http://journal. id/index. php/anterior IMPLEMENTASI LKS TABELA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINSSISWA SD Implementation of LKS Tabela to Improve Skills of Elementary School Student Science Processes Rita Rahmaniati* Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk . Untuk mendeskripsikan kegiatan proses sains siswa kelas V SD Muhammadiyah Palangkaraya selama pembelajaran dengan menggunakan LAB Tabela . untuk mengetahui peningkatan proses sains siswa sekolah dasar Muhammadiyah di kota Palangkaraya. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas 27 SD Muhammadiyah di Palangkaraya. Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas proses sains siswa dalam pembelajaran menggunakan LKS Tabela rata-rata 2,92 sudah cukup pada siklus I dan siklus II kategori sangat baik adalah skor rata-rata 3,79, dan hasil tes proses sains menunjukkan peningkatan dari rata-rata pretes 59,75 menjadi rata-rata 89,5 pada posttest. N naik 0,82 dalam kategori tinggi. Melalui pembelajaran dengan menggunakan Tabela LKS mampu meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Palangka Raya. Central Kalimantan. Indonesia *email: rahmaniatirita@gmail. Abstract Kata Kunci: Tabela LKS Keterampilan Proses Sains The study aimed to . To describe the science process activities of the fifth-grade students of SD Muhammadiyah Palangkaraya during learning by using the LAB Tabela . to find out the improvement of science processes of Muhammadiyah elementary school students in Palangkaraya city. The subjects in this study were all 27th-grade students of Muhammadiyah Elementary School in Palangkaraya. Central Kalimantan. The research method used by researchers was to use the class action research method with two cycles. The analysis technique in this study uses qualitative and quantitative data analysis. The results of the study show that the science process activities of students in learning using the LKS Tabela on average 2. 92 are sufficient in the first cycle and the second cycle the excellent category is the average score of 3. 79, and the results of the science process test showed an increase from the average pretest of 75 to an average of 89. 5 in posttest. N gain of 0. 82 in the high category. Through learning by using Tabela LKS able to improve learning outcomes and science process skills of students. Keywords: Tabela LKS Science Process Skills Accepted September 2019 Published December 2019 A 2019The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). DOI: https://doi. org/10. 33084/anterior. PENDAHULUAN Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah peningkatan Kurikulum dilaksanakan menyentuh tiga ranah, yaitu sikap. Hasil dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik . oft skill. dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 1 Ae 7 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 secara layak . ard skill. dari siswa yang meliput aspek dimaksudkan disini adalah seperangkat LKS yang di kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. desain sesuai dengan karakteristik siswa SD yang masih Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik muda dan memiliki imajinasi tinggi dengan berbagai modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan potensi yang berbeda yang mencoba mengaitkan bahan/sumber belajarnya dengan bahan praktikum lokal Pendekatan . cientific approac. dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua KAJIAN TEORI Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan suatu bahan ajar mata pelajaran. Berdasarkan hasil observasi di SD Muhammadiyah Palangkaraya pada peserta didikkelas V yang berjumlah 27 orang. Proses pembelajaran tampak bahwa guru mengajar IPA lebih dominan menyampaikan teori dan belum melaksanakan kegiatan proses ilmiah. Hal ini berdampak pada rendahnya keterampilan proses sains khususnya di Kalimantan