https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Volume 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Page 98-104 Peningkatan Kemandirian Wanita Penyayang Disabilitas melalui Program HWDI di Provinsi Bali: Studi Kasus Kota Denpasar Oleh: Kharisma Maulidia Ida Ayu Alit Laksmiwati I Ketut Kaler Program Studi Antropologi. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bali. Indonesia kharismamaulidia182@gmail. Proses Review 1-26 September, dinyatakan lolos 27 September Abstract This research analyses the Association of Indonesian Women with Disabilities (HWDI) Denpasar City in increasing the independence of women with disabilities in Bali Province, with a focus on the Denpasar City case study. The Indonesian Women with Disabilities Association (HWDI) of Denpasar City aims to empower women with disabilities to be productive and increase independence. This research applies Empowerment Theory and Education Theory as a conceptual framework. A qualitative approach with ethnographic method is used to explore in-depth information about various programmes implemented by HWDI Denpasar City. Data collection techniques include observation, interviews, and literature study. The results showed that HWDI Denpasar City has successfully implemented a variety of programmes that are significant in increasing the independence of its members. These programmes include the establishment of a Branch Management Council (DPC) to provide opportunities for active participation of members in organisational decision-making, vaccinations to support the health of women with disabilities, capacity building to improve membersAo skills and knowledge, reproductive health checks, mental health telecounseling, and the Independent Worker Program (TKM) to facilitate economic independence. This research provides important insights for the development of similar programmes elsewhere and highlights the important role of organisations such as HWDI in encouraging women with disabilities to become self-reliant. Keywords: Increasing independence, women with disabilities. Association of Indonesian Women with Disabilities (HWDI), programme effectiveness. Abstrak Penelitian ini menganalisis tentang Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar dalam meningkatkan kemandirian wanita penyandang disabilitas di Provinsi Bali, dengan Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 fokus pada studi kasus Kota Denpasar. Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar bertujuan untuk memberdayakan wanita penyandang disabilitas agar dapat produktif dan meningkatkan kemandirian. Penelitian ini menerapkan Teori Penberdayaan dan Teori Pendidikan sebagai kerangka konseptual. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk menggali informasi mendalam tentang berbagai program yang diterapkan oleh HWDI Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HWDI Kota Denpasar telah berhasil mengimplementasikan beragam program yang signifikan dalam meningkatkan kemandirian anggotanya. Program-program ini termasuk pembentukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) untuk memberikan peluang partisipasi aktif anggota dalam pengambilan keputusan organisasi, vaksinasi untuk mendukung kesehatan wanita penyandang disabilitas, capacity building untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota, pemeriksaan kesehatan reproduksi, telekonseling kesehatan mental, dan Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk memfasilitasi kemandirian ekonomi. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan program-program serupa di tempat lain dan menyoroti peran penting organisasi seperti HWDI dalam mendorong inklusi dan pemberdayaan wanita penyandang Kata kunci: Peningkatan Kemandirian. Wanita penyandang disabilitas. Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), ektivitas program. PENDAHULUAN Disabilitas didefinisikan sebagai suatu kondisi . eperti sakit atau ceder. yang mengganggu atau membatasi kemampuan mental dan fisik seseorang atau keadaan tidak mampu melakukan sesuatu dengan cara yang biasa. Penyandang disabilitas merupakan wanita yang mengalami gangguan fisik, memiliki gangguan kognitif, emosional, mental dan sensorik, serta mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain di lingkungannya. Pasal 4 ayat 1 UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kecacatan, antara lain cacat fisik, intelektual, mental, dan sensorik. HWDI berdiri sebagai respons terhadap ketidakadilan yang sering dialami oleh wanita penyandang disabilitas, baik sebagai individu dengan disabilitas maupun sebagai wanita. HWDI lahir dari inisiatif berani sekelompok besar perempuan penyandang disabilitas dan perempuan yang telah merasakan sendiri perjuangan hidup dengan disabilitas. Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya besar dalam meningkatkan kemandirian wanita penyandang disabilitas di Provinsi Bali, dengan fokus studi kasus yang mendalam pada Kota Denpasar. HWDI berfokus pada pencapaian bersama melalui inisiatif pemberdayaan yang bertujuan mengatasi sejumlah tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Di Kota Denpasar, wanita penyandang disabilitas sering kali menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan, dunia kerja, layanan kesehatan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Meskipun Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 memberikan jaminan hak pendidikan bagi mereka, masih terdapat kesulitan dalam mewujudkan akses pendidikan yang inklusif. Kendala-kendala keterbatasan fisik, aksesibilitas yang masih terbatas, stigmatisasi, diskriminasi, dan kesempatan yang terbatas yang sering dialami dalam menghadapi ketidaksetaraan. Peran penting HWDI Kota Denpasar terwujud melalui advokasi untuk hakhak wanita penyandang disabilitas dan peningkatan kualitas hidup mereka di seluruh Provinsi Bali. Organisasi ini adalah entitas nirlaba yang bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan wanita penyandang disabilitas di wilayah ini. HWDI Kota Denpasar telah melibatkan diri dalam upaya untuk memperjuangkan hak-hak Peningkatan Kemandirian Wanita Penyayang Disabilitas melalui Program HWDI di Provinsi Bali: Studi Kasus Kota Denpasar Kharisma Maulidia | Ida Ayu Alit Laksmiwati | I Ketut Kaler Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 mereka, meningkatkan aksesibilitas baik fisik maupun sosial, serta mengedukasi masyarakat sekitar tentang beragam tantangan yang dihadapi oleh wanita penyandang disabilitas. Program-program yang dijalankan oleh HWDI Kota Denpasar memiliki tujuan mulia, yaitu memberikan kesempatan kepada wanita penyandang disabilitas untuk mencapai kemandirian ekonomi dan percaya diri. Kendati demikian, tantangan yang nyata masih ada dalam hal akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Dari data yang diperoleh dari HWDI Provinsi Bali, hanya sedikit dari 580 ribu penyandang disabilitas di Provinsi Bali yang menjadi anggota HWDI. Salah satu faktor penghalang adalah perasaan malu dan stigma yang masih melekat pada disabilitas. Meskipun peraturan perundang-undangan memberikan perlindungan terhadap penyandang disabilitas dalam konteks dunia kerja. Persepsi masyarakat tentang kemampuan mereka masih sering menjadi hambatan, yang mengakibatkan diskriminasi dalam mencari pekerjaan, upaya untuk merubah persepsi ini masih menjadi tantangan dalam mengatasi diskriminasi di tempat kerja. sehingga dalam penelitian ini mengangkat studi kasus tentang HWDI Kota Denpasar di Provinsi Bali memperlihatkan upaya nyata untuk mencapai kemandirian wanita penyandang disabilitas melalui program-program yang dirancang dalam mendukung pencapaian kemandirian mereka. II. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, di mana data diperoleh melalui wawancara serta observasi lapangan. Lokasi penelitian dilakukan di Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar. Dalam penelitian ini, dua teori yang relevan adalah teori pemberdayaan (Suharto, 1. dan teori pendidikan (Collins, 1. Sumber data terbagi menjadi data primer dan Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan yang telah dipilih secara sengaja, yaitu informan pangkal, informan kunci, dan informan biasa. Sumber data sekunder diperoleh dari literatur. Penelitian ini menggunakan teknik purpo100 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X sive dalam memilih informan. Teknik purposive ialah teknik penentuan informan dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2018:. Kriteria informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada 3 jenis informan, yaitu informan pangkal, informan kunci dan informan biasa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, diikuti oleh analisis data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan i. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) didirikan karena adanya kebutuhan bagi wanita penyandang disabilitas yang mengalami berbagai bentuk diskriminasi, baik sebagai wanita maupun sebagai penyandang disabilitas. Kehadiran HWDI merespons ancaman global terhadap kemajuan wanita penyandang disabilitas. Organisasi ini didirikan oleh sekelompok besar perempuan penyandang disabilitas dan perempuan yang pernah mengalami masalah terkait disabilitas. Menurut data HWDI Provinsi Bali dibentuk pada tahun 2006. Sejak tahun 2006 HWDI Bali memperkenalkan organisasi ini melalui pementasan seni dan berbagai acara Tahun selanjutnya HWDI Bali memulai program barunya yaitu pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Kota Denpasar merupakan Kota pertama yang dibentuk oleh DPD HWDI Bali, yang di bentuk pada tanggal 18 Juni 2021 kemudian dilanjutkan dengan kabupaten lainnya seperti Kabupaten Bangli. Jembrana. Badung. Tabanan. Gianyar, sedangkan Kabupaten Buleleng dan Klungkung masih tahap pengumpulan anggota. Lokasi Sekretariat organisasi Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia HWDI Kota Denpasar berlokasi di Jalan Kamboja N0. Dangin Puri Kangin. Kecamata. Denpasar Utara. Kota Denpasar. Bali 80236. HWDI adalah organisasi nirlaba dengan pengurus dan anggota yang berasal dari berbagai jenis disabilitas, seperti tuna netra, tuna rungu wicara, tuna daksa, tuna grahita, dan lainlain. Fokus HWDI terletak pada inisiatif pemberdayaan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, dengan tujuan mencapai kemajuan bersama. Himpunan Wani- Peningkatan Kemandirian Wanita Penyayang Disabilitas melalui Program HWDI di Provinsi Bali: Studi Kasus Kota Denpasar Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 Kharisma Maulidia | Ida Ayu Alit Laksmiwati | I Ketut Kaler ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X ta Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya besar dalam meningkatkan kemandirian wanita penyandang disabilitas di Provinsi Bali, dengan fokus studi kasus yang mendalam di Kota Denpasar. Pembentukan DPC ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kemandirian, kesejahteraan, dan partisipasi wanita dengan disabilitas di wilayah tersebut. Beberapa bentuk program kerja yang di jalankan HWDI Kota Denpasar sebagai berikut: Penguatan Organisasi Penguatan organisasi adalah langkah penting dalam memastikan bahwa sebuah organisasi memiliki struktur yang kuat, kapasitas yang memadai, dan kemampuan untuk mencapai tujuan-tujuannya. Program Pembentukan DPC Kota Denpasar adalah langkah nyata untuk memperkuat representasi dan peran wanita dengan disabilitas di tingkat lokal. Melalui kerjasama erat. DPC berperan dalam memperkuat upaya pemberdayaan wanita penyandang disabilitas dan meningkatkan kualitas hidup mereka di Kota Denpasar. Dengan adanya DPC, anggota HWDI dapat dengan mudah menghubungi DPC untuk mendapatkan bantuan, informasi, atau dukungan dalam mengakses program atau layanan yang diperlukan. Hal ini memberikan kemudahan dan efisiensi dalam menjalankan aktivitas organisasi. Vaksinasi Program vaksinasi yang dilaksanakan oleh Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar memiliki implikasi yang lebih dalam daripada sekadar tindakan kesehatan. Program ini mencerminkan hubungan antara organisasi dengan anggotanya, serta menggambarkan bagaimana pandangan dan nilai-nilai tentang kesehatan dan solidaritas berkembang dalam konteks budaya dan sosial. Pentingnya vaksinasi sebagai langkah menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran HWDI Kota Denpasar memahami risiko dan kebutuhan anggotanya. tidak hanya tentang kesehatan