Copyright A 2022 Pada Penulis Didaktika: Jurnal Kependidikan. Vol. No. Agustus 2022 Implementasi Pendidikan Karakter pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Dunia Pendidikan Christian Dinata . Handoko . Irmaina Syafira . Mina Fitri Andini . Sapna Mega Ariska . Siti Marwa Multiana Sapitri . Farah Erika . 1,2,3,4,5,6,7 Program Studi S1 Pendidikan Kimia. Universitas Mulawarman dinatachristian982@gmail. Abstrak Karakter diartikan sebagai cara berpikir dan bertindak individu dalam rangka hidup dan bekerja sama dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Orang yang berkarakter baik adalah orang yang dapat mengambil keputusan dan mau bertanggung jawab atas segala akibat dari keputusannya pada proses pengembangan artikel ini. Adapun metode yang digunakan pada Penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data mengadopsi metode penelitian berupa studi literatur atau mereview artikel atau jurnal yang tersedia. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan. Peningkatan kualitas pendidikan pada dasarnya merupakan kewajiban semua orang yang terlibat dalam sektor pendidikan. Pemerintah telah melakukan upaya agar pendidikan tidak hanya berlandaskan pada aspek intelektual, tetapi juga mampu membentuk akhlak mulia dalam diri siswa itu sendiri. Covid-19 memberikan pengaruh dalam bidang pendidikan sehingga proses pembelajaran yang biasanya dilakukan luring sekarang berubah menjadi daring. Hal yang terpenting dalam kehidupan merupakan pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan pada dasarnya kewajiban semua orang yang terlibat dalam sektor pendidikan. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Masa Pandemi Covid-19, dalam upaya pemerintah dan para guru mengatasi permasalahan pandemi covid-19 seperti sekarang ini memang sangat sulit untuk melakukan penguatan terhadap Pendidikan karakter. Oleh sebab itu, maka ditawarkan strategi penguatan pendidikan karakter melalui sistem daring seperti siswa dan guru harus dilatih keterampilan menggunakan TIK, siswa harus dilatih untuk memiliki kemandirian dalam belajar, siswa harus dididik untuk berdisiplin, siswa harus dididik untuk selalu bertanggung jawab serta peran orang tua berperan aktif dalam mendidik anak dalam lingkup keluarga selain guru itu sendiri. Kata kunci: Implementasi. Pendidikan Karakter. Pandemi Covid-19. Dunia Pendahuluan Karakter diartikan sebagai cara berpikir dan bertindak individu dalam rangka hidup dan bekerja sama dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Orang yang berkarakter baik adalah orang yang dapat mengambil keputusan dan mau bertanggung jawab atas segala akibat dari keputusannya. Karakter dipandang sebagai nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, orang lain, lingkungan dan kebangsaan, yang diwujudkan dalam https://jurnaldidaktika. Vol. No. Agustus 2022 ISSN 2302-1330 | e ISSN: 2745-4312 pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan tindakan berdasarkan norma agama, hukum, adat istiadat, budaya, dan estetika (Mariyanti, 2. Persoalan karakter menjadi bahan renungan dan keprihatinan bersama karena masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami krisis karakter. Kekerasan terhadap anak dan remaja, pelecehan seksual, peningkatan geng motor dan perampok yang seringkali berujung pada tindakan kekerasan. Kekerasan yang mencemaskan orang, korupsi mewabah dan meluas, dan telah merambah semua lapisan masyarakat, bahkan mencapai pada tingkat pembunuhan. Fenomena ini secara signifikan mencoreng citra siswa dan lembaga pendidikan, karena banyak orang berpandangan bahwa kondisi ini dimulai dengan apa yang kemudian dihasilkan oleh dunia pendidikan (Mariyanti, 2. Permasalahan yang diuraikan di atas, terjadi lantaran belum optimalnya penanaman nilainilai luhur pancasila terhadap siswa dalam kelas yang mengacu pada pembentukan karakter dan budaya bangsa Indonesia. Di samping itu, krisis keteladanan dan kurangnya panutan yang dicerminkan para pendidik, tokoh agama, birokrat pemerintah, elit politik dan elemen rakyat sehingga membuahkan generasi penerus khususnya siswa tumbuh liar, mempunyai karakter dan kepribadian yang lemah. Dengan ini sangat diharapkan peranan dari pengajar dalam membangun dan berbagi pendidikan karakter anak didik pada kelas. Pengajar wajib terus berupaya membenahi dan berbagi pendidikan karakter yang melibatkan semua komunitas sekolah pada kelas. Maka dari itu moral dan nilai-nilai Budi luhur harus ditanamkan dalam jiwa masyarakat melalui pendidikan. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman karakter kepada warga sekolah yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, religius, diri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan, sehingga menjadi manusia yang dapat menjadi cerminan bagi orang lain. Nilai-nilai moral yang ditanamkan akan membentuk karakter . khlak muli. yang merupakan dasar penting bagi terbentuknya sebuah susunan masyarakat yang beradab dan sejahtera. (Krisyanti dan Sanjaya, 2. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah suatu tujuan pendidikan di sekolah untuk meningkatkan karakter murid melalui proses pembentukan, transformasi, transmisi, dan pengembangan potensi murid mengenai etika, spiritual, estetika, literasi, numerasi, dan kinestetik sesuai dengan dasar negara Indonesia (Mustikaningrum et al. dikutip dari Muldani et al, 2. Implementasi PPK pada lingkungan sekolah dilakukan menggunakan beberapa pendekatan antara lain PPK berbasis kelas. PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat (Mustikaningrum et al. dikutip dari Albertus, 2. Ketiga pendekatan tadi saling terikat dan berkesinambungan (Mustikaningrum et al . dikutip dari Widyahening dan Wardhani, 2. Penguatan karakter anak di sekolah bisa diwujudkan melalui aktivitas pembelajaran, melalui pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari pada sekolah, dan aktivitas ekstrakurikuler (Mustikaningrum et al. dikutip dari Septiani Rejekiningsih et al, 2. Penguatan pendidikan karakter mencakup langkah-langkah pembelajaran, perangkat pengajaran, metode, dan lain-lain (Mustikaningrum et al. dikutip dari Hasnadi Sumaryanto. Ekosiswoyo, & Prihatin, 2. Era pandemi Covid-19 ini sudah memperbarui semua aspek kehidupan manusia, khususnya pada dunia pendidikan. Keadaan ini mengharuskan seluruh elemen pendidikan https://jurnaldidaktika. Copyright A 2022 Pada Penulis Didaktika: Jurnal Kependidikan. Vol. No. Agustus 2022 untuk menyesuaikan diri dan kembali menanamkan nilai-nilai yang sebelumnya ditanamkan pada sekolah. Apabila kita lihat sekarang ini peserta didik sekolah dasar yang melakukan pembelajaran pada jaringan cenderung kurang menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter, misalnya gaya berbicara yang kurang santun terhadap pengajar juga pada kawan sebayanya, kurang disiplin pada hal mengumpulkan pekerjaan rumah dan lain sebagainya. Seperti yang sudah disebutkan pada bagian atas, hal itu terjadi lantaran kurangnya penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dan kurangnya perhatian yang diberikan sang orang tua murid (Surahman. Diana dan Perdana, 2. Maka dari segi penanaman, yang kita perlukan adalah strategi yang memberikan edukasi di era pandemi saat ini yang meliputi penanaman nilainilai karakter disiplin seperti ketertiban dan ketaatan terhadap berbagai peraturan perundangundangan yang berlaku baik di lingkungan keluarga, masyarakat atau negara dan strategi lainnya seperti meningkatkan kegiatan karakter kreatif, dengan serangkaian aktivitas kreatif, meningkatkan kegiatan karakter independen dengan tidak bergantung pada orang lain dan menggunakan semua kemampuan yang mereka miliki dan yang terakhir, adalah meningkatkan nilai karakter dari tanggung jawab dalam hal yang berupa integritas yang dimiliki seseorang (Surahman. Diana dan Perdana, 2. Maka dari artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana apa saja yang dapat kita lakukan