Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Volume 3 Nomor 3 Agustus 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 1-10 DOI: https://doi. org/10. 62027/sevaka. Available online at: https://journal. id/index. php/Sevaka/issue/view/28 PELATIHAN SADARI DAN PEMERIKSAAN IVA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER DI WILAYAH PERDESAAN: STUDI KASUS DI DESA TANJUNG ANOM SADARI TRAINING AND VIA EXAMINATION AS AN EARLY CANCER DETECTION EFFORT IN RURAL AREAS: A CASE STUDY IN TANJUNG ANOM VILLAGE Rustianna Tumanggor1. Theresia Anggriani H2. Elshadai Tabitha Siadari3. Dita Togatorop4. Dina Eudia Meha5 1,2,3,4,5 Universitas Murni Teguh *Email@korespondensi : . umanggorrusti@gmail. com, theresiaanggriani07@gmail. Article History: Received: Juni 12, 2025. Revised: Juni 18, 2025. Accepted: Juli 15, 2025. Online Available: Juli 23, 2025. Published: 04 August, 2025. Keywords: first aid, basic trauma, village, community nursing Abstract: Breast cancer and cervical cancer are two leading causes of death among Indonesian women, yet they are preventable through early detection. Tanjung Anom Village in Pancur Batu Subdistrict is a rural area with low health literacy, particularly regarding cancer This community service aimed to improve women's knowledge and awareness through SADARI (Breast Self-Examinatio. training and IVA (Visual Inspection with Acetic Aci. community-based participatory approach was applied, involving health cadres, village leaders, and women of reproductive age as key The results showed a significant increase in participantsAo knowledge scores, from an average of 52. 4 to 76. 2 after the A total of 48 women voluntarily underwent the IVA test, and a Women's Health Working Group was established to sustain ongoing education. The emergence of local leaders and collective awareness reflects a successful health-based social transformation. This program has proven effective and can be replicated in other rural Abstrak Kanker payudara dan kanker serviks merupakan dua penyebab kematian utama pada perempuan Indonesia yang dapat dicegah melalui deteksi dini. Desa Tanjung Anom. Kecamatan Pancur Batu, merupakan wilayah perdesaan dengan tingkat literasi kesehatan yang masih rendah, terutama terkait deteksi dini kanker. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan melalui pelatihan SADARI (Periksa Payudara Sendir. dan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Aseta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan melibatkan kader kesehatan, perangkat desa, serta perempuan usia produktif sebagai subjek utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan peserta dari ratarata 52,4 menjadi 76,2 setelah pelatihan. Sebanyak 48 peserta menjalani pemeriksaan IVA secara sukarela, dan terbentuk Kelompok Kerja Kesehatan Perempuan sebagai upaya keberlanjutan edukasi. Munculnya pemimpin lokal dan kesadaran kolektif masyarakat menandakan keberhasilan transformasi sosial berbasis kesehatan. Program ini terbukti efektif dan dapat direplikasi untuk wilayah perdesaan lain. Kata Kunci: deteksi dini kanker. SADARI. IVA, pemberdayaan perempuan, desa PENDAHULUAN Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Globocan tahun *Rustiana Tumanggor, tumanggorrusti@gmail. PELATIHAN SADARI DAN PEMERIKSAAN IVA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER DI WILAYAH PERDESAAN: STUDI KASUS DI DESA TANJUNG ANOM 2020, terdapat 396. 914 kasus baru kanker di Indonesia dengan angka kematian mencapai 234. Dua jenis kanker yang paling umum pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker serviks, yang secara berturut-turut menempati urutan pertama dan kedua dalam jumlah kasus (WHO, 2. Desa Tanjung Anom. Kecamatan Pancur Batu. Kabupaten Deli Serdang, merupakan salah satu wilayah perdesaan dengan jumlah penduduk perempuan usia produktif yang cukup tinggi, namun masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan deteksi dini Berdasarkan data dari Puskesmas Pembantu Tanjung Anom tahun 2023, hanya sekitar 18% perempuan usia 20Ae49 tahun yang pernah melakukan pemeriksaan IVA, dan kurang dari 10% yang mengetahui cara melakukan SADARI (Puskesmas Tanjung Anom, 2. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan dan praktik pencegahan kanker, yang jika tidak ditangani secara dini dapat meningkatkan risiko keterlambatan diagnosis dan kematian akibat Kondisi ini diperparah oleh minimnya edukasi kesehatan berbasis komunitas serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker. Selain itu, adanya stigma, rasa takut, dan ketidaktahuan menjadi penghalang utama bagi perempuan di desa untuk memeriksakan diri secara rutin. Padahal, deteksi dini melalui metode sederhana seperti SADARI (Periksa Payudara Sendir. dan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Aseta. terbukti efektif menurunkan angka kejadian kanker stadium lanjut dan meningkatkan angka harapan hidup (Yulianti et al. , 2. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat perempuan di Desa Tanjung Anom melalui pelatihan SADARI dan fasilitasi pemeriksaan IVA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini kanker payudara dan serviks secara mandiri dan berkelanjutan. Pelibatan kader kesehatan desa, tokoh masyarakat, dan institusi pelayanan kesehatan tingkat pertama akan memperkuat keberlanjutan dampak kegiatan. Tujuan sosial yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terjadinya perubahan perilaku menuju masyarakat desa yang sadar akan pentingnya deteksi dini kanker dan memiliki kemampuan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara mandiri. Melalui kegiatan pelatihan dan pemeriksaan ini, diharapkan pula terbentuk komunitas peduli kanker perempuan di desa sebagai agen perubahan yang mampu melanjutkan edukasi ke kelompok masyarakat lainnya secara berkelanjutan. Literatur menunjukkan bahwa program intervensi berbasis masyarakat Name Journal VOLUME 3. NO. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 1-10 seperti ini telah berhasil meningkatkan angka deteksi dini dan memperbaiki perilaku kesehatan reproduksi perempuan di berbagai wilayah dengan karakteristik serupa (Situmorang & Nadeak. Kemenkes RI, 2. Pendekatan berbasis komunitas sangat penting untuk menjangkau populasi yang kurang terlayani oleh layanan kesehatan formal, terutama di wilayah pedesaan. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan pendekatan community-based participatory approach, yaitu mengutamakan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendekatan ini dipilih untuk memperkuat rasa kepemilikan . ense of ownershi. masyarakat terhadap isu kesehatan yang dihadapi, serta mendorong keberlanjutan intervensi secara mandiri. 1 Subjek dan Lokasi Pengabdian Subjek pengabdian adalah perempuan usia produktif . Ae49 tahu. yang berdomisili di Desa Tanjung Anom. Kecamatan Pancur Batu. Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan data dari Kantor Desa dan Puskesmas Tanjung Anom tahun 2023, terdapat sekitar 315 perempuan usia produktif di desa tersebut. Dari jumlah tersebut, ditargetkan sebanyak 60 orang menjadi peserta aktif dalam kegiatan ini. Selain itu, kegiatan juga melibatkan 5 kader kesehatan desa dan 2 bidan desa sebagai mitra kolaboratif. 2 Proses Perencanaan dan Pengorganisasian Komunitas Perencanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui koordinasi awal dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan Puskesmas setempat. Pertemuan awal (FGD) dilaksanakan untuk menggali permasalahan dan kebutuhan masyarakat terkait upaya deteksi dini kanker payudara dan serviks. Dalam pertemuan ini, subjek dampingan menyampaikan minimnya pengetahuan tentang cara melakukan SADARI dan akses yang terbatas untuk pemeriksaan IVA. Selanjutnya, dibentuklah Kelompok Kerja Kesehatan Perempuan tingkat desa yang terdiri atas kader, ibu rumah tangga, dan remaja putri untuk menjadi fasilitator komunitas dan peserta pelatihan berkelanjutan. Kelompok ini menjadi ujung tombak pengorganisasian komunitas dalam mendukung agenda edukasi dan pemeriksaan kesehatan. PELATIHAN SADARI DAN PEMERIKSAAN IVA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER DI WILAYAH PERDESAAN: STUDI KASUS DI DESA TANJUNG ANOM 3 Strategi dan Metode Pelaksanaan Strategi utama yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui pelatihan dan demonstrasi, serta pendekatan klinis preventif melalui pemeriksaan IVA secara gratis bekerja sama dengan Puskesmas. Metode ini menggabungkan health education dan community empowerment. Kegiatan pengabdian dibagi dalam beberapa tahap sebagai berikut: Tahap I: Identifikasi dan Persiapan Koordinasi dengan kepala desa dan Puskesmas. Pengumpulan data awal dan penentuan peserta. Pembentukan Kelompok Kerja