JOCE IP Vol. 19 No. 2, September 2025 ISSN: 1978-6875 ANALISIS BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN SEKTOR TRANSPORTASI DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2021 -2024 Emiliana Kewa Ruing1, Dyah Shinta Kusumaningtyas2*, Fitrawansyah3 1 Mahasiswa, Universitas Pertiwi, 2,3Dosen Tetap, Universitas Pertiwi *Penulis Korespondensi : dyah.shinta@pertiwi.ac.id DOI: https://doi.org/10.58217/joceip.v19i2.78 ABSTRACT This study aims to analyze the financial performance of the transportation sector listed on the Indonesia Stock Exchange when measured using the Balanced Scorecard approach. The method used in this study is descriptive quantitative and utilizes secondary data derived from the company's annual financial reports for the 2021-2024 period. The results of this study indicate that the assessment of land transportation performance from a financial perspective, as measured by NPM, ROE, DER, and CR, as a whole, has decreased, resulting in a poor performance classification. The measurement of customer perspective performance, as measured by customer cash, is considered quite good because the company is still able to maintain a relatively stable cash flow from customer activities, but is not yet optimal, so measuring it is quite good. Measurement of internal business process performance prospects, as measured by Operating Profit, shows quite good performance because the company can still generate profits from core operations, but has not yet reached its maximum potential. Measuring growth and learning performance prospects, as measured by employee productivity, shows quite good performance, where employee performance has demonstrated efficiency in generating results, but has not yet reached the best level. . Kata kunci: Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja Perusahaan, Perusahaan Sektor Transportasi darat, Bursa Efek Indonesia, Kinerja Keuangan PENDAHULUAN Seiring dengan kemajuan teknologi dan bertambahnya kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, perusahaan dituntut untuk memiliki strategi manajemen. Dalam menghadapi ketidakpastian ini, sangat penting bagi perusahaan untuk melihat manajemen strategi sebagai fondasi utama dalam mengambil keputusan yang tepat (Kusuma et al., 2023). Pengukuran kinerja perusahaan terasa sangat penting bagi manajemen dalam mengukur hasil kerja perusahaan dan merencanakan tujuan di masa depan (Darmasto et al., 2020). Transportasi sebagai elemen infrastruktur memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi, terutama di Indonesia sebagai negara kepulauan. Sistem transportasi darat memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi regional, dan tanpa adanya sistem yang efisien, potensi ekonomi yang maksimal tidak dapat dicapai. Sektor transportasi darat di Indonesia antara tahun 2021 hingga 2024 menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan dalam jumlah penumpang dan pendapatan, kenaikan biaya operasional akibat fluktuasi harga bahan bakar, hingga persaingan ketat dengan layanan transportasi berbasis aplikasi yang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas digital. Selain itu, masalah infrastruktur seperti kemacetan dan keterlambatan perjalanan juga menambah masalah dalam hal kepuasan pelanggan, sementara perubahan preferensi konsumen memaksa perusahaan untuk terus melakukan inovasi. Situasi ini menunjukkan bahwa evaluasi kinerja perusahaan transportasi darat tidak hanya harus dilihat dari aspek keuangan, melainkan juga harus mempertimbangkan sudut pandang non-finansial seperti kepuasan pelanggan, efektivitas proses internal, serta 137 aspek pembelajaran dan pertumbuhan. Dengan demikian, penerapan Balanced Scorecard menjadi penting untuk menilai kinerja perusahaan transportasi Darat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021 hingga 2024, Karena ini dapat memberikan wawasan lengkap mengenai kemampuan perusahaan untuk bertahan, beradaptasi, dan tumbuh di tengah fluktuasi pasar yang tidak stabil. Balanced Scorecard pertama kali diperkenalkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada awal tahun 1990-an sebagai cara untuk mengatasi kelemahan dalam pendekatan tradisional ang biasanya hanya menitikberatkan pada hasil finansial. Kerangka kerja ini telah banyak diterapkan dalam manajemen strategis untuk membantu perusahaan dari berbagai sektor dalam mengelola kinerja mereka secara lebih menyeluruh (Hidayat et al., 2020). Elemen penting dari Balanced Scorecard adalah kemampuannya untuk mengaitkan visi dan strategi sebuah perusahaan dengan aktivitas operasional sehari-hari, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menerjemahkan visi dan strategi mereka ke dalam tujuan-tujuan yang dapat diukur dan relevan (Abdul & Salsabilla, 2024). Balanced Scorecard mencakup empat perspektif sebagai berikut: (1) Perspektif Keuangan dalam BSC menilai kemampuan keuangan perusahaan transportasi darat dalam mengelola biaya operasional, meningkatkan pendapatan, dan menjaga stabilitas finansial demi keberlangsungan usaha. (2) Perspektif Pelanggan mengukur tingkat kepuasan, kenyamanan, loyalitas, serta citra perusahaan di mata penumpang sebagai pengguna layanan. (3) Perspektif Bisnis Internal menekankan pada efisiensi dan kehandalan dalam