VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index PENERAPAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS i SDS MUHAMMADIYAH SURO Rara Juliana1 . Andriana Sofiarini2 & Aswarliansyah3 rarajulianaa28@gmail. Universitas PGRI Silampri Universitas PGRI Silampari Universitas PGRI Silampari ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa PPKn kelas i SDS Muhammadiyah Suro setelah penerapan media teka-teki silang tuntas secara signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental design. Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro dan sampelnya adalah siswa kelas i yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-z pada taraf signifikansi a= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zhitung = 1,72 > Ztabel = 1,65 yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74,28. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa setelah diterapkan media teka-teki silang pada pembelajaran PPKn siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro tuntas secara signifikan. Kata Kunci: Hasil Belajar. Media Teka-Teki Silang ABSTRACT This research aims to determine the learning outcomes of PPKn class i students at SDS Muhammadiyah Suro after the application of crossword puzzle media has been significantly completed. The research method used is pre-experimental design. The population taken was all class i students at SDS Muhammadiyah Suro and the sample was class i students, totaling 25 students. The data collection technique uses a test in the form of essay questions. The data obtained were analyzed using the z-test at a significance level of a= 0. The research results showed that Zcount = 1. 72 > Ztabel = 1. 65, which shows that Ho was rejected and Ha was accepted with an average student learning outcome value of 74. So it can be concluded that student learning outcomes after implementing crossword media in PPKn learning for class i students at SDS Muhammadiyah Suro are significantly complete. Keywords: Hasil Belajar. Media Teka-Teki Silang PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses untuk menggali potensi dan kemampuan individu melalui pengalaman belajar, sehingga mereka memiliki persiapan yang cukup VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index untuk menjalani kehidupan dalam masyarakat, negara, dan bangsa. Hal ini sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab 1 pasal 1 dijelaskan bahwa AuPendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Sesuai dengan tujuan pendidikan yang diatur dalam Undang-undang tersebut, dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, berbagai permasalahan terkait pendidikan dan proses pembelajaran hendaknya mendapat perhatian yang lebih besar (Mansur, 2018: . Salah satu aspek penting dalam bidang pendidikan adalah kurikulum. merupakan suatu sistem rencana pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah menerapkan Kurikulum 2013 sebagai perbaikan dari KTSP. Dalam kurikulum 2013 ini, guru diarahkan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang memiliki elemen kreativitas, inovasi, dan afektivitas, serta dapat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat dan bangsa, terutama dalam konteks pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (PPK. Menurut Susanto (Hera, dkk. 2020: . PPKn merupakan mata pelajaran yang berperan sebagai sarana untuk mengembangkan serta mempertahankan nilai-nilai luhur dan moral yang bersumber dari kekayaan budaya Indonesia. Diharapkan bahwa nilainilai tersebut dapat tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa, baik dalam konteks individu maupun sebagai bagian dari masyarakat, serta sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Menurut (Saidurrahman & Arifinsyah, 2018: 2-. PPKn adalah upaya yang disengaja untuk mempersiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. Warga negara yang baik adalah mereka yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara. menurut Nurigansah (Fitriani & Dewi, 2021: . tujuan pembelajaran PPKn adalah membentuk moral yang diharapkan dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup perilaku yang mencerminkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang beragam agama, perilaku kemanusiaan yang adil dan beradab, dukungan terhadap persatuan bangsa dalam masyarakat dengan kepentingan beraneka ragam, dukungan terhadap kerakyatan yang mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan individu dan kelompok, serta penyelesaian perbedaan pemikiran, pendapat, atau kepentingan melalui musyawarah dan mufakat. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan ibu Rela Hati. Pd sebagai guru kelas i SDS Muhammadiyah Suro memperoleh informasi bahwa masih terdapat beberapa siswa yang nilai PPKnnya di bawah KKM yaitu 65. Hal ini dilihat dari siswa kelas i yang berjumlah 25 siswa, hanya 8 siswa . %) sudah dikategorikan tuntas VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index sedangkan 17 siswa . %) belum tuntas. Rendahnya pencapaian hasil belajar ini disebabkan karena guru masih menggunakan metode konvensional atau pembelajaran yang hanya berpusat pada guru. Meskipun metode ini tidak selalu merugikan, namun cenderung membuat siswa menjadi pasif dan cepat merasa bosan. Guru lebih banyak memaparkan materi, setelah itu menyuruh siswa untuk menyelesaikan soal. Guru hanya memanfaatkan buku cetak dan tidak pernah menggunakan bantuan media. Siswa tidak sepenuhnya mendengarkan penjelasan guru, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada hasil belajar mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan perubahan dalam pendekatan pembelajaran, beralih dari fokus pembelajaran yang terpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berfokus pada siswa, dengan menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran Menurut Asyhari & Silvia . 6: . Media pembelajaran mencakup segala hal yang digunakan untuk menyampaikan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan motivasi peserta didik, sehingga membantu kelancaran proses pembelajaran. Menurut Marlina . 1: . media adalah sebagai suatu alat atau sejenisnya yang dapat dipergunakan sebagai pembawa pesan. Salah satunya yaitu media teka-teki silang yang mampu menjadi solusi terhadap pembelajaran yang konvensional. Menurut Cahyo (Permana & Sintia, 2016: . pada hakikatnya teka-teki silang ialah aktivitas mengingat, mencari, dan menyesuaikan kata yang tepat bukan hanya cocok dengan jawabanya, melainkan juga jumlah kotak yang diberikan. Menurut Permata (Rahmah & Dewi, 2016: . media crossword puzzle . eka-teki silan. adalah jenis media yang berupa kotak-kotak yang terbagi menjadi dua arah, yakni mendatar . ejumlah kotak membentuk satu baris dan beberapa kolo. dan menurun . ejumlah kotak membentuk satu kolom dan beberapa Untuk menyudahi permainan ini, siswa harus menjawab soal yang sudah diberikan dan mengisi jawaban tersebut di dalam kotak-kotak yang sudah disediakan. Menurut Zaini (Rahma & Effendy, 2017: . teka-teki bisa menjadi alat pembelajaran yang efektif dan mengasyikkan tanpa mengurangi inti dari proses belajar yang sedang berlangsung, bahkan dapat mendorong partisipasi aktif peserta didik sejak awal. Dengan siswa yang merasa senang dalam suasana pembelajaran yang aktif, hasil belajar dapat mencapai potensi maksimal. Menurut Oktavia & Has . 7: . teka-teki silang adalah salah satu cara yang baik dan menarik untuk belajar tanpa kehilangan inti pembelajaran yang berkelanjutan, dan media pembelajaran teka-teki silang ini juga menciptakan lingkungan belajar yang mengasyikkan di kelas, membuat siswa berminat dan semangat mengikuti pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Media Teka-Teki Silang Terhadap Hasil Belajar PPKn Siswa Kelas i SDS Muhammadiyah SuroAy. VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index METHODS Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pre-eksperimen. Dalam penelitian pre-eksperimental design tidak adanya variable kontrol dan sampel tidak dipilih secara random. Penelitian menggunakan preeksperimental design dan desain eksperimen yang digunakan berbentuk one grup pretest-posttest design, yang dimana terlebih dahulu diberikan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan. Setelah pre-test, selanjutnya diberikan perlakuan dengan menggunakan media teka-teki silang. Kemudian diberikan post-test, maka akan mendapat skor akhir yang menentukan sejauh mana keberhasilan penerapan media teka-teki silang pada muatan pelajaran PPKn. Penelitian ini dilakukan di SDS Muhammadiyah Suro yang teretak di Desa Suro. Kecamatan Muara Beliti. Kabupaten Musi Rawas. Sumatera Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro tahun pelajaran 2023/2024. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah teknik tes. Tes yang digunakan oleh peneliti mencakup pre-test dan post-test berbentuk soal essay dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar belajar siswa sebelum dan sesudah menerima perlakuan. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini dilakukan di SDS Muhammadiyah Suro yang dimulai dari tanggal 20 Maret sampai dengan 20 April 2024 dengan menggunakan satu sampel penelitian yaitu kelas i dengan jumlah siswa 25 orang. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan rincian satu kali pre-test pada awal penelitian, kemudian melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media teka-teki silang sebanyak dua kali pertemuan. Dan satu kali post-test diakhir penelitian. Pemberian pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai materi keberagaman pekerjaan individu. Kemampuan awal adalah kemampuan yang dimiliki siswa sebelum menerima pelajaran baru. Kemampuan ini menunjukkan sejauh mana siswa siap untuk mempelajari materi yang akan diajarkan oleh guru. Setelah mengetahui kemampuan awal siswa, dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan media teka-teki silang yang dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Di akhir penelitian, dilakukan post-test untuk mengetahui kemampuan akhir siswa. Kemampuan akhir siswa adalah kemampuan siswa dalam penguasaan materi keberagaman pekerjaan individu yang merupakan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan media teka-teki silang. Deskripsi Data Tes Awal (Pre-tes. Pelaksanaan pre-test dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2024 yang diikuti siswa kelas i dengan jumlah 25 orang. Tes awal . re-tes. dilakukan bertujuan untuk mengetahui hasil belajar awal siswa tentang materi mengenai keberagaman VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index pekerjaan individu sebelum diberikan perlakuan dengan menggunakan media teka-teki Soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk essay sebanyak 10 soal. Berdasarkan hasil perhitungan, rekapitulasi data hasil pre-test dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Rekapitulasi Data Hasil Pre-Test Nilai RataNilai Nilai Siswa yang Tidak Siswa yang Tuntas Tertinggi Terendah Tuntas 20,11 0 siswa 25 siswa Berdasarkan tabel 1 hasil belajar pre-test siswa diperoleh nilai rata-rata 20,11. Nilai tertinggi sebesar 33 dan nilai terendah sebesar 10. Dari seluruh siswa kelas i yang mengikuti pre-test, belum ada siswa yang mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 65 yaitu 0% . siswa yang tunta. dan 100% . siswa yang tidak tunta. Jadi dapat disimpulkan bahwa, kemampuan awal siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro sebelum diterapkan media teka-teki silang termasuk kategori belum tuntas, karena nilai rata-ratanya kurang dari kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan. Deskripsi Data Tes Akhir (Post-tes. Pelaksanaan post-test dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 4 April 2024 dilakukan diakhir pembelajaran yang diikuti siswa kelas i yang berjumlah 25 orang. Pelaksanaan post-test bertujuan untuk mengetahui hasil belajar akhir siswa tentang materi keberagaman pekerjaan individu setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan media teka-teki silang. Jumlah soal yang diberikan pada post-test sebanyak 10 soal essay. Berdasarkan hasil perhitungan, rekapitulasi data hasil post-test dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Rekapitulasi Data Hasil Post-test Nilai RataNilai Nilai Siswa yang Tidak Siswa yang Tuntas Tertinggi Terendah Tuntas 74,28 21 siswa 4 siswa Berdasarkan tabel 2 hasil belajar post-test siswa diperoleh nilai rata-rata 74,28. Nilai tertinggi ialah sebesar 100 dan nilai terendah ialah sebesar 53. Siswa yang telah mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 65 sebanyak 84% . siswa yang tunta. Sedangkan siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 65 sebanyak 16% . siswa yang tidak tunta. Jadi dapat disimpulkan bahwa, kemampuan akhir siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro setelah penerapan media teka-teki silang termasuk dalam kategori sudah tuntas. Nilai rata-rata pre-test sebelum pembelajaran dilakukan diperoleh nilai 20,11 sedangkan pada post-test diperoleh nilai rata-rata sebesar 74,28. Analisis Data VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index Menentukan Nilai Rata-Rata ( ) dan Simpangan Baku . Hasil perhitungan nilai rata-rata dan simpangan baku pada tes awal . re-tes. dan tes akhir . ost-tes. di kelas i SDS Muhammadiyah Suro dapat dilihat pada tabel 3. Tes Tabel 3 Nilai Rata-Rata dan Simpangan Baku Nilai Rata-Rata ( ) Simpangan Baku . Tes awal (Pre-tes. Tes akhir (Post-tes. 20,11 74,28 7,49 12,06 Berdasarkan tabel 4. 