IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Mualaf Suku Anak Dalam di Perumahan Pembinaan Putikayu Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Fahma Syariati1. Badarussyamsi2. Kemas Imron Rosadi3. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi1-3 Email Korenpondensi: Fahmasy@gmail. com1, badarussyamsi76@gmail. Kemasimronrosadi@uinjambi. Article received: 17 Mei 2024. Review process: 29 Mei 2024. Article Accepted: 09 Juni 2024. Article published: 01 Juli 2024 ABSTRACT Humans will only become human because of education. This study aims to determine the instillation of Islamic educational values towards converts of the Anak Dalam tribe in the Putikayu coaching housing complex. Bukit Suban Village. Air Hitam District. Sarolangun Regency. This study is a qualitative study using the purposive sampling method in taking research subjects. The data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. The results of this study show that gradually the Anak Dalam tribe who began to follow the teachings of Islam have shown their changes and even have a high level of religiosity. The instillation of Islamic educational values begins by teaching the concept of monotheism, worship practices such as ablution, prayer, fasting, reading the Qur'an and paying attention to the cleanliness of the body and environment. The teaching methods used in instilling Islamic educational values include lecture methods, demonstration methods, discussion methods, exemplary methods, and habituation The obstacles faced by teaching staff are cultural challenges, resource factors, and the limitations of the Anak Dalam tribe in understanding Islamic religious education The efforts to deal with these obstacles are the attention of the Bukit Suban village government by providing basic food assistance to the Anak Dalam tribe in Putikayu, the existence of educational facilities and facilities and infrastructure to support the survival of the Anak Dalam tribe, the openness of the Anak Dalam tribe's thinking towards education so that they are willing to encourage their children to take formal school Keywords: Fiqh Learning. Critical Thinking. Implementation of Learning ABSTRAK Manusia hanya akan menjadi manusia karena pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam terhadap mualaf suku anak dalam di perumahan pembinaan putikayu Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan subjek penelitiannya. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara bertahap suku anak dalam yang mulai mengikuti ajaran Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 agama islam telah menunjukkan perubahan mereka bahkan mereka memiliki tingkat religiusitas yang tinggi. Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam dimulai dengan mengajarkan konsep tauhid, praktik ibadah seperti berwudhu, shalat, berpuasa, membaca Al-QurAoan serta memperhatikan kebersihan tubuh dan lingkungannya. metode pengajaran yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan islam antara lain yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode diskusi, metode keteladanan, dan metode Kendala yang dihadapi tenaga pengajar yaitu faktor tantangan budaya, faktor sumber daya, serta keterbatasan suku anak dalam memahami pengajaran pendidikan agama islam. Adapun upaya dalam menghadapi kendala tersebut yaitu adanya perhatian dari pemerintah desa bukit suban dengan memberikan bantuan makanan pokok terhadap suku anak dalam di putikayu, adanya fasilitas pendidikan serta sarana dan prasarana untuk menunjang keberlangsungan hidup suku anak dalam. Sudah terbukanya pemikiran suku anak dalam terhadap pendidikan sehingga mereka mau mendorong anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan sekolah formal. Kata Kunci: Pembelajaran Fiqh. Berpikir Krtis. Implementasi Pembelajaran PENDAHULUAN Manusia hanya akan menjadi manusia karena pendidikan. Mendidik berarti memanusiakan. Untuk menjadi manusia beriman, diperlukan pendidikan Manusia makhluk yang dapat dididik sesuai dengan hakekatnya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, yang hidup sebagai makhluk individu dan sosialis di dalam masyarakat, karena mereka memiliki kemungkinan tumbuh dan berkembang di dalam keterbatasan dirinya sebagai manusia. Manusia adalah makhluk yang bereksistensi dia tidak sekedar ada tapi mengada, manusia adalah makhluk berfikir . omo sapien. akal sebagai titik tolak (Eko Saputro, 2. Orang sangat menjunjung tinggi akal, baik akal teoritis maupun praktis. Manusia menghasilkan pengetahuan dengan menggunakan akal yang dimilikinya dan manusia dapat berbuat baik dalam pengertian sempurna. Pendidikan merupakan salah satu kunci sukses suatu bangsa, karena melalui Pendidikan sumber daya mansia menjadi berkualitas. Pada hakikatnya pendidikan adalah suatu lembaga baik formal maupun non formal yang dapat memberikan latihan dan segala hal yang memperluas pengetahuan manusia tentang dirinya sendiri dan tentang dunia tempat mereka hidup, pendidikan juga merupakan suatu proses membimbing manusia dari kegelapan, kebodohan, dan pencerahan pengetahuan (Abdullah Yatimin, 2. Pendidikan sebagai bentuk kegiatan manusia dalam kehidupannya juga menempatkan tujuan sebagai sesuatu yang hendak dicapai. Dalam UU No. Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pemerintah menyebutkan bahwa tujuan pendidikan ialah untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Imas Kurniasih and Berlin Sani, 2. Begitu pula Pendidikan Islam. Dalam pendidikan Islam proses penghayatan yang sebenarnya terhadap moralitas menjadi tolak ukur Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Jika seorang dalam pendidikannya memperoleh pengetahuan agama yang baik, bahkan ia mengerti dan paham terhadap pengetahuan yang diperolehnya, maka besar kemungkinan seseorang tersebut akan mampu mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya. Terlebih lagi jika seorang memiliki pemahaman agama yang baik, mengetahui hal-hal yang baik dan buruk, hal yang menjadi perintah dan yang menjadi larangan, hal-hal yang haram dan yang halal, hal-hal yang harus dilakukan dan dijauhi. Pendidikan Islam dapat diartikan sebagai kependidikan yang didasarkan pada nilai-nilai filosofis ajaran Islam berdasarkan Al-QurAoan dan Sunnah Nabi SAW. Apa yang baik menurut Al-Quran dan As-Sunnah itulah yang baik untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-QurAoan Surah Al-Isra : 9 A aIac Ea aN eI a e U aE a eO U oA a AaO aEEaca eO aN aO a eC aO aI aOOaa aa eE aI aeIIa eO aI Eac a eOIa Oa e aIEa eOIa EA aE A e Aa acI Na eECa e aI Oa eNA Yang artinya : AuSesungguhnya Al-QurAoan ini memberi petunjuk ke . yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar (QS. AlIsra : . Dengan adanya pendidikan islam diharapkan seseorang mampu memiliki kepribadian muslim yang baik, seperti halnya mualaf yang berasal dari suku anak dalam yang ada diperumahan putikayu, mereka selalu diberikan bimbingan serta pengajaran ilmu agama. Perlu diketahui, suku anak dalam merupakan salah satu suku terasing yang ada di nusantara, mereka tinggal dipedalaman hutan. Suku anak dalam hidup sangat sederhana dan sangat bergantung pada alam, mereka belum memakai pakaian seperti yang di pakai oleh masyarakat modern. Kaum laki-laki suku anak dalam memakai AukancutAysejenis kain yang dililitkan dipinggang untuk menutupi kemaluan laki-laki. Sementara itu, kaum perempuan suku anak dalam yang belum menikah menggunakan kain yang dililitkan pada tubuh sebatas dada dan kaum perempuan yang sudah menikah menggunakan kain yang dililitkan sebatas pinggul. Suku anak dalam memiliki kepercayaan animisme yaitu percaya akan kekuatan roh-roh serta makhluk halus yang mendiami suatu tempat dan kepercayaan dinamisme yaitu percaya akan benda-benda seperti kris, tombak dan lainnya memiliki kekuatan ghaib sehingga dianggap suci. Dan mereka termasuk masyarakat yang masih primitif serta memahami hutan sebagai tempat yang cocok dengan cara hidup mereka (NFN Ermitati, 2. Sebagaimana seperti yang dikatakan oleh Mila Wahyuni dalam penelitiannya bahwa suku anak dalam memiliki suatu sifat yang tidak dimiliki oleh manusia biasa, tertutup, keras kepala, fanatik terhadap adat yang sudah usang, sulit berkomunikasi dengan masyarakat, tidak dapat hidup berdampingan dengan masyarakat, tidak memiliki aturan serta norma-norma agama sehingga menimbulkan perbedaan dalam Masyarakat (Mila Wahyuni, 2. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Pemerintah sudah berusaha keras untuk menyejahterakan suku anak dalam melalui program pemberian rumah layak huni, pakaian, pemberian bantuan makanan, pengobatan gratis dan pemberian pendidikan, dengan tujuan agar suku anak dalam dapat hidup layak dan mengikuti perkembangan zaman. Salah satu rumah layak huni yang diberikan pemerintah adalah perumahan Putikayu yang terletak di desa Bukit Suban. Di perumahan tersebut terdapat 37 KK dan 200 jiwa suku anak dalam yang telah menetap dan menjadi mualaf. Mereka juga berperilaku layaknya seorang muslim. Contohnya saja jika dalam keseharian biasanya mereka tidak berpakaian, setelah adanya pembinaan terhadap suku anak dalam tersebut akhirnya mereka menggunakan pakaian yang menutp aurat. Jika biasanya mereka memakan makanan yang haram dan mentah namun setelah mereka menjadi mualaf, mereka bisa meninggalkan kebiasaan buruknya tersebut. Selain itu, suku anak dalam yang ada di Putikayu juga memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, mereka sangat bersemangat untuk mempelajari Islam. Disetiap malam jumAoat selalu diadakan pengajian rutin, mereka juga mau mempelajari syariat-syariat Islam, menjalankan puasa senin kamis, belajar