Tengah. Rendahnya mempengaruhi kemampuan siswa untuk berfikir secara kritis, kreatif dan inovatif. Siswa mudah terpengaruh cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh peserta didik, yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai (Prastowo, 2. Menurut Hasjim . LKS adalah lembar yang digunakan untuk mengarahkan dalam bentuk kerja, praktek atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan. oleh pendapat orang lain, menghindari masalah. Menurut Lestari . Lembar Kerja Siswa (LKS) memecahkan masalah tanpa berfikir yang mendalam, adalah materi ajar yang sudah dikemas sedemikian belum dapat memecahkan masalah sendiri, dan merasa rupa, sehingga siswa diharapkan dapat mempelajari rendah diriapabila harus berbeda dengan orang lain. materi ajar tersebut secara mandiri. Dalam LKS Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut larut dan tidak siswaakanmendapatkanmateriringkasan dan tugas yang segeradi perbaiki, maka akan berdampak pula pada berkaitan dengan materi. hasil belajar siswa secara keseluruhan. Pembelajaran Pengertian disimpulkan bahwa LKS merupakan materi ajar cetak LKS (LembarKerjaSisw. Tabelayang didalamnya terdapat ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas langkah langkah proses sains. LKS yang sesuai dengan pembelajaran yang harus dikerjakan, oleh peserta didik sehingga siswa dapat belajar secara mandiri. menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengomunikasikannya sebagai menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung. LKS Tabela berbasis bahan lokal salah satubahan ajar yang dapat di gunakan guru untuk melatih keterampilan proses sainssiswa. LKS AuTabelaAy merupakan akronim dari bahasa Dayak yang berarti LKS Tabela Berbasis Bahan Praktikum Lokal Fungsi LKS sebagai panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan percobaan atau demonstrasi (Trianto, 2. Sedangkan menurut Prastowo . fungsi LKS yaitu sebagai bahan ajar yang bias meminimalkan peran pendidik dan lebih mengatifkan peserta didik, sebagai bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk memahami materi yang diberikan sertak ompetensi keterampilannya. Rita Rahmaniati. Implementasi LKS Tabela untuk Meningkatkan Keterampilan Proses SainsSiswa SD sebagai bahan ajar yang ringkas dan mengandung respon terhadap latihan dan pertanyaan yang disusun. unsure melatih keterampilan siswa, dan memudahkan dan . media cetak ulang dan disebar dengan mudah. pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan kekurangannya yaitu : . biaya percetakan Tujuanpenyusunan . LKS menurutPrastowo memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan: . menyajikan tugas-tugas dan langkah-langkah kerja untuk meningkatkan penguasaan materi oleh pesertadidik. melatih kemandirian pesertadidik dalam belajar. memudahkan pendidik dalam mendampingi proses pembelajaran. Dari mahal jika akan menampilkan gambar yang berwarna. proses percetakan seringkali memakan waktu. penyusunan dirancang sedemikian rupa agar tidak terlalu panjang. membutuhkan perawatan yang lebih dan . tidak bisa menampilkan gerak. Keterampilan proses sains adalah semua keterampilan yang diperlukan untuk memperoleh, mengembangkan, dan menerapkan konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori IPA, baik berupa keterampilan mental, kesimpulan bahwa fungsi dan tujuan penyususnan lembar kerjasiswa yaitu sebagai bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk memahami materi yang mengandung unsure pengembangan aspekognitif yang berisi prosedur kerja untuk meningkatkan pemahaman materi dan keterampilan. keterampilan fisik maupun keterampilan sosial ( Rustaman,2. Menurut Dimyati dan Mudjiono . Keterampilan proses sainas terdiri atas keterampilan-keterampilan dasar . asic skill. dan keterampilan-keterampilan . ntegrated Keterampilan- keterampilan dasar meliputi enam keterampilan, yakni LKS terdiri