bersama dalam upaya membangun dan mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang berbudi luhur selama dan bahkan pasca pandemi Covid-19 dan upaya penerapan kebijakan yang dapat dilakukan pemerntah untuk melakukan pembelajaran online bermuatan nilai-nilai karakter di musim pandemi Covid-19 bahkan hingga pasca Covid-19 kedepannya. Metode Pada proses pengembangan artikel ini. Adapun metode yang digunakan pada Penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data mengadopsi metode penelitian berupa studi literatur atau mereview artikel atau jurnal yang tersedia. Sumber data yang digunakan sebagai bahan tinjauan berasal dari berbagai artikel ilmiah yang ada terkait dengan implementasi pendidikan karakter pada masa pandemi Covid-19. Tahapan awal dari proses penelitian ini adalah membaca sumber data yang berkaitan dengan topik pembahasan, selanjutnya proses menganalisis dan menemukan poin inti dari dari sumber data terkait dengan implementasi pendidikan karakter pada masa pandemi Covid-19. Setelah dilakukan proses analisis, selanjutnya dilakukan pengambilan kesimpulan terhadap hasil dari hasil analisis pada sumber daya tersebut. Adapun tujuan dari penggunaan metode ini adalah untuk memberi informasi yang relevan dengan keadaan dilapangan, tentang bagaimana implementasi pendidikan karakter pada masa pandemi Covid-19 pada dunia pendidikan. Hasil dan Pembahasan Pandemi Covid-19 telah menjadi pandemi dunia. Banyak sektor yang tidak stabil karena kejadian ini, salah satunya sektor pendidikan. pandemi covid-19 ini mengakibatkan penutupan proses pembelajaran di sekolah-sekolah. Kebijakan terkait sektor pendidikan ini juga diterapkan di Indonesia. Kemudian penutupan sekolah ini bukan berarti menghentikan proses kegiatan belajar yang ada didalamnya. Kebijakan dari kementerian pendidikan dalam surat https://jurnaldidaktika. Vol. No. Agustus 2022 ISSN 2302-1330 | e ISSN: 2745-4312 edaran nomor 4 Tahun 2020 terkait pelaksanaan proses pendidikan di masa pandemi Covid19. Pembelajaran daring yaitu proses kegiatan belajar yang dilakukan melalui suatu perantara tanpa adanya tatap muka secara langsung. Pembelajaran daring atau dalam jaringan juga diartikan sebagai metode belajar yang dalam proses penyampaian materi ajar didukung atau memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk menyambungkan. Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita. peningkatan kualitas pendidikan pada dasarnya merupakan kewajiban semua orang yang terlibat dalam sektor Pemerintah telah melakukan upaya agar pendidikan tidak hanya berlandaskan pada aspek intelektual, tetapi juga mampu membentuk akhlak mulia dalam diri siswa itu Pada saat pandemi Covid-19 muncul menyerang setiap negara di dunia, beragam aspek kehidupan juga ikut terpengaruhi, termasuk pendidikan. Kementerian pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan surat edaran No. 369/MPK. A/HK/ 2020 tentang pelaksanaan proses pembelajaran melalui non tatap muka atau daring pada masa darurat wabah pandemi Covid19, pemerintah mengupayakan langkah ini untuk memenuhi hak siswa agar mereka dapat menikmati pendidikan dan mencegah penyebaran penyakit yang lebih tinggi. Hal ini membuat guru mau tidak mau harus melakukan perubahan dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring untuk meningkatkan berbagai potensi siswa. Seiring dengan berkembangnya industri hal ini juga memberikan peluang terhadap kemajuan inovasi pendidikan dalam pemanfaatan teknologi yang diberlakukan selama pandemi. Adapun berbagai media secara online yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran seperti Google Classroom. Whatsapp. Kelas Cerdas. Zenius. Quipper dan Microsoft (Musayadah et , 2. Lebih lanjut. Musayadah et al. mengemukakan pada saat pandemi siswa tidak diamati secara langsung, guru hanya dapat menilai beberapa karakter dengan meninjau catatan siswa dan ketepatan waktu saat mereka menyelesaikan tugas tertentu. Guru melakukan