Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 427 Ae 438 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. PERAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH. CITRA MEREK. DAN KEPERCAYAAN DALAM MENINGKATKAN NIAT BELI KONSUMEN PRODUK ZARA Juliani Putri1. Carunia Mulya Firdausy2* Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: juliani. 115210115@stu. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: caruniaf@pps. *Penulis Korespondensi Masuk: 09-01-2026, revisi: 14-01-2026, diterima untuk diterbitkan: 30-04-2026 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Electronic Word of Mouth . -WOM). Citra Merek, dan Kepercayaan terhadap Niat Beli Konsumen pada produk Zara. Sampel penelitian melibatkan 100 responden yang merupakan pengguna produk atau konsumen yang memiliki niat untuk membeli produk Zara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen. Sebaliknya, e-WOM hanya memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap niat beli konsumen. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar Zara memperkuat strategi citra merek yang lebih kuat dan meningkatkan kepercayaan konsumen melalui pelayanan yang berkualitas. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan niat beli konsumen terhadap produk Zara. Kata Kunci: E-WOM, citra merek, kepercayaan, niat beli. Zara ABSTRACT This study aims to examine the influence of Electronic Word of Mouth . -WOM). Brand Image, and Trust on Consumer Purchase Intentions for Zara products. The research sample consisted of 100 respondents who were either users of Zara products or individuals intending to purchase them. The sampling technique employed was non-probability sampling, specifically purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings indicate that brand image and trust have a positive and significant impact on consumersAo purchase intentions. Conversely, e-WOM shows a positive but not significant effect on purchase intentions. Based on these results, it is recommended that Zara needs to strengthen its branding strategies and improve consumer trust to improve the purchase intention of consumers. Keywords: E-WOM, brand image, trust, purchase intentions. Zara PENDAHULUAN Latar belakang Zara merupakan sebuah brand fashion yang dikenal dengan kecepatan dan inovasi dalam meluncurkan produk terbarunya, serta merupakan salah satu merek global terkemuka di dunia Sejak hadir di Indonesia pada bulan Agustus 2005 melalui PT. Mitra Adi Perkasa Tbk. Zara terus memperluas jangkauan pasarnya (Meilana, 2. Namun, pada kuartal pertama tahun 2020. Inditex melaporkan penurunan penjualan sebesar 44%, dengan kerugian mencapai Rp52,8 Laba bersih Inditex dilaporkan turun 70% pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Sorongan, 2. Penurunan ini tentu saja tidak terbatas disebabkan hanya oleh dampak pandemi COVID-19 yang memaksa penutupan sementara banyak gerai Zara di seluruh Pengaruh Electronic Word of Mouth. Citra Merek, dan Kepercayaan dalam Meningkatkan Niat Beli Konsumen Produk Zara Juliani Putri et al. dunia, tetapi juga oleh faktor lain (Grid. id, 2. Oleh karena itu menarik dan urgen untuk diteliti faktor penyebab menurunnya niat beli konsumen pada produk Zara selain pandemi COVID-19. Banyak faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan niat beli. Blegur & Cokki. misalnya, dari hasil penelitiannya menemukan influencer marketing mempunyai pengaruh langsung terhadap niat beli, namun tidak berpengaruh secara tidak langsung melalui electronic word of mouth. Sedangkan citra merek mempunyai pengaruh positif langsung terhadap niat beli, serta pengaruh tidak langsung melalui electronic word of mouth. Tjengharwidjaja & Keni. menunjukkan bahwa enjoyment, social value, dan continued use intention dapat meningkatkan niat pembelian secara positif dan signifikan. Bykda. juga menjelaskan bahwa e-WOM juga terbukti dapat mempengaruhi