KAFFAH: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Vol. 3 No. Page 142-156 ISSN: 2985-9662 http://jurnal. id/index. php/kaffah/article/view/1332 IMPLEMENTASI MORNING BRIEFING INTEGRATIF UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT MENGAJAR GURU DI SD SAINS AL-BIRUNI Tuti Alawiyah1. Herina Arafah Nasution2. Nisa Komalasari3. Putri Wulan Dari4. Trizky Widiyarsih5. Miftahul Huda6 1,2,3,4,5,6 Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Bandung e-mail: 1alawiyahtuti424@gmail. com, 6miftah. elhuda@umbandung. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi morning briefing integratif dalam meningkatkan semangat mengajar guru di SD Sains AlBiruni. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan morning briefing integratif yang menggabungkan elemen spiritual, intelektual, dan profesional secara signifikan meningkatkan motivasi intrinsik guru. Pembacaan ayatayat Al-QuAoran dan ikrar pendidik dalam kegiatan ini memberikan makna yang lebih dalam terhadap tugas mengajar, menciptakan lingkungan kerja yang positif, dan berdampak pada kualitas pembelajaran siswa. Temuan ini merekomendasikan penerapan morning briefing integratif sebagai model untuk meningkatkan semangat dan motivasi guru di sekolah lain. Kata Kunci: morning briefing integratif. semangat mengajar. motivasi guru. Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of implementing an integrative morning briefing in enhancing teachersAo teaching spirit at SD Sains Al-Biruni. A descriptiveanalytical method was employed, utilizing data collected through observations, interviews, and motivation surveys. The results demonstrate that the integrative morning briefing activity, which incorporates spiritual, intellectual, and professional elements, significantly enhances teachersAo intrinsic motivation. The recitation of Quranic verses and the educatorsAo pledge during this activity imbue the teaching profession with deeper meaning, cultivate a positive work environment, and positively influence student learning outcomes. These findings recommend the adoption of integrative morning briefings as a model for improving teachersAo spirit and motivation in other educational institutions. Keywords: integrative morning briefing. teaching spirit. teacher motivation. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 142 PENDAHULUAN Motivasi guru merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas di sekolah. Dalam konteks pendidikan, motivasi guru tidak hanya berpengaruh pada kinerja mereka, tetapi juga berdampak langsung pada keberhasilan siswa. Guru yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam mengajar, yang pada gilirannya menciptakan suasana belajar yang positif dan mendukung bagi siswa (Ryan & Deci, 2. Penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, yang berasal dari kepuasan dan makna yang ditemukan dalam pekerjaan, dapat meningkatkan keterlibatan guru dalam proses pembelajaran (Ferrer-Caja & Weiss, 2. Namun dalam praktiknya banyak tantangan yang dapat menurunkan semangat mengajar guru. Rutinitas kerja yang monoton, tekanan dari berbagai pihak, dan kebijakan pendidikan yang sering berubah dapat menyebabkan penurunan motivasi dan semangat kerja guru (Skaalvik & Skaalvik, 2. Contohnya beban kerja yang berlebihan dan kurangnya dukungan dari manajemen sekolah dapat membuat guru merasa tertekan dan kurang dihargai, yang berdampak negatif pada kinerja mereka (Hidayah et al. , 2. Selain itu, perubahan kebijakan pendidikan yang cepat dan tidak terduga dapat menciptakan ketidakpastian dan kebingungan di kalangan guru, yang dapat mengurangi motivasi mereka untuk mengajar (Hargreaves, 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan semangat guru dalam menjalankan tugas mengajar. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah morning briefing integratif, sebuah kegiatan yang dirancang untuk membangun semangat mengajar guru dengan mengintegrasikan tiga poin utama yaitu spiritual, intelektual, dan profesional. Dimensi spiritual mencakup pembacaan dan refleksi terhadap ayat-ayat Al-QurAoan tentang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi. Dimensi intelektual melibatkan penyampaian informasi teknis harian, seperti pengumuman kegiatan dan evaluasi kinerja. Sementara itu, dimensi profesional diwujudkan melalui pembacaan ikrar pendidik untuk memperkuat komitmen guru terhadap tugasnya. Morning briefing merupakan salah satu metode yang dapat Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 143 meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antar guru, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka (Smith, 2. SD Sains Al-Biruni yang terletak di Jl. Raya Panyileukan Kota Bandung dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Sekolah ini memiliki visi untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang baik. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana implementasi morning briefing integratif dapat berkontribusi dalam meningkatkan semangat mengajar guru di sekolah ini. Teori Motivasi Dua Faktor oleh Herzberg . menyebutkan bahwa faktor-faktor motivasional seperti pencapaian, pengakuan, dan tanggung jawab dapat meningkatkan semangat kerja individu. Dalam konteks pendidikan, hal ini relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan mendukung. Selain itu Teori Pembelajaran Sosial oleh Bandura . menekankan pentingnya observasi dan imitasi dalam pembelajaran, yang dalam konteks morning briefing integratif dapat menciptakan model perilaku positif antar guru. Konsep psikoedukasi juga menyoroti pentingnya dukungan emosional dan spiritual dalam proses pembelajaran, yang sejalan dengan elemen-elemen yang terkandung dalam kegiatan morning briefing integratif. Penelitian terdahulu memberikan dasar penting untuk mengevaluasi implementasi kegiatan morning briefing terhadap motivasi dan kinerja guru. Lukitasari dan Krismanda . dalam penelitian berjudul "Suntikan 5 Menit untuk Meningkatkan Motivasi dan Kinerja Guru: Studi Kasus di Apple Kids Preschool Salatiga" menemukan bahwa kegiatan sharing motivation secara signifikan dapat meningkatkan motivasi guru. Sementara itu. Rivai dan Murni . dalam penelitian mereka berjudul "Peningkatan Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Melalui Morning Briefing" menyimpulkan bahwa kegiatan morning briefing mampu meningkatkan kemampuan manajerial kepala sekolah. Namun meskipun kedua penelitian tersebut berfokus pada aspek morning briefing, belum ada penelitian yang secara khusus mengkaji implementasi morning briefing Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 144 integratif yang menggabungkan elemen spiritual, intelektual, dan profesional terhadap motivasi guru di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengevaluasi implementasi morning briefing integratif terhadap semangat mengajar guru di SD Sains Al-Biruni. Secara khusus, penelitian ini ingin melihat bagaimana pendekatan ini memengaruhi motivasi dan kinerja guru dalam proses METODE Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitik. Menurut Sugiyono adalah metode untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna dan secara signifikan dapat mempengaruhi substansi penelitian (Marisi, 2. Sedangkan menurut Ratna penelitian deskriptif analitik dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta dan proses selanjutnya akan disusul dengan analisis (Herni, 2. Deskriptif analitik merupakan metode yang menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan partisipan atau objek dan subjek Metode ini juga berusaha untuk menganalisis subjek penelitian agar didapatkan data yang mendalam. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Morning Briefing Integratif Morning briefing integratif adalah kegiatan yang dilakukan di awal hari pelajaran, di mana seluruh guru dan tenaga kependidikan berkumpul untuk saling bertukar informasi, membahas rencana kegiatan harian, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai pendidikan yang berbasis religius. Kegiatan ini mencakup beberapa komponen utama, yaitu: Pembacaan Ayat Al-QurAoan: Menggunakan ayat-ayat yang relevan dengan pendidikan dan pengembangan karakter. Penyampaian Teknis Harian: Informasi penting terkait kegiatan sekolah yang harus diketahui oleh semua guru. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 145 Pembacaan Ikrar Pendidik: Pernyataan komitmen bersama untuk menjalankan tugas sebagai pendidik. Dengan demikian morning briefing integratif tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai pengingat akan tujuan mulia dari profesi Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan motivasi yang penting, yang membantu para pendidik untuk memulai hari dengan semangat dan dedikasi yang tinggi (Ariyanto, 2. Menurut Ariyanto . morning briefing adalah kegiatan yang bertujuan untuk membangun komunikasi efektif antar anggota organisasi, meningkatkan disiplin waktu, serta mencegah miskomunikasi. Dalam konteks pendidikan, morning briefing integratif menambahkan elemen spiritual yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif tetapi juga pada penguatan nilai-nilai Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan harus mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses belajar mengajar (Iskandar, 2. Morning briefing integratif berbeda dari kegiatan rutin lainnya di sekolah karena menggabungkan elemen spiritual dengan teknis operasional. Kegiatan ini tidak hanya sekadar pertemuan untuk membahas agenda harian, tetapi juga berfungsi untuk membangun semangat dan motivasi guru melalui pembacaan ayatayat Al-QurAoan yang relevan dengan pendidikan. Dengan demikian, morning briefing integratif menjadi lebih dari sekadar rutinitas, ia menjadi sarana untuk menguatkan identitas dan visi pendidikan berbasis nilai-nilai agama (Ariyanto. Pengertian Semangat Mengajar Semangat mengajar adalah kondisi psikologis guru yang mencerminkan motivasi, komitmen, dan kepuasan kerja dalam menjalankan tugas sebagai Semangat ini sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa. Guru yang memiliki semangat mengajar yang tinggi cenderung lebih antusias dalam menyampaikan materi, lebih kreatif dalam merancang pembelajaran, dan lebih responsif terhadap kebutuhan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 146 siswa. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi akademik siswa (Hermayati, 2. Menurut Herzberg . , faktor-faktor motivasional seperti pencapaian, pengakuan, dan tanggung jawab dapat meningkatkan semangat kerja guru. Pencapaian yang dirasakan oleh guru, baik dalam bentuk keberhasilan mengajar maupun dalam pengembangan profesional, dapat memberikan dorongan yang signifikan terhadap semangat mereka. Selain itu, pengakuan dari rekan kerja, siswa, dan pihak sekolah juga berperan penting dalam membangun rasa percaya diri dan kepuasan kerja guru (Rahman, 2. Semangat mengajar juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti dukungan dari manajemen sekolah, lingkungan kerja yang kondusif, dan hubungan yang baik dengan rekan sejawat. Ketika guru merasa didukung dan dihargai, mereka akan lebih termotivasi untuk berkontribusi secara maksimal dalam proses pembelajaran (Rusman, 2. Dalam konteks pendidikan, semangat mengajar tidak hanya berkaitan dengan aspek profesional tetapi juga dengan dimensi emosional dan spiritual. Guru yang memiliki semangat mengajar yang tinggi sering kali mampu menginspirasi siswa, membangun hubungan yang baik, dan menciptakan suasana belajar yang Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk menciptakan program dan kegiatan yang dapat meningkatkan semangat mengajar guru, seperti pelatihan, pengembangan profesional, dan kegiatan kolaboratif (Hermayati, 2. Implementasi Morning Breafing Integratif Morning briefing di SD Sains Al-Biruni dilaksanakan setiap hari kerja, dimulai pada pukul 06. 45 hingga 07. 00 WIB. Dengan durasi sekitar 15 menit, kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan guru secara mental dan spiritual sebelum memulai aktivitas pengajaran. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2013 dengan beberapa evaluasi terkait waktu pelaksanaan untuk memastikan semua guru dapat hadir tepat waktu. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 147 Gambar 1 Kegiatan Morning Briefing di SD Sains Al-Biruni Gambar ini menunjukkan suasana kegiatan morning briefing yang dilaksanakan di SD Sains Al-Biruni, dalam kegiatan ini para guru dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil sesuai dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). Setiap kelompok dipandu oleh penanggung jawab (PJ) KKG yang bertugas memimpin jalannya diskusi dan menyampaikan informasi penting terkait agenda harian. Materi yang disampaikan dalam morning briefing memiliki fokus utama pada pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan serta penyampaian esensi dari ayat tersebut. Kepala sekolah ibu Elis Nurhayati. Pd. Gr. menjelaskan bahwa morning briefing lahir dari prinsip innamal aAomalu binniyat . esungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada nia. , yang menekankan pentingnya niat dalam setiap tindakan Beliau mengungkapkan AuMorning briefing mungkin terlihat seperti kegiatan sederhana, tetapi memiliki dampak yang luar biasa. Ini adalah upaya untuk mengarahkan segala aktivitas hanya untuk Allah, sehingga Allah akan senantiasa hadir dan menolong dalam segala keadaan. Harapan kami, kehadiran guru ke sekolah bukan hanya hadirnya fisik, tetapi juga hadirnya jiwa mereka. Ay Setiap sesi morning briefing di SD Sains Al-Biruni dirancang untuk memberikan arahan teknis, penguatan spiritual, dan inspirasi kepada para guru sebelum menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari. Morning briefing diawali dengan Pembacaan dan Penyampaian Esensi Ayat Al-QurAoan, yang memberikan penguatan spiritual dan refleksi bagi para guru. Ayat yang disampaikan merupakan ayat-ayat pilihan, di antaranya QS Al-Alaq: 1Ae5 yang menekankan pentingnya ilmu. QS Al-JumuAoah: 2 yang mengingatkan tugas utama dalam mendidik. QS Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 148 Yunus: 14 tentang peran manusia sebagai khalifah, serta QS Al-Isra: 36 yang menggarisbawahi pentingnya evaluasi diri, dibacakan dengan penuh penghayatan. Setiap penanggung jawab Kelompok Kerja Guru (PJ KKG) menjelaskan relevansi ayat-ayat tersebut dengan dunia pendidikan, mengajak para guru untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan diri dalam menjalankan amanah sebagai Kegiatan dilanjutkan dengan Penyampaian Teknis Harian, yang berfokus pada koordinasi dan informasi terkait agenda atau tugas-tugas yang harus PJ memberikan arahan dan memastikan semua guru memahami tugas masing-masing serta mengurangi kemungkinan miskomunikasi atau Informasi teknis ini membantu menciptakan persiapan yang matang, sehingga para guru dapat menjalankan tugas dengan lebih terarah dan Sebagai penutup dilakukan Pembacaan Ikrar Pendidik, ikrar ini berfungsi sebagai pengingat akan komitmen para guru terhadap pendidikan. Dengan membacakan ikrar secara bersama-sama, suasana kebersamaan semakin terasa, memperkuat semangat dan motivasi para pendidik untuk menjalankan tanggung jawab mereka dengan sepenuh hati. Ibu Elis juga menekankan bahwa tujuan dari pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan adalah agar setiap pendidik hadir ke kelas dengan semangat menjalankan amanah yang diberikan kepada mereka, beliau mengungkapkan AuKetika menghadapi berbagai kejadian sepanjang hari, seperti siswa yang kurang kondusif atau dinamika dengan sesama guru, harapannya para guru dapat menyadari dan menerima bahwa semua itu adalah bagian dari qadarullah, sehingga hati akan lebih mudah menerima dan lebih lapang. Ay Dengan demikian, materi yang disampaikan dalam morning briefing tidak hanya berfokus pada aspek teknis harian tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai spiritual yang mendalam, yang relevan dengan tujuan pendidikan Islam. Pengaruh Morning Briefing terhadap Motivasi Guru Analisis data wawancara menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam motivasi guru setelah pelaksanaan morning briefing. Sebelum kegiatan ini Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 149 dilaksanakan, sebagian besar guru merasa kurang termotivasi, terutama karena berbagai faktor eksternal seperti masalah pribadi, permasalahan di rumah, atau dinamika hubungan dengan rekan kerja. Namun setelah mengikuti morning briefing, banyak guru melaporkan adanya peningkatan motivasi intrinsik. Mereka merasa lebih terhubung dengan tujuan pendidikan mereka dan mendapatkan dorongan untuk lebih fokus dan bersemangat dalam melaksanakan tugas sebagai Menurut ibu Nida salah satu guru di SD Sains Al-Biruni, kegiatan morning briefing memberikan dampak positif dalam mempersiapkan para pendidik menghadapi aktivitas sehari-hari. Beliau mengungkapkan AuMemulai hari dengan energi positif yang dibagikan melalui briefing membuat suasana mengajar menjadi lebih menyenangkan dan penuh semangat. Saya merasa lebih siap menghadapi tantangan dalam proses belajar mengajar. Ay Pernyataan ini mencerminkan bagaimana morning briefing dapat menciptakan suasana yang mendukung dan memotivasi guru untuk berkontribusi secara maksimal dalam proses pembelajaran. Peningkatan motivasi ini juga dapat dilihat dari perubahan sikap guru terhadap tugas mereka. Banyak