komunikasi dengan telepon seluler, hal ini adalah salah satu cara yang digunakan oleh guru untuk mengetahui perkembangan karakter siswa. Siswa dituntut agar mandiri serta bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Penguatan pendidikan karakter pada siswa dalam pendidikan daring menuntut keterampilan guru dan siswa dalam menggunakan TIK. Peran orang tua yang cukup sentral sangat dibutuhkan pada pendidikan karakter di masa pandemi Covid-19, orang tua harus berperan aktif dalam mendidik anak dalam lingkup keluarga selain guru itu sendiri. Orang tua sebagai pengganti ruang sekolah dapat menjadi alternatif bagi penanaman karakter pada anak dalam pembelajaran pada masa Oleh karena itu. Sekolah harus dapat memaksimalkan peran orang tua dalam upaya penguatan karakter siswa. Karena menimbang sangat pentingnya peran orang tua terhadap suksesnya pendidikan karakter yang dilaksanakan oleh sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Eldaroini et al. yang menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Masa Pandemi Covid-19, dalam upaya pemerintah dan para guru mengatasi permasalahan pandemi Covid- 19 seperti sekarang ini memang sangat sulit untuk melakukan penguatan terhadap Pendidikan karakter. Oleh sebab itu, maka ditawarkan strategi penguatan pendidikan karakter melalui sistem daring seperti berikut. siswa dan guru harus dilatih keterampilan menggunakan TIK, . siswa harus dilatih untuk memiliki kemandirian dalam https://jurnaldidaktika. Copyright A 2022 Pada Penulis Didaktika: Jurnal Kependidikan. Vol. No. Agustus 2022 belajar, . siswa harus dididik untuk berdisiplin, . siswa harus didik untuk selalu bertanggung jawab. Era digital diartikan sebagai masa yang dimana teknologi menjadi sarana untuk manusia mengerjakan aktivitasnya tidak perlu lagi mengalami kesulitan terkait waktu dan jarak. Kemajuan teknologi di era digital yang bisa dinikmati oleh masyarakat seperti gadget/handphone, televisi, komputer, laptop, dan lainnya. Bahkan saat ini dalam perangkat teknologi tersebut sudah diberikan fitur-fitur yang dapat mempermudah manusia dalam berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan sekolah saat pandemi Covid-19. Masa pandemi Covid-19 mengharuskan proses belajar dilaksanakan secara daring atau online. Keadaan ini merubah kebiasaan peserta didik yang biasanya melakukan interaksi bersama temantemannya disekolah, kini hanya bisa bercengkrama melalui perangkat teknologi digital seperti laptop dan handphone di rumahnya masing-masing. Melihat fenomena ini pendidikan karakter harus sudah ditanamkan pada jenjang usia dasar. Menurut peaget dalam (Ani, 2. anak usia 6-12 tahun memasuki tahap mampu menilai perilaku berdasarkan tujuannya. Peserta didik juga dapat memberikan kemampuan intelektual dan moral, harus dilakukan dengan langkah penyeimbangan. Pendidikan saat ini harus juga memperhatikan aspek moral yang dalam hal ini yaitu pendidikan karakter. Untuk mampu menghadapi era digital yang semakin berkembang, pendidikan karakter mampu memberikan rambu-rambu kepada peserta didik usia dasar dalam proses pemanfaatan kecanggihan teknologi. Peran guru untuk mencari teknik-teknik yang dapat digunakan untuk tetap menanamkan pendidikan karakter menjadi tugas tambahan. Selain itu harus ada kerjasama dan komunikasi yang baik antara guru, dan orang tua untuk mengontrol proses pembelajaran daring yang Adapun sarana untuk belajar daring guru dan orang tua bisa berkolaborasi untuk memberikan pendidikan karakter dengan memberikan nasehat terkait disiplin waktu, tanggung jawab terhadap tugas, dan lainnya. Kesempatan ini bisa dijadikan sebagai penanaman karakter Guru juga bisa membuat aplikasi atau sarana belajar yang membuat peserta didik tertarik untuk membaca, kemudian ingin tahu dengan materi yang diajarkan, dan karakter yang lain. Menurut Eku . karakter religius dibangun dari sikap taat pada saat menjalankan ajaran-Nya. Pada saat itu guru mengajarkan dan menanamkannya menggunakan