Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) Volume 10. Nomor 2 . : 734-745 ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI TUMPANGSARI CABAI MERAH (Capsicum annum L. ) DAN TOMAT (Solanum Lycopersicum L. ) DI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS OF RED CHILI (Capsicum annum L. ) AND TOMATO (Solanum Lycopersicum L. ) INTERCROPPING FARMING BUSINESS IN BERASTAGI DISTRICT. KARO REGENCY Suyana1*. Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya2 . Muhammad Jamil3 (Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Samudr. (Email:Suyanasinger@gmail. (Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Samudr. (Email:zainkiagus@unsam. (Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Samudr. (Email: milcareca@unsam. Penulis korespondensi: Suyanasinger@gmail. ABSTRACT This study investigated the financial feasibility of red chili and tomato intercropping farming in Berastagi District. Karo Regency. Employing a survey method with a case study approach focused on the farming operations of Mr. Suardi in Raya Village, the research utilized cost analysis, income analysis, and Revenue Cost Ratio (R/C Rati. analysis to evaluate economic Primary and secondary data were collected to determine production costs, income levels, and overall financial performance over a single farming period. The findings revealed a total production cost of IDR 111,359,276 and a total income of IDR 339,000,000, resulting in a net income of IDR 227,640,724 within a 6-month farming period. The calculated R/C Ratio of 04 for the year 2024 unequivocally demonstrates that Mr. Suardi's red chili and tomato intercropping farming enterprise is highly profitable and financially feasible to sustain. This research highlights the economic potential of intercropping systems for smallholder farmers in the Berastagi region. Keywords Intercropping of red chili, tomatoes. R/C Ratio ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya, tingkat pendapatan dan menganalisis kelayakan finansial usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat di Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan studi kasus dan analisis data yang di gunakan adalah analisis biaya, analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial yang dapat di lihat dari Revenue Cost Ratio (R/C Ratio Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini merupakan Pak Suardi selaku Pemilik sekaligus pengelola usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat. Berikut ini merupakan hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu. Total biaya produksi sebesar Rp111. 276/Periode usahatani, total penerimaan usahatani tumpangsari sebesar Rp339. 000/Periode usahatani, dan total pendapatan usahatani tumpangsari nya sebesar Rp227. 724/Periode usahatani . https://doi. org/10. 21776/ub. Suyana Ae Analisis Kelayakan Finansial . dan hasil analisis kelayakan finansial usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 3,04 pada tahun 2024 yang menunjukkan bahwa usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Kata kunci: kelayakan finansial, tumpangsari, cabai merah, tomat. R/C ratio PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya dengan ragam sumber daya alam, memiliki keanekaragaman hayati yang sangat melimpah jumlahnya, baik keanekaragaman hayati di dataran dan di air. Potensi keragaman kekayaan hayati di Indonesia sangat mencukupi untuk sumber makanan penduduk negeri sendiri apabila dikelola dengan baik, dimana ditemukan bahwamasyarakat Indonesia banyak yang bekerja sebagai petani, khusus nya petani sayuran (Kusuma et al. , 2. Menurut Sensus Pertanian 2023 dari Badan Pusat Statistik, terdapat sekitar 27,8 juta petani di Indonesia, yang mencakup 21,93% dari total angkatan kerja. Dari jumlah ini, 6,2 juta adalah petani milenial . sia 19-39 tahu. , dan Mayoritas petani, yaitu lebih dari 17 juta, orang termasuk dalam Kategori petani gurem . emiliki lahan kurang dari 0,5 Di antara tanaman umum yang dibdidayakan, cabai merah dan tomat merupakan komoditas utama yang ditanam di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Utara. Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang hampir seluruh Petani nya menanam cabai merah dan tomat. Cabai merah dan tomat tersebar hamper disemua wilayah provinsi Sumatera utara, termasuk Kabupaten Karo. Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra pertanian dalam pembudidayaan tanaman hortikultura jenis sayursayuran dan buah-buahan diantara nya yaitu tanaman cabai merah (Capsicum annuum L. ) dan tomat (Solanum lycopersicum L. Cabai merah dan tomat tersebar hampir disemua wilayah Provinsi Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Karo. Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra pertanian dalam pembudidayaan tanaman hortikultura jenis sayur-sayuran dan buahbuahan diantara nya yaitu tanaman cabai merah (Capsicum annuum L. ) dan tomat (Solanum lycopersicum L. Hasil pertanian dari kabupaten ini tidak hanya dipasarkan ke dalam negeri tetapi juga luar negeri. Kabupaten Karo terdiri dari 13 kecamatan dimana masing-masing kecamatan memiliki lahan pertanian yangcukup luas, salah satunya adalah Kecamatan Berastagi. Kecamatan Berastagi di Kabupaten Karo merupakan salah satu kecamatan yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Usahatani yang dilakukan oleh petani setempat dalam membudidayakan tanamannya banyak menggunakan pola tanam Tumpangsari ialah menanam dua jenis tanaman atau lebih yang diusahakan bersama-sama pada satu tempat dalam waktu yang sama, dengan jarak tanam yang teratur, sehingga dikenal istilah yang disebut rotasi tanaman. Pola tanam ini dianggap mampu mengurangi resiko kerugian yang disebabkan fluktuasi harga, serta menekan biaya operasional seperti tenaga kerja dan pemeliharaan tanaman. Selain itu, perkembangan pola tanam tumpang sari di harapkan mampu mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional (Fau et al. , 2. Pola tanam tumpangsari merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan pertanian sistem Tumpangsari juga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan keamanan pangan nasional. Sistem tumpangsari dapat menjaga kelestarian lingkungan, dan dapat membantu dalam konservasi tanah dan air, serta mengurangi pencemaran lingkungan. JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 734-745 Komoditi yang sering menggunakan sistem pola tanam tumpangsari ialah cabai merah dan tomat (Saragih, 2. Cabai merah dan tomat merupakan komoditas hortikultura yang memiliki harga jual yang tinggi. Harga cabai merah dan tomat pada umumnya cenderung fluktuatif, namun pada umumnya harga kedua komoditas tersebut cukup tinggi. Sistem tumpangsari menjadi pilihan para petani untuk memaksimalkan produktivitas lahan serta mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga. Analisis kelayakan finansial adalah suatu analisis untuk menentukan sumber daya finansial suatu proyek dengan laba yang diharapkan (Puteri et al. , 2. Analisis kelayakan finansial bertujuan menganalisa dalam sisi kuantitatif terhadap kelayakan finansial . dari suatu usahatani. Analisis kelayakan finansial penting dilakukan untuk memperhitungkan keuntungan dan manfaat yang diterima pribadi atau instansi pemerintah dalam suatu pelaksanaan proyek. Alat yang digunakan dalam melakukan analisis perhitungan kelayakan finansial adalah Revenue cost ratio (R/C Rati. Analisis sensitivitas merupakan analisa yang bertujuan untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada hasil analisa proyek jika terjadi suatu kesalahan atau perubahan pada dasar perhitungan benefit maupun cost. Analisis sensitivitas menggambarkan perlakukan terhadap suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis kelayakan. Analisis sensitivitas (Nurmalina et al. , 2. dilakukan dengan mengubah besaran variabel-variabel dengan persentase tertentu yang sudah diprediksi. Perubahan pada variabel ini akan menggambarkan seberapa besar sensitivitas yang mempengaruhi pada hasil kelayakan Revenue Cost ratio (R/C Rati. Analisis R/C Ratio pada sensitivitas membantu untuk mengukur dan menilai dampak perubahan dari berbagai faktor yang mempengaruhi suatu usaha, dan dari hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang lebih tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi di Desa Raya. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo. METODE PENELITIAN Metode. Waktu. Dan Tempat Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus merupakan pendekatan empiris yang bertujuan untuk mengkaji fenomena yang sedang berlangsung dalam konteks kehidupan nyata. Ciri khas dari pendekatan ini adalah penekanan pada satu atau beberapa kasus yang dianalisis secara mendalam dalam konteks aktual, untuk memahami hubungan sebab-akibat, mengembangkan teori selama tahap perancangan penelitian, serta memanfaatkan berbagai sumber data sebagai bukti (NurAoaini, 2. Waktu penelitian telah di laksanakan pada bulan September 2024 sampai bulan November 2024. Tempat yang menjadi daerah penelitian yaitu pada usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat studi kasus usahatani milik Bapak Suardi di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja . hal ini di karenakan usahatani tumapangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi memiliki keunggulan dari segi kuantitas maupun kualiatas hasil produksi cabai merah dan tomat nya. Adapun pemilihan lokasi penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak suardi. Data primer diperoleh langsung dari lokasi penelitian yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan pemberian pertanyaan dan pernyataan dari kuesioner Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan data yang penulis kumpulkan dengan mempelajari buku-buku, jurnal, serta data dari Badan Pusat Statistikdan Badan Dinas Pertanian. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo. Metode analisis data dalam penelitian ini JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Suyana Ae Analisis Kelayakan Finansial . Analisis Biaya Produksi Biaya produksi mencakup semua pengeluaran yang terjadi selama proses produksi, yang merupakan gabungan dari total biaya tetap dan biaya variabel (Finka, 2. Secara matematis, hal ini dapat dinyatakan sebagai berikut: TC = FC VC Penjelasan: TC = Total Cost, yaitu keseluruhan biaya produksi dalam satu periode usaha (Rp/period. FC = Fixed Cost, yaitu biaya tetap yang dikeluarkan dalam satu periode usaha (Rp/period. VC = Variable Cost, yaitu biaya variabel yang timbul dalam satu periode usaha (Rp/period. Analisis Penerimaan Penerimaan adalah total pendapatan yang diperoleh petani dari penjualan seluruh hasil produksinya selama masa panen (Sari, 2. Untuk menghitung penerimaan dari usaha tani tumpangsari cabai merah dan tomat di Desa Raya. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo, digunakan rumus sebagai berikut: TR= P x Q Penjelasan: TR (Total Revenu. adalah total pendapatan yang diperoleh dari kegiatan usahatani dalam suatu periode (Rp/period. P (Pric. merupakan harga jual produk pertanian per periode (Rp/period. Q (Quantit. adalah total hasil produksi yang dihasilkan dalam satu periode, diukur dalam kilogram . g/period. Analisis Pendapatan Pendapatan merupakan keseluruhan hasil yang diperoleh, baik dari kompensasi atas penggunaan faktor-faktor produksi maupun dari total output yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan produksi dalam suatu perekonomian selama periode tertentu. Pendapatan juga dapat diartikan sebagai selisih antara total penerimaan dan total biaya (Sari, 2. Rumus yang digunakan untuk menyatakan pendapatan adalah: I = TR- TC Keterangan: I (Profi. : Pendapatan (Rp/Period. usahatani TR (Total Revenu. : Penerimaan (Rp/Period. usahatani TC (Total Cos. :Total Biaya (Rp/Period. usahatani Revenue Cost Ratio (R/C Rati. Menurut Sajari . R/C Ratio adalah perbandingan antara penerimaan dengan biaya total. Cara menghitung R/C Ratio adalah mengacu pada rumus berikut: R/C Ratio = !"#"$%&''# )* ', (). 0%'1' )* ', (). Keterangan: JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 734-745 R/C Ratio merupakan singkatan dari Revenue Cost Ratio Total Penerimaan mengacu pada Total Revenue (TR) Total Biaya Produksi berarti Total Cost (TC) Terdapat tiga kriteria yang digunakan dalam perhitungannya, yaitu: Apabila R/C > 1 maka usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak Suardi tersebut menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Apabila R/C = 1 maka usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak Suardi tersebut berada di titik impas (BEP). Apabila R/C < 1 maka usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak Suardi tersebut rugi dan tidak layak untuk di jalankan. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Usahatani Tumpangsari Milik Pak Suardi Usahatani tumpangsari milik pak Suardi terletak di Desa Raya. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo. Pak Suardi merupakan pemilik usahatani tumpangsari dengan komoditi nya cabai merah dan tomat, beliau memulai usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat sejak tahun 2017, dan merupakan usaha untuk menambah pendapatan dalam rumah tangga. Karakteristik responden digunakan untuk memahami kondisi responden berdasarkan usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, dan pengalaman berwirausaha. dan pekerjaan utama. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi dari responden dan kaitannya dengan tujuan penelitian, berikut adalah tabel penjelasan tentang karakteristik responden dalam penelitian usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat. Tabel. 