niat konsumen dalam membeli suatu produk. Penelitian yang sama terkait niat beli telah pula dilakukan oleh Fatima et al. , . Lie et al. , . Macheka et al. , . Rahman et al. , . Suandayana & Setiawan, . Sayangnya penelitian terdahulu di atas tidak secara khusus menguji pengaruh variabel electronic word of mouth, brand image dan kepercayaan terhadap niat beli. Apalagi temuan pengaruh signifikan ketiga variable tersebut berbeda-beda. Untuk menjembatani masalah tersebut, maka penelitian ini menguji apakah ada pengaruh electronic word of mouth, brand image dan kepercayaan terhadap niat beli konsumen dengan subyek produk Zara. Rumusan masalah Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah E-WOM berpengaruh terhadap niat beli konsumen produk Zara? Apakah brand image berpengaruh terhadap niat beli konsumen produk Zara? Apakah kepercayaan berpengaruh terhadap niat beli konsumen produk Zara? Telaah kepustakaan Theory of planned behavior Teori dasar yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah teori perilaku terencana atau theory of planned behavior yang dikemukakan oleh Ajzen . Teori ini digunakan sebagai alat memprediksi perilaku seseorang dalam skala yang lebih jelas. Dalam bidang pemasaran, teori ini dapat diterapkan pada hubungan antara konsumen dan merek produk, dimana keterkaitan emosional yang kuat bisa memperkuat niat beli konsumen. E-WOM E-WOM adalah komunikasi yang dihasilkan individu diarahkan ke individu lain melalui alat digital atau web, dimana setiap individu dapat berbagi pengalaman atau kritikan akan sesuatu Hoang & Tung . eWOM diartikan sebagai perilaku mencari dan memperoleh informasi atau pendapat terkait produk atau layanan secara online Le & Ryu . Citra merek Citra merek atau Brand Image merupakan apa yang dipikirkan oleh konsumen tentang produk atau jasa kita jual. Peran dalam brand image pada perilaku konsumen di berbagai sektor, konsumen cenderung membeli produk/jasa dengan nama merek ternama karena itu brand image mewakili pandangan konsumen akan produk/ jasa yang kita berikan Moslehpour et al. Kepercayaan Dalam perusahaan sangat penting bagi mereka untuk mendapatkan sebuah kepercayaan karena dengan adanya jaman sekarang kepercayaan sangat berubah-ubah jadi perusahaan terus melakukan Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 427 Ae 438 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. segala cara untuk mendapatkannya. Kepercayaan adalah kemampuan untuk mengandalkan mitra pertukaran, yang tercipta ketika salah satu pihak yakin terhadap integritas dan keandalan pihak lainnya Bhattacharya et al. Niat beli Niat beli merupakan tingkat keyakinan konsumen terhadap kesediaan mereka untuk membeli suatu produk atau layanan Moslehpour et al. Niat membeli adalah upaya seseorang untuk membuat suatu produk pembelian mengikuti kondisi tertentu Kim et al. Kaitan antara E-WOM dengan niat beli Pada penelitian Nuseir . mengukapkan bahwa eWOM memiliki dampak yang signifikan terhadap niat beli konsumen di UEA (Uni Emirat Ara. Studi oleh Al-dmour et al. menyatakan bahwa eWOM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli. Temuan ini menunjukan bahwa eWOM memainkan peran penting dalam memengaruhi serta menghubungkan perubahan perilaku individu, yang pada akhirnya mendorong munculnya niat untuk membeli. H1: eWOM berpengaruh terhadap niat beli konsumen. Kaitan antara brand image dengan niat beli Dalam penelitian Velice dan Sander . menunjukkan bahwa brand image memiliki pengaruh signifikan terhadap niat pembelian. Hasil serupa ditemukan dalam penelitian Wahyoedi . menyatakan adanya pengaruh signifikan antara brand image dan niat beli apartemen di Jakarta. Moslehpour et al. menyimpulkan bahwa brand image memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli bahwa hal ini menyimpulkan bahwa persepsi brand image akan lebih bagus di benak konsumen dan menyebabkan niat beli konsumen