guru yang sebelumnya merasa tertekan dan kurang bersemangat kini menunjukkan antusiasme yang lebih besar dalam mengajar. Mereka merasa bahwa morning briefing membantu mereka untuk mengingat kembali tujuan mulia dari profesi mereka sebagai pendidik, yaitu membimbing dan menginspirasi siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka. Peran Nilai-Nilai Islam Nilai-nilai Islam diintegrasikan dalam setiap aspek morning briefing melalui pembacaan ayat Al-QurAoan dan diskusi tentang maknanya. Proses ini tidak hanya memperkuat komitmen guru terhadap tugas mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab moral dalam mendidik siswa. Dalam konteks pendidikan, nilainilai Islam berfungsi sebagai panduan etika dan moral yang membantu guru dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa (Hassan, 2. Integrasi nilai-nilai Islam berkontribusi terhadap peningkatan motivasi dan kinerja guru dengan memberikan konteks spiritual bagi pekerjaan mereka. Sebagai Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 150 contoh, pembacaan QS Al-Alaq: 1-5, yang menekankan pentingnya membaca, belajar, dan menuntut ilmu, menjadi pengingat bagi guru bahwa mendidik adalah upaya untuk memenuhi perintah Allah dalam memuliakan ilmu pengetahuan. Ayat ini menegaskan bahwa pencarian ilmu adalah bagian dari ibadah, yang menjadi pondasi bagi kemajuan umat manusia. Dengan demikian, pembacaan ayat ini membantu guru menyadari nilai mulia dari pekerjaan mereka dalam membimbing siswa untuk mencintai ilmu. Pembacaan ikrar pendidik selama morning briefing semakin memperkuat komitmen mereka untuk mendidik peserta didik menjadi generasi rabbi radhiyya, yaitu generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Ikrar ini berfungsi sebagai pengingat kolektif bagi para guru tentang tanggung jawab mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam diri siswa (Rahman, 2. Dengan mengingatkan diri mereka akan tujuan mulia ini, guru-guru diharapkan dapat meningkatkan semangat dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas mengajar. Integrasi nilai-nilai Islam pengembangan karakter siswa. Pendidikan yang berbasis nilai-nilai Islam tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan moralitas. Menurut Samani . pendidikan agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter siswa dengan mengajarkan nilai-nilai etika dan moral yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, guru yang terinspirasi oleh nilai-nilai Islam akan lebih mampu menanamkan karakter yang baik pada siswa, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada masyarakat secara keseluruhan. Selain itu penelitian oleh Zain . menunjukkan bahwa penerapan nilainilai Islam dalam pendidikan dapat meningkatkan motivasi guru dan siswa. Ketika guru merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki makna yang lebih dalam dan berkontribusi pada tujuan yang lebih besar, mereka cenderung lebih termotivasi untuk berinovasi dalam metode pengajaran mereka. Hal ini menciptakan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 151 lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menarik bagi siswa, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam dalam morning briefing tidak hanya berfungsi untuk memperkuat komitmen guru, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan Melalui pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan dan ikrar pendidik, guru-guru di SD Sains Al-Biruni diharapkan dapat menjalankan peran mereka dengan lebih baik, serta membimbing siswa untuk menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki akhlak yang baik. PEMBAHASAN Temuan penelitian menunjukkan bahwa morning briefing integratif memiliki dampak positif terhadap motivasi dan kinerja guru di SD Sains Al-Biruni. Hasil observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru-guru menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas harian, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun semangat dan kebersamaan di antara pendidik. Kegiatan morning briefing ini memberikan kesempatan bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, tantangan dan solusi, sehingga terciptanya lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan saling mendukung (Smith, 2. Pentingnya mengawali kegiatan dengan niat seperti yang dinyatakan oleh kepala sekolah, sejalan dengan