283 Jurnal Info Kesehatan Vol 15. No. Desember 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Factors that Influence Toddler Infant Visits to Maternal and Child Health Services in Tarus Village. Central Kupang District. Kupang Regency, 2014 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kunjungan Bayi Balita Ke Pusat Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Tahun 2014 Tirza Vivianri Isabela Tabelak, 2Serlyansie V. Boimau Bidan. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: tirzatabelak@poltekkeskupang. Email: serlyansieboimau@poltekkeskupang. ARTICLE INFO: Keywords: Infant Mortality Rate Underfive Mortality Rate Maternal and Child Health Services Kata Kunci: Angka kematian bayi Angka kematian balita ABSTARCT/ABSTRAK Background: Indicators related to child health are important indicators in determining the overall health status of the community, especially assessing the success of health services and development in the health sector. These indicators are infant mortality (IMR) and Underfive Mortality Rate (AKABA). The government has organized health services known as Maternal and Child Health Services. Tarus' Maternal and Child Health Services in 2011 saw 72. percent of infants under five who visited Maternal and Child Health Services. In 2012 the number of infant visits to Maternal and Child Health Services decreased by 69. percent (Health Center Health Profile, 2. out of 3,695 toddlers in Tarus Maternal and Child Health Services work areas there were only 2,563 . 3 percen. toddlers who uses Maternal and Child Health Services every month. Research Objectives: To find out the factors that influence the visit of Toddler Babies to Maternal and Child Health Services in Tarus Village. Kupang Tengah District. Kupang Regency. Research Method: Type of descriptive research. total of 32 respondents were parents of infants under five. The research instrument uses a questionnaire. Research Results: Knowledge factor 81. 2 percent good. As many as 5 percent of mothers have children under five years old. Conclusion: Knowledge factors and the number of children do not directly affect the visit of infants to Maternal and Child Health Services. Other factors that influence are attitudes, behavior, the role of Maternal and Child Health Services cadres, community participation and lack of support or cooperation in participation from other sectors. Latar Belakang: Indikator terkait dengan kesehatan anak menjadi indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan terutama menilai Posyandu keberhasilan pelayanan kesehatan dan pembangunan di bidang kesehatan. Indikator tersebut adalah angka kematian bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA). Pemerintah telah menyelenggarakan pelyanan kesehatan yang dikenal dengan posyandu. Puskesmas Tarus jumlah bayi balita yang datang berkunjung keposyandu tahun 2011 72,22 persen. Tahun 2012 jumlah kunjungan bayi balita ke posyandu mengalami penurunan yaitu 69,3 persen (Profil Kesehatan Puskesmas, 2. 695 balita yang ada diwilayah kerja Puskesmas Tarus hanya terdapat 2. ,3 perse. balita yang memanfaatkan posyandu setiap Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan Bayi Balita ke Posyandudi Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif. Sampel berjumlah 32 responden yakni orang tua bayi balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Faktor pengetahuan 81,2 persen baik. Sebesar 62,5 persen ibu memiliki anak usia bayi balita lebih dari 2 Simpulan: Faktor pengetahuan dan jumlah anak tidak langsung mempengaruhi kunjungan bayi balita ke posyandu. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi yakni sikap, perilaku, peran kader posyandu, partisipasi masyarakat serta kurangnya dukungan atau kerja sama partisipasi dari sektor CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Tirza Vivianri Isabela Tabelak. Poltekkes Kemenkes Kupang Jl. Kartini. Kupang - 85228 Email: tirzatabelak@poltekkeskupang. PENDAHULUAN RI, 2. Selain faktor tersebut diatas. Balita adalah anak usia . Masa balita merupakan masa yang paling pelayanan kesehatan dikarenakan kesibukan penting karena pada masa ini selain selain bekerja tidak mengetahui jadwal posyandu pertumbuhan fisik jug merupakan masa dan jauhnya lokasi pelayanan kesehatan pertumbuhan otak anak dan setelah masa dengan rumah penduduk (Effendy, 2. balita tidak ada lagi pertumbuhan otak SDKI tahun 2007 mengestimasikan nilai manusia, oleh karena itu perlu mendapat AKABA sebesar 44 per 1000 kelahiran hidup. perhatian dalam proses pertumbuhan dan Untuk provinsi NTT angka kematian perkembangan anak (Ascobat Gani, 2. bayi (AKB) pada tahun 2011 sebesar 1. Menurut UU 1945, pasal 28 H ayat 1 dan UU atau 13,1 per 1000 kelahiran hidup. Angka No. 23 tahun 1. Kesehatan merupaka hak kematian balita (AKABA) pada tahun 2011 400 atau 14,8 per 1000 kelahiran sehingga perlu diupayakan, diperjuangkan hidup (Profil Dinkes NTT, 2. Sementara dan ditingkatkan oleh setiap induvidu dan oleh estimasi survey kesehatan nasional angka setiap komponen bangsa, agar masyarakat kematian bayi pada tahun 2001 adalah 50 per dapat mewujudkan derajat kesehatan yang 1000 kelahiran hidup. Kematian bayi tersebut optimal (Depkes RI, 2. disebabkan oleh penyakit-penyakit seperti: Beberapa indikator terkait dengan Gangguan Perinatal . ,7%), kesehatan anak menjadi indikator penting pernafasan . ,6%). Diare . ,4%). Sistem pencernaan . ,3%). Gejala tidak jelas . ,1%), masyarakat secara keseluruhan terutama Tetanus . ,4%) dan saraf . ,2%). menilai keberhasilan pelayanan kesehatan Berdasarkan faktor status kesehatan dan pembangunan di bidang kesehatan. balita perlu adanya upaya yang lebih spesifik. Indikator tersebut adalah angka kematian bayi upaya untuk meningkatkan status kesehatan. (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA). Pemerintah Angka kematian balita adalah jumlah anak pelyanan kesehatan yang dikenal dengan yang meninggal sebelum usia 5 tahun per posyandu (Effendy, 2. Di Indonesia pada tahun 2010, terdapat kurang lebih 250. kematian balita ini menggambarkan keadaan posyandu, namun hanya 45% saja yang Angka kesehatan anak balita seperti gizi, sanitasi, masyarakat adalah 39%. Diperkirakan dari penyakit menular dan kecelakaan. semua anak balita yang ada hanya 43% anak Masih tingginya angka kematian balita balita yang terpantau status kesehatannya berkaitan erat dengan pengetahuan dan sikap melalui pemanfaatan posyandu (Sukernas masyarakat yang kurang menunjang (Depkes NTT Kelurahan Tarus terdapat 318 balita yang berada di wilayah posyandu Kelurahan Tarus 092 buah dengan posyandu yang yang tersebar di 5 Posyandu. Dari 318 balita aktif sebanyak 6. 942 buah . ,35%). Dengan yang ada (S) hanya terdapat 222 . ,8 jumlahi bayi balita yang berkunjung ke perse. balita yang memanfaatkan posyandu posyandu sebesar 67,87 persen (Surkesnas, setiap bulannya (D). Masih terdapat 96 . ,1 Tahun 2012 jumlah bayi balita yang perse. balita yang tidak memanfaatkan berkunjung ke posyandu 76 persen, (Profil Kesehatan NTT, 2. Di Kabupaten Kupang kurangnya dukungan dan kerja sama lintas pada tahun 2011 jumlah sasaran bayi balita sektor, perilaku masyarakat serta informasi yang berkunjung ke posyandu sebesar 80,8 mengenai perubahan jadwal posyandu oleh Persen (Profil kesehatan kabupaten Kupang, petugas kesehatan tidak diketahui oleh orang Tahun 2012 cakupan kunjungan bayi tua bayi balita. Hal ini menunjukan bahwa balita ke Posyandu mengalami penurunan pencapaian target kunjungan balita masih 76,8 persen (Profil Kesehatan Kabupaten Dari balita yang berkunjung ke Kupang, 2. posyandu setiap bulannya terdapat balita Hal Di wilayah kerja Puskesmas Tarus yang begizi baik 154 . ,3 perse. balita, gizi jumlah bayi balita yang datang berkunjung BGM 25 . ,2 Perse. balita, gizi kurang 33 keposyandu tahun 2011 72,22 persen. Tahun . ,8 perse. balita, gizi buruk 10 . ,5 perse. Hasil posyandu mengalami penurunan yaitu 69,3 pencapaian target kunjungan balita masih persen (Profil Kesehatan Puskesmas, 2. 