CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 149-162 Pemanfaatan Media Audio Visual Pada Model Pembelajaran Problem Basic Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Pemahaman Ilmu Tajwid Peserta Didik Deni Hendri Anto SMAN 1 Koto Balingka Korespondensi penulis: denihendriantose@gmail. Idmansyah SMAN 1 Koto Balingka Email: idmansyah. pai2@gmail. Dendi SMAN 1 Pesisir Selatan Email: dendipesibar@gmail. Zulfani Sesmiarni Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Email: zulfanisesmiarni@iainbukittinggi. Herlina Rasyid SMAN 1 Bukittinggi Email: herlina. rasyid@gmail. Abstract. This research was motivated by the low learning outcomes of students in class XII IPA 1 PAI at SMA N 1 Koto Balingka in tajwid science questions, which was caused by the lack of maximum use of learning media. This is evidenced by students who cannot answer questions related to the science of recitation and are very rigid in reading the Qur'an. The aims of this study were first, to find out the achievement of the application of the Problem Basic Learning Learning Model to Al-Qur'an material Luqman verses 13 and 14 for students of class XII IPA 1 at SMA N 1 Koto Bilingka, second, to find out the learning outcomes of al- Qur'an letter Luqman verse 13 and 14 students of Class XII IPA 1 at SMA N 1 Koto Bilingka after applying the Problem Basic Learning Learning model. This research takes the form of Classroom Action Research (CAR), by using class XII IPA 1 students at SMA N 1 Koto Bilingka, as the data source. Data collection is done by observation, interviews and documentation. The research was conducted in two cycles. The results of the study are first, the implementation of learning using the Problem Basic Learning Model if it is carried out with good planning and mastery of concepts will work well, as expected. second, students become active in learning and begin to be trained with higher-order thinking patterns. Third, the Problem Basic Learning Learning Model is proven to improve student learning outcomes. In the first cycle the achievement of student learning outcomes in the class average was 71. 82%, and in the second cycle the class average was 87. While those who achieved learning mastery in cycle one were 64%, and in cycle two 90. This shows that student learning outcomes using the Problem Basic Learning Learning model have increased significantly, and research related to the use of the Problem Basic Learning Learning Model is considered successful. Keywords: Model Problem Basic learning. Learning Outcomes Received Oktober 30, 2022. Revised November 2, 2022. Januari 04, 2023 * Deni Hendri Anto, denihendriantose@gmail. PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PESERTA DIDIK Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar PAI siswa di kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Balingka pada soal ilmu tajwid, yang disebabkan kurang maksimalnya dalam mengunakan media pembelajaran. Ini dibuktikan dengan siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan berhubungan dengan ilmu tajwid dan sangat kaku dalam membaca Al- QurAan. Tujuan Penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui ketercapaian penerapan Model Pembelajaran Problem Basic Learning pada materi alQurAan surat Luqman ayat 13 dan 14 terhadap siswa kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka, kedua, untuk mengatahui hasil belajar materi al-QurAan surat Luqman ayat 13 dan 14 siswa Kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka setelah penerapan model Pembelajaran Problem Basic Learning. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan menjadikan siswa kelas XII IPA 1 di SMA N 1 Koto Bilingka , sebagai sumber datanya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian adalah pertama. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Basic Learning apabila dilakukan dengan perencanaan dan penguasaan konsep yang baik akan dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan. kedua, siswa menjadi aktif dalam pembelajaran dan mulai terlatih dengan pola berfikir tingkat tinggi. Ketiga. Model Pembelajaran Problem Basic Learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus satu ketercapaian hasil belajar siswa pada rata-rata kelas sebesar71,82, dan pada siklus dua rata-rata kelas 87,72. Sementara yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus satu 64 persen, dan pada siklus dua 90,9 persen. Ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Basic Learning mengalami peningkatan yang signifikan, dan penelitian terkait penggunaan Model Pembelajaran Problem Basic Learning dianggap berhasil. Kata Kunci : Model Problem Basic learning. Hasil Belajar LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional. Oleh karena itu, pembangunan di bidang pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mampu bersaing dalam menghadapi perkembangan zaman. Karena pentingnya bidang pendidikan tersebut maka komponen yang terkait dalam dunia pendidikan harus terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkankualitas pendidikan Guru merupakan komponen paling utama, karena keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. Guru harus selalu kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran agar Peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang akan disampaikan dan antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan berkualitas dan hasil yang dicapai Peserta didik bisa CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 149-162 Selain guru, komponen yang penting dalam pendidikan adalah kurikulum, karena kurikulum merupakan acuan bagi setiap satuan pendidikan dalam menjalankan Sehingga kurikulum yang ada di indonesia senantiasa mengalami perubahan maupun penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan zaman. Secara etimologis. Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu AucurirAy yang berarti pelari, serta AucurereAy yang berarti tempat berpacu. Jadi. Kurikulum dapat diartikan sebagaisebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya. Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia Jadi pengertian Kurikulum dalam dunia pendidikan kemudian menjadi sekumpulan mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik supaya mendapatkan ijazah atau penghargaan. Dari beberapa kumpulan mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum. Pendidikan Agama adalah salah satunya. Menurut Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 Bab I pasal 2 menyebutkan : Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan, membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah padasemua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Pendidikan agama islam di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, serta pengalaman peserta didik tentang agama islam sehingga menjadi manusia muslimyang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan Agama Islam termasuk kedalam salah satu dari tiga Kompetensi Inti di dalamperumusan kurikulum 2013. Kompetensi Inti sikap spritual ini harus dimiliki oleh seluruh Peserta didik sekaligus menjadi salah satu aspek pertimbangan dalam kenaikan kelas dan kelulusan. Salah satu komponen di dalam belajar Pendidikan Agama Islam adalah Membaca Al- QurAan. Kitab suci Al -QurAan merupakan sumber ajaran Agama Islam yang seharusnya difahamidan diamalkan di dalam kehidupan Peserta didik dan umat Islam ( secara umum ). PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PESERTA DIDIK Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Guru Pendidkan Agama Islam ketika terjadi proses belajar mengajar di dalam kelas ditemukan beberapa permalasahan yang berhubungan dengan mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu pada aspek membaca Al- QurAan surat Luqman ayat 13 sampai dengan 14 pada materi Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah SWT di kelas XII PAI 1 SMA N 1 Koto Balingka. SMA Negeri 1 Koto Balingka memiliki dua jurusan, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam( IPA). Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS). Kelas XII Ilmu Pengetahuan Alam 1 ( XII IPA 1 ) adalah salah satu dari 18 rombel di SMA Negeri 1 Koto Balingka. Kelas XII IPA 1 terdiri dari 22 Peserta didik dan berikut adalah rincian masalah yang ditemukan pada Kelas XII IPA 1 tersebut, yaitu : Masih banyak di antara Peserta didik kelas XII IPA 1 yang belum mampu membaca Qs. Luqman ayat 13 dan 14 dengan baik sesuai ilmu tajwid yang benar pada Materi Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah SWT. Kurang maksimalnya hasil ujian Peserta didik Kelas XII IPA 1 yang berkaitan dengan soal ilmu tajwid Qs. Luqman ayat 13 dan 14 pada Materi Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah SWT. Beberapa orang dari Peserta didik Kelas XII IPA 1 terbata Ae bata membaca Qs. Luqman ayat 13 dan 14 pada Materi Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah SWT. Beberapa orang dari Peserta didik merasa takut bahkan cenderung mengelak ketika disuruh oleh guru membaca Qs. Luqman ayat 13 dan 14 pada Materi Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah SWT. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka saya sebagi Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merasa perlu untuk melakukan perbaikan di dalam proses pembelajaran supaya Peserta didik dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca AlQurAan dengan baik sesuai ilmu tajwid yang benar. Adapun upaya yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan menampilkan berupa media audio visual. Tulisan ini mengacu pada penelitian terdahulu yang menjadi sumber rujukan atau Diantaranya adalah penelitian dari Dina,dkk . yang membahas tentang penggunaan media audio visual video untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas X-2 SMA Negeri Kebakkramat Tahun Ajaran 2015/2016. Kedua penelitian yang ditulis oleh Nissa . , yaitu tentang penggunaan media audio CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 149-162 visual untuk meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPS kelas V mi alfalah pagu wates kabupaten kediri. Ketiga adalah penelitian oleh Fachrur . yang menuliskan tentang pengembangan media video pembelajaran daur ulang untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA peserta didik SMK. Dari ketiga penelitian terdahulu di atas, dapat kita pahami bahwa sama-sama menggunakan media audio visual dalam Perbedaan dari keduanya adalah terletak pada mata pelajarannya dan Mata pelajaran yang diambil penulis yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan tujuannya yaitu untuk meningkatkan pemahaman ilmu tajwid peserta didik. Tulisan ini memiliki maksud untuk memberikan gambaran tentang penggunakan Media Audio Visual dalam meningkatkan pemahaman ilmu tajwid dalam membaca Al QurAoan. Harapannya tulisan ini dapat memberi wawasan kepada pendidik sehingga dapat memahami dengan baik mengenai penggunaan media audio visual serta implikasinya dalam pembelajaran. Oleh karena itu, artikel ini diharapkan mampu memberikan manfaat dalam penyelenggaraan pendidikan yang efektif serta efisien, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif peneliti gunakan untuk mengolah data dalam bentuk angka sebagai alat ukur untuk mengukur hasil belajar siswa. Sedangkan, pendekatan kualitatif peneliti gunakan untuk menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis atau lisan, serta perilaku yang dapat diamati dari sumber informasi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan interpretasi serta refleksi Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi dan tes sebagai sedangkan teknik menggunakan wawancara, dokumentasi dan arsip. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis secara dan kualitatif. Teknik peningkatan hasil kuantitatif untuk belajar siswa. Sedangkan kualitatif dilakukan dengan cara membandingkan proses belajar yang dilakukan guru dan siswa saat menggunakan media audio visual pada setiap siklusnya. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi dan merefleksi PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PESERTA DIDIK setiap siklus dari penelitian yang dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk memperbaiki siklus yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya. Tahap perencanaan Tindakan peneliti membuat rencana tindakan yang akan Tindakan itu berupa pembelajaran yang menggunakan media audio visual. Kegiatan itu dimulai dengan merumuskan rancangan tindakan pembelajaran menggunakan media audio visual, yaitu dengan kegiatan sebagai berikut: . Menetapkan jadwal selama penelitian. Mengkaji Kurikulum 2013 pembelajaran Agama Islam materi ilmu tajwid pada Qs. Luqman ayat 13-14. Menyusun rancangan tindakan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pembelajaran Agama Islam materi ilmu tajwid pada Qs. Luqman ayat 13-14. Menyusun alat perekam data berupa pedoman observasi,catatan lapangan dan dokumentasi. Mendiskusikan dengan observer tata cara pengumpulan data dalam pelaksanaan observasi saat kegiatan dilakukan, agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengambilan data. Tahap pelaksanaan tindakan dimulai dari pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan menggunakan media audio visual. Penelitian ini direncanakan dalam dua Setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Kegiatan