Ate Susu Nangis Anak Ina Bapak Singen Mate Bela Enti Kaletek Sira Angin Api Tebal Dua Telu Rima Ngenge Wua Dana Wadu Langi Ade Susu Nangi Ana Ina Ama Ngara Made Bela Nenti Kalete Sia Angi Afi Tebe Dua Tolu Bahasa Bima kesamaan ciri-ciri linguistik pada bahasa berkaitan dengan ciri-ciri induk atau Sasak-Sumbawa-Bima kebanyakan pada Asumsi yang mendasari hipotesis ini. Sebab, suatu pengelompokan yaitu jika kondisi hubungan antarbahasa genetis adalah suatu hipotesis tentang perkembangan sejarah bahasa-bahasa yang . , maka isolek-isolek atau bahasa- bahasa itu berasal dari satu induk bahasa, dan hubungan antara isolek atau bahasa itu yang menurunkan bahasa 18 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya dapat dinyatakan dalam suatu silsilah kosakata dari bahasa-bahasa berkerabat merupakan ciri-ciri warisan dari bunyi menggambarkan urutan bahasa masa kini dari masa perkembangan sejarah bahasa Inti sebelumnya secara berturut-turut. Dengan penelusuran hubungan tingkat kekerabatan sebagai suatu sistem yang diabstraksikan bahasa-bahasa bukti-bukti bahasa-bahasa maupun bukti secara kualitatif. Bukti perkembangan yang sama sebagai bahasa- kuantitatif dapat berupa sejumlah kata bahasa tunggal. Paling tidak terdapat dua kerabat yang berkaitan dengan retensi pijakan hipotesis dalam merekonstruksi Sedangkan bukti kualitatif dapat protobahasa: Hipotesis keterhubungan dan hipotesis keteraturan. inovasi bersama. Hipotesis yang pertama memiliki ciri merupakan pantulan kesejarahan bahwa Dalam kuantitatif, fakta-fakta kebahasaan yang Salah satu kemiripan bentuk yang diandalkan adalah kemiripan bentuk pembuktian hubungan kekerabatan bahasa- dan makna kata-kata. Kata-kata yang bahasa berkerabat sebagai satu kelompok memilki kemiripan atau kesamaan bentuk atau subkelompok tersendiri merupakan dan makna yang biasa disebut kosakata seasal . ognate se. Kata-kata ini bukan khususnya retensi kata. Dalam linguistik kecendrungan semesta, melainkan sebagai menyangkut retensi kata-kata, tergolong dalam kajian yangberdasarkan pendekatan Dalam pendekatan kuantitatif Hipotesis asal-usul keteraturan, berwujud perubahan bunyi yang bersistem dan teratur pada bahasa- terhadap sejumlah bahasa kerabat melalui kosakata dasarnya. Dengan 19 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Perangkat . engaruh migrasi dan pengalihan dipergunakan dalam studi semacam ini pranata budaya melewati batas-batas memanfaatkan daftar kata yang oleh ahli- Penelaahan dalam pendekatan bukti-bukti menghitung masa pisah setiap bahasa (Mbete dalam Budasi, 2006:. , sedangkan pengelompokan tahap awal dari suatu asumsi yang mendasari adalah harkat Pada . persentase kosakata. Metode ini bertolak bersifat semesta dan konstan sepanjang dari suatu asumsi bahwa perbendaharaan kata dalam suatu bahasa dapat dibedakan Ada beberapa pendapat mengenai dalam dua kelompok yang besar . alam kisaran persentase perubahan kosakata Budasi, 2006:. kerabat yang berkaitan dengan retensi Kata-kata Swadesh . Hockett . , . anggota tubuh, kata ganti, kata-kata perubahan kosakata tersebut umumnya yang menyatakan perasaan, kata-kata mencapai antara 19 % dalam setiap seribu yang bertalian dengan cuaca dan alam, tahun atau mampu bertahan antara 81 %. kata-kata bilangan, dan kata-kata yang Crowley sedangkan Keraf . berpendapat 80,5 rumah tangga yang dianggap ada sejak Dyen Semua . % . alam Budasi, 2006:11-. Berdasarkan paparan tersebut di atas, dimasukkan dalam sebuah kelompok secara singkat dapat disimpulkan sebagai yang disebut kata dasar. Kata-kata yang mudah berubah, yaitu Baik bukti kuantitatif maupun bukti kata-kata yang dipinjamkan kepada atau dari kebudayaan lain. Misalnya mengelompokkan bahasa-bahasa yang kata-kata meja, kursi, baju, lampu. Kata-kata ini mudah mengalami difusi 20 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Pendekatan yang bersifat kuantitatif beberapa daerah pengamatan sebagai kelompok pemakai bahasa yang sama yang statis dengan landasan teoretis atau pemakai bahasa yang berbeda dengan menghitung persentase kata unsur-unsur berkerabat antardaerah pengamatan. Sedangkan metode kesamaan ciri-ciri KESIMPULAN Dasar perbandingan bahasa adalah kelas-kelas Kajian perbandingan bahasa dalam pembahasan ini didasarkan pada teori Mahsun, yaitu: . Penentuan status isolek sebagai bahasa. Penentuan . Rekonstruksi bahasa purba. Penentuan pusat persebaran bahasa. Hipotesis merekonstruksi protobahasa . ahasa indu. , yaitu hipotesis keterhubungan pengelompokkan dialek/subdialek. memiliki perangkat unit fungsional bentuk dan makna. Tiap bahasa Tiap bahasa, tetapi juga dapat digunakan kesemestaan, yaitu: . Kesamaan terkecil, yaitu fonem dan morfem. Metode yang digunakan dalam analisis perbandingan bahasa ini menggunakan metode leksikostatistik dan kesamaan ciri-ciri Metode leksikostatistik lebih ditujukan sebagai metode kuantitatif yang digunakan Metode dan hipotesis keteraturan. Hipotesis kesamaan wujud kebahasaan. Salah diandalkan adalah kemiripan bentuk dan makna kata-kata. Kata-kata ini kebetulan, melainkan sebagai warisan dari asal-usul yang sama. Sedangkan mengamati wujud perubahan bunyi yang bersistem dan teratur pada bahasa-bahasa turunan. Dengan kata lain, perubahan bunyi yang teratur pada kosakata dari bahasa-bahasa 21 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Relasi Kekerabatan antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya Online ISSN : 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 berkerabat merupakan ciri-ciri warisan dari bunyi protobahasanya. Bahasa-bahasa yang berada di satu Sasak, bahasa Sumbawa, dan bahasa Bima, dapat diteliti dan dianalisis perbandingan bahasa. DAFTAR PUSTAKA