membaca Al-QurAoan, adanya madrasah untuk anak-anak mualaf suku anak dalam, bahkan mereka juga sangat antusias Ketika mengikuti kajian-kajian Berdasarkan wawancara terhadap salah satu pengurus mualaf suku anak dalam yang ada diperumahan putikayu yaitu Bapak Fredi mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu mualaf suku anak dalam salah satunya yaitu dengan memberikan fasilitas-fasilitas terbaik seperti diberikan rumah layak huni, dibangunkan masjid untuk tempat beribadah, mendirikan MCK, selalu diberikan dana bantuan berupa makanan pokok. Selain itu suku anak dalam yang ada diperumahan putikayu ini juga selalu didampingi oleh ustad serta pengajar yang didatangkan dari luar daerah yang bertujuan memberikan pengajaran serta bimbingan Pendidikan islam terhadap mualaf suku anak dalam agar mereka tidak perpindah agama. Pendidikan yang diberikan terhadap suku anak dalam berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Perbedaan ini bukan pada materi pokoknya melainkan pada segi luas dan pengembangan materi Pendidikan agama Islam yang di sesuaikan dengan kemampuan suku anak dalam tersebut, suku anak dalam tidaklah mudah untuk dididik ajaran agama islam karena kekurangan dan kelemahan mereka dalam menangkap pelajaran agama serta tingkah laku mereka yang berbeda dari masyarakat biasa. Tujuan penelitian berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas yaitu: untuk mengetahui tingkat religiusitas mualaf suku anak dalam, untuk mengetahui bentuk penanaman nilai-nilai Pendidikan Islam pada mualaf suku anak dalam, dan untuk mengetahui apa saja problem yang terjadi Ketika menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam terhadap mualaf suku anak dalam serta Upaya apa saja yang dilakukan tenaga pendidik dalam menghadapi problem tersebut. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 METODE Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dimaksudkan untuk memaparkan dan menggambarkan hasil penelitian secara objektif terhadap keadaan dan karakteristik pelaku yang di temui dilapangan untuk mendeskripsikan dan menganalisa fenomena, peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual atau kelompok. Lokasi penelitian yang penulis pilih adalah Perumahan Putikayu yang berlokasi di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Adapun alasan pemilihan tempat penelitian karena di perumahan tersebut terdapat sejumlah 104 KK suku anak dalam yang menjadi mualaf. Adapun yang menjadi subyek penelitian disini adalah mualaf suku anak dalam yang ada di Putikayu. Dan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah seseorang yang diminta untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti yaitu Ustadz, pengajar dan mualaf suku anak dalam yang berada di Putikayu. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini berkaitan dengan penanaman nilai-nilai pendidikan islam pada mualaf suku anak dalam di perumahan pembinaan putikayu desa bukit suban kecamatan air hitam kabupaten sarolangun, dapat peneliti sajikan sebagai berikut: Kehidupan Keagamaan Mualaf Suku Anak Dalam Di Perumahan Pembinaan Putikayu Isitlah Suku Anak Dalam digunakan untuk menyebut suku terasing yang berada di provinsi Jambi. Istilah yang mempunyai arti sama dengan Suku Anak Dalam adalah Orang Rimba dan Orang Kubu (Wisri Wisri, 2. Orang rimba adalah suku yang hidupnya bergantung pada hutan. Mereka lahir tumbuh dan berkembang biak didalam hutan rimba, bermata pencarian sebagai petani ladang yang berpindah, berburu dan meramu, mereka hidup dengan aturan, norma dan adat-istiadat yang ada dihutan rimba. Kata kubu lebih menggambarkan pada cerminan kebodohan dan keterbelakangan. Suku anak dalam ini terbagi menjadi dua kategori yaitu yang pertama suku anak dalam yang jinak mau menetap dan yang kedua suku anak dalam yang liar dimana hidupnya nomaden tidak mau tinggal menetap. Suku anak dalam yang mau menetap mereka memiliki rumah tempat tinggal, mau berladang dan mau berbaur dengan Masyarakat terang ( Masyarakat Des. Sedangkan suku anak dalam yang liar mereka hidupnya selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain yang ada di dalam hutan, mereka tidak suka berkomunikasi dengan Masyarakat terang dan cenderung mejauh. Berdasarkan karakteristik suku anak dalam yang ada diperumahan pembinaan putikayu ini termasuk dalam kategori suku anak dalam yang hidup secara menetap, mereka hidupnya tidak lagi melangun atau mengembara. Dengan Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 didirikannya rumah tinggal yang diperuntukkan bagi suku anak dalam yang terletak di putikayu ini sangat membantu keberlangsungan hidup suku anak Dan dalam keseharian untuk membantu perekonomian mereka mau berladang dan berkebun. Selain itu dengan Masyarakat luarpun mereka mau berinteraksi misalnya seperti mereka menjual hasil kebun kepada