1 Karakteristik Responden Identitas Keterangan Nama Suardi Umur 42 Tahun Pendidikan S1 Agroteknologi Jumlah Tanggungan 2 orang Pengalaman 20 Tahun Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan tabel 1 diatas dapat di lihat bahwa Responden dalam penelitian ini adalah Pak Suardi selaku pemilik usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, yang berusia 42 tahun. Jumlah tanggungan Pak Suardi berjumlah 2 orang, yaitu istri dan 1 orang adik, dengan pendidikan terakhir adalah S1 Agroteknologi, lama pengalaman usahatani selama 20 tahun dan memulai usahatani tumpangsari sejak 2017 hingga sekarang. Produksi Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Produksi usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat mengacu pada seluruh proses yang terlibat dalam membudidayakan tanaman cabai merah dan tomat, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen. Ini mencakup berbagai aktivitas seperti, membajak, menggemburkan tanah, membuat bedengan, dan memberikan pupuk dasar, menyemai benih, memindahkan bibit ke lahan, dan mengatur jarak tanam. Penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Dan yang terakhir memanen buah cabai merah JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Suyana Ae Analisis Kelayakan Finansial . dan tomat yang sudah matang (Alif, 2. Usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak Suardi sendiri memiliki jumlah panen cabai merah sebanyak 10 kali pemanenan dalam satu periode usahatani . serta panen puncak nya terjadi pada panen ke 3 dengan hasil produksi nya 1. 800 kg dan tomat sebanyak 8 kali dalam satu periode usahatani . serta panen puncak nya terjadi pada panen ke Panen 5 dengan hasil produksi nya 6000 kg. Tujuan utama produksi usahatani ini adalah untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan berkuantitas, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dan menghasilkan keuntungan bagi Berikut adalah tabel jumlah panen dan hasil produksi usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak Suardi dalam satu periode usahatani Tabel 2. Luas Lahan. Jumlah Panen Dan Hasil Produksi Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Di Tahun 2024. Komoditi Luas lahan Jumlah (Panen/Period. Hasil Produksi (H. (Kg/Period. Cabai merah Tomat Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan tabel 2 diatas dapat di lihat bahwa total luas lahan usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak suardi yaitu sebesar 1 hektar (H. , dengan jumlah panen cabai merah yaitu sebanyak 10 kali panen dengan hasil produksi nya sebesar 9. 450 kg/periode usahatani . dengan harga Rp20. 000/kg, dengan luas lahan 0,5 hektar (H. dan jumlah panen tomat yaitu sebanyak 8 kali panen dengan hasil produksi nya sebesar 30. 000 kg/Periode usahatani . dengan harga Rp5000/kg dengan luas lahan 0,5 hektar (H. pada tahun Total Biaya Produksi Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Total biaya produksi merupakan hasil penjumlahan dari total biaya tetap dan total biaya variabe (Sardianti et al. , 2. Berikut total biaya produksi yang dikeluarkan oleh Pak Suaradi dalam satu periode usahatani . dapat dilihat pada tabel 3 berikut. Tabel 3. Total Biaya Produksi Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pada Tahun Keterangan Jumlah biaya usahatani (Rp/Period. Biaya tetap Biaya variabel Total biaya produksi TC (Rp/Period. usahatani Sumber: Data Primer (Diola. 2024 JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 734-745 Dari tabel 3 di atas, terlihat bahwa setelah menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel dalam satu periode produksi usahatani dengan perhitungan 6 bulan pada tahun 2024, maka jumlah total biaya pada usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi, di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo adalah sebesar Rp111. 276/Periode usahatani dengan rincian biaya tetap (FC) adalah sebesar Rp22. 576/Periode usahatani dan biaya varabel (VC) sebesar Rp88. 700/Periode usahatani ( 6 bula. pada tahun 2024. Penggunaan Biaya Produksi Per Komoditi Pada Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Cabai Merah Dan Tomat. Tabel. 4 Penggunaan Biaya Produksi Per Komoditi Pada Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pada Tahun 2024. Jenis Komoditi Biaya Per Item Biaya Bersama Total Biaya (Rp/Komodit. (Rp/Komodit. Produksi per (Rp/Period. Cabai merah Tomat Total Biaya Produksi usahatani (Rp/Period. Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan tabel 4 diatas dapat di lihat bahwa biaya yang di keluarkan untuk produksi cabai merah adalah sebesar Rp56. 888/Periode dengan rincian biaya per item sebesar Rp10. 500/Komoditi , serta biaya bersama nya sebesar Rp46. 388/komoditi, kemudian biaya yang di keluarkan untuk produksi tomat adalah sebesar Rp54. 388/Periode dengan rincian biaya per item sebesar Rp8. 000/Periode, dan biaya bersama nya sebesar Rp46. 388/komoditi, dengan ini total biaya produksi yang di keluarkan pak suardi untuk usahatani tumpangsari cabai dan tomat milik nya adalah sebesar Rp111. 