dilakukan oleh peneliti sebagai peneliti dan observer sebagai observer. Peneliti melakukan kegiatan pembelajaran di kelas berupa kegiatan interaksi antara peneliti dan siswa dan antara siswa dengan siswa. Pengamatan terhadap tindakan pembelajaran Agama Islam materi ilmu tajwid pada Qs. Luqman ayat 13-14 dengan menggunakan media audio visual yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Hal ini dilakukan secara intensif, objektif. Pengamatan dilakukan oleh peneliti pada waktu peneliti melaksanakan tindakan pembelajaran. Pengamatan dilakukan secara terus menerus mulai dari siklus I sampai dengan siklus terakhir. Pengamatan pada masing-masing siklus berkaitan eratkarena pengamatan yang dilakukan pada satu siklus dapat mempengaruhi penyusunan tindakan pada siklus selanjutnya. Hasil pengamatan ini kemudian diadakan refleksi untuk perencanaan berikutnya. Refleksi diadakan setiap satu tindakan berakhir. Dalam tahap ini peneliti melakukan evaluasi terhadap tindakan yang baru dilakukan. Hal-hal yang dievaluasi adalah: . Menganalisis tindakan yangbaru dilakukan, . Mengulas dan menjelaskan perbedaan rencana dan tindakan yang dilakukan, . Melakukan intervensi, pemaknaan. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 149-162 dan menyimpulan data yang diperoleh. Hasil refleksi ini dimanfaatkan sebagai masukan pada tindakan selanjutnya. Kelemahan-kelemahan dan kendala yang ditemukan pada siklus I diperbaiki pada siklus II dan kekuatan yang ada direkomendasikan pada siklus II. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Koto Balingka semester I 2022 yang terdapat 2 siklus atau selama kurang kebih 1 bulan yaitu dari bulan Desember 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan Intrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah menggunakan metode analisis deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yangdigunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada siklus 1 sampai siklus 2 terdiri dari 2 kali pertemuan dengan materi pembelajaran ilmu tajwid pada QS. Lukman 13-14. Siklus I Siklus I dilaksanakan pada hari selasa tangal 6 Desember 2022. Pada kegiatan siklus I, peneliti menyusun kegiatan berupa perencanaan Tindakan, pelaksanaan Tindakan, pengamatan Tindakan dan refleksi Tindakan. Adapun pada tahap perencanaan yang disusun pada siklus adalah : . Menentukan waktu pelaksanaan tindakan, . Menyusun Rencana Rancangan Pembelajaran (RPP), . Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Interaktif yang berisi link media audio visual yang harus dicermati oleh peserta didik. Link LKPD Interaktif diberikan kepada peserta didik saat pembelajaran berlangsung. Menyusun bahan ajar. Bahan ajar diberikan kepada peserta didik 1 hari sebelum dilaksanakan tindakan. Menyusun . Menyusun skenario pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan dengan tiga tahap, yaitu . Kegiatan Pendahuluan: Kegiatan pendahuluan dimulai dari guru mengucapkan salam, meminta salah satu siswa untuk memimpin berdoa sebelum pembelajaran, melakukan PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PESERTA DIDIK pembiasaan membaca surat pendek, melakukan presensi. Pada siklus I siswa yang hadir sebanyak 22 siswa. Guru kemudian melakukan apersepsi,guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaiakan garis besar kegiatan pembelajaran dan kemudian melakukan pretest. Kegiatan Inti:Kegiatan inti dimulai dengan mengamati materi di power point, menelaah video pembelajaran,memberikan orientasi masalah . Setelah itu, siswa kemudian diskusi yang harus diselesaikan secara berkelompok dengan cara mencari informasi dari berbagai referensi, kemudian mendiskusikannya bersama teman-teman satu kelompok. Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian melalui tayangan PPT, dilanjutkan dengan saling menanggapi antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Setelah semua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi. Penutup: Pada kegiatan penutup, guru memberikan evaluasi mengenai ketentuan ilmu tajwid dalam QS. Luqman 13-14. Setelah itu, refleksi,dan guru menyampaikan materi yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya, kemudian meminta salah satu siswa untuk memimpin berdoa. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pada tahap pengamatan siklus 1, evaluasi yang diberikan kepada peserta didik dilakukan dengan quiziz. Evaluasi dilaksanakan dalam waktu 10 menit dan dikerjakan setelah guru memberikan penguatan materi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diperlakukan dengan penggunaan media pembelajaran audio visual. Hasil evaluasi siklus I disajikan pada lampiran dan digambarkan dalam diagram berikut: Diagram Hasil Tes awal dan Tes Akhir Siklus I CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 149-162 Sementara siswa yang mampu menuntaskan pembelajaran sebanyak 14 orang dari 22 orang siswa dan yang belum tuntas sebanyak 8 orang dari 22 siswa, yang dapat digambarkan dalam diagram berikut: Series Belum Tuntas Tuntas Ketuntasan Belajar Diagram Ketuntasan Belajar Siklus I Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Siklus 1, dapat disimpulkan bahwa setelah diberi tindakan berupa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning belum mencapai ketuntasan secara maksimal, karena rata-rata kelas baru mencapai 72% dan ketuntasan belajar baru mencapai 64%. Siklus II Siklus II ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 13 Desember 2022. Pada kegiatan siklus II, peneliti menyusun kegiatan berupa perencanaan Tindakan, pelaksanaan Tindakan, pengamatan Tindakan dan refleksi Tindakan. Adapun pada tahap perencanaan yang disusun pada siklus 2 adalah : . Menentukan waktu pelaksanaan tindakan, . Menyusun Rencana Rancangan Pembelajaran (RPP), . Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Interaktif yang berisi link media audio visual yang harus dicermati oleh peserta didik. Link LKPD Interaktif diberikan kepada peserta didik saat pembelajaran berlangsung. Menyusun bahan ajar. Bahan ajar diberikan kepada peserta didik 1 hari sebelum dilaksanakan . Menyusun evaluasi. Menyusun skenario pembelajaran. PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PESERTA DIDIK Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan dengan tiga tahap, yaitu . Kegiatan Pendahuluan: Kegiatan pendahuluan dimulai dari guru mengucapkan salam, meminta salah satu siswa untuk memimpin berdoa sebelum pembelajaran, melakukan pembiasaan membaca surat pendek,melakukan presensi. Pada siklus II siswa yang hadir sebanyak 22 siswa. Guru kemudian melakukan apersepsi,guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menyampaikan garis besar kegiatan pembelajaran dan kemudian melakukan pretest. Kegiatan Inti:Kegiatan inti dimulai dengan mengamati materi di power point, menelaah video pembelajaran,memberikan orientasi masalah . Setelah itu, siswa kemudian diskusi yang harus diselesaikan secara berkelompok dengan cara mencari informasi dari berbagai referensi, kemudian mendiskusikannya bersama teman-teman satu kelompok. Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara bergantian melalui tayangan PPT, dilanjutkan dengan saling menanggapi antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Setelah semua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi. Penutup: Pada kegiatan penutup, guru memberikan evaluasi mengenai ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam. Setelah itu, refleksi,dan guru menyampaikan materi yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya, kemudian meminta salah satu siswa untuk memimpin berdoa. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pada tahap pengamatan siklus II, evaluasi yang diberikan kepada peserta didik dilakukan dengan quiziz. Evaluasi dilaksanakan dalam waktu 10 menit dan dikerjakan setelah guru memberikan penguatan materi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diperlakukan dengan penggunaan media pembelajaran audio visual. Hasil evaluasi siklus 2 disajikan pada lampiran dan digambarkan dalam diagram berikut: CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 149-162 Tes Awal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Diagram Hasil Tes awal dan tes Akhir Siklus II Dari diagram tersebut terlihat bahwa ada peningkatan yang signifikan antara hasilpreetest dengan hasil postes siswa. Untuk ketuntasan belajar siswa dapat digambarkan dalam diagram berikut: Series Belum Tuntas Tuntas Ketuntasan Belajar Siklus II Diagram Ketuntasan belajar Hasil Tes awal dan tes Akhir Siklus I Berdasarkan tebel tersebut terlihat bahwa setelah dilaksanakan tes akhir, siswa yang mampu menuntaskan pembelajaran pada siklus ini adalah 20 dari 22 orang siswa, dan hanya 2 orang siswa yang dinyatakan tidak tuntas pada siklus ini dengan rata-rata kelas sudah mencapai 87,73% dan ketuntasan belajar mencapai 91%. PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PESERTA