ISSN: x-x Volume X. Nomor X. Bulan 20XX DOI XX-XX Program Meningkatkan Perilaku Mahasiswa Mengisi SIM Point di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Muhammad Munir. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Indonesia Email: 1mmunir7728@gmail. Abstract Competence is something that must be possessed by students. Competence is skill, knowing, having authority, and having power or determining something. One way for students to gain competence is by participating in various kinds of certified activities such as training, seminars, workshops, academic or non-academic competitions, and organizations. The certificate can later be uploaded to the SIM Point as a condition for taking SKPI. The aim of this program is to educate students to fill in SIM Points and be aware of the importance of SIM Points. The results of this program show an increase of 4% of pre-test and post-test results. The methods used are interviews and questionnaires. Keyword : SIM Point. Education. Collage Student Abstrak Kompetensi merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Kompetensi merupakan kecakapan, mengetahui, berwenang, dan berkuasa atau menentukan atas sesuatu. Salah satu supaya mahasiswa mendapatkan kompetensi adalah dengan mengikuti berbagai macam kegiatan bersertifikat seperti pelatihan, seminar, lokakarya, lomba akademik atau non akademik, dan organisasi. Sertifikat tersebut nantinya dapat diunggah di SIM Point sebagai syarat pengambilan SKPI. Tujuan program ini adalah mengedukasi mahasiswa supaya mengisi SIM Point dan sadar terkait pentingnya SIM Point. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan sebesar 4% dari hasil pre-tes dan post-tes. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan kuisioner. Kata Kunci : SIM Point. Edukasi. Mahasiswa Pendahuluan Kompetensi merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Kompetensi merupakan kecakapan, mengetahui, berwenang, dan berkuasa atau menentukan atas sesuatu (KBBI, 2. Dalam dunia kerja seseorang membutuhkan banyak sekali kemampuan yang harus dimiliki, faktanya sekarang banyak perusahaan yang memberikan lamaran di kampus-kampus namun hanya sedikit mahasiswa yang memenuhi kompetensi seperti yang diharapkan oleh mahasiswa. Oleh sebab itu mahasiswa perlu mengasah skillnya supaya mendapatkan kompetensi sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan, hal ini tentunya akan memudahkan mahasiswa ketika terjun di dunia kerja. Salah satu supaya mahasiswa mendapatkan kompetensi adalah dengan mengikuti berbagai macam kegiatan bersertifikat seperti pelatihan, seminar, lokakarya, lomba akademik atau non akademik, dan organisasi. Sertifikat tersebut nantinya dapat diunggah di SIM Point sebagai syarat pengambilan SKPI, selain ijazah SKPI dapat menjadi poin tambahan ketika seseorang melamar pekerjaan. Melansir dari kompasiana. com manfaat SKPI antara lain adalah sebagai dokumen tambahan yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap atau moral seorang lulusan kampus, serta memberi memberikan informasi bahwa instansi berada dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi SIM POINT merupakan salah satu alat yang dimiliki oleh Untag Surabaya dalam mengapresiasi kegiatan atau prestasi mahasiswa dalam bentuk poin. SIM POINT digunakan sebagai syarat mendapatkan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijaza. Syarat unuk mengisi SIM POINT antara lain adalah dengan mengunggah sertifikat PKKMB dan sertifikat ESQ serta sertifikat kegiatan lainnya. SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijaza. adalah dokumen yang memuat informasi tentang pemenuhan kompetensi lulusan dalam suatu Program Pendidikan Tinggi. SKPI telah diatur oleh