Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 DOI: https://doi. org/10. 70285/pqztd686 Pengaruh Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor Anisa Nuraini1*. Lilis Suryani2 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis,. Universitas Pamulang1,2 asinanuraini65@gmail. com1, dosen00437@unpam. Received 5 Juli 2025 | Revised 25 Juli 2025 | Accepted 31 Juli 2025 *Korespondensi Penulis Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik sampel jenuh, yaitu seluruh populasi sebanyak 63 pegawai dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y = -0,228 0,450X1 0,556X2. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,940 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai. Nilai determinasi sebesar 0,883, artinya Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik secara simultan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 88,3%, sisanya 11,7% dipengaruhi faktor lain. uji hipotesis diperoleh nilai F tabel > Fhitung atau . ,681 > 3,. Dengan demikian. HO3 ditolak dan Ha3 diterima, artinya secara simultan Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Kata Kunci: Etos Kerja. Lingkungan Kerja Fisik. Kinerja Pegawai Abstract The purpose of this study is to examine the influence of Work Ethic and Phisical Work Environment on Employee Performance at the National Unity and Political Agency of Bogor Regency. This research employed a descriptive method with a quantitative approach. The sampling technique, in which the entire population of 63 employees was used as respondents. Data were collected through observation and questionnaires, and subsequently analyzed using SPSS version 25. The regression analysis resulted in the equation Y = -0,228 0,450X1 0,556X2. The correlation coefficient value of 0,940 indicates a very strong relationship between Work Ethic and Physical Work Environment on Employee Performance. The coefficient of determination was 0,883, meaning that Work Ethic and Physical Work Environment simultaneously influence employee performance by 88,3%, while the remaining 11,7% is influenced by other factors. The hypothesis test showed that Ftable > Fcount . ,681 > 3,. Thus H03 is rejected and Ha3 is accepted. This means that simultaneously. Work Ethic and Physical Work Environment have a positive and significant effect on employee performance at the National Unity and Political Agency of Bogor Regency. Keywords: Work Ethic. Physical Work Environment. Employee Performance Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 PENDAHULUAN Dalam era persaingan yang semakin ketat seperti sekarang. Sumber daya manusia (SDM) menjadi sangat penting bagi perkembangan dan keberhasilan setiap lembaga. Tanpa pengelolaan SDM yang baik, lembaga akan sulit untuk mecapai tujuan dan target yang telah ditetapkan. Kinerja pegawai yang optimal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh pengelolaan SDM yang tepat, termasuk pembinaan etos kerja dan penyediaan lingkungan kerja yang mendukung. Di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor, penilaian kinerja tahun 2022-2024 menunjukkan adanya peningkatan namun belum mencapai target. Permasalahan lain yang ditemukan antara lain kurangnya disiplin, minimnya inisiatif, keterbatasan komunikasi, dan rendahnya konsistensi dalam penyelesaian Sejumlah penelitian sebelumnya. Aulia Regita Firdausyi & Kasmari, 2022. I Kadek Swandiana & Gde Indra Surya Diputra, 2024. Daud Gunawan & Ulfi Pristiana, 2025 menunjukkan bahwa etos kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, mendukung pentingnya pengkajian faktor ini di Bakesbangpol Kabupaten Bogor. Selain itu etos kerja, lingkungan kerja fisik juga berperan penting dalam mendukung kinerja Hasil observasi di Bakesbangpol Kabupaten Bogor menunjukkan masih adanya kendala seperti pencahayaan yang kurang, temperatur ruangan yang panas, dan sirkulasi udara yang belum Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan dan fokus kerja pegawai. Mengingat pentingnya kedua faktor tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh etos kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai Bakesbangpol Kabupaten Bogor, sehingga dapat menjadi dasar bagi perbaikan manajemen SDM dan peningkatan kinerja lembaga. Penelitian ini dilakukan menggunakan teori kinerja menurut Afandi 2018, teori etos kerja menurut Priansa 2018, dan teori lingkungan kerja fisik menurut Sedarmayanti 2018. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menjelaskan hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabiel-variabel yang akan Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan sebanyak 63 pegawai. Adapun sampel yang digunakan penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yang ada, yaitu sebanyak 63 pegawai. Dengan menggunakan teknik sampel jenuh atau disebut dengan nonprobability sampling. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi pernyataan sesuai dengan indikator etos kerja, lingkungan kerja fisik, dan kinerja pegawai. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji instrumen . aliditas, reliabilita. , uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisita. , teknik analisis kuantitatif, dan pengujian hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Uji Regresi Linear Sederhana Melakukan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, yang akan di uji adalah etos kerja dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai secara parsial. Dibawah ini adalah tabel hasil uji regresi linear Tabel 1. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Etos Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y). Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. ,555 2,569 ,216 ,830 Etos Kerja (X. ,974 ,061 ,900 16,104 ,000 Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Berdasarkan hasil uji tabel 1 diatas, terdapat persamaan regresi yang diperoleh, sebagai berikut: YAo = a bX Y = 0,555 0,974X1. Dari persamaan tersebut, peneliti lakukan interpretasi, nilai konstanta diperoleh sebesar 0,555, nilai tersebut menunjukkan bahwa jika etos kerja bernilai nol, maka nilai kinerja pegawai adalah 0,555. Koefisien regresi positif diperoleh nilai sebesar 0,974 yang menunjukkan bahwa etos kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin tinggi etos kerja yang dimiliki, maka kinerja pegawai akan meningkat. Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Lingkungan Kerja Fisik (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. 3,760 2,121 1,772 ,081 Lingkungan ,920 ,051 ,917 18,009 ,000 Kerja Fisik (X. Berdasarkan hasil uji tabel 2 diatas, terdapat persamaan regresi yang diperoleh, sebagai berikut: YAo = a bX Y = 3,760 0,920X2 Dari persamaan tersebut, peneliti lakukan interpretasi, nilai konstanta diperoleh sebesar 3,760, nilai tersebut menunjukkan bahwa jika lingkungan kerja fisik bernilai nol, maka nilai kinerja pegawai adalah 3,760. Koefisien regresi positif diperoleh nilai sebesar 0,920 yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh postif terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin baik kondisi fisik lingkungan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat. Uji Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel etos kerja (X. dan lingkungan kerja fisik (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Dibawah ini adalah tabel hasil uji regresi linear berganda: Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Lingkungan Kerja Fisik (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. -,228 2,037 ,911 Etos Kerja (X. ,450 ,098 ,415 4,578 ,000 Lingkungan ,556 ,091 ,555 6,113 ,000 Kerja Fisik (X. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan pada tabel 3 diatas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = - b1X1 b2X2 Y = -0,228 0,450X1 0,556X2 Dari persamaan tersebut, peneliti lakukan interpretasi, nilai konstanta sebesar -0,228 berarti apabila nilai variabel X1 dan X2 sama dengan nol, maka nilai kinerja pegawainya tetap sebesar -0,228. Koefisien regresi X1 memiliki nilai 0,450 dan positif, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 berarti Etos Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai. Semakin besar nilai X1 maka semakin meningkat Koefisien regresi X2 memiliki nilai 0,556 dan positif, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 berarti Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai. Semakin besar nilai X2 maka semakin meningkat kinerjanya. Uji Koefisien Korelasi Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Pengujian ini untuk melihat seberapa kuat hubungan yang terjadi antara variabel independen terhadap variabel dependen. Syarat pengambilan keputusan penelitian ini menggunakan table : YAo = a bX Y = 0,555 0,974X1. Dari persamaan tersebut, peneliti lakukan interpretasi, nilai konstanta diperoleh sebesar 0,555, nilai tersebut menunjukkan bahwa jika etos kerja bernilai nol, maka nilai kinerja pegawai adalah 0,555. Koefisien regresi positif diperoleh nilai sebesar 0,974 yang menunjukkan bahwa etos kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin tinggi etos kerja yang dimiliki, maka kinerja pegawai akan meningkat. Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Lingkungan Kerja Fisik (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta Sig. 2 (Constan. 