operasional. (4) Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran fokus pada pengembangan sumber daya manusia, pelatihan sopir, pemanfaatan teknologi, serta inovasi untuk dapat beradaptasi dan bersaing. Beberapa studi sebelumnya mengenai Balanced Scorecard telah dilaksanakan di berbagai perusahaan untuk menilai kinerja manajerialnya. Studi-studi ini menunjukkan bahwa pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard dapat memberikan informasi yang lebih tepat, karena tidak hanya fokus pada kinerja finansial, tetapi juga aspek non finansial. Beberapa studi sebelumnya adalah sebagai berikut: Penelitian terdahulu oleh (Azzahra et al., 2024) dengan judul “Pengukuran Kinerja Perusahaan Otobus dengan Metode Balanced Scorecard”. Temuan dari studi ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kinerja finansial PT Lorena, serta tantangan dalam menjaga kesetiaan pelanggan. Meskipun beberapa indikator menunjukkan hasil yang positif, perusahaan masih menghadapi berbagai kendala. Dengan mempertimbangkan beberapa penelitian sebelumnya, inovasi dalam penelitian ini terletak pada objek yang diteliti, rasio yang dipakai untuk mengukur perspektif keuangan, serta indikator yang digunakan untuk menilai perspektif pelanggan, proses internal, dan pertumbuhan serta pembelajaran. Penelitian mengenai Balanced Scorecard masih jarang dilakukan dalam sektor transportasi darat. Oleh sebab itu, penulis merasa terdorong untuk melakukan penelitian Balanced Scorecard yang lebih dalam agar dapat memberikan fokus pada sektor transportasi darat dengan menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia guna mengukur sejauh mana efektivitas kinerja tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dari perspektif nonfinansial seperti kesetiaan pelanggan, efisiensi operasional internal, dan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi serta berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dengan menerapkan metode Balanced Scorecard terhadap pengukuran kinerja perusahaan sektor transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 – 2024. Kinerja dapat dinilai dari seberapa efektif Seseorang, kelompok, atau organisasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya serta menghasilkan hasil yang diinginkan (Nanik et al., 2024). Menurut (Ismail, 2020) Pengukuran kinerja adalah ““proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk menilai atau menilai setiap karyawannya. Departemen sumber daya manusia suatu perusahaan menggunakan hasil penilaian kinerja sebagai informasi dasar untuk mengevaluasi efektivitas dan 138 keberhasilan berbagai kebijakan terkait sumber daya manusia”. Balanced scorecard menurut (Panjaitan et al., 2020) terdiri dari dua kata, yaitu balance dan scorecard. Balance berarti seimbang, sementara scorecard merupakan kartu skor kinerja atau prestasi kerja individu atau organisasi. Balanced scorecard adalah sistem untuk mengukur kinerja yang mencakup metrik keuangan dan nonkeuangan. Ini adalah kerangka untuk menilai kinerja perusahaan dengan menyeimbangkan indikator dari empat perspektif: finansial, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan (Chaeroni et al., 2024). Menurut (Panjaitan et al., 2020) Balanced Scorecard memberikan keuntungan bagi organisasi dalam beberapa hal 1. Menjabarkan visi organisasi; 2. Mengorganisasi agar visi tersebut dapat tercapai; 3. Menghubungkan perencanaan strategis dan distribusi sumber daya 4. Meningkatkan efisiensi manajemen dengan memberikan informasi yang tepat untuk mengarahkan perubahan. Manfaat lain dari penerapan Balanced scorecard tidak hanya sebatas pengukuran kinerja, tetapi juga menyangkut berbagai aspek lainnya yang secara langsung mendukung kesuksesan organisasi keseluruhan(Usman et al., 2022) Empat keunggulan yang didapat perusahaan menurut (Salman & Farid, 2016) dengan menerapkan Balanced scorecard adalah sebagai berikut: a. Menyeluruh b. Konsisten c. Seimbang d. Terukur Komponen Balanced scorecard dalam mengukur kinerja organisasi 1.Keuangan Pengukuran kinerja keuangan mempertimbangkan adanya tahapan dari siklus kehidupan bisnis, yaitu: (Kaplan & Norton, 2001): a. Growth b.Sustain c.Harvest 2.Pelanggan Perspektif ini menekankan pentingnya memahami, memenuhi, dan melebihi harapan pelanggan sebagai faktor kunci dalam mencapai keberhasilan jangka panjang perusahaan (Riyana, 2017) a.Kepuasan Pelanggan b.Retensi Pelanggan c.Akusisi Pelanggan Baru d.profitabilitas Pelanggan 3. Proses Bisnis Internal Di era globalisasi dan meningkatnya persaingan, perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan kinerja proses internal mereka dalam memenuhi harapan pelanggan dan mencapai target finansial yang ditetapkan. Oleh karena itu, pemahaman dan pengelolaan proses bisnis internal menjadi penting untuk menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif (Khaeruman et al., 2023) 4. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Perspektif ini fokus pada pengembangan sumber daya manusia serta organisasi, beserta penciptaan budaya yang mendukung inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Di dunia bisnis yang terus berubah, kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan berkembang sangat penting untuk mencapai keberhasilan jangka panjang (Saharuddin et al., 2019). METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui metode Balanced Scorecard (BSC) untuk mengevaluasi kinerja perusahaan transportasi darat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Populasi dalam studi ini terdiri dari seluruh perusahaan yang beroperasi di sektor transportasi dan terdaftar di BEI, dengan total sebanyak 30 entitas. Teknik yang digunakan untuk pemilihan sampel adalah purposive sampling, yang mana sampel dipilih sesuai dengan kriteria tertentu agar representatif dan informasi yang diperoleh lengkap serta relevan untuk analisis (perusahaan sektor transportasi darat memenuhi kriteria purposive sampling). Metode pengumpulan data yang diterapkan adalah data sekunder, di mana informasi yang diperlukan dalam penelitian ini bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan dalam sektor transportasi darat di BEI untuk periode 20212024. Variabel yang dioperasionalkan terdiri 139 atas variabel independen: Perspektif Keuangan (NPM, ROE, DER, dan CR), Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis Internal, serta Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran, sementara variabel dependen adalah kinerja perusahaan. Dengan menentukan rata-rata skor berdasarkan hasil pengukuran kinerja yaitu: 2022, 13,54% di tahun 2023 dan di tahun 2024 sebesar 21,69% dengan mencatat score 2 (cukup baik) Menunjukkan kestabilan yang cukup, tetapi tidak menunjukkan pertumbuhan yang berarti. PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk menunjukkan penurunan dimana pada tahun 2021 sebesar 78,39% menurun menjadi -205,54% tahun 2022 dengan score 1 (tidak baik), namun mengalami kenaikan tahun 2023 sebesar 9,29% score 2 (cukup baik) dan kembali menurun menjadi -21,82% di tahun 2024 score 1 (tidak baik) menunjukkan kinerja yang kurang baik dalam hal profitabilitas dan mengalami kesulitan untuk mencapai kestabilan. Perhitungan NPM dalam range penilaian kinerja dengan scorecard, pada PT Eka Sari Lorena Transport Tbk mencatat penurunan pada tahun 2021 sebesar -43,00% menjadi -39,28% tahun 2022 dan -96,35% di tahun 2023 dengan score 1 (tidak baik), namun mengalami peningkatan drastis mencapai 2368,15% di tahun 2024 dengan score 4 (sangat baik) menunjukkan adanya peningkatan yang drastis di akhir periode. Perhitungan NPM dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Steady Safe Tbk (SAFE) menunjukkan penurunan pada tahun 2021 sebesar -104,02% score 1 (tidak baik) adanya kerugian dan meningkat pesat menjadi 723,14% tahun 2022 dan 100,12% di tahun 2023 dengan score 4 (sangat baik) menunjukkan adanya pemul, namun di tahun 2024 mengalami sedikit penurunan menjadi 44,28% turun ke score 2 (cukup baik) yang menunjukkan adanya tren pemulihan yang tidak stabil. Perhitungan NPM dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Blue Bird Tbk mengalami fluktuaktif dimana pada tahun 2021 mencatat kenaikan dari -104,92% score 1 (tidak baik) menjadi 2482,43% score 4 (sangat baik) di tahun 2022 dan mengalami pertumbuhan yang lebih meningkat sebesar 3,26% dan 12,31% tahun 2024 dengan score 2 (cukup baik) menandakan adanya profitabilitas yang stabil namun relatif rendah. PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) juga menunjukkan kinerja yang sangat fluktuatif dengan peningkatan sebesar 19,99% pada tahun 2021 score 2 (cukup baik), kemudian mengalami penurunan menjadi 33,89% tahun 2022 dan -80,73% tahun 2023 dengan perolehan score 1 (tidak baik) namun Tabel 1 Rata-rata Skor Range Rate In Tingkat Kinerja Score Hubungan <0% D 1 Tidak Baik 0-50% C 2 Cukup Baik 51-100% B 3 Baik >100% A 4 Sangat Baik Sumber: (Riyana, 2017) HASIL DAN PEMBAHASAN a. Perspektif Keuangan Tabel 2 Perspeektif Keuangan Kode Emiten ASSA BPTR WEHA LRNA Tahun NPM Score 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 49,09% -97,99% 593,70% 1421,60% 179,79% 0,94% 13,54% 21,69% -78,39% -205,54% 9,29% -21,82% -43,00% -39,28% -96,35% 2368,15% 2 1 4 4 4 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 4 Kode Emiten SAFE BIRD TRJA TAXI Tahun NPM Score 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 -104,02% 723,14% 100,12% 44,28% -104,92% 2482,43% 3,26% 12,31% 19,99% -33,89% -80,73% 219,86% -1150,96 -119,47 -83,48 -45,24 1 4 4 2 1 4 2 2 2 1 1 4 1 1 1 1 Perhitungan NPM dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT sarana armada Tbk (ASSA) mengalami fluktuaktif dimana tahun 2021 mencatat peningkatan sebesar 49,09% score 2 (cukup baik) namun di tahun 2022 terjadi penurunan menjadi -97,99% dengan score 1 (tidak baik) menandakan kerugian kembali. Tahun 2023 meningkat pesat sebesar 593,70% dan bertambah menjadi 421,60% di tahun 2024 dengan score 4 (sangat baik) menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan profitabilitas dengan baik. PT Batavia Prosperindo Trans Tbk mencatat peningkatan awal periode tahun 2021 sebesar 179,79% dengan score 4 (sangat baik) namun mengalami penurunan menjadi 0,94% tahun 140 kembali mengalami kenaikan signifikan sebesar 219,86% tahun 2024 score 4 (sangat baik) menandakan kinerja yang tidak stabil. Perhitungan NPM dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Express Transindo Utama Tbk menunjukkan kinerja dengan Score 1 (tidak baik) untuk semua periode dimana mencatat pada tahun 2021 sebesar -1150,96% menjadi -119,47% tahun 2022, -83,48% tahun 2023 dan -45,24% tahun 2024 yang