Masyarakat luar, adanya perkawinan antara suku anak dalam dengan Masyarakat luar, mereka mau memasukkan anaknya untuk sekolah di sekolahan Masyarakat luar. Sejarah suku anak dalam putikayu memeluk agama islam. Suku anak dalam yang ada di perumahan putikayu ini mereka masih serumpun atau masih satu nenek moyang, awalnya pada zaman dahulu nenek-nenek mereka ini pernah bertemu dengan seorang habib yang menggunakan pakaian serba hitam, dikarenakan suku anak dalam ini masih sangat percaya dengan ilmu-ilmu hitam akhirnya mereka menganggap bahwa habib tersebut adalah utusan dewa nya yang memiliki ilmu hitam sangat tinggi, karena penasaran dan nenek-nenek moyang suku anak dalam ini sangat ingin menguasai ilmu hitam tersebut akhirnya mereka ikut berguru dengan habib tersebut, sampai pada akhirnya mereka mau mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam, sehingga keturunan-keturunan mereka banyak yang beragama islam. Di putikayu ini selain suku anak dalam yang beragama islam banyak juga suku anak dalam yang baru memeluk agama islam. Awalnya, mereka banyak yang beragama animisme dan dinamisme. Namun, meskipun mereka telah memeluk agama Islam mereka belum sepenuhnya melaksanakan ketentuan syariat Islam dengan benar contohnya seperti belum melaksanakan shalat lima waktu, belum bisa membaca Al-QurAoan, masih mengosumsi makanan haram, serta belum terbiasa melakukan kebiasaan pola hidup sehat. Seiring berjalannya waktu dengan adanya program pemerintah yang melakukan perubahan bagi suku anak dalam ini terutama dalam hal pengokohan nilai-nilai agama Islam, maka dikirimlah guru maupun ustadz dari luar daerah untuk mengajarkan nilai-nilai Pendidikan Islam terhadap suku anak dalam ini. Ustadz Ali Au Mengatakan bahwa : AuSaya ini sudah generasi ke delapan, karena setiap tahun nya ada pergantian kepemimpinan kepala pengasuh. Nah, menurut cerita ustadz-uztadz sebelumnya Pertamakali beliau-beliau itu datang kesini, suku anak dalam yang ada diputikayu ini memang sudah Islam namun dalam hal ibadahnya mereka masih sangat jauh dari ketentuan syariat islam, mereka belum mengerti tata cara melaksanakan shalat, tidak berpuasa, belum bisa mengaji, bahkan masih mengonsumsi makanan haram yang dilarang dalam Islam. Setelah berusaha semaksimal mungkin melakukan penanaman nilai-nilai Pendidikan islam seperti Pendidikan dasar terlebih dahulu, mengajarkan tauhid, rukun iman, rukun Islam, berwudhu, mandi dan mengajarkan hal-hal yang dilarang dalam Islam, akhirnya terbentuklah suku anak dalam yang taAoat seperti sekarang ini. Mengajar suku anak dalam itu memang butuh proses yang sangat Panjang, namun dengan niat yang tulus dari para tenaga pengajar disini serta kegigihan kami dalam membentuk mereka insyaallah, suku anak dalam disini bisa berubah menjadi lebih baik dari sebelumnyaAy Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Seperti salah satu pernyataan suku anak dalam yang Bernama Ibu Yani mengatakan bahwa : AuIyo, kami diajarkan rukun Islam, rukun iman, mengaji, sholat, wudhu, anak-anak kami disuruh bebersih istilahnyo mandi, dak boleh lagi makan babi, dan kami jugo diajarkan menutup auratAy Lambat laun dengan adanya pembiasaan tersebut akhirnya mereka mampu meninggalkan kebiasaan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Selanjutnya Upaya penanaman nilai-nilai Pendidikan Islam dimulai dari tauhid, mereka diajak untuk mengimani Allah. Malaikat, kitab, para Nabi, hari akhir, qodo dan qadar. Selain itu, mereka juga diajarkan tata cara sholat, berwudhu, puasa, dan menunaikan zakat. Para guru dan ustadz juga mengenalkan huruf hijaiyah terlebih dahulu setelah itu barulah belajar membaca iqro. Upaya selanjutnya yaitu didirikannya Majelis TaAolim dimana mereka sering mengikuti kajian-kajian keIslaman, para pengurus juga sering membawa para mualaf suku anak dalam ini untuk mengikuti pengajian diluar desa, melaksanakan pengajian rutin disetiap malam jumAoat, didirikannya madrasah mengaji untuk anak-anak, serta didirikannya masjid untuk tempat mereka Dikarenakan mereka selalu dibimbing, didampingi dan selalu mendengar nasihat-nasihat keIslaman, menjadikan suku anak dalam yang ada di putikayu memiliki Tingkat religiusitas tinggi. Selain itu, adanya berbagai Upaya yang dilakukan pemerintah dengan memberikan fasilitas-fasilitas ibadah terhadap suku anak dalam sehingga mereka memiliki semangat dalam mempelajari Islam. Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Strategi merupakan sebuah perencanaan yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif dan efesien. Dalam hal ini, strategi yang digunakan oleh guru agama dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan Islam terhadap Mualaf suku anak dalam yaitu Strategi pembelajaran langsung . irect instructio. , dimana guru memiliki peran aktif dalam mengajar dan memberikan instruksi kepada siswa. Pembelajaran dilakukan melalui paparan materi, demonstrasi, dan Latihan yang dipadu secara langsung oleh guru. Strategi pembelajaran masih bersifat konseptual sehingga untuk implementasinya digunakan berbagai macam metode tertentu, dalam hal ini guru atau tenaga pengajar di perumahan pembinaan putikayu menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, pembiasaan, keteladanan dan nasihat. Seperti yang dikatakan oleh Ustadz Ali : AuYa, disini saya sering ceramah, kadang mengajak mereka untuk berdiskusi terutama bapak-bapaknya ya, selain itu misalnya saya menjelaskan mengenai wudhu nah setelah saya menjelaskan materinya saya ajak mereka untuk praktek langsung tata cara berwudhu yang benar itu seperti apaAy Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Berdasarkan temuan lapangan yang diperoleh, beberapa metode pengajaran yang digunakan oleh guru agama ataupun tenaga pengajar dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan agama antara lain: Metode ceramah Dalam Pembelajaran pengertian metode ceramah yaitu penyampaian materi secara langsung melalui penuturan lisan atau komunikasi verbal yang menggunakan Bahasa dan disebut dengan pidato (Ridwan wirabumi,2. Menurut suryono metode ceramah adalah penuturan atau penjelasan guru secara lisan Dimana dalam pelaksanaannya guru dapat menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan terhadap murid-muridnya Dari beberapa definisi diatas inti dari metode ceramah ada pada penyampaian secara lisan, artinya dalam metode ini kemampuan Bahasa memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan sesuai dengan tujuan pembelajaran dari zaman ke zaman. Sama halnya dengan Ustadz Ali. Dalam mengajarkan Pendidikan agama terhadap suku anak dalam, beliau menggunakan metode ceramah. Pertama kali yang diajarkan kepada suku anak dalam yaitu mengenai tauhid, seperti yang dikatakan oleh Ustadz Ali. Aupertama saya kenalkan dulu siapa itu Allah Swt, menanamkan keyakinan di dalam hati mereka bahwa Allah Swt memang benar-benar ada dengan menjelaskan berbagai macam bukti kekuasaannya, itu terus kita ulang pengajarannya agar selalu tertanam dihati mereka bahwa hanya Allah swt lah Tuhan yang wajib mereka sembah Ay Berdasarkan pernyataan salah satu JamaAoah Suku anak dalam yang Bernama Susan: Auiyo. Ust tu sering bercerita banyak tentang agama, jadi kami ni yang awalnyo dak tau nian akhirnyo sedikit-sedikit jadi tau lahAy Sama halnya yang dikatakan salma salah satu anak SAD : Aukami sering dibagi tau ust cara berpaiakan yang benar tu kayak mano kan harus menutup aurat bagi yang cewek, idak boleh lagi kalo Cuma pake kain kan, harus berjilbab, yo kami cubo walupun sekali kali yang penting ado usaha duluAy Jadi metode ceramah daro dulu sampai sekarang masih sering digunakan para tenaga pengajar dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan islam hingga saat ini hal yang sering dibahas yaitu mengenai makanan yang halal dan tidak, menjaga kebersihan lingkungan, mengenai tata cara berpakaian yang baik dan benar, cara berinteraksi dengan dunia luar. Metode demonstrasi Kata demonstrasi diambil dari AuDemonstrationAy yang berarti memeragakan atau memperlihatkan proses jalannya sesuatu. Metode demonstrasi adalah cara memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu atau proses suatu peristiwa. Metode ini menekankan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung (Wina Sanjaya,2. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Metode demonstrasi dilakukan oleh guru terlebih dahulu, baru diikuti peserta didik, biasanya guru yang mendemonstrasikan atau memperagakan dan mempertunjukkan bagaimana cara berkerja atau melakukan sesuatu kemudian barulah peserta didik mengikutinya sebagaimana petunjuk guru. Biasanya metode demonstrasi digunakan dalam penyampaian bahan ajar praktik, misalnya bagaimana cara haji, bagaimana bertayamum, praktik shalat, maupun berwudhu. Seperti yang dilakukan oleh Ustadz Ali dalam mengajarkan kepada mualaf suku anak dalam sebagai berikut : Au Ya kalo praktek sering misalnya tata cara shalat itu pasti saya ajarkan, berwudhu kita sama-sama mempraktekkan tata cara berwudu itu seperti apa Teruma pada orang tuanya dahulu, saya dulu kan yang melakukan lalu mereka mengikuti satu persatuAy Sama halnya yang dikatakan oleh Abdullah salah satu mualaf suku anak dalam yang berada di perumahan putikayu: AuUstadz yang mengajar kami cara shalat , ustadz dulu yang mencontohkan dahtu baru kami satu- satu ngikutnyo sesuai arahan ustadzAy Metode diskusi Secara umum metode diskusi adalah suatu proses yang melibatkan dua orang atau lebih individu yang berintegrasi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah (Syahraini tambak,2. Metode diskusi adalah suatu cara penguasaan bahan Pelajaran melaui tukar menukar pendapat berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh guna memecahkan suatu masalah. Sama halnya yang dilakukan oleh para jamaoah mualaf suku anak dalam biasanya mereka setelah shalat isya akan melakukan diskusi terlebih dahulu, tema dari diskusi itu sendiri mencakup tentang agama, mereka bertanya kepada ust mengenai beberapa hal yang tidak mereka ketahui dalam agama islam sehingga setelah berdiskusi meraka mendapatkan jawaban sesui dengan yang mereka Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Ustadz Ali yang mengatakan bahwa : AuBiasanya jika mereka mempunyai pertanyaan seputar agama mereka akan bertanya kepada saya, akhirnya kita akan berdiskusi Bersama-sama, ya biasanya pertanyaan mereka seputar hukum-hukum islam, seperti bertanya makanan apa saja yang halal untuk dikosumsi, cara hidup sehat yaa dan banyak lagiAy Seperti yang dikatakan oleh bapak ahmad salah satu suku anak dalam meyatakan bahwa : Auyo awakni orang bodoh kadang kalo ustadz ceramah di depan kurang paham kurang maksud, karno tadi ni awak nak tau jadi awak tanyolah usatd tu, kadang kami besamo samo berembokAy Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Metode pembiasaan Metode pembiasaan merupakan metode yang dilakukan secara berulang ulang agar sesuatu tersebut menjadi suatu kebiasaan. Metode pembiasaan adalah metode yang dilakukan secara berulang ulang untuk membiasakan individu dalam bersikap, berperilaku dan berfikir dengan benar (Abidin. Mustika, 2. Metode pembiasaan merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk membentuk kebiasaan berpikir, berperilaku, dan bertindak pada anak. Pendekatan ini memiliki kepraktisan yang tinggi dalam mengarahkan dan mengembangkan karakter anak melalui pengulangan kegiatan yang dilakukan secara konsisten. Esensi dari pembiasaan sebenarnya terletak pada pengalaman yang diperoleh. Pembiasaan merupakan suatu praktik yang terus-menerus dilakukan setiap hari, dan penjelasan mengenai pentingnya pembiasaan ini selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan. Pentingnya pengulangan dalam pembiasaan sangatlah krusial. Dalam pembentukan sikap, metode pembiasaan terbukti sangat efektif karena dapat melatih anak-anak untuk mengembangkan kebiasaan yang positif. Lebih dari sekadar menanamkan cara-cara berperilaku dan berbicara yang tepat, pembiasaan sebenarnya melibatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai implikasi dari kebiasaan-kebiasaan tersebut. Menurut Ustadz Ali Pembiasaan yang sering dilakukan yaitu: Ausaya berusaha terus membuat mereka agar menerapkan kebersihan sesuai dengan syariat islam nah yang biasonyo suku anak dalam ni jarang mandi, jarang memperhatikan kebersihan lingkungan, jarang memperhatikan kebersihan makanan jadi sayo tu kepengen mereka tu terbiasa mencuci piring setelah makan, mencuci pakaian, membersihkan rumah, bergotong royong membersihkan lingkungan serta fasilitas-fasilitas yang ada, terbiasa mandi 2x sehariAy Seperti yang dikatakan pak Heri selaku ketua rt suku anak dalam di Auya kami ada program setiap hari minggu gotong royong sama-sama membersihkan lingkungan kita lah, tapi yang banyak ngikut itu ibuk-ibuk dan anak-anak, tapi yang selalu di utamakan ya bersih2 rumah kita masing2 dulu baru bersih-bersih jalan, setlah itu masjid, nah baru fasilitas-fasilitas kesehatan, karena fasilitas Kesehatan sudah lama dibangunnya itu udh banyak yang rusak karena ga ada yang perbaiki ya akhirnya jadi seperti terbengkalai gituAy Seperti yang dikatakan Susanti warga suku anak dalam: Ausekarang kami warga suku anak dalam sudah banyak berubah misalnya dari segi kebersihan yang dulunya kami terkenal jorok sekarang kami sudah mandi 2x sehari pakai sabun walaupun masih mandi di Sungai, kan sering diajarkan ustadz tentang kebersihan tempat tinggal, alat makan habis dipakai di cuci, baju di cuci harus bersih lah pakaian yang kami pakaiAy Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Dengan adanya pembiasaan-pembiasaan tersebut membuat suku anak dalam yang ada di putikayu terbiasa menerapkan pola hidup sehat. Metode keteladanan Metode keteladanan adalah pendekatan dalam pendidikan Islam di mana pendidik memberikan contoh-contoh yang baik kepada para siswa untuk ditiru dan diterapkan. Hal ini dilakukan karena keteladanan yang baik dapat memicu keinginan orang lain untuk meniru atau mengikuti contoh tersebut. Dengan adanya contoh-contoh yang baik dalam ucapan, perbuatan, dan perilaku dalam berbagai situasi, hal itu menjadi hal yang paling berkesan baik bagi siswa maupun dalam interaksi sosial manusia. Menurut penulis metode keteladanan sangat berperan penting dalam mewujudkan tujuan Pendidikan islam, karena dengan adanya teladan yang baik yang ditanamkan dalam diri seseorang maka dapat melahirkan kepribadian yang baik pula. Sebagaimana yang dikatakan ustadz Ali sebagai beribut : AuYa