JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERGAMBAR BERBASIS KARAKTER PROFETIK Kamim Tohari1 Retno Intan Kuswari2 Riyanto3 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Tulungagung1,2,3 toharikamim94@gmail. intanretno900@gmail. riyan22@gmail. Abstract This research is motivated by the fact that there have not been many innovations made by teachers in developing illustrated textbooks as learning media. Whereas innovation in learning is a necessity so that the teaching and learning process is more varied and not boring. One of the innovations referred to in this study is the development of textbooks. The development of prophetic characterbased illustrated textbooks is expected to contribute to supporting the teaching and learning process, stimulating the spirit of learning, and instilling prophetic character in students. This research reviews how to develop picture teaching books that contain their advantages, and the effectiveness of learning outcomes after using this prophetic character-based picture book. The purpose of this research is to develop prophetic character-based picture teaching books, describe their advantages, and find out the learning outcomes of students after using them. This research uses Reseacrh and Development referring to the Borg and Gall model. In collecting data, researchers used qualitative and quantitative data. The results showed that there is an interesting prophetic character-based picture teaching book that has implications for the enthusiasm for learning and student learning Keywords: Picture Textbook. Prophetic Character. Development Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa belum banyak inovasi yang dilakukan guru dalam mengembangkan buku ajar bergambar sebagai media pembelajaran. Padahal inovasi dalam sebuah pembelajaran adalah suatu keniscayaan agar proses belajar mengajar semakin variatif dan tidak membosankan. Salah satu inovasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengembangan buku ajar. Pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menunjang proses belajar mengajar, menstimulus semangat belajar, dan menanamkan karakter profetik pada peserta didik. Penelitian ini mengulas tentang bagaimana mengembangkan buku ajar bergambar yang memuat keunggulan-keunggulannya, dan efektivitas hasil belajar setelah menggunakan buku bergambar berbasis karakter profetik ini. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengembangkan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik, mendeskripsikan keunggulannya, dan mengetahui hasil belajar peserta didik setelah menggunakannya. Penelitian ini menggunakan Reseacrh and Development mengacu pada model Borg and Gall. Dalam melakukan pengumpulan data peneliti menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya buku ajar bergambar berbasis karakter profetik yang menarik sehingga berimplikasi pada semangat belajar dan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci: Buku Ajar Bergambar. Karakter Profetik. Pengembangan Pengembangan Buku Ajar Bergambar Berbasis Karakter Profetik 119 Pendahuluan Degradasi moral yang dewasa kini marak terjadi utamanya oleh para pelajar sudah seharusnya menjadi perhatian serius setiap lembaga pendidikan. Sebab pendidikan berperan penting dan merupakan wadah yang tepat dalam membentuk karakter peserta didik untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul. Peserta didik merupakan generasi pewaris peradaban yang harus disiapkan sebaik mungkin dengan cara dididik, dibimbing, dan dibekali dengan ilmu yang berhiaskan akhlak mulia agar dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang akan memungkinkan untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi manusia, baik potensi fisik, potensi cipta, rasa, dan karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Untuk itu lembaga pendidikan sudah seharusnya menyelenggarakan pendidikan yang bermutu bagi peserta didik. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 yang Menyebutkan bahwa: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dan bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis dan bertanggung jawab. Islam memandang pendidikan sebagai aktivitas yang sangat mulia. Bahkan Allah mengawali turunnya wahyu Al-QurAoan sebagai pedoman hidup manusia dengan ayat yang memerintahkan Nabi Muhammad Saw untuk membaca dan membaca. Membaca merupakan salah satu perwujudan dari aktivitas belajar dalam pendidikan. Dalam arti yang luas, dengan belajar pula manusia dapat mengembangkan pengetahuannya dan sekaligus memperbaiki kehidupannya. Jadi, menurut penulis pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk membimbing dan membina serta bertanggungjawab guna mengembangkan potensi intelektual serta kecakapan sikap pribadi seseorang ke arah kedewasaan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia Pendidikan tidak akan pernah terpisahkan dari peran seorang guru. Guru memainkan peranan penting dalam proses belajar mengajar dan pembentukan karakter peserta didik. Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di Guru adalah orang yang berpengalaman dalam bidang profesinya. Dengan keilmuan yang dimilikinya, dia dapat menjadikan anak didik menjadi orang yang cerdas. Peran guru sangat besar dalam pengelolaan kelas karena guru sebagai penanggung jawab kegiatan belajar mengajar di kelas. Guru merupakan sentral serta sumber kegiatan belajar mengajar. 1 Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 79. 2 Hamdani. Dasar-Dasar Kependidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 41. 3 Undang-Undang Republik Indonesia. Undang-Undang RI No. 20 Tahun tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun (Jakarta: Sinar Grafika, 2. , 7. 4 Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni. Teori Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , 29. 5 Syaiful Bahri Djamarah. Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 112. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Kamim Tohari. Retno Intan Kuswari, dan Riyanto 120 Guru harus penuh inisiatif dan kreatif dalam mengelola kelas karena gurulah yang mengetahui secara pasti situasi dan kondisi kelas. Maka guru harus senantiasa melakukan transformasi dalam pembelajaran. Salah satunya dengan mengembangkan media pembelajaran, dalam hal ini buku ajar. Karena di sekolah tingkat dasar buku ajar sudah menjadi barang wajib bagi peserta didik dan merupakan sumber belajar yang hampir tak tergantikan. Oleh karenanya, guru perlu melakukan inovasi media pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar lebih menarik, variatif, semangat, dan tentu materi yang lebih luas serta Inovasi dalam pendidikan mutlak diperlukan untuk menjawab kebutuhan yang harus dilakukan oleh semua komponen yang terlibat langsung dalam dunia pendidikan. Wina Sanjaya mendefinisikan inovasi pembelajaran sebagai suatu ide, gagasan atau tindakan-tindakan tertentu dalam bidang kurikulum dan pembelajaran yang dianggap baru untuk memecahkan masalah 7 Dalam penelitian ini inovasi pembelajaran yang dimaksud peneliti adalah media pembelajaran berupa buku ajar bergambar berbasis karakter profetik. Menurut Andi Prastowo, buku adalah bahan tertulis dalam bentuk lembaran-lembaran kertas yang dijilid dan diberi kulit . , yang menyajikan ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis oleh pengarangnya. Sementara yang disebut dengan buku teks pelajaran adalah buku yang berisi ilmu pengetahuan, yang diturunkan dari kompetensi dasar yang tertuang dalam kurikulum, dimana buku tersebut digunakan oleh siswa untuk belajar. Buku ajar adalah buku yang digunakan untuk proses pembelajaran. Buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti, disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan keterangan yang sesuai dengan ide penulisannya. Sedangkan buku bergambar adalah buku bacaan cerita anak yang didalamnya terdapat gambar-gambarnya. Dalam setiap buku bacaan cerita anak pasti terdapat beberapa ilustrasi gambar yang menarik, pada umumnya penuh berwarna-warni. Gambar-gambar tersebut sudah nampak dalam halaman sampul buku dan itu nampaknya sudah disengaja untuk menarik perhatian anak dan pembaca pada umumnya. Pada halaman-halaman dalam juga nampak gambar-gambar bagus yang berada disela-sela teks narasi, yang berada diatas, dibawah