teori motivasi yang dikemukakan oleh Ryan dan Deci . mengenai Self-Determination Theory. Teori ini menekankan bahwa motivasi intrinsik muncul ketika individu merasa terhubung dengan tujuan yang lebih besar, dalam konteks ini adalah misi pendidikan untuk membentuk karakter Ketika guru merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki makna dan tujuan yang lebih tinggi, mereka cenderung lebih termotivasi untuk berkontribusi secara maksimal dalam proses pembelajaran (Deci & Ryan, 2. Selain itu morning briefing integratif juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan profesionalisme guru. Pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan dan ikrar pendidik yang dilakukan selama sesi ini tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga mengingatkan para guru akan tanggung jawab mereka sebagai pendidik. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Sahade. Azis, dan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 152 Anggara . yang menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dalam praktik pendidikan dapat meningkatkan komitmen dan motivasi guru. Lebih jauh lagi kegiatan ini membantu menciptakan rasa memiliki di antara guru-guru, yang merupakan faktor penting dalam meningkatkan semangat kerja. Menurut penelitian oleh Johnson . rasa memiliki dan dukungan sosial di tempat kerja dapat meningkatkan kepuasan kerja dan motivasi. Dalam konteks SD Sains Al-Biruni morning briefing menciptakan suasana di mana guru merasa dihargai dan didukung oleh rekan-rekan mereka, yang mana ini akan meningkatkan kinerja mereka dalam mengajar. Dalam perspektif psikologis morning briefing juga dapat dilihat sebagai bentuk penguatan positif. Ketika guru mendapatkan umpan balik positif dari rekanrekan mereka dan merasa didukung dalam pekerjaan mereka, hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi mereka (Bandura, 1. Dengan demikian, morning briefing integratif tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas harian, tetapi juga sebagai alat strategis untuk meningkatkan motivasi dan kinerja guru di SD Sains Al-Biruni. Nilai-nilai Islam yang diintegrasikan dalam morning briefing berfungsi untuk memperkuat komitmen guru terhadap tugas mereka sebagai pendidik. Sejalan dengan teori motivasi yang menyatakan bahwa dukungan sosial dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan motivasi individu (Ryan & Deci, 2. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa program serupa dapat meningkatkan semangat kerja guru (Wahyul & Krismanda, 2. Mekanisme yang mendasari hubungan antara morning briefing dan perubahan motivasi serta kinerja terletak pada penciptaan lingkungan kerja yang mendukung serta pemberian makna spiritual dalam pekerjaan sehari-hari. Motivasi guru dalam bekerja dari perspektif Islam meliputi aspek spiritual seperti iman, taqwa, dan ihsan (Anwar, 2. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan morning briefing yang mengedepankan pembacaan ayat-ayat Al-QurAoan dan ikrar pendidik sebagai pengingat akan tanggung jawab moral mereka dalam mendidik generasi penerus. Selain itu teori yang dikemukakan oleh Oemar Hamalik menyatakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 153 ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Hamalik. Dalam penelitian ini peningkatan motivasi intrinsik di kalangan guru setelah mengikuti morning briefing menunjukkan bahwa kegiatan tersebut berhasil menciptakan energi positif yang mendorong mereka untuk lebih berkomitmen terhadap tugas mengajar. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi morning briefing integratif di SD Sains Al-Biruni secara signifikan meningkatkan semangat mengajar guru. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas harian tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat motivasi intrinsik guru melalui integrasi nilai-nilai spiritual, intelektual, dan profesional. Pembacaan ayat-ayat AlQurAoan dan ikrar pendidik dalam morning briefing memberikan makna yang lebih dalam terhadap tugas mengajar, menciptakan lingkungan kerja yang positif, dan berdampak pada kualitas pembelajaran siswa. Oleh karena itu, kegiatan morning briefing integratif dapat dijadikan model bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya meningkatkan semangat dan motivasi guru dalam menjalankan tugas pendidikan. DAFTAR PUSTAKA