tetapi juga menunjukkan bahwa organisasi peduli pada anggotanya dan ingin melindungi mereka serta menunjukkan sikap saling peduli dan menghargai perbedaan di https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 antara anggota. Melalui kerjasama yang baik dengan pihak kesehatan dan penyedia layanan kesehatan, program vaksinasi HWDI Kota Denpasar dapat mencapai target populasi wanita penyandang disabilitas dengan efektif. Capacity Building Capacity Building adalah suatu proses yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan individu atau organisasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Program capacity building HWDI Kota Denpasar bertujuan untuk memberdayakan wanita penyandang disabilitas agar mereka menjadi lebih mandiri, memiliki pengetahuan yang lebih luas, dan mampu mengambil peran aktif dalam masyarakat. HWDI Kota Denpasar memiliki komitmen yang erat dalam menjalin kerjasama yang erat dengan HWDI pusat dan memprioritaskan kegiatan yang mendukung visi dan misi organisasi secara keseluruhan. HWDI Kota Denpasar melakukan capacity building yang berkelanjutan hal ini dapat memperkuat organisasi mereka, meningkatkan kemampuan anggota, dan memperluas pengaruh mereka dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan wanita dengan disabilitas. Capacity building merupakan proses yang terus-menerus, dan HWDI dapat terus mengembangkan program dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan konteks lokal. Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Pemeriksaan kesehatan reproduksi adalah serangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan untuk memantau kesehatan organ reproduksi pada wanita. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah masalah kesehatan yang terkait dengan sistem reproduksi, seperti infeksi, gangguan hormonal, penyakit menular seksual, atau masalah reproduksi lainnya. Penting untuk menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi secara teratur, terutama bagi wanita penyandang disabilitas yang mungkin memiliki kebutuhan kesehatan khusus. Pemeriksaan ini membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh dan memungkinkan deteksi dini masalah kesehatan, sehingga memungkinkan intervensi yang tepat waktu. Peningkatan Kemandirian Wanita Penyayang Disabilitas melalui Program HWDI di Provinsi Bali: Studi Kasus Kota Denpasar Kharisma Maulidia | Ida Ayu Alit Laksmiwati | I Ketut Kaler Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Telekonseling Kesehatan Mental dan Psikis Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia HWDI Kota Denpasar menjalin kerjasama yang erat dengan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Bali untuk menyediakan layanan telekonseling kesehatan mental dan psikis bagi anggota HWDI yang membutuhkan. Telekonseling ini menjadi langkah inovatif dalam memberikan dukungan psikologis dan konseling bagi wanita penyandang disabilitas di Provinsi Bali. HWDI Kota Denpasar menyediakan informasi dan panduan kepada anggota mengenai layanan telekonseling yang tersedia. Anggota HWDI dapat dengan mudah menghubungi psikolog klinis melalui nomor telepon atau platform daring yang telah disediakan, sehingga anggota merasa nyaman dalam berbicara tentang berbagai masalah yang mereka alami. Layanan ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan aksesibilitas bagi wanita penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat dengan mudah mengakses bantuan profesional dalam menjaga kesehatan mental dan psikis Tenaga KerjaAMandiri Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) adalah program yang memang berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnake. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk wanita penyandang disabilitas, dalam meningkatkan keterampilan dan aksesibilitas di pasar tenaga kerja. Program TKM dari Kemnaker yang didukung dan dijalankan oleh Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar. HWDI menjadi pelaksana dan mitra Kemnaker dalam menyelenggarakan program ini untuk wanita penyandang disabilitas, sehingga memberikan kesempatan dan dukungan bagi mereka dalam mencapai kemandirian ekonomi dan partisipasi aktif di dunia kerja. Program ini memberikan dampak yang positif bagi wanita penyandang disabilitas. Melalui pelatihan, dukungan modal, dan keterampilan yang relevan, program TKM membantu meningkatkan kemandirian ekonomi para anggota. Mereka merasa lebih percaya diri, bersemangat, dan bahagia karena dapat memiliki us102 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X aha sendiri dan mencapai keberhasilan dalam dunia kerja. Semoga program TKM HWDI terus memberikan manfaat bagi lebih banyak wanita disabilitas dalam mencapai kemandirian dan kesuksesan dalam berwirausaha. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anggota HWDI untuk memiliki usaha mandiri atau menjadi bagian dari tenaga kerja yang produktif dan berdaya saing. HWDI Kota Denpasar telah terlibat dalam upaya memperjuangkan hak-hak mereka, meningkatkan aksesibilitas baik fisik maupun sosial, serta mengedukasi masyarakat tentang beragam tantangan yang dihadapi oleh perempuan penyandang disabilitas. Terdapat 3 potensi utama yang menjadi pendorong kesuksesan berjalannya program ini yaitu tingginya semangat anggota, adanya kemitraan kerja yang luas, dan infrastruktur yang mendukung. Pelatihan dan pembinaan kewirausaahan mempunyai metode dan pola yang berimplikasi pada wanita penyandang disabilitas fisik. HWDI memfasilitasi alat belajar dan dibina oleh orang ahli pada Sehingga program ini dapat bermanfaat bagi perempuan penyadang disabilitas fisik untuk mencapai efektivitas dan kemandirian dalam melakukan wirausaha dengan keterbatasan yang dimiliki. Dengan penuh semangat, anggota HWDI Kota Denpasar telah menciptakan lingkungan yang inklusif, saling mendukung, dan memberdayakan. Semangat ini menjadi pondasi kuat dalam meningkatkan efektivitas program-program yang dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi anggota serta masyarakat sekitar. Adanya Kemitraan dengan organisasi dan lembaga non-pemerintah menjadi salah satu faktor pendukung yang sangat berarti bagi HWDI Kota Denpasar. Melalui kerjasama ini. HWDI dapat memperluas jangkauan program-programnya dan mendapatkan sumber daya tambahan yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anggota wanita disabilitas. HWDI Kota Denpasar telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemandirian wanita penyandang disabilitas dengan indikasi meningkatkan kemandirian ekonomi, kemandirian mobilitas, kemandirian pribadi, kemandirian sosial serta kemandirian dalam Peningkatan Kemandirian Wanita Penyayang Disabilitas melalui Program HWDI di Provinsi Bali: Studi Kasus Kota Denpasar Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 Kharisma Maulidia | Ida Ayu Alit Laksmiwati | I Ketut Kaler ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X mengambil keputusan. Namun Stigma sosial dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas merupakan hambatan yang seringkali menghalangi partisipasi aktif mereka dalam programprogram HWDI. Dalam masyarakat, masih banyak pandangan negatif dan prasangka terhadap orang-orang dengan disabilitas, yang menyebabkan mereka sering dianggap kurang mampu atau tidak berkontribusi secara optimal. Akibatnya, banyak penyandang disabilitas merasa enggan atau takut untuk terlibat dalam kegiatan sosial atau program-program yang ditawarkan oleh HWDI. Program-program dan kegiatan yang dijalankan oleh HWDI dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang isu-isu yang dihadapi oleh wanita penyandang Ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini, serta mendorong masyarakat untuk lebih empati dan mendukung upaya pemberdayaan wanita penyandang disabilitas. Melalui kegiatan yang melibatkan interaksi langsung antara wanita penyandang disabilitas dan masyarakat umum, program HWDI dapat membantu mengurangi stigma dan stereotip yang seringkali melekat pada mereka. Masyarakat dapat melihat potensi dan kemampuan wanita penyandang disabilitas melalui partisipasi aktif mereka dalam berbagai program. IV. PENUTUP Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar telah berhasil melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian wanita penyandang disabilitas di wilayah