dari enamunsurutama yang meliputi: . judul, . petunjuk belajar, . kompetensi dasar atau mengukur, menyimpulkan dan mengkomunikasikan. materi pokok, . informasi pendukung, . tugas atau Sedangkan langkah kerja, dan . terdiri atas mengidentifikasi variabel, membuat tabulasi Sedangkan dilihat dari formatnya. LKS memuat paling tidak delapan unsur yaitu . judul, . kompetensi dasar yang akan dicapai, . waktu penyelsaian, . penelitian, menyusun hipotesis, mendefinisikan variabel keterampilan-keterampilan kerja, . tugas yang dilakukan, dan . laporan yang di melaksanakan eksperimen. Keterampilan proses sains sebagai pendekatan dalam Kelebihan dan kekurangan LKS menurut Kemp & Dayton dalam Azhar Arsyad . diantaranya: . peserta didik dapat belajar dan maju sesuai dengan banyaknya sekolah yang telah memiliki laboratorium kecepatan masing-masing. peserta didik dapat biologi, sehingga perlu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran, khususnya prestasi hasil belajar kognitif disampaikan pada saat teori. perpaduan teks dan yang didukung oleh keterampilan serta sikap dan prilaku yang baik. Oleh karena itu para guru hendaknya memperlancar penyampaian informasi yang disajikan secara bertahap mulai bergerak melakukan penilaian dalam format verbal dan visual. peserta didik akan hasil belajar dalam aspek keterampilan dan sikap lebih aktif berpartisipasi karena harus memberikan (Rustaman, 2. menyelesaikan tugas, . informasi singkat, . Mengingat Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 1 Ae 7 MenurutNuh p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Keterampilan Proses Sains mempengaruhi keterampilan proses sains yang dituntut Faktor Indikator menggunakan alat dan bahan Menerapkan konsep terhadap keterampilan proses sains, di antaranya yaitu perbedaan kemampuan siswa secara genetik, kualitas guru serta perbedaan strategi guru dalam mengajar. Indikator keterampilan proses sains dijabarkan pada Berkomunikasi Tabel 1. Tabel 1. Indikator Keterampilan Proses Sains Keterampilan Proses Indikator Sains Mengamati. Menggunakan sebanyak mungkin indera Mengumpulkan atau menggunakan fakta yang Mencatat setiap pengamatan secara terpisah Mengelompokkan(Klasifikas. Mencari perbedaan dan Mengkontraskan ciri-ciri Membandingkan Mencari dasar pengelompokkan atau Menghubungkan hasil-hasil Menafsirkan Menghubungkan hasil-hasil (Interpretas. Menemukan pola dalam suatu seri pengamatan Menyimpulkan Meramalkan Menggunakan pola-pola hasil (Prediks. Mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum diamati Mengajukan pertanyaan Berhipotesis Merencanakan Eksperimen/ Menggunakan alat/bahan Bertanya apa, bagaimana, dan mengapa Bertanya untuk meminta Mengajukan pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari satu kejadian Menyadari bahwa suatu penjelasan perlu diuji kebenarannya dalam memperoleh bukti lebih Menentukan alat/bahan/sumber yang akan Menentukan variabel atau faktor penentu. Menentukan apa yang akan diukur, diamati, dicatat Menentukan apa yang akan dilaksanakan berupa langkah Memakai alat dan bahan Mengetahui alasan mengapa menggunakan alat/bahan Mengetahui bagaimana Menggunakan konsep yang telah dipelajari dalam situasi Menggunakan konsep pada pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang Menggambarkan data empiris hasil eksperimen atau pengamatan dengan grafik, tabel, dan diagram Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis Menjelaskan hasil eksperimen atau penelitian Membaca grafik atau tabel Mendiskusikan hasil kegiatan suatu masalah atau suatu Mengubah bentuk penyajian HASIL PENELITIAN Aktivitas Proses SainsSiswa Data Data aktivitas proses sainssiswadisajikan pad Tabel 1 Aktivitas proses Keterampilan Proses Sains Membuat rumusan Membuat hipotesis Menggunakan alat Menyusun prosedur Berkomunikasi . embuat tabe. Menganalisis Data Kesimpulan Jumlah Rata-rata Rata-rata observer