Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Pengaruh Pemberian Pakan Nabati Lemna sp. dan Azolla sp. Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticu. (Effect of Natural Feeding Lemna sp. and Azolla sp. on the Growth of Tilapia Fish (Oreochromis niloticu. Seed. Yunaldi*. Dian Lestari. Muh. Ansar Program Studi Akuakultur. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat *Corresponding author: naldimamuju5@gmail. ABSTRACT This research aims to determine the effect of providing and using vegetable feed Lemna sp. and Azolla sp. on the growth of tilapia fry. The size of the tilapia seeds used in the research was 3 Ae 5 cm, with an average initial weight of 1. 4 g. The frequency of feeding is given in the morning and evening. The frequency of feeding is 2 times a day as much as 20% of the body weight of tilapia seeds. The method of feeding is that first. Lemna sp. and Azolla sp. are chopped so that they become smaller in size according to the mouth opening of the tilapia fry. The method in this research used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and each treatment used 3 replications were obtained and the research results were processed using SPSS software version 22. The results showed that feeding Lemna sp. and Azolla sp. had no real effect on the average absolute weight growth, average absolute length growth, average daily growth rate and average feeding efficiency, but had a significant effect on the average survival rate of tilapia fish fry. Average absolute length growth, absolute weight growth, daily growth rate, survival and efficiency of utilization of the best tilapia seed feed in treatment C, namely a combination of Lemna sp. and Azolla sp. with values respectively 0. 95 cm, 0. 56 g, 95. 55 %, 1. 09 g and 42. 04 %. Keywords: Azolla sp. Lemna sp. Natural feed. Tilapia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan penggunaan pakan nabati Lemna sp. dan Azolla sp. terhadap pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat. Benih ikan nila yang digunakan dalam penelitian yaitu 3-5 cm, dengan rataan bobot awal 1,4 g. Frekuensi pemberian pakan yaitu 2 kali sehari sebanyak 20% dari bobot tubuh benih ikan nila. Lemna sp. dan Azolla sp. yang diberikan dicincang-cincang sehingga ukurannya lebih kecil sesuai dengan bukaan mulut benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS Versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan nabati Lemna sp. dan Azolla sp. tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian dan efisensi pemberian pakan, tetapi berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan ikan nila. Rataan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan nila terbaik pada perlakuan C yaitu kombinasi antara Lemna sp. dan Azolla sp. dengan nilai berturut-turut 0,95 cm, 0,56 g, 95,55 %, 1,09 g, dan 42,04 %. Kata Kunci: Azolla sp. Ikan nila. Lemna sp. Pakan nabati AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Yunaldi et al. | Seminar Nasional PKP I . : 125 Ae 133 pengaruh pemberian pakan alami Lemna sp. dan Azolla sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan penggunaan pakan nabati Lemna sp. Azolla sp. terhadap pertumbuhan benih ikan Pendahuluan Ikan nila (Oreochromis niloticu. adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia dan juga memiliki nilai ekonomis . Ikan nila dapat hidup di air tawar, air payau dan air laut. Ikan nila juga tahan terhadap perubahan lingkungan, bersifat ommivora dan mampu mencerna makanan secara efisien . Salah satu kendala yang dihadapi para pembudidaya adalah harga pakan yang cukup mahal sehingga tidak terjangkau oleh Mahalnya mengakibatkan kurangnya minat masyarakat untuk mengembangkan usahanya karena keuntungan yang didapatkan kurang maksimal bahkan bisa merugi . Tanaman Lemna sp. lebih dikenal dengan duckweed yaitu tanaman air yang berukuran kecil yang mengapung di atas air dan berpotensi sebagai pakan segar ataupun bahan pakan karena memiliki nutrisi cukup yang Kandungan protein kasar dari Lemna yakni sebesar 25,22 %, serat 7 Ae 14 %, karbohidrat 35 %, lemak 3 Ae 7 % dan kandungan vitamin serta mineral yang cukup Tanaman air ini memiliki produktivitas yang tinggi dan pada kondisi optimal dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu dua hari . Tanaman Azolla sp. merupakan gulma air yang tidak termanfaatkan, tetapi memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu 28,12 % berat kering ,10 Ae 15 % mineral, dan 7 Ae 10 % dengan komposisi asam amino esensial yang lengkap (Ilhamdi et al. , 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Andini et al. tentang pemberian Lemna sp. terhadap pertumbuhan dan efesiensi pakan ikan nila diperoleh bahwa tumbuhan tersebut baik untuk dijadikan pakan dan pemberian Lemna sp. segar menghasilkan laju pertumbuhan mutlak sebesar 11,2 g dan kualitas air dalam kisaran aman untuk pemeliharaan ikan. Pemanfaatan pakan dari bahan alami yang memiliki harga rendah diharapkan dapat menjadi terobosan dan alternatif untuk menekan biaya produksi dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan nila. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang Metode Penelitian Materi Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: akuarium, pH meter, thermometer, timbangan digital, kain lap, alat tulis, jangka sorong, ammonia tes kit, baskom, aerator. Bahan yang digunakan yaitu: benih ikan nila ukuran 3 Ae 5 cm. Azolla sp. Lemna sp. , pupuk NPK. Prosedur Penelitian Persiapan Hewan Uji Hewan uji yang digunakan dalam penelitian adalah benih ikan nila yang berumur 1 bulan sebanyak 15 ekor dengan rataan panjang 3 Ae 5 cm dan rataan bobot 1,4 g. Kepadatan ideal benih yang digunakan sebanyak 15 ekor/wadah pemeliharaan dengan volume air 15 L . ekor/L. Pemberian pakan dan pengukuran kualitas air dilakukan pada 00 dan 17. 00 WITA. Persiapan Pakan Uji Kultur Lemna sp. Langkah awal dalam budidaya Lemna sp. yaitu menyiapkan bibit Lemna sp kemudian menyiapkan media kultur yaitu ember. Ember di isi tanah dengan kisaran ketinggian 5 Ae 10 cm, setelah itu ditambahkan air dengan kisaran ketinggian 5 Ae 10 cm. Pemeliharaan dilakukan dengan cara pemberian pupuk NPK. Dosis pupuk yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lingkungan. Penebaran bibit Lemna sp. sebanyak 1/4 dari luas ember. Pemanenan tanaman Lemna sp. dilakukan sekali setiap hari dengan metode 1/3 Persiapan Pakan Uji Kultur Kultur Azolla sp. Budidaya Azolla sp. dilakukan dengan menyiapkan bibit Azolla sp, kemudian menyiapkan ember sebagai media kultur. Ember tersebut di isi tanah dengan kisaran ketinggian sekitar 5 Ae 10 cm kemudian Yunaldi et al. | Seminar Nasional PKP I . : 125 Ae 133 ditambahkan air setinggi 5 Ae 7 cm. Tambahkan pupuk NPK secukupnya lalu menebar bibit Azolla sp. microphyila dengan jumlah penebaran yang di sesuaikan dengan wadah kultur, tunggu selama dua minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air jangan sampai kering, jika Azolla sp. sudah tumbuh menutupi permukaan air, selanjutnya siap dipanen. Variabel yang Diamati Pertumbuhan Panjang Mutlak Panjang benih ikan nila yang diukur dari bagian kepala hingga sirip ekor. Pengukuran Pertumbuhan panjang mutlak dihitung dengan menggunakan formula 1 . Pergantian Air Lm = Lt Ae L0 Pada masa pemeliharaan dilakukan penyiponan dan pergantian air setiap 2 kali seminggu untuk menjaga kualitas air pemeliharaan tetap terjaga dengan baik. Penyiponan dilakukan dengan menyedot kotoran-kotoran yang mengendap di dasar akuarium yang berasal dari feses ikan selain itu juga dilakukan pergantian air