dan juga samping. Keberadaan gambar tersebut akan menambah keindahan buku dan tentu juga lebih memperkuat isi cerita. Jadi, dapat disimpulkan bahwa buku ajar bergambar ialah buku yang disusun secara tertulis dan sistematis serta memuat materi pembelajaran tertentu yang digunakan dalam proses belajar mengajar dan didalamnya memuat unsur ilustrasi gambar yang disajikan secara bersamaan untuk mengungkapkan sebuah makna tertentu. Buku yang berbasis karakter menjadi produk pembelajaran yang peneliti coba kembangkan. Selain bermuatan materi-materi sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar, menyelipkan muatan pendidikan karakter dalam buku menjadi sesuatu yang baru. Tentu di luar materi yang sesuai 6 Zainal Aqib. Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran, (Surabaya: Insan Cendikia, 2. , 82. 7 Wina Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikakan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2. , 317-318. 8 Andi Prastowo. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Yogyakarta: Diva Press, 2. , 168. 9 Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 175. 10 Burhan Nurgiantoro. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Pengembangan Buku Ajar Bergambar Berbasis Karakter Profetik 121 kurikulum, guru dapat menyampaikan secara eksplisit mengenai karakter yang hendak dicapai dalam suatu pembelajaran. Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau juga kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan mendasari cara pandang, berpikir, bersikap dan cara bertindak orang tersebut. Melalui pendidikan karakter diharapkan dapat membentuk individu yang baik sesuai dengan apa yang diinginkan, individu yang bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang positif dan norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Penerapan pendidikan karakter di dalamnya terdapat komponen penting yang dibutuhkan untuk mencapai nilai-nilai yang diharapkan. Sementara dalam penelitian ini, karakter yang akan menjadi orientasi peserta didik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pengembangan buku ajar ini adalah karakter profetik. Pendidikan profetik adalah proses transfer pengetahuan . dan nilai . kenabian yang bertujuan untuk membangun akhlak, moral serta mendekatkan diri kepada Tuhan dan alam sekaligus memahaminya untuk membangun komunitas sosial yang ideal . hairul umma. Serta tercapainya intelektual, emosional, akhlak dan moral peserta didik yang dapat berkembang secar utuh. 12 Dengan paradigma profetik, pendidikan Islam diharapkan mampu mencapai puncak tujuannya yaitu melahirkan manusia-manusia yang beriman kokoh dan berilmu berpengetahuan luas . lul alba. serta menjadi insan kamil. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan profetik ialah penanaman pendidikan yang terinspirasi nilai-nilai sifat kenabian melalui pembelajaran berbasis karakter profetik. Melalui pembelajaran berbasis profetik diharapkan akan mempermudah implementasi nilai-nilai profetik dalam diri peserta didik baik nilai secara vertikal maupun horizontal melalui proses belajar. Sehingga bisa mewujudkan peserta didik yang memiliki kecakapan pengetahuan dan sikap. Pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik yang peneliti lakukan tentu tidak terlepas dari penelitian-penelitian terdahulu. Namun dari sekian kesamaan, peneliti juga dapat menyatakan dalam pengembangan buku ajar ini memiliki perbedaan. Perbedaannya terletak pada materi yang digunakan dalam pengembangan, karakter profetik yang dimunculkan lebih spesifik, lokasi penelitian serta pada peserta didik yang menjadi subjek penelitian. Posisi peneliti di sini adalah untuk membuat sebuah produk guna menyempurnakan produk yang sudah ada. Metode Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian Reseacrh and Development. Menurut Sugiyono Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. 13 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Adapun produk yang dikembangkan berupa buku ajar bergambar berbasis karakter profetik yang diperuntukkan untuk peserta didik kelas V SD/MI. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan buku ajar ini juga mengacu pada rancangan penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari model pengembangan Borg and Gall yang menggunakan tujuh tahapan karena keterbatasan waktu, tenaga serta biaya. 11 Machful Indra Kurniawan. AuIntegrasi Pendidikan Karakter Ke Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan Di Sekolah DasarAy. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD. Vol. No. April 2013, 39-40. 12 Syaifullah Godi Ismail. AuImplementasi Pendidikan Profetik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama IslamAy. Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam. Vol. No. Desember 2013, 308. 13 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , 297. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Kamim Tohari. Retno Intan Kuswari, dan Riyanto 122 Ketujuh tahapan tersebut antara lain: . Penelitian dan pengumpulan data, . perencanaan, . Penyusunan modul, . Uji validitas pakar, . Revisi produk, . Uji coba lapangan, . Revisi produk. Adapun prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti sebagai berikut: Desain Uji Coba Kegiatan yang dilakukan peneliti diawali dengan melakukan observasi lapangan, membuat buku ajar bergambar berbasis karakter profetik kemudian menguji kelayakan produk dengan cara validasi oleh para ahli. Pelaksanaan uji kelayakan dilakukan dengan cara menyerahkan produk pengembangan beserta sejumlah angket penilaian kepada validator untuk menilai layak atau tidaknya produk pengembangan serta memberikan kritik dan saran perbaikan. Subjek Uji Coba Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari para pakar pendidikan. Validasi isi atau materi pembelajaran kepada Ibu Dr. Eni Setyowati. Pd. , validasi desain media pembelajaran kepada Bapak Dr. Agus Purwowidodo. Pd. , selanjutnya validasi ahli pembelajaran kepada guru kelas atau wali kelas V Ibu Siti Masitoh. Pd. Terakhir kepada sasaran penggunaan produk pengembangan adalah peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Irsyadut Tholibin Tugu kelas Jenis Data Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Menurut Bogdan dan Taylor, kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Data kualitatif diperoleh dari kritik, saran, dan komentar dari para ahli terhadap pengembangan buku ajar bergambar. Margono mengatakan, data kuantitatif adalah suatu penelitian yang lebih banyak menggunakan logika hipotesis verivikasi yang dimulai dengan berfikir deduktif untuk menurunkan hipotesis kemudian melakukan pengujian di lapangan dan kesimpulan data hipotesis tersebut ditarik berdasarkan data empiris. 15 Sementara kuantitatif diperoleh dari hasil validasi dan hasil post test peserta didik setelah menggunakan produk pengembangan buku ajar. Instrumen Pengumpulan Data Peneliti melakukan proses observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Observasi dan wawancara tersebut dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran dan karakteristik peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Irsyadut Tholibin Tugu kelas V. Peneliti juga memanfaatkan angket untuk mendapatkan data kelayakan produk pembelajaran yang akan Selanjutnya, peneliti melakukan post test untuk mengetahui data dan hasil belajar peserta didik. Teknik Analisis Data Data angket hasil penelitian terdiri dari tingkat kelayakan produk pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik yang dinilai oleh para pakar pendidikan dan angket respon peserta didik digunakan untuk mengetahui kemenarikan dan keefektifan dari penerapan produk pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik akan diketahui dengan rumus sebagai berikut:16 OcX x 100% Oc Xi 14 Lexy J. Moeloeng. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 4. 15 Ahmad Tanzeh. Pengantar Metode Penelitian, (Yogyakarta: Teras, 2. , 100. 16 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 242. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Pengembangan Buku Ajar Bergambar Berbasis Karakter Profetik 123 Dimana OcX OcXi : Persentase yang dicari : Jumlah nilai jawaban responden : Jumlah nilai ideal Setelah mendapatkan persentase, maka ditentukan kriteria dari persentase produk buku ajar Penentuan kriteria tingkat kevalidan dan revisi produk seperti tersaji pada tabel berikut: Persentase (%) 76 Ae 100 51 Ae 75 26 Ae 50 01 Ae 25 Kriteria Validasi Valid . idak perlu revis. Cukup Valid . idak perlu revis. Kurang Valid . Tidak Valid . Tabel 1. Kriteria Tingkat Kevalidan dan Revisi Produk Untuk menentukan kemenarikan dan keefektifan dalam penggunaan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik oleh peserta didik menggunakan skala dengan kriteria seperti tersaji pada tabel berikut: Persentase (%) 76 Ae 100 51 Ae 75 26 Ae 50 01 Ae 25 Menarik Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Tidak Menarik Efektif Sangat Efektif Efektif Cukup Efektif Tidak Efektif Tabel 2. Tabel Kemenarikan dan Keefektifan Sementara analisis instrumen soal post test akan diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas sebelum digunakan untuk mengambil data di lapangan. Data hasil belajar berupa pre test dan post test kemudian diuji menggunakan uji t. Tetapi sebelum dilakukan uji t, data harus melalui uji prasyarat yakni uji homogenitas dan uji normalitas. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pengembangan Buku Ajar Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sebuah buku ajar, menguji kepraktisan dan kefektifitasan produk yang dikembangkan. Produk yang dikembangkan ialah Buku Ajar Bergambar Berbasis Karakter Profetik. Buku ajar ini ditujukan untuk peserta didik kelas V SD/MI sebagai media belajar buku pendamping tematik. Buku ajar yang dikembangkan pada tema 7 sub tema 3 AuPeristiwa Mengisi Kemerdekaan. Ay Menurut Chomsin, buku ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau sub kompetensi dengan segala kompleksitasnya. Produk buku ajar yang dikembangkan sudah melalui beberapa tahapan. Mulai dari melakukan wawancara dengan guru kelas V Madrasah Ibtidaiyah Irsyadut Tholibin Tugu mengenai buku ajar yang dipakai dalam pembelajaran sehari-hari. Kemudian dilanjutkan dengan menganalisis buku ajar Chomsin S. Widodo dan Jasmadi. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi, (Jakarta: PT. Elex Media Kompetindo, 2. , 40. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Kamim Tohari. Retno Intan Kuswari, dan Riyanto 124 yang dipakai peserta didik serta mengumpulkan beberapa data di lapangan yang diperlukan dalam proses pengembangan buku ajar. Peneliti juga menganalisis kompetensi dasar pada tema 7 sub tema 3 guna penentuan materi yang akan dikembangkan agar relevan dengan keadaan peserta didik dan sebagai dasar pengembagan produk buku ajar. Kemudian peneliti menentukan desain cover luar, cover dalam dan cover belakang agar tampilannya menarik. Kemudian membuat kata pengantar, petunjuk penggunaan buku dan daftar isi. Dilanjutkan dengan pemilihan gambar-gambar yang sesuai dengan materi ajar, latihanlatihan soal setiap selesai materi dan terakhir soal post test dan daftar rujukan. Produk buku ajar yang dikembangkan ini sudah melalui uji validitas ahli. Buku ajar bergambar berbasis karakter profetik yang dikembangkan dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam uji coba lapangan dengan kriteria penilaian kevalidan ahli materi 92,5%, ahli desain media 92,5% dan ahli pembelajaran 95%. Dari hasil validasi tersebut, produk buku ajar bergambar berbasis karakter profetik ini secara keseluruhan mendapatkan persentase 93,33% dan dikatakan valid untuk digunakan dalam penelitian. Sementara untuk uji validitas soal yang akan digunakan untuk uji lapangan didapat data bahwa soal pre test dan post test mendapatkan persentase 95% menunjukkan kategori valid dan dapat digunakan untuk uji lapangan. Keunggulan Buku Ajar Buku ajar bergambar berbasis profetik yang peneliti kembangkan memiliki karakteristik Buku ajar yang disajikan mengembangkan materi lebih mendalam yang sesuai dengan kompetensi dasar. Kemudian dilengkapi dengan berbagai gambar yang menarik, warnanya jelas agar bisa membantu peserta didik dalam memahami keterkaitan gambar dengan materi. Buku ajar yang dikembangkan juga memuat beberapa nilai-nilai karakter profetik yang diintegrasikan dengan materinya. Diharapkan dengan integrasi karakter profetik ini peserta didik selain menguasai materi secara kognitif, mereka juga bisa mengaplikasikannya secara afektif karakter profetik dalam kehidupan sehari-hari. Karakter profetik yang dimaksud adalah sifat kenabian yang pada akhirnya peserta didik dapat meniru kehidupan Nabi Muhammad. 