276/Periode usahatani . pada tahun 2024. Penerimaan Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Penerimaan merupakan hasil perkalian antara jumlah produk yang dihasilkan oleh suatu usaha dengan harga jual produk tersebut. (Sari et al. , 2. Adapun besarnya nilai penerimaan sangat ditentukan oleh harga yang berlaku dalam memasarkan hasil produksinya. Berikut adalah tabel penerimaan pada usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Selama Satu Periode usahatani . pada tahun 2024. Tabel 5. Jumlah Penerimaan Usahatani Tumpangsari Cabai Merah dan Tomat Pada Tahun 2024. Jenis Hasil Panen Harga Jual Penerimaan Komoditi (Kg/Period. (Rp/K. (Rp/Period. (Rp/bula. Cabai merah Tomat Total Penerimaan usahatani (Rp/Periode/Bula. Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan tabel 5 di atas dapat dilihat bahwa total penerimaan usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi selama satu Periode usahatani . tahun 2024 JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Suyana Ae Analisis Kelayakan Finansial . sebesar Rp339. 000/Periode usahatani, atau perbulan nya menghasilkan penerimaan sebesar Rp56. 000/bulan, dengan rincian penerimaan cabai merah sebesar Rp189. 000/Periode usahatani atau perbulan nya menghasilkan penerimaan sebesar Rp31. 000/Bulan dengan harga Rp20. 000/kg dan penerimaan tomat selama satu periode usahatani . sebesar Rp150. 000/Periode usahatani atau perbulan nya menghasilkan penerimaan sebesar Rp25 000. 000/bulan dengan harga Rp5. 000/kg. Pendapatan Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pendapatan merupakan hasil penerimaan dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung (Amili et al. , 2. Adapun rincian perhitungan pendapatan pada usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6. Jumlah Pendapatan Usahatani Tumpangsari Cabai merah dan Tomat Pada Tahun Jumlah Biaya Produksi Pendapatan Penghasilan Pendapatan kotor Keseluruhan Keseluruhan (Rp/Period. (Rp/Period. (Rp/Period. (Rp/bula. Usahatani Total Pendapatan Usahatani (Rp/Periode/bula. Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan tabel 6 di atas dapat dilihat bahwa jumlah total penerimaan adalah sebesar Rp339. 000/Periode usahatani, sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp111. 276/Periode usahatani. Sehingga total pendapatan yang diperoleh pada usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi yaitu sebesar Rp227. 724/Periode usahatani . atau pendapatan perbulan sebesar Rp37. 120/bulan. Pendapatan dari usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat ini menandakan bahwa usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat ini mengalami keuntungan sehingga dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Hal ini sesuai dengan Pendapat Harahap, . , bahwa pendapatan merupakan selisih dari penerimaan dan seluruh total biaya produksi. Jumlah Pendapatan Per komoditi Pada Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Tabel 7. Jumlah Pendapatan Per Komoditi Pada Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pada Tahun 2024. Jenis Komoditi Penerimaan per Biaya Produksi Per Pendapatan usahatani per komoditi (Rp/period. (Rp/Period. (Rp/Period. Cabai merah Tomat Total Pendapatan Usahatani (Rp/Period. Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan tabel 7 diatas dapat di lihat bahwa jumlah penerimaan untuk komoditi cabai merah adalah sebesar Rp189. 000/Periode usahatani dengan biaya produksi per komoditi nya sebesar Rp56. 888/Periode usahatani dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp132. 112/Periode usahatani untuk komoditi cabai merah, kemudian jumlah penerimaan untuk komoditi tomat adalah sebesar Rp150. 000/Periode usahatani dengan biaya produksi per komoditi nya nya sebesar Rp54. 388/Periode usahatani dan menghasilkan pendapatan JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 734-745 sebesar Rp95. 612/Periode usahatani untuk komoditi tomat, dalam hal ini total pendapatan dari usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik pak Suardi adalah sebesar Rp227. 724/Periode usahatani pada tahun 2024. Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Analisis kelayakan yang dilakukan pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan secara finansial pada usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat. Dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis Revenue Cost Ratio (R/C Rati. untuk indikator penilaian kelayakan usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi dapat dilihat pada tabel dibawah berikut: Tabel 8. Hasil Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pada Tahun 2024. No Keterangan Hasil Nilai Keputusan Revenue Cost Ratio 3,04 Layak Sumber: Data Primer (Diola. Berdasarkan tabel 8 diatas hasil analisis kelayakan finansial usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi yakni sebesar 3,04 dan nilai kelayakan R/C nya >1 hal ini menunjukan bahwa usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Dimana kriteria dalam perhitungan nya