menunjukkan kerugian yang konsisten dan berkelanjutan. ROE dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar -68,86% dan -214,28% tahun 2022 score 1 (tidak baik) mesikpun tahun 2023 mencatat kenaikan 37,26% score 2 (cukup baik) namun di tahun 2024 kembali menurun menjadi -17.81% score 1 (tidak baik) menunjukkan. Perhitungan ROE dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Eka Sari Lorena Transport Tbk menunjukkan penurunan sebesar -30,12% tahun 2021; -9,42% tahun 2022 dan -97,97% tahun 2023 dengan score 1 (tidak baik) dan mengalami peningkatan drastis pada 2024 sebesar 2172,64% score 4 (Sangat Baik). Perhitungan ROE dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Steady Safe Tbk pada tahun 2021 mengalami penurunan -104,55% score 1 (tidak baik), di tahun 2022 peningkatan sebesar 1428,19% dan 189,94% tahun 2023 dengan score 4 (sangat baik) namun kembali mengalami penurunan sebesar -99,52% tahun 2024 score 1 (tidak baik). Perhitungan ROE dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Blue Bird Tbk tahun 2021 mencatat penurunan sebesar -105,43% score 1 (tidak baik) sedangkan di tahun 2022 mengalami peningkatan 3916,15% score 4 (sangat baik) dan kembali mengalami penurunan dengan score 3 (cukup baik) tahun 2023 sebesar 20,87% dan tahun 2024 sebesar 20,23%. Perhitungan ROE dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Transkon Jaya Tbk menunjukkan fluktuasi dimana pada tahun 2021 mencatat sebesar 4,51% score 2 (cukup baik) menurun menjadi -27,28% tahun 2022 dan terus menurun menjadi -76,22 tahun 2023 dengan score 1 (tidak baik) dan kembali meningkat menjadi 190,14% dengan score 4 (sangat baik). Perhitungan ROE dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Express Transindo Utama Tbk mencatat penurunan selama empat tahun dengan score 1 (tidak baik) dengan tingkat penurunan paling tajam pada tahun 2023 sebesar 9886,31% meskipun sempat meningkat di tahun 2024 menjadi -54,37% tetapi masih dengan score 1 (tidak baik). Tabel 3 hasil range pengukuran kinerja dan Scorecard ROE Kode Emiten ASSA BPTR WEHA LRNA Tahun ROE Score 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 103,27% -98,34% 398,00% 1488,99% 235,38% 45,71% -20,01% 33,69% -68,86% -214,28% 37,26% -17,81% -30,12% -9,42% -97,97% 2172,64% 4 1 4 4 4 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1 4 Kode Emiten SAFE BIRD TRJA TAXI Tahun ROE Score 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 -104,55% 1428,19% 189,94% -99,52% -105,43% 3916,15% 20,87% 20,23% 4,51% -27,28% -76,22% 190,14% -75,76% -9886,31% -70,87% -54,37% 1 4 4 1 1 4 2 2 2 1 1 4 1 1 1 1 Perhitungan ROE dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Adi Sarana Armada Tbk pada tahun 2021 menunjukkan kinerja yang baik sebesar 103,27% dengan score 4 (sangat baik) tetapi mengalami penurunan dengan score 1 (tidak baik) sebesar -98,34% tahun 2022 dan kembali meningkat sebesar 398,00% tahun 2023 dan 1488,99% di tahun 2024 dengan score 4 (sangat baik) menunjukkan pemulihan yang baik. PT Batavia Prosperindo Trans Tbk mengalami fluktuatif, dimana pada tahun 2021 mencatat peningkatan sebesar 235,38% dengan score 4 (sangat baik) sedangkan tahun 2022 penurunan positif masih pada angka 45%,71% dengan score 2 (cukup baik) namun di tahun 2023 menunjukkan penurunan negatif sebesar -20,01% dengan score 1 (tidak baik) menunjukkan adanya kerugian dan kembali mengalami peningkatan pada 2024 sebesar 33,69% score 2 (cukup baik) menunjukkan adanya pemulihan. Perhitungan 141 Tabel 4 hasil range pengukuran kinerja dan Scorecard DER Kode Emiten Tahun DER Score 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 -6,94% -19,65% -6,33% -2,36% 68,26% 56,54% -43,94% 30,85% 1,77% -54,09% 12,40% -2,51% 2,65% 28,41% -46,19% -9,33% 1 1 1 1 3 3 1 2 2 1 2 1 2 2 1 1 ASSA BPTR WEHA LRNA Kode Emiten SAFE BIRD TRJA TAXI Tahun DER Score 2021 -5,25% 2022 5,77% 2023 26,71% 2024 172,37% 2021 -26,88% 2022 2,30% 2023 20,04% 2024 17,90% 2021 -13,11% 2022 -85,26% 2023 1327,39% 2024 -40,89% 2021 -113,41% 2022 -3,52% 2023 6,10% 2024 -67,15% 1 2 2 4 1 2 2 2 1 2 2 1 1 1 2 1 28,41% di tahun 2022, namun terjadi penurunan dengan score 1 (tidak baik) tahun 2023 sebesar -46,19% dan -9,33% tahun 2024. Perhitungan DER dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Steady Safe Tbk (SAFE) menunjukan peningkatan bertahap pada setiap periode dimana tahun 2021 sempat mencatat penurunan dengan score 1 (tidak baik) sebesar -5,25% namun mengalami peningkatan 5,77% tahun 2022 lalu meningkat menjadi 26,71% tahun 2023 dengan score 2 (cukup baik) dan pada tahun 2024 memperoleh kenaikan sebesar 172,37% dengan score 4 (sangat baik). Perhitungan DER dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Blue Bird Tbk (BIRD) menunjukkan DER yang fluktuaktif dimana tahun 2021 menunjukkan penurunan sebesar -26,88% score 1 (tidak baik) namun kembali mengalami peningkatan dengan score 2 (cukup baik) di tahun 2022 sebesar 2,30%, di tahun 2023 sebesar 20,04% dan pada tahun 2024 sebesar 17,90%. Perhitungan DER dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Transkon Jaya Tbk Kinerja (TRJA) menunjukkan performa kenaikan tertinggi hanya pada tahun 2023 sebesar 1237,39% dengan score 4 (sangat baik), namun mencatat penurunan di tahun 2021 sebesar -13,11%, tahun 2022 sebesar -85,26% dan -40,89% tahun 2024 yang mana ketiga periode tersebut meperoleh score 1 (tidak baik). PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menunjukan penurunan dengan score 1 (tidak baik) sebesar -113,41% tahun 2021, 3,52% tahun 2022, -67,15% tahun 2024 dan hanya menunjukkan kenaikan pada tahun 2023 sebesar 6,10% score 2 (cukup baik). Perhitungan DER dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatat kinerja dengan score 1 (tidak baik) penurunan secara berkala pada setiap periode dimana tahun 2021 dengan angka sebesar -6,94%, tahun 2022 sebesar -19,65%, tahun 2023 sebesar -6,33% dan -2,36% di tahun 2024. Perhitungan DER dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) mengalami peningkatan tahun 2021 sebesar 68,26% dan 56,54% tahun 2022 dengan score 3 (baik) namun di tahun 2023 mengalami penurunan drastis hingga -43,94% dengan score 1 (tidak baik) dan mengalami peningkatan kembali di tahun 2024 sebesar 30,85%. Perhitungan DER dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menunjukkan performa DER yang fluktuaktif dimana tahun 2021 mencatat 1,77% score 2 (cukup baik) namun terjadi penurunan sebesar -54,09% tahun 2022 score 1 (tidak baik) dan tahun 2023 peningkatan 12,40% score 2 (cukup baik) meski di tahun 2024 kembali menurun dengan score 1 (tidak baik) sebesar 2,51%. Perhitungan DER dalam range penilaian kinerja dengan scorecard Pada PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menunjukkan peningkatan dengan score 2 (cukup baik) tahun 2021 sebesar 2,65% dan 142 Tabel 5 Hasil range pengukuran kinerja dan Scorecard CR Kode Emiten ASSA BPTR WEHA LRNA Tahun CR Score 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 105,52% -3,96% 2,23% -4,92% 46,50% 21,66% 72,70% -50,75% 14,31% 266,17% 88,28% -56,80% 25,88% -25,83% 13,37% -11,82% 4 1 2 1 2 2 3 1 2 4 3 1 2 1 2 1 Kode Emiten SAFE BIRD TRJA TAXI Tahun CR Score 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 -24,98% 67,61% -26,61% 71,91% 24,63% -37,18% 469,81% -10,23% 48,87% 9,44% -42,95% 41,13% -97,38% 6,75% -1,51% 704,14% 1 3 1 3 2 1 4 1 2 2 1 2 4 2 1 4 2023 score 2 (cukup baik), namun pada akhir tahun 2024 mencatat penurunan sebesar 11,82% dengan score 1 (tidak baik). Perhitungan CR dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Steady Safe Tbk PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengalami fluktuaktif dimana tahun 2021 mencatat penurunan sebesar -24,98% score 1 (tidak baik) dan di tahun 2022 kenaikan menjadi 67,61% dengan score 3 (baik), lalu memburuk di tahun 2023 dengan score 1 (tidak baik) sebesar -26,61%, dan kembali meningkat di tahun 2024 sebesar 71,91% dengan score 3 (baik). Perhitungan CR dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Blue Bird Tbk (BIRD) juga mengalami perubahan yang menunjukan penurunan dari score 2 (cukup baik) sebesar 24,63% tahun2021 menjadi -37,18% di tahun 2022 score 1 (tidak baik), dan kembali mengalami kenaikan hingga 469,81% pada tahun 2023 dengan score 4 (sangat baik), tetapi kembali turun menjadi -10,23% di tahun 2024 dengan score 1 (tidak baik). Perhitungan CR dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) mencatat peningkatan pada tahun 2021 sebesar 48,87% score 2 (cukup baik) menjadi 10844,01% tahun 2022 dengan score 4 (sangat baik) namun kembali mengalami penurunan sebesar -42,95% pada tahun 2023 score 1 (tidak baik) sebelum kembali mengalami kenaikan ke 41,13% score 2 (cukup baik) di tahun 2024. Perhitungan CR dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) pada tahun 2021 mencatat peningkatan sebesar 2519,46% dengan score 4 (sangat baik) namun mengalami penurunan hingga 6,75% score 2 (cukup baik) di tahun 2022 dan tahun 2023 mencatat kembali penurunan -1,51% score 1 (tidak baik) hingga pada tahun 2024 kembali mengalami kenaikan dengan score 4 (sangat baik) menjadi 704,14% menunjukkan adanya pemulihan kinerja yang drastis. Perhitungan CR dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menunjukkan performa DER di tahun 2021 sebesar 105,52% dengan score 4 (sangat baik) namun di tahun 2022 penurunan dengan score 1 (tidak baik) sebesar -3,96%, kembali meningkat menjadi 2,23% score 2 (cukup baik) dan tahun 2024 mencatat score 1 (tidak baik) sebesar -4,92%. Perhitungan CR dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) menunjukan peningkatan dengan score 2 (cukup baik) di tahun 2021 sebesar 46,50% dan 21,66% tahun 2022 dan mencatat kenaikan sebesar 72,70% tahun 2023 dengan score 3 (baik) namun pada tahun 2024 mengalami penurunan sejauh 50,75% dengan score 1 (tidak baik). Perhitungan CR dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menunjukkan kenaikan secara berkala pada tahun 2021 sebesar 14,32% score 2 (cukup baik), tahun 2022 sebesar 266,17% dengan score 4 (sangat baik), tetap stabil di tahun 2023 dengan score 3 (cukup baik) sebesar 88,28%, namun mengalami penurunan pada tahun 2024 sebesar -56,80% dengan score 1 (tidak baik). PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) mencatat peningkatan 25,88% di tahun 2021 dengan score 2 (cukup baik), namun penurunan sebesar -25,83%% pada tahun 2022 dengan score 1 (tidak baik) dan kembali meningkat sebesar 13,37% di tahun 143 b. Perspektif Pelanggan Tabel 6 hasil range pengukuran kinerja dan Scorecard Perspektif Pelanggan Kode Emiten Tahun ASSA BPTR WEHA