dua cara, khusus yang mengajarkan pendidikan karakter, yakni mata pelajaran PKn dan Agama, adapun cara mengintegrasikan melalui penyisipan materi pada pembelajaran teknologi jika belum dilaksanakan, maka dikolaborasikan menggunakan power point yang menarik yang mengaitkan dengan karakter religious (Salsabilla et al. Pada penelitian yang dilakukan oleh Song. Singleton. Hill dan Koh . peneliti mencoba untuk memasukkan pendidikan karakter dalam pembelajaran online. Jadi kita akan mengkombinasikan pendidikan karakter dan faktor keberhasilan pembelajaran online. Desain yang digunakan dalam penelitian, desain kursus . esain kursu. merancang kursus pembelajaran online di dalam pandemi bisa dilakukan dengan membuat modul pembelajaran Guru bisa tentukan pengantar anda sendiri untuk modul, tujuan Indikator karakter untuk dipelajari dan diikuti tercapainya alat ukur untuk semua pertemuan, evaluasi akhir pembelajaran, evaluasi refleksi Kegiatan belajar. Kursus dapat dilakukan serempak secara asinkron sesuai dengan prinsip-prinsip blended learning. Kemudian dijelaskan metode kedua https://jurnaldidaktika. Vol. No. Agustus 2022 ISSN 2302-1330 | e ISSN: 2745-4312 yaitu motivasi belajar online hal ini dipengaruhi oleh motif intrinsik dan ekstrinsik. Pembelajaran jalan karakter anda perlu menyampaikan konsep belajar selama hidup. Artinya siswa harus dibimbing agar anda dapat belajar dengan nyaman kapan saja, di mana saja. Pada masa pandemi Covid-19 ini, para pelajar proses diajarkan untuk menerima proses kegiatan belajar berlangsung di rumah . dari ruma. Penguatan pendidikan karakter pada siswa dalam pendidikan daring menuntut keterampilan guru dan siswa dalam menggunakan TIK. Peran orang tua yang cukup sentral sangat dibutuhkan pada pendidikan karakter di masa pandemi Covid-19, orang tua harus berperan aktif dalam mendidik anak dalam lingkup keluarga selain guru itu sendiri. Orang tua sebagai pengganti ruang sekolah dapat menjadi alternatif bagi penanaman karakter pada anak dalam pembelajaran pada masa pandemi. Oleh karena itu. Sekolah harus dapat memaksimalkan peran orangtua dalam upaya penguatan karakter siswa. Karena menimbang sangat pentingnya peran orangtua terhadap suksesnya pendidikan karakter yang dilaksanakan oleh sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Eldaroini et al. yang menyatakan bahwa PenguatanPendidikan Karakter (PPK) di Masa Pandemi Covid-19, dalam upaya pemerintah dan para guru mengatasi permasalahan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini memang sangat sulit untuk melakukan penguatan terhadap pendidikan karakter. Oleh sebab itu, maka ditawarkan strategi penguatan pendidikan karakter melalui sistem daring seperti berikut. siswa dan guru harus dilatih keterampilan menggunakan TIK, . siswa harus dilatih untuk memiliki kemandirian dalam belajar, . siswa harus dididik untuk berdisiplin, . siswa harus didik untuk selalu bertanggung jawab. Kesimpulan Covid-19 memberikan pengaruh dalam bidang pendidikan sehingga proses pembelajaran yang biasanya dilakukan luring sekarang berubah menjadi daring. Hal yang terpenting dalam kehidupan kita merupakan pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan pada dasarnya kewajiban semua orang yang terlibat dalam sektor pendidikan. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Masa Pandemi Covid-19, dalam upaya pemerintah dan para guru mengatasi permasalahan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini memang sangat sulit untuk melakukan penguatan terhadap Pendidikan karakter. Oleh sebab itu, maka ditawarkan strategi penguatan pendidikan karakter melalui sistem daring seperti siswa dan guru harus dilatih keterampilan menggunakan TIK, siswa harus dilatih untuk memiliki kemandirian dalam belajar, siswa harus dididik untuk berdisiplin, siswa harus didik untuk selalu bertanggung jawab serta peran orang tua berperan aktif dalam mendidik anak dalam lingkup keluarga selain guru itu sendiri. Reference