Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi MODEL PEMBERDAYAAN TKI PASCA MIGRASI MELALUI EKONOMI PRODUKTIF MENUJU KELUARGA SAKINAH Oleh: Sayid Abas (Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Unmuh Ponorog. email: abas. ump@gmail. Bambang Widyahseno (Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmuh Ponorog. email: bbwidiyahseno@yahoo. Rudianto (Staf Pengajar Fakultas Teknik Unmuh Ponorog. email: nehaya_11@yahoo. ABSTRACTS: TKI post-migration becomes an important phenomenon that needs to get noticed intensively both from the government and society at large. Their return from abroad in addition to providing a positive contribution both for themselves, their families, and government. Due to the presence of migrants remittances of money increases so drastically. But a new problem arises, namely the workers did not have any postmigration activities that lead to improvements in the productive economy. Their income from abroad is used for unqualified consumptive needs. Through this research is expected to empower workers carry out postmigration economic development through productive ventures to materialize sakinah family. In particular, this study aims to . change the pattern of the workers think the post-migration from consumer culture to be productive by converting mental labor to employers, . economic empowerment of the workers productive post-migration and family education sakinah, . create a model of post-migration through the empowerment of migrant workers sakinah productive economy and family. The research was conducted in Ponorogo. East Java Province. The selection is based on considerations of the high number of migrants after migration in this area as well as the efforts to improve the quality of a productive economy. The method used by triangulation techniques, the method combined qualitative with quantitative methods. The analysis of secondary data using descriptive domain analysis techniques, taxonomy. Componential. The results of this study in the form of modules that will be applied to the empowerment of workers after the migration is, first, the modules of the changing patterns of the workers think the mental postmigration of workers into entrepreneurs. Second, entrepreneurship education and training modules. Third, education and training modules to build sakinah families according to the concept of religion. Keywords: Empowering, economically productive, and family sakinah. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 1 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi PENDAHULUAN Permasalahan besar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah pengangguran. Data Badan Pusat Statistik tahun 2011 menyebutkan bahwa jumlah pengangguran terbuka usia diatas 15 tahun 590 jiwa (BPS: 2. , yang notabene dari mereka itu rata-tara pendidikannya rendah. Oleh karena itu, bagi mereka yang tidak beruntung mendapatkan pekerjaan di negeri sendiri, setelah melihat teman atau tetangganya yang kebetulan banyak yang berhasil bekerja ke luar negeri sebagai TKI, maka mereka tertarik untuk ikut mengadu nasib. Meski bekerja di luar negeri di satu sisi dihadapkan banyak masalah, bagi yang tidak dapat bekerja di negeri sendiri, hal itu tetap menjadi pilihan yang menarik dengan adanya iming-iming penghasilan yang menggiurkan. Diperkirakan bahwa setiap tahun pemasukan devisa sebesar US$ 2,6 juta dibawa masuk ke dalam negeri oleh para TKI yang bekerja di luar Berdasarkan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 536 orang pada tahun 2009-2010, devisa yang dihasilkan sebesar US$ 6,6 miliar. Jadi, setiap TKI rata rata setiap tahun menghasilkan 2. US$ per TKI dan per bulan rata-rata 205 US$ per TKI (Darwin, dkk. , 2005: Bank Dunia memperkirakan buruh migran akan membawa remitansi sedikitnya 7,1 miliar dollar AS tahun 2010, naik dari 6,6 miliar dollar AS tahun 2009. Dari sisi ekonomi tentu ini positif, tetapi tidak dapat dinafikan banyaknya kasus-kasus yang menimpa para TKI kita di negeri M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 2 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Data statistik tahun 2009 menyebut bahwa TKI Ponorogo yang berangkat ke Luar Negeri sebanyak 3. 040 orang yang terdiri dari 2. orang tenaga perempuan dan 639 orang tenaga laki-laki. Pada tahun 2010 sebanyak 1. 