yang Namanya suku anak dalam itu masih butuh bimbingan, arahan, apalagi saya sebagai tenaga pengajarnya harus memberikan contoh yang baik terlebih dahulu, misalnya kita menyuruh mereka untuk bersih-bersih lingkungan masjid misalnya, kalo engga kita yang memulai duluan ya gak akan mereka gerakAy Selain itu, beberapa keteladanan yang dilakukan oleh Ustadz Ali yaitu berbicara dengan sopan dan santun, mengucapkan salam Ketika bertemu, ramah terhadap tetangga, mencontohkan untuk saling berbagi. Dengan demikian maka suku anak dalam perlahan- lahan mulai mengikuti keteladanan yang dilakukan oleh Ustadz Ali. Menurut Analisa penulis, untuk mengimplementasikan metode keteladanan hendaklah dimulai dari diri kita dahulu sebagai seorang tenaga Sebagai mana Al-QurAoan surah Al-Baqarah ayat 44 : aA a aaE a e aCEa eOIA a aA eOIa a eIAA a A a eE a a aO a eIA a A aE eI aO a eI a eI a eEa eOIa eE aE A a caA aa e aI a eOIa EIA AuMengapa kamu menyuruh orang lain untuk . kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca kitab suci (Taura. ? Tidakkah kamu mengerti?Ay(Q. S Al-Baqarah : . Seperti yang dikatakan oleh heri setiawan : Aupak ustad selalu memberi contoh misalnya mengucapkan assalamualaikum bila saling bertemu, nah kami akhirnya ngikutlah yang dilakukan ustadz tuAy Sesuai dengan yang peneliti alami saat dilapangan Ketika mereka bertemu orang baru maka mereka akan tersenyum dan memberi salam. Suku anak dalam yag ada diputikayu sangat ramah tidak seperti anggapan-anggapan negative yang ada di masyarakat. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Permasalahan Yang Dihadapi Tenaga Pengajar Serta Solusi Dalam Menghadapi Masalah Tersebut Dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan islam terhadap suku anak dalam tentulah terdapat hambatan yang dihadapi, beberapa hambatan tersebut Tantangan Budaya Adanya perbedaan budaya antara nilai-nilai islam dengan nilai-nilai local di suku anak dalam. Nilai-nilai yang sudah ditanamkan dalam budaya local bisa bertentangan dengan ajaran islam dan ini mungkin sulit untuk diubah. Contohnya saja seperti budaya melangun, banyak diantara suku anak dalam yang sudah mualaf tersebut masih mempertahankan budaya melangun yaitu pergi berpindah tempat dalam jangka waktu tertentu, meninggalkan rumahnya. Hal ini dapat mengganggu proses pengajaran yang dilakukan oleh ustadz. Seperti yang dikatakan ustazd Jajang : Ausatu yang agak susah di ubahnya yaitu kegiatan melangun mereka, kadang merekan itu tiba-tiba saja sudah pergi rumahnya udah kosong, memang mereka mereka perginya tidak lama sih, kadang satu bulan sudah Kembali, ya tapi itukan mengganggu pengajaran kita. Kalo yang taat ya sudah mau mendengarkan nasihat-nasihat pengajarnya sudah mau menetap tinggal lebih lama, nah yang baru ikut-ikutan itu yang masih susah di nasihatinAy Sama halnya yang dikatakan ustadz ali : Auada beberapa dari mereka . yang masih sulit untuk dajak belajar padahal ya mereka sudah islam, mereka yang masih suka berpergian itu misalnya hari hari ini diajarin seminggu lagi pas mereka balik udah lupaAy Keterbatasan sumber daya Terutama di daerah pedesaan, daerah dengan akses terbatas, keterbatasan buku-buku atau materi Pendidikan islam serta kurangnya fasilitas Pendidikan yang memadai. Belum adanya Listrik PLN yang masuk ke perumahan pembinaan putikayu karena perumahan ini terletak didalam hutan dan bukit-bukit, untuk penerangan mereka hanya mengandalkan petromax dan lilin. Akses jalan menuju perumahan pembinaan putikayu juga sangat buruk, jalnnya masih tanah merah dan licin serta dikelilingi hutan tidak ada penerangan jalan. Kemampuan suku anak dalam memahami dan menerapkan ajaran islam sangat sulit sehingga membutuhkan kesabaran serta waktu yang sangat lama dalam membentuk kepribadian mereka. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Ust. Nawawi: AuYa yang Namanya suku anak dalam memang agak sulit menerima Pelajaran, apalagi mereka belajar diwaktu tua. Kalo anak-anaknya masih mending lah Cuma ya suku anak dalam ini cenderung sangat pemalu, apalagi dengan orang baru. Butuh proses yang lama serta kesabaran dalam mengajarkan Pendidikan agama terhadap merekaAy Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Selain itu sama halnya yang diungkapkan salah satu warga suku anak dalam yang Bernama yani mengatakan bahwa : Ausayo susah nak belajar misalnyo hari ko diajarkan nah besok lah lupo lagi, maklumlah wak ni banyak yang nak di gawe, tapi ustazd tu selalu ngulang teros miasalnyo dulu praktek shalat pasti diajar nyo terus sampe lah sekarang sayo alhamdulillah biso sholat 5 waktuAy Selain factor penghambat adapula factor pendukung ataupun Solusi dalam menghadapi masalah tersebut yaitu: Adanya perhatian dari pemerintah Desa Bukit Suban dengan memberikan bantuan berupa makanan pokok teruntuk Masyarakat suku anak