Kesehatan Perempuan. Tahap II: Pelatihan dan Edukasi Pelatihan teori dan praktik SADARI Edukasi tentang kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA. Diskusi kelompok dengan menggunakan media leaflet dan alat peraga. Tahap i: Pelaksanaan IVA Pemeriksaan IVA oleh bidan Puskesmas. Pencatatan hasil dan rujukan lanjutan bila diperlukan. Tahap IV: Evaluasi dan Tindak Lanjut . Penilaian pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan . re-test dan post-tes. Evaluasi kegiatan bersama kader dan peserta. Penyusunan rekomendasi dan rencana keberlanjutan program. HASIL Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tanjung Anom menunjukkan hasil yang menggembirakan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesadaran dan keterampilan perempuan desa dalam mendeteksi dini kanker payudara dan kanker Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapannya, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan rencana aksi, hingga pelaksanaan edukasi dan pemeriksaan, telah menghasilkan dinamika komunitas yang kuat dan mendorong transformasi sosial di tingkat akar rumput. Name Journal VOLUME 3. NO. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 1-10 Proses pendampingan dimulai dengan pelatihan teknik SADARI (Periksa Payudara Sendir. yang diikuti oleh 63 peserta perempuan usia produktif. Kegiatan pelatihan disampaikan secara partisipatif, memadukan metode ceramah, diskusi kelompok, dan praktik langsung menggunakan alat peraga anatomi. Peserta terlihat sangat antusias dan aktif selama sesi berlangsung, bahkan beberapa peserta menyatakan baru pertama kali mengetahui bahwa kanker payudara dapat dideteksi secara mandiri di rumah. Leaflet berisi langkah-langkah SADARI dibagikan agar peserta dapat melanjutkan praktik di rumah. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Aseta. yang difasilitasi oleh bidan desa dan petugas dari Puskesmas Tanjung Anom. Sebanyak 48 peserta bersedia menjalani pemeriksaan tersebut. Sebelum pemeriksaan, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks serta alur pemeriksaan yang aman dan tidak menyakitkan. Kegiatan ini membuka ruang diskusi yang konstruktif dan mengurangi ketakutan peserta terhadap pemeriksaan kesehatan reproduksi. Evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 52,4 menjadi 76,2 setelah pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan cukup efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan peserta mengenai kanker payudara dan serviks. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Terdapat pula perubahan sosial yang signifikan pasca kegiatan. Salah satunya adalah terbentuknya Kelompok Kerja Kesehatan Perempuan Desa Tanjung Anom, yang beranggotakan delapan kader lokal dan relawan. Kelompok ini berkomitmen untuk melanjutkan edukasi tentang SADARI dan IVA secara berkelanjutan melalui kegiatan Posyandu dan pengajian ibu-ibu. Inisiatif ini lahir dari diskusi bersama yang difasilitasi oleh tim pengabdian. Selain itu, muncul tokoh lokal, seorang ibu rumah tangga bernama Rismawati, yang secara sukarela mengambil peran sebagai koordinator kegiatan lanjutan di dusunnya. Ia aktif mengorganisir warga dan bahkan mengusulkan kepada kepala dusun agar edukasi SADARI dan IVA dimasukkan sebagai agenda rutin Posyandu. Kehadiran pemimpin lokal seperti Rismawati menjadi indikator penting dalam keberlanjutan program, karena mampu menjembatani komunikasi antara masyarakat, kader, dan tenaga kesehatan. Kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker juga meningkat secara signifikan. Hal ini tercermin dari banyaknya peserta yang PELATIHAN SADARI DAN PEMERIKSAAN IVA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER DI WILAYAH PERDESAAN: STUDI KASUS DI DESA TANJUNG ANOM menyampaikan keinginan untuk mengajak saudara dan tetangga mereka mengikuti pemeriksaan serupa di masa mendatang. Bahkan, dalam forum evaluasi, beberapa peserta menyatakan harapan agar kegiatan ini menjadi program tahunan desa dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan Puskesmas. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan hasil yang diperoleh, kegiatan ini tidak hanya menyelesaikan permasalahan kurangnya akses dan informasi tentang deteksi dini kanker, tetapi juga berhasil membangun struktur sosial baru yang lebih peduli terhadap isu kesehatan perempuan di wilayah perdesaan. DISKUSI