2417 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) SERTA MEWUJUDKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT YANG SEHAT DI LINGKUNGAN DI KAMPUNG SILUMAN Oleh Bungaran Saing1. Idel Eprianto2. Jhonni Sinaga3. Dovina Navanti4 1,2,3,4Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Email: 1bungaran. saing@dsn. id, 2idel. eprianto@dsn. 3jhonisinaga68@gamail. com, 4dovina. navanti@dsn. Article History: Received: 25-03-2025 Revised: 08-04-2025 Accepted: 28-04-2025 Keywords: Edukasi. Deman Berdarah Degue (DBD). Lingkungan Sehat. Kampung Siluman Abstract: Tujuan pengabdian masyarakat dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Kampung Siluman Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai DBD serta strategi mitigasinya, dengan penekanan pada pencegahan melalui pengendalian vektor, khususnya nyamuk Aedes aegypti. Metode mewawancarai pihak desa dan warga Desa Mangun Jaya. Pengabdian ini dilaksanakan dari tanggal 8 Juni 2024 hingga 13 Juli 2024. Subjek penelitian ini adalah Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Hasil kegiatan pengabdian di Desa Bojong Mangunjaya telah dijalankan antar lain meliputi program bidang kesehatan dan lingkungan. Dari keseluruhan program yang telah dijalankan memilki sasaran seluruh warga Desa Mangunjaya yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak. Program kerja yang dijalankan oleh merupakan program kerja yang telah disusun dan direncanakan terlebih dahulu PENDAHULUAN Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di daerah-daerah pedesaan seperti Kampung Siluman Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini seringkali menimbulkan wabah dengan dampak yang signifikan, terutama di musim Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara pencegahan dan pengendalian DBD menjadi salah satu faktor utama penyebaran penyakit ini. Kampung Siluman sebagai bagian dari wilayah yang memiliki potensi penyebaran DBD perlu mendapatkan perhatian khusus dalam hal edukasi kesehatan dan pembinaan Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kegiatan edukatif dan partisipatif sangat penting guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 dari jentik nyamuk penyebab DBD. Edukasi yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung gerakan 3M Plus (Menguras. Menutup, dan Mendaur ulan. sebagai langkah konkret pencegahan DBD. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang beroperasi di Kota Bekasi. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBHARA JAYA) memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan kelembagaan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup. Dalam hal ini, pengabdian masyarakat menjadi salah satu pilar penting dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Desa Mangun Jaya berada di wilayah Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Desa ini memiliki luas tanah 351 km 2 dan berada di bagian barat Kabupaten Bekasi yang berbatasan dengan wilayah Kota Bekasi. Titik koordinat Desa Mangun Jaya adalah S6o14Ao 26. 0648AyEAe 107o3Ao12. EAy dengan batas wilayah: Tabel 1. Batas Wilayah Desa Mangunjaya Batas Desa/Kecamatan Sebelah Utara Desa Jejalen Sebelah Selatan Desa Mekar Sari Sebelah Timur Kec. Sumber Jaya Sebelah Barat Desa Karang Satria Dilihat dari segi kontur tanah yang ada di wilayah ini merupakan dataran dengan tinggi yang sama dengan desa lainnya. Desa Mekarsari memiliki curah hujan 1765 mm, jumlah bulan hujan 4 . bulan, kelembapan 35, suhu rata-rata harian 35AC, dan tinggi tempat dari permukaan laut 18 mdl. Gambar 1. Peta Desa Mangunjaya ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Aspek Kelembagaan Desa Mangun Jaya berdasarkan luas wilayah dibagi menjadi 32 RW dan 257 RT yang terdiri dari 4 RW berada di perumahan dan 28 RW berada di lingkungan perkampungan. Adapun jumlah lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Mangunjaya tercantum dalam tabel di bawah ini: Tabel 2. Jumlah Lembaga di Desa Mangunjaya Nama Lembaga Jumlah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat BKM (Badan Keswadayaan Masyaraka. Rukun Warga Rukun Tetangga PKK Desa PKK RW Karang Taruna Desa Karang Taruna RW Kelompok BKB Aktif 10 Kelompok Posyandu 11 Yayasan 12 Lembaga Ekonomi 13 Lembaga Pendidikan 14 Lembaga Keamanan Aspek Demografis dan Ketenagakerjaan Berdasarkan data penduduk 31 Desember 2021, jumlah penduduk Desa Mangun Jaya 418 jiwa yang terdiri dari laki-laki 42. 