lebih tinggi. H2: Brand image berpengaruh terhadap niat beli konsumen. Kaitan antara kepercayaan dengan niat beli Dalam penelitian Bhattacharya et al. menyimpulkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif terhadap niat beli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan adalah faktor penting yang mampu mempengaruhi niat beli, yang muncul ketika seseorang memiliki keyakinan terhadap integritas dan keandalan pihak lain. H3: Kepercayaan berpengaruh terhadap niat beli konsumen. Kerangka pemikiran Berdasarkan penjelasan penelitian terdahulu di atas, kerangka penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Kerangka pemikiran Pengaruh Electronic Word of Mouth. Citra Merek, dan Kepercayaan dalam Meningkatkan Niat Beli Konsumen Produk Zara Juliani Putri et al. METODE PENELITIAN Desain penelitian Desain penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang menjelaskan pengaruh kualitas produk, electronic word of mouth, brand image dan kepercayaan terhadap niat beli. Metode analisis data penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Semua data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan media geogle form melalui platform sosial media seperti whatsapp dan Instagram. Populasi, teknik pemilihan sampel, dan ukuran sampel Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Zara di wilayah Jakarta Barat. Dalam penelitian ini Metode pengambilan sampling yang digunakan adalah non-probability sampling karena populasi konsumen Zara tidak diketahui. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling. Ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden. Sesuai dengan yang dinyatakan oleh Sekaran & Bougie, . yaitu sebanyak tidak kurang dari 30 dan tidak lebih dari 500. Jumlah sampel minimal untuk penelitian deskriptif adalah 30-500 responden. Operasional variabel Operasional semua variabel dan indikator masing-masing variabel penelitian dapat dilihat pada Tabel 1, 2, 3 dan 4. Tabel 1. Operasionalisasi variabel E-WOM Variabel E-WOM (X. Indikator Diskusi online memiliki pengaruh yang signifikan. Saya mengikuti saran yang diberikan dalam diskusi online. Saya setuju dengan pendapat yang diberikan dalam diskusi online. Kode EM1 EM2 EM3 Skala Interval Sumber Rahman et al. Tabel 2. Operasionalisasi variabel brand image Variabel Brand Image (X. Indikator Dibandingkan dengan merek lain, produk ini yang memiliki kualitas yang lebih baik. Saya dapat memprediksi dengan akurat bagaimana kinerja produk ini. Saya pikir produk ini terkenal. Kode Skala Sumber Interval Rahman et al. Skala Sumber Interval Rahman et al. Skala Sumber Interval Rahman et al. BI1 BI2 BI3 Tabel 3. Operasionalisasi variabel kepercayaan Variabel Kepercayaan (X. Indikator Saya akan mempercayai informasi kebaikan secara daring. Saya akan mempercayai perusahaan ini untuk mewakili produknya secara integritas. Secara keseluruhan, saya akan mempercayai produk dari perusahaan ini secara keseluruhan. Kode Tabel 4. Operasionalisasi variabel niat beli Variabel Niat Beli (Y) Indikator Saya memiliki niat yang kuat untuk melakukan pembelian di masa Saya bersedia merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli produk ini. Saya bermaksud membeli produk ini di masa mendatang. Kode NB1 NB2 NB3 Untuk mengukur indikator pertanyaan dalam kuesioner digunakan skala likert dengan rincian pada Tabel 5. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 427 Ae 438 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Tabel 5. Skala likert Pilihan Jawaban STS = Sangat Tidak Setuju TS = Tidak Setuju N = Netral S = Setuju SS = Sangat Setuju Skor Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4 Skor 5 Analisis data Uji validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Dalam melakukan pengujian, uji validitas dibagi menjadi dua antara lain yaitu: Validitas konvergen Uji validitas akan dikatakan valid apabila nilai loading factor setiap indikator mencapai nilai di atas 0,50 dan nilai average variance extracted (AVE) setiap variabel lebih dari 0,50. Validitas konvergen didasarkan pada korelasi yang terjadi dalam mengukur konstruk yang sama Hair et al. Validitas diskriminan Uji validitas diskriminan dilakukan dengan menggunakan pendekatan heteroit-monoroit dan akan dikatakan valid apabila angka pengujian mencapai tidak lebih dari 1. Apabila angka yang didapat tidak sesuai dengan kententuan maka akan dikatakan tidak valid Ab Hamid et al. , . Oleh karena itu. HTMT dibawah 1 secara langsung menunjukkan validitas, karena nilai yang mendekati 1 masih dapat menunjukkan masalah validitas diskriminan. Uji reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan berdasarkan nilai composite reliability . ho_C) dan CronbachAos alpha pada setiap variabel. Composite reliability . ho_C) memberikan estimasi reliabilitas yang lebih akurat dan lebih besar, sering kali lebih disukai daripada Cronbach's Alpha. Dalam uji Reliabilitas composite reliability . ho_C) harus berada di antara 0,70 dan 0,90 untuk dianggap reliabel, dengan nilai minimum sebesar 0,70 atau 0,60 dalam penelitian eksploratori dan nilai maksimum sebesar 0,95 untuk mencegah indikator yang berlebihan yang dapat mengganggu validitas konten Hair et , . Metode pengukuran Multikolinearitas Multikolinearitas ini dapat mempengaruhi hasil regresi dengan membuat estimasi koefisien menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, menjaga nilai VIF pada kisaran mendekati 3 atau lebih rendah membantu memastikan bahwa Multikolinearitas tidak menjadi masalah yang ignifikan dalam model, sehingga analisis lebih dapat diandalkan Hair et al. , . Koefisien determinasi (R-squar. Nilai koefisien determinasi terbagi menjadi 3 yaitu 0,65, 0,33, serta 0,19 yang masing-masing menunjukan nilai koefisien determinasi yang bersifat substansial, moderat, dan lemah Chin et al. Pengujian hipotesis Pengujian hipotesis untuk melihat apakah hipotesis yang ditentukan signifikan dan didukung dilakukan dengan melihat analisis terhadap 3 komponen pengujian hipotesis, yaitu meliputi pengujian terhadap path coefficient, p-value dan effect size . Pengaruh Electronic Word of Mouth. Citra Merek, dan Kepercayaan dalam Meningkatkan Niat Beli Konsumen Produk Zara Juliani Putri et al. Analisis jalur . ath coefficien. Path coefficient memiliki nilai jalur berkisar diantara -1 hingga 1 dan berarti apabila nilai koefisien memiliki nilai dekat dengan 1, maka variabel yang diteliti memiliki pengaruh yang positif, dan sebaliknya apabila nilai koefisien dekat dengan -1, maka variabel yang diteliti memiliki pengaruh yang negatif Hair et al. , . P-value Penentuan signifikan atau tidak hipotesis yang ditentukan dapat dilihat berdasarkan hasil data dari pengujian hipotesis yang dibandingkan dengan batas ambang dari P-Value yang ditentukan sebesar <0,05. Apabila nilai dari P-Value melebihi 0,05, maka hipotesis yang telah ditentukan dinyatakan tidak signifikan Hair et al. , . Effect size . Uji effect size bertujuan untuk menunjukkan perubahan nilai R2 jika suatu variabel dihapus dari model penelitian. Nilai model yang menentukan effect size dibagi menjadi 3 kategori, yaitu 0,02 yang berarti kecil, 0,15 yang berarti sedang, dan nilai 0,35 yang berarti besar. Apabila hasil analisis data memenuhi syarat yang ditentukan pada analisis jalur dan P-Value maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini didukung Hair et al. , . HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi subjek penelitian Responden penelitian ini sebanyak 100 orang, sebanyak 59% adalah pria, sedangkan 41% adalah wanita, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Sumber: Hasil pengumpulan data kuesioner . Jenis Kelamin Pria Wanita Total Jumlah Responden Persentase Selanjutnya. Tabel 7 memperlihatkan karakteristik responden berdasarkan umur. Karakteristik responden berdasarkan usia terbagi dalam tiga kategori, yaitu 19-25 tahun, 26-35 tahun, dan 3645 tahun. Mayoritas responden berusia 19-25 tahun dengan jumlah 87 orang . %), diikuti oleh 9 orang . %) berusia 26-35 tahun, dan 4 orang . %) berusia 36-45 tahun. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia muda. Tabel 7. Karakteristik responden berdasarkan umur Sumber: Hasil pengumpulan data kuesioner . Umur 19-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun Total Jumlah Responden Persentase Karakteristik responden berdasarkan pendapatan per bulan terbagi menjadi empat kategori. Mayoritas responden . %) memiliki pendapatan Rp3. 000-Rp5. 000, diikuti oleh 20% dengan pendapatan Rp5. 000-Rp7. Sementara itu, masing-masing 7% responden memiliki pendapatan lebih dari Rp9. 000 dan Rp7. 000-Rp9. 000, seperti yang dapat dapat dilihat pada Tabel 8. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 427 Ae 438 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Tabel 8. Karakteristik responden berdasarkan pendapatan per bulan Sumber: Hasil pengumpulan data kuesioner . Umur Rp3. 000 Ae Rp5. Rp5. 000 Ae Rp7. Rp7. 000 Ae Rp9. > Rp9. Total Jumlah Responden Persentase Karakteristik responden penelitian ini berdasarkan profesi terbagi menjadi tiga kategori, yaitu mahasiswa, karyawan swasta, dan wirausaha. Mayoritas responden . %) adalah mahasiswa, yaitu sebanyak 71 responden, diikuti oleh 21% karyawan swasta sebanyak 21 responden, dan 8% wirausaha sebanyak 8 responden. Data tersebut menunjukkan bahwa dominasi responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini merupakan dari kalangan mahasiswa, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Karakteristik responden berdasarkan profesi Sumber: Hasil pengumpulan data kuesioner . Profesi Mahasiswa Karyawan Swasta Wirausaha Total Jumlah Responden Persentase Hasil uji validitas dan reliabilitas Tabel 10 menunjukkan hasil analisis loading factor untuk masing-masing indikator variabel. Berdasarkan tabel tersebut, sebagian besar indikator memenuhi kriteria validitas dengan nilai loading factor Ou 0,5 (Hair et al. , 2. Indikator pada variabel Citra Merek (BI). Electronic Word of Mouth (EM). Kepercayaan (K), dan Niat Beli (NB), menunjukkan validitas yang memadai. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar indikator dalam penelitian ini dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Tabel 10. Hasil analisis loading factor Sumber: Hasil olah data PLS . Indikator BI1 BI2 BI3 EM1 EM2 EM3 NB2 NB3 NB4 Brand Image 0,592 0,863 0,746 E-WOM Kepercayaan Niat Beli 0,757 0,742 0,772 0,667 0,766 0,728 0,828 0,677 0,739 Selanjutnya, penelitian ini juga mengunakan analisis Average Variance Extracted (AVE) dalam menentukan validitas data. Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa seluruh variabel memiliki nilai AVE diatas 0,5, sehingga data dapat dikatakan lulus uji AVE. Tabel 11 menunjukan hasil analisis AVE. Pengaruh Electronic Word of Mouth. Citra Merek, dan Kepercayaan dalam Meningkatkan Niat Beli Konsumen Produk Zara Juliani Putri et al. Tabel 11. Hasil analisis Average Variance Extracted Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Brand Image Elektronic word mouth Kepercayaan Niat Beli Average Variance Extracted 0,551 0,573 0,521 0,563 Hasil analisis Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki nilai dibawah 1 dikatakan valid, sehingga data dapat dikatakan lulus uji HTMT. Tabel 12 menunjukkan analisis HTMT. Tabel 12. Hasil analisis Heterotrait-Monotrait ratio Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Brand Image E-WOM Kepercayaan Niat Beli Brand Image E-WOM Kepercayaan 0,683 0,846 0,935 0,783 0,701 0,954 Niat Beli Kemudian, penelitian ini juga melakukan analisis Fornell-Larcker dan hasil yang didapatkan memenuhi syarat dimana setiap variabel laten memiliki nilai akar kuadrat AVE yang lebih besar daripada nilai korelasi