Kemendikbud dalam Peraturan Mentri Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2018. Dalam pasal 5 ayat 1 tentang AuIjazah diterbitkan perguruan tinggi disertai dengan Traskip Akademik dan SKPIAy. SIM POINT mulai diperkenalkan di Untag Surabaya pada tahun 2017 oleh Wakil Rektor I saat itu Bapak Dr. Andik Matulessy. Si. Psikolog. Selain berfungsi sebagai syarat pengambilan SKPI, mengisi SIM Point dapat memberi manfaat berupa kompetensi atau wawasan baru bagi mahasiswa karena dengan mengikuti banyak kegiatan. mendapatkan sertifikat belaka mahasiswa juga mendapatkan ilmu atau kompetensi Maka dari itu SIM Point merupakan sebuah sistem yang harus diperhatikan olehh mahasiswa supaya dapat mengembangkan dirinya secara optimal pada masa Hal ini didukung dengan SK Rektor nomor 064/SK/R/i/2018 yang menyatakan bahwa mahasiswa S1 angkatan 2017 dan sesudahnya diwajibkan mengumpulkan minimal 130 poin kegiatan yang harus diupload di sim point. Dari hasil survey yang telah saya lakukan kepada 172 mahasiswa Untag Surabaya dari berbagai fakultas, hasil yang saya dapatkan terdapat Sebanyak 95 responden mengisi telah mengunggah sertifikat ke SIM Point, namun dari hasil wawancara yang saya lakukan para responden ini tidak semunya telah mengumpulkan 130 dalam SIM Pointnya. Kebanyakan responden hanya upload sertifikat PKKM dan ESQ. beberapa responden hanya mengunggah sebanyak 1 sertifikat seminar saja, dari data tersebut dapat saya simpulkan ada responden yang telah mengisi namun tidak memenuhi syarat minimal. Sedangkan responden yang belum mengunggah sertifikat di SIM Point total ada 52 orang, jawaban yang mereka beragam terkait alasan mengapa belum mengisi SIM Point, banyak diantaranya yang masih bingung atau tidak tahu mengenai cara mengisi SIM Point. Sebanyak 26 responden mengisi tidak mengetahui tentang SIM Point dengan berbagai macam alasan. Para responden yang tidak mengetahui SIM Point ini menyatakan telah memiliki berbagai macam sertifikat seperti PKKMB. ESQ, seminar, pelatihan, organisasi, kepanitiaan, dan juara nasional. Dari total responden tersebut sebanyak 73. menyatakan tertarik untuk mengikuti sosialisasi SIM Point dan 26. 9% diantaranya menyatakan mungkin akan tertarik akan mengikuti sosialisasi mengenai SIM Point. Kurangnya kedasaran mahasiswa untuk mencari tahu dan belajar terkait SIM Point menyebabkan rasa bingung menguasai mereka. Selain itu memang belum ada panduan atau buku manual yang menjelaskan bagaimana cara pengisian SIM Point. Sosialisasi Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi terkait SIM Point dilakukan terakhir kali tahun lalu via zoom yang kemudian di share di youtube BKA Untag. Pada sosialisasi tersebut dijelaskan bagaimana cara pengisian dan pentingnya SIM Point, namun masih terdapat mahasiswa yang masih belum mengisi atau bahkan tidak tau mengenai apa itu SIM Point. Metode Metode yang digunakan untuk melaksnakan program AuMeningkatkan Perilaku Mahasiswa Mengisi SIM PointAy observasi, wawacara, kuisioner dan reinforcement. Observasi adalah suatu teknik atau cara mengumpulkan data yang sistematis terhadap obyek penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung (Ahyar & Juliana Sukmana, 2. Observasi partisipasi . articipant observatio. mempunyai arti yang lebih luas dari pada hanya melakukan observasi secara partisipatif, yaitu kegiatan penelitian yang berarti field work, penelitian lapangan, studi lapangan, kerja lapangan, atau diberi nama dalam berbagai sebutan lainnya (Buku-Metode-Penelitian-Kualitatif. Wawancara ialah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung atau percakapan dengan maksud tertentu (Ahyar & Juliana Sukmana, 2. Reinforcement merupakan proses pembentukan perilaku, dimana