LRNA 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 Kas Score Pelanggan 78,97% 3 16,28% 2 -28,39% 1 5,00% 2 23,85% 2 77,00% 3 21,71% 2 12,66% 2 35,92% 2 88,83% 3 47,68% 2 14,12% 2 1,82% 2 32,05% 2 -1,70% 1 -8,76% 1 Kode Emiten SAFE BIRD TRJA TAXI Tahun 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 namun kembali mengalami penurunan tahun 2023 sebesar -1,70% dan tahun 2024 sebesar -8,76% dengan score 1 (tidak baik). Perhitungan Kas Pelanggan dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Steady Safe Tbk (SAFE) pernah menunjukkan peningkatan dari tahun 2021 sebesar 9,27% dengan score 2 (cukup baik) menjadi 55,92% score 3 (baik) di tahun 2022 tetapi kemudian mengalami penurunan dengan score 1 (tidak baik) tahun 2023 sebesar -1,28% dan tahun 2024 sebesar 6,05%. Perhitungan Kas Pelanggan dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengalami flukuaktif dimana pada tahun 2021 mencatat peningkatan dengan score 2 (cukup baik) sebesar 0,86% menjadi 63,31% dengan score 3 (baik) dan sedikit menurun dengan perolehan score 2 (cukup baik) sebesar 26,59% tahun 2023 dan 11,97% di tahun 2024. Perhitungan Kas Pelanggan dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) menunjukkan penurunan di tahun 2021 sebesar -0,01% dengan score 1 (tidak baik) dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 11,91% menjadi 33,02% tahun 2023 dengan perolehan score 2 (cukup baik) sebesar 11,91%, namun kembali mengalami penurunan sebesar 2,71% score 1 (tidak baik). Sementara itu, Perhitungan Kas Pelanggan dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar -86,07% menjadi -55,91% dengan perolehan score 1 (tidak baik) dan mengalami kenaikan sebesar 31,53% score 2 (cukup baik) namun kembali menurun sebesar -21,67% dengan Score 1 (tidak baik) tahun 2024. Kas Score Pelanggan 9,27% 2 55,92% 3 -1,28% 1 -6,05% 1 0,86% 2 63,31% 3 26,59% 2 11,97% 2 -0,01% 1 11,91% 2 33,02% 2 -2,71% 1 -86,07% 1 -55,91% 1 31,53% 2 -21,67% 1 Perhitungan Kas Pelanggan dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatat peningkatan pada tahun 2021 arus kas pelanggan sebesar 78,97% score 3 (baik) namun sedikit menurun di tahun 2022 menjadi 16,28% dengan score 2 (cukup baik) menunjukkan penurunan positif. Lalu penurunan negatif tahun 2023 sebesar 28,39% dengan score 1 (tidak baik) menandakan kerugian, sebelum sedikit mengalami kenaikan di tahun 2024 sebesar 5,00% dengan score 2 (cukup baik) menunjukkan adanya perbaikan kinerja kas pelanggan. Perhitungan Kas Pelanggan dalam range penilaian kinerja dengan scorecard pada PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) mengalami peningkatan berkala di tahun 2021 sebesar 23,85% dengan score 2 (cukup baik) menjadi 77,00% score 3 (baik) di tahun 2022 dan mengalami sedikit penurunan dengan score 2 (cukup baik) di tahun 2023 sebesar 21,71% dan tahun 2024 sebesar 12,66%. PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mengalami fluktuaktif dimana mencatat peningkatan terbesar diperoleh pada tahun 2022 dengan score 3 (baik) sebesar 88,83% dan mencatat score 2 (cukup baik) untuk periode tahun 2021 sebesar 35,92% dan 47,68% tahun 2023 serta 14,12% di tahun 2024. PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menunjukkan peningkatan pada tahun 2021 sebesar 1,82% menjadi 32,05% tahun 2022 dengan score 2 (cukup baik) 144 c. Perspektif Proses Bisnis Internal Tabel 7 hasil range pengukuran kinerja dan Scorecard Perspektif Proses bisnis internal Kode Tahun Emiten 2021 2022 ASSA 2023 2024 2021 2022 BPTR 2023 2024 2021 2022 WEHA 2023 2024 2021 2022 LRNA 2023 2024 Operating Profit 47,97% -47,12% 27,03% 128,05% 96,94% 54,78% 22,11% 21,81% -89,01% -760,77% 59,60% -5,77% -1,78% -9,35% -87,10% 864,34% Score 2 1 2 4 3 3 2 2 1 1 3 1 1 1 1 4 Kode Tahun Emiten 2021 2022 SAFE 2023 2024 2021 2022 BIRD 2023 2024 2021 2022 TRJA 2023 2024 2021 2022 TAXI 2023 2024 Scorecard pada PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) mengalami penurunan selama tiga periode awal dimana mencatat pada tahun 2021 sebesar 1,78% menjadi -9,35% tahun 2022 dan -87,10% tahun 2023 dengan perolehan score 1 (tidak baik), tetapi berhasil mengalami kenaikan di tahun 2024 sebesar 864,34% score 4 (sangat baik). Perhitungan Operating profit dalam range penilaian kinerja dengan Scorecard pada PT Steady Safe Tbk mencatat penurunan pada tahun 2021 dari 64,21% dengan score 3 (baik) menjadi 29,14% di tahun 2022 score 2 (cukup baik) dan mengalami penurunan hingga -0,84% dengan score 1 (tidak baik) tahun 2023, namun kembali meningkat menjadi 22,56% dengan score 2 (cukup baik) di tahun 2024. Perhitungan Operating profit dalam range penilaian kinerja dengan Scorecard pada PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengalami penurunan pada 2021 sebesar 97,12% menjadi -2700,40% dengan score 1 (tidak baik), namun kembali mengalami peningkatan signifikan sebesar 28,83% tahun 2023 dan 17,22% di tahun 2024 dengan score 2 (cukup baik). Perhitungan Operating profit dalam range penilaian kinerja dengan Scorecard pada PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) menunjukkan penurunan pada tahun 2021 dimana sebesar -9,45% menurun menjadi -11,88% tahun 2022 dengan score 1 (tidak baik), namun mengalami peningkatan pada tahun 2023 hingg 210,20% perolehan score 4 (sangat baik) dan kembali