dengan cara membuang air pemeliharaan sebanyak 30 % dari volume air awal, kemudian diganti dengan air yang baru sebanyak volume air yang telah . Keterangan: Lm = Pertumbuhan panjang mutlak . Lt = Rataan panjang akhir . L0 = Rataan panjang awal . Pertumbuhan Bobot Mutlak Pertumbuhan bobot mutlak diukur dengan menggunakan timbangan digital. Pertumbuhan mutlak dihitung dengan berdasarkan formula 2 . Teknik Sampling W = Wt Ae W0 Sampling dilakukan setiap 10 hari sekali dengan menggunakan seser, ikan dimasukkan ke dalam ember untuk menampung benih yang akan diukur panjangnya juga ditimbang berat Benih ikan nila yang digunakan ditimbang beratnya pada awal penelitian dan setiap 10 hari sampai akhir penelitian untuk mengetahui pertumbuhannya. Selanjutnya ikan diamati setiap hari dan dihitung, jika ada yang mati dihitung untuk menentukan persentase kelangsungan hidupnya. Keterangan: W = Pertumbuhan bobot mutlak . Wt = Rataan bobot akhir . W0 = Rataan bobot awal . Kelangsungan Hidup Derajat kelangsungan hidup atau survival rate (SR) dihitung dengan menggunakan formula 3 . SR (%) = 1 N0 y 100 Rancangan Penelitian . Keterangan: Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 9 unit Perlakuan yang diujikan merujuk pada penelitian Iskandar et al. , . Perlakuan A = Lemna sp. 20 % bobot tubuh. Perlakuan B = Azolla sp. 20 % bobot tubuh. Perlakuan C = Lemna sp. 10 % Azolla sp. % bobot tubuh. SR = Kelangsungan hidup (%) Nt = Jumlah ikan yang hidup pada akhir pemeliharaan . N0 = Jumlah ikan pada awal pemeliharaan . Efisiensi Pemanfatan Pakan Perhitungan efesinesi pemanfaatan pakan dihitung menggunakan formula 4 . EPP = Wt- W0 Yunaldi et al. | Seminar Nasional PKP I . : 125 Ae 133 Keterangan: Analisis Data EPP = Efisiensi pemanfaatan pakan (%) Wt = Berat tubuh hewan uji pada akhir penelitian . W = Berat tubuh hewan uji pada awal penelitian . F = Jumlah pakan hewan uji yang diberikan selama penelitian . Data diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95 % dengan bantuan software SPSS versi 22. Apabila perlakuan berpengaruh terhadap parmeter uji, maka dilakukan dengan uji lanjut W-Tukey. Variabel kualitas air akan dianalisis secara deskriptif sesuai kelayakan hidup benih ikan nila . Laju Pertumbuhan Harian Laju pertumbuhan harian ikan nila dihitung dengan menggunakan formula 5 . SGR (%) = Ln Wt - Ln W0 y 100 Hasil dan Pembahasan Pertumbuhan Mutlak Benih Ikan Nila Pertumbuhan panjang merupakan ukuran panjang ikan yang diukur dari bagian kepala hingga sirip ekor. Pengukuran dilakukan secara langsung dengan menggunakan penggaris . Pertumbuhan bobot mutlak diukur dari bobot awal penelitian sampai pada pengukuran bobot akhir penelitian dengan menggunakan timbangan digital. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan selama 30 hari, diperoleh bahwa setiap perlakuan menunjukkan perubahan panjang dan bobot benih yang berbeda-beda, yang dapat dilihat pada Gambar 1. Keterangan: SGR = Laju pertumbuhan harian (%/har. Wt = Rataan bobot individu pada akhir penelitian . W0 = Rta-rata bobot inidividu pada awal penelitian . = Lama waktu pemeliharaan . 0,956A0,160a 0,756A0,351a 0,790A0,180a 0,560A0,100a 4433 A0,453a 460A0,086a Gambar 1. Rataan pertumbuhan mutlak benih ikan nila. Rataan panjang mutlak ( ). Rataan bobot mutlak ( ). A = Lemna sp. 20 % bobot tubuh. B = Azolla sp. 20 % bobot tubuh. C = Lemna sp. 10 % Azolla sp. 10 % bobot tubuh. Huruf yang berbeda di belakang angka menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,. Berdasarkan hasil analisis statistik, pemberian pakan nabati Lemna sp. dan Azolla tidak berpengaruh nyata terhadap rataan pertumbuhan mutlak baik pertumbuhan panjang maupun bobot mutlak benih ikan nila (P>0,. Pada Gambar 1 terlihat bahwa rataan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi yaitu pada perlakuan C yakni pemberian pakan nabati kombinasi Lemna sp. dan Azolla sp. dengan rataan pertumbuhan panjang mutlak Yunaldi et al. | Seminar Nasional PKP I . : 125 Ae 133 0,95 cm, kemudian diikuti perlakuan B dengan pemberian paka nabati Azolla sp. dengan nilai rataan panjang mutlak 0,79 cm dan terendah pada perlakuan A yaitu pemberian pakan nabati Lemna sp. dengan rataan panjang mutlak sebesar 0,75 cm. Rataan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi yaitu pada perlakuan C yakni pemberian pakan nabati kombinasi Lemna sp. dan Azolla sp. dengan ratan bobot 0,56 g, kemudian perlakuan B yaitu pemberian pakan nabati Azolla sp. dengan rata-an pertumbuhan bobot mutlak 0,46 g dan terendah pada perlakuan A yaitu pemberian pakan nabati Lemna sp. dengan rataan pertumbuhan bobot mutlak 0,44 g. Perlakuan kombinasi pakan nabati antara Lemna sp. dan Azolla sp. memiliki rataan dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Hal ini diduga karena kandungan nutrisi Lemna sp. dan kandungan nutrisi Azolla sp. saling melengkapi. Menurut Prasetyowati . , kandungan protein kasar dari Lemna sp. atau duckweed cukup tinggi yakni 37,6 % dan serat yang relatif rendah yakni 9,3 %, sehingga tanaman ini potensial digunakan sebagai suplemen protein. Selanjutnya, menurut Melita et al. Azolla dapat dijadikan sebagai pakan alami oleh ikan, karena memiliki kandungan protein sebesar 20 Ae 35 Selain itu, mengandung vitamin A, vitamin B12 serta asam amino esensial, khususnya lisin sebanyak 0,42 % yang baik untuk pertumbuhan ikan. Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila Kelangsungan hidup merupakan sejumlah pemeliharaan yang dinyatakan dalam bentuk persentase . Rataan tingkat kelangsungan hidup yang diperoleh selama penelitian disajikan pada Gambar 2. 95,55A3,83b 82,22A13,87ab 55,55A13,87a Gambar 2. Rataan tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila. B = Azolla sp. 20 % bobot tubuh. = Lemna sp. 10 % Azolla sp. 10 % bobot tubuh. Huruf yang berbeda di belakang angka menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan nabati Lemna sp. dan Azolla sp. berpengaruh nyata terhadap rataan kelangsungan hidup benih ikan nila (P<0,. Pada Gambar 2 terlihat bahwa perlakuan A yakni pemberian pakan nabati Lemna sp. sebagai pakan ikan selama penelitian memiliki presentase kelangsungan hidup benih ikan nila tertinggi sebesar 95,55 %, diikuti dengan perlakuan C yaitu pemberian pakan nabati kombinasi antara Lemna sp. Azolla sp. sebagai pakan selama penelitian memiliki rataan kelangsungan hidup sebesar 82,22 % dan kelangsungan hidup terendah terlihat pada perlakuan B yakni pemberian pakan nabati Azolla yaitu sebesar 55,55 %. Kelangsungan hidup tertinggi yaitu perlakuan A atau pemberian pakan nabati Lemna sp. Hal ini di duga karena benih ikan nila lebih respon terhadap pakan nabati Lemna yang diberikan Yunaldi et al. | Seminar Nasional PKP I . : 125 Ae 133 jika dibandingkan dengan perlakuan B atau pemberian pakan nabati Azolla, sehingga asupan nutrisi pada perlakuan A lebih kelangsungan hidupnya. Lemna sp. salah satu tumbuhan air yang hidup di alam liar dan muda untuk di dapatkan yang bisa digunakan sebagai salah satu pakan alternatif untuk benih ikan nila di karenakan kandungan nutrisi yang dikandung oleh Lemna sp. Laju Pertumbuhan Harian Benih Ikan Nila Laju pertumbuhan harian atau dikenal juga dengan specific growth rate (SGR) merupakan laju pertumbuhan ikan dinyatakan sebagai perubahan berat tubuh ikan selama proses budidaya ikan berlangsung . Rataan laju pertumbuhan harian benih ikan nila selama penelitian disajikan pada Gambar 3. 