subjek akan mendapat konsekuensi menyenangkan saat melakulan sebuah perilaku (Miltenberger. Reinforcement . adalah segala bentuk respon, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku peserta didik, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau feed back . mpan bali. bagi si penerima . eserta didi. atas perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan ataupun koreksi (Fitriani et all, 2. Reinforcement . adalah sebuah proses di mana konsekuensi, penguat, diberikan setelah perilaku yang diinginkan untuk meningkatkan kemungkinan bahwa perilaku akan terjadi lagi dalam kondisi yang sama(Evan, 2. Kegiatan Survey Kesadaran Mahasiswa Mengisi SIM Point Tujuan : Supaya mendapatkan data lebih lanjut mengenai perilaku mahasiswa Prosedur : A Survey yang disebarkan berbentuk kuisioner A Penyebaran survey dilakukan secara offline dan online A Penyebaran secara offline dilakukan di lingkungan Untag Surabaya dengan mendatangi mahasiswa dan memberikan poster yang berisi barcode menuju ling Mahasiswa yang telah mengisi survey akan mendapatkan bulpen. A Penyebaran secara online dilakukan melalui WhatAosApp yang disebarkan melalui grup Ae grup Kegiatan Penyebaran Poster Cetak Tujuan : Mengedukasi dan mengajak mahasiswa untuk melakukan pengisian SIM Point Prosedur : A Penyebaran dilakukan langsung kepada para mahasiswa secara langsung, melalui BEM Universitas dan BEM Fakultas, serta seluruh Fakultas yang ada di Untag Surabaya Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi A Penyebaran yang dilakukan kepada mahasiswa umum secara langsung dengan cara membagikan brosur A Penyebaran yang dilakukan kepada BEM Universitas dan Fakultas secara cetak dan soft file yang nantinya akan disebarkan oleh BEM Universitas dan BEM Fakultas kepada para mahasiswa secara online A Penyebaran yang dilakukan pada Fakultas yang ada di Untag secara cetak dan soft file yang nantinya akan disebarkan oleh Fakultas pada mahasiswa secara online Kegiatan Penyebaran Buku Manual Pengisian SIM Point Tujuan : Supaya mahasiswa memiliki pegangan buku panduan agar mempermudah melakukan pengisian SIM Point Prosedur : A Disebarkan melalui BEM Universitas A Disebarkan melalui tiap Fakultas yang ada di lingkungan Untag Surabaya Kegiatan Penyebaran Melalui Media Sosial Instagram Tujuan : Mengedukasi dan mengajak mahasiswa untuk melakukan pengisian SIM Point namun secara online Prosedur : A Disebarkan melalui instagram Biro Kemahasiswaan dan Alumni Hasil dan Pembahasan Dari hasil survey yang telah saya lakukan kepada 172 mahasiswa Untag Surabaya dari berbagai fakultas, hasil yang saya dapatkan terdapat Sebanyak 95 responden mengisi telah mengunggah sertifikat ke SIM Point, namun dari hasil wawancara yang saya lakukan para responden ini tidak semunya telah mengumpulkan 130 dalam SIM Pointnya. Kebanyakan responden hanya upload sertifikat PKKM dan ESQ. beberapa responden hanya mengunggah sebanyak 1 sertifikat seminar saja, dari data tersebut dapat saya simpulkan ada responden yang telah mengisi namun tidak memenuhi syarat minimal. Sedangkan responden yang belum mengunggah sertifikat di SIM Point total ada 52 orang, jawaban yang mereka beragam terkait alasan mengapa belum mengisi SIM Point, banyak diantaranya yang masih bingung atau tidak tahu mengenai cara mengisi SIM Point. Sebanyak 26 responden mengisi tidak mengetahui tentang SIM Point dengan berbagai macam alasan. Para responden yang tidak mengetahui SIM Point ini menyatakan telah memiliki berbagai macam sertifikat seperti PKKMB. ESQ, seminar, pelatihan, organisasi, kepanitiaan, dan juara nasional. Dari total responden tersebut sebanyak 73. menyatakan tertarik untuk mengikuti sosialisasi SIM Point dan 26. 