yaitu apabila R/C >1 maka usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sajari et al. Hasil Analisis Kelayakan Finansial Per Komoditi Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat. Tabel 9. Hasil Analisis Kelayakan Finansial Per Komoditi Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pada Tahun 2024. Jenis Komoditi Analisis Kelayakan Hasil Nilai Keputusan Cabai merah Revenue Cost Ratio 3,34 Layak Tomat Revenue Cost Ratio 2,73 Layak Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan tabel 9 diatas dapat di lihat bahwa hasil analisis kelayakan finansial pada komoditi cabai merah adalah sebesar 3,34 dan hasil analisis kelayakan finansial komditi tomat sebesar 2,73 dan nilai kelayakan R/C nya >1 per komoditi nya, hal ini menunjukan komoditi cabai merah dan tomat milik Pak Suardi di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Dimana kriteria dalam perhitungan nya yaitu apabila R/C >1 maka usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sajari et al. , . Revenue Cost Ratio (R/C Rati. Menurut Sajari . R/C Ratio adalah perbandingan antara penerimaan dengan biaya total. Dimana total penerimaan di bagi dengan total biaya produksi maka muncul hasil pada tabel di bawah ini. Berikut ini adalah tabel perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C Rati. Tabel 10. Perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C Rati. Pada Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pada Tahun 2024. Uraian Rp/Periode usahatani Total penerimaan JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . Suyana Ae Analisis Kelayakan Finansial . Total biaya Kelayakan R/C Ratio 3,04 Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan data dari tabel 10 dapat diketahui bahwa nilai kelayakan R/C ratio dalam satu periode . usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo adalah Sebesar 3,04 yang menunjukan bahwa usahatani tersebut menguntungkan dan layak di jalankan. Dimana kriteria dalam perhitungan nya yaitu apabila R/C >1 maka usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Dari data tersebut juga dapat diketahui bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan akan menghasilakn penerimaan sebesar Rp 3,04, artinya secara finansial layak di jalan kan, hal ini sesuai dengan pendapat Apriansyah et al. , . Perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C Rati. Untuk Per Komoditi Pada Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat. Tabel 11. Perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C Rati. Untuk Per Komoditi Pada Usahatani Tumpangsari Cabai Merah Dan Tomat Pada Tahun 2024. Jenis Komoditi Penerimaan Per Biaya Produksi Kelaykan R/C Ratio Komoditi Per Komoditi Per Komoditi (Rp/Period. (Rp/Period. Cabai Merah 3,34 Tomat 2,73 Sumber: Data Primer (Diola. 2024 Berdasarkan dari tabel 14 di atas dapat di lihat bahwa nilai kelayakan R/C ratio untuk komoditi cabai merah adalah sebesar 3,34 dan nilai kelayakan R/C ratio untuk komoditi tomat sebesesar 2,73 , yang menunjukan komoditi cabai merah dan tomat milik pak Suardi tersebut menguntungkan dan layak di jalankan. Dimana kriteria dalam perhitungan nya yaitu apabila R/C >1 maka usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk di jalankan. Dari data tersebut juga dapat diketahui bahwa setiap Rp 1. 00 biaya yang dikeluarkan akan menghasilakn penerimaan sebesar Rp3. 34 untuk komoditi cabai merah dan menghasilkan Rp2. 73 untuk komoditi tomat, artinya secara finansial komoditi cabai merah dan tomat milik pak Suardi menguntungkan dan layak di jalan kan, hal ini sesuai dengan pendapat Apriansyah et al. , . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan JEPA. ISSN: 2614-4670 . ISSN: 2598-8174 . JEPA, 10 . , 2026: 734-745 Total biaya yang dikeluarkan Pak Suardi selama satu periode tanam . adalah sebesar Rp111. 276, total penerimaan yang diperoleh Pak Suardi selama satu periode tanam . adalah sebesar Rp339. 000, atau Rp56. 000 per bulan. Pendapatan yang diperoleh Pak Suardi selama satu periode tanam . adalah sebesar Rp227. 724, atau Rp37. 120 per bulan untuk luas lahan 1 hektar (H. , dan hasil analisis kelayakan usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat milik Pak Suardi memiliki R/C Ratio sebesar 3,04. Angka ini menunjukkan bahwa usaha tersebut sangat menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disampaikan, peneliti dapat menyampaikan saran Penjelasan di atas menyarankan agar pemilik usahatani dapat mengembangkan usahatani tumpangsari cabai merah dan tomat karena dinilai sangat menguntungkan dari segi ekonomi, agronomi, maupun lingkungan. Usaha ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani di Desa Raya. Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo. DAFTAR PUSTAKA