092A0,167a 0,833 A0,768a 0,922A0,154a Gambar 3. Rataan laju pertumbuhan harian benih ikan nila. B = Azolla sp. 20 % bobot tubuh. C = Lemna sp. 10 % Azolla sp. 10 % bobot tubuh. Huruf yang berbeda di belakang angka menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,. Berdasarkan hasil analisis statistik, pemberian pakan nabati Lemna sp. dan Azolla tidak berpengaruh nyata terhadap rataan laju pertumbuhan harian benih ikan nila. Pada Gambar 3 terlihat bahwa, laju pertumbuhan harian pada ikan nila mengalami peningkatan pada perlakuan C yaitu pemberian pakan nabati kombinasi dengan rataan sebesar 1,09 g, diikuti perlakuan B yaitu pemebrian pakan nabati Azolla sp. dengan rataan sebesar 0,92 g dan yang terendah didapatkan pada perlakuan A atau pemberian pakan nabati Lemna sp. yaitu dengan rataan sebesar 0,83 g. Lemna sp. yaitu tanaman air yang berukuran kecil yang mengapung diatas air dan berpotensi sebagai pakan segar ataupun bahan pakan karena memiliki nutrisi cukup yang tinggi. Kandungan protein kasar dari Lemna sp. yakni sebesar 25,22 %, serat 7 Ae 14 %, karbohidrat 35 %, lemak 3 Ae 7 % dan kandungan vitamin serta mineral yang cukup Tanaman air ini memiliki produktivitas yang tinggi dan pada kondisi optimal dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu dua hari . Azolla sp. termasuk dalam famili Azollaceae yang sangat kaya protein, asam amino esensial, vitamin . itamin A, vitamin B12, beta karote. dan mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, besi, tembaga. Berdasarkan berat kering Azolla terdiri dari 25 Ae 35 % kandungan protein, 10 Ae 15 % mineral, dan 7 Ae 10 % kombinasi asam amino, zat bioaktif dan biopolimer . Efisiensi Pemanfaatan Pakan Benih Ikan Nila Efisiensi pemanfaatan pakan merupakan kemampuan ikan untuk memanfaatkan pakan secara optimal. Hal ini terkait dengan kemanpuan ikan untuk mencerna pakan yang diberikan kemudian menyerapan didalam tubuh . Rataan efisiensi pemanfataan pakan pada benih ikan nila selama penelitian disajikan pada Gambar 4. Yunaldi et al. | Seminar Nasional PKP I . : 125 Ae 133 42,040A7,510a 33,280A34,062a 34,526A6,500a Gambar 4. Rataan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan nila. B = Azolla sp. 20 % bobot tubuh. C = Lemna sp. 10 % Azolla sp. 10 % bobot tubuh. Huruf yang berbeda di belakang angka menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan ANOVA, menunjukan bahwa pemberian pakan nabati Lemna dan Azolla tidak berpengaruh nyata terhadap rataan efisiensi pemanfataan pakan benih ikan nila (P>0,. Pada Gambar 4, terlihat bahwa rataan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik pada perlakuan C atau perlakuan pemberian pakan nabati kombinasi Lemna dan Azolla yaitu 42,0400 %. Rataan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik ke dua yaitu pada perlakuan B atau perlakuan pemberian pakan nabati Azolla yaitu 34,5267 % dan rataan efisiensi pemanfaatan pakan terendah yaitu pada perlakuan A atau perlakuan pemberian pakan nabati Lemna yaitu 33,2800 %. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa pemanfaatan pakan selama penelitian yang menunjang percepatan pertumbuhan benih ikan nila adalah pada perlakuan pemberian pakan nabati kombinasi dengan mencampurkan Lemna sp. dan Azolla Hal ini diduga karena kombinasi pakan nabati tersebut mendukung kebutuhan protein benih ikan nila. Kandungan protein Lemna sp. cukup tinggi yaitu 19,54 Ae 28,12 % dan kandungan protein pada Azolla sp. 24 Ae 30 % serta lignin yang rendah sehingga mudah dicerna oleh ikan . Kualitas Air Variabel kualitas lingkungan hidup yang diukur selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa suhu media pemeliharaan selama penelitian berkisar antara 28,5 Ae 28,6 AC, pH berkisar antara 6,67 Ae 6,75. DO . ksigen terlaru. berkisar antara 5,32 Ae5,59 mg/L, dan amonia pada awal penelitian yaitu 0 Ae 0,1 ppm dan pada akhir penelitian yaitu 0,25 ppm. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran variabel kualitas air masih berada pada kisaran optimum yang mendukung kehidupan dan pertumbuhan benih ikan nila. Azhari & Tomasoa . menyatakan bahwa suhu yang optimal bagi benih ikan nila adalah 28 Ae 32 AC. Nilai suhu selama penelitian yaitu 28,5 Ae 28,6 AC sehingga dapat dikatakan bahwa suhu tersebut mendukung pemeliharaan benih ikan Tabel 1. Kisaran variabel kualitas air selama penelitian Variabel Suhu 28,5 Ae 28,6 28,5 Ae 28,6 28,5 Ae 28,6 6,67 Ae 6,75 6,67 -6,73 6,67 Ae 6,74 5,40 Ae 5,59 5,33 Ae 5,48 5,32 Ae 5,42 Amonia Awal = 0 Awal = 0,1 Awal = 0,1 Akhir = 0,25 Akhir = 0,25 Akhir = 0,25 Sumber: Data hasil penelitian . DO = Oksigen terlarut. Optimum (Referens. 28 Ae 32 AC . 5 Ae 11 . 4 Ae 7 mg/L . 0,01 Ae 0,2 mg/L . Yunaldi et al. | Seminar Nasional PKP I . : 125 Ae 133 Nilai pH masih dalam kisaran normal dan baik untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan nila yaitu 6,67Ae 6,75 kerana pH air yang dapat ditoleransi oleh ikan nila berkisar antara 5 Ae 11 . Ikan nila dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila pH dalam keadaan netral. Nilai DO pada media penelitian yaitu berkisar 5,32 Ae 5,59 mg/L sehingga nilai DO dalam kondisi baik untuk pemeliharaan benih ikan nila. Menurut Susanto et al. menyatakan kisaran toleransi oksigen terlarut yang baik untuk budidaya ikan nila berkisar antara 4 Ae 7 mg/L. Kadar oksigen terlarut yang masuk ke dalam perairan dapat dibantu dengan menggunakan alat tambahan seperti kincir maupun aerator pada kolam budidaya. Alat bantu yang digunakan di dalam kolam budidaya bertujuan untuk memperbanyak udara yang masuk ke dalam perairan, dengan memecah udara menjadi butiran-butiran kecil. Berdasarkan hasil pengukuran kadar amonia pada awal penelitian yaitu, pada perlakuan Lemna terdapat 0,0 mg/L, kemudian pada perlakuan Azolla terdapat 0,1 mg/L, dan juga di ikuti oleh perlakuan Lemna sp. dan Azolla terdapat 0,1 mg/L. Pada pengukuran amonia di akhir penelitian terdapat hasil dari ke tiga perlakuan yaitu 0,25 mg/L. Menurut Hasmirayanti et al. bahwa kandungan amonia 0,01 Ae 0,2 ppm masih layak untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila merah. Arikunto. Suharjono dan Supardi Penelitian Tindakan Kelas. PT. Bumi Aksara. Azhari. dan Tomasoa. Kajian kualitas air dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticu. yang Jurnal Akuatika Indonesia. 3, 2 . , 84Ae90. DOI: https:// org/10. 24198/jaki. Hasmirayanti. Putra. Widiastuti. Use of fermented hyacinth (Eichhornia crassipe. as feed material on the growth of tilapia (Oreochromis niloticu. Jurnal Ilmiah AgriSains. 23, 2 . , 101Ae DOI: https://doi. org/10. Iskandar. Andini. Haetami. Andriani. Pemberian Lemna segar terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis Journal of Fish Nutrition. , 1Ae9. DOI: https://doi. 29303/jfn. Iskandar. Pengaruh perbedaan salinitas terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mujair (Oreochromis mossambicu. Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan. 3, 1 . , 44Ae51. DOI: https:// org/10. 51179/jipsbp. Kristiana. Sembiring. Astiyani, dan Tiawati. Effect of addition of duckweed (Lemna s. and fish meal to feed on growth and survival of nirwana i tilapia (Oreochromis Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan. 14, 2 . , 495Ae503. Kristiawan. Budiharjo. Pangastuti. Pemanfaatan potensi Azolla microphylla sebagai pakan untuk ikan sidat (Anguilla Depik: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan. Pesisir dan Perikanan. 8, 1 , 43Ae51. DOI: https://doi. org/10. 13170/depik. Lucas. Kalesaran. Lumenta. Pertumbuhan dan Kesimpulan Rataan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan nila terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi antara Lemna sp. dan Azolla sp. Daftar Pustaka