3 di atas dapat dilihat bahwa pre-test nilai rata-rata 20,11 dan simpangan baku 7,49. Sedangkan post-test nilai rata-rata 74,28 dan simpangan baku 12,06. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak normal. Pada penelitian ini, uji normalitas menggunakan rumus ChiKuadrat dengan kriteria N2 hitung dibandingkan dengan N2 tabel dengan derajat kebabasan . k = n Ae 1 ), yang mana n adalah banyaknya kelas interval dan taraf signifikan 5% . = 0,. Jika N2 hitung < N2 tabel maka dinyatakan data berdistribusi normal. Namun jika Jika N2 hitung > N2 tabel maka dinyatakan data berdistribusi tidak normal. Rekapitulasi hasil perhitungan uji normalitas data pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Tes Kesimpulan Pre-test Post-test 5,4085 1,7937 11,07 11,07 Normal Normal Tabel 4. 4 di atas menunjukkan bahwa data pre-test diperoleh N2hitung 5,4085 dan data post-test diperoleh N2 hitung sebesar 1,7937 dengan N2 tabel sebesar 11,07. Hal ini berarti N2 hitung < N2 tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa data pre-test dan post-test berdistribusi normal. Uji Hipotesis : Hasil belajar siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro setelah diterapkan VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index media teka-teki silang kurang dari 65 ( < . : Hasil belajar siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro setelah diterapkan media teka-teki siang lebih dari atau sama dengan 65 ( Ou . Uji hipotesis adalah proses untuk membuktikan kebenaran hipotesis terhadap hasil penelitian. Hipotesis penelitian yang di uji adalah hasil belajar siswa setelah penerapan media teka-teki silang pada pembelajaran PPKn siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro signifikan tuntas. Hipotesis statsistika dalam penelitian ini Kriteria pengujiannya adalah jika Zhitung O Ztabel, maka Ho diterima dan Ha Jika Zhitung > Ztabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk taraf signifikan yaitu a = 0,05 dan dk = n-1. Berdasarkan hasil perhitungan, hasil uji hipotesis post-test dapat dilihat pada tabel 5. Data Post-test Tabel 5 Hasil Perhitungan Uji Hipotesis Zhitung Ztabel 1,72 1,65 Kesimpulan Zhitung > Ztabel Ho ditolak dan Ha diterima Berdasarkan tabel 5 hasil analisis uji hipotesis . mengenai kemampuan akhir siswa yang diperoleh data post-test menunjukkan Zhitung . > Ztabel . , maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn setelah diterapkan media teka-teki silang lebih dari atau sama Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti benar, sehingga dapat disimpulkan bahwa Auhasil belajar siswa setelah penerapan media teka-teki silang pada pembelajaran PPKn siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro signifikan tuntasAy. Pertemuan pertama, guru . alam hal ini penelit. menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari. Guru menjelaskan bahwa pembelajaran hari ini akan menggunakan media teka-teki silang. Setelah itu ,guru menjelaskan apa itu teka-teki silang. Pada kegiatan inti, guru menyampaikan materi mengenai keberagaman pekerjaan individu. Saat guru menjelaskan materi, masih banyak siswa yang kurang memperhatikan dan ribut. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru membagikan bahan bacaan kepada siswa dan meminta mereka untuk menandai serta mencatat bagian materi yang belum mereka pahami untuk ditanyakan. Guru juga membentuk 5 kelompok diskusi yang masing-masing terdiri dari 5 orang siswa. Setiap kelompok diberikan teka-teki silang untuk dibahas bersama teman kelompoknya VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index dengan batas waktu yang ditentukan. Siswa diminta untuk terlebih dahulu membaca petunjuk pengisian teka-teki silang sebelum mulai menjawab. Setelah itu guru dan siswa secara bersama-sama membahas hasil jawaban yang telah dikerjakan. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang menyelesaikan dengan cepat dan tepat. Selama proses pembelajaran menggunakan media teka-teki silang, partisipasi siswa tergolong aktif akan tetapi ada beberapa kendala yang muncul seperti beberapa siswa menjadi agak ribut saat menghadapi pertanyaan sulit, dan sebagian kecil dari mereka mendekati kelompok lain untuk meminta jawaban. Hal ini disebabkan karena siswa belum pernah melakukan pembelajaran dengan mengisi teka-teki silang yang diberikan oleh guru. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru memberikan petunjuk tambahan atau bimbingan untuk membantu siswa menemukan jawaban sendiri. Kendala yang muncul dalam pertemuan ini akan diperbaiki pada pertemuan berikutnya agar proses pembelajaran di kelas menjadi lebih maksimal. Pada kegiatan akhir, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Guru menanyakan pemahaman siswa tentang materi tersebut dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat mereka mengenai pembelajaran yang telah diikuti. Pada pertemuan kedua, kegiatan inti dimulai dengan mengingatkan siswa tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya dan mengingatkan bahwa pembelajaran akan menggunakan media teka-teki silang. Guru kemudian kembali menjelaskan apa itu teka-teki silang. Setelah itu, guru membagikan bahan bacaan dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum mereka Guru membentuk siswa menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 Setiap kelompok diberi sebuah teka-teki silang untuk didiskusikan bersama dalam batas waktu yang ditentukan. Sebelum memulai menjawab, siswa diminta untuk membaca petunjuk pengisian teka-teki silang. Setelah itu, guru dan siswa bersamasama membahas hasil jawaban yang telah dikerjakan. Selama kegiatan belajar, guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil menyelesaikan dengan cepat dan benar. Pada akhir kegiatan, guru dan siswa bersama-sama merangkum materi yang sudah dipelajari. Guru menanyakan pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan kepada mereka untuk berbagi pendapat tentang pembelajaran yang telah dilakukan. Pada pertemuan ini, kegiatan pembelajaran dengan media teka-teki silang sudah berjalan dengan baik dan maksimal, karena siswa mulai terbiasa dengan pembelajaran menggunkan teka-teki silang. Namun, terdapat sedikit kendala saat pembagian kelompok, dimana ada seorang siswa yang menolak bergabung dengan kelompok yang tidak ada teman dekatnya. Untuk mengatasi hal tersebut, guru akhirnya menukar siswa tersebut ke kelompok yang ada temannya. VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index Setelah menyelesaikan proses pembelajaran pada pertemuan pertama dan kedua dengan menerapkan media teka-teki silang dalam pembelajaran PPKn, seanjutnya peneliti melaksanakan post-test di akhir pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test relatif lebih tinggi dari nilai rata-rata pre-test. Dilihat dari hasil perhitungan uji normalitas data nilai pre-test dan post-test siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro menggunakan uji kecocokan N2 Chi-Kuadrat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal pada taraf kebercayaan a = 0,05 didapatkan hasil pre-test N2 hitung . ,4. dan post-test N2 hitung . ,7. < N2 tabel . Selanjutnya Zhitung dibandingkan dengan nilai Ztabel dengan dk = n Ae 1 . = 24 didapatkan nilai Zhitung . dan Ztabel . Jadi hasil analisis nilai Zhitung > Ztabel. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn dengan media teka-teki silang berhasil mencapai ketuntasan belajar yang signifikan sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah untuk kelas i, yaitu sebesar 65. Dengan demikian hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa setelah penerapan media teka-teki silang pada pembelajaran PPKn siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro signifikan tuntas. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan penelitian ini terbukti bahwa hasil belajar siswa setelah penerapan media teka-teki silang pada pembelajaran PPKn siswa kelas i SDS Muhammadiyah Suro signifikan tuntas. REFERENCES