variabel tersebut dengan variabel lain. Tabel 13 menunjukkan hasil analisis Fornell-Larcker dan Tabel 14 menunjukkan hasil analisis cross loading. Tabel 13. Hasil analisis Fornell-Larcker Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Brand Image E-WOM Kepercayaan Niat Beli Brand Image 0,742 0,426 0,458 0,575 E-WOM Kepercayaan Niat Beli 0,757 0,453 0,480 0,722 0,548 0,751 Kepercayaan 0,332 0,300 0,414 0,337 0,344 0,349 0,667 0,766 0,728 0,429 0,419 0,389 Niat Beli 0,364 0,516 0,380 0,322 0,336 0,420 0,375 0,421 0,390 0,828 0,677 0,739 Tabel 14. Hasil analisis cross loading Sumber: Hasil olah data PLS . Indikator BI1 BI2 BI3 EM1 EM2 EM3 NB2 NB3 NB4 Brand Image 0,592 0,863 0,746 0,195 0,322 0,421 0,280 0,375 0,333 0,509 0,400 0,366 E-WOM 0,210 0,349 0,384 0,757 0,742 0,772 0,459 0,293 0,238 0,575 0,231 0,196 Hasil analisis cross loading setiap variabel sudah memenuhi syarat karena nilai loading factor setiap indikator lebih dari nilai cross loadings dengan indikator variabel lain, sehingga data dapat dikatakan valid, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 14. Selanjutnya. Tabel 15 menunjukkan hasil analisis composite reliability. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 427 Ae 438 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Tabel 15. Hasil analisis composite reliability Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Brand Image Elektronic word mouth Kepercayaan Niat Beli Composite Reliability 0,782 0,801 0,765 0,794 Hasil analisis Composite Reliability menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki nilai diatas . , sehingga data dapat dikatakan lulus uji Composite Reliability. Hasil uji asumsi analisis data Analisis multikolinearitas didapatkan dengan menghitung Nilai variance inflation factor (VIF), idealnya mendekati 3 atau lebih rendah menunjukkan adanya korelasi antar variabel. Dari hasil yang didapatkan dari analisis ini, tidak ada indikasi multikolinearitas antar variabel. Tabel 16 menunjukkan hasil analisis VIF dan Tabel 17 menunjukan hasil analisis R-square. Tabel 16. Hasil analisis multikolinearitas Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Brand Image Elektronic word mouth Kepercayaan Niat Beli VIF 1,772 1,759 1,422 1,616 Tabel 17. Hasil analisis R-square Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Niat Beli R-square 0,461 Keterangan Moderat Terdapat nilai R-square sebesar 0,461 yang berarti kemampuan variabel electronic word of mouth, brand image dan kepercayaan dalam menjelaskan variasi purchase decision adalah sebesar 46%, dan sisanya yaitu sebesar 54% dijelaskan oleh variabel-variabel diluar pembahasan penelitian ini. Hasil uji hipotesis Tujuan uji hipotesis adalah untuk mengetahui apakah hipotesis didukung. Nilai hipotesis dapat diukur melalui path coefficient yang berada diantara -1 hingga 1 serta nilai p-value yang tidak melebihi 0,05. Gambar 2 menunjukkan hasil uji path coefficient. Gambar 2. Hasil uji path coefficient Pengaruh Electronic Word of Mouth. Citra Merek, dan Kepercayaan dalam Meningkatkan Niat Beli Konsumen Produk Zara Juliani Putri et al. Tabel 18. Hasil uji hipotesis pertama Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel E-WOM Ie Niat Beli Nilai : 0,194 p-value: 0,064 f2: 0,051 Keterangan Positif Tidak Signifikan Kecil Berdasarkan hasil uji hipotesis pertama, eWOM memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan, dan efek yang kecil terhadap niat beli. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi eWOM yang diterima semakin besar kecenderungan konsumen untuk berniat membeli produk. Namun, pengaruh ini tidak signifikan secara statistik, yang ebrarti bahwa eWOM tidak memberikan dampak yang cukup kuat secara langsung memengaruhi Niat beli. Nilai p-value sebesar 0,064 menunjukan bahwa hipotesis pertama ditolak. Tabel 19. Hasil uji hipotesis kedua Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Brand image Ie Niat Beli Nilai : 0,356 p-value: 0,000 f2: 0,172 Keterangan Positif Tidak Signifikan Kecil Berdasarkan uji hipotesis kedua, brand image berpengaruh positif, signifikan dan efek yang sedang terhadap niat beli, sehingga brand image berpengaruh dalam menaikan niat beli responden. Nilai p-value sebesar 0,000 menunjukan bahwa hipotesis kedua diterima. Tabel 20. Hasil uji hipotesis ketiga Sumber: Hasil olah data PLS . Variabel Kepercayaan Ie Niat Beli Nilai : 0,297 p-value: 0,004 f2: 0,116 Keterangan Positif Signifikan Kecil Berdasarkan uji hipotesis ketiga, kepercayaan memiliki pengaruh positif, secara statistik signifikan dan efek yang kecil terhadap niat beli. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan berpengaruh dalam menaikan niat beli responden. Nilai p-value sebesar 0,004 menunjukan bahwa hipotesis ketiga diterima. Pembahasan Berdasarkan hasil uji hipotesis pertama. E-wom memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan terhadap purchase decision. Maka dapat dikatakan bahwa H1 tidak diterima dimana ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Esparza et al. , . Nguyen et al. , . Wartono & Utami, . yang menyatakan bahwa brand awareness memiliki pengaruh yang signifikan terhadap purchase decision, tetapi ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Majid & Sumadi, . Mantiri et al. , . Wijaya et al. , . yang menyatakan bahwa Ewom tidak memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap niat beli. Hal ini membuktikan bahwa Zara bukan pilihan pertama disaat konsumen mendengar kata fashion. Zara harus memiliki produk yang lebih inovatif dan menarik sehingga orang-orang memiliki keinginan untuk memiliki apa yang belum pernah ada sebelumnya di produk Zara. Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua, brand image memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat beli. Maka dapat dikatakan bahwa H2 diterima, dimana hal ini sesuai dengan Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. April 2026: hlm 427 Ae 438 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa brand image memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen minuman Menantea Frandi et al. , . , dan konsumen apartemen Wahyoedi, . Hal ini membuktikan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli tidak hanya berlaku pada minuman dan apartemen saja, tetapi juga berlaku pada brand image Zara. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil uji, analisis dan pembahasan yang sudah dijelaskan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: E-WOM memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap niat beli konsumen. Brand image memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat niat beli konsumen Kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen. Berdasarkan kesimpulan yang dijelaskan di atas, saran yang dapat disampaikan setelah melakukan penelitian ini yang diharapkan dapat berguna untuk Zara dan peneliti selanjutnya adalah untuk penelitian dimasa yang akan datang, disarankan untuk menambahkan variabel dan indikator lain sehingga lebih menggambarkan situasi yang terjadi. Kemudian disarankan juga untuk menggunakan teknik probability sampling yang lebih menggambarkan populasi maupun realita yang sebenarnya. Kemudian, disarankan untuk meneliti dengan responden dengan cakupan lebih luas, mengingat penelitian ini hanya menggunakan daerah Jakarta Utara, jadi lebih disarankan untuk memilih daerah Jakarta secara keseluruhan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan realita yang sebenarnya. Ucapan terima kasih Tjiu Thia. Hiung dan Sui Pun, selaku orang tua penulis yang telah memberikan doa, bimbingan, support, nasihat, serta merawat penulis dari kecil hingga sekarang dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik guna untuk memenuhi syarat menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara. REFERENSI