https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Volume 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Page 90-97 HUBUNGAN INTRA INDUSTRY TRADE KOMODITI TEH, KOPI. REMPAH-REMPAH DENGAN MITRA DAGANG ASEAN-4 DAN ASIA TIMUR Oleh: Kadek Aglena Parisesa Anak Agung Bagus Putu Widanta Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Jln Raya Kampus Jimbaran. Bali Indonesia aglenaparisesa1@gmail. Proses Review 1-27 Agustus, dinyatakan lolos 28 Agustus Abstract Foreign trade plays an important role in the economic development of a nation because of the competition in the global market. The IIT Index is a cross-country trade index that displays simultaneous imports and exports of goods or services from the same sector. This study uses secondary data obtained from the official website of the Central Statistical Organization (BPS) as a source of information. The research method used is quantitative with a population of 5 years in 7 Asian countries. The following estimation method uses panel regression data, and the results of the study showed that GDP and exchange rates have a significant positive and partial effect on intra-industry trade, while geographic distance has no effect on intra-industry trade. The geographical distance does not affect intratrade because the distance is fixed every year so that the distance separating the two countries does not affect the cost of transportation in trade between them. Keywords: IIT Index. Tea. Coffee, and Spices. International trade. Abstrak Perdagangan luar negeri memainkan peran krusial dalam perkembangan ekonomi suatu bangsa karena persaingan di pasar global. Indeks IIT merupakan indeks perdagangan antar negara yang menunjukkan impor dan ekspor barang atau jasa secara bersamaan dari sektor yang sama. Studi ini memanfaatkan data sekunder yang didapat dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai sumber informasi. Metode penelitian yag digunakan bersifat kuantitatif dengan populasi sebanyak 5 tahun di 7 negara Asia. Teknik estimasi selanjutnya memakai regresi data panel hasil penelitian menunjukkan GDP dan nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap intra industri trade sedangkan jarak geografis tidak berpengaruh terhadap intra industri Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Tidak berpengaruhnya jarak geografis terhadap intra industri trade dikarenakan. Jarak yang konstan setiap tahunnya, sehingga semakin jauh jarak yang memisahkan dua negara tidak akan memengaruhi biaya transportasi dalam perdagangan antara mereka. Kata kunci: IIT Index. Teh. Kopi. Rempah-Rempah. Perdagangan Internasional. Pendahuluan Setiap negara mempunyai tujuan serupa, yakni mencapai taraf hidup yang sejahtera. Perdagangan terbuka memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara karena kemampuannya bersaing di pasar global. Keuntungan utama dari perdagangan global adalah memungkinkan negara untuk menekankan produksi barang dan jasa yang lebih efektif dan berkualitas tinggi. Leitao dan Shahbaz . berpendapat bahwa tren globalisasi pada era tersebut melahirkan paradigma baru dalam perekonomian internasional, khususnya dalam perdagangan antar industri. IIT terjadi ketika suatu negara melakukan ekspor dan impor Barang-barang yang mirip dari sektor yang Dalam perdagangan antar industri (PAI), barang-barang yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan lokal atau untuk diekspor biasanya memiliki pangsa pasar yang lebih luas, sehingga mendorong skala ekonomi. Indeks IIT yang diluncurkan oleh Grubel dan Lloyd adalah indeks perdagangan internasional yang menunjukkan impor dan ekspor barang atau jasa secara bersamaan di sektor yang sama. Indikator ini dapat digunakan untuk menunjukkan perdagangan negara . aik unilateral maupun bilatera. Tabel 1. Klasifikasi Nilai IIT Nilai IIT Klasifikasi 0,00 One-way Trade . idak ada integras. 0,00 Ae 24,99 Weak Integration . ntegrasi lema. 25,00 Ae 49,99 Mild Integration . ntegrasi sedan. 