18 Secara spesifik dalam pengembangan buku ajar ini peneliti merujuk pada empat sifat utama Nabi Muhamamd Saw yaitu fatanah . , amanah . apat dipercay. , shidiq . dan tabligh . Peneliti juga menyisipkan beberapa kata mutiara dalam menuntut ilmu ke dalam buku ajar yang dikembangkan. Tujuannya adalah untuk menanamkan sejak dini bahwa belajar dan menuntut ilmu itu sangat penting sebagai bekal di masa mendatang. Menurut Bahrul Hayat, buku ajar yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Pertama, buku ajar harus meaning full, ketika seorang anak membaca sebuah buku pelajaran, maka anak dapat dipastikan akan dapat menangkap pesan dan makna yang terkandung. Kedua, buku yang baik harus mengandung aspek motivational to learn dan motivational to unlearn. Ketika membaca sebuah buku pelajaran, anak akan termotivasi untuk belajar tanpa harus dipaksakan oleh guru. Ketiga, buku yang baik harus keep attentive, artinya buku harus mendorong anak untuk memiliki attentive, perhatian terhadap apa yang dia pelajari. Keempat, buku ajar harus bisa self study, karena peran guru di kelas juga terbatas, maka buku harus bisa membantu atau mengisi kelemahan itu. Kelima, buku yang baik juga harus punya makna untuk menemukan nilai dan etika yang relevan dengan kehidupan kekinian dan moral yang berlaku. Muhammad Fathur RoAouf dan Riyanto. AuKepemimpinan Profetik Kepala Sekolah Dalam Membangun Loyalitas Tenaga Pendidik dan KependidikanAy. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman. Volume: 1. Nomor: 1. Desember 2023, 19 Raudlatul Jannah. AuPengembangan Buku Ajar Tematik Bernuansa Islami untuk Madrasah Ibtidaiyah/ Sekolah Dasar IslamAy. Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Muallimuna. Vol. No. Oktober 2016, 6-7. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Pengembangan Buku Ajar Bergambar Berbasis Karakter Profetik 125 Keunggulan buku ajar yang dikembangkan ini bisa dilihat dari kriteria kemenarikan dan keefektifan yang peneliti peroleh yaitu dari hasil respon angket peserta didik dalam penggunaan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik yang diberikan kepada 16 peserta didik kelas V MI Irsyadut Tholibin Tugu. Diperoleh rata-rata adalah 84,25 dan hasil persentase angket respon siswa adalah 95,74%. Menurut kategori kemenarikan dan keefektifan pada tabel 2 maka buku ajar bergambar berbasis karakter profetik yang digunakan di kelas V MI Irsyadut Tholibin Tugu termasuk kategori sangat menarik dan sangat efektif. Perbedaan Hasil Belajar Antara Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Menurut Reigeluth & Merrill Tingkat efektivitas pengembangan pembelajaran diukur melalui pencapaian tujuan pembelajaran. 20 Keefektifan pembelajaran adalah tingkat keberhasilan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Keefektifan dari penggunaan buku ajar tematik terpadu dalam pembelajaran tematik dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Jika tingkat hasil belajar siswa yang sesudah menggunakan buku ajar tematik terpadu lebih tinggi dari yang sebelum menggunakan buku ajar tematik terpadu, maka buku ajar tematik terpadu dikatakan efektif. Darmansyah mengatakan, hasil belajar adalah hasil penilaian kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka. 22 Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku peserta didik akibat belajar. Perubahan perilaku dapat disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar . Berdasarkan data hasil output SPSS 16. 0 for Windows di atas, diperoleh signifikansinya maka 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan antara kelas yang diterapkan menggunakan produk pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik . elas eksperime. dengan kelas yang tidak diterapkan produk pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik . elas Nilai rata-rata post test kelas eksperimen sebesar 89,37 lebih tinggi daripada nilai rata-rata yang diperoleh kelas kontrol yang nilai rata-ratanya 76,88. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik dibandingkan kelas kontrol yang melakukan pembelajaran tanpa menggunakan pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik. Hal ini menunjukkan bahwa produk pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik merupakan produk yang valid, menarik, dan efektif. Dengan langkah-langkah yang ditempuh mulai dari pengembangan produk, validasi produk, sampai dengan uji coba lapangan serta hasil dari angket respon peserta didik serta hasil t-test terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen. Kesimpulan Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk buku ajar bergambar berbasis karakter profetik. Pengembangan buku ajar ini dikembangkan dengan model pengembangan yang mengacu pada rancangan penelitian dan pengembangan yang telah peneliti modifikasi dari model penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Penelitian ini didahului dengan pengumpulan data di Kemudian menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar setiap pelajaran. Menyusun draf buku. Menentukan gambar yang menarik dan relevan. Dan mengintegrasikan karakter profetik dalam materi pembelajaran. 20 I Nyoman Sudana Degeng. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variabel, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, 1. , 165. 21 Jannah. Pengembangan Buku AjarA, 7. 22 Darmansyah. Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 13. 23 Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 46. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 118-127 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Kamim Tohari. Retno Intan Kuswari, dan Riyanto 126 Materi yang dibahas pada produk pengembangan media buku ajar bergambar berbasis karakter profetik ini pada tema 7 subtema 3 AuPeristiwa Mengisi KemerdekaanAy kelas V SD/MI. Buku ajar ini terdiri dari lima mata pelajaran, di antaranya adalah PPKn. Bahasa Indonesia. IPA. IPS dan SBdP yang termuat ke dalam enam pembelajaran yang sudah dipetakan sesuai dengan kompetensi Dalam materi pembelajarannya juga diintegrasikan dengan karakter profetik guna menunjang tujuan kurikulum 2013 sebagai kurikulum karakter. Terdapat juga simulasi dan tes sebagai penunjang konsep dan dikerjakan secara individu sebagai pengukur keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan buku ajar ini dari standar kompetensi yang diharapkan. Nilai rata-rata kelas tindakan yang menggunakan produk pengembangan adalah 89,37. Sedangkan kelas kontrol yang tidak menggunakan produk pengembangan adalah 76,88. Hasil analisis data dari pos test dengan menggunakan analisis t-test SPSS 16. 0 for Windows menunjukkan taraf signifikansi 0,000 < 0,05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen yang diberikan tindakan dengan kelas kontrol yang tidak diberikan tindakan. Buku ajar bergambar berbasis karakter profetik hasil pengembangan ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran guna menunjang proses belajar mengajar. Selain itu peserta didik mampu mengambil nilai-nilai positif dari materi dalam buku ajar tersebut dan bisa mengimplementasikan karakter profetik yang terintegrasi dengan materi pembelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Pada dasarnya produk pengembangan buku ajar bergambar berbasis karakter profetik ini dapat didiseminasikan untuk peserta didik di luar kelas eksperimen. Namun penggunannya harus tetap memperhatikan dan memperhitungkan karakteristik dari peserta didik, sehingga penyebaran produk buku ajar ini efektif, efisien serta mampu meningkatkan hasil belajar dan membentuk karaker profetik dalam diri peserta didik. Dan peneliti, guru, maupun pihak-pihak lain yang ingin mengembangkan produk buku ajar ini lebih lanjut, bisa dengan cara menambahkan materi-materi lain yang relevan dekat dengan kehidupan nyata peserta didik, gambar yang lebih variatif, menggunakan metode, strategi, model, pendekatan yang lebih menarik, serta melengkapi menjadi satu tema tidak hanya satu subtema sehingga produk yang dihasilkan lebih komprehensif. Daftar Pustaka