613 orang yang terdiri atas 955 orang tenaga kerja perempuan dan 658 orang tenaga laki-laki. Ironisnya, para TKI tersebut setelah pulang dari Luar Negeri sebagian besar uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, seperti membangun rumah, membeli barang-barang elektronik, membeli kendaraan, dan sejenisnya (BPS: Para TKI ini memilih pergi dikarenakan ketidakberdayaan mereka di bidang ekonomi dan ketidakmampuan bekerja di negeri sendiri. Namun setelah pulang, merekapun tetap tidak berdaya menghadapi tawaran maupun keinginan konsumtif yang menghabiskan uang hasil kerja mereka bertahun-tahun menjadi TKI. Rata-rata mereka tak kuasa menghadapi tawaran konsumtif yang menggiurkan. Kenytaan tersebut akhirnya menjadikan diri mereka tetap tidak berdaya dan tidak mandiri secara ekonomi karena setelah uangnya habis, mereka tetap tidak bisa bekerja di negeri sendiri. Terhadap TKI sebenarnya sudah melakukan banyak upaya. Kementerian Tenaga Kerja melalui BNP3TKI setiap tahun melakukan pemberdayaan kepada para TKI pasca migrasi ini. Namun jika dicermati, upaya pemberdayaan yang dilakukan tersebut hanya bersifat sesaat. Tidak ada tindak lanjut semisal pendampingan di lapangan. Setelah dilakukan pelatihan dan training, tidak M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 3 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi dievaluasi apakah mereka betul-betul sudah bisa mengaplikasikan ilmuilmu yang pernah mereka terima. Jika mereka menemukan permasalahan dan membutuhkan solusi, belum ada kejelasan tentang kepada siapa hal tersebut akan disampaikan. Keluhan, curhat akan disampaikan kepada siapa, dan permohonan bantuan dialamatkan ke mana. Mereka tidak mengetahui hal itu, sehingga diperoleh kesan bahwa setelah training dan pelatihan, telah selesai upaya-upaya pemberdayaan tersebut. Tulisan ini ingin memberikan solusi yaitu alternatif pemberdayaan TKI pasca migrasi melalui usaha ekonomi produktif dan pendidikan keluarga serta lingkungan untuk menuju keluarga sakinah, yaitu keluarga yang mampu hidup mandiri di negeri sendiri bersama-sama Model pemberdayaan TKI pasca migrasi melalui usaha ekonomi produktif menuju keluarga sakinah merupakan model pemberdayaan yang berbeda dengan pemberdayaan selama ini yang telah dilakukan oleh pemerintah atau yang ditawarkan oleh beberapa lembaga LSM. Model pemberdayaan ini akan menghasilkan para mantan TKI atau TKI pasca migrasi benar-benar menjadi berdaya di negeri sendiri. Tidak harus pergi Ae pulangAe pergi lagi menjadi TKI demi kelangsungan hidup mereka. Mereka akan dilatih, ditraining dan didampingi sampai mereka benar-benar memiliki usaha ekonomi produktif yang mandiri yang bisa menghasilkan dan bisa menghidupi kebutuhan hidup keluarganya. Bahkan. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 4 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi akan memperoleh bimbingan menerapkan dan melaksanakan nilai-nilai keluarga sakinah. Walaupun kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga miskin, buruh tani, berpendidikan rendah, tidak memiliki pekerjaan tetap, tidak ada lahan untuk bekerja di rumah, dan tidak memiliki keahlian khusus. Kondisi ini tidak masalah dengan model pemberdayaan ini mereka akan berhasil memiliki usaha ekonomi yang produktif dan menjadi keluarga sakinah. Terhadap pendidikan anak-anaknya akan terjamin sukses, dan keluarga dapat berinteraksi dengan lingkungan sosial sekitarnya. Temuan awal menunjukkan bahwa rata-rata pendidikan anak mereka hanya sampai pada pendidikan menengah ke bawah, karena tidak ada biaya yang Dengan pemberdayaan ini diharapkan anak-anak mereka akan bisa melanjutkan pendidikan dan bisa meraih masa depan yang lebih baik lagi. Putus sekolah no way, menjadi pengangguran no way. Nasib harus lebih baik, masa depan harus lebih cerah asalkan mau merubah dirinya dengan berusaha dan bekerja keras mengikuti arahan model pemberdayaan ini. Model ini dapat dianggap penting, karena belum ada model yang tepat untuk pemberdayaan mantan TKI, sehingga masih banyak mantan TKI yang kembali menjadi miskin dan menganggur. Urgensi model pemberdayaan ini tampak bagi: TKI pasca migrasi, dalam hal: . karena merubah mindset mantan TKI menuju kemandirian dalam menata ekonomi keluarga. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 5 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Menjadi bahan pertimbangan pemikiran bagi mantan TKI dalam menciptakan usaha ekonomi produktif di lingkungannya. Keluarga, . kesejahteraan dalam keluarga keluarga. terpenuhinya pendidikan . terpenuhinya penghasilan pasti bagi keluarga. terwujudnya keluarga sakinah. Masyarakat lingkungan, untuk: . terbukanya peluang kerja baru. meningkatnya pendapatan masyarakat lingkungan. terkuranginya jumlah pengangguran di masyarakat. Pemerintah Daerah, untuk: . mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan di daerah khususnya dan Indonesia umumnya. merencanakan kegiatan pengentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. bahan pertimbangan action plan pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. menentukan arah dan kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan TKI pasca . meningkatkan pendapatan asli daerah. mensukseskan terwujudnya keluarga sakinah bagi TKI pasca migrasi. Pemerintah Indonesia, dalam hal: . merubah brand image negara Indonesia di mata dunia. mengurangi jumlah pengangguran dan . menjadi daya saing bangsa Indonesia di mata bangsabangsa lain. merencanakan kegiatan pengentasan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Action plan pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 6 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi mensukseskan terwujudnya keluarga sakinah bagi TKI pasca migrasi di Indonesia. METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk membuat pencandraan atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada obyek penelitian tertentu. Penelitian ini berlangsung di Kabupaten Ponorogo. Sumber data diperoleh dari aktor langsung yakni mantan TKI pasca migrasi, dan orang lain yang dianggap mengetahui misalnya anak, istri, tetangga, dan orang-orang yang dianggap perlu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, survey, wawancara, dan Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, karena akan mampu memberi peluang yang luas bagi penelitian kualitatif. Wawancara yang akan dilakukan dengan responden merupakan bentuk hubungan manusia ke manusia dan peneliti cenderung untuk memahami tidak menjelaskan. Walaupun wawancara tak terstruktur, peneliti tetap memiliki beberapa unsur pokok sesuai dengan fokus penelitian, agar tidak kehilangan makna dalam penelitian ini. Data yang berhasil dihimpun selanjutnya dianalisis melalui empat tahapan yang digambarkan sebagai berikut: M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 7 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Gambar 1 Tahapan Penghimpunan Data Masa pengumpulan data Reduksi data Antisipasi Display data = ANALISIS Penarikan kesimpulan Analisis data kualitatif di atas merupakan komponen-komponen analisis data model alir. Analisis data kualitatif juga diartikan sebagai upaya yang berlanjut, berulang dan terus menerus. Masalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi menjadi gambaran keberhasilan secara berturutan sebagai rangkaian kegiatan analisis yang susul menyusul seperti digambarkan pada model analisis interaktif. Gambar 2 Model Analisis Interaktif Pengumpulan Reduksi data Penyajian data Penarikan kesimpulan/ M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 8 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini, dilakukan dengan cara-cara : . Perpanjangan keikutsertaan. Pada saat mengumpulkan data, peneliti menyediakan waktu sebanyak mungkin untuk dapat berinteraksi dengan TKI pasca migrasi dan keluarga, pekerja/karyawan serta instansi terkait baik pada saat beraktivitas atau Dengan cara seperti ini diharapkan akan dapat mengambil kesimpulan yang representatif. Triangulasi. Peneliti akan memeriksa keabsahan data melalui berbagai sumber, antara lain metode, lembar Peneliti wawancara, dan sebagainya. Alur Rencana Arah Penelitian Yang Dilakukan Adapun gambar rencana arah penelitian ini tergambarkan sebagai Gambar 3 Alur Arah Penelitian TKI Pasca Identifikasi minat TKI pasca Menentukan jenis usaha ekonomi Merubah TKI pasca Kerja ke luar Usaha mandiri Pembinaan C Pemerintah C LSM Keluarga Sakinah M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 9 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi HASIL PENELITIAN Karakteristik TKI pasca Migrasi Dengan mendasarkan pada hasil penelitian ditemukan bahwa pada dasarnya kharakteristik para TKI pasca migrasi dengan memadukan antara kemampuan wirausaha dengan kemampuan dikelompokkan menjadi empat kuadran atau empat kelompok karakteristik yaitu: Gambar 4 Kemampuan usaha Tinggi Rendah Karakteristik Kelompok TKI Kuadran II Kuadran Kuadran I Kuadran i Rendah Tinggi Kemampuan bidang Agama dan interaksi sosial atau tingkat pemahaman nilai keluarga sakinah Kuadran I : Karakteristiknya adalah kemampuan usaha rendah lingkungan sosial juga rendah. Kuadran II : Karakteristiknya adalah kemampuan usaha tinggi lingkungan sosial rendah. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 10 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Kuadran i : Karakteristiknya adalah kemampuan usaha rendah namun kemampuan bidang agama dan interaksi lingkungan sosial tinggi. Kuadran IV : Karakteristiknya adalah kemampuan usaha tinggi lingkungan sosial juga tinggi. Posisi kemampuan TKI di masing-masing kuadran tersebut berbeda-beda tekannya sesuai dengan kebutuhan mereka. Penjelasan masingmasing kuadran adalah: Untuk kuadran I, jelas bahwa TKI tersebut di satu sisi tidak memiliki kemampuan untuk wirausaha dan disisi lain juga tidak memiliki kemampuan agama ataupun interaksi sosial. Tidak atau memiliki kemampuan usaha yang rendah meliputi tidak memiliki ilmu wirausaha, motivasi rendah, belum pernah mencoba usaha, belum memiliki niat usaha, takut gagal, tidak memiliki modal, sikap malu, mudah menyerah menghadapi persoalan, tidak percaya diri dan lain Jelasnya adalah TKI tersebut rendah atau tidak memiliki milieu wirausaha. Di sisi lain keluarga TKI tersebut juga tidak memiliki ilmu dan pemahaman agama serta interaksi sosial yang rendah, termasuk di dalamnya belum mengamalkan agamanya secara benar, rutin, belum merasakan enak dan nyamannya beribadah dan lain M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 11 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Karakteristik keluarga TKI kuadran II adalah meski dengan ilmu wirausaha terbatas namun ia sudah berani mencoba usaha sambil terus belajar dari pengalaman dan ia menambah wawasan dan ilmu diri. Target dari model pemberdayaan TKI melalui usaha ekonomi produktif adalah memiliki kemampuan berwirausaha yang dapat memiliki penghasilan yang dapat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga secara cukup dan layak. Indikator kelayakan hidup ini diantaranya adalah memiliki rumah permanen yang layak huni dapat memenuhi kesehatan, memiliki penghasilan tetap yang dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jika sakit dapat berobat, dapat membiayai anak-anaknya sekolah. sisi lain kelompok ini memiliki kharakteristik pemahaman serta kemampuan agama serta interaksi sosial yang masih rendah. Pengamalan serta ibadahnya belum rutin, belum banyak bergaul dengan lingkungannya dengan baik. Karakteristik keluarga TKI kuadran i adalah keluarga ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan agama dengan baik dan telah melakukan amalan ibadah secara baik, rutin. Kelompok ini di satu sisi tidak memiliki kemampuan wirausaha serta tidak memiliki usaha, tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup keluarga bahkan belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari secara cukup. Namun di sisi lain keluarga ini telah memiliki ilmu agama cukup dan dapat mengamalkan dengan Pengamalan yang baik ini bisa saja terbentuk karena latar M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 12 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi belakang kebiasaan belajar serta pengamalan agama yang terbentuk dari lingkungannya. Hal ini sudah biasa kehidupan di desa, di lingkungan Surau setiap hari sholat lima waktu di musholla dan setiap sore mengaji dan sebagainya. Mereka juga sudah terbiasa hidup sederhana, qonaAoah menerima apa adanya dari pemberian dari Allah. Kelompok ini tidak memiliki ilmu tentang wirausaha, serta bagaimana mencari penghasilan yang cukup melalui usaha ekonomi produktif. Karakteristik keluarga TKI kuadran IV adalah keluarga telah memiliki usaha serta kemampuan usaha yang baik serta telah memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan memiliki saving yang dapat digunakan untuk investasi. Kelompok ini secara ekonomis sudah memiliki usaha ekonomi yang produktif yang bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Di sisi lain dengan penghasilan yang cukup, keluarga ini juga dapat mengamalkan agamanya, beribadah sesuai dengan agamanya dengan baik, dapat melakukan sedekah, infaq atau sadaqah secara rutin dalam kondisi apa pun. Kelompok ini merupakan kelompok yang ideal yang akan dituju dan menjadi target dari pemberdayaan ini. Dengan mendasarkan pada masing-masing karakteristik tersebut maka dapat di-breakdown atau diurai cara pemecahan masalahnya secara rinci sehingga dapat dicarikan solusi kemudian menghasilkan sebuah pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan TKI. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 13 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Model Pemberdayaan Dengan mendasarkan pada karakteristik persoalan TKI, maka model pemberdayaan TKI pasca migrasi melaui usaha ekonomi produktif menuju keluarga sakinah sebagaimana terlihat dalam gambar berikut: M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 14 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Gambar 4 Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Kuadran I Identifikasi Posisi Kemampuan TKI Kuadran II Membangun Mindset wirausaha 4 & Keluarga Sakinah TKI Pelatihan Wirausaha & Ibadah sesuai Kuadran i Pembinaan & Pendampingan usaha menjadi keluarga sakinah oleh lembaga konsultan: Perguruan Tinggi. LSM Memiliki Usaha Ekonomi Produktif & Menjadi Keluarga Sakinah Kuadran IV TKI Pasca Uji Lapangan Dijadikan Mitra Pendamping M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 1 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Penjelasan Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi Alur model pemberdayaan TKI pasca migrasi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: Terhadap TKI pasca migrasi/mantan TKI tersebut dilakukan identifikasi dengan diminta untuk mengisi instrumen identifikasi yang telah disediakan. Dari TKI terkategorikan dalam kuadran I, kuadran II, kuadran i, dan kuadran IV. Kuadran I adalah kelompok TKI yang karakteristik kemampuan usaha rendah serta kemampuan bidang agama dan interaksi lingkungan sosial juga rendah. Kuadran II adalah kelompok TKI yang karakteristik kemampuan usaha tinggi serta kemampuan bidang agama dan interaksi lingkungan sosial rendah. Kuadran i TKI kemampuan usaha rendah namun kemampuan bidang agama dan interaksi lingkungan sosial tinggi. Kuadran TKI kemampuan usaha tinggi serta kemampuan bidang agama dan interaksi lingkungan sosial juga tinggi. Setelah TKI tersebut terkelompokkan, masing-masing kelompok tersebut cara pemberdayaannya berbeda-beda. Kelompok produktif/wirausaha dan maindset keluarga sakinah. Kelompok M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi kuadran II akan memperoleh materi keluarga sakinah saja, sedangkan kuadran i akan memperoleh materi maindset . Untuk kelompok TKI kuadran IV akan dilakukan uji lapangan apakah betul sudah memiliki usaha ekonomi produktif dan mengamalkan nilai-nilai keluarga sakinah . gama dan interaksi sosial dengan lingkungan. Kalau memang betul maka kelompok ini akan dijadikan mitra pendamping atau contoh keluarga yang telah sukses yaitu memiliki usaha ekonomi produktif dan menjadi keluarga sakinah. Untuk kelompok TKI kuadran I. II dan II setelah memperoleh pembekalan mindset wirausaha atau pun maindset keluarga sakinah maka dilanjutkan pelatihan wirausaha dan pelatihan keluarga sakinah yang berupa simulasi. Kelompok TKI kuadran I. II dan i setelah memperoleh pelatihan maka akan melakukan praktek wirausaha, sedangkan praktek-praktek nilai-nilai keluarga sakinah yang notabene berbasis nilai-nilai agama dan hubungan sosial kemasyarakatan akan dicek dilapangan. Dalam melakukan praktek dilapangan dilakukan pembinaan, pendampingan sampai dengan benar-benar mereka bisa melakukan secara mandiri. Disamping itu, untuk melihat keberlanjutannya akan selalu dilakukan monitoring. Dalam masa praktek kelompok ini bisa bermitra dan belajar bersama dengan kelompok TKI kuadran IV agar bisa saling berbagi M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Sayid Abas. Bambang W & Rudianto. Model Pemberdayaan TKI Pasca Migrasi pengalaman dan saling memotivasi, memecahkan persoalan, dan menguatkan jaringan usaha. Kelompok TKI II setelah pendampingan kurang lebih selama 1 sampai dengan 2 tahun diharapkan sudah bisa menjadi wirausahawan yang memiliki usaha ekonomi produktif yang mandiri dan benar-benar menjadi keluarga sakinah. PENUTUP Sasaran Model pemberdayaan TKI pasca migrasi melalui usaha ekonomi produktif menuju keluarga sakinah ini adalah para keluarga TKI pasca migrasi yang kondisnya belum mandiri baik secara ekonomi maupun sosial. Model pemberdayaan TKI ini proses-prosesnya selain pendampingan pembimbingan secara kekeluargaan dan berkelanjutan sampai mandiri baik secara ekonomi dan menjadi keluarga sakinah mawadah wa rohmah. Dalam proses pembimbingan juga mengedepankan active learning dari para TKI. DAFTAR PUSTAKA