50,00 Ae 74,99 Moderately agak kua. 75,00 Ae 99,99 Strong Integration . ntegrasi kua. Integration . ntegrasi Sumber: Retnowati, 2009. Ide perdagangan dalam industri sama sebenarnya timbul sebagai respons terhadap tren baru dalam pola perdagangan global pada waktu itu. Kriteria Krugman . dapat digunakan untuk menentukan IIT tinggi dan rendah. tinggi bila nilainya 40%, berarti perdagangan yang berlangsung adalah IIT . ntermediate degree of monopol. , jika indeksnya di bawah 40%, maka perdagangan terjadi antar industri. tingkat monopoli rendah. Kategori ini sesuai dengan Sensus Manufaktur. Laporan Khusus: Konsentrasi Manufaktur (Koch, 1. Menurut Salvatore . , semakin kecil fluktuasi nilai mata uang suatu negara menunjukkan bahwa keadaan ekonomi negara tersebut relatif baik, maka akan menyebabkan semakin kecil volume impor negara dengan negara mitra tersebut, dan sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa nilai mata uang yang stabil dapat memengaruhi keputusan perdagangan internasional antara dua negara. Selain itu, nilai mata uang yang stabil juga dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mengurangi risiko investasi di negara tersebut. Oleh karena itu, menjaga stabilitas nilai mata uang merupakan salah satu tujuan utama kebijakan ekonomi suatu Terlepas dari harga relatif barang/jasa yang dipertukarkan, bisnis melibatkan biaya seperti biaya administrasi, biaya transportasi barang, biaya upah, dll. Menurut Ayuwang . ikutip dalam Li dan Zau, 2. , situasi ini tidak dapat diukur sebagai variabel jarak perdagangan bilateral bila hanya menggunakan jarak geografis, tetapi tercermin pada bagian PDB yang menunjukkan pertumbuhan negara. Dari segi distribusi, biaya sirkulasi tentu saja tidak dapat dipisahkan dari biaya transportasi. Jarak pendek antara negara mitra dan negara mitra dagang mempengaruhi biaya transportasi. Sektor pertanian memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perdagangan internasional. Banyak hasil pertanian yang dapat dijadikan sebagai produk terbaik di Indonesia. Perkebunan HUBUNGAN INTRA INDUSTRY TRADE KOMODITI TEH. KOPI. REMPAH-REMPAH DENGAN MITRA DAGANG ASEAN-4 DAN ASIA TIMUR Kadek Aglena Parisesa | Anak Agung Bagus Putu Widanta Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 sebagai salah satu cabang pembantu pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian Indonesia. Selain itu, terdapat lapangan kerja sektor hasil pertanian yang terdiri dari 22,69 juta tenaga kerja dan petani. Melihat pangsa PDB pertanian, produk pertanian mencapai 34 persen atau Rp 429,68 triliun, dan angka ini melebihi pangsa migas dalam PDB negara yang hanya Rp 369,35 triliun pada 2019. Dalam perdagangan intra industri, perbedaan produk domestik bruto dapat dilihat sebagai perbedaan absolut ukuran pasar antara dua negara perdagangan, yang digunakan sebagai penghalang perdagangan intra industri dalam jenis industri yang sama. Perdagangan internasional menawarkan keuntungan bagi setiap negara, tetapi banyak orang skeptis tentang manfaat membeli barang yang dapat diproduksi sendiri oleh negara Krugman . berkata bahwa, terdapat dua motif utama mengapa negara terlibat dalam perdagangan internasional. Hal ini disebabkan oleh perbedaan antara masing-masing Dalam konteks yang sama, suatu negara terlibat dalam satu wadah perdagangan dengan negara lainnya dengan tujuan mencapai skala ekonomi dalam produksi. Dengan kata lain, jika setiap negara hanya menghasilkan sejumlah barang tertentu, negara tersebut dapat memproduksi barang terkait dalam jumlah yang lebih besar dan dengan efisiensi yang lebih besar daripada jika memutuskan untuk memproduksi semua jenis barang. Hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: H1: Variabel PDB, nilai tukar, dan jarak geografis berpengaruh positif terhadap perdagangan intra-industri di Indonesia dalam budidaya teh, kopi, dan rempah-rempah. ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X orang dari tujuh negara selama lima tahun . Observasi non-partisipan digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Metode pengumpulan data adalah membaca, menyalin dan mengolah dokumen yang ada dan dokumen tertulis. Teknik analisis data penelitian ini mengambil dari hasil integrasi indeks perdagangan intra industri dengan menggunakan model data panel time series. Uji spesifikasi model yang digunakan adalah uji Chow, uji Hausman, dan uji koefisien Lagrange untuk menentukan model interaksi, fixed effect, atau random effect yang sesuai. Keabsahan hasil estimasi regresi selanjutnya harus diperiksa dengan menggunakan asumsi klasik. Prasyarat sebelum melakukan uji hipotesis adalah uji hipotesis BLUE (Best Linear Unbiased Estimato. , dimana uji hipotesis klasik yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi. Di samping itu, guna memperoleh informasi mengenai kepentingan koefisien regresi setiap variabel independen, dijalankan pengujian signifikansi pada variabel bebas terhadap variabel terikat melalui uji koefisien determinasi (R. , uji t, uji f. Hasil Penelitian dan Pembahasan Dalam penilitian ini yang menjadi kriteria responden adalah 7 negara yang berada di Kawasan Asia yakni Malaysia. Singapura. Thailand. Vietnam. Jepang. China. Korea Selatan. Tabel 2. Hasil Intra Industry Trade Index Reporter Partner Dagang Metode Penelitian Studi ini menerapkan metode kuantitatif asosiatif yang berpusat di Indonesia. Variabel dalam penelitian menggunakan satu variabel terikat dan tiga variabel bebas. Indeks IIT sebagai variabel terikat dan produk domestik bruto (PDB), nilai tukar, jarak geografis sebagai variabel bebas. Populasi penelitian ini meliputi ukuran PDB, nilai tukar, dan jarak geografis Indonesia dengan negara mitra. Sampel terdiri dari 35 Indonesia Malaysia Indonesia Singapur Tahun Klasifikasi 6,10 Integrasi Lemah 10,52 Integrasi Lemah 12,74 Integrasi Lemah 11,93 Integrasi Lemah 44,33 Integrasi Sedang 3,58 Integrasi Lemah 6,05 Integrasi Lemah 5,68 Integrasi Lemah 7,56 Integrasi Lemah 7,27 Integrasi Lemah HUBUNGAN INTRA INDUSTRY TRADE KOMODITI TEH. KOPI. REMPAH-REMPAH DENGAN MITRA DAGANG ASEAN-4 DAN ASIA TIMUR Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 Kadek Aglena Parisesa | Anak Agung Bagus Putu Widanta ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Thailand Vietnam Jepang China Korea Selatan https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 11,39 Integrasi Lemah 61,46 Integrasi Agak Kuat 98,01 Integrasi Kuat 53,39 Integrasi Agak Kuat 28,32 Integrasi Sedang 36,24 Integrasi Sedang 98,99 Integrasi Kuat 73,64 Integrasi Agak Kuat 53,73 Integrasi Agak Kuat 67,16 Integrasi Agak Kuat 3,00 Integrasi Lemah 4,30 Integrasi Lemah 7,69 Integrasi Lemah 4,31 Integrasi Lemah 4,56 Integrasi Lemah 30,57 Integrasi Sedang 80,40 Integrasi Kuat 38,93 Integrasi Sedang 19,45 Integrasi Lemah 17,51 Integrasi Lemah 1,48 Integrasi Lemah 2,16 Integrasi Lemah 3,56 Integrasi Lemah 2,75 Integrasi Lemah 4,78 Integrasi Lemah Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan hasil IIT Index pada Tabel 2, menunjukkan bahwa tingkat integrasi perdagangan antara Indonesia dan Malaysia menunjukkan nilai indeks IIT tertinggi pada tahun 2021 sebesar 44,33 poin yang menunjukkan integrasi sedang antara teh, kopi, rempah-rempah dan bumbu. Nilai indeks IIT paling tinggi dan paling rendah yang terjadi pada tahun 2017 dengan nilai 6,10 poin. Derajat integrasi perdagangan Indonesia-Singapura ditunjukkan dengan nilai indeks IIT tertinggi pada tahun 2020 sebesar 7,56 poin yang menunjukkan lemahnya integrasi teh, kopi dan rempah-rempah, dan nilai indeks IIT terendah pada tahun 2017 sebesar 3,58 poin. Derajat integrasi perdagangan antara Indonesia dan Thailand menunjukkan indeks IIT dengan skor tertinggi 98,01 poin pada tahun 2019, menunjukkan integrasi yang kuat pada teh, kopi dan rempah-rempah, dan nilai indeks IIT terendah sebesar 28,32 poin pada tahun Derajat integrasi perdagangan antara Indonesia dan Vietnam menunjukkan indeks IIT dengan skor tertinggi 98,99 poin pada tahun 2018, yang menunjukkan kuatnya integrasi teh, kopi dan rempah-rempah, dan indeks IIT terendah pada tahun 2017 sebesar 36,24 poin Derajat integrasi perdagangan antara Indonesia dan Jepang menunjukkan nilai indeks IIT tertinggi pada tahun 2019 sebesar 7,69 poin yang mengindikasikan lemahnya integrasi teh, kopi dan rempah-rempah, dan nilai indeks IIT terendah pada tahun 2017 sebesar 3,00 poin. Tingkat integrasi perdagangan antara Indonesia dan China menunjukkan indeks IIT tertinggi pada tahun 2018 dengan 80,40 poin, menunjukkan integrasi yang kuat pada teh, kopi dan rempahrempah, dan indeks IIT terendah pada tahun 2021 dengan 17,51 poin. Tingkat integrasi perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan ditunjukkan oleh indeks IIT tertinggi1 pada tahun 2012 dengan 4,78 poin, menunjukkan lemahnya integrasi teh, kopi dan rempah-rempah, dan indeks IIT terendah pada tahun 2017 adalah 1,48. Poin. Penghitungan statistik deskriptif memberikan ringkasan atau deskripsi data yang dilihat dari nilai terendah, tertinggi, nilai tengah, dan variabilitas. Untuk memberikan gambaran analisis deskriptif lebih lanjut, tabel 3 berikut menjelaskan dengan detail: HUBUNGAN INTRA INDUSTRY TRADE KOMODITI TEH. KOPI. REMPAH-REMPAH DENGAN MITRA DAGANG ASEAN-4 DAN ASIA TIMUR Kadek Aglena Parisesa | Anak Agung Bagus Putu Widanta Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Tabel 3. Hasil Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Stgd. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Sumber: Data diolah, 2023 Jika dilihat hasil pengujian yang ditampilkan pada tabel 3, dapat disimpulkan bahwa variabel Y yaitu intra industri trade memiliki nilai minimum sebesar 0,0100000 dan nilai maksimum 0,990000. Dengan rata-rata 0,264000 dan standar deviasi 0,291963 Nilai rata-rata yang lebih besar dari standar deviasi menunjukan jika sebaran data dalam variabel dalam kategori Variabel X1 yaitu GDP memiliki nilai minimum sebesar 281. 000 dan nilai maksimum 17. Dengan rata-rata. 000 dan standar deviasi Nilai rata-rata yang lebih rendah dari standar deviasi menunjukan jika variance data pada varabel tergolong tinggi. Variabel X2 yaitu nlai tukar memiliki nilai minimum 080000 dan nilai maksimum Dengan rata-rata -0,093829 dan standar deviasi 0,413598. Nilai rata-rata yang lebih tinggi dari standar deviasi menunjukan jika sebaran data dalam variabel dalam kategori baik. Variabel X3 yaitu jarak geografis memiliki nilai minimum sebesar 1148,000 dan nilai maksimum 4821,000. Dengan rata-rata 2861,286 dan standar deviasi 1445,584. Nilai rata-rata yang lebih besar dari standar deviasi menunjukan jika sebaran data dalam variabel dalam kategori Tabel 4. Hasil Uji Regresi Berganda Common Effect Variable Coefficient Std. Error TStatistic Prob. Sumber: Data diolah, 2023 Y = -2,277990 0,066949(X. 0,170111(X. 0,110649(X. Persamaan regresi data panel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Konstanta sebesar -2,277990 artinya jika GDP, nilai tukar dan jarak geografis bernilai konstan maka intra industri trade akan bernilai sebesar -2,277990. Koefisien regresi variabel GDP sebesar 0,066949 artinya jika variabel GDP meningkat 1 Juta USD maka variabel intra industri trade akan meningkat sebesar 0,066949. Hal ini menunjukan jika variabel GDP memiliki hubungan positif terhadap intra industri trade namun kurang signifikan terhadap kekuatan integrasi Indonesia dengan negara partner, karena untuk mencapai tingkat intergrasi yang kuat harus berada di tingkatan 75,00-99,99 poin. Sehingga agar mendapatkan integrasi yang kuat Indonesia harus meningkatkan GDP sebesar Ou $ Koefisien regresi variabel nilai HUBUNGAN INTRA INDUSTRY TRADE KOMODITI TEH. KOPI. REMPAH-REMPAH DENGAN MITRA DAGANG ASEAN-4 DAN ASIA TIMUR Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 Kadek Aglena Parisesa | Anak Agung Bagus Putu Widanta ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 tukar sebesar 0,170111 artinya jika variabel nilai tukar meningkat 1 USD maka variabel intra industri trade akan meningkat sebesar 0,170111. Hal ini menunjukan jika variabel nilai tukar memiliki hubungan positif terhadap intra industri Hal ini menunjukkan bahwa depresiasi nilai dollar akan meningkatkan pangsa IIT, karena volume ekspor akan bertambah. Koefisien regresi variabel jarak geografis sebesar 0,110649 artinya jika variabel jarak geografis meningkat 1 Km maka variabel intra industri trade akan meningkat sebesar 0,110649. Hal ini menunjukan jika variabel jarak geografis memiliki hubungan positif terhadap intra industri trade Tabel 5. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda R-squared Mean terikatt Adjusted RSquared D terikatt E of Akaike info Sum Squared Schwarz Log likehood 483482 Hannan-Quinn DurbinWatson stat F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan tabel 8 hasil analisis menunjukan nilai dw sebesar 1,979165 dengan nilai du sebesar 1,6528. Dengan persamaan Durbin Watson deteksi autokorelasi positif: 1,979165 > 1,6528 yang berarti tidak terdapat autokorelasi Nilai koefisien determinasi mengindikasikan seberapa besar persentase model regresi dapat menjelaskan variasi dari variabel dependen. Rentang nilai R2 adalah 0 O R2 Ou 1, maka ketika R2 sama dengan nol . maka variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen secara bersama-sama. Sebaliknya, ketika R2 sama dengan 1, maka variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen secara keseluruhan. Berdasarkan hasil pada tabel 8 menunjukan bahwa hasil uji koefisien determinasi se- nilai 0,361284. Hal ini menunjukan bahwa 36,12% variabel intra industri trade dijelaskan oleh GDP. Nilai tukar dan jarak geografis. Sisanya, 63,88% dipengaruhi variabel lain diluar dalam variabel penelitian. Uji F dipergunakan untuk menentukan apakah variabel bebas secara kolektif berdampak signifikan terhadap variabel terikat. Tabel 6. Hasil Uji F F-Statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan hasil uji pada tabel 9 menunjukan bahwa hasil nilai F statistic sebesar 5,844958 dengan probabilitas 0,002759. Hal ini menunjukan bahwa variabel GDP, nilai tukar dan jarak geografis secara bersama-sama berpengaruh terhadap intra industri trade. Uji t dimanfaatkan untuk menentukan apakah variabel bebas pada model regresi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat secara parsial. Tabel 7. Hasil Uji T Variable Coefficient Std. Error Prob. Sumber: Data diolah, 2023 Hasil uji pada tabel 10 menunjukan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,0432 dengan nilai thitung sebesar 2,108586 > t tabel sebesar 1,69389 maka dapat disimpulkan jika GDP berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap intra industri trade. Hasil uji membuktikan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,0402 dengan nilai t-hitung sejumlah 2. 141317 > t tabel sejumlah 1,69389 dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa nilai tukar memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap intra industri trade. Hasil uji menunjukan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,2588 dengan nilai t-hitung sebesar 1,150263 < t tabel sebesar HUBUNGAN INTRA INDUSTRY TRADE KOMODITI TEH. KOPI. REMPAH-REMPAH DENGAN MITRA DAGANG ASEAN-4 DAN ASIA TIMUR Kadek Aglena Parisesa | Anak Agung Bagus Putu Widanta Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 1,69389 dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa jarak geografis tidak berpengaruh terhadap intra industri trade. Simpulan PDB memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perdagangan intra-industri. Hal ini diakibatkan karena PDB suatu negara dapat menunjukkan kemampuan negara tersebut dalam memproduksi barang ekspor. Kapasitas ekonomi suatu negara dapat diketahui melalui kurva batas kemungkinan produksinya. Selain itu, nilai tukar juga menunjukkan efek positif dan signifikan kepada perdagangan intra-industri. Meskipun jarak geografis antara negara tidak mempengaruhi perdagangan dalam industri tertentu, biaya transportasi dapat menjadi faktor penting dalam perdagangan antar negara yang jaraknya semakin jauh. Namun demikian, adanya perjanjian antara negara-negara dapat ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X meminimalisir biaya tambahan untuk pengiriman barang. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa rata-rata hasil integrasi Indonesia dengan tujuh negara mitra berada pada klasifikasi integrasi lemah yang artinya volume impor lebih dominan dibandingkan volume ekspor. Pemerintah menyarankan untuk hubungan bilateral agar penyelenggaraan bisnis ekspor ke negara lain tidak menimbulkan biaya tambahan yang mempengaruhi perkembangan industri dalam negeri. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa rata-rata hasil integrasi Indonesia dengan tujuh negara mitra berada pada klasifikasi integrasi lemah yang artinya volume impor lebih dominan dibandingkan volume ekspor. Pemerintah menyarankan untuk hubungan bilateral agar penyelenggaraan bisnis ekspor ke negara lain tidak menimbulkan biaya tambahan yang mempengaruhi perkembangan industri dalam negeri. Daftar Pustaka