043 jiwa dan perempuan 42. 375 jiwa serta jumlah kepala keluarga sebanyak 33. 691 KK. Jumlah penduduk tersebut secara administrasif tersebar di 32 Rukun Warga (RW) dan 257 Rukun Tetangga (RT) penduduk Aspek Sosial. Budaya dan Kesehatan Bidang kesehatan masyarakat di Desa Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas, hal ini terlihat dari cakupan pelayanan kesehatan yang lebih luas dan keberadaan sarana prasarana kesehatan yang menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Adapun jumlah sarana kesehatan masyarakat di Desa Mangun Jaya: Tabel 3. Sarana Pelayanan Kesehatan Desa Mangun Jaya Pelayanan Kesehatan Jumlah (Uni. Puskesmas Puskesmas Pembantu Posyandu Rumah Sakit Klinik (Sumber : Kantor Kelurahan Mangun Jaya, 2. Aspek Infrastruktur Sarana dan prasarana fasilitas sosial dan fasilitas umum di wilayah Desa Mangun Jaya belum sepenuhnya diserah terima ke Pemerintah Kabupaten Bekasi sehingga kendala http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 dilapangan, warga masih secara sepihak memanfaatkan sesuai kehendak dan kebutuhan dilokasi tersebut. Tabel 4. Tingkat Pendidikan Penduduk (Oran. Pendidikan Terakhir Jumlah PAUD SD/Sederajat SLTP/Sederajat SLTA/sederajat (Sumber: Kantor Kelurahan Mangunjaya, 2. Tabel 5. Sarana Pendidikan Tingkat Jumlah (Uni. PAUD SD Swasta SD Negeri SMP Swasta SMP Negeri SLTA Negeri (Sumber: Kantor Kelurahan Mangunjaya, 2. Artikel ini akan membahas pentingnya edukasi pencegahan DBD di Kampung Siluman, strategi pemberdayaan masyarakat, serta langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. METODE Program kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan melaksanakan gotong royong bersama warga untuk menciptakan lingkungan yang bersih, dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi tentang penyakit DBD serta melakukan penyemprotan Fogging untuk mengurangi nyamuk DBD. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di Lingkungan Desa Mangunjaya Kelurahan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang terdiri dari 32 RW dan 257 RT dimana 4 RW berada di perumahan dan 28 RW berada di lingkungan perkampungan dengan luas wilayah 351 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 84. jiwa yang terdiri dari laki-laki 42. 043 jiwa dan perempuan 42. 375 jiwa serta jumlah kepala keluarga sebanyak 33. 691 KK. Pelaksanaan kegiatan edukasi mencegah penyakit DBD telah dilakukan pada bulan Juni 2024. Adapun metode yang dilakukan adalah ceramah dengan presentasi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, serta pemberian poster edukasi. Teknis dan tahapan kegiatan yaitu: . Absensi kehadiran peserta. Edukasi terkait penyakit DBD. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 . Edukasi terkait pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan 3M Plus sebagai upaya mencegah penyebaran DBD. Edukasi terkait tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Sesi diskusi tanya jawab dengan peserta. HASIL Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan tinggi yang wajib untuk dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada serta membimbing masyarakat dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat itu Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah: Gotong Royong Bersama Warga Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan gotong royong bersama warga RT 04 yang dilaksanakan pada 15 Juni 2024. Gotong royong bersama warga ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga dan memotivasi warga terlibat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan melatih warga untuk tetap menjaga Gambar 2. Foto Gotong Rotong Bersama Warga http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Sosialisa dan Edukasi tentang Penyakit DBD Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit DBD telah dilakukan kepada warga RT 004 Desa Mangunjaya dan kepada siswa dan guru di SD Negeri Mangunjaya Sosialisasi dan edukasi tentang demam berdarah dengue (DBD) dilakukan melalui metode tatap muka, ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Materi yang disampaikan mencakup pengertian DBD, gejala, klasifikasi, cara penularan, dan pencegahan. Setelah penyampaian materi, siswa dan guru aktif bertanya tentang DBD. DBD merupakan penyakit endemis yang ada sepanjang tahun di Indonesia, dengan peningkatan kasus setiap 4-5 tahun. Kelompok umur yang paling rentan adalah anak-anak berusia 4-10 tahun, namun juga dapat menginfeksi bayi dan dewasa muda. Nyamuk Aedes betina yang mengigit pada pagi dan siang hari menjadi penyebab utama anak-anak terserang DBD. Nyamuk Aedes menyukai tempat teduh dan berbau manusia, sehingga anak-anak yang masih membutuhkan tidur pagi dan siang hari menjadi sasaran gigitan nyamuk. Sarang nyamuk tidak hanya ada di rumah, tetapi juga di sekolah, terutama di kelas yang gelap dan lembab. Nyamuk Aedes albopictus yang hidup di luar rumah juga dapat menularkan DBD. Faktor daya tahan anak yang belum sempurna membuat mereka lebih rentan terhadap DBD dibandingkan orang dewasa. perkotaan, nyamuk dapat terbang dari satu rumah ke rumah lainnya, membuat orang dewasa juga menjadi sasaran DBD, terutama dewasa muda. Meskipun demikian, gejala DBD pada orang dewasa umumnya lebih ringan dibandingkan anak-anak. Referensi yang digunakan dalam sosialisasi dan edukasi ini antara lain Sari . Pratiwi. Mutiara, dan Fakhruddin . Ridho. Dalilah, dan Anwar . , serta Hidayat . Gambar 3. Sosialisasi dan Edukasi Penyakit DBD di SD Negeri Mangunjaya 002 ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Gambar 3. Sosialisasi dan Edukasi Penyakit DBD di Warga RT004 Desa Mangunjaya Edukasi pencegahan penyakit DBD dilakukan dengan memberikan materi tentang penyakit DBD dan cara pencegahannya melalui PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Seha. dengan 3M Plus. Materi yang disampaikan meliputi: . Menguras dan menyikat tempat penampungan air. Menutup rapat tempat penampungan air, . Memanfaatkan kembali limbah barang bekas . aur ulan. Disamping itu Upaya pencegahan tambahan: . Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, . Menggunakan obat anti nyamuk, . Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, . Gotong royong membersihkan lingkungan, . Memeriksa tempat-tempat penampungan air, . Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, . Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, . Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, . Menanam tanaman pengusir nyamuk. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami cara pencegahan DBD dan melakukan upaya pencegahan yang efektif. Penyemprotan Fogging Penyemprotan fogging merupakan salah satu metode efektif untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti, vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD). Fogging dilakukan dengan menggunakan insektisida yang disemprotkan dalam bentuk kabut halus ke area yang terinfeksi nyamuk. Proses ini bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa dan mencegah penyebaran penyakit DBD. Fogging biasanya dilakukan di daerah endemis DBD atau setelah terjadi kasus DBD di suatu wilayah. Meskipun fogging efektif dalam mengendalikan populasi nyamuk, namun perlu diingat bahwa fogging hanya merupakan salah satu bagian dari upaya pencegahan DBD yang komprehensif, yang juga meliputi kegiatan 3M Plus dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, fogging harus dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang optimal dalam mencegah penyebaran DBD. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Gambar 4. Penyemprotan Fogging Penanaman tumbuhan apotek hidup dan TOGA sebagai pengusir nyamuk di lingkungan RT 004 Desa Mangunjaya. Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Marini dan Sitorus . menemukan 13 jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai repelen nyamuk dengan efektivitas lebih dari 50% setelah 6 jam penggunaan. Tanaman-tanaman tersebut antara lain Kayu Manis (Cinnamomum burmannii B. Pepaya (Carica papay. Tembelekan (Lantana camar. Sirih (Piper betle Lin. Marigold (Tagetes erecta L. Tembakau (Nicotiana tabacu. Legundi (Vitex trifolia Lin. Kecombrang (Etlingera elatior (Jac. Smit. Jeruk Purut (Citrus hystrix D. C). Selasih (Ocimum gratisimu. Cengkeh (Zysigium aromaticu. , dan Alpukat (Persea americana Mil. Ekstrak etanol dan minyak atsiri dari tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai bahan dasar repelen nyamuk. Selain itu, penelitian Millati dan Sofian . juga menemukan beberapa tanaman yang berpotensi sebagai pengusir nyamuk, yaitu serai, zodia, kemangi, rosemary, dan jeruk. Tanaman-tanaman tersebut memiliki kandungan minyak atsiri yang efektif dalam mengusir nyamuk, seperti sitronela, g eraniol, linalool, dan limonen. Dengan demikian, tanamantanaman tersebut dapat menjadi alternatif yang efektif dan alami dalam mengusir nyamuk. Penanaman tumbuhan apotek hidup di lingkungan RT 004 Desa Mangunjaya merupakan salah satu upaya inovatif dalam meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan tanaman obat tradisional di masyarakat. Dengan menanam berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan temulawak, warga RT 004 dapat memanen manfaat ganda, baik sebagai obat herbal maupun sebagai penghijauan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat yang alami dan mudah dijangkau, tetapi juga untuk mempromosikan pelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Melalui penanaman apotek hidup, warga RT 004 dapat belajar tentang manfaat tanaman obat dan bagaimana menggunakannya secara tepat, sehingga ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan. Gambar 5. Penanaman tumbuhan apotek hidup dan TOGA sebagai pengusir nyamuk di lingkungan RT 004 Desa Mangunjaya KESIMPULAN Program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan selama hampir 1 bulan mulai dari 8 Juni 2024 hingga 13 Juli 2024 oleh Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Desa Mangun Jaya. Kecamatan Tambun Selatan. Kabupaten Bekasi bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada serta membimbing masyarakat dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat itu Kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu di antaranya gotong royong, sosialisasi dan edukasi tentang penyakit DBD kepada warga RT 004 dan kepada Siswa dan Guru di SDN Mangun Jaya 02. Penyemprotan Fogging. Penanaman bibit tumbuhan apotek hidup dan TOGA Pengusir Nyamuk. Kegiatan tersebut dilakukan dengan terjun langsung ke dalam ruang lingkup masyarakat dengan melihat potensi yang dapat digali dan menjadikan potensi tersebut sebagai sebuah teori baru yang dapat membantu masyarakat dalam bidang Pengabdian kepada masyarakat ini juga berguna untuk meningkatkan relasi http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat sehingga Dosen dan mahasiswa dapat mengimplementasikan keilmuannya kepada masyarakat guna mengembangkan kehidupan masyarakat tersebut, serta membentuk dosen dan mahasiswa menjadi lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan yang ada di lingkungan dan dapat memahami bagaimana hidup bermasyarakat. Selain itu dapat membentuk kepribadian yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugas dan fungsinya serta membentuk jiwa Dosen dan mahasiswa juga saling berbagi ilmu pengetahuan dengan masyarakat sekitar dan memiliki peran dalam aktivitas di lapangan seperti membantu warga secara fisik ataupun mental sehingga dapat di ukur sejauh mana usaha kegiatan yang di lakukan oleh mahasiswa tersebut dalam setiap program program yang di jalani. SARAN