dalam yang menetap di perumahan putikayu. Berdasarkan wawancara dengan kepala desa bukit suban bapak Ramli mengatakan bahwa : AuYa kalo ada dana mereka kami utamakan, apalagi suku anak dalam mendapat perhatian lebih dari pemerintah, kadang sesekali pasti ada bantuan berupa makanan pokok untuk suku anak dalam ini terutama bagi suku anak dalam yang mau menetap tinggal di perumahan pembinaan putikayuAy Adanya perhatian dari pemerintahan terhadap suku anak dalam sehingga memberikan fasilitas berupa rumah sehat, posyandu setiap sebulan sekali, pemasangan gorong-gorong jembatan untuk akses jalan menuju perumahan pembinaan putikayu Adanya fasilitas Pendidikan di perumahan pembinaan putikayu, selain itu terdapat program pengajaran bagi suku anak dalam dengan mendatangkan ustadz-ustadz dari luar daerah dan penyelenggara telah mengatur agar siswa pondok dapat magang di perumahan pembinaan putikayu untuk membantu proses pengajaran kepada suku anak dalam. Dikarenakan suku anak dalam yang ada di perumahan putikayu banyak yang sudah Islam sehingga memudahkan para tenaga pengajar dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan agama Islam. Sudah terbukanya pemikiran suku anak dalam terhadap Pendidikan sehingga mereka mau mendorong anak-anak mereka untuk menempuh Pendidikan sekolah formal. SIMPULAN Kesimpulan penelitian ini secara bertahap, masyarakat suku anak dalam mulai mengikuti ajaran Islam dalam kehidupan keagamaannya, bahkan menunjukkan tingkat religiusitas yang tinggi. Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam dimulai dengan mengajarkan konsep tauhid, praktik ibadah seperti shalat dan wudhu, menjalankan puasa, membaca Al-Qur'an, menjaga aurat, serta memperhatikan kebersihan tubuh dan lingkungan. Beberapa metode pengajaran yang digunakan oleh guru agama ataupun tenaga pengajar dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan agama antara lain: . metode ceramah, . metode demonstrasi, . metode diskusi, . Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 metode keteladanan, . metode pembiasaan. Adapun kendala yang dihadapi guru tenaga pengajar dalam menanamkan nilai-nilai Pendidikan agama islam yaitu: . Factor tantangan budaya, . Factor sumber daya, . Keterbatasan suku anak dalam memahami pengajaran Pendidikan agama islam. Adapun upaya dalam menghadapi kendala tersebut yaitu: . Adanya perhatian dari pemerintah Desa Bukit Suban dengan memberikan bantuan berupa makanan pokok teruntuk Masyarakat suku anak dalam yang menetap di perumahan putikayu . Adanya fasilitas Pendidikan di perumahan pembinaan putikayu, selain itu terdapat program pengajaran bagi suku anak dalam dengan mendatangkan ustadz-ustadz dari luar daerah, . Adanya perhatian dari pemerintahan terhadap suku anak dalam sehingga memberikan fasilitas berupa rumah sehat, posyandu setiap sebulan sekali, pemasangan goronggorong jembatan untuk akses jalan menuju perumahan pembinaan putikayu, . Sudah terbukanya pemikiran suku anak dalam terhadap Pendidikan sehingga mereka mau mendorong anak-anak mereka untuk menempuh Pendidikan sekolah formal. DAFTAR RUJUKAN Abidin. Mustika. Penerapan Pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakulikuler melalui metode pembiasaan. Didaktika jurnal Pendidikan. Vol. No. 2018 hal 191 Abdullah Yatimin. Studi Akhlak Dalam Perspektif Al-QurAoan (Jakarta: Amzah, 2. ,21. Eko Saputro. AuPenanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Kegiatan Cinta Alam,Ay MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam 7, 1 . : 118, https://doi. org/10. 18326/mdr. 117-146 . Imas Kurniasih and Berlin Sani. Pendidikan Karakter Internalisasi Dan Metode Pembelajaran Di Sekolah (Jakarta: Kata Pena, 2. , 21. Tim Penyusun. Al-QurAoan Dan Terjemah Mushaf al-Majid (Jakarta: Pustaka alMubin, 2. Mila Wahyuni. AuStrategi Komunikasi Islam Dalam Pembinaan Agama Pada Suku Anak Dalam Bukit Duo Belas Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi,Ay AL-BALAGH: Jurnal Komunikasi Islam 1, 1 . : 153, http://dx. org/10. 37064/ab. NFN Ermitati. AuPengungkapan Budaya Suku Anak Dalam Melalui Kosakata Bahasa Kubu,Ay Kandai . https://doi. org/10. 26499/jk. Ridwan wirabumi. Metode Pembalajaran Ceramah. ACIET Vol. No. Syahraini tambak. Metode dikusi dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Al-Hikmah: jurnal pengetahuan agama dan pendidikan. Vol. No. 1, 2015 hal. Wisri Wisri. AuDakwah Pada Masyarakat Terasing Studi Analisis Tentang Tipologi Mitra Dakwah yCC eSuku Anak DalamyC Di Taman Nasional Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Bukit Dua Belas Jambi,Ay LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan 8, no. : 49. Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran, (Jakarta : Kencana, 2. hal, 147 Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Fahma Syariati. Badarussyamsi. Kemas Imron Rosadi