695 balita yang ada diwilayah kerja Upaya pemerintah untuk memantau Puskesmas Tarus hanya terdapat 2. dan memperbaiki kondisi kesehatan terutama perse. balita yang memanfaatkan posyandu balita dapat dilaksanakan melalui masyarakat setiap bulannya, dari target 100 persen yang desa yaitu dengan adanya upaya kesehatan ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupataen bersumber daya masyarakat (UKBM, yang Kupang. Dari jumlah balita yang berkunjung melayani masyarakat digaris terdepan untuk ke posyandu terdapat 1. ,3 perse. itu kegiatan posyandu harus didukung serta balita dengan status gizi baik, gizi kurang 546 kerja sama lintas program dan lintas sektor . ,3 perse. , gizi BGM 344 . ,4 perse. , yaitu kader kesehatan, kader PKK mulai dari gizi buruk 103 . Masih terdapat dasawisma. RT. RW. Tim Penggerak PKK tingkat Kelurahan setempat melalui PMT, . ,6 memanfaatkan posyandu. Berdasarkan data yang diperolel pada bulan April Ae Agustus 2013 pada posyandu memberikan penyuluhan kepada ibu bayi posyandu, serta menginformasikan kepada masyarakat jadwal posyandu setiap bulannya Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah sehingga mutu pelayanan posyandu dapat Kabupaten Kupang Tahun 2014. Salah satu bentuk operasional UKBM Rumusan Masalah adalah Posyandu. Sesuai dengan program Berdasarkan latar belakang yang telah revitalisai posyandu. Posyandu merupakan diuraikan di atas, mendorong penulis untuk wadah komunukasi alih teknologi dalam mempengaruhi kunjungan bayi balita ke berencana dari masyarakat oleh masyarakat Posyandudi Kelurahan Tarus Kecamatan dan untuk masyarakat dengan dukungan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. faktor-taFaktor petugas kesehatan dan keluarga berencana Tujuan Penelitian yang yang mempunyai nilai strategis untuk Berdasarkan rumusan masalah penelitian, pengembangan sumber daya manusia sejak maka tujuan penelitian ini yaitu Posyandu juga merupakan wadah peran Diketahuinya faktor pengetahuan orang serta masyarakat untuk menyampaaikan dan Posyandu, tujuan Posyandu, manfaat Posyandu, partisipasi orang tua dalam bayi/Balita pemeliharaan dan perawatan kesejahteraan ibu dan anak secara dini dapat dapat Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang dilakukan di posyandu (Depkes RI, 2. Tengah Kabupaten Kupang Keberhasilan SKDN baik/kurangnya Posyandu Diketahuinya faktor jarak posyandu yang D/S KelurahanTarus masyarakat dan N/D menunjukan berhasil Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten tidaknya program posyandu. Pemanfaatan Kupang Diketahui indikator, salah satunya persentase balita mempengaruhi kunjungan bayi balita ke ditimbang (D/S yaitu jumlah bayi balita yang posyandu di kelurahan Tarus Kecamatan datang timbang di bagi jumlah sasaran yang Kupang Tengah Kabupaten Kupang ada di wilayah tersebu. Dari latar belakang diatas maka penulis ingin merumuskan masalah penelitian Manfaat Penelitian Hasil tentang AuFaktor-Faktor yang mempengaruhi berguna untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kunjungan bayi Posyandudi balita ke posyandu Variabel Penelitian Jenis Penelitian Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah Jenis Variabel (Independen. Pengetahuan, paritas, jarak Posyandu Variabel terikat . kunjungan Teknik Penelitian bayi / balita. Data dikumpulkan dari data primer. Data primer ini diambil dengan cara pengisian Populasi Dan Sampel lembar pertanyaan . Data sekunder Populasi dari penelitian ini adalah orangtua bayi/balita di Posyandu di Kelurahan juga dikumpulkan untuk melengkapi dan mendukung data primer. Tarussebanyak 318 orang. Sampel penelitian sebanyak 32 orang tua bayi balita. Analisis Data Data dianalisis secara univariat HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Di Posyandu Kelurahan Tarus Tahun 2014. Umur/tahun Total Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Di Posyandu Kelurahan Tarus Kecamatan KupangTengah Kabupaten Kupang Tahun 2014 Tingkat Pendidikan SMP SMA Total Karakterristik Ibu Balita Berdasarkan Pekerjaan Di Posyandu Kelurahan Tarus