tersebut. Programprogram ini mencakup berbagai aspek, seperti ekonomi, kesehatan, keterampilan, serta dukungan sosial dan psikis. Efektivitas program-program HWDI terlihat dari berbagai indikasi kemandirian yang berhasil ditingkatkan, termasuk kemandirian ekonomi, mobilitas, pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian dalam pengambilan keputusan. Hasil positif dari program ini menciptakan dampak yang signifikan pada anggotanya, termasuk peningkatan taraf ekonomi, akses kesehatan yang lebih baik, pemberdayaan sosial, serta partisipasi yang lebih aktif https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 dalam kehidupan sosial. Selain itu, programprogram HWDI juga memberikan dampak positif pada masyarakat sekitarnya. Hal ini tercermin dalam peningkatan kesadaran masyarakat tentang isu-isu yang dihadapi oleh wanita penyandang disabilitas, pengurangan stigma sosial, serta dorongan bagi pemberdayaan ekonomi lebih luas. Meskipun program-program ini telah berhasil mencapai hasil positif, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, termasuk keterbatasan dana dan stigma sosial yang masih ada. Namun, secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan pentingnya peran HWDI Kota Denpasar dalam membantu wanita penyandang disabilitas mencapai kemandirian mereka dan mengatasi tantangan yang mereka HWDI Kota Denpasar dapat terus meningkatkan kualitas program-programnya dengan menguatkan program pemberdayaan bagi wanita penyandang disabilitas, termasuk pelatihan keterampilan, dukungan modal usaha, dan memfasilitasi akses ke pasar kerja yang inklusif. Hal ini akan membantu perempuan penyandang disabilitas menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan berperan aktif dalam perekonomian lokal. Melibatkan masyarakat dalam kampanye untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Serta meningkatkan kapasitas organisasi dan memperluas cakupan program dengan mencari dukungan dana yang dapat menunjang kemajuan organisasi. Dengan upaya yang berkelanjutan dan dukungan yang tepat, program-program ini dapat terus meningkatkan kualitas hidup wanita penyandang disabilitas di Provinsi Bali, menciptakan inklusi yang lebih baik, serta mengurangi hambatan-hambatan yang masih ada dalam masyarakat. Peningkatan Kemandirian Wanita Penyayang Disabilitas melalui Program HWDI di Provinsi Bali: Studi Kasus Kota Denpasar Kharisma Maulidia | Ida Ayu Alit Laksmiwati | I Ketut Kaler Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X DAFTAR RUJUKAN Afriany. , & Hakim. Pengembangan Kemandirian Bagi Kaum Difabel (Studi Kasus Pada Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Dalam Upaya Pengembangan Kemandirian Bagi Kaum Disabilitas Di Kabupaten Deli Serdan. Jurnal Nasional Sains & Teknologi Informasi, 1. , 57Ae62. Mahmud dan Ija Suntana. Antropologi Pendidikan. Bandung:Pustaka Setia. Hal. Marzali. Amri. Pendidikan Antropologi dan Pembangunan Indonesia. Jurnal Antropologi Indonesia. Vol. 62 Hal. Prof. Dr. Koentjaraningrat. Tokoh-tokoh Antropologi. Universitas Djakarta Rima. , dan Gutama. Pengembangan Kemandirian Bagi Kaum Difabel. Jurnal Sosiologi Dilema, 31. , 2016. Spradley. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana. Sugiarto. Eko. Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Suaka Media Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kautitatif . Kualitatif dan R&D. Bandung: CV ALFBETA ToAoatin. Strategi Lembaga Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dalam Pemberdayaan Wanita Disabilitas di Jakarta Pusat. Skripsi Fakultas Dakwah Komunikasi. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Widanti. Pendampingan Redesain Logo UMKM Anggota Disabilitas Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Bali Menuju Masyarakat Inklusif. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari. Hal 35 - 43 Zubaedi. Pengembangan Masyarakat Wacana dan Praktik. Jakarta:Kencana Prenada Media Group, hlm. Peningkatan Kemandirian Wanita Penyayang Disabilitas melalui Program HWDI di Provinsi Bali: Studi Kasus Kota Denpasar Vol. 23 Nomor 2 Oktober 2023 Kharisma Maulidia | Ida Ayu Alit Laksmiwati | I Ketut Kaler