DIDIK PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian selama proses pembelajaran mulai dari siklus I . ke siklus II . , aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PAI terus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terjadi karena pengunaan media audio visual dalam proses pembelajaran yang membuat siswa antusias dalam belajar. Selain itu juga karena adanya hubungan kerjasama yang baik antara peneliti dengan siswa, dan siswa dengan siswa yang lain. Suasana seperti itulah yang sebenarnya diharapkan oleh siswa, sehingga siswa mudah menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh pendidik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah diberikan perlakuan atau penggunaan media audio visual pada pembelajaran siklus I terhadap siswa kelas XII IPA 1, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 14 siswa. Artinya, ketuntasan klasikal pada kelas XII IPA 1 pada penilaian harian materi QS. Luqman 13-14 menjadi 64%. Siklus II terhadap siswa kelas XII IPA 1, jumlah siswa yang tuntas meningkat dari semula hanya 14 siswa menjadi 20 Artinya, ketuntasan klasikal pada kelas XII IPA 1 meningkat dari 64% menjadi Refleksi berdasarkan hasil yang diperoleh pada Siklus II, dapat disimpulkan bahwa setelah diberi tindakan berupa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran, ternyata hasil penilaian kognitif sudah meningkat signifikan. Oleh karena itu setelah dilakukan refleksi pada siklus II, peneliti mengambil kesimpulan bahwa penelitian dicukupkan pada siklus II. Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif . dan visual . Media Audio-visual merupakan sebuah alat bantu audio-visual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide. Media audio visual menurut Encyclopedia of Educational Research, sebagaimana dikutip oleh Usman . 2: . memiliki nilai atau manfaat sebagai berikut: Meletakkan dasar-dasar yang kongkret untuk berpikir. Oleh karena itu mengurangi verbalisme . ahu istilah tetapi tidak tahu arti, tahu nama tetapi tidak tahu bendany. , memperbesar perhatian siswa, membuat pelajaran lebih menetap atau tidak mudah dilupakan, memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan para siswa,menumbuhkan pemikiran yang teratur dan CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 149-162 kontiniu, membantu tumbuhnya pengertian dan membantu perkembangan kemampuan Dengan demikian, dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman ilmu tajwid siswa dalam membaca Al QurAoan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Koto Balingka. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang Penggunaan Model Pembelajaran Problem Basic Learning pada Mata Pelajaran al-QurAan surat Luqman ayat 13 - 14 dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas SMA Negeri 1 Koto Balingka, maka diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: . Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Basic Learning diawali dengan pembuatan perencanaan dan menguasaan konsep yang matang dengan menggunakan Pendekatan Critical Thinking. Communication. Colaboration dan Creative . C), berbasis TPACK dengan dilengkapi berbagai video pembelajaran, dan kelengkapan alat dan media pembelajaran lain berbasis digital dan IT. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan pembelajaran guru bertindak sebagai pemberi inisiatif, pembimbing, dan pemberi evaluasi, . Model Pembelajaran Problem Basic Learning yang digunakan, mampu menciptakan komunikasi multi arah. Antara siswa yang satu dengan yang lain dalam kelompok, saling membantu dan berperan aktif, baik dalam menggunakan media, mencari referensi, maupun melakukan diskusi, dan siswa menjadi terbiasa untuk berfikir dengan pola berfikir tingkat tinggi, serta dapat menungkatkan aktifitas dan motivasi belajar siswa, . Hasil evaluasi pembelajaran yang diperoleh melalui pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Basic Learning , dari tahap ke tahap mengalami peningkatan sesuai dengan yang diharapkan. Pada siklus satu rata-rata kelas mencapai 71,72, dan pada siklus dua mencapai 87,72. Sementara persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I 64%, dan pada siklus II Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Basic Learning dapat dikatakan berhasil sesuai dengan yang diharapkan. PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASIC LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID PESERTA DIDIK DAFTAR PUSTAKA