Puskesmas Tarus KabupatenKupang Tahun 2014 Pekerjaan IRT PNS Wiraswasta Total Analisis Univariat Distribusi Pengetahuan Responden Di Posyandu Kelurahan Tarus Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang Tahun 2014 Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jumlah Anak Hidup DiPosyandu Kelurahan Tarus Puskesmas TarusKabupaten Kupang Tahun 2014 Jumlah Anak Total PEMBAHASAN ,5%) dan yang mempunyai anak 2 Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan itu terjadi setelahmanusia melakukan . ,5%). Jumlah anak yang banyak dalam pengindraan melalui panca indranya terhadap keluarga akan mengakibatkan berkuranganya sesuatu objek tertentu. Pengindraan terjadi perhatian dan kasih sayang yang diterima melalui panca indra manusia yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa kesehatan (Soetjiningsih, 1. Sebagian Faktor pengetahuan, jumlah anak tidak manusia diperoleh melalui mata dan telinga. mempunyai pengaruh terhadap kunjungan Pengetahuan kognitif merupakan domain yang bayi balita di posyandu Kelurahan Tarus sangat penting dalam membentuk tindakan Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang Tahun seseorang (Notoatmodjo, 2. Upaya-upaya yang dilakukan adalah Posyandu komunikasi alih teknologi dalampelayanan Posyandu memberikan penyuluhan tentang kesehatan masyarakat dan keluarga berecana: pentingnya program KB yang dilakukan baik dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk petugas di desa, memotivasi kader untuk lebih meningkatkan peran kader terutama sebelum kesehatan dan keluarga berencana yang hari buka posyandu, bekerja sama dengan lintas sektor, melakukan kunjungan ke rumah pengembangan sumber daya manusia sejak bayi balita yang tidak hadir pada penimbangan dini (Sembiring, 2. di Posyandu. Dari 32 orang responden mempunyai Puskesmas Secara keseluruhan hasil penelitian ini sebanyak 26 orang . ,3%) berpengetahuan jumlah anak tidak mempunyai pengaruh Cukup, terhadap kunjungan bayi balita ke posyandu. ,8%). Enam berpengetahuan cukup ini mempunyai tingkat pengetahuan masih rendah yaitu 4 orang SIMPULAN DAN SARAN tamat SD dan 2 orang tamat SMP, sehingga Simpulan dapat mempengaruhi tingkat pengetahuannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Semakin tinggi pendidikan semakin banyak sebagian besar ibu balita memiliki tingkat akses mengenai informasi. kesehatan yang pengetahuan yang baik tentang posyandu hal mendorongnya mengikuti kegiatan Posyandu ini di dukung data mayoritas ressponden yaitu (Notoadmodjo,2. sebanyak 26 orang . ,2 perse. memiliki Dari 32 responden mempunyai jumlah anak hidup lebih dari 2 orang sebanyak 20 pengetahuan baik. Jumlah anak dalam Kader Posyandu lebih berperan aktif menujukan sebagian besar ibu balita yang dalam menggerakan sasaran terutama berkunjung ke posyandu memiliki anak lebih pada hari sebelum buka Posyandu. dari 2 orang hal ini di dukung data mayoritas Bagi Institusi responden yaitu sebanyak 20 orang . ,5 Hasil penelitian ini dijadikan sebagai perse. , 12 orang . memiliki anak 2 bahan kajian pendalaman materi bagi Namun kedua Faktor diatas bukan peneliti atau pembaca selanjutnya. Bagi Peneliti selanjutnya Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan kelurahan Tarus kecamatan Kupang Tengah dalam melakukan penelitian selanjutnya. Kabupaten Kupang tahun 2014 tetapi ada pengaruh faktor- faktor lain seperti: sikap, selanjutnya agar meneliti faktor-faktor perilaku, peran kader posyandu, partisipasi lain selain faktor-faktor yang diteliti oleh masyarakat serta kurangnya dukungan atau peneliti saat ini. kerja sama partisipasi dari sektor lain. Saran Responden Responden penyuluhan maupun dengan melihat informasi baik dari media cetak maupun media elektronik tentang posyandu dan lebih aktif dalam mengikuti kegiatan Posyandu. Puskesmas Agar penelitian ini dijadikan sebagai Puskesmas agar dapat membina dan melakukan kerja sama dengan sektor terkait/pemerintah menggerakkan masyarakat agar datang ke tempat penimbangan setiap bulan. Kader Posyandu REFERENCES