3,760 2,121 1,772 ,081 Lingkungan ,920 ,051 ,917 18,009 ,000 Kerja Fisik (X. Berdasarkan hasil uji tabel 2 diatas, terdapat persamaan regresi yang diperoleh, sebagai berikut: YAo = a bX Y = 3,760 0,920X2 Dari persamaan tersebut, peneliti lakukan interpretasi, nilai konstanta diperoleh sebesar 3,760, nilai tersebut menunjukkan bahwa jika lingkungan kerja fisik bernilai nol, maka nilai kinerja pegawai adalah 3,760. Koefisien regresi positif diperoleh nilai sebesar 0,920 yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh postif terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin baik kondisi fisik lingkungan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat. Uji Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel etos kerja (X. dan lingkungan kerja fisik (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Dibawah ini adalah tabel hasil uji regresi linear berganda: Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Lingkungan Kerja Fisik (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta Sig. 2 (Constan. -,228 2,037 ,911 Etos Kerja (X. ,450 ,098 ,415 4,578 ,000 Lingkungan ,556 ,091 ,555 6,113 ,000 Kerja Fisik (X. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan pada tabel 3 diatas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = - b1X1 b2X2 Y = -0,228 0,450X1 0,556X2 Dari persamaan tersebut, peneliti lakukan interpretasi, nilai konstanta sebesar -0,228 berarti apabila nilai variabel X1 dan X2 sama dengan nol, maka nilai kinerja pegawainya tetap sebesar -0,228. Koefisien regresi X1 memiliki nilai 0,450 dan positif, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 berarti Etos Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai. Semakin besar nilai X1 maka semakin meningkat Koefisien regresi X2 memiliki nilai 0,556 dan positif, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 berarti Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai. Semakin besar nilai X2 maka semakin meningkat kinerjanya. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Uji Koefisien Korelasi Pengujian ini untuk melihat seberapa kuat hubungan yang terjadi antara variabel independen terhadap variabel dependen. Syarat pengambilan keputusan penelitian ini menggunakan tabel pedoman interpretasi koefisien Korelasi menurut Sugiyono . 3: . Dibawah ini adalah tabel hasil uji koefisien korelasi: Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Korelasi Nilai Korelasi (R) Nilai Signifikansi 0,900 0,000 0,917 0,000 0,940 0,000 Variabel X1 Terhadap Y X2 Terhadap Y X1 dan X2 Terhadap Y Keterangan Sangat Kuat Sangat Kuat Sangat Kuat Berdasarkan hasil uji tabel 4 diatas, diperoleh nilai korelasi secara parsial Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,900 dengan nilai signifikansi 0,000. Kemudian, nilai korelasi secara parsial Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,917 dengan nilai signifikansi 0,000. Terakhir, secara simultan nilai korelasi etos kerja dan lingkungan kerja fisik sebesar 0,940 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai-nilai tersebut masuk ke dalam kategori tingkat hubungan sangat kuat dengan interval koefisien 0,80-1,000. Uji Koefisien Determinasi (R. Uji Koefisien Determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen secara parsial maupun simultan terhadap variabel dependen. Adapun ketentuan besarnya nilai koefisien determinasi (K. antara 0 . sampai dengan 1 . Menurut Ghozali . 8: . Dibawah ini adalah tabel hasil uji koefisien determinasi: Variabel X1 Terhadap Y X2 Terhadap Y X1 dan X2 Terhadap Y Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Nilai Determinasi (R. 0,810 0,842 0,883 Sisa 19,0% 15,8% 11,7% Berdasarkan hasil uji pada tabel 5 diatas, diperoleh nilai R Square etos kerja secara parsial sebesar 0,810. Artinya, sebesar 81,0% pengaruh yang diberikan etos kerja terhadap kinerja pegawai. Sisanya, yaitu 19,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kemudian, diperoleh nilai R Square lingkungan kerja fisik secara parsial sbesar 0,842. Artinya, sebesar 84,2% pengaruh yang diberikan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai. Sisanya, yaitu 15,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Terakhir, diperoleh nilai R Square etos kerja dan lingkungan kerja fisik secara simultan sebesar 0,883. Artinya, etos kerja dan lingkungan kerja fisik secara bersama-sama . memberikan pengaruh sebesar 88,3% terhadap kinerja pegawai. Sisanya, yaitu 11,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Uji T dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen yaitu etos kerja dan lingkungan kerja fisik memiliki pengaruh yang signifikan secara individu terhadap variabel dependen yaitu kinerja Dibawah ini adalah tabel hasil uji T: Tabel 6. Hasil Uji T Etos Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y). Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. ,555 2,569 Etos Kerja (X. ,974 ,061 ,900 ,216 16,104 Sig. ,830 ,000 Hasil Uji t pada tabel 6 diatas, menunjukkan bahwa variabel Etos Kerja (X. memperoleh nilai t hitung sebesar 16,104 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai t tabel yang digunakan sebesar 1,671. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 dapat disimpulkan nilai t hitung 16,104 > t tabel 1,671 dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, variabel Etos Kerja (X. berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Tabel 7. Hasil Uji T Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y). Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. 3,760 2,121 1,772 Lingkungan ,920 ,051 ,917 18,009 Kerja Fisik (X. Sig. ,081 ,000 Hasil Uji t pada tabel 7 diatas, menunjukkan bahwa variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. memperoleh nilai t hitung sebesar 18,009 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai t tabel yang digunakan sebesar 1,671, dapat disimpulkan nilai t hitung 18,009 > t tabel 1,671 dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, variabel Lingkungan Kerja Fisik (X. berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Uji Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen (Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisi. berpengaruh secara bersama-sama . terhadap variabel dependen (Kinerja Pegawa. Kriteria hipotesis diterima atau ditolak yaitu dengan membandingkan antara nilai F hitung dengan F tabel. Dibawah ini adalah tabel hasil uji F: Model 1 Regression Residual Total Tabel 8. Hasil Uji F. Sum of Squares 1810,419 240,660 2051,079 Mean Square 905,210 4,011 225,681 Sig. ,000b Berdasarkan hasil uji f pada tabel 8 diatas, diperoleh nilai f hitung sebesar 225,681 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai f tabel yang digunakan sebesar 3,150, dapat disimpulkan nilai f hitung 225,681 > f tabel 3,150 dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Maka Ho ditolak dan Ha Artinya, variabel Etos Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). PEMBAHASAN Pengaruh Etos Kerja (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Etos Kerja (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil uji regresi sederhana yang menghasilkan persamaan Y = 0,555 0,974X1, yang artinya setiap peningkatan etos kerja akan diikuti oleh peningkatan kinerja pegawai. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,900 menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel termasuk dalam kategori sangat kuat dengan interval koefisien 0,801,000. Sementara itu, nilai R Square sebesar 81,0% menunjukkan bahwa variabel etos kerja mampu menjelaskan kinerja pegawai, dan sisanya 19,0% dipegaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji t juga memperkuat dalam temuan ini, di mana nilai thitung > ttabel atau 16,104 > 1,671 dan nilai p value < sig. atau 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ho1 ditolak dan Ha1 diterima, dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja (X. berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Christiani Br Pintubatu dan Rohman Wilian . dengan judul AuPengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Disiplin Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi JambiAy. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti membuat kesimpulan sebagai berikut: penelitian ini menyatakan bahwa etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,219 yang menujukkan arah pengaruh positif, serta nilai p value sebesar 0,049 < 0,05 dan t-statistik 967 > 1,96. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja Fisik (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil uji regresi sederhana yang menghasilkan persamaan Y = 3,760 0,920X2, yang artinya setiap peningkatan lingkungan kerja fisik akan diikuti oleh peningkatan kinerja pegawai. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,917 menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel termasuk dalam kategori sangat kuat dengan interval koefisien 0,80-1,000. Sementara itu, nilai R Square sebesar 84,2% menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik mampu menjelaskan kinerja pegawai, dan sisanya 15,8% dipegaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji t juga memperkuat dalam temuan ini, di mana nilai thitung > ttabel atau 18,009 > 1,671 dan nilai p value < sig. atau 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ho2 ditolak dan Ha2 diterima, dapat disimpulkan bahwa Lingkungan Kerja Fisik (X. berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Vina Septiani. Emelia Rahmadany Putri Gami. Julianto Hutasuhut, & Burhanuddin ButarButar . dengan judul AuPengaruh Komunikasi Verbal. Lingkungan Kerja Fisik dan Pengembangan Pegawai terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera UtaraAy. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti membuat kesimpulan sebagai berikut: Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel atau 3,452 > 1,663, serta nilai p value < sig. atau 0,001 < 0,05. Pengaruh Etos Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Etos Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil uji regresi berganda yang menghasilkan persamaan Y = -0,228 0,450X1 0,556X2 Ae 0,112. Nilai konstanta sebesar -0,228 artinya jika etos kerja dan lingkungan kerja fisik tidak diperhatikan . ama dengan no. , maka kinerja pegawai cenderung rendah. Tetapi, karena nilai konstanta ini tidak signifikan . 0,911 > 0,. , maka konstanta ini tidak terlalu berpengaruh secara statistik. Koefisien regresi X1 dan X2 berpengaruh secara positif dan signifikan, yang berarti peningkatan pada etos kerja dan lingkungan kerja fisik akan meningkatkan kinerja pegawai. Secara bersama-sama, hubungan antara X1 dan X2 terhadap Y sangat kuat, dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,940 dengan interval koefisien 0,80-1,000. Nilai R Square yang tinggi sebesar 0,883 berarti 88,3% kinerja pegawai dipengaruhi oleh Etos Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. Uji F didapat nilai fhitung > ftabel atau 225,681 > 3,150 dan nilai p value < sig. atau 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ho 3 ditolak Ha3 diterima. Dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Daud Gunawan dan Ulfi Pristiana . dengan judul AuPengaruh Komunikasi Kerja. Etos Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Koperasi. Perindustrian. Perdagangan (Diskoperinda. Kabupaten GresikAy. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti membuat kesimpulan sebagai berikut: Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Etos Kerja, dan Lingkungan Kerja Fisik memberikan pengaruh positif dan signifikan secara bersamaan terhadap kinerja pegawai di Dinas Koperasi. Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperinda. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Kabupaten Gresik. Hal ini dibuktikan dengan nilai f hitung > f tabel atau 12,858 > 2,80, serta nilai p value < sig. atau 0,000 < 0,05. SIMPULAN Setelah dilakukan serangkaian analisis data dan pengujian hipotesis berdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, maka pada bab ini dapat disampaikan kesimpulan mengenai variabel Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Pegawai Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Bogor sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja (X. berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Hal ini dibuktikan melalui uji regresi sederhana yang menghasilkan persamaan Y = 0,555 0,974X1. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,900 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel, sementara nilai R Square menunjukkan sebesar 81,0%. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian. Etos Kerja (X. terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Lingkungan Kerja Fisik (X. berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Hal ini dibuktikan melalui uji regresi sederhana yang menghasilkan persamaan Y = 3,760 0,920X2. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,917 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel, sementara nilai R Square menunjukkan sebesar 84,2%. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian. Lingkungan Kerja Fisik (X. terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Etos Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. berpengaruh secara positif dan signifikan secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. Hal ini dibuktikan melalui uji regresi berganda yang menghasilkan persamaan regresi Y = -0,228 0,450X1 0,556X2. Meskipun nilai konstanta sebesar -0,228 tidak signifikan secara statistik . 0,911 > , etos kerja dan lingkungan kerja fisik tetap menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin baik etos kerja dan lingkungan kerja fisik, maka kinerja pegawai juga akan semakin meningkat. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,940 menunjukkan hubungan antara kedua variabel bebas terhadap variabel terikat tergolong sangat kuat. Sementara, nilai R Square sebesar 88,3%. Sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian. Etos Kerja (X. dan Lingkungan Kerja Fisik (X. secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. PENGHARGAAN Peneliti menyampaikan terima kasih kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor yang telah memberikan izin dan kesempatan dalam pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, masukkan, serta arahan yang sangat berharga. Rasa hormat dan terima kasih yang mendalam peneliti sampaikan kepada kedua orang tua dan kakak atas doa, dukungan, dan kasih sayangnya. Tidak lupa, peneliti juga berterima kasih kepada kerabat, sahabat, serta teman-teman yang selalu memberikan motivasi dan semangat hingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 136 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 DAFTAR PUSTAKA