menurun di tahun 2024 dengan score 2 (cukup baik) sebesar 2,14%. Perhitungan Operating profit dalam range penilaian kinerja dengan Scorecard pada PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatat score 1 (tidak baik) pada tiga periode awal dimana tahun 2021 sebesar 105,80% menjadi -158,69% di tahun 2022 hingga -156,14% tahun 2023 kemudian sedikit mengalami kenaikan untuk tahun 2024 sebesar 0,76% dengan score 2 (cukup baik). Operating Score Profit 64,21% 3 29,14% 2 -0,84% 1 22,56% 2 -97,12% 1 -2700,40% 1 28,83% 2 17,22% 2 -9,45% 1 -11,88% 1 -10,53% 1 28,46% 2 -105,80% 1 -158,69% 1 -156,14% 1 0,76% 2 Perhitungan Operating profit dalam range penilaian kinerja dengan Scorecard pada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menunjukkkan penurunan dimana pada tahun 2021 mencatat sebesar 47,79% dengan score 2 (cukup baik) menurun menjadi -47,12% di tahun 2022 score 1 (tidak baik) dan mengalami kenaikan menjadi 27,03% tahun 2023 perolehan score 2 (cukup baik) hingga 128,05% score 4 (sangat baik) di tahun 2024. Perhitungan Operating profit dalam range penilaian kinerja dengan Scorecard pada PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) menunjukkan peningkatan pada tahun 2021 sebesar 96,94% dan mengalami sedikit penurunan menjadi 54,78% di tahun 2022 dengan perolehan score 3 (baik) untuk kedua periode tersebut. Sedangkan untuk tahun 2023 kembali mencatat penurunan sebesar 22,11% menjadi 21,81% di tahun 2024 dengan score 2 (cukup baik). PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar -89,01% menjadi -760,77% di tahun 2022 dengan score 1 (kurang baik), kemudian membaik dengan kenaikan menjadi 59,60% tahun 2023 dengan score 3 (Baik), tetapi kembali mengalami penurunan sebesar -5,77% score 1 (tidak baik) di tahun 2024. Perhitungan Operating profit dalam range penilaian kinerja dengan 145 D. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Tabel 8 hasil range pengukuran kinerja dan Scorecard Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Kode Emiten ASSA BPTR WEHA LRNA Tahun 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 produktivitas Score Karyawan -24,61% 1 80,85% 3 26,62% 2 6,57% 2 16,05% 2 37,02% 2 16,34% 2 7,42% 2 19,56% 2 -2,68% 1 65,44% 3 -7,85% 1 10,39% 2 43,08% 2 -5,73% 1 0,91% 2 Kode Emiten SAFE BIRD TRJA TAXI Tahun 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 2021 2022 2023 2024 produktivitas Karyawan 9,40% 46,57% -1,51% -4,65% 29,48% 35,34% 16,69% 10,52% -2,52% -4,40% 15,58% 177,25% -9,58% -18,81% 101,07% -9,57% tahun 2021 sebesar 10,39% meningkat menjadi 43,08 dengan score 2 (cukup baik) tahun 2022 kemudian mengalami penurunan sebesar -5,73% score 1 (tidak baik) dan sedikit meningkat menjadi 0,91% score 2 (cukup baik). Perhitungan Produktivitas karyawan dalam range penilaian kerja dengan scorecard pada PT Steady Safe Tbk (SAFE) menujukkan peningkatan pada tahun 2021 sebesar 9,40% meningkat menjadi 46,57% di tahun 2022 dengan perolehan score 2 (cukup baik) dan di tahun 2022 mengalami penurunan -1,51% hingga tahun 2024 sebesar -4,65% dengan score 1 (tidak baik). PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengalami fluaktuasi dimana memperoleh score 2 (cukup baik) untuk semua periode dengan mencatat peningkatan tahun 2021 sebesar 29,48% meningkat menjadi 35,24% dan sedikit menurun untuk tahun 2023 sebesar 16,69% hingga 10,52% di tahun 2024. Perhitungan Produktivitas karyawan dalam range penilaian kerja dengan scorecard pada PT Transkon Jaya Tbk mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar -2,52% dan -4,40% tahun 2022 dengan score 1 (tidak baik) namun kembali mengalami kenaikan menjadi 15,58% score 2 (cukup baik) tahun 2023 hingga 177,25% di tahun 2024 dengan score 4 (sangat baik). Perhitungan Produktivitas karyawan dalam range penilaian kerja dengan scorecard pada PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatat hampir pada tiga periode dimana pada tahun 2021 sebesar 9,58%, tahun 2022 sebesar -18,81%, tahun 2024 sebesar -9,57% dengan score 1 (tidak baik) dan hanya mencatat kenaikan di tahun 2023 sebesar 101,07% score 4 (sangat baik). Score 2 2 1 1 2 2 2 2 1 1 2 4 1 1 4 1 Perhitungan Produktivitas karyawan dalam range penilaian kerja dengan scorecard pada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menunjukkan peningkatan pada tahun 2021 dari -24,61% score 1 (tidak baik) meningkat menjadi 80,85% di tahun 2022 dengan score 3 (baik) dan sedikit mengalami penurunan di tahun 2023 sebesar 26,62% hingga tahun 2024 sebesar 6,57% dengan perolehan score 2 (cukup baik). Perhitungan Produktivitas karyawan dalam range penilaian kerja dengan scorecard pada PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 16,05% menjadi 37,02% tahun 2022 namun sedikit mengalami penurunan 16,34% tahun 2023 hingga tahun 2024 sebesar 7,42% dengan perolehan score 2 (cukup baik) untuk empat tahun tersebut. Perhitungan Produktivitas karyawan dalam range penilaian kerja dengan scorecard pada PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2021 mencatat penurunan dari 19,56% score 2 (cukup baik) menurun menjadi -2,68% score 1 (tidak baik), namun kembali meningkat menjadi 65,44% dengan score 3 (baik) tahun 2023 dan menurun hingga 17,93% perolehan score 1 (tidak baik) di tahun 2024. Perhitungan Produktivitas karyawan dalam range