Siklus I 2,75 Rata-rata Siklus II 3,50 3,25 3,75 2,92 3,75 3,79 Keterangan Skor: 4 = sangat baik 3 = baik 2 = kurang baik 1 = tidak baik Berdasarkantabeldiatas, aktivitas proses sainssiswa SD Muhammadiyah pada pembelajaranmenggunakan LKS Tabelamenunjukkanperkembangan yang baik. Aktivitas Rita Rahmaniati. Implementasi LKS Tabela untuk Meningkatkan Keterampilan Proses SainsSiswa SD proses sains pada siklus 1 rata-rata skor 2,92 . Sedangkan pada siklus II ada peningkatan menjadi baik dengan nilai rata- rata skor 3,79 . Peserta didik yang awalnya tidak terbiasa dalam melakukan aktivitas sains pada siklus I perlahan-lahan menunjukkan perkembangan lebih baik, hal ini di tunjukkan dengan sebagian aktivitas sains kurang sesuai menjadi sesuai pada pembelajaran menggunakan LKSTabela. Aktivitas merumuskan masalah dan hipotesis, pada Skor Keterampilan Proses Sains Membuat rumusan Membuat hipotesis Menggunakan alat bahan Menyusun prosedur kerja/merancang Berkomunikasi . embuat Menganalisis Data Kesimpulan siklus I siswa membutuhkan banyak waktu untuk dapat melaksanakan langkah-langkah sains dan hasilnya juga Keterangan Skor: Skor 8-10 = sesuai C Skor 6-7 = kurang sesuai C Skor 1-5 = tidak sesuai belum sesuai, aktivitas menentukan alat dan bahan, merancang eksperimen dan membuat tabel siswa juga masih kurang mandiri, kurang kreatif dan sangat Pret Postest N-gain 0,33 0,44 0,72 0,29 ur 0,59 . 0,66 3,29 0,82 . N-Gain = Normalitas Gain Rendah = 0,3 < Sedang = 0,3 Ae 0,7 Tinggi = > 0,7 bergantung pada guru, aktivitas menganalisis data dan Peningkatan kesimpulan juga siswa masih belum sesuai seperti yang LKS di harapkan guru. Namun, setelah siklus II aktivitas Tabelayang proses sains siswa menjadi lebih baik dan lebih sesuai dengan langkah-langkah proses sains. Siswa belajar nampak bersemangat karena gambar yang disajikan media/bahan ajar telah di desain dengan langkahlangkah metode ilmiahatau dengan dalam LKS menarik perhatian siswa, siswa memberikan kata lain mengacu pada keterampilan proses respon terhadap latihan dan pertanyaan yang disusun dan siswa belajar lebih mudah. Selain itu siswa juga keterampilanbertanya. , lebih kompak bekerjasama dan mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi, mengemukakan pendapat dan mampu bertanya dengan baik dengan teman Hasil Tesketerampilan proses sainssiswa Sebelumdilaksanakanpembelajaran, eksperimen/menyusun kelompok maupun kelompok lainnya. membuat kesimpulan. Melalui pembelajaran melakukantesawalketerampilan proses siswa. Hasil tesawalsiswa rata-rata 59,75, setelahpembelajaran guru menggunakan LKS Tabela siswa dapat belajar melakukantesakhirskor rata-rata siswamenjadi 89,5 dan peningkatan di uji dengan normalitas gain sebesar mandiri dan lebihaktif dalam belajarnya. Hal 0,82 kategoritinggi. Hasil tesketerampilan proses inisesuaipendapat Kemp & Dayton dalam sainssiswa secara ringkasdisajikan pada tabel 3 berikut : Tabel 3 Hasil Tes Keterampilan Proses SainsSiswa AzharArsyad a: . siswadapatbelajar dan majusesuai dengan kecepatanmasing-masing. Anterior Jurnal. Volume 19 Issue 1. Desember 2019. Page 1 Ae 7 yang sudahdisampaikan pada saatteori. erlancarpenyampaianinformasi yang disajikan p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 tes ket harusmemberikanrespon terhadap latihan dan pertanyaan yang disusun. KESIMPULAN Selain itu, melalui pembelajaran berbasis Aktivitas belajar peserta didik aktif pada LKSTabela mampu meningkatkan hasil belajar pembelajaran dengan menggunakan LKS Peningkatan hasil belajar siswa diduga berbasis Tabela. karena melalui pembelajaran menggunakan PenggunaanLKS LKS Tabelasiswa Tabeladapatmeningkatkanketerampilan pembelajaran, siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Hal ini sesuai fungsi SDMuhammadiyah Palangka Raya LKS menurut Prastowo . sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran guru dan DAFTAR PUSTAKA