9% diantaranya menyatakan mungkin akan tertarik akan mengikuti sosialisasi mengenai SIM Point. Hasil post-tes yang telah dilakukan pada mahasiswa 48 mahasiswa dari berbagai fakultas terdapat 89,6% mahasiswa yang mengetahui SIM Point dan 10,4% sisanya belum mengetahui. Mahasiswa yang telah mengisi SIM Point sebanyak 51,2% dan 48,8% sisanya belum mengisi. Dua puluh satu responeden menjawab belum mengisi SIM Point karena berbagai macam jawaban, namun kebanyakan responden menjawab Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi bingung mengenai cara pengisian SIM Point. Lima responden menjawab belum mengetahui SIM Point dengan alasan yang beragam dan total dari 60% responden tersebut menyatakan tertarik untuk mengikuti sosialisasi SIM Point. Hal ini menunjukkan semakin banyak mahasiswa yang telah mengetahui SIM Point, namun perilaku mahasiswa untuk mengisi SIM Point masih belum meningkat secara optimal. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa program AuMeningkatkan Perilaku Mahasiswa Mengisi SIM PointAy hanya memiliki efektifitas sebesar 4%. Dalam pelaksanaan kegiatan membagikan poster secara offline para mahasiswa terlihat antusias karena desain yang menarik dari poster, namun mereka tetap saja masih mengeluhkan mengenai rumitnya memasukkan kategorisasi kegiatan. Pembagian melalui Fakultas dan BEM juga tidak mendapatkan respon yang baik karena para mahasiswa hanya melihat edukasi tersebut secara online. Edukasi yang diberikan secara offline belum cukup, karena hanya diberikan oleh satu mahasiswa, bukan dari pihak otorita kampus. SIM POINT merupakan salah satu alat yang dimiliki oleh Untag Surabaya dalam mengapresiasi kegiatan atau prestasi mahasiswa dalam bentuk poin. SIM POINT digunakan sebagai syarat mendapatkan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijaza. Syarat unuk mengisi SIM POINT antara lain adalah dengan mengunggah sertifikat PKKMB dan sertifikat ESQ serta sertifikat kegiatan lainnya. SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijaza. adalah dokumen yang memuat informasi tentang pemenuhan kompetensi lulusan dalam suatu Program Pendidikan Tinggi. SKPI telah diatur oleh Kemendikbud dalam Peraturan Mentri Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2018. Dalam pasal 5 ayat 1 tentang AuIjazah diterbitkan perguruan tinggi disertai dengan Traskip Akademik dan SKPIAy. Dari hasil pelaksanaan program mahasiswa menjadi lebih mengerti mengenai SIM Point. Survey yang dilakukan di awal program bertujuan untuk mengukur pengetahuan mahasiswa mengenai SIM Point. Setelah mengerti bahwa para mahasiswa telah mengetahui SIM Point namun belum mengisi karena tidak tau caranya, program AuMeningkatkan Perilaku Mahasiswa Mengisi SIM PointAy dibuat dengan tujuan memberi Setelah program berjalan post-tes diberikan kepada para mahasiswa dan menunjukkan peningkatan mengenai pengetahuan mahasiswa mengenai SIM Point. Simpulan Program AuMeningkatkan Perilaku Mahasiswa Mengisi SIM PointAy merupakan hasil dari kegiatan MBKM yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi yang ditempatkan di Biro Kemahasiswaan dan Alumni. Dari hasil survey yang telah dilakukan menunjukkan kesadaran mahasiswa untuk mengisi SIM Point masih sangat kurang, banyak dari mahasiswa yang belum mencapai batas minimal poin pada Sitem Kredit Prestasi Program ini mengedukasi mahasiswa mengenai SIM Point dan bagaimana cara Program ini memiliki empat kegiatan yaitu survey, penyebaran poster secara offline, pembuatan buku manual, dan penyebaran poster secara online melalui Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi sosial media instagram. Hasil dari program ini adalah pengetahuan mahasiswa mengenai SIM Point meningkat sebanyak 4%. Referensi