penilaian kerja dengan scorecard pada PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menujukkan peningkatan pada KESIMPULAN Berdasarkan analisis dari tiap perusahaan, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan yang diteliti mengalami perubahan yang cukup signifikan. Penilaian kinerja keuangan menunjukkan bahwa banyak perusahaan mengalami kinerja yang kurang baik, sementara beberapa di antaranya mencatatkan pemulihan yang tidak konsisten. Kinerja dari perspektif pelanggan yang diukur melalui kas pelanggan yang diperoleh, menunjukkan hasil 146 yang cukup baik dibandingkan dengan perspektif keuangan. Meskipun hanya beberapa perusahaan yang dapat mempertahankan kinerja pelanggan yang stabil, sedangkan banyak yang masih berjuang untuk memastikan kepuasan dan kesetiaan pelanggan di tengah situasi pasar yang berubah-ubah. Kinerja dari perspektif Proses bisnis dan internal yang diukur melalui laba operasi menunjukkan hasil yang cukup baik. Kinerja proses bisnis internal dinilai cukup baik karena sebagian besar masih mengalami kesulitan signifikan dalam menjaga kinerja yang stabil dibandingkan perusahaan yang mempertahankan profitabilitas operasional dalam jangka panjang. Kinerja Perspektif Pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur melalui produktivitas karyawan menunjukkan hasil yang cukup baik. Sebagian besar perusahaan masih menghadapi kesulitan dalam mempertahankan produktivitas karyawan secara berkelanjutan, meskipun ada beberapa yang menunjukkan kemajuan dan perbaikan yang signifikan. Perusahaan harus memperbaiki efisiensi dalam pengelolaan keuangan dan membangun kesetiaan pelanggan demi mencapai keberlangsungan dalam waktu yang lama. Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard. Jurnal Sorot, 8(1), 95–104. Hidayat, R., Marwati, S., & Yasin, A. (2020). Konsep Balanced Scorecard (BSC) dan Aplikasinya pada Organisasi Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), 8(2), 297–308. https://doi.org/10.26877/jmp.v8i2.3748 Ismail. (2020). PENGUKURAN KINERJA SDM - Google Books. CV. Pena Persada. https://www.google.co.id/books/edition/ PENGUKURAN_KINERJA_SDM/gqg WEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=va lidasi+adalah&pg=PA48&printsec=fron tcover Kaplan, & Norton. Scorecard. (2001). Balanced Khaeruman, K., Suflani, S., Mukhlis, A., & Romli, O. (2023). Analisis Efektivitas Strategi Penilaian Kinerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan di Indomaret Kota Serang. Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo, 9(2), 352. https://doi.org/10.35906/jurman.v9i2.19 03 Kusuma, A. R., Syarief, R., Ekananta, A., & Sukmawati, A. (2023). Scenario Planning of Digital Transformation in Indonesia’s Fast-Moving Consumer Goods Sales Organization: Uncertainties and Possibilities. The Winners, 24(2), 83–96. https://doi.org/10.21512/tw.v24i2.1040 1 DAFTAR PUSTAKA Abdul, R., & Salsabilla, A. R. (2024). Pengaruh Penerapan Balanced Scorecard Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm). Jurnal Media Administrasi Terapan, 4(2), 159–164. https://doi.org/10.31113/jmat.v4i2.87 Azzahra, F. A., Izzah, K., & Yaqin, M. A. (2024). Pengukuran Kinerja Perusahaan Otobus dengan Metode Balanced Scorecard. Journal Automation Computer Information System, 5(1), 1– 11. https://doi.org/10.47134/jacis.v5i1.98 Nanik, M., Wahyudi, A., Rahmawati, A., & Qibliyah, M. (2024). Peran Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Efektivitas Perusahaan Pada PT.X. Jurnal Rumpun Manajemen Dan Ekonomi, 1(5), 117–126. https://doi.org/10.61722/jrme.v1i5.2824 Chaeroni, A. M., Masiva, B. R., Firdausiyah, Fi., & Sodiq, A. (2024). Pengukuran kinerja, sebagai landasan penting dalam mengelola keberhasilan suatu organisasi, terus. Sultra Journal Of Economic and Business, 5(1), 145–157. Panjaitan, M., Wahid, Dwi, A. B., Nugraheni, R., & Zaeba, R. R. (2020). Manajemen Kinerja (Perspektif Balance Scorecard). Cv. Media Sains Indonesia, 351. Riyana, D. (2017). Pengukuran Kinerja Perusahaan PT Indofood dengan Darmasto, B., Kamaliah, & Agusti, R. (2020). 147 Menggunakan Balanced Scorecard. Jurnal Sekuritas, 1(2), 42–53. https://core.ac.uk/download/pdf/337610 214.pdf Akuntansi Manajemen Alat Pengukuran Dan Pengambilan Keputusan Manajerial, 46. Subagya, M. R., Taufiq, A. B., & Alipudin, A. (2022). Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Balanced Scorecard Pada Pt. Garuda Metalindo Tbk. Jurnal Online Mahasiswa …, 02(01), 125–140. https://jom.unpak.ac.id/index.php/akunt ansi/article/view/2608%0Ahttps://jom.u npak.ac.id/index.php/akuntansi/article/v iewFile/2608/2257 Saharuddin, T. S., Satibi, S., & Andayani, T. M. (2019). ANALISIS PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN DALAM MENGUKUR KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD A.M. PARIKESIT TENGGARONG KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR DENGAN PENDEKATAN Balanced Scorecard. Jurnal Ilmiah Manuntung, 5(1), 97–105. https://doi.org/10.51352/jim.v5i1.234 Usman, A., Mediaty, Ansar, A. D. A., Utami, A. P., Nurafifah, I. P., & Nasution. (2022). Manfaat Pengimplementasian Balanced Scorecard : Sebuah Literatur. Economics and Digital Business Review, 3(2), 432–452. Salman, K. R., & Farid, M. (2016). Akuntansi Manajemen Alat Pengukuran dan Pengambilan Keputusan Manajerial. 148